Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Literasi Sejarah Kesultanan Peureulak Bagi Siswa SMA Di Kabupaten Aceh Timur: Upaya Membangun Kesadaran Sejarah Lokal Usman, Usman; Rahman, Aulia; Asnawi, Asnawi; Zulkifli, Zulkifli; Prasetyo, Okhaifi
Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/4hsct218

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sejarah lokal di kalangan siswa SMA Negeri 1 Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, dengan fokus pada sejarah Kesultanan Peureulak, kerajaan Islam pertama di Nusantara. Kurangnya pemahaman siswa mengenai sejarah lokal dan minimnya sumber belajar yang terintegrasi menjadi permasalahan utama yang dihadapi para generasi muda saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode pembelajaran interaktif, yang meliputi sosialisasi, diskusi, dan belajar interaktif dengan tema kajian peninggalan sejarah lokal seperti:  makam Sultan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah dan Putri Nurul A’la. Melalui kolaborasi dengan guru sejarah, materi mengenai peran Kesultanan Peureulak dalam penyebaran Islam dan perkembangan perdagangan internasional di Asia Tenggara pada abad ke-7 hingga abad ke-13 disampaikan kepada siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap sejarah Kesultanan Peureulak dan peningkatan apresiasi mereka terhadap warisan budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini berhasil mengintegrasikan pembelajaran sejarah Kesultanan Peureulak ke dalam kurikulum sekolah, sehingga mampu memperkaya pengetahuan sejarah lokal dan membangun kesadaran sejarah serta identitas budaya siswa. Program pengabdian kepada masyarakat ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dengan meningkatkan publikasi ilmiah dan kontribusi terhadap pelestarian sejarah lokal.
PEOPLE'S EDUCATION: IMPROVING UNDERSTANDING OF THE HEALTHY AND SAFE INTERNET FOR STUDENTS OF KEUPULA DUA STATE PRIMARY SCHOOL Rahman, Aulia; Prasetyo, Okhaifi; Anis, Madhan
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 8 No. 4 (2024): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v8i4.2024.508-516

Abstract

Education in the digital era is currently experiencing rapid development, where the internet has become one of the primary sources of information. However, unwise use of the internet can have a negative impact, especially on students at the elementary school (SD) level. Therefore, Samudra University lecturers and students are committed to carrying out Community Service (PKM) at the Matang Keupula Dua Elementary School. This activity aims to increase students' understanding and awareness of the importance of a healthy and safe internet. There are three stages in implementing healthy and safe internet education activities: the preparation stage, implementation stage, and evaluation stage (data collection and data analysis). The results of the implementation of community service activities, which lasted for one day, received a positive response from the training participants, both students and teachers. This Community Service Program (PKM) can be considered successful and implemented in accordance with the proposed targets. Thus, 29 students' knowledge regarding healthy and safe internet use increased by 27%.
Penguatan Pemahaman Sejarah Ekspansi Majapahit melalui Literasi untuk Siswa SMA di Kecamatan Seruway Rahman, Aulia; Riyani, Mufti; Asnawi, Asnawi; Prasetyo, Okhaifi; Usman; Anis, Madhan; Zulkifli; Nuryanti, Reni
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 4 No. 10 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v4i10.11747

