p-Index From 2021 - 2026
10.089
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANG BANGUN WEBSITE PEMILIHAN MAKANAN SEHAT UNTUK PENDERITA HIPERTENSI DENGAN METODE ELECTRE Lestari, Chindy; Santoso, Bambang; Udin Zailani, Achmad; Saifudin, Aries
LOGIC : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Logic : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien hipertensi sering mengalami kesulitan memilih makanan yang memenuhi kesehatan mereka. Namun, hingga saat ini Puskesmas Rawa Buntu tidak memiliki sistem untuk membantu pasien hipertensi dalam memilih makanan sehat berdasarkan kebutuhan nutrisi mereka. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat situs website yang menyajikan pilihan makanan sehat untuk penderita hipertensi yang dapat diakses oleh masyarakat umum tanpa memerlukan keahlian nutrisi khusus. Selain itu, sistem ini diharapkan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola gizi yang sehat dan mengatasi masalah konsistensi dan kualitas informasi saat memilih makanan untuk penderita hipertensi. Sistem ini menggunakan metode Elimination and Choice Expressing Reality (ELECTRE) untuk menentukan makanan sehat terbaik berdasarkan berbagai kriteria yang telah ditentukan. Dari hasil penghitungan metode ELECTRE, Kacang Almond (A9) memperoleh peringkat tertinggi, sehingga direkomendasikan sebagai makanan terbaik untuk penderita hipertensi primer/esensial. Dalam penelitian ini, hasil penelitian menunjukkan bahwa rancang bangun website pemilihan makanan sehat berbasis ELECTRE dapat menjadi Solusi untuk menentukan makanan sehat bagi penderita hipertensi. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk menerima rekomendasi makanan sehat yang memenuhi standar kesehatan tertentu. Selain itu, sistem ini akan membantu Puskesmas Rawabuntu memberikan informasi yang lebih akurat dan terstruktur untuk pasien hipertensi sehubungan dengan pilihan pemilihan makanan kesehatan yang direkomendasikan.
Sistem Informasi Management Koperasi Berbasis Website Dengan Menggunakan Metode Waterfall Munaldi; Santoso, Bambang; Octaviani, Astri
BINER : Jurnal Ilmu Komputer, Teknik dan Multimedia Vol. 3 No. 2 (2025): BINER : Jurnal Ilmu Komputer, Teknik dan Multimedia
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur jaringan komputer merupakan satu bagian yang mendukung pengembangan teknologi informasi secara keseluruhan. Kebutuhan penyediaan infrastruktur berupa sumber daya komputasi, penyimpanan, platform dan jaringan dituntut kecepatan dan mampu menangani permintaan skala besar. Penelitian Rancang Bangun Jaringan Komputer Berbasis Segmentasi Jaringan dalam Satu Virtual Private Cloud berupaya menyampaikan informasi implementasi infrastruktur jaringan yang lebih cepat, tepat sesuai tuntuan kebutuhan institusi dan efisien dari sudut pembiayaan. Metode yang digunakan adalah Network Development Life Cycle yang mana akan membantumenerapkan rancangan dan desain yang telah diperoleh berdasarkan analisa kebutuhan perusahaan. Penerapan hasil rancangan ini diimplementasikan ke dalam segmentasi jaringan di tiga cloud provider pada layanan Virtual Private Cloud yang berbeda-beda. Penerapan segmentasi jaringan berbasis IP address pada table routing yang terdapat pada virtual router di dalam Virtual Private Cloud. Virtual machine diluncurkan pada masing-masing segmentasi jaringan dan diatur pembagian IP addressnya. Pengujian dilakukan dengan utiliti ping dan tracert route antar virtual machine di masing-masing segmen jaringan yang berbeda. Pengujian yang sama dilakukan di tiga cloud provider yang berbeda. Luaran yang dihasilkan dari penelitian Rancang Bangun Jaringan Komputer Berbasis Segmentasi Jaringan dalam Satu Virtual Private Cloud berupa jurnal ilmiah.
Prevention of online gambling crimes to maintain social structure stability Anggoro, Tri Cahyono; Santoso, Bambang
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i9.654

