Claim Missing Document
Check
Articles

DESKRIPSI ALGA MAKRO DI TAMAN WISATA ALAM BATUPUTIH, KOTA BITUNG Marnix L.D Langoy; Saroyo Saroyo; Farha N.J Dapas; Deidy Y Katili; Syamsul Bachry Hamsir
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 11 Nomor 2, Oktober 2011
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.996 KB) | DOI: 10.35799/jis.11.2.2011.210

Abstract

DESKRIPSI ALGA MAKRO DI TAMAN WISATA ALAM BATUPUTIH, KOTA BITUNG Marnix L.D. Langoy1), Saroyo1), Farha N.J. Dapas1), Deidy Y. Katili 1), dan Syamsul Bachry Hamsir2) 1)Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Sam Ratulangi, Manado 95115 2)Mahasiswa Program Sarjana Program Studi Biologi FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado 95115 ABSTRAK Penelitian tentang biodiversitas alga telah dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis keanekaragaman alga makro di Taman Wisata Alam Batuputih Sulawesi Utara. Penelitian dilaksanakan di Taman Wisata Alam Batuputih, Kota Bitung dari bulan Januari sampai dengan Desember 2009. Pada lokasi penelitian dibuat 5 garis transek dengan jarak antara satu transek dengan transek berikutnya adalah 50 m. Setiap transek diambil 5 plot dengan ukuran 1 m x 1 m. Penempatan plot adalah 10 m, 20 m, 30 m, 40 m, dan 50 m dari garis pantai. Dengan demikian total plot penelitian sebanyak 50 plot. Pada setiap plot dihitung jumlah spesies alga yang ditemukan serta luas penutupannya, serta jumlah individu/koloni. Identifikasi jenis dilakukan di lapangan dengan menggunakan buku-buku identifikasi alga dan dilakukan konfirmasi di laboratorium. Hasil penelitian yang dilakukan di Taman Wisata Alam Batuputih pada 50 plot ditemukan 411 individu alga makro dengan 18 spesies yang berasal dari 3 divisi yakni  Rhodophyta, Chlorophyta dan Phaeophyta.  Dalam Divisi Rhodophyta dan Chlorophyta terdapat 7 spesies dengan 6 famili yang ditemukan, lebih banyak dibandingkan dengan Divisi Phaeophyta yang hanya ditemukan 4 spesies dengan 3 famili. Kata kunci: alga, biodiversitas, Taman Wisata Alam Batuputih BIODIVERSITY OF ALGAE AT BATUPUTIH TOURISM PARK, BITUNG DISTRICT ABSTRACT A research about algae diversity has been conducted to analysis macro-algae biodiversity at Batuputih Tourism Park, Bitung City, North Sulawesi from January to December 2009. At the above location, 5 line transects were made and the distance between  previous and next transect was 50 m. In each transect, 5 plots were formed as representation to the the location. Plot size was 1 m x 1 m placed at 10 m, 20 m, 30 m, 40 m, and 50 m from zero point. Therefore, the total of plot in this research was 50 plots. In all plots, algae species richness, its covering and total of individuals/colony. Species identification was done in the field by using some algae identification manuals and confirmation was done at laboratory. Results of the research showed that: there were 411 individuals of algae in 50 plots at Batuputih Tourism Park. All individuals were classified into 18 species that included in 3 divisions, those were Rhodophyta, Chlorophyta and Phaeophyta. In the Division Rhodophyta and Chlorophyta, there were 7 species within 6 families, more than Division Phaeophyta that only consisted of 4 species within 3 families. Keywords: algae, biodiversity, Batuputih tourism park
Pelatihan Identifikasi dan Pengamatan Burung bagi Pemandu Wisata Alam Tangkoko di Kota Bitung Saroyo Saroyo; Hanny H Pontororing
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 12 Nomor 1, April 2012
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.619 KB) | DOI: 10.35799/jis.12.1.2012.395