Abstract

Pada abad ke-12 Masehi (sekitar tahun 1350), wilayah pantai timur Aceh menjadi salah satu sasaran ekspansi Kerajaan Majapahit di bawah pimpinan Patih Gajah Mada. Gajah Mada berambisi untuk menyatukan seluruh Nusantara melalui "Sumpah Palapa" pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Ratu Tribhuwanatunggadewi. Kegagalannya dalam menguasai Samudra Pasai menyebabkan Gajah Mada mengalihkan ekspansi ke wilayah Tamiang, yang mencakup pendudukan beberapa wilayah, seperti Manyak Payed, Sungai Raya (Gajah Meuntah), dan Aramiyah. Lokasi-lokasi ini kini menjadi situs sejarah yang penting dan perlu diperkenalkan kepada generasi muda, khususnya siswa SMA Negeri 1 Seruway, Kabupaten Tamiang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan penyusunan rencana dan koordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan waktu dan lokasi kegiatan. Sosialisasi mengenai sejarah ekspansi Majapahit dilakukan melalui metode kajian sejarah, yang mencakup berpikir kronologis, pemahaman sejarah, interpretasi historis, dan riset historis. Siswa kemudian diajak untuk melakukan observasi langsung ke situs-situs sejarah di Aceh Tamiang, mengumpulkan data, dan mendiskusikan temuan mereka. Selanjutnya, siswa menyusun laporan berdasarkan hasil observasi dan analisis yang dilakukan. Hasil kegiatan ini dipublikasikan dalam jurnal dan media cetak untuk disebarluaskan. Kegiatan ini ditutup dengan evaluasi untuk menilai keberhasilan program dan penyusunan dokumentasi sebagai referensi di masa depan.
Kajian History Tardisi Pencak Silat Pelintau Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal Okhaifi Prasetyo; Muhammad Al Dilwan; Dimas Ade Gunawan
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Resit Multidisiplin Edukasi (Edisi Februari 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i2.164

Abstract

The history of the Pelintau Pencak Silat tradition is not widely known by the young generation, especially school students. This research aims to explore the history and development of Pencak Silat Pelintau and its relevance as a source of learning local history. This research uses historical methods with a qualitative approach: research steps, namely heuristics, verification, interpretation, and historiography. The research results show that Pencak Silat Pelintau is an integral part of the history and culture of the Tamiang people, which not only functions as a martial art but also reflects strong historical values. As a cultural heritage recognized as Indonesia’s Intangible Cultural Heritage (WBTB), this tradition is closely related to the Tamiang people’s struggle against colonialism. Therefore, its use in learning local history becomes relevant in helping students understand the nation's history through a regional cultural perspective. The integration of Pencak Silat Pelintau in the curriculum can be done by preparing teaching modules based on local culture and applying experience-based learning methods, such as direct observation, interviews with cultural actors, and analysis of historical documents. With an innovative and contextual approach, Pencak Silat Pelintau can be an effective, engaging and meaningful learning medium for the younger generation to understand the history, culture and heroic values ​​inherited from their ancestors.
National Integration Education Practices In Post-Conflict Regions Rahman, Aulia; Abdurrahman Usman, Zulkifli; Anis, Madhan; Prasetyo, Okhaifi; Sugiantoro; Riyani, Mufti; Rosyid MA, Ikhsan
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan Vol 12 No 1 (2025): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v12i1.11385

Abstract

This study examines the practice of national integration education in post-conflict Aceh, focusing on the materials, approaches, and challenges faced in its implementation. The Aceh conflict (1975–2004) left deep social, economic, and psychological scars, necessitating educational interventions to foster unity and prevent disintegration. National integration education aims to cultivate values of tolerance, solidarity, and social justice among students, aligning with multicultural and peace education principles while emphasizing national cohesion. Using qualitative methods, including interviews and observations with selected teachers and students, this research explores how national integration education is taught in schools. Findings indicate that while the program has successfully raised students' conflict sensitivity and reinforced peace-building values, challenges remain in pedagogical approaches and institutional support. The study highlights the importance of experiential and contextually relevant learning both inside and outside the classroom to strengthen national integration. The study contributes to the discourse on post-conflict education by advocating for a more structured and inclusive approach to national integration education, ensuring it addresses historical divisions and promotes lasting social harmony.
Digitizing Aceh's Historical Heritage: Exploring the Role of Technology in Cultural Preservation Rahman, Aulia; Riyani, Mufti; Prasetyo, Okhaifi; Fransyaigu, Ronald; Asnawi, Asnawi; Shamadiyah, Nurasih
JURNAL GEOGRAFI Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v17i2.64532

