Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN INTENSITAS SOSIALISASI PENCEGAHAN HIV/AIDS DAN PERSEPSI TENTANG KREDIBILITAS KONSELOR TERHADAP SIKAP MENDUKUNG IBU RUMAH TANGGA MENGENAI PENCEGAHAN HIV/AIDS DI KABUPATEN BANJARNEGARA Ainani Shifa Izazi; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.786 KB)

Abstract

HIV / AIDS is one of the infectious diseases whose sufferers continue to increase year by year, including in Banjarnegara Regency. The increase in Banjarnegara Regency alone reached 85% until 2018 and housewives were the second highest number of cases. Therefore, prevention measure is necessary so that the infection is not widespread. This study aimed to examine whether the intensity of socialization and the perception of counselor credibility could influence the attitude of housewives in supporting the prevention of HIV / AIDS. Some of the theories used for reference in this study include information-integration theory, communication competency theory, and Source of credibility theory. The type of research was explanatory, which is the type of research that explains the causal relationship between variables studied by conducting hypothesis testing using the coefficient formula and Kendall Tau-B. It was obtained that there was no relationship between the intensity of socialization and the attitude of housewives to HIV / AIDS prevention. This result indicated that the socialization performed only provided little knowledge or only made little impact on cognition and did not arrive at a decision or attitude. However, perception of the counselor credibility and the attitude of housewives had a very significant and strong relationship. This result implied that respondents trusted HIV counselors strongly as people who were truly credible in handling, preventing HIV/AIDS in in Banjarnegara District.
Strategic Communication Museum Kereta Api Ambarawa Sebagai Area and General Affairs Manager Indra Septia BW; Djoko Setyabudi; M Bayu Widagdo; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.505 KB)

Abstract

Museum Kereta Api Ambarawa merupakan salah satu peninggalan di Indonesia yang memilkipotensi pariwisata yang sangat besar. Maka dari itu melalui rangkaian kegiatan promosiStrategic Communication Museum Kereta Api Ambarawa bertujuan untuk mengangkat potensimuseum ini menjadi sebuah objek yang dikenal oleh masyarakat luas .Kegiatan Strategic Communication Museum Kereta Api Ambarawa tak lepas dari peran dariArea and General Affairs Manager . Area and General Affairs Manager adalah orang yangbertanggung jawab atas seluruh kebutuhan operasional tim dan kebutuhan operasionalkegiatan.Keberhasilan kinerja dari Area and General Affairs Manager dapat diukur dari terpenuhi atautidaknya seluruh kebutuhan operasional dan perijinan kegiatan. Dalam kegiatan ini.Kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Strategic Communication Museum Kereta ApiAmbarawa sangat ditentukan dengan kinerja dari Area and General Affairs Manager
HUBUNGAN IMMERSION WITH GAME DALAM ADVERGAME DENGAN LEVELS OF COMPREHENSION (TINGKAT PEMAHAMAN) DARI BRAND MESSAGE (PESAN MEREK) Aeda Aldeafara; Djoko Setyabudi, S.Sos, MM
Interaksi Online Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.002 KB)

Abstract

Advergame kini mulai digunakan sebagai tools dalam komunikasi pemasaran di Indonesia. Game memiliki sifat yang interaktif dimana terdapat sebuah storyboard dalam peraturan permainan yang merupakan pesan yang ingin disampaikan pemasar. Tanpa sadar para pemain mengikuti peraturan permainan dan berpatisipasi aktif mengolah pesan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan immersion with game dalam advergame dengan levels of comprehension (tingkat pemahaman) dari brand message (pesan merek) dengan menggunakan pendekatan positivistic yang menguji relasi 2 variabel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan teknik one shot case study dengan total sampel 30 orang yang terbagi dalam dua kelompok yaitu immersive dan non-immersive. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner diberikan pada partisipan setelah bermain advergame. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis komparatif dua kelompok beda Independent Sample T-Test dengan memenuhi uji normalitas Kolomogrov Smirnov dan uji homogenitas variansi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan immersion with game dalam advergame dengan levels of comprehension (tingkat pemahaman) dari brand message (pesan merek). Hal ini disebabkan nilai probabilitas signifikansi pada Uji Independent Sample Test menunjukkan nilai >0,05. Selain itu nilai rata-rata kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Sehingga dapat dinyatakan bahwa immersion with game bukanlah aspek yang perlu diperhatikan dalam pemahaman pesan game.
HUBUNGAN TERPAAN PESAN PERINGATAN BAHAYA MEROKOK DAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ROKOK DENGAN MINAT BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA Bella Prawilia; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.933 KB)

