Claim Missing Document
Check
Articles

LAPORAN EVENT MARCOMM TOURING MERDEKA YZF R-25 (Jabatan Marketing Communication) Farisa Dian Utami; Djoko Setyabudi; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.813 KB)

Abstract

PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), yang merupakan perusahaan otomotif asal Jepang meluncurkan produk terbaru yaitu YZFR-25. Sebagai salah satu wujud apresiasi YIMM terhadap konsumennya, YIMM membuat rangkaian event berupa touring dan launching yang bernama Touring Merdeka YZF R-25. Event ini melibatkan 20 konsumen indent online terpilih untuk touring dari Bali ke Solo dengan YZF R-25 secara gratis. Tujuan diselenggarakan rangkaian event tersebut adalah untuk menjaga konsistensi komunikasi dengan para konsumen dan memberi pengalaman langsung kepada masyarakat terhadap YZF R-25.Tujuan dari event ini tercapai karena rangkaian acara “Touring Merdeka YZF R-25” merupakan alat marketing yang efektif karena fokus pada pengalaman konsumen (experimental) dan mendorong terjadinya proses konsumsi secara emosional dan rasional.Di dalam rangkaian acara “Touring Merdeka YZF R-25” keterlibatan konsumen indent online yang merupakan riders selama touring sangat berpengaruh, karena kesan dan penilaian mereka terhadap acara dan YZF R-25 dapat mempengaruhi pandangan dari calon konsumen mengenai YZF R-25. Selain itu, adanya test ride di area launching YZF R-25 juga sangat efektif untuk mendorong calon konsumen untuk memutuskan pembelian. Tak sekedar mendapatkan pengetahuan produk dari sales promotion, tetapi melalui test ride calon konsumen juga dapat merasakan langsung performa dari YZF R-25 sehingga dapat meyakinkan calon konsumen untuk memutuskan pembelian.Kata kunci : event, marketing, promotion.
PROSES PENENTUAN PESAN DAN STRATEGI KREATIF IKLAN DENGAN ENDORSER BERJILBAB PADA PENGIKLAN DAN PERUSAHAAN IKLAN Arlita Dwi Utami; Djoko Setyabudi; Hedi Pudjo Santosa; Nuriyatul Lailiyah
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.845 KB)

Abstract

Dahulu menampilkan endorser berjilbab dalam iklan hanya ada saat-saat khusus seperti ramadhan atau Idul Fitri saja. Tetapi sejak sekitar tahun 2012 mulai muncul iklan-iklan yang menggunakan endorser berjilbab untuk produk-produk general dan ditayangkan diluar waktu-waktu khusus tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif, yang bertujuan untuk mengetahui latarbelakang pengiklan dan perusahaan iklan menggunakan bintang iklan berjilbab dalam iklannya dan mengetahui proses penentuan pesan dan strategi kreatif sebuah iklan yang menggunakan bintang iklan berjilbab. Teori yang digunakan adalah teori Strategi Kreatif dari Sandra E Moriarty. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara. Data primer dianalisis menggunakan penjodohan pola. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyusunan pesan meliputi karakter produk, kondisi pemasaran, iklan-iklan sebelumnya, tujuan beriklan, tujuan komunikasi, key issue, kompetitor, insight, dan positioning. Dalam mengeksekusi ide kreatifnya perlu mempertimbangkan apa yang menjadi penugasan, yang keluar dari brainstorming, serta bentuk iklan. pemilihan endorser Penentuan endorser berjilbab dilihat dari dua hal yaitu keterwakilan konsumen dan kesesuaian dengan produk. Tidak ada keharusan menggunakan endorser dari selebritis. Semua disesuaikan dengan apa yang ingin dikomunikasikan dan dengan karakter produk itu sendiri.Brand lain dapat membuat iklan dengan endorser berjilbab dengan menyampaikan pesan yang lain yaitu dengan tidak mengkomunikasikan tentang halal dan menunjukkan bahwa produk tersebut digunakan oleh banyak kalangan. Masih banyak yang dapat dikembangkan dari penggunaan endorser berjilbab dalam iklan.Kata kunci : Proses Penentuan Pesan Iklan, Strategi Kreatif Iklan, EndorserBerjilbab. 
Efek Menonton Tayangan Video Ciri – Ciri Berita Hoaks Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Berita Hoaks Mahardika Indra Pratama; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 8, No 2: April 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.043 KB)

