Claim Missing Document
Check
Articles

Kapasitas antioksidan, sitotoksisitas dan cemaran bakteri simplisia makroalga cokelat: Antioxidant capacity, cytotoxicity, and bacterial contamination of brown macroalgae simplicia Permatasari, Anak Agung Ayu Putri Permatasari; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Wiradana, Putu Angga; Sari, Ni Kadek Yunita; Widhiantara, I Gede; Rosiana, I Wayan; Sandhika, I Made Gde Sudyadnyana; Sucipto, Teguh Hari; Panjaitan, Novaria Sari Dewi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i10.53930

Abstract

Brown algae are considered to be a source of antioxidants that can contribute to improving health. The purpose of this study was to determine the best combination of brown algae and solvent types based on the parameters of antioxidant capacity, toxicity to Vero cells, and bacterial contamination that affects brown algae simplicia during 30 d of storage. Brown algae, Sargassum aquifolium and Padina australis, were collected from Sanur Beach at the lowest point in the intertidal zone. Extraction was performed using three solvents: ethanol, methanol, and distilled water. The antioxidant capacity of the brown algae extracts was measured using the DPPH method. The brown algae extract, which showed antioxidant capacity and IC50 in the strong category, was used for cytotoxicity testing. Bacterial contamination testing was performed based on the simple storage time of brown algae for 30 d. The results showed that the combination of S. aquifolium and P. australis ethanol extract (ratio 1:10) had a yield percentage of 37.2% with an antioxidant capacity of 0.935±0.003 mg/L GAEAC and an IC50 value of 89.03 μg/mL (strong category). The combination of S. aquifolium and P. australis ethanol extracts had an IC50 value of 382.30 μg/mL (the weak category). Total plate count (TPC), Enterobacteriaceae, and coliforms increased with the storage time of simplicia for 30 days. These findings indicate that the combination of ethanol extracts of S. aquifolium and P. australis is a potential source of natural antioxidants.
PKM MIKROTEKNIKK KELOMPOK GURU DAN SISWA SMK KESEHATAN GANA HUSADA KUTA SELATAN, BADUNG Sari, Ni Kadek Yunita
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v7i2.12952

Abstract

Mikroteknik  adalah ilmu yang mempelajari metode atau prosedur pembuatan preparat mikroskopik organ, jaringan atau sel. Organ, jaringan atau sel dapat berasal dari hewan, tumbuhan dan mikroba. Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan Gana Husada  adalah satu-satunya sekolah yang berada ditengah-tengah kawasan pariwisata Kuta selatan yang lokasinya  terletak di jalan By Pass  I Gusti Ngurah Rai Nusa Dua, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Keterampilan mikroteknik di SMK Kesehatan Gana Husada kurang diperhatikan karena terbatasnya alat dan bahan penunjang praktikum di bidang Sains. Sehingga kelompok guru dan siswa belum bisa melaksanakan praktikum khususnya untuk pengamatan sel, jaringan, organ pada tumbuhan, hewan dan mikroba. Mitra belum mengetahui konsep dasar mikroteknik, belum memiliki keterampilan dalam membuat preparat dan belum memiliki keterampilan dalam mengidentifikasi preparat. Hasil PKM menunjukkan mitra mengetahui dan memahami konsep dasar mikroteknik, mitra memiliki keterampilan dalam membuat preparat sel mikroba, sel, jaringan dan organ tumbuhan dan hewan serta mitra memiliki keterampilan mengidentifikasi preparat preparat sel mikroba, sel, jaringan dan organ tumbuhan dan hewan
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT STIMULUS KERAJINAN PATUNG DI DESA MENDOYO DAUH TUKAD JEMBRANA Sari, Ni Kadek Yunita
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.766 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.20850

Abstract

I Gusti Kadek Ari Sarwadi is a craftsman of concrete and fiber sculpture in the village of Mendoyo Dauh Tukad Jembrana. Sculpture business that has been running for 8 years has not developed optimally due to several problems, namely 1) Aspects of production in which sculpture crafters are still limited so that the quantity of production is low, 2) Aspects of business management where partners do not yet have a clear financial accounting, 3) Aspects of marketing where partners have never promoted sculpture products produced online. PKMS results show an increase in sculpture production capacity, increased financial management skills and the creation of online sites and online marketing techniques are very beneficial for partners.Keywords: Sculpture, Mendoyo Dauh Tukad, Jembrana
PKM Lulur Kopi Di Desa Catur Bangli Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Sari, Ni Kadek Yunita; Puniawan, I Made Endra; Widhiantara, I Gede
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.047 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i2.24110