Abstract

The number of teenage smokers in Indonesia has increased each year. Government's efforts in reducing the number of smokers is to include a warning message about the dangers of smoking on cigarette advertisements. The latest warning message has a difference with the previous warning message. The latest one are have picture and with a shorter sentence.This research is a quantitative study with explanatory type, which aims to knowing correlation between exposure to warning message about the dangers of smoking and level of knowledge about cigarette to interest in quitting smoking in adolescents. The theory used is the theory of Cognitive Response. The population of the research was teenage boys who become an active smokers with population numbers unknown. This research uses technique of non-random sampling which taken samples 60 people. The primary data were analyzed using Pearson correlation test with the help of SPPS program.The results of the Pearson correlation analysis show that between variable exposure to warning message about the dangers of smoking (X) with variable level of knowledge about smoking (Z) has a significant correlation. This is shown by the value of significance is 0,033 which mean the level of significance is smaller than 0.05 and the value of the correlation coefficient is 0,276. Variable level of knowledge about smoking variables (Z) with variable interest in quitting smoking (Y) has significant correlation. This is showed by the value of significance is 0.005 which mean smaller than 0.05 and the value of the correlation coefficient is 0,359.The government as policy maker about warning message on cigarette advertisements should be consistent in an effort to reduce the number of smokers in Indonesia. The proportion of warning message can be wider in print media and outdoor media and also give more duration on cigarette advertisements in electronic media so it can be more clearly seen by all audiences.Key words: Exposure to Warning Message, Level of Knowledge, Interest in Quitting Smoking.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Online dan Citra Merek dengan Loyalitas Konsumen Koran Suara Merdeka Anggun Puspa Regita; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 8, No 4: Oktober 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between the intensity of the use of online media and brand image with Consumer Loyalty of Suara Merdeka Newspaper. The population in this study is Semarang residents who subscribe to the Suara Merdeka newspaper. The results showed that the intensity of the use of online media does not have a significant effect with the consumer loyalty of Suara Merdeka newspaper as indicated by the significance value 0,295 (>0,05) so the first hypothesis is rejected. Then the second hypothesis test was obtained that the brand image have a significant effect with the consumer loyalty of Suara Merdeka newspaper because the test results showed a significance value 0,028 (<0,05) so that the second hypothesis was accepted
Pengelolaan Aplikasi Berbasis Lokasi “Dalam Kota (Dalkot)” Divisi Marketing Communication Director dan Divisi Production Director Aditya Gilang Gifari; Djoko Setyabudi; Triyono Lukmantoro; Candra Sateria
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.788 KB)

Abstract

Dalkot (Dalam Kota) adalah sebuah layanan aplikasi seluler yang memanfaatkan Location-Based Service (LBS) yang menyediakan informasi mengenai lokasi wisata dan hiburan berdasarkan lokasi fisik penggunanya, dan sejak tanggal 6 Mei 2015 Aplikasi ini sudah dapat diunduh secara gratis melalui Google Play (Android) dan Apple Store (iOS). Namun ternyata sejak pertama kali aplikasi Dalkot soft launching, jumlah pengunduh aplikasi Dalkot sangatlah sedikit, belum banyak masyarakat kota Semarang yang mengunduh atau sekedar mengetahui keberadaan aplikasi Dalkot, beragam fitur dan konten informatif yang dimiliki oleh aplikasi Dalkot nyatanya belum mampu dipasarkan secara baik. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengelola dan mengkomunikasikan aplikasi Dalkot dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah pengunduh. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibuat kegiatan, pengelolaan aplikasi Dalkot dalam bidang marketing communication yang terdiri dari kegiatan pre-event dalam bentuk buzzing melalui media sosial, dan event Dalkot Way-to-Eat sebagai sebuah strategi promosi yang berlangsung di 10 tempat kuliner di Kota Semarang yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku target audiens untuk mengunduh Aplikasi Dalkot, selain itu juga terdapat kegiatan advertising dan online marketing sebagai bentuk penyebaran informasi mengenai aplikasi Dalkot sendiri dan event Dalkot Way-to-Eat.Sebagai Marketing Communication Director dan Production Director, penulis bertanggung jawab pada penyusunan dan realisasi konsep produksi, promotion, dan marketing secara keseluruhan, Hasilnya, kegiatan pengelolaan aplikasi Dalkot dalam bidang marketing communication ini efektif meningkatkan perilaku target audiens untuk mengunduh Aplikasi Dalkot. Untuk kedepan, PT. Maju Dalam Kota perlu untuk membuat kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan engagement dengan target audiens, dan hal ini bisa dilakukan dengan pelaksanaan kegiatan serupa secara kontinyu.
Hubungan Terpaan Bauran Promosi Rokok Apache dengan Minat Membeli Ahmad Fauzi; M Bayu Widagdo; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.657 KB)

