Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Tradisi meugang masyarakat Kota Langsa dan relevansinya dalam pembelajaran sejarah Prasetyo, Okhaifi; Rahman, Aulia; Anis, Madhan
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v14i2.19319

Abstract

Generasi muda saat ini cenderung lemah pengetahuan budaya serta pembelajaran sejarah di sekolah sedikit menjadikan tradisi lokal sebagai sumber belajar, salah satunya tradisi meugang. Penelitian bertujuan mengidentifikasi tradisi meugang masyarakat kota Langsa dan bagaimana relevansi terhadap pembelajaran sejarah. Metode menerapkan jenis kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai proses membantu pengumpulan data. Kemudian, di analisis melalui reduksi, penyajian dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan di kota Langsa tradisi meugang yang paling meriah adalah saat menyambut bulan puasa dan hari raya Idulfitri. Tradisi meugang memiliki relevansi  dalam pembelajaran sejarah. Pembelajaran sejarah di SMA mengadopsi dua kurikulum, yaitu 2013 dan merdeka. Pada Kurikulum 2013, pembelajaran sejarah terbagi menjadi sejarah wajib (Indonesia) dan sejarah peminatan. Tradisi meugang memiliki relevansi dengan materi sejarah Indonesia pada masa Islam dan masa kolonial. Pada pembelajaran sejarah peminatan, terutama materi berpikir sejarah, sumber sejarah, dan penelitian sejarah untuk kelas X, serta pada tema perkembangan budaya pada era orde baru dan reformasi untuk kelas XII. Pada kurikulum merdeka relevan pada fase E untuk kelas X, mencakup materi masa kerajaan islam di Indonesia.
History and National Integration: A Study of Collective Memory of Tamiang Monuments in Medan 1894 Rahman, Aulia; Ibrahim, Husaini; Prasetyo, Okhaifi; Usman, Usman; Riyani, Mufti
Indonesian Historical Studies Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ihis.v8i2.20001

Abstract

This paper focuses on the historical exploration and collective memory of the Tamiang Monument in Medan, Indonesia. This paper examines how monuments can build collective memory and link history to people's lives at a certain time so that it can be interpreted. Through historical methods, the study results show that the Tamiang Monument plays an essential role in the inheritance of collective memory about the conquest of Tamiang as part of the Aceh region by the Dutch colonialists. The monument is an important symbol to remind people of the greatness and courage in the struggle against the colonizers. However, after the Tamiang Monument was destroyed, all narratives and reminders of the Tamiang War were lost. The loss of this monument also has implications for the loss of the values of the legacy of tenacity, fighting spirit, and collective identity associated with this important event. Therefore, it is important to rebuild the Tamiang Monument as an initial step to revive collective memory and pass on the values of struggle to the younger generation. Monuments play an important role in building and maintaining the community's collective identity and strengthening the historical awareness of the Tamiang and Aceh communities.
UPAYA PELESTARIAN TRADISI TARI DAMPENG DI KECAMATAN RUNDENG KOTA SUBULUSSALAM Safira, Mawar; Sari, Eka Mulia; Prasetyo, Okhaifi
NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan Vol 4, No 2 (2023): NOUMENA: Jurnal Sosial Humaniora dan Keagamaan
Publisher : IAKN AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/nojisok.v4i2.714

Abstract

Tari Dampeng adalah tarian khusus masyarakat suku singkil. Nilai budaya   Tari ini memiliki makna tersendiri bagi masyarakat singkil. Maka dari  itu, penelitian  ini akan membahas bagaimana upaya pelestarian tari Dampeng bagi masyarakat Rundeng kota Subulussalam. Tarian ini  dilakukan dengan cara membentuk bulatan,, proses ini dimaknai sebagai upaya untuk memuliakan tamu terhormat dari marabahaya dan terhindar dari keburukat. Gerakan seperti silat dalam tari  dampeng memiliki nilai makna Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana  upaya pelestarian tari dampeng yang berada di desa Dah, kecamatan rundeng kota subulussalam. Pengkajian  ini mengambil pendekatan kualitatif menggunakan teknik berupa interview dan obsevasi lapangan.  Hasil observasi  membuktikan bahwa tarian ini merupakan tarian yang sangat wajib bagi suku singkil, terutama di  desa Dah kecamatan runding yng begitu masih kental dengan tarian dampeng.
PENDIDIKAN INDONESIA PADA MASA PRASEJARAH DAN HINDU-BUDHA PRASETYO, OKHAIFI
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 8 No 02 (2021): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.927 KB) | DOI: 10.33059/jsnbl.v8i02.4322

