Claim Missing Document
Check
Articles

PKM Hidroponik Kelompok Guru dan Siswa SMK N 1 Petang, Badung Sari, Ni Kadek Yunita; Permatasari, Anak Agung Ayu; Deswiniyanti, Ni Wayan
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.932 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.953

Abstract

ABSTRAKHidroponik merupakan budidaya pertanian tanpa menggunakan media tanah tetapi menggunakan air yang berisi larutan nutrisi. Sejauh ini siswa di SMK N 1 Petang hanya melakukan praktek Produksi dan budidaya tanaman konvensional dengan menggunakan media tanah. Praktek budidaya pertanian dengan metode hidroponik di sekolah ini belum pernah dilakukan karena guru produktif masih mengambangkan sistem pertanian konvensional, selain itu karena terbatasnya alat dan bahan dan sempitnya lahan praktek yang dimiliki. Mitra belum mengetahui konsep dasar hidroponik dan belum memiliki keterampilan bercocok tanam dengan teknik hidroponik. Solusi yang ditawarkan yaitu penyuluhan tentang konsep dasar hidroponik dan pelatihan pendampingan bercocok tanam dengan teknik hidroponik. Hasil PKM menunjukkan mitra mengetahui dan memahami konsep dasar hidroponik dan memiliki keterampilan bercocok tanam dengan teknik hidroponik NFT.Kata Kunci : hidroponik, budidaya, pertanian, SMKN 1 PetangABSTRACTHydroponics is the cultivation of agriculture without the use of soil media but use water containing nutrient solution. So far students in SMK N 1 Evening only perform production practices and conventional cultivation using soil media. Agricultural cultivation practices with hydroponic methods in this school has never done since the teacher is productive agricultural systems mengambangkan still conventional, moreover because of the limited tools and materials and the narrowness of the practice of land owned. The partners haven't learned the basic concept of hydroponics and don't yet have the skills to farm with hydroponic techniques. Solutions that are offered, namely the extension of the basic concept of hydroponics and training accompaniment to farm with hydroponic techniques. The results showed partners knowing and understand the basic concept hydroponics and have the skills to farm with NFT hydroponic techniques.Keywords: hydroponics, cultivation, agriculture, SMKN 1 Petang
Produksi Dan Strategi Pemasaran Kunyit Kering di Desa Taro Gianyar Rosiana, I Wayan; Sari, Ni Kadek Yunita; K, Natalia Sri Endah
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 2 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.611 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i2.2392

Abstract

ABSTRAKUsaha pengembangan kunyit kering dilakukan oleh salah satu kelompok wanita tani di Desa Taro Gianyar. Selama ini kunyit kering yang dihasilkan masih terbatas diproduksi untuk memenuhi pesanan dari salah satu pengobatan herbal di wilayah Ubud. Produksi dilakukan secara otodidak dan tanpa menggunakan SOP standar pembuatan kunyit kering. Sehingga Tim PKM berencana untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok wanita tani di Desa Taro, Gianyar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu 1) Mitra mampu menerapkan prinsip hyegene sanitasi; 2) Memiliki keterampilan membuat kunyit kering sesuai SOP; Produk kunyit kering memiliki merk dagang dan desain kemasan produk; 3) Memiliki strategi pemasaran online. Metode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan dan penyuluhan kepada mitra terkait prinsip dasar higiene sanitasi, proses produksi produk, pelabelan dan pengemasan produk serta strategi pemasaran. Hasil kegiatan diukur dengan memberikan pre test sebelum pendampingan dan post test setelah pendampingan. Hasil pengabdian menunjukkan 1)Pemahaman mitra terkait personal higiene dan sanitasi lingkungan meningkat 30% setelah pelatihan; 2)Mitra memiliki keterampilan membuat simplisia kunyit sesuai dengan Standar Operasional Kerja (SOP); 3)Mitra memiliki produk kunyit kering dengan kemasan dan label produk; 4) Mitra mampu menentukan harga jual produk dan memiliki strategi pemasaran online dengan memanfaatkan market place facebook.Kata kunci: Desa Taro, kelompok wanita tani, produk kunyit kering
Pelatihan Dan Pendampingan Legalitas Merek Dagang Dan Analisis Kandungan Gizi Produk “Si Jae” Di Desa Taro, Gianyar Yunita Sari, Ni Kadek; Hanggaeni Dyah Puspaningrum, Dylla
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 2 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i2.4879