Abstract

Dalam bersaing dengan kompetitor, rokok Apache menggunakan bauranpromosi sebagai alat dalam memasarkan dan mengkomunikasikan produknyakepada masyarakat. Penjualan rokok Apache sangat baik dan terus meningkatsejak pertama produksi. Empat bauran promosi yang digunakan rokok Apacheantara lain: periklanan, hubungan masyarakat, promosi penjualan, penjualanperorangan. Rokok Apache hingga kini masih menggunakan keempat bentukpromosi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara terpaanperiklanan, terpaan hubungan masyarakat, terpaan promosi penjualan, terpaaanpenjualan perorangan dengan minat membeli rokok Apache. Dengan mengacu padateori Advertising Exposure, teori behavior learning dan teori komunikasi personal.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplanatori. Penelitianini menggunakan teknik non random sampling dengan cara purposive samplingsebagai teknik untuk menentukan sampel. Terdapat 50 responden yang menjadisampel. Alat yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah uji statistikkorelasi pearson.Hasil penelitian pada pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa adakorelasi yang signifikan antara terpaan periklanan dengan minat membeli rokokApache . Hal ini ditunjukkan dengan angka signifikansi sebesar 0,014 dan nilaikorelasi sebesar 0,344. Hasil pengujuan hipotesis kedua menunjukkan bahwaterdapat hubungan yang sangat signifikan antara terpaan hubungan masyarakatdengan minat membeli rokok Apache didasarkan pada angka signifikansi sebesar0,000 dan nilai korelasi sebesar 0,540. Hipotesis ketiga menunjukkan terdapathubungan yang signifikan antara terpaan promosi penjualan dengan minatmembeli rokok Apache didasarkan pada angka signifikasi 0,039 dan nilai korelasisebesar 0,292. Hipotesis terakhir menunjukkan terdapat hubungan yangsignifikan antara terpaan penjualan perorangan dengan minat membeli rokokApache didasarkan pada angka signifikasi sebesar 0,046 dan nilai sebesar 0,284.
STUDI FENOMENOLOGI MEDIA SOSIAL BIGO LIVE Ayu Sarah Shabrina; Djoko Setyabudi, S.Sos, MM
Interaksi Online Vol 5, No 2: April 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.122 KB)

Abstract

Semakin berkembangnya teknologi komunikasi saat ini, telah memberikan kita banyak kemudahan untuk berkomunikasi dengan satu orang maupun banyak orang sekaligus. Seperti dalam media sosial Bigo Live, sebuah media sosial baru dimana dapat melakukan siaran video secara live melalui ponsel dan penyiar dapat berinteraksi secara langsung dengan penontonnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mempelajari fenomena Bigo Live. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologis. Dalam pengumpulan data dilakukan indept interview dengan lima orang informan yang berasal dari Kota Semarang. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa orang-orang menggunakan Bigo Live karena mempunyai suatu tujuan tersendiri seperti mengisi waktu luang, menambah teman, hingga mempromosikan jualannya. Dan seiring berjalannya waktu, mereka juga ingin mengumpulkan hadiah dari para penontonnya. Namun para informan belum menukarkan beans milik mereka kedalam bentuk uang karena merasa hal tersebut sangat berat, hingga lebih memilih untuk menukarkan kembali dalam bentuk diamonds. Aktivitas yang mereka lakukan pun juga cukup beragam untuk dapat menarik perhatian penonton. Bahkan dari menggunakan Bigo, kita juga bisa mendapatkan sesuatu yang menguntungkan seperti penghasilan, teman serta pasangan. Kendala banned yang mereka hadapi terjadi karena mereka menyuguhkan konten siaran yang bertentangan dengan peraturan yang dibuat oleh Bigo Live.
STRATEGIC COMMUNICATION MUSEUM KERETA API AMBARAWA CREATIVE MANAGER Aditya Iman Hamidi; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.293 KB)

