Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Review: Efektivitas Daun Nangka Sebagai Antibakteri Purba, Gemi Sabrina; Oktoba, Zulpakor; Soleha, Tri Umiana; Adjeng, Andi Nafisah Tendri
Sains Medisina Vol 3 No 1 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i1.489

Abstract

Infeksi merupakan masalah kesehatan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Biasanya, penyakit infeksi diobati dengan antibiotik, tetapi penyalahgunaan antibiotik yang umum terjadi dapat menyebabkan resistensi, membuat bakteri menjadi tidak peka terhadap pengobatan tersebut. Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam.) ialah salah satu tanaman yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk mengobati beragam penyakit akibat infeksi bakteri. Dalam review artikel ini dibahas mengenai komposisi metabolit sekunder yang terkandung dalam daun nangka guna memahami kemajuan riset terkait potensi daun nangka yang berfokus pada eksplorasi senyawa-senyawa bioaktif yang berperan dalam aktivitas antimikroba. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dengan data yang didapat berasal dari artikel dengan alat pencarian informasi literature Google Scholar dan PubMed dengan rentang tahun 2017 sampai 2023. Hasil didapat dan disimpulkan bahwa ekstrak daun nangka mengandung senyawa-senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Escherichia coli, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, dan Propionibacterium acnes merupakan contoh bakteri yang perkembangbiakannya terhambat secara signifikan oleh ketiga senyawa yang diteliti.
Ethnopharmacy Study of Medicinal Plants Lampung Tribe in Pekon Tabuan Island, District Cukuh Balak, Tanggamus Regency, Lampung Province Oktoba, Zulpakor; Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Romulya, Ari Irawan
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v9i1.286

Abstract

People in the Indonesian archipelago have long used medicinal plants as an alternative disease treatment. Tabuan Island is an area in Cukuh Balak District, Tanggamus Regency, Lampung Province, where most people are Lampung Peminggir /Pesisir tribe who still practice empirical medicine with local wisdom. Ethnopharmacy studies on Tabuan Island in the Lampung tribe have never been conducted and published. The study aimed to explore the knowledge of local communities regarding the types of medicinal plants for the search and development of new medicines. This research method includes area studies and descriptive studies in the form of ethnopharmacognosy-ethnopharmacology approaches in the Tabuan island community in 4 (four) villages or Pekon namely Pekon Sawang Balang, Pekon Suka Banjar, Pekon Kuta Kakhang, and Pekon Karang Buah used participatory observation methods and open interviews. The results showed that the Lampung Peminggir ethnic group on Tabuan Island still maintains ethnopharmaceutical traditions by utilizing plants used as medicine in 36 families of 76 species to treat diseases used singly or as a concoction accompanied by jampi. The most widely used plant families are Fabaceae, Zingiberaceae, Malvaceae, Meliaceae, and Poaceae. These medicinal plants in the Fabaceae family are most widely used to remedy mouth ulcers and skin problems such as tinea versicolor, ringworm, itching, acne, dandruff, diarrhea, and diabetes. Leaves are the most widely used plant parts, as much as 49.52%, and the least used plant parts are herbs, thallus, and fungi, while most of these plants are obtained in the garden. The most common way of processing medicinal plants is by stewing.
Article Review: Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian VAP (Ventilator-Associated Pneumonia) Pada Pasien Icu Yang Menggunakan Ventilator Mekanik Az Zahra, Ghina Nazhifah; Pardilawati, Citra Yuliyanda; Junando, Mirza; Oktoba, Zulpakor
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v3i1.609

Abstract

Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi nosokomial pada saluran pernafasan yang terjadi pada pasien di ruang rawat intensif. Kejadian VAP dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko, antara lain: lama penggunaan ventilator mekanik, umur, perawatan oral hygiene, intubasi, komorbid, serta sedasi. VAP menjadi salah satu masalah kesehatan yang harus dihadapi oleh pasien dan tenaga kesehatan, khususnya pada pasien kritis terkait meningkatnya prevalensi kejadian morbiditas dan mortalitas akibat VAP. Article review ini bertujuan untuk dapat mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) pada pasien ICU. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam upaya pencegahan dan pengelolaan VAP. Studi ini menggunakan metode article review yang didapatkan melalui pencarian Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci “Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian VAP pada Pasien ICU yang menggunakan ventilator mekanik” berdasarkan kriteria inklusi. Hasil dari article review pada 8 artikel diketahui bahwa faktor faktor yang memengaruhi kejadian VAP pada pasien ICU yang menggunakan ventilator mekanik adalah banyak terjadi pada pasien yang berusia rentan, menggunakan ventilator mekanik lebih dari 48 jam, serta perilaku oral hyginie. Selain itu terdapat beberapa faktor lainnya yaitu jenis kelamin, pendidikan, intubasi, komorbid kejadian VAP, skor CPIS (Clinical Pulmonary Infection Score), sedasi, cuci tangan, dan pembedahan.
Literature Review: Manfaat Tradisional, Kandungan Fitokimia, Aktivitas Farmakologis, dan Potensi Pengembangan Sediaan Antibakteri dari Tumbuhan Kakao (Theobroma cacao L.) Agaphe Suluh Brahmantio; Ramadhan Triyandi; Zulpakor Oktoba; Femmy Andrifianie; Muhammad Iqbal
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v3i2.362