Abstract

The advancement of digital technology has led to the proliferation of online gambling practices in Indonesia, significantly affecting the stability of social structures. This study aims to examine the relationship between online gambling crimes and social disintegration, with a particular focus on their impact on families, communities, and cultural value. Employing a normative legal research method with statutory, conceptual, and comparative approaches, this study analyzes existing regulations, including those stipulated in the Criminal Code (KUHP) and the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE), as well as legal concepts related to cybercrime prevention. The research findings indicate that online gambling triggers financial problems, family breakdowns, increased criminality, moral degradation, and weakened social cohesion, all of which negatively affect the social structure of communities. Preventive efforts require a holistic strategy, including strict law enforcement, the use of advanced detection technologies, website blocking, restrictions on virtual private network (VPN) access, digital literacy education, active involvement of educational and religious institutions, formation of anti-gambling communities, rehabilitation support for addicts, and economic empowerment of vulnerable groups. International collaboration through information-sharing and extradition mechanisms is crucial for addressing cross-border offenders. This study underscores the importance of cross-sectoral synergy and a multidisciplinary approach to prevent the widespread destructive impact of online gambling on social structures.
Restorative Justice as a Resolution Mechanism for Petty Theft: A Comparative Legal Review of New Zealand and Malaysia Santoso, Bambang; Kurniawan, Itok Dwi; Sukma, Dara Pustika; Pati, Umi Khaerah; Mohamad, Mohamad Hanapi Bin
Indonesian Journal of Advocacy and Legal Services Vol. 7 No. 2 (2025): Contemporary Issues on Advocacy and Legal Services
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijals.v7i2.24305

Abstract

Petty theft is one of the most common criminal offenses and contributes to prison overcrowding, even though the losses involved are minimal and often committed by economically vulnerable individuals. The retributive criminal justice system in Indonesia has proven less effective in resolving such cases fairly and efficiently. This study aims to analyze the optimization of restorative justice in handling petty theft cases in Indonesia, while comparing its application with Malaysia and New Zealand. The research employs a normative juridical method, using statutory and comparative legal approaches. The research shows that Indonesia has introduced restorative justice through the Attorney General's Regulation Number 15 of 2020. However, practical implementation faces challenges, including limited awareness among law enforcement, insufficient institutional synergy, and a lack of supporting facilities. In Malaysia, restorative principles are reflected in local practices, although not formally adopted in national legal frameworks. In contrast, New Zealand has institutionalized restorative justice, especially in youth cases, with comprehensive procedures and strong community participation. The comparative analysis suggests that successful implementation depends on regulatory clarity, trained human resources, and active community involvement. Indonesia must therefore enhance its legal infrastructure and cross-sector collaboration to ensure that restorative justice becomes an effective tool in resolving petty theft cases.
Legal Protection for Cessie Deed Holders in Indonesia: An Analysis of Court Execution in Case Number 1/Pdt.Eks/2022/PA.Bgl at the Bangil Religious Court Barawaja; Yusdiansyah, Efik; Santoso, Bambang
Sinergi International Journal of Law Vol. 3 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/law.v3i4.807

Abstract

A credit contract serves as an initial framework for the redistribution of financial resources between a lending party and a borrowing party. When the borrower fails to fulfill the obligations stipulated within the credit arrangement, a transfer of receivables commonly known as a cession is carried out, wherein the original debtor transfers their obligations to a successor debtor. This is subsequently followed by a formal amendment of the registered ownership title at the Land Office, particularly for the property used as collateral. Several years after the certificate was changed, a dispute lawsuit arose in Court without involving the new Debtor holding the cession deed who had controlled and changed the name on the certificate as a party. In accordance with Execution Decision Number 1/Pdt.Eks/2022/PA.Bgl, the Bangil Religious Court enforced the seizure and auction of the property that had been pledged as collateral by the assignee, reflecting the court’s authority to enforce judgments involving transferred debts. This research adopts a normative legal methodology, primarily due to the absence of comprehensive legal provisions governing the transfer of property rights via cession, particularly as they are not explicitly regulated under Article 37 of Government Regulation No. 24 of 1997 concerning Land Registration. The research applies both a conceptual framework and a case-study method, enabling an analysis that bridges theoretical understanding with practical application. This study investigates the process of title change at the Land Office following the execution of a deed of cession. The analysis seeks to evaluate the procedural legitimacy and legal safeguards available to the new rights holder, particularly in cases where the cession is not acknowledged in execution proceedings by the Religious Court.
Mewaspadai jebakan reifikasi dalam wajah industrialisasi niretika lingkungan dan kebakaran hutan Santoso, Bambang; Rustamaji, Muhammad
PROGRESIF: Jurnal Hukum Vol 13 No 2 (2019): PROGRESIF:Jurnal Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/progresif.v13i2.1439