Abstract

Desa Wisata Catur telah dikenal dengan produksi Kopi Arabika yang telah diekspor ke mancanegara. Sejauh ini inovasi pengembangan produk dari tanaman kopi telah dilakukan oleh masyarakat di Desa Catur seperti inovasi teh dari pucuk daun kopi dan kue molen kopi. Inovasi pemanfaatan biji kopi untuk membuat produk kecantikan seperti lulur kopi masih belum dikembangkan di Desa ini. Sehingga Tim PKM berencana untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok wanita tani di Desa Catur untuk membuat produk kecantikan yaitu produk lulur kopi.   Permasalahan mitra:    1)Mitra hanya mengolah biji kopi menjadi kopi bubuk, inovasi produk olahan biji kopi dalam bentuk lulur belum pernah dicoba. Oleh karena itu perlu adanya inovasi dan kreatifitas dalam  meningkatkan daya saing dan penjualan hasil olahan biji kopi, 2)Mitra belum memiliki merk dagang dan kemasan produk hasil inovasi pengembangan produk lulur kopi, 3)Mitra belum memiliki sistem atau strategi pemasaran khusus dan professional. Solusi yang ditawarkan yaitu 1)Pelatihan dan pendampingan untuk membuat inovasi produk olahan biji kopi dalam bentuk lulur, 2) Pendampingan dan pelatihan membuat merk dagang dan desain kemasan baik label maupun pembungkus kemasan supaya produk lulur kopi memiliki nilai jual dan mampu bersaing di pasar tradisional maupun pasar modern, 3) Pelatihan dan pendampingan pembuatan media sosial untuk pemasaran melaui online.Kata Kunci : Desa Catur, lulur kopi, Inovasi, Pemasaran
PKM KELOMPOK TANI MILENIAL DI DESA CEPAKA, KEDIRI TABANAN Sari, Ni Kadek Yunita; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Astuti, Ni Putu Widya; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.485 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i2.30883

Abstract

Salah satu perkebunan pandan wangi di Bali adalah kelompok tani milenial mengusung nama UD Melonila, yang terletak di Jalan Raya Munggu Kapal, Banjar Batanduren Desa Cepaka, Kediri, Tabanan, Bali. Sejauh ini pengembangan produk dari tanaman pandan wangi belum dilakukan. Inovasi pemanfaatan daun pandan wangi untuk membuat produk seperti simplisia masih belum dikembangkan. Sehingga Tim PKM berencana untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok tani milenial di Desa Cepaka, Kediri, Tabanan untuk membuat produk simplisia.  Permasalahan mitra:1)Mitra belum memiliki konsep dasar simplisia 2)Mitra belum memiliki keterampilan dalam  membuat produk simplisia, 3)Mitra belum memiliki merk dagang dan kemasan produk hasil pengembangan produk. Solusi yang ditawarkan yaitu 1)Pelatihan melalui penyuluhan tentang konsep dasar simplisia meliputi definisi simplisia, kegunaan dan metode pengolahan daun pandan wangi menjadi simplisia, 2)Pelatihan dan pendampingan praktek membuat produk simplisia, 3)Pendampingan dan pelatihan membuat merk dagang dan desain kemasan. Hasil  yang diperoleh dari PKM yaitu 1)Semua anggota mitra yang mengikuti sosialisasi mendapatkan rerata nilai pemahaman 84 pada post-test, 2)Mitra memiliki keterampilan dalam membuat produk simplisia, 3)Produk simplisia yang dihasilkan memiliki merek dagang dan kemasan penjualan. Kata Kunci : Desa Cepaka, Kelompok Tani Milenial, Simplisia, Pandan Wangi
PKM PEMANFAATAN LIMBAH TANAMAN PANDAN WANGI DI DESA CEPAKA, KEDIRI, TABANAN Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Sari, Ni Kadek Yunita; Puniawan, I Made Endra
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.681 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i1.32530

