Claim Missing Document
Check
Articles

Pembentukan Karakter Sopan Santun Melalui Budaya Ahlan Wa Sahlan Talamidz Safarina, Istiana Chasana; Kirom, Askhabul; Saifulah, Saifulah; Hadi, Muhammad Nur
Indo Green Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Green 2023
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v1i2.9

Abstract

Melihat kondisi karakter generasi muda yang kian hari kian memilukan, sebagaimana terlihat dari masalah sosial mereka, cara hidup mereka, hingga masalah kejahatan yang menimpa anak di bawah umur. Pembentukan karakter menjadi hal yang sangat urgent untuk segera diimplementasikan, salah satunya melalui budaya sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan implementasi budaya ahlan wa sahlan talamidz di MA Darut Taqwa Sengonagung, (2) Mendeskripsikan implikasi pembentukan karakter sopan santun melalui budaya ahlan wa sahlan talamidz terhadap perilaku peserta didik di MA Darut Taqwa Sengonagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yakni observasi, wawancara serta dokumentasi terkait, dengan informan meliputi kepala madrasah, waka bidang kurikulum, waka bidang kesiswaan dan peserta didik MA Darut Taqwa Sengonagung. Setelah data dilapangan terkumpul, peneliti menganalisis data dengan teknik kondensasi data, tampilan data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Budaya Ahlan Wa Sahlan Talamidz dilaksanakan setiap hari pada pukul 06:40-06:55 WIB di depan gerbang dengan jadwal guru yang ditentukan. Budaya ini dilakukan melalui strategi pembiasaan dan keteladanan maka dari itu sangat membutuhkan bantuan guru dalam pelaksanaannya. (2) Implikasi pembentukan karakter sopan santun melalui budaya ahlan wa sahlan talamidz terhadap perilaku peserta didik tercermin dari kebiasaan peserta didik diantaranya; berpenampilan sopan, bertutur kata yang santun, jika membutuhkan bantuan tidak berteriak, bersikap ramah, dan terbiasa bersalaman dengan guru maupun teman sebaya.
Pembentukan Karakter Sopan Santun Melalui Budaya Ahlan Wa Sahlan Talamidz Safarina, Istiana Chasana; Kirom, Askhabul; Saifulah, Saifulah; Hadi, Muhammad Nur
Indo Green Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Green 2023
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v1i2.9