Abstract

Human being and living quality of their global community very depends on environmental condition. Then, various policies, regulation managements, law enforcement and technical supervision are conducted in attempts of biological environment conservation. However, a single market of such the global industrialization style gives a complex homework in ecological sector. On the Markplus Conference 2015, Hermawan Kartajaya reminded that the global industrialization, like the single market initiated by the AEC is potentially more dangerous than the AFTA (ASEAN Free Trade Area) and CAFTA (China-ASEAN Free Trade Agreement). He stated that if AFTA and CAFTA are concerned only with flow of goods, but MEA covers free flow of goods, people, services and money (capital and investment). Purpose of the writing is actually to show challenges that should be addressed when MEA establishes a single ASEAN market, especially be related to forest fire’s phenomenon. Results of the study showed that forest fire and the single ASEAN market has, consciously or not, created a new myth called rationality of commodity efficiency. Horkheimer and Adorno in their ' enlightenment dialectic' explained that efficiency, in economic, is a principle of market surpassing all kinds of feudal and religious restrictions. Thus, rationality is equated with efficiency. When efficiency is applied in dynamics of capitalist economy, then the entire field of human life is considered a commodity. Consequently, reification is in effect, namely when everything is a commodity so people is no longer enjoying but consuming and consuming without building any social relationships in a real sense. At such nadir, ecological damage is inevitable or it is even considered a reasonable price worth paying. The Law which is essentially an ethical conversation of human beings to produce justice is easily forgotten because of greed. However, all such excesses of reification can be avoided when the law is still pursued progressively, so the law must arrive at radicalism in order to demolish assumptions of law. Thus, it can be concluded that forest should not only be explored for its resources solely according to the reification trap of global industrialization market, but it must be preserved for future human posterity because of considering the deep ecology.
SOSIALISASI KEKAYAAN INTELEKTUAL GUNA MENUMBUHKEMBANGKAN USAHA DALAM RANGKA MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL PADA REVOLUSI 4.0 Yanto, Oksidelfa; Susanto, Susanto; Nugroho, Agung; Santoso, Bambang; Gueci, Rizal S
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2020): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v1i2.4976

Abstract

The purpose of the implementation of Community Service entitled "The Socialization of Intellectual Property to Grow Businesses in the Context of Facing Global Competition in the Revolution 4.0" is as an effort to fulfill the obligations of the Higher Education Tri Dharma namely Community Service to be carried out at Bandung Lembang Floating Market on 19 October 2019 up to October 21, 2019. Based on the above, community service activities by providing information and or additional knowledge regarding Intellectual Property Rights. The method used in Community Service is in the form of counseling on the understanding of IPR and the importance of IPR for the business world. The types of IPR are also explained in detail. The Community Service Results obtained are the understanding and desire of PKM objects to administer and register IPR in the interests of their business.
PENYULUHAN UU ITE NO.19 TAHUN 2016 "BIJAK MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DIKALANGAN MASYARAKAT" Pujilestari, Yulita; Santoso, Bambang; Haryanti, Amelia; Setiawati, Setiawati; Khoiri, Moch
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v2i2.10493