Abstract

PELATIHAN IDENTIFIKASI DAN PENGAMATAN BURUNG BAGI PEMANDU WISATA ALAM TANGKOKO DI KOTA BITUNG ABSTRAK Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan identifikasi dan pengamatan burung bagi pemandu wisata alam Tangkoko Kota Bitung dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengamatan dan identifikasi burung. Kegiatan dilaksanakan di Cagar Alam Tangkoko-Batuangus dan Taman Wisata Alam Batuputih Kota Bitung. Kegiatan dilaksanakan selama 10 bulan dari Januari sampai dengan Oktober 2010. Peserta kegiatan berjumlah 52 orang yang terdiri dari pemandu wisata alam dan calon pemandu yang berdomisili di sekitar kawasan konservasi di Kota Bitung. Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi Kegiatan yang telah dilakukan adalah  pelatihan tentang birdwatching yang meliputi kegiatan-kegiatan: pemberian teori tentang metode pengenalan dan identifikasi burung dan praktek lapangan dalam penggunaan alat-alat birdwatching dan pengenalan serta identifikasi burung. Evaluasi dilaksanakan dengan metode pre-test dan pos-test untuk mengukur pengetahuan dasar tentang birdwatching dan uji keterampilan dengan parameter: kemampuan mengunakan binoluler, pembuatan sketsa burung, dan ketepatan identifikasi. Hasil kegiatan menunjukkan: pre-tes rata-rata dari seluruh peserta adalah 4,8 dan hasil post-test rata-rata adalah 7,4; dan pengamatan penggunaan binoluler, pembuatan sketsa burung, dan ketepatan identifikasi rata-rata dari seluruh peserta adalah 90% kategori cukup dan 10% kategori baik. Dengan hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengamatan dan identifikasi burung. Kata kunci: Cagar Alam Tangkoko-Batuangus, pemandu wisata alam, pengamatan burung.   IDENTIFICATION AND OBSERVATION OF BIRDS FOR TANGKOKO ECOTOURISM GUIDES AT BITUNG CITY ABSTRACT A public service about training in identification and observation of birds for Tangkoko ecotourism guides at Bitung City. The aims of this activity were to improve their knowledge and skill in bird identification and observation. The activity was taken place at Tangkoko-Batuangus Nature Reserve and Batuputih Ecotourism Park, Bitung city during 10 months from January to october 2010.paricipants consisted of 52 members of ecotourism guides and candidates surrounding the conservation areas. asi di Kota Bitung. Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi training activities consisted of teaching in method on introduction and identification of birds, field practicing on bird-watching equipments, observation and identification of birds. Evaluation was done using pre-test and post-test method, and skills in bird-watching skill in using binocular, drawing bird morphology, and identification precisely. Results showed that: average of pre-test was 4.8 while the post-test was 7.4, the score of using binocular, drawing bird morphology, and identification precisely was 90% in moderate category and 10% in good category. From those above results, it can be concluded that this program has improved knowledge and skill in bird identification and observation Keywords: Tangkoko-Batuangus Nature Reserve,  Ecotourism guide, bird-watching
DENSITAS TANGKASI (Tarsius spectrum) PADA ELEVASI YANG BERBEDA DI GUNUNG KLABAT, MINAHASA UTARA Mylton Mantouw; Saroyo Saroyo; Rooije R.H. Rumende; Roni Koneri
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 15 Nomor 1, April 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.043 KB) | DOI: 10.35799/jis.15.1.2015.8308

