Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation of Creative Problem Solving Model to Improve Students' Critical Thinking Skills in Chemistry Lessons Muzaimah Muzaimah; Abdul Gani; Andi Ulfa Tenri Pada; Ratu Fazlia Inda Rahmayani; Muhammad Syukri; Yusrizal Yusrizal
Jurnal Tadris Kimiya Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Department of Chemistry Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jtk.v7i2.21262

Abstract

Implementation of the 2013 and prototype curriculum requires students to master critical thinking skills. This study aims to determine differences improvement of students' critical thinking skills who were taught using Creative Problem Solving (CPS) and direct learning model in chemistry learning. This research is quasi-experimental research. The research sample was 64 student from class 10th grade, which are 32 students in experimental class and 32 students in control class. The sample was taken by purposive sampling. The instrument used is critical thinking skills test consisting of 15 questions. Data collection was carried out pretest and posttest. Data analysis used N-gain test and independent sample t-test. The results showed that the experimental class's average N-gain of critical thinking skills was 0.84 (high) and the control class was 0.61 (medium). There are differences in students' critical thinking skills taught with CPS and direct learning model. The difference in the highest increase is found in the inference indicator which only exists in the CPS learning model. This proves that the application of the CPS model affects critical thinking skills better than the direct learning model.
Penerapan Model CIRC Berbantuan Media Flipping Book pada Materi Getaran, Gelombang, dan Bunyi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA di SMP Ramsyiah Ramsyiah; Hafnati Rahmatan; Muhammad Syukri; Yusrizal Yusrizal; Elisa Elisa
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2023): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i2.2654

Abstract

21st-century learning requires students to be equipped to process and use the information activities such as applying the CIRC learning model assisted by flipping book media. This study aims to determine the application of the CIRC learning model assisted by flipping book media to improve science learning outcomes. The research design used was the pretest-posttest control group. The population of this study was eighth-grade students at SMPN 1 and SMPN 2 Simeulue Timur because, based on data and observations, science learning outcomes were still low and taught using a teacher-centered model. The sample was determined using the purposing technique Sampling, which resulted in 108 students divided into two classes. The results showed that the N-Gain value of the experimental class was 56.96 and the control class was 28,04 and thit> ttab (9.42 > 1.98), indicating differences in the increase in cognitive learning outcomes of the two types of classes.
Implementation of Argumentation-Based Problem-Based Learning Models to Improve Critical Thinking Skills in Vibration and Wave Material Ahmad Farisi; Evendi Evendi; Abdul Halim; Muhammad Syukri; Elisa Elisa
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2023): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i2.2716

Abstract

The demands of 21st-century skills are critical thinking skills and scientific literacy skills. In fact, from the results of observations and interviews conducted at MTsS Nurul Falah school, it was found that students critical thinking skills and scientific literacy skills were still low. The purpose of this study was to analyze students' critical thinking skills. students on vibration and wave material taught by the argumentation-based PBL model at MTsS Nurul Falah. This study uses a quasi-type quantitative approach experiment with the Non-Equivalent Control Group Design research design. The population used in this study were all students of class VIII. And the sample used purposive sampling techniques determined based on initial test scores when students first enter the school. Based on these considerations, class VIII-A with a total of 27 students was selected as the control class and class VIII-C with a total of 26 students was selected as the experimental class. The instrument used in this research is test questions in the form of essays. The research data were analyzed using the average test, N-gain, and independent sample t-test. The results showed that the average critical thinking value of the experimental class was in the high category and the control class was in the medium category. Based on the independent sample t-test, it was found that there was a significant difference in improving students' critical thinking skills and students' scientific literacy abilities on vibration and wave material taught using the argumentation-based PBL model at MTsS Nurul Falah.
Penerapan Model Problem Based Learning pada Materi Alat-Alat Optik untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Menyelesaikan Masalah Kontekstual Sri Mulyani; Abdul Gani; Muhammad Syukri; Tarmizi Tarmizi; Elisa Elisa; Nurhasanah Nurhasanah; Fajriani Fajriani
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.801 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i1.15666

