Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SMARTek

STUDI PENGGUNAAN PASIR SUNGAI PODI SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET WEARING COURSE (HRS-WC) Setiawan, Arief
SMARTek Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.436 KB)

Abstract

Pasir Sungai Podi dengan sifat spesifik yakni nilai berat jenisnya yang relatif tinggi dibandingkansungai-sungai lain dan deposit material yang cukup besar mendorong untuk diteliti sebagaibahan lokal yang dapat dimanfaatkan untuk bahan perkerasan jalan khususnya bagi wilayahdisekitarnya.Penelitian dilakukan dengan memberikan variasi kadar pasir podi sebesar 15%, 20%, 25% dan 30%dari berat campuran. Jenis Campuran adalah HRS-WC. Pengujian karakteristik campurandengan menggunakan alat Marshall.Hasil yang diperoleh adalah gambar atau grafik yang dapat digunakan untuk memprediksisecara grafis karakteristik Marshall untuk kadar pasir podi 15% sampai dengan 30% dengan kadaraspal 6,5% sampai dengan 9,0%. Nilai kadar aspal optimum terpilih untuk kadar pasir podi 15%sampai 30% adalah 7% dengan nilai stabilitas tertinggi pada kadar pasir podi 15%.
KINERJA DURABILITAS CAMPURAN BETON ASPAL DITINJAU DARI FAKTOR VARIASI SUHU PEMADATAN DAN LAMA PERENDAMAN Tahir, Anas; Setiawan, Arief
SMARTek Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.301 KB)

Abstract

Durabilitas campuran beton aspal mempunyai pengaruh terhadap kinerja dan umur layanan suatu jalan. Durabilitas yang tinggi memberikan indikasi bahwa jalan tersebut lebih awet dan mempunyai ketahanan dari pengaruh cuaca dan air.Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui kinerja durabilitas campuran beton aspal dengan melakukan modifikasi rendaman Marshall dan variasi suhu pemadatan. Modifikasi rendaman Marshall yang dilakukan adalah 1, 2, 4, 6 dan 8 hari serta variasi suhu pemadatan dimulaidari 90oC, 100oC, 110oC, 120 oC dan 130oC. Untuk melihat kinerja durabilitas campuran beton aspal digunakan indikator Indeks Kekuatan Sisa (IKS), Indeks Penurunan Stabilitas, yaitu Indeks Durabilitas Pertama (IDP) dan Indeks Durabilitas Kedua (IDK). Penelitian ini dilakukan di laboratorium Transportasi dan Jalan Raya Fakultas Teknik Universitas Tadulako.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa durabilitas campuran beton aspal masih memenuhi persyaratan bina marga yaitu nilai IKS lebih besar 75%. Durabilitas tertinggi dicapai pada suhu pemadatan 120 oC dengan lama rendaman satu hari. Nilai Indeks Kekuatan Sisa (IKS) menurun dengan meningkatnya durasi rendaman. Indeks Durabilitas Pertama (IDP) umumnya mengalami kehilangan kekuatan, kecuali pada rendaman 4 hari mengalami peingkatan kekuatan. Indeks Penururnan Stabilitas tertinggi terjadi pada suhu pemadatan 120oC. Indeks Durabilitas Kedua (IDK) pada berbagai suhu pemadatan dan variasi rendaman umumnya mengalami kehilangan kekuatan kecuali pada variasi redaman 4 hari justru terjadi penambahan kekuatan sebesar 3.4% atau naik sekitar 56,57 Kg
STUDI PENGGUNAAN ASBUTON BUTIR TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL ASPHALTIC CONCRETE WEARING COURSE ASBUTON CAMPURAN HANGAT (AC-WC-ASB-H) Setiawan, Arief
SMARTek Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : SMARTek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.66 KB)

Abstract

Cadangan aspal alam (asbuton) yang cukup besar di Pulau Buton Sulawesi Tenggaramendorong untuk dapat dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian dengan menggunakancampuran hangat umumnya belum menunjukkan kinerja yang memuaskan sehingga perludiketahui kadar asbuton butir optimum untuk menghasilkan kinerja campuran hangat agregataspal yang memenuhi syarat.Penelitian dilakukan dengan memberikan variasi kadar asbuton butir T15/25 sebesar 11,5%,12,5%,13,5% dan 14,5% dari total campuran. Jenis Campuran adalah AC-WC Asb-H. Permaja hangatyang digunakan adalah AC 60/70 dengan solar sesuai dengan spesifikasi PH-1000 dengan kadar3,5%. Pengujian karakteristik campuran dengan menggunakan alat Marshall.Hasil yang diperoleh adalah memenuhi spesifikasi pada kadar abuton butir 11,5% sampai dengan14,5% dengan kadar asbuton butir optimum terpilih 12,1%.