Abstract

ABSTRAK Tarsius spectrum (nama sinonim: Tarsius tarsier) dalam bahasa lokal disebut tangkasi (Minahasa), ngasi (Sulawesi Tengah), Tanda bona passo (Wana), Podi (Tolaki), Wengu (Mornene) merupakan spesies primata endemik Sulawesi. Tangkasi merupakan salah satu primata terkecil dan beberapa diantara anggota spesiesnya merupakan satwa endemik Sulawesi yang terancam punah dan dilindungi. Menurut IUCN (2008), tarsius dalam Red Data Book IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) termasuk dalam kategori vulnerable (rentan). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung densitas tangkasi pada elevasi yang berbeda di Gunung Klabat, Minahasa Utara. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini ialah estimasi densitas Tangkasi berdasarkan vokalisasi (duet call) sesuai dengan yang dikembangkan oleh Saroyo et al (2014). Pada setiap elevasi dibuat 10 plot yang berbentuk lingkaran dengan diameter 100 m. Jarak antar plot 200 m. Berdasarkan hasil pengamatan, densitas tangkasi pada elevasi 500 mdpl (2,04 individu/Ha), elevasi 1000 mdpl (2,68 individu/Ha), elevasi 1500 mdpl (0,89 individu/Ha) dan elevasi 2000 mdpl (0,12 individu/Ha). Kata Kunci : Densitas, Tarsius spectrum, Gunung Klabat, Minahasa Utara DENSITY OF TANGKASI (Tarsius spectrum) AT DIFFERENT ELEVATIONS IN THE MOUNTAINS CLABAT, NORTH MINAHASA ABSTRACT Tarsius spectrum (synonym: Tarsius tarsier) in local language called tangkasi (Minahasa), ngasi (Central Sulawesi), Tanda bona passo (Wana), Podi (Tolaki), Wengu (Mornene) is a primate species endemic of Sulawesi. Tangkasi is one of the smallest primates and some of them the members of species is a species endemic to Sulawesi and protected. According to IUCN (2008), tarsius in the Red Data Book of IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) are included in the category of vulnerable. The objective of this research is quantify the density tangkasi at different elevations in Klabat, North Minahasa. The method of this research is to estimate the density of Tangkasi based duet call that suit with that developed by Saroyo et al (2014). At each elevation has made 10 plots were in circle form with diameter of 100 m. The distance between the plot are 200 m. Based on the observations, the tangkasi density at elevation of 500 meters above the sea (2.04 individuals / ha), elevation of 1000 meters above the sea (2.68 individuals / ha), elevation of 1500 meters above the sea (0.89 individuals / ha) and the elevation of 2000 meters above the sea (0.12 individuals / ha). Keywords: Density, Tarsius spectrum, Clabat Mountain, North Sulawesi.
KOMPOSISI PAKAN TIKUS EKOR PUTIH (Maxomys hellwandii) DI KANDANG Fernandez T. Upa; Saroyo Saroyo; Deidy Y. Katili
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 17 Nomor 1, April 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.504 KB) | DOI: 10.35799/jis.17.1.2017.14900

Abstract

ABSTRAK Tikus ekor putih (Maxomys hellwandii) adalah hewan endemik Sulawesi dengan status konsevasinya yaitu least concern yang keberadaannya masih kurang diperhatikan. Ancaman utama tikus ekor putih adalah perburuan untuk dijual penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis-jenis pakan tikus ekor putih dan porsinya. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan informasi tentang komposisi pakan tikus ekor putih sehingga dapat dimanfaatkan dalam upaya konservasi terutama dalam kegiatan penangkaran dengan upaya domestikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah ad libitum sampling dengan menghitung berat pakan yang dikonsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis pakan tikus ekor putih terdiri dari: pepaya (51,3%), umbi singkong (15,7%), buah kelapa (15,6%), serangga (belalang) (13,9%),  daun sirih (2,9%),  kulit buah ketapang (0,4%), buah sirih (0,2%), buah beringin (0,1%). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tikus ekor putih mengonsumsi buah pepaya lebih dari 50% dari total pakan dan tikus ekor putih bukan spesies herbivora sejati, tetapi cenderung omnivora. Kata kunci: tikus ekor putih (Maxomys hellwandii), endemik, Sulawesi, komposisi pakan COMPOSITION OF FEED WHITE-TAIL RAT (Maxomys hellwandii) IN THE CAGE ABSTRACT White-tailed Rat (Maxomys hellwandii) is an endemic species from Sulawesi with least concern (LC) conservation status. The existence of this species is still less attention. The main threat is hunting White-tailed rats for sale, this research aims to inventory the types of feed and the white rat tail portion. This study was conducted to provide information on the composition of the feed white-tailed rats that can be utilized in conservation efforts, especially in the activities of breeding with domesticated effort. The method used in this study was ad libitum sampling to calculate the weight of feed consumed.From the results obtained that the composition of White-tailed Rat feed types such as: papaya (51.3%), cassava tubers (15.7%), coconuts (15.6%), insects (grasshoppers) (13.9% ), leaf Piper beetle (2.9%), fruit peel Terminalia catappa (0.4%), vine Pieper beetle (0.2%), fruit Ficus sp. (0.1%). From these results it can be concluded that the white-tailed rat eating papaya fruit of more than 50% of the total feed and white-tailed rat is not true herbivorous species, but tend to be omnivorous. Keywords: white-tailed rat (Maxomys hellwandii), endemic to Sulawesi, feed composition
Pendidikan Konservasi Satwa Endemik Sulawesi bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Palaes, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara Saroyo Sumarto; Parluhutan Siahaan; Adelfia Papu
The Studies of Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2022): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.2022.4.2.43433