Abstract

Peserta didik sulit memahami materi alat-alat optik dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman dalam penguasaan materi. Hal ini dikarenkaan gaya mengajar guru masih dominan menggunkan model teacher center sehingga peserta didik tidak terlibat aktif pada proses pembelajaran dan menimbulkan kurangnya rasa kepercayaan diri pada peserta didik dalam menyelesaikan masalah konstektual fisika dengan menggunakan model problem based learning pada materi alat-alat optik. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain “control group pretest-posttest design”. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen sebanyak 30 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest- posttest untuk mengukur kemampuan menyelesaikan masalah konstektual dan angket untuk menilai kepercayaan diri peserta didik. Penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design. Hasil analisis nilai rata-rata pretest sebesar 50,07 dan posttest sebesar 75,77 dengan perolehan N-gain 0,51 yang tergolong kategori sedang. Uji signifikan dilakukan dengan menggunakan uji-t setelah data berdistribusi normal. Hasil uji t menunjukkan thitung ttabel (12,055 2,045) sehingga terdapat perbedaan nyata. Hasil analisis kepercayaan diri diperoleh peningkatan setelah menerapkan model problem based learning didapatkan bahwa indikator keyakinan akan kemampuan diri 81,77%, optimis 83,67%, obyektif 88,75%, bertangggung jawab 86,94%, dan rasional 88,85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah konstektual fisika dan kepercayaan diri peserta didik pada materi alat-alat optik.
Pengembangan Modul Fisika Berbasis Integrasi Islam-Sains pada Materi Gerak Lurus untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Asmaul Husna; M. Hasan; Mustafa Mustafa; Muhammad Syukri; Yusrizal Yusrizal
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.134 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i1.15539

Abstract

Sistem Pendidikan nasional yang diselenggarakan di Aceh sesuai dengan Qanun berdasarkan pada nilai-nilai budaya islami membuat sekolah melaksanakan pengembangan potensi siswa dengan mengedepankan nilai-nilai islami. Hal tersebut dapat terwujud salah satunya dengan menggunakan bahan ajar atau modul yang terintegrasi. Berdasarkan dari hasil observasi pada salah satu sekolah di SMA di Banda Aceh menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan hanya buku paket fisika yang belum terintegrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar modul berbasis integrasi islam dan sains yang valid, praktis dan efektif pada materi gerak lurus. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development dengan menggunakan model Sugiyono. Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi, observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respon peserta didik serta soal pre-tes dan pos-tes. Uji coba di lakukan pada kelas X MIPA 3 dengan jumlah 29 orang peserta didik. Hasil penelitian diperoleh kevalidan dengan kategori sangat valid, untuk kepraktisan berdasarkan hasil observasi didapat dengan kualifikasi sangat baik, sedangkan untuk keefektifan dilihat dari uji N-gain pre-tes dan pos-tes mengalami peningkatan dengan rata-rata 0,67 pada kategori sedang dan mendapat respon yang positif dari hasil analisis angket peserta didik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul materi gerak lurus yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.
Implementasi Pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains dan Kreativitas Siswa Widya Astuti*; Sulastri Sulastri; Muhammad Syukri; Abdul Halim
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 11, No 1 (2023): JANUARY 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.454 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v11i1.26646

Abstract

Current learning problems affect the low scientific literacy and creativity of students, so an approach is needed that is able to link science, technology, and society. The era of 21st century education and the development of the 2013 curriculum requires students to be creative and independent, so that they can improve better learning outcomes. This study aims to determine the differences in students' scientific literacy and creativity through the implementation of the STEM approach at SMP Negeri 2 Sigli. The research method used was pre- experimental with one group pretest posttest design. The research instrument consisted of scientific literacy questions, student creativity observation sheets and interview sheets. The results showed that the implementation of the STEM approach could improve students' scientific literacy with an average N-gain 0.74 in the high category. The average difference test results obtained a significance value of 0.000 0.05, meaning that there are differences in scientific literacy after the implementation of the STEM approach. This proves that the STEM approach can improve students' scientific literacy and student creativity as measured by three indicators. The three indicators measured are generating, planning and, producing, so that the scores obtained from the three indicators are included in the high category. The conclusion in this study is that students' scientific literacy and creativity increase through the STEM approach
Pengaruh Model Pembelajaran Generatif Berbasis PhET Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Motivasi Belajar Siswa pada Materi Gelombang Cut Luthfia Harum; Muhammad Syukri; Yusrizal Yusrizal; Cut Nurmaliah
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.208 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i2.15776

