Claim Missing Document
Check
Articles

Legal Protection for Cessie Deed Holders in Indonesia: An Analysis of Court Execution in Case Number 1/Pdt.Eks/2022/PA.Bgl at the Bangil Religious Court Barawaja; Yusdiansyah, Efik; Santoso, Bambang
Sinergi International Journal of Law Vol. 3 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/law.v3i4.807

Abstract

A credit contract serves as an initial framework for the redistribution of financial resources between a lending party and a borrowing party. When the borrower fails to fulfill the obligations stipulated within the credit arrangement, a transfer of receivables commonly known as a cession is carried out, wherein the original debtor transfers their obligations to a successor debtor. This is subsequently followed by a formal amendment of the registered ownership title at the Land Office, particularly for the property used as collateral. Several years after the certificate was changed, a dispute lawsuit arose in Court without involving the new Debtor holding the cession deed who had controlled and changed the name on the certificate as a party. In accordance with Execution Decision Number 1/Pdt.Eks/2022/PA.Bgl, the Bangil Religious Court enforced the seizure and auction of the property that had been pledged as collateral by the assignee, reflecting the court’s authority to enforce judgments involving transferred debts. This research adopts a normative legal methodology, primarily due to the absence of comprehensive legal provisions governing the transfer of property rights via cession, particularly as they are not explicitly regulated under Article 37 of Government Regulation No. 24 of 1997 concerning Land Registration. The research applies both a conceptual framework and a case-study method, enabling an analysis that bridges theoretical understanding with practical application. This study investigates the process of title change at the Land Office following the execution of a deed of cession. The analysis seeks to evaluate the procedural legitimacy and legal safeguards available to the new rights holder, particularly in cases where the cession is not acknowledged in execution proceedings by the Religious Court.
Mewaspadai jebakan reifikasi dalam wajah industrialisasi niretika lingkungan dan kebakaran hutan Santoso, Bambang; Rustamaji, Muhammad
PROGRESIF: Jurnal Hukum Vol 13 No 2 (2019): PROGRESIF:Jurnal Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/progresif.v13i2.1439

Abstract

Human being and living quality of their global community very depends on environmental condition. Then, various policies, regulation managements, law enforcement and technical supervision are conducted in attempts of biological environment conservation. However, a single market of such the global industrialization style gives a complex homework in ecological sector. On the Markplus Conference 2015, Hermawan Kartajaya reminded that the global industrialization, like the single market initiated by the AEC is potentially more dangerous than the AFTA (ASEAN Free Trade Area) and CAFTA (China-ASEAN Free Trade Agreement). He stated that if AFTA and CAFTA are concerned only with flow of goods, but MEA covers free flow of goods, people, services and money (capital and investment). Purpose of the writing is actually to show challenges that should be addressed when MEA establishes a single ASEAN market, especially be related to forest fire’s phenomenon. Results of the study showed that forest fire and the single ASEAN market has, consciously or not, created a new myth called rationality of commodity efficiency. Horkheimer and Adorno in their ' enlightenment dialectic' explained that efficiency, in economic, is a principle of market surpassing all kinds of feudal and religious restrictions. Thus, rationality is equated with efficiency. When efficiency is applied in dynamics of capitalist economy, then the entire field of human life is considered a commodity. Consequently, reification is in effect, namely when everything is a commodity so people is no longer enjoying but consuming and consuming without building any social relationships in a real sense. At such nadir, ecological damage is inevitable or it is even considered a reasonable price worth paying. The Law which is essentially an ethical conversation of human beings to produce justice is easily forgotten because of greed. However, all such excesses of reification can be avoided when the law is still pursued progressively, so the law must arrive at radicalism in order to demolish assumptions of law. Thus, it can be concluded that forest should not only be explored for its resources solely according to the reification trap of global industrialization market, but it must be preserved for future human posterity because of considering the deep ecology.
SOSIALISASI KEKAYAAN INTELEKTUAL GUNA MENUMBUHKEMBANGKAN USAHA DALAM RANGKA MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL PADA REVOLUSI 4.0 Yanto, Oksidelfa; Susanto, Susanto; Nugroho, Agung; Santoso, Bambang; Gueci, Rizal S
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2020): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v1i2.4976