Abstract

 Conservation education is important for early childhood because at this stage of development, they are easy to get influenced by external factors, especially on topics that are interesting for them and are able to generate interest and attention. North Sulawesi which is part of the Walllacea Region with high biodiversity with forms of endemism, especially animals, has provided uniqueness and benefits for the area. On the other hand, the high threat to their survival has become an international concern. Therefore, it is very important to implement conservation efforts through conservation education at an early age. The purpose of this community service activity is an effort to socialize the existence, benefits, threats, and conservation that can be done from an early age. The method of implementing the activity is through workshops on examples of Sulawesi endemic animals in North Sulawesi, threats to their survival, and conservation efforts. The evaluation was carried out through a simple pretest and posttest on knowledge and attitudes towards the diversity of Sulawesi endemic animals and their conservation. The results of the evaluation showed that there was an increase in knowledge from 3.8 to 6.2 and attitudes from 5.6 to 6.4. The conclusion of the activity is an increase in knowledge and attitudes of elementary school students towards knowledge and conservation of Sulawesi's endemic animals in North Sulawesi.Keywords: Conservation education; elementary school students; Sulawesi endemic animals; Palaes Village; North MinahasaAbstrakPendidikan konservasi penting bagi usia dini karena pada tahap perkembangan tersebut, mereka mudah untuk mendapatkan pengaruh faktor luar, apalagi pada topik-topik yang bagi mereka menarik dan mampu memunculkan minat dan perhatian. Sulawesi Utara yang merupakan bagian dari Kawasan Walllacea dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dengan bentuk-bentuk endemisme, terutama satwa telah memberikan kekhasan dan manfaat bagi kawasan. Di sisi lain, tingginya ancaman terhadap kelangsungan hidup mereka telah menjadi keprihatinan dunia internasional. Oleh karena itu upaya konservasi melalui pendidikan konservasi pada usia dini sangat penting untuk dilaksanakan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ialah upaya untuk sosialisasi keberadaan, manfaat, ancaman, serta konservasi yang bisa dilakukan sejak usia dini. Metode pelaksanaan kegiatan ialah melalui workshop contoh-contoh satwa endemik Sulawesi di Sulawesi Utara, ancaman terhadap kelangsungan hidupnya, serta upaya konservasinya. Evaluasi dilaksanakan melalui pretes dan postes sederhana terhadap pengetahuan dan sikap terhadap keanekaragaman satwa endemik Sulawesi dan konservasinya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dari 3,8 menjadi 6,2 serta sikap dari 5,6 menjadi 6,4. Kesimpulan hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap meningkat pada siswa sekolah dasar terhadap pengetahuan dan konservasi satwa endemik Sulawesi di Sulawesi Utara.
STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI KAWASAN HUTAN KOTA DESA KUWIL KABUPATEN MINAHASA UTARA Rio Priyanto Saibi; Saroyo ., Saroyo; Hanny Hesky Pontororing
EUGENIA Vol. 27 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/eug.27.1.2021.43260