Abstract

Berkembangnya teknologi dan informasi yang sangat cepat di Indonesia memudahkan bagi masyarakat untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain tanpa batas, baik itu untuk mengembangkan bisnis, pengetahuan, maupun untuk saling bertukar informasi tanpa terhalang oleh waktu dan tempat, dan lebih memudahkan masyarakat dalam mendukung kegiatan dan rutinitas sehari-hari.  Kegiatan PKM yang kepanjangan dari (pengabdian kepada masyarakat) bertujuan umum adalah untuk memberikan gambaran serta pemahaman tentang bagaimana cara menggunakan media sosial yang bijak agar tidak terjadi penyalahgunaan. . Dari substansi permasalahan tersebut, maka tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah: Sosialisasi UU ITE No.19 Tahun 2016. Sosialisasi kendala apa saja yang menghambat masyarakat tidak emngetahui UU ITE. Pada pengabdian masyarakat metode yang akan digunakan adalah melalui kegiatan Penyuluhan. Hal mendasar yang ditawarkan untuk ikut memecahkan masalah adalah melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat khusunya guru SMP Plus Pewaris  Peradaban  yang dikemas dengan nama kegiatan “Penyuluhan UU ITE NO.19 Tahun 2016 Bijak Menggunakan Media Sosial Dikalangan Masyarakat.”
BAHAYA NARKOBA DAN STRATEGI PENCEGAHANNYA Bachtiar, Bachtiar; Anggraeni, RR Dewi; Susanto, Susanto; Soewita, Samuel; Santoso, Bambang; Raya, Loisa Diana; Sipayung, Mardin; Chrisputranto, Matheus Raditya; Rossi, Roberto; Sutopo, Hadi; Wahyono, Wahyono
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v3i2.20315

Abstract

Dewasa ini kasus narkoba sudah merebak ke seluruh komponen masyarakat tidak hanya golongan masyarakat kelas atas yang tinggal diperkotaan melainkan sudah sampai dipelosok daerah Indonesia yang sasarannya tidak pandang bulu, akibatnya makin banyak generasi muda yang terjerumus dalam narkoba dan kehilangan masa depan. Jumlah pengguna narkoba di Indonesia terus meningkat. sebagian besar penggunanya adalah para remaja. Dari masalah yang sudah banyak terjadi sekarang ini, banyak penyalahgunaan narkoba yang sering menyebabkan ketergantungan. Penggunaan narkoba ada berbagai alasan diantaranya untuk mengatasi stress, untuk bersenang-senang, atau untuk bersosialisasi.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya tentang dampak dari penggunaan narkoba dengan cara yang tidak tepat, bahkan dapat menyebabkan kematian. Narkoba mempunyai dampak negatif yang sangat luas; baik secara fisik, psikis, ekonomi, sosial budaya hankam, dan lain sebagainya. Banyak cara digunakan agar pemakai narkoba dapat normal dan pulih kembali seperti biasanya.Sehingga kepada pemakai / pengedar dalam ketentuan hukum pidana nasional diberikan sanksi yang berat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang sangat berarti. Kata Kunci: Narkoba, Penyalahgunaan, Pencegahan
PENYULUHAN TERHADAP PENGGUNA MEDIA SOSIAL MENGENAI BAHAYANYA PENYEBARAN BERITA HOAX Anggraeni, RR Dewi; Salim, Agus; Santoso, Bambang; Mardiyah, Sayidatul; Irmanto, Irmanto; Saepulloh, Saepulloh; Saripudin, Saripudin; Suyatno, Suyatno
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v4i2.30967