Abstract

The purpose of the implementation of Community Service entitled "The Socialization of Intellectual Property to Grow Businesses in the Context of Facing Global Competition in the Revolution 4.0" is as an effort to fulfill the obligations of the Higher Education Tri Dharma namely Community Service to be carried out at Bandung Lembang Floating Market on 19 October 2019 up to October 21, 2019. Based on the above, community service activities by providing information and or additional knowledge regarding Intellectual Property Rights. The method used in Community Service is in the form of counseling on the understanding of IPR and the importance of IPR for the business world. The types of IPR are also explained in detail. The Community Service Results obtained are the understanding and desire of PKM objects to administer and register IPR in the interests of their business.
PENYULUHAN UU ITE NO.19 TAHUN 2016 "BIJAK MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DIKALANGAN MASYARAKAT" Pujilestari, Yulita; Santoso, Bambang; Haryanti, Amelia; Setiawati, Setiawati; Khoiri, Moch
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v2i2.10493

Abstract

Berkembangnya teknologi dan informasi yang sangat cepat di Indonesia memudahkan bagi masyarakat untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain tanpa batas, baik itu untuk mengembangkan bisnis, pengetahuan, maupun untuk saling bertukar informasi tanpa terhalang oleh waktu dan tempat, dan lebih memudahkan masyarakat dalam mendukung kegiatan dan rutinitas sehari-hari.  Kegiatan PKM yang kepanjangan dari (pengabdian kepada masyarakat) bertujuan umum adalah untuk memberikan gambaran serta pemahaman tentang bagaimana cara menggunakan media sosial yang bijak agar tidak terjadi penyalahgunaan. . Dari substansi permasalahan tersebut, maka tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah: Sosialisasi UU ITE No.19 Tahun 2016. Sosialisasi kendala apa saja yang menghambat masyarakat tidak emngetahui UU ITE. Pada pengabdian masyarakat metode yang akan digunakan adalah melalui kegiatan Penyuluhan. Hal mendasar yang ditawarkan untuk ikut memecahkan masalah adalah melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat khusunya guru SMP Plus Pewaris  Peradaban  yang dikemas dengan nama kegiatan “Penyuluhan UU ITE NO.19 Tahun 2016 Bijak Menggunakan Media Sosial Dikalangan Masyarakat.”
BAHAYA NARKOBA DAN STRATEGI PENCEGAHANNYA Bachtiar, Bachtiar; Anggraeni, RR Dewi; Susanto, Susanto; Soewita, Samuel; Santoso, Bambang; Raya, Loisa Diana; Sipayung, Mardin; Chrisputranto, Matheus Raditya; Rossi, Roberto; Sutopo, Hadi; Wahyono, Wahyono
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v3i2.20315

Abstract

Dewasa ini kasus narkoba sudah merebak ke seluruh komponen masyarakat tidak hanya golongan masyarakat kelas atas yang tinggal diperkotaan melainkan sudah sampai dipelosok daerah Indonesia yang sasarannya tidak pandang bulu, akibatnya makin banyak generasi muda yang terjerumus dalam narkoba dan kehilangan masa depan. Jumlah pengguna narkoba di Indonesia terus meningkat. sebagian besar penggunanya adalah para remaja. Dari masalah yang sudah banyak terjadi sekarang ini, banyak penyalahgunaan narkoba yang sering menyebabkan ketergantungan. Penggunaan narkoba ada berbagai alasan diantaranya untuk mengatasi stress, untuk bersenang-senang, atau untuk bersosialisasi.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya tentang dampak dari penggunaan narkoba dengan cara yang tidak tepat, bahkan dapat menyebabkan kematian. Narkoba mempunyai dampak negatif yang sangat luas; baik secara fisik, psikis, ekonomi, sosial budaya hankam, dan lain sebagainya. Banyak cara digunakan agar pemakai narkoba dapat normal dan pulih kembali seperti biasanya.Sehingga kepada pemakai / pengedar dalam ketentuan hukum pidana nasional diberikan sanksi yang berat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang sangat berarti. Kata Kunci: Narkoba, Penyalahgunaan, Pencegahan
PENYULUHAN TERHADAP PENGGUNA MEDIA SOSIAL MENGENAI BAHAYANYA PENYEBARAN BERITA HOAX Anggraeni, RR Dewi; Salim, Agus; Santoso, Bambang; Mardiyah, Sayidatul; Irmanto, Irmanto; Saepulloh, Saepulloh; Saripudin, Saripudin; Suyatno, Suyatno
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v4i2.30967