Abstract

Melihat kondisi karakter generasi muda yang kian hari kian memilukan, sebagaimana terlihat dari masalah sosial mereka, cara hidup mereka, hingga masalah kejahatan yang menimpa anak di bawah umur. Pembentukan karakter menjadi hal yang sangat urgent untuk segera diimplementasikan, salah satunya melalui budaya sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan implementasi budaya ahlan wa sahlan talamidz di MA Darut Taqwa Sengonagung, (2) Mendeskripsikan implikasi pembentukan karakter sopan santun melalui budaya ahlan wa sahlan talamidz terhadap perilaku peserta didik di MA Darut Taqwa Sengonagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yakni observasi, wawancara serta dokumentasi terkait, dengan informan meliputi kepala madrasah, waka bidang kurikulum, waka bidang kesiswaan dan peserta didik MA Darut Taqwa Sengonagung. Setelah data dilapangan terkumpul, peneliti menganalisis data dengan teknik kondensasi data, tampilan data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Budaya Ahlan Wa Sahlan Talamidz dilaksanakan setiap hari pada pukul 06:40-06:55 WIB di depan gerbang dengan jadwal guru yang ditentukan. Budaya ini dilakukan melalui strategi pembiasaan dan keteladanan maka dari itu sangat membutuhkan bantuan guru dalam pelaksanaannya. (2) Implikasi pembentukan karakter sopan santun melalui budaya ahlan wa sahlan talamidz terhadap perilaku peserta didik tercermin dari kebiasaan peserta didik diantaranya; berpenampilan sopan, bertutur kata yang santun, jika membutuhkan bantuan tidak berteriak, bersikap ramah, dan terbiasa bersalaman dengan guru maupun teman sebaya.
Efektifitas Media E-Book Smart Pada Pembelajaran Agama Islam Di RA Darussalam Pasrepan Pasuruan Imarotus Solichah; M. Jamhuri; Muhammad Nur Hadi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 2 No. 4: Juli 2023
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran untuk pendidikan agama Islam merupakan kegiatan yang ada dalam kaitannya dengan materi agama Islam maupun dalam bentuk alat dan teknik atau metode yang dapat di gunakan secara efektif oleh guru agama. Pembelajaran Agama Islam di RA masih banyak problem yaitu dimana orang tua yang menuntut seorang pendidik agar anak didiknya selalu semangat belajar dan cerdas tetapi belajar hanya di lakukan di sekolah, pentingnya media pembelajaran untuk anak usia dini agar dapat meningkatkan semangat belajar karna media pembelajaran adalah suatu alat untuk menyampaikan pesan kepada anak didiknya. Dengan adanya permasalahan tersebut yang menjadi fokus penelitian ini adalah: (1) Bagaimana implementasi media E-Book Smart terhadap pembelajaran keagamaan di RA Darussalam. (2) Bagaimana respon peserta didik di RA Darussalam terhadap penggunaan media E-Book Smart (3) Bagaimana keefektifan pembelajaran keagamaan anak didik di RA Darussalam melalui penggunaan media E-Book Smart. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode wawancara, observasi, dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Sumber data yang berasal dari data primer dan data sekunder. Analisis data terdiri atas tiga tahap yaitu: reduksi data, menampilkan informasi (display data), dan kesimpulan (conclustion). Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran Agama Islam pada anak usia dini melalui penggunaan media pembelajaran yaitu E-Book Smartyang di lakukan di RA Darussalam Krajan Petung Pasrepan Pasuruan maka hasil dari implementasikan, respon serta efektifitas yaitu dapat meningkatkan kemampuan beragama Islam untuk anak usia dini melalui pengajaran menggunakan media E-Book Smart, karna media tersebut adalah salah satu media yang cocok untuk digunakan sebagai pembelajaran anak usia dini dan agar lebih mudah memperkenalkan pendidikan keagamaan pada anak usia dini. Serta dapat berusaha untuk menjelaskan bagaimana perkembangan penggunaan media E-Book Smartdi era digital pada zaman saat ini.
A Comparative Study Of The Curriculum At Ma'arif Sukorejo Islamic Elementary School With The Curriculum At Pager 2 Sengonagung Purwosari Public Elementary School Ningsih, Sanianisa; Kirom, Askhabul; Hadi, Muhammad Nur
-
Publisher : AR-RASYID : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/arrasyid.v5i1.23904

Abstract

This study aims to compare the curriculum implemented in Ma'arif Sukorejo Islamic Elementary School and Pager 2 Sengonagung Purwosari State Elementary School. Through the analysis of various components of the curriculum, it was found that in the aspect of learning materials. Ma'arif Sukorejo Islamic Primary School presents additional materials that focus on Islamic religious education, such as Al-Qur'an Hadith, Jurisprudence, Islamic Culture History (SKI), Akidah Akhlak, and Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja). In contrast, Pager 2 State Elementary School provides Islamic Religious Education (PAI) subjects with one additional material for reading and writing the Qur'an (BTQ) only. In addition to differences in material, educational objectives are also a differentiator in this study. Ma'arif Sukorejo Islamic Elementary School emphasizes the formation of students who are not only academically intelligent, but also religious and Islamic. Meanwhile, Pager 2 State Elementary School emphasizes the development of students who are intelligent and have character in accordance with the values of Pancasila. This research uses a qualitative approach with a comparative method, where data is obtained through observation interviews and documentation. The results provide an overview of the similarities and differences in the curriculum components of each school, with a focus on religious materials and learning objectives as the differentiating elements. In conclusion, although the two schools have different focuses, they still implement Merdeka Curriculum as an effort to produce a generation that is smart, creative, characterized, religious, and ready to face future challenges.
Synergy between Teachers and Parents of Students in Forming Morals in MI Miftahul Ulum Puntir Students Nur Ayyuni, Lailah; Kirom, Askhabul; Hadi, Muhammad Nur
Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/al-ulum.v6i2.12259