Abstract

This project in based on the less promotion Ambarawa Train Museum as an thepotential tourism assets that owned by PT Kereta Api Indonesia which located inCentral Java. Less promotion doesn’t make a lot of visitors who come to AmbarawaTrain Museum. In this project, Creative Manager has a purpose to promote theAmbarawa Train Museum through graphic design for publication and merchandisebased on Visual Communication Design concept. Creative Manager also responsiblewith finding talent to perform at the museum in order to increase the attractiveness ofthe visitors. These activities raised in a series of activities Strategic CommunicationAmbarawa Train Museum in order to increase knowledge of public and visitors to themuseum.The project is held in one month. In the main events earned 5 talents with detail3 traditional performer and 2 modern performer The result from promotion throughgraphic design for publication and merchandise earned a positive respon from publicindicated by teh increasing visitor who come to the museum in May which significantlyby 30.786 visitors, where in previous month no more than 10,000 visitors. In addition,this project shows that the Strategic Communication Ambarawa Train Museum"Sepoorheroes" was successful.
MEMAHAMI PROSES KOMUNIKASI PERSUASIF PENJUAL UNTUK MEMBENTUK KEPERCAYAAN PEMBELI PADA TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE MELALUI FORUM JUAL BELI KASKUS Setyo Adhi Nugroho; Djoko Setyabudi; Nurist Surraya ulfa
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENDAHULUAN Berbagai transaksi jual beli yang dahulu hanya bisa dilakukan secara tatapmuka, kini sangat mudah dan dapat dilakukan melalui media internet(http://id.wikipedia.org/wiki/Internet). Cara jual beli yang konvensionalsebenarnya masih digunakan, tetapi banyak juga orang yang menawarkan barangdan / atau jasa melalui online shopping. Akhir-akhir ini penjual, selainmempunyai toko untuk melakukan aktivitas jual beli secara konvensional, jugamenggunakan akses internet sebagai wadah untuk menawarkan dagangan mereka.Transaksi melalui online shopping di Indonesia diawali dari Forum JualBeli Kaskus (FJB Kaskus), yang kemudian secara bergantian mulai bermunculanforum-forum sejenis yang juga menyediakan layanan forum jual beli. Socialnetwork atau situs jejaring sosial seperti facebook dan multiply juga mulaimenjadi media belanja online selain TokoBagus, Rakuten, dan Berniaga.com.Melalui forum-forum, situs jejaring sosial, situs jual beli, dan media belanja inilahbanyak sekali transaksi jual beli yang dilakukan masyarakat melalui aksesinternet.Kaskus merupakan situs komunitas yang pertama dan bahkan yangterbesar di Indonesia, dimana situs tersebut yang pertama menyediakan forumkhusus untuk melakukan transaksi jual beli secara online. Berdasarkan data, lebihdari 60 persen total trafic pengunjung Kaskus yang per bulannya mencapai 40 jutaorang lebih, berasal dari FJB. Sementara total transaksi diprediksi mencapaimiliaran rupiah setiap bulannya(http://techno.okezone.com/read/2011/03/03/55/431121/online-shopping-mulaimarak-di-indonesia). Karena hal inilah, banyak masyarakat Indonesia yangmengakses dan memanfaatkan FJB Kaskus untuk mencari barang atau pun jasayang diinginkan.Melalui FJB Kaskus, calon pembeli dapat mencari barang yang diinginkandengan cara mengetikkan “key word” berupa barang atau jasa yang diinginkanpada kolom “search”, dan akan muncul beberapa thread yang berisi mengenaibarang atau jasa yang ingin dicari atau dibeli tersebut. Pada thread jual beli yangdibuat oleh TS (thread starter), berisikan informasi-informasi mengenai barangatau jasa yang di jual tersebut, dan informasi mengenai penjual yang diperlukan.Calon pembeli juga dapat mengetahui reputasi TS, selaku penjual, dengan melihatdi kolom profil milik TS. Selain spesifikasi barang yang akan dijual dan reputasidari TS, calon pembeli juga dapat melihat beberapa testimonial dari pembelipembeliyang pernah melakukan transaksi dengan TS.Dengan lebih dulu melihat informasi-informasi mengenai barang yangdijual dan profil dari beberapa TS, calon pembeli kemudian akan mengontak TSyang menurutnya dapat dipercaya untuk