Abstract

Hoax yang kita kenal adalah sebuah berita palsu, dimana berita yang disampaikan atau disebarkan itu adalah berita bohong. Hoax sering diartikan sebagai suatu hal yang tidak benar, palsu, bohong, penipuan, dan lainnya. Di era globalisasi sekarang ini kita semua tahu bahwa dengan berkembangnya pengetahuan teknologi, dengan mudahnya kita bisa mendapatkan berita dan informasi informasi penting yang begitu cepat. Bisa dikatakan bahwa komunikasi adalah hal yang sangat penting untuk saat ini, karena dengan berkomunikasi kita bisa saling mendapatkan kabar, berita atau semacamnya. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah dalam bentuk penyuluhan terhadap masyarakat tentang bahayanya menyebarkan berita hoax di media social. Tujuan dari penyuluhan ini yaitu untuk membangun karakter anti hoax juga diharapkan munculnya rasa tanggung jawab untuk memberantas hoax dan memberikan contoh pada masyarakat luas tidak hanya dari tuturan, tetapi juga melalui perbuatan yang mencerminkan karakter yang ulet, jujur, toleran, dan lain sebagainya. Penyebaran berita hoax (fitnah) diatur dalam UU ITE No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dalam hukum Islam sanksi penyebar berita hoax (fitnah) adalah takzir. Hukuman takzir yang berupa kawalan tidak terbatas, hukum kurungan tidak terbatas sampai ia menampakkan taubat dan juga baik pribadinya atau sampai hukuman mati.Kata Kunci : Berita Hoax, Hukum Islam, UU ITE
MANFAAT ISBAT NIKAH, DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN SETU KOTA TANGERANG SELATAN-BANTEN Anggraeni, RR. Dewi; Santoso, Bambang; Salim, Agus; Setiawan, Dodi; Dhevita, Evi; Putra, Guntur Febia Tyson; Santoso, Iman Teguh; Abdillah, Krisna Rizki
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2023): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v4i3.36098

Abstract

Isbat nikah merupakan proses yang penting dalam hukum Islam yang mengonfirmasi keabsahan suatu pernikahan meskipun tidak ada bukti tertulis yang jelas. Artikel ini menganalisis konsep isbat nikah dari perspektif hukum Islam serta implikasinya dalam konteks sosial. Penelitian ini menggunakan metode analitis untuk menguraikan proses hukum isbat nikah berdasarkan sumber-sumber utama dalam fiqh (hukum Islam). Isbat nikah dijelaskan sebagai proses pengesahan pernikahan melalui bukti-bukti saksi, kesaksian, atau indikasi lainnya yang mendukung keberadaan pernikahan meskipun bukti tertulis tidak ada. Selain itu, artikel ini juga mengeksplorasi dampak isbat nikah dalam masyarakat, termasuk aspek sosial, psikologis, dan ekonomi. Isbat nikah dapat memengaruhi hak-hak individu dalam konteks warisan, status sosial, dan perlindungan hukum bagi pasangan yang menikah tanpa bukti tertulis yang sah. Dalam konteks sosial, proses isbat nikah juga dapat mempengaruhi stigma sosial terhadap anak-anak yang lahir dari pernikahan tanpa bukti resmi. Implikasi psikologis dan emosional bagi individu dalam kasus isbat nikah juga menjadi bagian penting yang perlu dipertimbangkan. Artikel ini juga membahas tantangan dan perdebatan yang terkait dengan isbat nikah, termasuk perlunya pendekatan yang lebih inklusif dalam masyarakat dan sistem hukum untuk mengakomodasi kasus-kasus di mana bukti-bukti tertulis tidak tersedia. Kajian ini memberikan pemahaman mendalam tentang konsep isbat nikah, menyoroti pentingnya proses hukum ini dalam konteks hukum Islam dan implikasinya dalam kehidupan sosial.
THE WESTERN LEGAL SYSTEM IN INDONESIAN CRIMINAL PROCEDURAL LAW REFORM: A GLOBALIZATION AND LEGAL POLITICS PERSPECTIVE Santoso, Bambang; Hartiwiningsih, Hartiwiningsih; Rustamaji, Muhammad
Jurnal Pembaharuan Hukum Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pembaharuan Hukum
Publisher : UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/jph.v11i2.30488