Abstract

News hoax is news that contains the meaning of a lie or the news is not sourced. Online media portals that have arisen in pursuit of speed and profit news, do not care about the authenticity of the data and news sources. Data from the Ministry of Communication and Information stated that in January 2019 more than 70 hoax news issues were detected. This number beats the total number of a hoax that occurred during 2018. The number of hoax news during 2018 was only around 60 issues. So with this case prevention needs to be held so that news hoax is not widespread and many people are more critical in choosing information.This study aims to determine the effect of the use of video media on the level of knowledge of hoax news on teenagers. This type of research is an experiment and then involved teen participants aged 18-21 years in Semarang. The study participants numbered 60 people who were then given a questionnaire conducted twice, namely pretest and posttest. Analysis of data using the T-test. Based on the results of the t-test it was known that the average pretest of the experimental group was 61.50 then after the treatment of video screening and the results of the post-test were 88.97 increasing to 27.79. Furthermore, based on the hypothesis test, it shows a sig value of 0,000 <0.05 so that it can be stated that there is a significant increase in the score of the experimental group or that is treated by a video show. In conclusion, the use of video media has the effect of increasing adolescent knowledge about news hooks.
Co-Creation dengan Komunitas Bike to Work Indonesia Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Polygon Muhamy Akbar Iedani; Djoko Setyabudi; Nurist Surraya Ulfa; Tandiyo Pradekso; Eka Ardianto
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.238 KB)

Abstract

Konsumen yang aktif berkomunitas memiliki kecenderungan untuk secara aktif mencari informasi, membagikannya, serta saling mempengaruhi antar anggota komunitas. Selain itu konsumen yang saling terhubung secara aktif meningkatkan nilai produk yang mereka konsumsi, sehingga perusahaan harus memberikan ruang gerak lebih luas bagi komunitas dalam proses penciptaan ide, aktifitas promosi, merek, atau produk bersama mereka dalam rangka meningkatkan loyalitas konsumen, mengurangi resiko kegagalan produk, mengurangi biaya promosi, dan menjaga stabilitas keuangan perusahaanatau yang disebut dengan istilah co-creationseperti yang dilakukan oleh produsen sepeda Polygo n dan komunitas Bike to Work Indonesia. Kolaborasi yang dilakukan Polygon dan Bike to Work merupakan salah satu contoh impelementasi strategi co-creationdengan pendekatan penciptaan produk. Tujuan penelitian iniadalah untuk mendeskripsikan implementasi co-creationsebagai strategi komunikasi pemasaran Polygon dengan komunitas Bike to Work Indonesia. Penelitian ini menggunakan konsep Consumunity Marketing (Ardianto dan Soehadi, 2013), Brand Co-creation(Hatch dan Schultz, 2010), DART Model in Co-creation(Prahalad dan Ramaswamy, 2004), Co-creationof Value (Ardianto dan Soehadi, 2013), dan Engagement in Co-creation(Smith dan Zook, 2011). Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi partisipan serta analisis data menggunakan grounded theoryHasil penelitian menunjukkan bahwa engagementmerupakan langkah awal dalam melakukan co-creationsekaligus sebagai faktor utama dalam proses tersebut. Faktor pendukung co-creationberupa kesamaan nilai dan pesan, adanya dialog, transparansi, akses, dan pengelolaan resiko. Proses co-creationharus berlanjut pada proses co-communicationuntuk mengkomunikasikan hasil co-creationkepada khalayak luas (pasar) sehingga tujuan dari co-creationdapat tercapai. Semua proses awal co-creationhingga keberlangsungannya tersaji dalam model co-creation. Kata kunci: komunikasi pemasaran, konsumen, komunitas, engagement, co-creation
Video Dokumenter Televisi “Ngesti Pandowo” Sutradara dan Penulis Naskah Intan Ayuningrum; Djoko Setyabudi; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