Abstract

Birds are one of the forest's ecosystem components which able to help in the forest's natural regeneration, with one of the bird's natural habitats being urban forests. This study aims to analyze the diversity and describe the bird's species in the Urban Forest habitat of the Kuwil Village of North Minahasa Regency. Data collection used survey methods with plots in form of 2 rectangular line transects with a length of 2000 m each and 20 m wide. Data collection is done 5 times. Based on the research, there were 10 species of birds with a diversity index of bird species as 1.98 which was in the medium category. The species found were Halcyon chloris, Corvus enca, Pycnonotus aurigaster, Oriolus chinensis, Gerygone sulphurea, Galliralus torquatus, Phaenicophaeus calyorhynchus, Eudynamys melanorhyncus, Geopelia striata, and Ducula aenea.
Kajian Perdagangan Satwa Liar Kuskus Kerdil (Strigocuscus celebensis) di Pasar Motoling Minahasa Selatan Putri Sianipar; Johny S. Tasirin; Saroyo Saroyo
Silvarum Vol. 1 No. 3 (2022): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.509 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perdagangan dan persepsi pedagang dan pembeli tentang satwa liar di Pasar Motoling. Data diperoleh melalui wawancara dengan pendekatan sensus kepada pedagang dan secara acak pada pembeli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satwa liar yang diperdagangkan di Pasar Motoling paling banyak berasal dari Gorontalo (30%), Dumoga (21%), Kotamobagu (17%), lalu Temboan, Tompaso baru, Sulteng, Makassar, Toli-toli, Buol, Kendari, dan Mamuju. Volume perdagangan Strigocuscus celebensis 10 ekor/minggu dengan harga Rp33.333/ekor. Harga dan volume perdagangan satwa lainnya adalah Sus celebensis Rp35.000/kg (101 kg/minggu), Pteropus celebensis Rp50.000/kg (33 kg/minggu), Phyton reticulatus Rp45.000/kg (50 kg/minggu), dan Paruromys dominator Rp33.000/ekor (97 ekor/minggu). Persepsi pedagang cukup baik (65,7%; 62,9%-71,7%) dan persepsi pembeli baik (76,7%; 70,0%-79,8%). Alasan menjual satwa liar adalah sebagai sumber pendapatan dan dibeli untuk tujuan konsumsi.
PENGARUH KOMUNIKASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT BANK SYARIAH MANDIRI BRANCH OFFICE TANJUNG Ahril Hidayat; Saroyo Saroyo; Muhammad Danton Noor
JAPB Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : lppm.stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) Untuk mengetahui pengaruh Komunikasi terhadap kinerja karyawan di PT Bank Syariah Mandiri Branch Office Tanjung (2) Untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di PT Bank Syariah Mandiri Branch Office Tanjung (3) Untuk menganalisis seberapa besar pengaruh komunikasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di PT Bank Syariah Mandiri Branch Office Tanjung Menggunakan metode kuantitatif untuk menguji teori - teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antar variabel. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah bagian terkecil dari populasi mengingat jumlah populasi hanya sebesar 30 orang karyawan, maka semua karyawan diambil keseluruhan untuk dijadikan sampel. Sehingga sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di PT Bank Syariah Mandiri Branch Office Tanjung. Hasil penelitian menunjukkan (1) Ada pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan di PT Bank Syariah Mandiri Branch Office Tanjung sebesar 7.95* (2) Ada pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di PT Bank Syariah Mandiri Branch Office Tanjung sebesar 8.56*(3) Besar pengaruh komunikasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di PT Bank Syariah Mandiri Branch Office Tanjung sebesar 48.8% dan sisanya 51.2% dipengaruhi variabel kompensasi dan motivasi yang tidak digunakan dari penelitian ini. Kata kunci : Komunikasi, Disiplin Kerja dan Kinerja Karyawan
PENGARUH KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA CV. YAZID BERSAUDARA CABANG TANJUNG KABUPATEN TABALONG Lisa Wati; Saroyo Saroyo; Kiswanul Arifin