Abstract

In the field of law, the influence of globalization is reflected in the legal politics of procedural law reform, which is currently still in the form of legislation draft. This study aims to analyze the influence of globalization on the reform of Indonesian criminal procedural law in relation to national legal politics. This research is normative legal research, which focuses on studying library materials. Based on the results of a comprehensive study is known, the Draft Criminal Procedure Code includes a new system originating from the western legal system such as adversary system in court trial. Adopting the adversary system into the Draft Criminal Procedure Code is a very revolutionary legal political reform of the criminal procedural law. Various challenges will be faced along with the adoption of the new legal system.  Changes in the legal culture of law bearers is also a key variable in the success or failure of a western legal system implementation. Although the concept of the Criminal Procedure Code is colored by the western legal system, it does not conflict with national legal politics because it reflects universal legal principles, namely equality.
PENINGKATAN KETERAMPILAN SISWA SMK DALAM PENGEMBANGAN PRODUK DIGITAL BERBASIS AI: PENGEMBANGAN PRODUK DIGITAL BERBASIS AI Octaviano, Alvino; Sofiana, Sofa; Santoso, Bambang
KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): KOMMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak siswa SMK masih kurang pemahaman dasar tentang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan aplikasinya dalam dunia digital (Haryoko et al., 2024). Kurikulum SMK belum sepenuhnya mengakomodasi perkembangan AI, sehingga tidak selaras dengan kebutuhan industri (Octaviano et al., 2024). Keterbatasan fasilitas dan infrastruktur menghambat pembelajaran berbasis AI di sekolah (Firdiansyah, 2025). Di sisi lain, kompetensi guru dalam mengajar AI masih terbatas, memerlukan pelatihan intensif (Sudaryatno, 2025). Kurangnya pelatihan praktis juga mengurangi kemampuan siswa dalam mengimplementasikan AI (Darwis et al., 2024). Pengembangan soft skills seperti komunikasi dan problem-solving diperlukan untuk mendukung kolaborasi dalam proyek AI. Perlu adaptasi terhadap perubahan teknologi agar siswa dapat mengikuti tren industri (Microsoft.com, 2024). Penelitian ini menawarkan solusi holistik melalui pembaruan kurikulum, pelatihan guru, kolaborasi industri, dan pembelajaran berbasis proyek.
THE STUDY OF MUTUAL LEGAL ASSISTANCE MODEL AND ASSET RECOVERY IN CORRUPTION AFFAIR Rustamaji, Muhmmad; Santoso, Bambang
IJCLS (Indonesian Journal of Criminal Law Studies) Vol 4, No 2 (2019): Indonesian Journal of Criminal Law Studies Vol 4(2), November 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcls.v4i2.18719