I. Latar BelakangKebudayaan merupakan salah satu identitas suatu bangsa. Seiringberjalannya waktu, masuk dan tumbuh kebudayaan baru di Indonesia. Denganmasuknya kebudayaan baru ditakutkan menggeser kebudayaan tradisional yangsudah ada. Kebudayaan tradisional di Kota Semarang sendiri sebenarnya masihada, sampai sekarang masih ada tempat yang mengandung unsur budayatradisional yaitu Gedung TBRS yang tidak kalah bersejarah dibanding wisataLawang Sewu dan Gereja Blenduk yang menjadi ikon kota Semarang. Kelompokkesenian wayang orang di Semarang yang ada sejak tahun 1936 tampil setiapSabtu malam di gedung TBRS. Kelompok ini mencoba untuk menampilkankesenian tradisional meski kekurangan dana untuk produksi. Kegelisahan yangmuncul dalam hal ini adalah apakah kesenian wayang orang dapat terus ada.Bagaimana cara untuk membuat kebudayaan tradisional wayang orang ini tetaphidup, dan menumbuhkan kembali minat masyarakat agar dapat menikmatikebudayaan ini.Televisi sendiri menjadi salah satu media massa yang dapat menjangkaubanyak kalangan masyarakat sebagai khalayak. Selain menjadi sumber informasi,televisi juga memberikan hiburan karena menampilkan informasi dalam bentukaudio visual. Dokumenter sendiri merupakan salah satu produk jurnalistik yangbisa menjadi program televisi yang mengandung informasi untuk khalayak.Dokumenter televisi memiliki nuansa serta orientasi luas, dari mulai sebab hinggaakibat sebuah proses kejadian atau peristiwa yang diketengahkan sebagai isi(Ayawaila, 2008 : 26). Dari kegelisahan mengenai masuknya kebudayaan modernyang menggeser kebudayaan tradisional inilah yang kemudian menjadi temauntuk produksi dokumenter. Mengingat bahwa masyarakat akan lebih mudahmencerna informasi yang dikemas secara audio visual, dokumentaris memutuskanuntuk membuat produk jurnalistik berbentuk video dokumenter mengenaikebudayaan seni Wayang Orang Ngesti Pandowo.
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA PRODUK AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) PELANGI DI SEMARANG Febi Eninta Br Munthe; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 7, No 2: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.757 KB)

Abstract

Forming a good brand image on one‟s brand is very important for consumers to distinguish it from from other brands and to increase their interest in said brand. One of Indonesia‟s water bottle brand, Pelangi, promotes their products to be one that „share love through every bottle‟. Using Facebook and Instagram to launch their #letslivetolove campaign, the Pelangi brand aimed to increase youth‟s and netizens‟ interest in buying their products. However, a preliminary survey on 96 consumers who came from their target audience showed that the #letslivetolove campaign was not the reason why they bought Pelangi water bottle. Thus, this study aimed to find out what factors formed consumers‟ decision in purchasing Pelangi bottled water. This is an explorative study aimed to quantitatively analyse factors that might affect consumers‟ decision in purchasing a specific product. Review on past research studies revealed 32 factors that might affect consumer‟s purchasing decision. These factors were used to create a survey conducted on 96 participants who, either, previously purchased Pelangi bottled water. Participants were within the age range of 18-40 years and lived in Semarang and data analysis were done using SPSS-15. The initial 32 factors were then summarised into 8 grouping factors: tangibility, perception, lifestyle, identity, image, risk, competition, and awareness. The conclusion of this study is that from the eight new factors formed, it was found that the awareness factor (component 8) is the most appropriate factor to summarize 32 variables (factors).
PRODUKSI PROGRAM BERITA FEATURE TELEVISI “IS IT YOU?” SEBAGAI PRODUSER PROGRAM Angga Dwipa; M Bayu Widagdo; I Nyoman Winata; Djoko Setyabudi; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.175 KB)

Abstract

Banyak realita kehidupan anak muda begitu beragam dan menarik untuk diamati. Selain sebagai hiburan dalam bentuk program feature teleivisi, pembahasan fenomena ini juga sebagai bentuk kritikan kepada anak muda itu sendiri.Program acara feature “IS IT YOU?” berisikan wawancara berbagai anak muda dan membahas realita dalam kehidupan sehari-hari mereka. “IS IT YOU?” dibuat dengan tujuan memberikan hiburan kepada penonton yaitu anak muda itu sendiri tanpa mengurangi nilai edukasi.Tim pembuatan program acara feature “IS IT YOU?” ini terdiri dari, Produser, Penulis Naskah, Program Director, Juru Kamera, dan Penyunting gambar & grafis. Dimana setiap pemebagian kerja ini terdapat tugas dan tanggungjawab masing-masing. Penulis bertindak sebagai Produser acara ini.Produser bertanggung jawab atas konsep ide dan segala bentuk perencanaan, baik perencanaan anggaran maupun perencanaan jadwal produksi program. Produser juga bertanggung jawab ataas masalah-masalah yang muncul ditengah proses produksi, dan bertugaas untuk menyelesaikan bentuk permasalahan tersebut.Meskipun masih banyak kekurangan dalam hal teknis wawancara, berdasarkan testimoni penonton, program acara feature televisi “IS IT YOU?” hadir sebagai alternative hiburan yang khas bergaya anak muda, tanpa mengurangi nilai edukasi pada tiap tayangannya.Kata Kunci: Program berita feature, “IS IT YOU”, anak muda, pra produksi, produksi, paska produksi, produser
Hubungan Terpaan Gambar Bahaya Merokok pada Bungkus Rokok dan Motivasi dari Pasangan Terhadap Upaya untuk Berhenti Merokok Bisma Alief; Sri Widowati Herieningsih; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.992 KB)