JAPB Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : lppm.stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini, dengan pemberian kompensasi yang sesuai dan adanya lingkungan kerja yang kondusif tentunya akan dapat meningkatkan kinerja karyawan dan meminimalisir turn off karyawan. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dengan total responden sebanyak 47 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan kuesioner. Alat bantu analisis berupa program SPSS Versi 23. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) kompensasi mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai Sig. sebesar 0,025 < 0,05; 2) lingkungan kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai Sig. 0,001 < 0,05; 3) kompensasi dan lingkungan kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan dengan nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,05; 4) besarnya pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja sebesar 55,1%, sedangkan sisanya 44,9% dipengaruhi variabel lain diluar penelitian ini. Kata Kunci: Kompensasi; Lingkungan Kerja; Kinerja Karyawan
PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN (STUDI PADA PERUSAHAAN LQ-45 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018) Muhammad Hendriyani; Jauhar Arifin; Saroyo Saroyo
JAPB Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : lppm.stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan tata kelola perusahaan yang baik dapat mempermudah perusahaan untuk menarik minat dari para calon investor untuk menanamkan saham di perusahaan LQ-45. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi, berupa laporan keuangan priode tahun 2018. Besarnya Good Corporate Governance (X) terhadap kinerja keuangan (Y) dapat dilihat dari AFIT = 0.447 yang artinya nilai AFIT berkonstribusi dengan nilai 44.7%, artinya Good Corporate Governance (X) berpengaruh terhadap kinerja keuangan (Y) sebesar 44.7% sisanya 55.3% di pengaruhi oleh variabel lain dari penelitian ini . Berdasarkan hasil pengujian maka dapat disimpulkan bahwa hepotesis penelitian ini di terima. Kata Kunci : Good Corporate Governance; Kinerja Keuangan; Bursa Efek Indonesia
Co-Authors Adelfia Papu Adelfia Papu Adelfia Papu Adelfia Papu Ahmadin Awal Lumente, Ahmadin Awal Ahril Hidayat Akbar Arafah Embo, Akbar Arafah Alotia, Jayens Alule, Melisa BEIVY JONATHAN KOLONDAM Bryan M. Kuheba Deidy Katili Deidy Katili Deidy Y Katili Deidy Y Katili Deidy Y. Katili Deidy Y. Katili Edwin de Queljoe Eka Yuningsih Eko Handoyo Fabiola B. Saroinsong Farha N.J Dapas Febby E.F Kandou Fernandez T. Upa Frangky J. Paat Glorio D. Pinaria Greis M. Sendow Hanny Pontororing Hengki D. Walangitan Herni E.I Simbala I Nyoman Gede Arya Astawa Indra Polii, Indra Indriati Sumarni Islamul Hadi Jauhar Arifin Jessy D.L. Warongan Johny P. Lengkong Karim, Irwan Karmini Karmini Karyati Karyati Kiswanul Arifin Kunio Watanabe Lalu Wahyudi Langi, M A Lisa Wati Luther Latumakulita Maabuat, Pience Maria Y.M.A. Sumakud Marnix L. D. Nangoy Marnix L. D. Nangoy Marnix L.D Langoy Marnix L.D. Langoy Marnix Langoy Martina A. Langi Max R.J. Runtuwene Muhammad Danton Noor Muhammad Hendriyani Mylton Mantouw Mylton Mantouw, Mylton Olly E.H. Laoh Orpa Smarce Fransina Manori Parluhutan Siahaan Parluhutan Siahaan Parluhutan Siahaan Parluhutan Siahaan Pience V Maabuat Puasa, Marton Putri Sianipar Putri Tesalonika Rondonuwu Rahma Wati Rahmi Baihaki Rio Priyanto Saibi Rivo F. Rahasia Roni Koneri Rooije R.H. Rumende Rooije R.H. Rumende Rudy C Tarumingkeng Rumanasari, Ratih Dwi Rumanasen, Baren Rustamiya Rizki Adiati Sahdin Sapsuha Saibi, Rio P. Saibi, Rio Priyanto Saimima, Arie J. Sandy, Jhon I. Sandy, Jhon Ismail Sary D.E. Paturusi Sendy Rondonuwu, Sendy Seni Tongkukut Septiyana Lestari Shinta Avriyanti Sirait, Hasanuddin Siska Anggreani Siti Hatiah Sri Supraptini Mansjoer Stanly O.B. Lombogia Sumual, Mercy M. Sunarmi Sunarmi Susan Marlein Mambu Syamsul Bachry Tangapo, Agustina Monalisa TARUNI SRI PRAWAST MIEN KAOMINI ANY ARYANI DEDY DURYADI SOLIHIN Taufik Rahman Tenda, Edwin Upa, Fernandez T. Wilmy Pelle