Abstract

The cacao plant (Theobroma cacao L.) has long been used in traditional medicine and has been proven to contain phytochemical compounds such as polyphenols, flavonoids, alkaloids, and tannins, which exhibit pharmacological activities, including antioxidant, anti-inflammatory, and antibacterial properties. This study aims to review the potential development of antibacterial formulations based on cacao extract through a literature review. The method used is a qualitative descriptive analysis of national and international journals published in the last 10 years. The review results indicate that extracts from cacao seeds, fruit peels, and leaves are effective in inhibiting the growth of various pathogenic bacteria, both Gram-positive and Gram-negative. Various formulations such as gels, creams, lotions, soaps, toothpaste, and mouthwash have been developed with promising results. The utilization of the cacao plant as an antibacterial agent in pharmaceutical formulations holds great potential as a natural alternative in the healthcare field while also adding value to cocoa industry by-products.
Pendampingan Pembuatan Mykunas (Gummy Kulit Nanas) dalam Rangka Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas di Pekon Gunung Terang, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung: Assistance in Making Mykunas (Pineapple Peel Gummy) in the Context of Utilizing Pineapple Peel Waste in Pekon Gunung Terang, Bulok District, Tanggamus Regency, Lampung Province Afriyani, Afriyani; Ulandari, Atri Sri; Oktoba, Zulpakor; Suri, Nurma
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 5 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i5.8837

Abstract

Utilization of Pineapple Peel (Ananas comosus L.) waste into jelly candy products for dental health. This PKM activity aims to socialize the Farmer Group community that pineapple peels can be utilized and processed into gummy candy, which is effective in improving dental health. Pineapple skin is rich in bromelain, vitamin C, cysteine protease, and phytochemical compounds in the form of alkaloids, phenols, tannins, flavonoids, saponins, and carbohydrates. Pineapple skin also contains a rich source of vitamin C and manganese, which can help fight inflammation in the gums and tissues. Manganese helps in the development, strengthening, and repair of bones and teeth. Bromelain and Vitamin C in pineapple skin have the potential to be developed into pharmaceutical products. The method used is focus group discussion (FGD) by presenting theory in lectures, completing pre-test and post-test questionnaires, and interactive questions and answers. The results of the analysis based on the results of the pre-test and post-test questionnaires showed that there was a slight increase in participants' understanding after taking the test. The average percentage of participants' pre-test was 78.12%, while the average percentage of post-test was 78.33%. Utilizing pineapple peel waste in gummy candy is effective in improving dental health and opening up business opportunities for the community. Pineapple skin, which is rich in bromelain and vitamin C, has not previously been utilized optimally. With this assistance, the Pekon Gunung Terang community can process pineapple peel waste into products that are valuable and beneficial for health and the local economy.
Studi Etnofarmasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Suku Lampung Di Pekon Margakaya Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu Novriana, Dina; Oktoba, Zulpakor; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Triyandi, Ramadhan
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 4, No 3 (2024): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnofarmasi merupakan  ilmu hubungan antara kebiasaan sebuah kelompok masyarakat yang ditinjau dari farmasetiknya.  Untuk mempertahankan pengetahuan pengobatan tradisional khususnya suku Lampung, maka perlu dilakukan pendokumentasian dengan pendekatan etnofarmasi. Jenis penelitian ini observasional deskriptif  melalui pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel yakni snowball sampling melalui wawancara dengan metode total sampling. Data diolah secara kuantitatif melalui perhitungan indeks nilai budaya atau ICS. Sebanyak 40 spesies tumbuhan dari 28 famili dimanfaatkan sebagai obat oleh suku Lampung di Pekon Margakaya. Tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu dari famili Zingiberaceae diantaranya kunyit (Curcuma longa), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), kencur (Kaemferia galanga), jahe (Zingiber officinale), dan lengkuas (Alpinia galanga). Cara pemanfaatan tumbuhan obat yaitu direbus, ditumbuk, konsumsi langsung, dan diparut. Berdasarkan perhitungan ICS, tumbuhan yang memiliki nilai budaya paling tinggi yaitu kunyit (Curcuma longa) dengan nilai 90 kriteria signifikansi tinggi. Semakin tinggi nilai ICS maka semakin tinggi nilai budaya seperti halnya kunyit yang dipakai oleh masyarakat suku Lampung
Tinjauan Botani, Etnofarmasi, Fitokimia, dan Bioaktivitas Daun Katang-Katang (Ipomoea pes-caprae L.) Ilyas Prabamukti; Oktoba, Zulpakor; Ulandari, Atri Sri; Zakiah Oktarlina, Rasmi
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 3 No. 1 (2025): Bulan Juli 2025, FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v3i1.5213

