Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Perubahan Nomenklatur Ditinjau Dari Strategi Keamanan Pada Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Gunung Sindur Tifaldi, Riska Guniar; Santoso, Iman
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 01 (2025): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i01.854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan nomenklatur pada Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Gunung Sindur dari Super Maximum Security menjadi Maximum dan Medium Security. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan nomenklatur ini mempengaruhi strategi keamanan, budaya kerja, dan regulasi dalam pengelolaan narapidana. Petugas dihadapkan pada tantangan baru dalam menjaga keseimbangan antara pembinaan dan pengamanan yang lebih ketat terhadap narapidana berisiko tinggi.
Pelaksanaan Pembimbingan dan Pengawasan Terhadap Klien Asimilasi Rumah oleh Pembimbing Kemasyarakatan pada Masa Pundi Covid-19 di Bapas Kelas I Wilayah DKI Jakarta Manawati; Sujatno, Adi; Santoso, Iman
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.933

Abstract

Dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19, pihak Bapas melakukan kebijakan kegiatan asimilasi berupa bimbingan dan pengawasan secara langsung dihentikan dan dilakukan secara daring atau online. Jurnal ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris (sosiologi) untuk mendapatkan hasil penelitian tentang pelaksanaan pembimbingan dan pengawasan terhadap klien asimilasi rumah pada masa pandemi Covid-19 berdasarkan Permenkumham No. 32/2020 tidak efektif dikarenakan terdapat hambatan seperti SDM, kesadaran masyarakat (keluarga dan lingkungan), sehingga klien asimilasi melakukan tindak pidana lagi. Upaya yang dilakukan mengatasi hambatan tersebut, seperti penambahan dan penguatan SDM PK, perubahan aturan dan kebijakan mengikuti perkembangan penanganan pandemi Covid-19, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, melakukan pendekatan-pendekatan seperti sosialisasi dan penyuluhan hukum.
STRATEGI MENGHADAPI BENCANA ROB MELALUI COLLABORATIVE GOVERNANCE DI LAPAS KELAS IIA PEKALONGAN Suprapto, Imam; Santoso, Iman
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.36717

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekalongan terletak di area pesisir pantai Pekalongan sehingga rawan terkena bencana rob. Bencana rob yang terjadi memberikan dampak pada Lapas baik itu dalam segi infrastruktur bangunan, keamanan dan aspek lainnya. Hal ini tentunya mendorong petugas untuk melakukan suatu strategi dalam menghadapi bencana rob tersebut. Strategi yang dilakukan petugas akan berjalan lebih baik jika dipadukan dengan kerjasama antar stakeholder lainnya untuk menciptakan suatu kolaborasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana strategi yang dilakukan oleh petugas lapas dengan stakeholder lain dalam menghadapi bencana rob di Lapas Kelas IIA Pekalongan serta melihat apa hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan strategi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Sumber data primer dan sekunder diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dimana data ini kemudian diolah melalui pengumpulan data, reduksi data, pengecekkan, dan penyajian data. Hasil penelitian berupa strategi yang dilakukan dalam menghadapi bencana rob melalui collaborative governance dikaitkan pada teori manajemen strategi dan teori collaborative governance. Adapun hal yang menjadi kendala yaitu belum ada koordinasi lanjutan antara lapas dan BPBD, BPBD menginduk pada Pemerintah Daerah, akses masuk Lapas terbatas, kondisi lingkungan, pembatasan solar, serta Lapas Pekalongan yang merupakan cagar budaya.
Gambaran Karakteristik Narapidana Gangguan Bipolar pada Anak: Characteristics of Bipolar Disorder Convicts in Children Mahendra, Andi Muhammad Alifza; Santoso, Iman
Absorbent Mind Vol. 1 No. 2 (2021): Psychology and Child Development
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/absorbent_mind.v1i02.1070

Abstract

Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran narapidana yang mengalami kondisi gangguan bipolar, penyebab terjadinya gangguan bipolar dan solusi dalam mengatasinya gangguan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, Adapun pengumpulan data menggunakan penelitian kepustakaan atau library research serta penelitian lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa narapidana yang mengalami gangguan bipolar dapat terjadi pada saat sebelum masuk Lembaga pemasyarakatan maupun pada saat masuk di Lembaga Pemasyarakatan. Gangguan bipolar disebabkan karena kondisi lingkungan yang tidak stabil kepada narapidana dalam kehidupannya, mulai dari keluarga, teman dan masyarakat di sekitarnya. Gangguan ini dapat terjadi semua narapidana yang berada dalam Lapas, baik itu sebelumnya normal saja maupun di tengah dalam menjalankan masa pidananya. Kemudian ada beberapa Langkah dalam mengatasi gangguan bipolar oleh narapidana, yaitu dilakukan dengan pendekatan sikologis oleh tim sikolog, walipas juga turut serta dalam proses penyembuhan ini. Gangguan bipolar ini juga dapat diatasi dengan pendekatan medis jika narapidana itu mengalami kondisi kehilangan control diri, maka dilakukan bius. Proses penyembuhan juga dapat dilakukan dengan memberikan pembinaan kemandirian maupun kerohanian. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam penyelenggaraan pemasyarakatan di Indonesia.
STRATEGI PEMBINAAN KEPRIBADIAN DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG HARMONIS DI LAPAS KELAS IIB SIBORONG-BORONG Dzaky Hutabarat, Reyhan; Santoso, Iman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 11 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i11.2025.4291-4305