Abstract

Jumlah perokok aktif di Indonesia termasuk yang paling besar di dunia. Pemerintah melakukan berbagai cara untuk mengurangi jumlah perokok, salah satunya dengan mengganti pesan peringatan yang ada pada kemasan rokok. Awalnya pesan peringatan hanya berupa tulisan saja, namun sekarang diganti dengan pemberian gambar bahaya yang ditimbulkan dari kebiasaan merokok.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe eksplanatori, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan terpaan gambar bahaya merokok pada bungkus rokok dan motivasi dari pasangan terhadap upaya untuk berhenti merokok. Teori yang digunakan adalah teori The Extended Parallel Process Model, teori Motivasi Proteksi, dan teori Disonansi Kognitif. Penelitian ini menggunakan teknik non random sampling dengan metode purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 50 responden dengan usia 15-24 tahun di kota Jakarta yang menjadi perokok aktif dan memiliki pasangan.Hasil dari analisis korelasi Pearson dengan bantuan SPSS 22 menunjukan bahwa antara terpaan gambar bahaya merokok pada bungkus rokok dengan upaya untuk berhenti merokok memiliki hubungan yang signifikan. Hal ini ditunjukan dengan nilai signifikansi sebesar 0,031 dimana tingkat signifikansinya lebih kecil dari 0,05 dan nilai koefisien korelasinya sebesar 0,265. Sedangkan motivasi dari pasangan dengan upaya untuk berhenti merokok memiliki hubungan yang juga signifikan. Hal ini ditunjukan dengan nilai signifikansi sebesar 0,042 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 dan nilai koefisien korelasinya sebesar 0,247.Pemerintah sebagai pembuat kebijakan harus secara konsisten melakukan upaya-upaya untuk mengurangi jumlah perokok, seperti dengan memperbesar gambar bahaya merokok yang sekarang hanya 40% dari kemasan rokok. Selain itu, memperbanyak jenis gambar bahaya merokok bisa dilakukan sehingga perokok tahu lebih banyak penyakit yang akan ditimbulkan dari kebiasaan mereka.
LAPORAN EVENT MARCOMM TOURING MERDEKA YZF R-25 (JABATAN PROJECT OFFICER) Yunita Indriyaswari; Djoko Setyabudi; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.182 KB)

Abstract

PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), yang merupakan perusahaan otomotif asal Jepang meluncurkan produk terbaru yaitu YZFR-25. Sebagai salah satu wujud apresiasi YIMM terhadap konsumennya, YIMM membuat rangkaian event berupa touring dan launching yang bernama Touring Merdeka YZF R-25. Event ini melibatkan 20 konsumen indent online terpilih untuk touring dari Bali ke Solo dengan YZF R-25 secara gratis. Tujuan diselenggarakan rangkaian event tersebut adalah untuk menjaga konsistensi komunikasi dengan para konsumen dan memberi pengalaman langsung kepada masyarakat terhadap YZF R-25.Tujuan dari event ini tercapai karena rangkaian acara “Touring Merdeka YZF R-25” merupakan alat marketing yang efektif karena fokus pada pengalaman konsumen (experimental) dan mendorong terjadinya proses konsumsi secara emosional dan rasional.Di dalam rangkaian acara “Touring Merdeka YZF R-25” keterlibatan konsumen indent online yang merupakan ridersselama touring sangat berpengaruh, karena kesan dan penilaian mereka terhadap acara dan YZF R-25 dapat mempengaruhi pandangan dari calon konsumen mengenai YZF R-25. Selain itu, adanya test ride di area launching YZF R-25 juga sangat efektif untuk mendorong calon konsumen untuk memutuskan pembelian. Tak sekedar mendapatkan pengetahuan produk darisales promotion, tetapi melalui test ride calon konsumen juga dapat merasakan langsung performa dari YZF R-25 sehingga dapat meyakinkan calon konsumen untuk memutuskan pembelian.Kata kunci : Event, Marketing , Promotion
ANALISIS FAKTOR PENDORONG KONTRIBUSI ONLINE USER DI SITUS USER GENERATED CONTENT DETIK TRAVEL Alif Ibrahim; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi; Nurrist Suraya Ulfa
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.062 KB)