Abstract

Latar belakang: Ipomoea pes-caprae L. atau katang-katang merupakan tumbuhan perdu yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan diketahui mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid, polifenol, alkaloid, tanin, dan saponin yang berkontribusi terhadap aktivitas farmakologis, termasuk sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk meninjau aspek botani, kandungan fitokimia, dan bioaktivitas daun katang-katang melalui pendekatan tinjauan literatur. Metode: Metode yang digunakan berupa analisis deskriptif kualitatif terhadap publikasi ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak daun I. pes-caprae memiliki efektivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen, menangkal radikal bebas, serta mengurangi proses inflamasi. Simpulan dan saran: Potensi ini menjadikan daun katang-katang sebagai kandidat bahan alam yang menjanjikan untuk dikembangkan dalam sediaan farmasi berbasis herbal.
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA) dan Waspada Bahan Kimia Obat pada Jamu dan Obat Tradisional di Desa Baturaja Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran, Lampung: Healthy Living Community Movement for Safe Food Awareness (Germas SAPA) and Awareness of Chemical Substances in Jamu and Traditional Medicines in Baturaja Village, Way Lima District, Pesawaran Regency, Lampung Ramdini, Dwi Aulia; Oktoba, Zulpakor; Ulandari, Atri Sri; Parabi, Muhammad Iqbal; Afriyani, Afriyani; Mega, Sri Wulan; Wardhana, Donny Kesuma
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 12 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i12.8208

Abstract

Gerakan Masyarakat Sehat Pangan Aman (Germas SAPA) and Waspada Bahan Kimia Obat in traditional medicines (BKO) are initiatives aimed at enhancing public health degrees in Indonesia. Baturaja Village, located in Way Lima, Pesawaran Regency, is one of the villages that had not yet been exposed to information about these programs. A team of lecturers from the University of Lampung, in collaboration with Balai Besar Pengawan Obat dan Makanan (BBPOM) in Bandar Lampung, conducted a public outreach session for the residents of Baturaja Village. This activity involved an educational session attended by 28 participants, including members of the PKK members and the general public. The session included educational presentations, the distribution of pocketbooks, and questions and answers. Pre- and post-test results on Germas SAPA and BKO awareness showed improved knowledge, with pre-test averages of 8.21 and 8.42, and post-test averages of 9.17 and 9.11. Positive responses were observed from the participants, as demonstrated by their enthusiastic inquiries related to food safety, herbal medicines, and general health. This initiative aims to enhance public understanding of food safety and traditional remedies, with PKK members expected to share this information within the community.
Studi Etnofarmasi Tanaman Obat Untuk Perawatan Dan Penumbuh Rambut Pada Beberapa Daerah Di Indonesia Oktoba, Zulpakor
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 3 No. 3 (2018): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v3i3.65

Abstract

Studi etnofarmasi merupakan pendekatan yang digunakan untuk mengeksplorasi pengetahuan lokal komunitas tertentu dalam hal pemanfaatan tumbuhan obat. Artikel ini membahas tentang metode pengobatan dan tanaman obat yang digunakan untuk perawatan dan pemeliharaan rambut pada beberapa etnis di Indonesia yaitu Aceh, Mandailing, Rejang, Melayu kerinci, Melayu, Jawa, Using, Dayak (Kanayant, Tunjung, Malinau), Bali, Kaili (Ledo, Moma), Seko, Banggai, Sigi. Selain itu studi ini juga bermanfaat untuk mengetahui obat dari bahan alam yang belum banyak diketahui bioaktivitasnya. Metode yang digunakan adalah studi literatur, sedangkan data yang digunakan adalah artikel, database dan textbook yang dipublikasikan dari tahun 1993 sampai 2017. Pencarian informasi literatur dilakukan menggunakan mesin pencarian elektronik artikel dan jurnal penelitian yang dipublikasikan pada beberapa situs, seperti Google, Pubmed, NCBI, Elsevier, dan lain-lain. Hasil data yang didapat disimpulkan bahwa ada 23 jenis spesies tanaman yang digunakan untuk perawatan dan penumbuh rambut dari 20 famili.
Ethnopharmacy Study of Medicinal Plants Lampung Tribe in Pekon Tabuan Island, District Cukuh Balak, Tanggamus Regency, Lampung Province Oktoba, Zulpakor; Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Romulya, Ari Irawan
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v9i1.286