Abstract

Kelompok Tani Satya Kencana merupakan salah satu UMKM yang mengembangkan produk berbahan baku jahe. Produk mitra mengusung brand (merek dagang) Si Jae. Akan tetapi merek dagang yang dimiliki oleh mitra tersebut belum legal karena belum didaftarkan pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI. Pemasaran offline produk ini juga terkendala karena produk mitra belum mencantumkan informasi kandungan gizi pada kemasan produk sehingga TIM PKM dari Universitas Dhyana Pura akan melakukan pelatihan dan pendampingan pendaftaran merek dagang pada DJKI; serta pendampingan analisis kandungan gizi dan pencatuman angka nilai gizi di dalam kemasan. Permasalahan: 1)Merek dagang (brand) “Si Jae” yang dimiliki oleh mitra belum legal karena belum didaftarkan pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI; 2)Informasi kandungan gizi belum tercantum pada kemasan produk Teh Celup Jahe Merah yang dimiliki mitra, hal ini disebabkan karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan mitra. Solusi: 1)Sosialisasi terkait prosedur dan tata cara pendaftaran merek dagang pada DJKI; 2)Sosialisasi dan pendampingan terkait terkait cara pengujian gizi produk, cara perhitungan dan pencatuman angka nilai gizi di dalam kemasan. Hasil PKM menunjukkan pengetahuan terkait sosialisai manfaat dan prosedur pendaftaran merek dagang pada DJKI menunjukkan mitra yang mengikuti pelatihan mendapatkan nilai pemahaman 90% dan 80% pada post-test; pendampingan pendaftaran merek dagang “Si Jae” pada website DJKI berhasil dilakukan dengan status “Masa Pengumuman Merek”; pengetahuan terkait manfaat dan metode pengujian gizi produk menunjukkan mitra yang mengikuti pelatihan mendapatkan nilai pemahaman 90% dan 80% pada post-test; Informasi nilai gizi tercantum dalam kemasan produk mitra.
Prevalence of bacterial contamination on seafoods products collected from traditional fish market in Bali Province during 2023: Prevalensi kontaminasi bakteri pada produk hasil ikan laut yang dikumpulkan dari pasar ikan tradisional di Provinsi Bali selama tahun 2023 Sudaryatma, Putu Eka; Wiradana, Putu Angga; Razaq, Imanuddin; Sunarsih, Ni Luh; Jatmiko, Aris; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Sari, Ni Kadek Yunita; Widhiantara, I Gede; Sandhika, I Made Gde Sudyadnyana; Rosiana, I Wayan
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i3.61627

Abstract

Seafood provides essential nutrients beneficial for human health; however, it is highly vulnerable to harmful bacterial infections that pose significant public health risks. This research seeks to assess the prevalence of five categories of seafood obtained from various traditional fish markets in Bali Province. A total of 108 tuna samples, 78 pelagic fish samples, 37 cephalopod samples, 14 sardine samples, and 53 demersal fish samples were collected from various traditional markets in Bali Province. This research evaluated the prevalence of E. coli, coliforms, Salmonella, V. cholerae, and V. parahaemolyticus. The study revealed that the highest prevalence of E. coli, coliform, and V. parahaemolyticus contamination in tuna samples was 95 (87%), 95 (87%), and 103 (95%), respectively. The study indicated that E. coli and coliforms were present in 73 of the 78 pelagic fish samples, representing 93% contamination. Sardine samples exhibited the lowest prevalence of bacteria. All seafood samples, however, tested negative for Salmonella and V. cholera. PCR products from E. coli and V. parahaemolyticus isolates were effectively amplified for the target genes utilized in this study. Local seafood markets should adopt appropriate handling and storage practices to enhance seafood quality. This study emphasizes the significant presence of E. coli, coliforms, and V. parahaemolyticus in seafood, along with the potential health risks posed by specific strains and their antibiotic resistance.
ISOLATION, SCREENING, AND ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF ENDOPHYTIC FUNGI ASSOCIATED WITH Acanthus ilicifolius L. IN INHIBITING THE GROWTH OF Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Wiradana, Putu Angga; Anak Agung Ayu Putri Permatasari; I Gede Widhiantara; I Made Wisnu Adhi Putra; Ni Kadek Yunita Sari; Novaria Sari Dewi Panjaitan; Sri Puji Astuti Wahyuningsih; Mochammad Aqilah Herdiansyah
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2025.13090