Abstract

Aceh is a region that has a rich historical and cultural heritage, which reflects its civilization and identity from time to time. However, the threat to the preservation of these historical relics is increasing over time, especially due to natural factors, urbanization, and social changes. Digitalization has emerged as a potential solution to address these challenges. The digitization of historical and cultural heritage offers a new way to preserve, access, and promote Aceh's cultural heritage more broadly. This research aims to explore the role of digital technology in the preservation of Aceh's cultural heritage, as well as its impact on local and global communities. This study uses a qualitative approach with a case study on the Aceh Historical Trail Map (acehhistorytrailmap.id). Data were collected through in-depth interviews with stakeholders, document analysis, and observation of platform usage. The analysis was conducted thematically to identify the benefits of digitalization, the technology used, and challenges in preserving cultural heritage. The study focuses on historical sites in East Aceh, such as Perlak and Idi, as the research locus. Through the analysis of case studies from the historical heritage digitization project in Aceh, this study examines the effectiveness of digital devices such as digital imaging, virtual tours, and online platforms in documenting and disseminating important elements of Acehnese culture, such as: artifacts and historical sites. The results of this research are expected to provide insight into effective strategies for cultural heritage preservation through technology, as well as the potential for collaboration between stakeholders in realizing sustainable digital transformation for the preservation of Aceh's historical heritage.
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Edpuzzle di SMA Negeri 3 Kejuruan Muda Anis, Madhan; Rahman, Aulia; Prasetyo, Okhaifi; Hadi Sutrisno, Imam; Usman, Usman
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 9 No. 2 (2025): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v9i2.9448

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan media pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan sesuai dengan tuntutan pembelajaran. Program ini penting untuk dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh para guru di sekolah tersebut, yang sering mengalami hambatan dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran. Metode pelatihan mencakup berbagai tahapan, mulai dari perizinan, persiapan, pelaksanaan yang berlangsung dari 12-14 Juni 2025, hingga tahap monitoring dan evaluasi. Dalam pelatihan ini, sebanyak 40 guru mengikuti sesi-sesi yang meliputi dasar-dasar penggunaan fitur-fitur Edpuzzle. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Dengan peningkatan pemahaman sebesar 32% yang terukur dari hasil pre-test dan post-test, pelatihan ini efektif dalam memperkuat keterampilan guru untuk menciptakan materi pembelajaran yang interaktif dan menarik secara digital. Pelatihan ini mampu menjawab kebutuhan guru dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran sehari-hari sehingga meningkatkan kualitas pengajaran. Hasil pelatihan tidak hanya menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis guru, tetapi juga membangun sikap positif terhadap penggunaan media digital sebagai sarana pembelajaran yang efektif dan inovatif.
Nandong Simeulue: Rekonstruksi Dinamika Tradisi Lisan dan Relevansinya dalam Pembelajaran Sejarah SMA Prasetyo, Okhaifi; Anis, Madhan; Abdurrahman Usman, Zulkifli; Hadi Sutrisno, Imam; Usman
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan Vol 12 No 2 (2025): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v12i2.12501

Abstract

Tradisi lisan Nandong saat ini menghadapi tantangan serius dalam kelangsungannya. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya minat generasi muda, khususnya kalangan pelajar SMA, untuk mempelajari dan melestarikan tradisi ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi dinamika tradisi lisan Nandong di Kabupaten Simeulue dengan melacak perkembangan dan perubahannya dari masa ke masa, serta menganalisis relevansi tradisi lisan Nandong terhadap pembelajaran sejarah terintegrasi budaya di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer dan skunder. Hasil menunjukan, tradisi ini memiliki keunikan yang terletak pada kemampuannya mengabadikan peristiwa penting seperti bencana tsunami 1907 melalui syair "Smong" yang terbukti efektif sebagai media mitigasi bencana lintas generasi. Seiring perkembangan zaman, Nandong menunjukkan daya adaptasinya dengan menyerap unsur-unsur modern dalam bahasa dan tema, sambil tetap mempertahankan struktur dan nilai-nilai tradisional yang menjadi ciri khasnya. Pengakuan Nandong sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2016 semakin memperkuat posisinya sebagai sumber pembelajaran yang bernilai. Dalam konteks pendidikan sejarah, khususnya untuk materi Pemahaman Sumber Sejarah (kelas X) dan Sejarah Lokal (kelas XI), Nandong menawarkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Melalui dinamika Nandong, siswa tidak hanya belajar memahami historiografi lisan, tetapi juga mengembangkan perspektif bahwa sejarah merupakan proses dinamis yang terus berkembang.
History of the Tamiang Pantun Tradition and Its Relevance in History Learning in High Schools Prasetyo, Okhaifi; Dilwan, Muhammad Al
PARADIGMA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN AGAMA, DAN BUDAYA Vol 22 No 2 (2025): PARADIGMA: Journal of Science, Religion and Culture Studies
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/paradigma.v22i2.10912