Abstract

Abstrak. Peranan ilmu fisika dalam proses pembelajaran agar siswa dapat menumbuhkan keteramplan berpikir kritis dalam memecahkan persoalan sehari-hari. Penerapan pembelajaran fisika yang menarik akan meningkatkan motivasi belajar siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model generatif berbasis PhET dalam pembelajaran fisika terhadap keterampilan berpikir kritis dan motivasi siswa pada materi gelombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa quasi experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA yang berjumlah 227 siswa, sedangkan teknik pemilihan sampel berupa purposive  sampling. Teknik ini ditentukan berdasarkan nilai akhir ujian yang dimuliki oleh setiap kelas, kemudian membandingkan untuk memilih kelas yang memiliki hasil belajar dengan nilai rata-rata yang sama. Sampel dalam penelitian terdiri dari dua kelas yaitu siswa kelas XI MIA 2 berjumlah 33 siswa dan XI MIA 5 yang berjumlah 34 siswa. Prosedur pengumpulan data menggunakan soal KBK dan angket motivasi. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji t test dan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran generatif berbasis PhET diperoleh N-gain KBK 1 sebesar 0,55 atau 55% kriteria sedang, KBK 2 sebesar 0,63 atau 63% kriteria sedang, KBK 3 sebesar 0,73 atau 73% kriteria tinggi, KBK 4 dan KBK 5 sebesar 0,60 atau 60% kriteria sedang, selanjutnya KBK 6 sebesar 0,71 atau 71% kriteria tinggi. Motivasi siswa melalui penerapan model pembelajaran generatif pada keempat indikator termasuk dalam kategori setuju. Hasil dari keempat indikator terdiri dari perhatian pembelajar diperoleh 4,23, membangun relevansi 4,17, kepercayaan diri 4,15 dan kepuasan 4,21.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah model generatif berbasis PhET dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan motivasi belajar siswa menjadi lebih baik.Kata Kunci:Model Generatif, PhET, Keterampilan berpikir Kritis, dan Motivasi Abstract. The role of physics in the learning process so that students can develop critical thinking skills in solving everyday problems. The interesting application of physics learning will increase student motivation. The purpose of this study was to determine the effect of the PhET-based generative model in physics learning on critical thinking skills and student motivation on wave material. The method used in this research is quasi-experimental. The population in this study were 227 XI MIA students, while the sample selection technique was purposive sampling. The sample in this study consisted of two classes, namely students of class XI MIA 2 totaling 33 students and XI MIA 5 totaling 34 students. Data collection procedures using KBK questions and motivation questionnaires. The data analysis technique was performed using t test and percentage formula. The results showed that students' critical thinking skills through generative learning models based on PhET obtained N-gain KBK 1 of 0.55 or 55% moderate criteria, KBK 2 of 0.63 or 63% moderate criteria, KBK 3 of 0.73 or 73 % high criteria, KBK 4 and KBK 5 are 0.60 or 60% criteria are medium, then KBK 6 is 0.71 or 71% high criteria. Student motivation through the application of generative learning models to the four indicators included in the agreed category. The results of the four indicators consisting of student attention were obtained 4.23, building relevance 4.17, confidence 4.15 and satisfaction 4.21. The conclusion in this study is that the generative model based on PhET can improve students 'critical thinking skills and students' motivation to learn better. Keywords: Generative Models, PhET, Critical Thinking Skills, and Motivation
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Kalor Izzah Al-Fikry; Yusrizal Yusrizal; Muhammad Syukri
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.894 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v6i1.10776

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menentukan pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis (KBK) peserta didik pada materi kalor. Metode yang digunakan adalah quasi experimental dengan pretest-posttest control group design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas X MIA dan sampelnya peserta didik kelas X MIA-2 dan X MIA-3 yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda beralasan sebanyak 15 soal. Data dianalisis dengan menggunakan program microsoft excel. Hasil akhir menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu 92,32 dan 74,41. Hasil perhitungan N-gain diperoleh rata-rata pada kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 86,59 dan 52,94. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model PBL secara signifikan lebih baik dalam meningkatkan KBK peserta didik dibandingkan model konvensional.
Implementation of Engineering Everywhere in Physics LKPD Based on STEM Approach to Improve Science Process Skills Zainuddin Zainuddin*; Muhammad Syukri; Soni Prayogi; Safira Luthfia
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 10, No 2 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.181 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v10i2.23130