segera memesan barang yang diinginkan,karena beberapa Kaskuser bisa saja menjual barang yang sama atau sejenis.Setelah mengontak penjual, biasanya calon pembeli akan melakukan tawarmenawarharga sampai kedua belah pihak menyetujui berapa harga yang harusdibayar untuk barang yang diinginkan tersebut. Baru lah setelah kedua belahpihak saling setuju masalah harga, calon pembeli akan melakukan transaksi.Untuk pembayaran pada transaksi jual beli melalui FJB Kaskus yaitupembeli dapat melakukan proses pembayaran dengan cara melakukan transfersejumlah uang ke rekening yang sebelumnya terdapat dalam thread yang dibuatTS, dengan menggunakan sistem COD (Cash on Delivery), atau denganmelibatkan penyedia jasa rekber.Dalam hal pembayaran ini, sebagian besar pembeli melakukan transaksidengan cara mentransfer uang ke rekening penjual terlebih dahulu, baru kemudianbarang akan dikirim ke pembeli. Cara ini memang cara yang paling banyakdigunakan dalam melakukan transaksi jual beli secara online karena cara inidianggap sebagai cara yang paling mudah, apalagi bagi penjual dan pembeli yangberdomisili di kota atau daerah yang berbeda atau berjauhan. Sebenarnya cara inisangatlah rawan akan tindak penipuan. Kebanyakan penipuan yang terjadidikarenakan penjual yang tidak mengirim barang yang diminta oleh pembeli,padahal pembeli sudah mentransfer sejumlah uang kepada penjual. Walaupundemikian, jumlah transaksi jual beli yang terjadi melalui FJB Kaskus tetaplahbanyak. Tingkat kepercayaan Kaskuser terhadap Kaskus dan Kaskuser lain jugamasih tinggi. Kepercayaan tersebut tidak terjadi secara begitu saja, melainkanmelalui persuasi dari penjual kepada pembeli, dan persuasi tersebut dilakukansecara bertahap.PEMBAHASANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman penjual dalammelakukan komunikasi persuasi kepada pembeli sehingga pembeli bersedia untukmelakukan perilaku pembelian melalui FJB Kaskus. Penelitian ini dilakukandengan menggunakan pendekatan fenomenologi dengan mengaitkan antarapengalaman-pengalaman penjual dengan teori persuasi untuk menjelaskanmengenai upaya-upaya yang dilakukan penjual dalam menawarkan danmempromosikan barang dagangannya melalui FJB Kaskus, serta upaya-upayayang dilakukan penjual untuk menumbuhkan kepercayaan (trust) dari pembeli,sehingga pembeli bersedia melakukan pembelian. Peneliti juga mencobamenjelaskan mengenai upaya-upaya yang dilakukan pembeli dalam mencaribarang hingga membeli barang yang diinginkan melalui FJB Kaskus.Penelitian ini membahas mengenai ecommrece, yaitu transaksi jual beliyang dilakukan secara online. Beberapa kalangan akademisi pun sepakatmendefinisikan ecommerce sebagai salah satu cara memperbaiki kinerja danmekanisme pertukaran barang, jasa, informasi, dan pengetahuan denganmemanfaatkan teknologi berbasis jaringan peralatan digital (Indrajit, 2001: 11).Dari beberapa definisi yang dijelaskan dan dipergunakan oleh berbagaikalangan, terdapat kesamaan dari masing-masing definisi, dimana ecommercememiliki karakteristik sebagai berikut: Terjadinya transaksi antara dua belah pihak; Adanya pertukaran barang, jasa, atau informasi; dan Internet merupakan medium utama dalam proses atau mekanismeperdagangan tersebut.Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa transaksi jual beli onlinemelalui FJB Kaskus merupakan bentuk dari kegiatan ecommerce, karenadilakukan oleh dua pihak, terdapat pertukaran barang dan jasa, dan interaksi yangdilakukan menggunakan internet sebagai medium utama.Untuk menjelaskan mengenai upaya-upaya yang dilakukan penjual dalammenawarkan dan mempromosikan barang dagangannya melalui FJB Kaskus,digunakan konsep berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yaitu intergrity yangmembahas mengenai cara-cara yang biasa dilakukan penjual dalam menjualbarang dagangannya (Rofiq, 2007: 33), familiarity yang berkaitan dengankeakraban yang terjadi setelah penjual dan pembeli melakukan interaksi (Lu dkk,2009: 349), perceived similarity yang membahas mengenai kesamaan persepsiantara penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi jual beli secara onlinemelalui FJB Kaskus (Lu dkk, 2009: 350), dan structural assurance yang