Abstract

People in the Indonesian archipelago have long used medicinal plants as an alternative disease treatment. Tabuan Island is an area in Cukuh Balak District, Tanggamus Regency, Lampung Province, where most people are Lampung Peminggir /Pesisir tribe who still practice empirical medicine with local wisdom. Ethnopharmacy studies on Tabuan Island in the Lampung tribe have never been conducted and published. The study aimed to explore the knowledge of local communities regarding the types of medicinal plants for the search and development of new medicines. This research method includes area studies and descriptive studies in the form of ethnopharmacognosy-ethnopharmacology approaches in the Tabuan island community in 4 (four) villages or Pekon namely Pekon Sawang Balang, Pekon Suka Banjar, Pekon Kuta Kakhang, and Pekon Karang Buah used participatory observation methods and open interviews. The results showed that the Lampung Peminggir ethnic group on Tabuan Island still maintains ethnopharmaceutical traditions by utilizing plants used as medicine in 36 families of 76 species to treat diseases used singly or as a concoction accompanied by jampi. The most widely used plant families are Fabaceae, Zingiberaceae, Malvaceae, Meliaceae, and Poaceae. These medicinal plants in the Fabaceae family are most widely used to remedy mouth ulcers and skin problems such as tinea versicolor, ringworm, itching, acne, dandruff, diarrhea, and diabetes. Leaves are the most widely used plant parts, as much as 49.52%, and the least used plant parts are herbs, thallus, and fungi, while most of these plants are obtained in the garden. The most common way of processing medicinal plants is by stewing.
Co-Authors Abda Abda Adrifianie, Femmy Afna Nur Afni Palogan Afriyani Afriyani Afriyani, Afriyani Agaphe Suluh Brahmantio Agnes Monica Murisla Ali, Nur Fitriana Muhammad Ambarwati, Endah Andi Nafisah Andrifianie, Femmy Anisa Safitri Annisa Tamara Panjaitan Ari Irawan Ari Irawan Ari Irawan Ari Wahyuni Aryanti, Adinda Aryni, Dinda Chalysta Asep Sukohar Asep Sukohar Athallah, Muhammad Muzhafar Athallah, Muhammad Muzhaffar Atri Sri Ulandari Atri Sri Ulandari Atri Sri Ulandari Az Zahra, Ghina Nazhifah Bayu Anggileo Pramesona Ciptaningrum, Sekar Rahmasari Ratna Dhia Insyirah Antoni Endah Ambarwati Eristo PNR, Claresta Salma Ervina Damayanti Evy Afriyani Fariha Ais Aliya Fathia, Syaharani Noer Femmy Andrifianie Femmy Andrifianie Firdaus, Wahyu Alfath Hanif Hibatulloh Helmi Ismunandar Ihsanti Dwi Rahayu Ilyas Prabamukti Junando, Mirza Kurniawaty, Evi Lani Hartanti Makki, Callista Auli Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Maulano, Muhammad Ravlizar Mega, Sri Wulan Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Mutiara Nauli Br. Sitinjak Noer Fathia, Syaharani Novriana, Dina NUR AFRIYANI Oktafany Parabi, Muhammad Iqbal Pardilawati, Citra Yuliyanda Purba, Gemi Sabrina Putra Seta, Amanda Putri, Adhilah Marani Putu Ristyaning Ayu Putu Ristyaning Ayu Sangging Rahmadhita, Elmira Rahmasari, Sekar Ramadhan Triyandi Ramadhan Triyandi Ramadhan, Ananda Abdullah Zaki Ramadhina, Farrasyifa Ramadianti, Savira Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Recky Patala Recky Patala Reval Hidayat Risti Graharti Romulya, Ari Irawan Sangging, Putu Ristyaning Ayu Silvia Sekar Ardi Nurjana Suharmanto Suri, Nurma T. Adjeng, Andi Nafisah Tiara Aninditha Tri Umiana Soleha Tri Umiana Soleha Tri Umiana Soleha Triyandi, Ramadhan Tsania Zahra Taslima Vira Margitha, Ayu Wardhana, Donny Kesuma Widodo, Alya Rahmah Yulianti, Mega Intan Zahra Taslima, Tsania