Abstract

The synergy between Madrasah Ibtidaiyah (MI) and various stakeholders is a key factor in improving the quality of education. This article discusses the collaboration between MI, the government, the community, and other educational institutions in enhancing both learning quality and students' character development. Using a qualitative approach, this study analyzes different forms of synergy as well as the challenges faced in its implementation. The results indicate that effective cooperation between MI and other stakeholders can create a conducive learning environment that supports the development of Islamic values and students' academic competencies. However, there are still challenges in terms of coordination and resources that require further attention. Therefore, a more systematic and sustainable strategy is needed to optimize this synergy.
Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Berbasis Outcome Based Education Nur Hadi, Muhammad; Supriyatno, Triyo; Marno; Syaifullah

Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/muallim.v6i2.5517

Abstract

Independent learning, independent campus is a contemporary learning concept that is able to facilitate innovation in Islamic Religious Education learning, because in the independent learning program, learning can be done in the classroom or outside the classroom, even learning is carried out in the real world of work. The aim of this research is to finding an innovation strategy for learning Islamic Religious Education through an independent learning program on an independent campus based on Outcome Based Education (OBE) that is capable of creating student-centered learning. This research uses a qualitative approach with a library research type, data collection is carried out using documentation, and data analysis is carried out in three stages, namely data condensation, data presentation and conclusion drawing. The results of the research show that the Islamic Religious Education learning innovation strategy is implemented using the project based learning (PBL) learning method based on Outcome Based Education which is carried out through eight programs, including: Student Exchange, Internships, Teaching Assistance in Education Units, Research, Independent Study, Entrepreneurship, Real Work Lectures, and Humanitarian projects.
Model Asesmen Sumatif dengan Menggunakan Metode Library Research untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Kurikulum Merdeka Maisyaroh, Illusiyah; Abdullah, Muhammad; Hadi, Muhammad Nur
Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2023): Asatiza: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/asatiza.v4i3.1063

Abstract

The independent curriculum is still relatively new in the learning process, where many teachers are still not able to maximize the process of implementing the independent curriculum, especially in the realm of summative assessment for PAI subjects. The aim of this research is to find out what the summative assessment model for PAI subjects in the Merdeka curriculum is so that teachers can better understand the Merdeka curriculum. This research uses a qualitative approach with a library research method, where in the process of searching for data for this research, references will be used in literature studies. The results of this research are that the summative assessment model for PAI subjects in the independent curriculum has many steps and studies to be implemented. This research produced eight steps in summative assessment in the independent curriculum, namely (1) competency identification; (2) selection of assessment format; (3) assessment instrument specifications; (4) determining the assessment scale; (5) assessment scheduling; (6) the summative assessment is carried out according to schedule; (7) data processing and analysis; and (8) feedback and reporting.
Synergy between Teachers and Parents of Students in Forming Morals in MI Miftahul Ulum Puntir Students Nur Ayyuni, Lailah; Kirom, Askhabul; Hadi, Muhammad Nur
Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/al-ulum.v6i2.12259

Abstract

The synergy between Madrasah Ibtidaiyah (MI) and various stakeholders is a key factor in improving the quality of education. This article discusses the collaboration between MI, the government, the community, and other educational institutions in enhancing both learning quality and students' character development. Using a qualitative approach, this study analyzes different forms of synergy as well as the challenges faced in its implementation. The results indicate that effective cooperation between MI and other stakeholders can create a conducive learning environment that supports the development of Islamic values and students' academic competencies. However, there are still challenges in terms of coordination and resources that require further attention. Therefore, a more systematic and sustainable strategy is needed to optimize this synergy.
Strategi Pengurus Asrama A Dalam Membentuk Karakter Mandiri Santri Di Pondok Pesantren Ngalah Abdul Khamid; Muhammad Nur Hadi
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/sraj5n98