berkaitandengan jaminan-jaminan yang diberikan kepada pembeli (Kauffman, Robert J.,Patrick Y. K. Chau, Terry R. Payne, J. Christopher Westland, 2012: 346-360).Untuk menumbuhkan kepercayaan (trust) dari pembeli sehingga pembelibersedia melakukan pembelian, maka akan dikaitkan dengan karakteristikkomunikasi persuasif yang dilakukan oleh penjual. Karakteristik dari komunikasipersuasif yaitu terdapat interaksi antara penjual dan pembeli, adanya perilakuyang tidak memaksa dari penjual, dan adanya usaha-usaha untuk merubahperilaku (Adler, 2006: 428-430).Interaksi dilakukan karena apabila tidak ada interaksi, maka tidak akanterjadi suatu komunikasi antara penjual dan pembeli, dan jika tidak adakomunikasi, maka tidak akan terjadi suatu transaksi jual beli. Komunikasipersuasi yang dilakukan juga tidak memaksakan kehendak, namun lebih kepadameyakinkan orang lain, dalam hal ini yaitu pembeli, supaya pembeli bersediamelakukan suatu perilaku pembelian. Dan tujuan akhir dari komunikasi persuasiyaitu berusaha untuk melakukan perubahan perilaku.Perubahan perilaku ini tidak dapat terjadi secara langsung, melainkanmemerlukan adanya suatu proses. Komunikasi persuasif digunakan oleh penjualdalam FJB Kaskus untuk mengubah kepercayaan konsumen dan berusahamenimbulkan perubahan perilaku untuk melakukan jual beli online. Kepercayaanmerupakan komponen afektif yang menjadi salah satu unsur di dalam sikap yangmasuk ke dalam tahapan perubahan sikap pembelian konsumen.Kepercayaan tersebut akan muncul pada konsumen FJB Kaskus saatmelakukan penelusuran-penelusuran yang berkaitan dengan kemasan yang dibuat,serta janji-janji yang diberikan penjual, seperti thread yang dibuat, reply, quote,PM, VM, bahkan YM sekalipun. Setelah timbulnya kepercayaan ini, maka akandiikuti dengan komponen behavioral yakni perilaku terhadap sesuatu. Maka padatahap ini timbul tindakan untuk membeli atau tidak membeli.Masyarakat secara umum sudah sangat terbiasa melakukan kegiatanbelanja secara konvensional, dengan mendatangi penjual, melihat barang ataujasa, dan melakukan pembayaran secara langsung menggunakan uang tunai.Namun belanja secara online tentunya melawan kebiasaan yang telah ada padamasyarakat secara umum. Berikut adalah cara-cara yang dapat digunakan dalamrangka mengubah perilaku konsumen melalui perubahan komponen kognitif(Yusriana, 2011: 16-17):1. Mengubah keyakinanStrategi ini meliputi mengubah keyakinan satu atau beberapa daripenampilan atau kemasan produk.2. Mengganti hal-hal pentingBanyak konsumen yang berpikir bahwa tidak semua unsur-unsur produkitu penting. Maka dari itu perubahan dapat dilakukan melalui menonjolkanhal-hal yang dianggap tidak penting.3. Menambah keyakinanPada FJB Kaskus, keyakinan akan produk ditambah melalui memberikanfakta-fakta kemudahan dalam berbelanja selain itu menjadikan belanjaonline sebagai gaya hidup baru.4. Mengubah idealPada FJB Kaskus, idealisme membeli secara tatap muka tentu menjadiberkurang, dan perlahan digantikan model baru walaupun masih adabeberapa yang melakukannya dengan cara COD.Melalui tahap perubahan-perubahan kognitif tersebut, maka komponenafektif dan behavioral dapat berubah dengan sendirinya. Maka dalam penelitianini digunakan teori komunikasi persuasif dengan mengkombinasikan tiga konsepdasar perasaan awal individu atas sebuah produk dan metode perubahan kognitifuntuk mengubah afektif. Ketiga teori tersebut diharapkan mampu menjelaskanupaya seperti apa yang digunakan untuk membangun kepercayaan pembeli di FJBKaskus.Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitiandeskriptif kualitatif, dengan menggunakan paradigma interpretif, melaluipendekatan fenomenologi. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksuduntuk mengemukakan gambaran atau pemahaman (understanding) mengenaibagaimana dan mengapa suatu gejala atau realitas komunikasi terjadi (Pawito,2007: 35).Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif karena seperti yangdijelaskan Rahardjo (Modul Tim Fisip Undip, 2006: 8) bahwa paradigmainterpretif membantu dalam menginterpretasikan alasan-alasan yang dilakukanoleh para pelaku dalam melakukan tindakan-tindakan sosial.Karena peneliti ingin melihat pengalaman yang dialami oleh penjual danpembeli dalam berinteraksi melalui FJB Kaskus, maka penelitian inimenggunakan pendekatan fenomenologi. Hal ini berdasarkan penjelasanLittlejohn (2002), bahwa fenomenologi sebagai suatu gerakan dalam berpikir dandapat diartikan sebagai upaya studi tentang pengetahuan yang timbul karena rasakesadaran ingin mengetahui. Objek pengetahuan berupa gejala atau kejadiankejadianyang dipahami melalui pengalaman secara sadar (councious experience).Fenomenologi menganggap pengalaman yang aktual sebagai data tentang realitasyang dipelajari (Pawito, 2007: 54).Subjek dari penelitian ini adalah individu (kaskuser) yang memilikipengalaman dalam kegiatan transaksi jual beli melalui Forum Jual Beli Kaskus.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknikwawancara secara mendalam (in-depth interview). Teknik ini digunakan untukmemperoleh data yang diperlukan untuk penelitian ini, yang dilakukan kepadasetiap informan dengan menggunakan teknik wawancara terbuka dan tidakberstruktur. Hal terpenting dalam pengambilan data dari informan adalahmenjelaskan makna pengalaman hidup (life experience) dari sejumlah orang itu(Mulyana dan Solatun, 2007: 97).PENUTUPTujuan dari penelitian ini yaitu berkaitan dengan upaya mencari tahutentang bagaimana kepercayaan dari pembeli pada transaksi jual beli onlinemelalui FJB Kaskus terbentuk melalui komunikasi persuasi dari penjual.Penelitian ini mencoba untuk menjelaskan bagaimana proses terbentuknyakepercayaan pembeli.Hasilnya, ditemukan bahwa penjual menyampaikan pesan denganmembuat, memperkenalkan, dan mempromosikan barang dagangannya denganmembuat thread yang berisi berbagai macam informasi mengenai barang, lokasipenjual, nomor telepon penjual, testimonial, dan cara-cara yang dapat dipakaiuntuk pembayaran.Di lain pihak, pembeli berusaha mencari barang yang diinginkan melaluikolom pencarian yang tersedia pada situs Kaskus. Kemudian yang dilakukanpembeli adalah menghubungi penjual yang dipilihnya untuk menanyakan hal-halyang berkaitan dengan barang yang diinginkannya. Setelah itu, penjual akan mulaimelakukan persuasi kepada calon pembeli. Persuasi yang dilakukan penjual sesuaidengan karakteristik komunikasi persuasi, yaitu adanya interaksi, tidak memaksa,serta merubah perilaku.Kemudian setelah adanya interaksi antara penjual dan pembeli, terdapatkesepakatan mengenai pembayaran yang akan dilakukan oleh pembeli, apakahmenggunakan sistem transfer, COD, atau dapat melibatkan penyedia jasa rekber.Dan akhirnya, penjual dan pembeli akan melakukan transaksi jual beli.DAFTAR PUSTAKAAdler, Ronald. B and George Rodman. 2006. Understanding HumanCommunication Ninth Edition. New York: Oxford University Press.Indrajit, R. E., 2001. E-Commerce: Kiat dan Strategi Bisnis di Dunia Maya.Jakarta: PT Elex Media Komputindo.Kauffman, Robert J., Patrick Y. K. Chau, Terry R. Payne, J. ChristopherWestland. 2012. Electronic Commerce and Applications. Amsterdam:Elsevier Science Publisher B.V.Rofiq, Ainur. 2007. Pengaruh Dimensi Kepercayaan (Trust) Terhadap PartisipasiPelanggan E-Commerce. Tesis. Malang.Mulyana, Deddy, dan Solatun. 2007. Metode Penelitian Komunikasi: ContohcontohPenelitian Kualitatif Dengan Pendekatan Praktis. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.Pawito, Ph.D. 2007. Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta: LKiS.Rahardjo, Turnomo dkk. 2006. Modul Pelatihan Metodologi Peneitian Kualitatif.Tim Fisip Undip.Yusriana, Amida. 2011. Upaya Pembentukan Trust pada Konsumen di OnlineShop Facebook. Skripsi. Undip.http://id.wikipedia.org/wiki/Internet. Diakses 24 maret 2011 / 22:03.http://techno.okezone.com/read/2011/03/03/55/431121/online-shopping-mulaimarak-di-indonesia. Diakses 25 maret 2011 / 00:24.