Abstract

Tanaman  pandan wangi tumbuh subur di negara beriklim tropis, yang biasanya dimanfaatkan sebagai campuran bahan masakan untuk membuatnya wangi dan enak. Daun pandan wangi mengandung zat alkaloida, polifenol, flavonoida, tannin, saponin dan juga zat warna alami. Senyawa tersebut dapat berperan sebagai anti bakteri, mengontrol kadar gula darah, mencegah kanker, mengatasi masalah gigi dan gusi, mengatasi kram, mengurangi rambut rontok dan masalah sakit kepala.. Salah satu perkebunan pandan wangi  yang terdapat  di Bali yaitu UD. Melonila, yang terletak di Jalan Raya Munggu Desa Cepaka, Tabanan Bali. Hasil perkebunan pandan wangi biasanya dipasarkan ke pasar tradisional. Setelah dipanen tanaman ini harus segera didistribusikan agar tetap segar.  Sedangkan tanaman yang  merupakan sisa hasil panen memiliki kualitas yang hampir sama, tumbuh dengan cepat akan tetapi  tidak mudah untuk dipasarkan. Oleh karena itu banyaknya hasil panen dari tanaman pandan wangi ini yang selalu tumbuh dengan cepat dan mudah  menjadi permasalahan yang dialami oleh mitra, sehingga mitra ingin berinovasi mengembangkan produk dari  limbah tanaman kemangi menjadi desinfektan alami. Oleh karena itu dilakukan pengembangan terhadap produk dengan menentukan merk dagang dan desain kemasan serta pemasaran produk yang dilakukan melalui sosial media. Berdasarkan hasil PKM didapatkan bahwa kelompok tani mengalami rata-rata peningkatan pengetahuan mengenai pemanfaatan limbah pandan wangi sebesar 83%. Kata Kunci : Desa Cepaka,  desinfektan alami, inovasi, pemasaran
Pengembangan Produk "Si Jae" di Banjar Tebuana, Desa Taro, Gianyar Sari, Ni Kadek Yunita; Nursini, Ni Wayan; Sri Endah K, Natalia; Deswiniyanti, Ni Wayan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.664 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i2.38107

Abstract

Peningkatan permintaan Jahe di masa pandemi tidak berdampak signifikan pada petani di Banjar Tebuana, berdasarkan fakta di lapangan menunjukkan harga rimpang jahe segar di kelompok petani Banjar Tebuana masih lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional dan modern. Selain itu bentuk rimpang segar memiliki resiko degradasi mutu akibat penyimpanan yang akan semakin menurunkan nilai jualnya. Peluang untuk melakukan kegiatan pascapanen dengan pengembangan produk olahan jahe menjadi suatu produk belum pernah dilakukan. Terkait dengan hal tersebut Mitra mengalami permasalahan antara lain:1)Mitra belum pernah melakukan pengembangan produk dari rimpang jahe segar menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi, hal ini disebabkan karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi alat yang dimiliki oleh mitra; 2)Mitra belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan proses pembuatan produk simplisia jahe secara higienis dan sanitasi; 3)Mitra menyatakan bahwa mereka memerlukan pendampingan untuk mendapatkan konsep brand dan desain kemasan dari produk yang dihasilkan. Solusi yang ditawarkan sesuai dengan permasalahan mitra, yaitu: 1)Sosialisasi pengembangan produk Si Jae dan pengadaan alat perajang, pengering dan penepung 2) Pelatihan dan pendampingan proses pembuatan produk simplisia jahe dengan menerapkan konsep higienis dan sanitasi; 3) Pendampingan label dan kemasan produk. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah: Penyuluhan, Pelatihan dan Pendampingan terkait permasalahan yang dihadapi mitra. Hasil yang diperoleh dari PKM yaitu Dari hasil kegiatan program kemitraan masyarakat di Banjar Tebuana, Desa Taro dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1)Wawasan mitra tentang simplisia jahe menjadi 100% tahu tentang simplisia jahe pada post-test; Mitra memiliki aset alat perajang, pengering dan penepung dan memiliki keterampilan dalam mengoperasikan alat tersebut; 2)Mitra memiliki keterampilan dalam membuat simplisia jahe rajang dan bubuk dengan menerapkan prinsip higiene sanitasi; 3)Produk simplisia yang dihasilkan memiliki merek dagang Si Jae dan memiliki kemasan pouch dan botol untuk penjualan; 4)Mitra memiliki keterampilan dalam melakukan pelabelan dan pengemasan produk.
DIVERSIFIKASI DAN OPTIMALISASI DIGITAL MARKETING PRODUK SI JAE DI DESA TARO, GIANYAR Sari, Ni Kadek Yunita; Endah K, Natalia Sri; Feoh, Gerson
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v12i2.51399

