Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTATION OF HEALING ENVIRONMENT: PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR RAMAH LINGKUNGAN PADA SUARGALOKA CAMARI SHELTER PEKANBARU Muhammad Abiyyan Zhafran; Agung Budi Sardjono
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i4.4366

Abstract

Abstract: Animal shelters play a vital role as spaces for rescue and recovery of abandoned animals. However, most shelters in Indonesia still focus on basic functions without considering environmental quality that supports animal welfare. This study aims to analyze the application of environmentally friendly architectural principles as part of the implementation of the healing environment at Suargaloka Camari Shelter, Pekanbaru. The research method employed a qualitative-descriptive approach through literature review, field observation, and analysis of architectural elements related to natural lighting, ventilation, vegetation, materials, and spatial layout. The findings indicate that the shelter has implemented several healing environment elements, particularly natural lighting, cross ventilation, and green open spaces. However, aspects such as acoustics, sustainable materials, and interactive landscaping still require improvement. In conclusion, the application of environmentally friendly architecture principles has the potential to reduce animal stress, improve health, and accelerate the adoption process. This research contributes to the development of more sustainable shelter designs oriented toward animal welfare in Indonesia. Keyword: Healing Environment, Green Architecture, Animal Shelter Abstrak: Shelter hewan berperan penting sebagai ruang penyelamatan dan pemulihan bagi hewan terlantar. Namun, sebagian besar shelter di Indonesia masih berorientasi pada fungsi dasar tanpa mempertimbangkan kualitas lingkungan yang mendukung kesejahteraan hewan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip arsitektur ramah lingkungan sebagai bagian dari integrasi healing environment pada Suargaloka Camari Shelter Pekanbaru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, serta analisis elemen arsitektur yang terkait dengan pencahayaan alami, ventilasi, vegetasi, material, dan tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shelter telah menerapkan beberapa elemen healing environment, terutama pencahayaan alami, ventilasi silang, dan ruang terbuka hijau. Namun, aspek akustik, material berkelanjutan, dan lanskap interaktif masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, penerapan prinsip arsitektur ramah lingkungan berpotensi menurunkan stres hewan, meningkatkan kesehatan, dan mempercepat proses adopsi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan desain shelter hewan yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan hewan di Indonesia. Kata Kunci: Healing Environment, Arsitektur Ramah Lingkungan, Shelter Hewan
Deliniasi Spasial Kawasan Kudus Kulon: Perspektif Sosiokultural Astari Wulandari; Atik Suprapti; Agung Budi Sardjono
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.85100.137-149

Abstract

Kudus Kulon dikenal sebagai kawasan kota lama embrio perkembangan Kota Kudus dengan pusat kawasan berupa situs Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan strategis sosial budaya. Kawasan dengan kekayaan warisan benda (tangible heritage) dan warisan tak benda (intangible heritage) memiliki tantangan tersendiri di tengah-tengah modernisasi dan kapitalisme. Peraturan Daerah Kabupaten Kudus Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kudus Tahun 2022-2042 tidak menyebutkan secara spesifik delineasi kawasan tersebut dan hanya terbatas pada Situs Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus. Delineasi spasial dapat berkontribusi pada perlindungan kawasan bersejarah dari perkembangan atau perubahan yang dapat merusak keasliannya serta mengurangi risiko hilangnya karakteristik fisik yang membedakan kawasan tersebut dari lingkungan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan delineasi batas spasial kawasan Kudus Kulon sebagai kawasan bersejarah melalui perspektif sosiokultural. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan delineasi spasial kawasan Kudus Kulon tidak terbatas pada satuan wilayah administratif, akan tetapi dibatasi oleh karakteristik fisik permukiman, sebaran artefak, sebaran masjid dan punden, serta sebaran bangunan dengan fungsi pendidikan keagamaan. Data kualitatif yang berasal dari pengalaman dan memori informan pada ruang lingkup spasial tertentu menjadi suatu tahapan penting. Data tersebut dimanfaatkan sebagai langkah awal untuk melakukan penelusuran lapangan sebagai upaya verifikasi data yang memberikan gambaran kepada peneliti terhadap fenomena yang terjadi saat ini serta peluang penelitian lebih lanjut dimasa yang akan datang.
Co-Authors Abdullah Ali Abdullah Ali Aditias Putri, Ninda Adiyati, Arlina Adlina, Zata Izzati Airin Dian Nagari Al Batul, Umamah Alfanadi Agung Setiyawan Anisa Anisa Aprilia Salsabila Nadhifah Arlina Adiyati ashim furqoni Assa Kamalia Astari Wulandari Atiek Suprapti Atiek Suprapti atik suprapti Aulia, Faricha Putri Ayu Kusuma Wardhani Bagus Setiono Bangun IR Harsritanto, Bangun IR Bharoto Bharoto Budi Sudarwanto Cia, Helen Daffa Maulana Rifli Daffa Maulana Rifli Dedi Iskandar Deni Wahyu Setiawan Denny Irwan Aryadi, Denny Dhanoe Iswanto Djoko Indrosaptono Dunga Ayusthi Vembrika, Dunga Eddy Prianto Edi Purwanto Edi Purwanto Edward Endrianto Pandelaki Ema Hidayati Erianti, Devi Dwi Faricha Putri Aulia Fariz Addo Giovano Fariz, Nuthqy Franciskus Xaverius Yudhistira Ricky Kurnia Furqoni, Ashim Gagoek Hardiman Gagoek Hardiman Harsritanto, Bangun I R Harsritanto, Bangun Indrakusumo Radityo Helen Cia Henry Soleman Raubaba, Henry Soleman Hilba Yoga Pratama Hilmy, Muhammad Fariz Husnul Masyitoh Indraswara, Mohammad Sahid Isna Pratiwi Isna Pratiwi, Isna Jamaluddin, Rizqi Lubis, Elektina Marsya Paramita Sulistyaningrum Muhammad Abiyyan Zhafran Murti, Nindita Kresna Nindita Kresna Murti Nuzlia Rahdini Nuzlia Rahdini Permata Widianingrum Permata Widianingrum PRAMESTI, CIPTETY TRISYA R Siti Rukayah Resza Riskiyanto Rizqi Jamaluddin Rukayah, Raden Siti Sarah Aisha Sari, Suzana Ratih Satrio - Nugroho, Satrio - Satrio Nugroho Setiawan, Deni Wahyu Setiohastorahmanto, Prabani Setiyawan, Alfanadi Agung Sholih, Muhammad Najieb Sudarmawan Juwono Sudarmawan Juwono Sugiono Soetomo Sugiono Soetomo Sugiono Soetomo Sukawi Sukawi Sulistyaningrum, Marsya Paramita Suzana Ratih Sari Suzanna Ratih Sari Suzanna Ratih Sari Taqiyudin Shidqi Titien Woro Murtini Titien Woro Murtini Titin Woro Murtini Umamah Al Batul Vivi Kurnia Putri Widiantara, I Wayan Andhika Wijayanti , Wijayanti Wijayanti . Yandri, Sepli Zata Izzati Adlina