Abstract

Hoax yang kita kenal adalah sebuah berita palsu, dimana berita yang disampaikan atau disebarkan itu adalah berita bohong. Hoax sering diartikan sebagai suatu hal yang tidak benar, palsu, bohong, penipuan, dan lainnya. Di era globalisasi sekarang ini kita semua tahu bahwa dengan berkembangnya pengetahuan teknologi, dengan mudahnya kita bisa mendapatkan berita dan informasi informasi penting yang begitu cepat. Bisa dikatakan bahwa komunikasi adalah hal yang sangat penting untuk saat ini, karena dengan berkomunikasi kita bisa saling mendapatkan kabar, berita atau semacamnya. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah dalam bentuk penyuluhan terhadap masyarakat tentang bahayanya menyebarkan berita hoax di media social. Tujuan dari penyuluhan ini yaitu untuk membangun karakter anti hoax juga diharapkan munculnya rasa tanggung jawab untuk memberantas hoax dan memberikan contoh pada masyarakat luas tidak hanya dari tuturan, tetapi juga melalui perbuatan yang mencerminkan karakter yang ulet, jujur, toleran, dan lain sebagainya. Penyebaran berita hoax (fitnah) diatur dalam UU ITE No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dalam hukum Islam sanksi penyebar berita hoax (fitnah) adalah takzir. Hukuman takzir yang berupa kawalan tidak terbatas, hukum kurungan tidak terbatas sampai ia menampakkan taubat dan juga baik pribadinya atau sampai hukuman mati.Kata Kunci : Berita Hoax, Hukum Islam, UU ITE
Co-Authors ., Soehartono Abdillah, Krisna Rizki Abdul Hadi Achmad Udin Zailani Agatha, Laurencia Dian Flaviana Agus Salim Al Rasyid, Afif Falady Aldyan, Arsyad Ali Nurdin, Muhammad Andi Fitriono, Riska Andriani, Dwina Rizka Anggoro, Tri Cahyono Anggraeni, RR Dewi Anggraeni, RR. Dewi Anisa, Aprillia Ayu Annisa Rahmawati Ardinata, Dimey Cantika Aries Saifudin Arif Rachman Putra Arinugroho, Rudy Asnada, Rosada Tri Aurelya, Diaz Bachtiar Bachtiar Barawaja Bastianon, Bastianon Cahyaningrum, Farkha Anisah Chrisputranto, Matheus Raditya DARA PUSTIKA SUKMA Dedy, Muhammad Dewi, Kameswari Dyah Tungga Dhevita, Evi Dhonni Suraya Didit Darmawan Dindin, Dindin Diva, Khansa Dodi Setiawan Efik Yusdiansyah Eka Ananta Sidharta Fatchurohin, Nur Rosyid Feddry Libestya S Fitriyani, Fadhillah Nur Gueci, Rizal S Gunari, Maria Desy Hadi Sutopo Hapsari, Rhevika Gurindra Hariani, Mila Hariswanto, Alfi Hartiwiningsih Hartiwiningsih Harumi, Puspa Indah Haryanti, Amelia Hasannudin, Hasannudin Irmanto, Irmanto ITOK DWI KURNIAWAN Karwati, Karwati Khoiri, Moch Kinanty, Norma Koerni, Faisal Kurniawan, Itok Lazuardi, Kevin Athallah Lestari, Chindy Mardiyah, Sayidatul Maulidyta, Allyanisa Mohamad, Mohamad Hanapi Bin Muhammad Arifin Muhammad Rustamaji Mulyadi Mulyadi Mulyanto Mulyanto Munaldi Nabila, Elnajj Keysha Najwa, Tarisa Aulia Napitupulu, Sabar Negara, Dharma Setiawan Nugroho, Agung Nurhaliza Setyawan, Aqiila Nursafitri, Dewi Azizah Nurwijayanti Nuryanta, Azzahra Healtiane Octaviani, Astri Octaviano, Alvino Oksidelfa Yanto Oktafiyanti, Yasmin Putri Pangestiningtyas, Puspita Maharani Parji , Parji Pati, Umi Khaerah Prabamawarni, Edwina Prabaswara, Yaying Pradana, Aditya Anaris Prasetyo, Dinar Adi Pratama, Nasrul Alief Putra, Guntur Febia Tyson Qolfathriyuus, Muhammad Ajmal R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Ragillia, Cynthia Selvidie Rahayu Mardikaningsih Rahayu, Ati Rahmani, Annisa Kusuma Ramadhan, Phijar Ramlan, H. Ratnawati, Iis Raya, Loisa Diana Rizal, Fachri Nur Rokhmanila, Siti Rossi, Roberto Rustamaji, Muhmmad Ryandika, Feby Sabila, Shafa Salsa Saepulloh, Saepulloh Safitri, Feby Nur Santos, Jose Gama Santoso, Iman Teguh Saputri, Anisa Septiana Sari, Hastuti Indra sari, intan puspita Saripudin Saripudin Satria, Alfi Septiana Dewi, Eka Septiningsih, Ismawati Setiawan, Helmi Budi Setiawan, Tato Setiawati Setiawati Setyanto, Angga Titus Sianturi, Murdan Siburian, Martahan Sipayung, Mardin SOBIRIN Soesanto, Aldi Danuarta Soewita, Samuel Sofiana, Sofa Sukma, Allodya Susanto Susanto Susanto Susanto Suyatno Suyatno Tamaulina Br Sembiring Tanjung, Angel Julisya Uneka Sari Triwardani, Mahaldika Nilan Wahyono Wahyono Wardini, Amalia Kusuma Wijoyo, Agung Yahya, Mahendra Purnama Yudha Hidiawan, Andhika Yuliastutik Yulita Pujilestari Zakki Adhliyati, Zakki