Abstract

Desa Taro merupakan daerah penghasil jahe terbesar di Bali. Salah satu kelompok tani yang membudidayakan tanaman Jahe dan membuat olahan produknya di Kawasan Desa Taro yaitu Kelompok Tani Satya Kencana dan Kelompok Wanita Tani Wana Lestari. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah tingkat penjualan produk masih belum optimal sehingga perlu dilakukan pendampingan diversifikasi produk dan pemasaran digital.  Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah: untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi mitra, untuk meningkatkan aspek manajemen usaha mitra dan untuk meningkatkan teknologi informasi dan pemasaran  usaha mitra. Metode yang digunakan yaitu transfer pengetahuan dengan pelatihan dan pendampingan produksi, manajemen usaha dan pemasaran digital. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini meliputi 1)Aspek produksi yaitu jumlah aset mitra meningkat, mitra memiliki keterampilan membuat sirup jahe merah dan teh celup jahe merah, pengetahuan mitra tentang personal higene, higiene peralatan, sanitasi lingkungan dan keselamatan kerja meningkat; 2)Aspek manajemen usaha yaitu usaha mitra memiliki logo produk, produk sirup dan teh celup mitra memiliki kemasan, keterampilan mitra dalam menyusun rencana produksi meningkat setelah pendampingan, usaha mitra memiliki struktur organisasi usaha, keterampilan menyusun laporan keuangan berbasis prinsip akuntansi meningkat setelah pendampingan; 3)Aspek teknologi informasi dan pemasaran yaitu aset mitra meningkat dengan pengadaan laptop, usaha mitra memiliki situs website dan keterampilan mitra dalam mengelola website meningkat setelah pelatihan dan pendampingan.
PKM PETANI LEMON DESA LUWUS, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN, PROVINSI BALI I Gede Widhiantara; Aulia Iefan Datya; Ni Kadek Dwipayani Lestari; Sari, Ni Kadek Yunita; Putu Angga Wiradana
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i1.67522

Abstract

Potensi Desa Luwus sebagai desa pendukung pariwisata karena dilewati jalur utama penghubung antar kota kabupaten serta beberapa tujuan destinasi pariwisata di Bali menjadi faktor pendukung utama mendukung pengembangan produk-produk agraris di desa tersebut. Salah satu produk budidaya lokal yang saat ini berkembang di desa Luwus adalah buah lemon. Tanaman lemon mulai dikembangkan masyarakat setempat sejak pandemi covid-19 mewabah di Indonesia, karena melihat kebutuhan masyarakat terhadap bahan alam yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Namun dalam perkembangannya saat ini para petani lemon menemui kendala dalam hal pengembangan diversifikasi produk olahan buah lemon, pemasaran dan penurunan jumlah produksi buah lemon segar akibat serangan hama lalat buah. PKM ini memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga ke depannya diharapkan setelah dilakukan pelatihan diperoleh luaran untuk keberdayaan mitra: 1) Peningkatan 100% keterampilan pengolahan buah lemon menjadi minuman kesehatan yang dapat dikomersilkan, 2) Peningkatan 80% kemampuan memasarkan buah lemon dan produk minuman sari buah lemon dengan memanfaatkan media sosial dan e-commerce 3), Peningkatan 100% keterampilan petani untuk menanggulangi hama lalat buah berbahan dasar atraktan alami ramah lingkungan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini meliputi 1)Aspek produksi yaitu terjadi peningkatan pemahaman terkait manfaat air lemon untuk kesehatan dan peningkatan keterampilan mitra dalam membuat dan mengemas minuman sari buah lemon; 2)Aspek teknologi informasi dan pemasaran yaitu usaha mitra memiliki akun media sosial (facebook, Instagram) dan situs e-commerse berbasis web dan keterampilan mitra dalam membuat dan mengelola akun media sosial dan situs e-commerse meningkat setelah pelatihan dan pendampingan; 3)Aspek solusi hama lalat buah yang menyerang tanaman atau buah lemon yaitu .terjadi peningkatan pengetahuan ekologi dan siklus hidup hama lalat buah dan peningkatan keterampilan mitra dalam membuat perangkap dan menanggulangi hama lalat buah.
Pemberdayaan POKLAHSAR Dalam Diversifikasi Produk Teh Herbal Mangrove di Ekowisata Mangrove Denpasar: English Putu Angga Wiradana; I Gede Widhiantara; Ni Kadek Yunita Sari; I Wayan Rosiana; Anak Agung Ayu Putri Permatasari; I Made Gde Sudyadnyana Sandhika
Dedikasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Dedikasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53276/dedikasi.v3i2.200