Abstract

This study examines the phytochemical composition and antibacterial activity of endophytic fungi linked to the mangrove plant A. ilicifolius against methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) in order to determine their bioprospecting potential.  The surface-sterilized root, stem, and leaf tissues of A. ilicifolius yielded endophytic fungi. The workflow consisted of screening for viable isolates, culture under controlled circumstances, and molecular identification of the Internal Transcribed Spacer (ITS) section of fungal rDNA. Antibacterial activity was determined using agar well diffusion tests after extraction with methanol, ethyl acetate, and n-hexane solvent fractions. A total of 31 endophytic fungal isolates were recovered: 9 from roots, 15 from stems, and 7 from leaves. Among these, 5 isolates from roots (16.1%), 8 from stems (25.8%), and 5 from leaves (16.1%) exhibited inhibitory effects against MRSA. Isolate AK5, derived from root tissue, demonstrated the highest antibacterial activity and was molecularly identified as Chaetomium globosum strain NW 24 (Accession No. MN326469.1). The isolate revealed optimal growth at pH 5–6, with the maximum wet mycelial biomass (29.73 g) achieved on day 24 under shaker incubation. The methanol and ethyl acetate fractions had a considerably greater anti-MRSA efficacy than the n-hexane fraction. Phytochemical analysis of the methanolic extract indicated the presence of several bioactive components, including phenolics, tannins, flavonoids, saponins, alkaloids, and terpenoids, indicating that these constituents contribute to the reported antibacterial effects. Overall, our findings highlight the potential of A. ilicifolius-derived endophytic fungi as alternate sources of bioactive compounds for treating antibiotic-resistant infections, specifically MRSA.
ISOLATION, SCREENING, AND ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF ENDOPHYTIC FUNGI ASSOCIATED WITH Acanthus ilicifolius L. IN INHIBITING THE GROWTH OF Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Wiradana, Putu Angga; Anak Agung Ayu Putri Permatasari; I Gede Widhiantara; I Made Wisnu Adhi Putra; Ni Kadek Yunita Sari; Novaria Sari Dewi Panjaitan; Sri Puji Astuti Wahyuningsih; Mochammad Aqilah Herdiansyah
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2025.13090

Abstract

This study examines the phytochemical composition and antibacterial activity of endophytic fungi linked to the mangrove plant A. ilicifolius against methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) in order to determine their bioprospecting potential.  The surface-sterilized root, stem, and leaf tissues of A. ilicifolius yielded endophytic fungi. The workflow consisted of screening for viable isolates, culture under controlled circumstances, and molecular identification of the Internal Transcribed Spacer (ITS) section of fungal rDNA. Antibacterial activity was determined using agar well diffusion tests after extraction with methanol, ethyl acetate, and n-hexane solvent fractions. A total of 31 endophytic fungal isolates were recovered: 9 from roots, 15 from stems, and 7 from leaves. Among these, 5 isolates from roots (16.1%), 8 from stems (25.8%), and 5 from leaves (16.1%) exhibited inhibitory effects against MRSA. Isolate AK5, derived from root tissue, demonstrated the highest antibacterial activity and was molecularly identified as Chaetomium globosum strain NW 24 (Accession No. MN326469.1). The isolate revealed optimal growth at pH 5–6, with the maximum wet mycelial biomass (29.73 g) achieved on day 24 under shaker incubation. The methanol and ethyl acetate fractions had a considerably greater anti-MRSA efficacy than the n-hexane fraction. Phytochemical analysis of the methanolic extract indicated the presence of several bioactive components, including phenolics, tannins, flavonoids, saponins, alkaloids, and terpenoids, indicating that these constituents contribute to the reported antibacterial effects. Overall, our findings highlight the potential of A. ilicifolius-derived endophytic fungi as alternate sources of bioactive compounds for treating antibiotic-resistant infections, specifically MRSA.
PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, FREE CASH FLOW, LIKUIDITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN Sari, Ni Kadek Yunita; Mendra, Ni Putu Yuria
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 8 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v8i.5220