Co-Authors Abigail Betsy Eliasta Roos Abimanyu Ramadhan P Abiyyu Febi Diwangkoro Adi Nugroho Adi Nugroho Aditya Gilang Gifari Aditya Iman Hamidi Adityo Cahyo Aji Aeda Aldeafara Afi Sultan Ramadhan, Muhammad Agraha Dwita Sulistyajati Agus Naryoso Ahdani Gita Sadida Ahmad Fauzi Ahmad Fikar Harakan Aike Ingget Pratiwi Ainani Shifa Izazi Aisyah Monicaningsih Akbar, Bintang Albert Rivai Sinaga Aldedinda Auliantio Aldila Leksana Wati Alif Ibrahim Alya Farras Azzahra Amal Gamasi T.R Andrinanta Putra Pratama Andy Julianto Angga Dwipa Anggun Puspa Regita Anisa Dyah Permata, Cindy Anisa Wikantyas P Annisa Aulia Mahari Annisa Ilmi, Rizky Annisa Kusumawardhani Anugerah Dwitama Anugrah Beta Familio Apriliana, Jennifer Ardhisti Adi Utamanyu Ardini Koesfarmasiana, Ardini Arfian Muhammad Hakim Ari Pradhanawati Arista Sukmawati, Sarah Arlita Dwi Utami Arma Ngabeti Astrid Henariani Prakoso Atika Nabila Atika Surya Nuraini Aulia Nur Aulia Ratri Kusumastuti Ayu Sarah Shabrina Ayu Saraswati Bagaskara S.A.P Bareta Hendy Pamungkas Bayu Widagdo, Muhammad Bimandhika Sunu Wardhana Bisma Alief Brigitta Dwi Liusditari Budi Adityo Burhanudin Fakhri Kusuma Candra Sateria Chintya Dyah Meidyasari Christo Christian Destiyanto Daffa Argy Pradiptha Dameria Cathrine DENA ADI SANTOSA Deni Arifiin Destima Nursylva Anggraningrum Devi Yuhanita Qorina, Devi Yuhanita Dewi Luqmania . Dhiyah Puspita Sari Dhyah Shanti Nur Kartika Diah Yuniasari ., Diah Yuniasari Dwi Purbaningrum, Dwi Eka Ardianto EKA NOVITASARI Elisa, Nova Fardhian Fitrahudin Pratama Farhan Haritz, Abdullah Farisa Dian Utami Fatia Sharfina Febi Eninta Br Munthe Febri Ariyadi Febriana Handayani Febriandani, Anisa Felda Aurellia Anandani Fitri Nur Hidayat Florensia Sonia Haniswari Frida Asih Pratiwi Gabby Aurelia Gabryella, Cathrine Georgina Inessa Zephira Gerald Waisaka Ginubahyang S P Hamidah, Nadiya Hanan Hauzan, Muhammad Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas S, Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hario Trigoseno Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Helmi Bayuputra, Rafli Hendrikus Setya Pradhana Henny Novita Rumono Hilal Al Roshid, Fhatwa Hilda Maisyarah I Nyoman Winata I Nyoman Winata Ifadhah Vellayati Widjaja Imam Fahmidin, Hanif Inayah Setia Azzahra Indah Pratiwi Indra Septia BW Intan Ayuningrum Ira Yunani Widyarini Istivani, Yulia Jaya Pramono Adi Jaza Akmala Ramada Jody Suryamar Yudha Joyo Nur Suryanto Gono Kanaya Az Zahrah Krisanti Cahyaningtyas, Yulia Laksono Nainggolan, Guntur Agung Lana Nastiti Mumpuni Lintang Ratri Rahmiaji Lintang Ratri Rahmiaji Lucia Eka Pravitasari Lukmantoro, Yanuar Lusia Wibowo, Marvela M Bayu Widagdo M Yulianto M. Bima Norta Ellyanda Mahardika Indra Pratama Maulana Ocky Adhicondro Melinda Wita Satryani Mia Maulyda Mohammad Akbar Rizal Hamidi Muchamad Yuliyanto Muhammad Azizan, Tengku Muhammad Luthfi Muhammad Sahil Muhamy Akbar Iedani Nabilah Amarilys Nadin Khairun Nisa Nadira Octova Yogiyanti Nanik Sudaryningtyas, Nanik Naomi Feby Yolanda Br Saragih Neysa Harwina Putri Nofita Fatmawati Noni Meisavitri Nurist Surayya Ulfa Nurist Surraya ulfa Nurist Surrayya Nuriyatul Lailiyah Nurrist Suraya Ulfa Nurrist Surayya Ulfa Oki Adi Saputra Petrus Orseola Rosarianto Pipin F.P. Lestari Prabowo Nurwidagdyo Prescilla Roesalya Primada Qurrota Ayun Puspa Ningrum, Kumala Puspita Mei Wardani Putri Febrianti Putri Susiandi, Alya Radika Oktavianti, Dina Rafif Ghaffar Radana Rahmadianto, Rizky Raihan Wiguna, Ilham Randy Ardianto Wicaksono, Randy Ardianto Rangga Akbar Pradipta Reichan Anantyo, Muhamad Reni Shinta Dewi Rezky Utami, Nofiyanti Rieda Anindita Putri, Rieda Anindita Rifni Lestari Rizka Arsianti Rizky Wisnu Prayuda Nusantara, Rizky Rizqi Ganis Ashari Rosanna Fadiya S Rouli Manalu SALMAN AL FARISI, MUHAMMAD Salshabila Putri Persada Sandra, Syafira Selo Pangestu Imawan Septian Aldo Pradita Setyo Adhi Nugroho Shabara Wicaksono Sharon Gracia G Sholihudin, Nabiila Sigit Haryadi Soffa Wicaksono, Muhammad Sofianisa Rahmawati Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Suryanto Gono, Joyo Nur Susi Santiaji Tandiyo Pradekso Tandiyo Pradekso Tandiyo Pradekso Taufik Indra Ramadhan Taufik Reza Ardianto Tazkia Irsyad, Raihana Theo Domas Santika, Theo Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Vania Ristiyana Vidiana Girinda Wardani Vidya Ayunita Vina Aulia Maharani Wahyu Hidayat Windariani Soeryo Handadari Wiwid Noor Rakhmad Wulan Septiana Putri Yanuar Luqman Yoga Yuniadi Yohanes Thianika Budiarsa Yuan Stephanie Yunita Indriyaswari Yusniar Dwi Ratnasari, Yusniar Zainul Asngadah Fatmawati