Abstract

Batu Lumbang Mangrove Ecotourism, located in Pemogan Village, Denpasar City, is one of the natural destinations located in a conservation area. Problems still faced by partners include not understanding the use of non-timber forest products (NTFPs) from mangroves as raw materials for food and traditional medicine and partners still need assistance to develop diversified tea bag products from mangrove leaves. Mentoring activities were carried out for 3 months at the Segara Guna Batu Lumbang Mangrove. The aim of this program is to provide education and training in making tea bags made from jeruju leaves (Acanthus ilicifolius) that are hygienic, in the right dosage, and increase partners' understanding of NTFPs through a pocket book. The method used in this community partnership program is a qualitative approach and observation. The target and output of this program is to increase partners' knowledge and skills in processing herbal drinks made from mangrove leaves and increase partners' understanding of the use of mangrove NTFPs. The results of the activity showed that there was an increase in partners' skills and knowledge of 88.87% after the program took place in processing and making herbal tea bags and utilizing mangrove pocket books.
Co-Authors A.A. Ayu Putri Permatasari Adi Sofyan Ansori, Muhammad Adnyana, Gabriel Firsta Afta Daniel Zato Waruwu Anggriani, Martha Sephtia Aprodita, Ni Wayan Seila Aris Jatmiko Aryaswari, Ni Kadek Dwi Liopita Aulia Iefan Datya Buu, Ani Wini Carolina Widyawati Deswiniyanti, Ni Wayan Deswiniyanti Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum Efendi, I Kadek Eka Jaya Elok Faiqotus Zahra Elok Faiqotus Zahro Endah K, Natalia Sri ENIEK KRISWIYANTI Fimaputra, Jatu Maranatha Fir, Maria Alfira Juita Garry Ganvis Jonteo Hani Gerson Feoh Hanggaeni Dyah Puspaningrum, Dylla Hasanah, Nina Huawatun I Gede Widhiantara I Ketut Junitha I Made Endra Puniawan I Made Gde Sudyadnyana Sandhika I Made Murna I Made Tegeh I Made Wisnu Adhi Putra I Putu Dedy Kastama Hardy I Wayan Rosiana IDA AYU ASTARINI K, Natalia Sri Endah Komang Ayuk Supriani Lestari, Ni Kadek Dwipayana MADE PHARMAWATI Marselinus Gede Widiarta Matius Victorino Ola Dame Mochammad Aqilah Herdiansyah Natalia Sri Endah K Ni Kadek Dwipayani Lestari Ni Kadek Wini Ewintiani Ni Komang Widiastuti Ni Luh Putu Wina Ewiantini Ni Luh Sunarsih Ni Luh Utari Sumadewi Ni Made Virginia Ni Made Wagi Ambakesari Ni Nyoman Ari Mardianti Ni Putu Widya Astuti Ni Putu Yuria Mendra Ni Wayan Deswiniyanti Ni Wayan Nursini Novaria Sari Dewi Panjaitan Panjaitan, Novaria Sari Dewi Permatasari , A.A. Ayu Putri Permatasari , Anak Agung Ayu Putri Permatasari, A. A. Ayu Permatasari Permatasari, Anak Agung Ayu Permatasari, Anak Agung Ayu Putri Permatasari, Anak Agung Ayu Putri Permatasari Putri, Fadillaisyia Riandani Putri, Ni Putu Diah Paramita Putu Angga Wiradana Putu Ayu Tantri Dewi Putu Eka Sudaryatma Rahmadi Prasetijo Rai Riska Resty Wasita Razaq, Imanuddin Rony MahaPutraUmbu Pingge Sandhika, I Made Gde Suadnyana Sri Endah K, Natalia Sri Puji Astuti Wahyuningsih, Sri Puji Astuti Teguh Hari Sucipto, Teguh Hari Virgilia Gabreni Amleni Waruwu, Ernawati Widiiastuti, Ni Komang Wiradana , Putu Angga