Abstract

Detik Travel, sebuah portal berita online khusus informasi seputar travelling yang mengadopsi sistem user generated content, dimana pengguna bisa menjadi lebih dari sekedar pembaca, tapi juga ikut menyumbangkan konten berupa tulisan maupun foto mereka. Dengan keleluasaan tersebut, Detik Travel tidak hanya menarik perhatian banyak online user, tetapi juga berhasil menjadi portal berita dengan jumlah interaksi dan kontribusi online tertinggi dibanding situs travelling lain di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor apa sajakah yang menjadi pendorong tingginya kontribusi online oleh pengguna di si situs Detik Travel. Dengan pendekatan exploratif, penelitian ini berusaha melihat 13 variabel dengan total 30 indikatornya. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah analisis faktor dengan teknik non-probability sampling dengan jumlah populasi sampling sebanyak 52 sample. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan tiga prosedur yaitu uji Bartlett test of sphericity serta pengukuran MSA (Measure of Sampling Adequacy) dan Pengelompokan faktor menggunakan pengukuran PCA (Principal Component Analysis) sehingga ditemukan faktor utama dari keseluruhan variabel pendorong kontribusi online di Detik Travel.Hasil penelitian menemukan bahwa ada 7 faktor utama pendorong kontribusi online di situs User Generated Content Detik Travel, yaitu : (1) Actualization, (2) Compensation, (3) Information exchange, (4) Accuracy, (5) Belonging, (6) Acknowledgement, dan (7) Advanced information.Kata kunci : User Generated Content, Kontribusi Online, Analisa Faktor
Co-Authors Abigail Betsy Eliasta Roos Abimanyu Ramadhan P Abiyyu Febi Diwangkoro Adi Nugroho Adi Nugroho Aditya Gilang Gifari Aditya Iman Hamidi Adityo Cahyo Aji Aeda Aldeafara Afi Sultan Ramadhan, Muhammad Agraha Dwita Sulistyajati Agus Naryoso Ahdani Gita Sadida Ahmad Fauzi Ahmad Fikar Harakan Aike Ingget Pratiwi Ainani Shifa Izazi Aisyah Monicaningsih Akbar, Bintang Albert Rivai Sinaga Aldedinda Auliantio Aldila Leksana Wati Alif Ibrahim Alya Farras Azzahra Amal Gamasi T.R Andrinanta Putra Pratama Andy Julianto Angga Dwipa Anggun Puspa Regita Anisa Dyah Permata, Cindy Anisa Wikantyas P Annisa Aulia Mahari Annisa Ilmi, Rizky Annisa Kusumawardhani Anugerah Dwitama Anugrah Beta Familio Apriliana, Jennifer Ardhisti Adi Utamanyu Ardini Koesfarmasiana, Ardini Arfian Muhammad Hakim Ari Pradhanawati Arista Sukmawati, Sarah Arlita Dwi Utami Arma Ngabeti Astrid Henariani Prakoso Atika Nabila Atika Surya Nuraini Aulia Nur Aulia Ratri Kusumastuti Ayu Sarah Shabrina Ayu Saraswati Bagaskara S.A.P Bareta Hendy Pamungkas Bayu Widagdo, Muhammad Bimandhika Sunu Wardhana Bisma Alief Brigitta Dwi Liusditari Budi Adityo Burhanudin Fakhri Kusuma Candra Sateria Chintya Dyah Meidyasari Christo Christian Destiyanto Daffa Argy Pradiptha Dameria Cathrine DENA ADI SANTOSA Deni Arifiin Destima Nursylva Anggraningrum Devi Yuhanita Qorina, Devi Yuhanita Dewi Luqmania . Dhiyah Puspita Sari Dhyah Shanti Nur Kartika Diah Yuniasari ., Diah Yuniasari Dwi Purbaningrum, Dwi Eka Ardianto EKA