Abstract

The journey of the development of education is very long from before independence can be traced back to prehistoric and Hindu-Buddhist times. This study aims to discuss what and how the state of education in Indonesia, especially in the Prehistoric and Hindu-Buddhist periods. The method used in this research is the historical research method in prehistoric times or what is known as the preaksara era. In this era, humans are still learning from nature with what they need. There are three periods of educational development at this time, namely Meganthropus, Pithecanthropus, Homosapien. Then education in the Hindu and Buddhist era was through the spread of religion, which in the past there were no schools that we see today. In the past, monks and scholars became teachers without being given worldly rewards. They also get education from their families too; if the family is a farmer, their children will learn from a father, and the knowledge they get is only for their children. They learn skills, chivalry, and so on. The son of a king has his own place to study, which is called Pura; so far, his sons and daughters have learned about the science of state administration, manners, and martial arts. The material taught is not only general in nature but also studies spiritual and religious sciences.
SOSIALISASI PEDOMAN PEMBELAJARAN CASE METHODE PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI Fitria; Noliza Hasrina; Okhaifi Prasetyo; Muhammad Khalil
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/musyawarah.v2i2.406

Abstract

Perencanaan pembelajaran yang dirumuskan dalam kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh tenaga pendidik dalam mengajar perlu adanya pedoman kegiatan dalam proses pembelajaran tersebut. Mengingat kebijakan baru dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang tertulis sebagai Indikator Kinerja Utama (IKU) no.7 yaitu Pembelajaran dalam kelas persentase mata kuliah S1 dan D4/D3/D2 yang menggunakan metode case methode atau pembelajaran team-based project sebagai bagian bobot evaluasi. Salah upaya yang bisa dilakukan dalam menunjang kebijakan baru ini adalah dengan membuat pedoman pembelajaran case methode melalui kegiatan pengabdian. Adapun pengabdian ini dilakukan berdasarkan observasi dan hasil diskusi penulis sebagai tenaga pengajar pada Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra dengan pengembang kurikulum Program Studi. Kegiatan pengabdian ini meliputi kegiatan perancangan pedoman pembelajaran case methode, penyusunan pedoman pembelajaran case methode dan sosialisasi pedoman pembelajaran case methode.
PEMBUATAN SUDUT LITERASI MINI BERBASIS DIGITAL UNTUK MEMPERMUDAH AKSES SKRIPSI DAN LAPORAN KERJA PRAKTEK DI PROGRAM STUDI BIOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SAMUDRA Yonadiah Dwitya; Muhammad Heru Arie Edytia; Samsul Muarrif; Wendy Achmmad Mustaqim; Zidni Ilman Navia; Fitria; Okhaifi Prasetyo
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/musyawarah.v2i2.412

Abstract

Tidak adanya fasilitas sudut literasi di Program Studi Biologi Fakultas Teknik Universitas Samudra menghambat dosen dan mahasiswa dalam memperoleh akses skripsi dan laporan kerja praktek mahasiswa. Kendala ini mendorong penulis untuk melakukan pengabdian dengan membuat suatu sudut literasi mini yang berbasis digital. Pengabdian ini dilaksanakan melalui 4 tahapan proses yaitu Melakukan diskusi dan koordinasi; Melengkapi kebutuhan pembuatan ‘Sudut Literasi Mini’; Melakukan digitalisasi data-data skripsi dan laporan KP di website Program Studi Biologi; serta Melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pemanfaatan sudut literasi. Fasilitas ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa Biologi Universitas Samudra namun juga bagi pengunjung dari luar Program Studi Biologi.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR OLEH DOSEN DAN MAHASISWA KKN DI DESA SULUM KECAMATAN SEKRAK KABUPATEN ACEH TAMIANG Usman; Aulia Rahman; Okhaifi Prasetyo; Mufti Riyani; Imam Hadi Sutrisno
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/musyawarah.v2i2.543

Abstract

Desa Sulum terletak di Kecamatan Sekrak Kabupaten Aceh Tamiang yang memiliki potensi pertanian yang besar. Pertanian merupakan sektor utama dalam perekonomian desa ini, dan mayoritas penduduknya bergantung pada sektor ini untuk penghidupan mereka. Salah satu masalah yang dihadapi oleh petani adalah penurunan kualitas tanah. Pupuk organik cair adalah solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Pelaksanaan pembuatan pupuk organik cair merupakan proses yang membutuhkan persiapan bahan baku yang tepat, langkah-langkah pengolahan yang hati-hati, dan pemantauan yang teliti selama proses fermentasi. Dalam penyuluhan kepada siswa SD, penting untuk memberikan pemahaman tentang pupuk organik cair, manfaatnya, dan langkah-langkah praktis dalam pembuatannya. Penyuluhan kepada siswa SMP perlu menekankan pada kesadaran lingkungan dan penjelasan yang lebih rinci mengenai komposisi campuran dan kelebihan pupuk organik cair. Sementara itu, penyuluhan kepada masyarakat umum harus mencakup pengenalan konsep pupuk organik cair, teknik pembuatan yang rinci, dan penggunaan pupuk organik cair pada berbagai jenis tanaman. Dalam pelaksanaan pembuatan pupuk organik cair, penting untuk memperhatikan persiapan bahan baku seperti toge, air cucian beras, gula merah, garam, dan EM-4. Bahan pembantu seperti jerigen dan botol Aqua juga diperlukan. Komposisi campuran yang tepat adalah kunci keberhasilan dalam pembuatan pupuk organik cair. Proses fermentasi memerlukan pemantauan dan pengadukan secara rutin, serta pengetahuan tentang waktu yang tepat untuk memisahkan dan mengencerkan pupuk organik cair. Penggunaan pupuk organik cair secara rutin dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi tanaman.
Smart Teacher di Era Digital: Penguatan Kompetensi TPACK pada Guru JSDI Aceh Timur Khalil, Muhammad; Hasby, Hasby; Prasetyo, Okhaifi
Jurnal Surya Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.7.1.2024.72-80