Abstract

The release of Indonesia Corruption Watch stated that the value of state losses due to corruption cases increased significantly from 2016 to 2017. Through Sociolegal research, this study utilizes a purposive random sampling technique. Data collection techniques used in-depth interviews, observation, documentation and Focus Group Discussion. The data analysis technique uses Miles and Huberman’s interactive analysis. Based on the new mechanism, this study succeeded in revealing the positive aspects of the regulation of seizure of assets resulting from corruption in foreign countries based on the Mutual Legal Assistance Agreement. The research produced findings on the functioning of law enforcement agencies and related institutions in Indonesia in an effort to seize assets resulting from corruption and money laundering stored abroad. In more detail, based on the conception of the reality of cooperation, it is known that in the context of eradicating criminal acts of corruption, failure to return assets resulting from corruption can be said to reduce the 'meaning of punishment' against corruptors. The development of such thinking implies that the eradication of corruption lies not only in the prevention and punishment of corruptors, but also includes actions that can restore asset recovery due to extraordinary crimes. Deprivation of assets resulting from corruption is primarily carried out abroad through Mutual Legal Assistance is a mechanism of international cooperation relating to investigations, prosecutions, and hearings in court proceedings in accordance with the provisions of the state legislation requested
Co-Authors Abdillah, Krisna Rizki Abdul Hadi Achmad Udin Zailani Agus Salim Aldyan, Arsyad Ali Nurdin, Muhammad Andi Fitriono, Riska Andriani, Dwina Rizka Anggoro, Tri Cahyono Anggraeni, RR Dewi Anggraeni, RR. Dewi Annisa Rahmawati Aries Saifudin Arif Rachman Putra Arinugroho, Rudy Asnada, Rosada Tri Aurelya, Diaz Bachtiar Bachtiar Barawaja Bastianon, Bastianon Chrisputranto, Matheus Raditya DARA PUSTIKA SUKMA Dhevita, Evi Dhonni Suraya Dindin, Dindin Dodi Setiawan Efik Yusdiansyah Eka Ananta Sidharta Fatchurohin, Nur Rosyid Feddry Libestya S Gueci, Rizal S Gunari, Maria Desy Hadi Sutopo Hariswanto, Alfi Hartiwiningsih Hartiwiningsih Haryanti, Amelia Hasannudin, Hasannudin Irmanto, Irmanto ITOK DWI KURNIAWAN Khoiri, Moch Kinanty, Norma Kurniawan, Itok Lestari, Chindy Mardiyah, Sayidatul Maulidyta, Allyanisa Mohamad, Mohamad Hanapi Bin Muhammad Arifin Muhammad Rustamaji Mulyadi Mulyadi Mulyanto Mulyanto Munaldi Napitupulu, Sabar Negara, Dharma Setiawan Nugroho, Agung Nurhaliza Setyawan, Aqiila Octaviani, Astri Octaviano, Alvino Oksidelfa Yanto Oktafiyanti, Yasmin Putri Pangestiningtyas, Puspita Maharani Pati, Umi Khaerah Pradana, Aditya Anaris Prasetyo, Dinar Adi Putra, Guntur Febia Tyson Qolfathriyuus, Muhammad Ajmal R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Ragillia, Cynthia Selvidie Ramadhan, Phijar Ramlan, H. Raya, Loisa Diana Rokhmanila, Siti Rossi, Roberto Rustamaji, Muhmmad Ryandika, Feby Saepulloh, Saepulloh Santos, Jose Gama Santoso, Iman Teguh Saputri, Anisa Septiana Sari, Hastuti Indra Saripudin Saripudin Satria, Alfi Septiana Dewi, Eka Septiningsih, Ismawati Setiawan, Tato Setiawati Setiawati Setyanto, Angga Titus Sianturi, Murdan Sipayung, Mardin SOBIRIN Soehartono . Soesanto, Aldi Danuarta Soewita, Samuel Sofiana, Sofa Susanto Susanto Susanto Susanto Suyatno Suyatno Tamaulina Br Sembiring Wahyono Wahyono Wardini, Amalia Kusuma Wijoyo, Agung Yahya, Mahendra Purnama Yudha Hidiawan, Andhika Yulita Pujilestari Zakki Adhliyati, Zakki