Abstract

Distribusi laba tidak sekadar persoalan teknis pembagian keuntungan, melainkan cerminan preferensi manajerial dalam menyeimbangkan kepentingan pemegang saham dan kebutuhan pembiayaan internal. Pada sejumlah bank yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2022–2024, ekspansi laba dan aset ternyata tidak selalu diterjemahkan menjadi peningkatan dividen. Ketegangan antara kinerja akuntansi dan kebijakan distribusi laba tersebut mengindikasikan bahwa keputusan dividen tidak sepenuhnya digerakkan oleh capaian finansial jangka pendek. Bagi investor, kondisi ini menjadi krusial karena dividen berfungsi sebagai representasi kredibilitas manajemen sekaligus proyeksi keberlanjutan usaha. Dengan memanfaatkan data 18 perusahaan perbankan yang memenuhi kriteria seleksi selama periode pengamatan, hubungan antara karakteristik keuangan dan kebijakan dividen diuji melalui regresi linier berganda. Temuan empiris memperlihatkan bahwa kemampuan menghasilkan laba dan ketersediaan arus kas bebas berperan dominan dalam mendorong pembayaran dividen, sementara struktur pendanaan, tingkat likuiditas, dan skala perusahaan tidak menunjukkan peran yang menentukan. Keterbatasan ruang lingkup tersebut membuka peluang bagi kajian lanjutan untuk melibatkan spektrum emiten yang lebih luas serta memasukkan dimensi peluang investasi, tata kelola, dan tanggung jawab sosial guna memperoleh gambaran yang lebih utuh.
Co-Authors A.A. Ayu Putri Permatasari Adi Sofyan Ansori, Muhammad Adnyana, Gabriel Firsta Afta Daniel Zato Waruwu Anggriani, Martha Sephtia Aprodita, Ni Wayan Seila Aris Jatmiko Aryaswari, Ni Kadek Dwi Liopita Aulia Iefan Datya Buu, Ani Wini Carolina Widyawati Deswiniyanti, Ni Wayan Deswiniyanti Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum Efendi, I Kadek Eka Jaya Elok Faiqotus Zahra Elok Faiqotus Zahro Endah K, Natalia Sri ENIEK KRISWIYANTI Fimaputra, Jatu Maranatha Fir, Maria Alfira Juita Garry Ganvis Jonteo Hani Gerson Feoh Hanggaeni Dyah Puspaningrum, Dylla Hasanah, Nina Huawatun I Gede Widhiantara I Ketut Junitha I Made Endra Puniawan I Made Gde Sudyadnyana Sandhika I Made Murna I Made Tegeh I Made Wisnu Adhi Putra I Putu Dedy Kastama Hardy I Wayan Rosiana IDA AYU ASTARINI K, Natalia Sri Endah Komang Ayuk Supriani Lestari, Ni Kadek Dwipayana MADE PHARMAWATI Marselinus Gede Widiarta Matius Victorino Ola Dame Mochammad Aqilah Herdiansyah Natalia Sri Endah K Ni Kadek Dwipayani Lestari Ni Kadek Wini Ewintiani Ni Komang Widiastuti Ni Luh Putu Wina Ewiantini Ni Luh Sunarsih Ni Luh Utari Sumadewi Ni Made Virginia Ni Made Wagi Ambakesari Ni Nyoman Ari Mardianti Ni Putu Widya Astuti Ni Putu Yuria Mendra Ni Wayan Deswiniyanti Ni Wayan Nursini Novaria Sari Dewi Panjaitan Panjaitan, Novaria Sari Dewi Permatasari , A.A. Ayu Putri Permatasari , Anak Agung Ayu Putri Permatasari, A. A. Ayu Permatasari Permatasari, Anak Agung Ayu Permatasari, Anak Agung Ayu Putri Permatasari, Anak Agung Ayu Putri Permatasari Putri, Fadillaisyia Riandani Putri, Ni Putu Diah Paramita Putu Angga Wiradana Putu Ayu Tantri Dewi Putu Eka Sudaryatma Rahmadi Prasetijo Rai Riska Resty Wasita Razaq, Imanuddin Rony MahaPutraUmbu Pingge Sandhika, I Made Gde Suadnyana Sri Endah K, Natalia Sri Puji Astuti Wahyuningsih, Sri Puji Astuti Teguh Hari Sucipto, Teguh Hari Virgilia Gabreni Amleni Waruwu, Ernawati Widiiastuti, Ni Komang Wiradana , Putu Angga