Abstract

This community service activity aims to increase TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) competency among teachers who are members of the Indonesian Digital School Network (JSDI) in East Aceh. Through a series of stages that include planning, implementing education and workshops, as well as evaluation, the results show a significant increase in teachers' understanding and skills regarding the TPACK concept. Teachers are able to integrate technology in learning effectively, supporting the implementation of the Independent Curriculum. Evaluation shows an increase in the average score from pre-test to post-test by 41.6%. Collaboration between the service team from Samudra University and JSDI East Aceh partners strengthens the effectiveness of this program. Despite facing challenges such as technological skills gaps and limited facilities, the solution implemented is in the form of individual assistance and the provision of simple but effective technological alternatives. Sustainability of this program is sought through regular mentoring and additional training. This activity emphasizes the importance of a needs-based approach, ongoing support, and effective collaboration to improve the quality of education. With strong commitment from all parties, it is hoped that the Smart Teacher concept can be realized, creating a learning environment that is more innovative, inclusive and adaptive to changing times.
The Integration of Traditional Values of Pelintau Pencak Silat as a Resource for Local History Education Prasetyo, Okhaifi; Dilwan, Muhammad Al; Rahman, Aulia
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n2i4

Abstract

The traditional values of Pencak Silat Pelintau have not been systematically incorporated into the curriculum as a resource for local history education. The integration of these values is essential for enhancing the relevance of local learning materials and ensuring the availability of indigenous educational resources. This study seeks to explore the integration of Pencak Silat Pelintau’s traditional values into the curriculum as an approach to local history education. Employing a descriptive qualitative research design, the study utilized data collection methods including observation, interviews, and document analysis. Data were analyzed through processes of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings suggest that the local wisdom inherent in Pencak Silat Pelintau can be effectively integrated into local history instruction. Within the framework of the Merdeka Curriculum, the topics of the Islamic Kingdoms in Phase E and Colonialism and Indonesian National Resistance in Phase F present appropriate opportunities to incorporate the stories and values of the Pelintau Pencak Silat tradition. This integration enables students to develop a deeper understanding of local history while internalizing key values such as honesty, discipline, cooperation, simplicity, politeness, courage, and resilience—values that contribute to shaping positive attitudes and behaviors in students' personal and social lives. Abstrak: Nilai-nilai tradisional Pencak Silat Pelintau belum diintegrasikan secara sistematis ke dalam kurikulum sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Integrasi nilai-nilai ini sangat penting untuk meningkatkan relevansi materi pembelajaran lokal dan memastikan tersedianya sumber daya pendidikan yang bersifat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai-nilai tradisional Pencak Silat Pelintau ke dalam kurikulum sebagai pendekatan dalam pembelajaran sejarah lokal. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal yang terkandung dalam Pencak Silat Pelintau dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam pengajaran sejarah lokal. Dalam kerangka Kurikulum Merdeka, topik-topik mengenai Kerajaan Islam pada Fase E serta Kolonialisme dan Perlawanan Nasional Indonesia pada Fase F menjadi peluang yang tepat untuk mengintegrasikan cerita dan nilai-nilai tradisi Pencak Silat Pelintau. Integrasi ini memungkinkan siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam mengenai sejarah lokal sekaligus menginternalisasi nilai-nilai penting seperti kejujuran, disiplin, kerjasama, kesederhanaan, kesopanan, keberanian, dan ketangguhan—nilai-nilai yang berkontribusi dalam membentuk sikap dan perilaku positif dalam kehidupan pribadi dan sosial siswa.
Smart Teacher di Era Digital: Penguatan Kompetensi TPACK pada Guru JSDI Aceh Timur Khalil, Muhammad; Hasby, Hasby; Prasetyo, Okhaifi
Jurnal Surya Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.7.1.2024.72-80

Abstract

This community service activity aims to increase TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) competency among teachers who are members of the Indonesian Digital School Network (JSDI) in East Aceh. Through a series of stages that include planning, implementing education and workshops, as well as evaluation, the results show a significant increase in teachers' understanding and skills regarding the TPACK concept. Teachers are able to integrate technology in learning effectively, supporting the implementation of the Independent Curriculum. Evaluation shows an increase in the average score from pre-test to post-test by 41.6%. Collaboration between the service team from Samudra University and JSDI East Aceh partners strengthens the effectiveness of this program. Despite facing challenges such as technological skills gaps and limited facilities, the solution implemented is in the form of individual assistance and the provision of simple but effective technological alternatives. Sustainability of this program is sought through regular mentoring and additional training. This activity emphasizes the importance of a needs-based approach, ongoing support, and effective collaboration to improve the quality of education. With strong commitment from all parties, it is hoped that the Smart Teacher concept can be realized, creating a learning environment that is more innovative, inclusive and adaptive to changing times.