Abstract

This study aims to analyze the strategies of Dormitory A administrators in developing independent character in students at the Ngalah Islamic Boarding School in Pasuruan. Independent character is one indicator of the success of Islamic boarding school education, encompassing discipline, responsibility, self-confidence, and the ability to make independent decisions. This study used a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including interviews, participatory observation, and documentation. The research subjects were Dormitory A administrators and the students they care for. The results indicate that the strategies used by the administrators include establishing daily routines, providing motivation, direct supervision, and modeling attitudes. Supporting factors in developing independent character include the religious environment of the Islamic boarding school, the active role of mentors, and structured activities. However, obstacles also exist, such as the diverse backgrounds of the students, limited facilities, and a lack of internal motivation. The role of dormitory mentors is not only as supervisors but also as motivators and guides, shaping the students' character holistically. This research is expected to serve as a reference in developing character development programs in Islamic boarding schools and serve as a reference for other Islamic educational institutions in developing an independent and noble generation. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengurus Asrama A dalam membentuk karakter mandiri santri di Pondok Pesantren Ngalah, Pasuruan. Karakter mandiri merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidikan pesantren yang mencakup kedisiplinan, tanggung jawab, kepercayaan diri, serta kemampuan mengambil keputusan secara mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengurus asrama A dan santri yang diasuh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan pengurus asrama mencakup pembiasaan kegiatan harian, pemberian motivasi, pengawasan langsung, dan teladan sikap. Faktor pendukung dalam pembentukan karakter mandiri di antaranya adalah lingkungan pesantren yang religius, peran aktif pembimbing, serta kegiatan terstruktur. Namun demikian, terdapat pula hambatan seperti latar belakang santri yang beragam, keterbatasan fasilitas, dan kurangnya motivasi dari dalam diri santri. Peran pembimbing asrama tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai motivator dan pembimbing yang membentuk karakter santri secara holistik.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan program pembinaan karakter di pesantren serta menjadi referensi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam membentuk generasi yang mandiri dan berakhlak mulia.
Inovasi Pembelajaran PAI melalui Metode Teams Games Tournament (TGT) Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Siswa di MI Darut Taqwa Sengonagung Purwosari Maghfirotul Fitriyah; Muhammad Nur Hadi; M. Anang Sholikhudin; Achmad Yusuf
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i3.1473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memaparkan hasil dari inovasi pembelajaran melalui metode Teams Games Tournament (TGT) sebagai upaya peningkatan kompetensi siswa, yang meliputi beberapa hal dalam temuan penelitian yakni kegunaan metode Teams Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan kompetensi siswa yang mencakup tiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Dengan peristiwa yang seringkali terjadi pada kompetensi siswa dalam pembelajaran PAI sehingga hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa, selain itu siswa membutuhkan sesuatu yang baru, dengan suasana kelas yang baru. Metode teams games tournament ini juga memiliki 2 faktor yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung ialah ketepatan guru dalam menggunakan metode dan penyesuaian metode dengan karakter siswa. Faktor penghambatnya ialah sarana prasarana yang kurang lengkap dan membutuhkan waktu yang cukup lama, karena jika guru tidak bisa mengondisikan siswa maka waktu yang digunakan akan kurang. Adapun pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus, memerlukan analisis yang mendalam terhadap fakta peristiwa yang terjadi, dan memanfaatkan observasi, wawancara dan dokumentasi untuk memperkuat data dalam hasil temuan. Peneliti menggunakan sampel pada kelas V dengan 30 jumlah siswa.