Abstract

Globalization impacts the younger generation, especially students who do not know the history of their culture. This study aims to reconstruct the history of the pantun reciprocal tradition that lives in the Malay community of Aceh Tamiang and to analyze the relevance in history learning at the high school level. The research method used is descriptive qualitative with observation, interviews, and documentation. The data analysis has three steps: data reduction, data presentation, and conclusion. The study results show that the Tamiang Pantun reciprocal tradition has existed since the 16th century. Starting from scholars and clerics who created prose, poetry, and oral traditions such as pantun and popular poetry, there was a change during the colonial period due to cultural acculturation between Malay and Javanese cultures. Other changes occurred, such as pantun being delivered singly in the past and tended to be monologic. Now, people are developing the Pantun reciprocal tradition as a form of two-way interaction that is more communicative and interesting. The Tamiang Pantun reciprocal tradition is relevant in developing local culture-based history learning. The tradition of responding to pantun in history learning is relevant to phase E (grade X), with the main topic in this phase being the development of Islamic Kingdoms in Indonesia, which includes discussions on the process of Islamization, the role of local figures, and the social and cultural values ​​that developed during that period.
Pelatihan Media Digital Berbasis Online Platform Bagi Guru di SMA Negeri 3 Kejuruan Muda Anis, Madhan; Rahman, Aulia; Setyoko, Setyoko; Prasetyo, Okhaifi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 13 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan proses pembelajaran pembelajaran yang berbasis digitalisasi, perlu peningkatan peranan guru untuk menentukan peningkatan mutu kualitas pembelajaran di kelas. Ketersediaan online platform seperti Google Slide, Slido dan Quizizz dapat diakses secara gratis. Penggunaan media online platform akan membantu guru dalam menyiapkan slide presentasi materi pembelajaran pada saat mengajar dikelas, melakukan pembelajaran yang menstimulus peserta didik untuk aktif dalam berpikir dan menggorganisasikan tes evaluasi hasil pembelajaran melalui game yang menarik. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini, untuk memperkuat penguasaan teknologi informasi dan komunikasi bagi guru SMA Negeri 3 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang dalam menggunakan, mendesain dan mengembangkan media pembelajaran digital berbasis platform online. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat  ada 3 tahapan utama: (1) Persiapan, meliputi: Focus Group Discussion (FGD) sosialisasi kegiatan PKM, persiapan alat dan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), (2) Pelaksanaan meliputi: Pelatihan desain media digital online platform terdiri dari Google Slide, Slido dan Quizizz, (3) Monitoring dan Evaluasi program, meliputi: Monitoring dan Evaluasi keberhasilan dan Keberlanjutan Program PKM. Hasil Pengabdian kepada masyarakat (PKM) guru-guru memiliki pengetahuan dan keterampilan guru-guru dalam menggunakan, mendesain dan mampu untuk menerapkan media digital berbasis online platform seperti Google Slide, Slido dan Quizizz pada saat pembelajaran dikelas. Kata Kunci: Pelatihan, Media Digital, Online Platfrom