Abstract

Penelitian ini membahas strategi pembinaan kepribadian dalam menciptakan lingkungan yang harmonis di Lapas Kelas IIB Siborong-Borong. Lembaga pemasyarakatan memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga sebagai sarana rehabilitasi agar narapidana mampu kembali ke masyarakat dengan sikap positif. Namun, pelaksanaan pembinaan masih menghadapi tantangan seperti overkapasitas, keterbatasan sarana prasarana, minimnya tenaga pembina kompeten, serta rendahnya motivasi warga binaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan kepribadian, khususnya melalui kegiatan rohani Islam dan Nasrani, mampu menumbuhkan kesadaran beragama, mengendalikan emosi, serta membentuk perilaku yang lebih baik. Strategi pembinaan dilakukan melalui pendekatan informatif, partisipatif, dan eksperiensial dengan metode bimbingan individu maupun kelompok. Interaksi humanis antara petugas dan warga binaan terbukti efektif menciptakan suasana kekeluargaan yang mendorong keberhasilan program. Meski demikian, hambatan berupa keterbatasan fasilitas, SDM, anggaran, dan latar belakang sosial warga binaan masih menjadi tantangan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kompetensi petugas, dukungan anggaran, serta pendekatan pembinaan yang lebih personal, humanis, dan berkelanjutan untuk mewujudkan lingkungan lapas yang harmonis dan kondusif.
Analisis frasa preposisi dengan modifikator in sebagai Ergänzungen dan Angaben dalam buku Mein Wunderschöner Schutzengel karya Kerstin Hermelink Suciahesti, Fenny Nur; Santoso, Iman
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i1.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) fungsi yang melekat pada frasa preposisi dengan modifikator in yang terdapat dalam buku cerita anak Mein wunderschöner Schutzengel, (2) verba yang berkorelasi dengan preposisi in dalam buku cerita anak Mein wunderschöner Schutzengel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah buku Mein wunderschöner Schutzengel Karya Kerstin Hermelink. Data diperoleh dengan metode simak dengan teknik catat. Uji validitas data penelitian ini yaitu konsultasi dengan para ahli (expert judgement). Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument). Uji reliabilitas menggunakan reliabilitas intrarater dan interrater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) fungsi yang melekat pada frasa preposisi dengan modifikator in yaitu sebagai Ergänzung dan Angabe. Fungsi frasa preposisi dengan modifikator in sebagai Ergänzung terbagi menjadi 3  jenis fungsi yaitu Situativergänzung, Direktivergänzung, dan Präpositivergänzung. Fungsi frasa preposisi dengan modifikator in sebagai Angabe terbagi menjadi 4 jenis fungsi yaitu Lokalangabe, Temporalangabe, Modalangabe, dan Kausalangabe. (2) ditemukan 15 verba yang berkorelasi dengan preposisi in dalam buku cerita anak Mein wunderschöner Schutzengel. Verba tersebut yaitu springen, laufen, stehen, wohnen, liegen, kommen, gehen, sein, sitzen, fahren, arbeiten, schicken, setzen, hängen, dan beiβen   Abstract: This study aims to describe: (1) the function attached to prepositional phrases with the modifier in contained in the children’s storybook Mein wunderschöner Schutzengel,(2) verbs that correlate with the preposition in, in the children’s storybook Mein wunderschöner Schutzengel. This research is a qualitative descriptive research. The sources of data in this study is the book Mein wunderschöner Schutzengel by Kerstin Hermelink. The Data were obtained by observing method with note technique. The data validity test of this research data is consultation with the experts (expert judgment). This research instrument is the researcher himself (human instrument). The reliability test uses interrater and interrater reliability. The results of this study show: (1) The functions attached to prepositional phrases with the modifier are Ergänzung and Angabe. The function of prepositional phrases with the modifier in as Ergänzung is divided into three types of function, namely Situativergänzung, Direktivergänzung, and Präpositivergänzung. While the function of prepositional phrases with the modifier in Angabe is divided into four types of function namely Lokalangabe, Temporalangabe, Modalangabe, and Kausalangabe. (2) It has found 15 verbs that correlate with the preposition in in the children’s storybook Mein wunderschöner Schutzengel. These verbs are springen, laufen, stehen, wohnen, liegen, kommen, gehen, sein, sitzen, fahren, arbeiten, schicken, setzen, hängen, and beiβen
Keefektifan Penggunaan Media Bildergechichte dalam Pembelajaran Keterampilan Menulis Bahasa Jerman Ummami, Titah Arkanul; Santoso, Iman
Journal of Culture, Literature and Foreign Language Teaching Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jclf.v1i1.1829