Abstract

High school students (MAN 3) Banda Aceh are experiencing problems related to science process skills, so they need to be improved. Efforts to improve KPS can be pursued through "Implementation of Engineering Everywhere in Physics worksheets based on the STEM approach with the aim of knowing the improvement of students' science process skills using Engineering Everywhere on physics worksheets based on the STEM approach. The Pre-Experimental Design One Group Pretest-Postest research, research subjects for class XI MIA 2 students as many as 27 people. The instruments used consisted of test instruments (scientific process skills test questions), and non-tests (RPP, LKS, teacher observation sheets, and student response questionnaires). Data analysis techniques quantitatively and qualitatively as well as the calculation of the N-Gain Score. The results of qualitative data analysis obtained validity, practicality of the instruments used and quantitative data analysis obtained the effectiveness of the science process skills instrument with an N-gain result of 0.69, and was supported by the results of the student response questionnaire which scored 940 in the effective category
Komparasi Hasil Belajar Materi Fluida Statis Melalui Penerapan Model Pembelajaran TPS Dan TPSQ Berbasis Advance Organizer Untuk Mengetahui Tingkat Pemahaman Konsep Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 1 Banda Aceh Cut Rizki Mustika; Abdul Gani; Muhammad Syukri
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.146 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v6i2.11641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika siswa melalui penerapan model pembelajaran think pair share dan think pair square berbasis strategi advance organizer pada konsep fluida statis serta mengetahui pengaruh strategi advance organizer terhadap pemahaman konsep peserta didik dalam menghubungkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh peserta didik kelas XI MIA SMA Negeri 1 Banda Aceh. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan teknik random sampling, yaitu peserta didik kelas XI MIA2 dan kelas XI MIA3 sebagai kelas eksperimen 1 dan 2. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar sebanyak 10 soal berbentuk pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil uji statistik data posttest untuk kelas eksperimen 1 dan 2 secara berturut diperoleh thitung = 0,29 dengan ttabel = 2,002, sehingga hipotesi Ho diterima dan disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar pemahaman konsep fisika peserta didik  kelas XI MIA SMA Negeri 1 Banda Aceh melalui penerapan model pembelajaran TPS dan TPSQ berbasis advance organizer.
Co-Authors A Halim A Halim A. Halim Abdul Gani Abdul Gani Haji Abdul Halim ABDUL HAMID Abdul Hamid Ade Rahayu Fadhilla Adlim Adlim Adlim Ahmad Farisi Anderias Henukh Andi Ulfa Tenri Andi Ulfa Tenri Pada Anggi Susilawati Arhamni Binti Hamid Asmaul Husna Ayu Andriani Basri, Mahdalena Cut Luthfia Harum Cut Nurmaliah Cut Rizki Mustika Cut Rosi Dyanti Dara Sasmita Desy Shafira Siahaan Dewi Agusti Yanti Dian Rafika Elisa Elisa Elisa Elisa Elisa Elisa Elisa Elisa Elisa Kasli Elmi Mahzum Elva Sesioria Putri Elva Sesioria Putri Emi Fitrya Husna Erni Maidiyah Evendi Evendi Evendi Evendi Fajriani Fajriani Farah Diana Fazli, Rahmad Rizki Fazli, Rahmat Rizki Fitria Herliana Gani, Abdul Habibati Hafnati Rahmatan Hafnati Rahmatan Ibnu Khaldun Ibnu Khaldun Ibnu Khaldun Irham Fahmi Irwansyah Irwansyah Ismail Ali Ismul Huda Izzah Al-Fikry Khwaengmek, Wipavadee L. Halim Lia Musnidar Lilia Ellany Mohtar Lilia Halim Lilia Halim Lilia Halim Maghfirah, Siti Mentari Mentari Mubiar Agustin Muhammad Adlim Muhammad Adlim Muhammad Hasan Muhammad Hasan Muhammad Iqbal Muhibbuddin Muhibbuddin Mulia Rahmi Mursal Mursal Musdar Musdar Mustafa Mustafa Muzaimah Muzaimah Nasir*, Muhammad Nasrullah Zaini Nazaruddin Ali Basyah Ngadimin Ngadimin Nia Kurnia Devy Nini Afriana Niswatul Khaira Nurazidawati Mohamad Arsad Nurazidawati Mohamad Arsad Nurazidawati Mohammad Arsad Nurhasanah, Nurhasanah Pera Marita Prayogi, Soni Putri Shalina Rajibussalim Ramsyiah Ramsyiah Ratu Fazlia Inda Rahmayani Safira Luthfia Safrida Safrida Safrijal, Safrijal Sakdiah Sakdiah Saminan Saminan Saminan Saminan Saminan, Saminan Siti Maghfirah Siti Maghfirah Sri Mulyani Suhrawardi Ilyas Sulaiman Sulaiman Sulastri Sulastri Susanna Susanna Susilawati Susilawati Syahrun Nur T. S. M. Meerah Tamil Selvan Subramaniam Tarmizi Tarmizi Utari, Fitri Diah Viqri Rolanda Wahyudi, Haekal Wardatul Husna Widya Astuti* Wirdatul Jannah Wiwit Artika Wiwit Artika Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yusrizal Zainuddin Zainuddin Zainuddin Zainuddin* Zhaifatul Ukhaira Zulfa Rizka Zulfadhli Rusli Zulfadli