NOVITASARI Elisa, Nova Fardhian Fitrahudin Pratama Farhan Haritz, Abdullah Farisa Dian Utami Fatia Sharfina Febi Eninta Br Munthe Febri Ariyadi Febriana Handayani Febriandani, Anisa Felda Aurellia Anandani Fitri Nur Hidayat Florensia Sonia Haniswari Frida Asih Pratiwi Gabby Aurelia Gabryella, Cathrine Georgina Inessa Zephira Gerald Waisaka Ginubahyang S P Hamidah, Nadiya Hanan Hauzan, Muhammad Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas S, Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hario Trigoseno Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Helmi Bayuputra, Rafli Hendrikus Setya Pradhana Henny Novita Rumono Hilal Al Roshid, Fhatwa Hilda Maisyarah I Nyoman Winata I Nyoman Winata Ifadhah Vellayati Widjaja Imam Fahmidin, Hanif Inayah Setia Azzahra Indah Pratiwi Indra Septia BW Intan Ayuningrum Ira Yunani Widyarini Istivani, Yulia Jaya Pramono Adi Jaza Akmala Ramada Jody Suryamar Yudha Joyo Nur Suryanto Gono Kanaya Az Zahrah Krisanti Cahyaningtyas, Yulia Laksono Nainggolan, Guntur Agung Lana Nastiti Mumpuni Lintang Ratri Rahmiaji Lintang Ratri Rahmiaji Lucia Eka Pravitasari Lukmantoro, Yanuar Lusia Wibowo, Marvela M Bayu Widagdo M Yulianto M. Bima Norta Ellyanda Mahardika Indra Pratama Maulana Ocky Adhicondro Melinda Wita Satryani Mia Maulyda Mohammad Akbar Rizal Hamidi Muchamad Yuliyanto Muhammad Azizan, Tengku Muhammad Luthfi Muhammad Sahil Muhamy Akbar Iedani Nabilah Amarilys Nadin Khairun Nisa Nadira Octova Yogiyanti Nanik Sudaryningtyas, Nanik Naomi Feby Yolanda Br Saragih Neysa Harwina Putri Nofita Fatmawati Noni Meisavitri Nurist Surayya Ulfa Nurist Surraya ulfa Nurist Surrayya Nuriyatul Lailiyah Nurrist Suraya Ulfa Nurrist Surayya Ulfa Oki Adi Saputra Petrus Orseola Rosarianto Pipin F.P. Lestari Prabowo Nurwidagdyo Prescilla Roesalya Primada Qurrota Ayun Puspa Ningrum, Kumala Puspita Mei Wardani Putri Febrianti Putri Susiandi, Alya Radika Oktavianti, Dina Rafif Ghaffar Radana Rahmadianto, Rizky Raihan Wiguna, Ilham Randy Ardianto Wicaksono, Randy Ardianto Rangga Akbar Pradipta Reichan Anantyo, Muhamad Reni Shinta Dewi Rezky Utami, Nofiyanti Rieda Anindita Putri, Rieda Anindita Rifni Lestari Rizka Arsianti Rizky Wisnu Prayuda Nusantara, Rizky Rizqi Ganis Ashari Rosanna Fadiya S Rouli Manalu SALMAN AL FARISI, MUHAMMAD Salshabila Putri Persada Sandra, Syafira Selo Pangestu Imawan Septian Aldo Pradita Setyo Adhi Nugroho Shabara Wicaksono Sharon Gracia G Sholihudin, Nabiila Sigit Haryadi Soffa Wicaksono, Muhammad Sofianisa Rahmawati Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Suryanto Gono, Joyo Nur Susi Santiaji Tandiyo Pradekso Tandiyo Pradekso Tandiyo Pradekso Taufik Indra Ramadhan Taufik Reza Ardianto Tazkia Irsyad, Raihana Theo Domas Santika, Theo Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Vania Ristiyana Vidiana Girinda Wardani Vidya Ayunita Vina Aulia Maharani Wahyu Hidayat Windariani Soeryo Handadari Wiwid Noor Rakhmad Wulan Septiana Putri Yanuar Luqman Yoga Yuniadi Yohanes Thianika Budiarsa Yuan Stephanie Yunita Indriyaswari Yusniar Dwi Ratnasari, Yusniar Zainul Asngadah Fatmawati