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of using Bildergeschichte media in learning German writing skills of XII grade students of SMA Negeri 3 Bantul. This research is a Quasi Experiment with One Group Pre-Test Post-Test Design. This study consists of two variables, namely the independent variable in the form of Bildergeschichte media (X) and the dependent variable in the form of German writing skills (Y). The population of this study were students of class XII SMA Negeri 3 Bantul. With the Purposive Sampling technique, the sample of this research was 35 students. The data in this study were obtained using a writing skill test. Data analysis used the Paired Sample T-Test test. The result of this study showed that the writing skill of the students of grade XII SMA Negeri 3 Bantul was better after using Bildergeschichte media than when not using Bildergeschichte media. The use of Bildergeschichte media is effective in learning German writing skills of 12th-grade students of SMA Negeri 3 Bantul. Keywords: German, Bildergeschichte, Media, Writing Skills  
Grammatical collocations in German textbooks Beste Freunde A1 and A2: Forms, types, and thematic meanings Santoso, Iman; Sudarmaji, Sudarmaji; Mulyati, Retna Endah Sri
LITERA Vol. 24 No. 3: LITERA (NOVEMBER 2025)
Publisher : Faculty of Languages, Arts, and Culture Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v24i3.90946

Abstract

The mastery of Collocation would support the achievement of a good language proficiency. However, the existence of collocations  in German language Textbook is often not recognized by either learners or teachers. Therefore, a study was needed to map the presence of collocations in German textbooks for beginners. This was a descriptive qualitative study using a textbook analysis approach. The theoretical framework was based on Hausmann's work (1984) on Basic-Collocator Model. The German textbooks Beste Freunde A1 and A2, which contain naturally occurring collocations in their texts, dialogues, and exercises, served as the data source. The research instrument was human instrument. Data validity and reliability were obtained through repeated readings and focus group discussions. The results of the study showed that: (1) the total frequency of collocation occurrences was 1524, distributed evenly from Beste Freunde A1.1 to A2.2; (2) there were eight forms of collocations, with the most frequent form being the combination of a noun and a verb. Based on type, the most common type of collocation is lexical collocation; (3) semantically, the meanings of the collocations could be grouped into school and education, holidays and travel, and leisure and vacation. These books offer authentic input essential for developing native-level language proficiency.
Efektivitas Metode Hypnoteaching Dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman Peserta Didik Fase F SMA Negeri 1 Salatiga Yolanda Azahra; Iman Santoso
Singular: Journal of Pedagogical Language, Literature, and Cultural Studies Vol. 1 No. 3 (2024): Singular: Journal of Pedagogical Language, Literature, and Cultural Studies
Publisher : Nexus Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63011/js.v1i3.18

Abstract

This research aims to determine: 1) the difference in learning achievement of German speaking skills of Phase F students of SMA Negeri 1 Salatiga between those taught using the Hypnoteaching method and those taught using the Conventional method, 2) the effectiveness of using the Hypnoteaching method in learning German speaking skills of Phase F students of SMA Negeri 1 Salatiga. The data source of this study is the assessment of Phase F students' speaking skills at SMA Negeri 1 Salatiga. The design of this study is the Pretest and Posttest Control Group Design. Data analysis using the t-test. The results showed that the t_count of 4.115 was greater than the t-table of 2.036, at a significance level of α = 0.05. Calculation with an effectiveness weight of 10.27%. Thus, it can be said that there is a significant difference in the learning achievement of German speaking skills of Phase F students of SMA Negeri 1 Salatiga who are taught using the Hypnoteaching method and the Conventional method, and the use of the Hypnoteaching method is effective in learning German speaking skills of Phase F students of SMA Negeri 1 Salatiga.
Peningkatan kompetensi guru bahasa Jerman melalui pelatihan project based learning berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) Haryati, Isti; Santoso, Iman; Sudarmaji, Sudarmaji; Mulyati, Retna Endah Sri; Zahro, Diyan Fatimatuz
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): ABDIMASY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/ams.v6i2.3437

Abstract

Project-Based Learning (PjBL) is an effective teaching method for empowering learners of the German language. However, not all teachers fully understand how to integrate PjBL within German language learning and connect it to global issues. Therefore, the objectives of this community service activity are: (1) to provide up-to-date knowledge for German language teachers about the PjBL method in German language teaching, (2) to train teachers on how to integrate Sustainable Development Goals (SDGs) through the PjBL method in German language instruction. The activities conducted in this community service program consist of three stages: (1) Explanation of the urgency of SDGs-based PjBL in German language teaching, explanation of SDGs in German language learning, explanation of PjBL in German language teaching, and (2) Drafting SDGs-based PjBL lesson plans by German language teachers, (3) Online presentation of the SDGs-based PjBL lesson plan drafts by German language teachers. The outcomes achieved from this community service program are as follows: (1) There were 19 training participants offline and 14 participants online, (2) the participating teachers expanded their understanding of PjBL) and SDGs within the context of teaching the German language, and (3) teachers enhanced their abilities to design and incorporate SDGs-oriented PjBL approaches into German language instruction.