Claim Missing Document
Check
Articles

The Position Of Women Sentana Peperasan (Appropriate Children) View From The Perspective Of Bali Traditional Health Law I Putu Windu Mertha Sujana; I Wayan Landrawan; Ni Made Widya Sari
Journal of Sustainable Development Science Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Dwijendra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.734 KB) | DOI: 10.46650/jsds.4.1.1262.24-28

Abstract

The presence of children in a family is the most coveted thing by every married couple. Various efforts can be made by humans to obtain children, one of which is by adopting children. One of the goals of adopting a child is none other than as a successor to the offspring and heirs of his adoptive parents. In Bali, the adoption of a child has a separate legal relationship between the child and his adoptive parents. Through the Dewa Saksi ceremony, religiously the child will become the biological child of his adoptive parents. In addition, even though Bali adheres to a patrilineal system, adopted daughters have the opportunity to being the main heirs in their adoptive families, namely by being made sentana rajeg. Sentana rajeg is a condition in which the daughters are given the status of sons (purusa) in Nyeburin marriages in Bali. Thus, the adopted daughter can be domiciled as the main heir in the adoptive family. To find a solution to these problems, therefore an analysis is needed regarding the position of adopted daughters in Balinese customary inheritance law. The method used to compile this article is literature study or literature study. The result of this research was through the decision of Pasamuhan Agung III/2010, the position of the woman can be one of the heirs and get a certain portion of the inheritance without having to be made a sentana rajeg first.
FENOMENA PANTANGAN PERKAWINAN NGALOR NGULON BAGI MASYARAKAT DESA TAMBAKREJO DALAM PERSPEKTIF TOKOH ADAT DAN MASYARAKAT Enik puji lestari; I Wayan Landrawan; I Putu Windu Mertha
Jurnal Budaya Nusantara Vol 5 No 2 (2022): NUSANTARA DAN RITUS
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/b.nusantara.vol5.no2.a4617

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji mitos larangan pernikahan ngalorngulon dari perpektif masyarakat suku Jawa di Desa Tambak Rejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah study kepustakaan dan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi . Study kepustakaan, yaitu menelaah sumber-sumber, baik itu buku, artikel, referensi-referensi yang berkaitan dengan perkawinan ngalor-ngulon, sedangkan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi adalah memperoleh sumber dari pandangan masyarakat Desa Tambak Rejo terhadap pernikahan ngalor-ngulon dan praktik pantangan pernikahan tersebut, baik yang bersumber wawancara ataupun dengan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian masyarakat didesa tambak rejo masih mempercayai larangan pernikahan teesebut, namun ada beberapa masyarakat yang kurang percaya pantangan tersebut dikarenakan tidak ada dalam ajaran agama. Mas, sedangkan dampak dari pantangan pernikahan ngalor-ngulon bagi yang percaya dan mematuhi maka kehidupannya merasa tenang karena tidak melanggar hukum adat, sedangkan bagi masyarakat yang tidak mempercayai pantangan tersebut maka akan berserah kepada tuhan YME karena rejeki dan maut ada ditangan tuhan
EKSISTENSI AWIG-AWIG TERHADAP HARMONISASI KRAMA DESA DI DESA ADAT TENGANAN PEGRINGSINGAN I Wayan Landrawan; I Nengah Juliawan
Pariksa: Jurnal Hukum Agama Hindu Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/pariksa.v6i1.2242

Abstract

Krama Desa Adat Tenganan Pegringsingan memiliki prinsip interaksi yang mengarah pada keseimbangan dan keharmonisan. Prinsip keseimbangan merupakan pola bagimana harmonisasi tercipta melalui hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam. Awig-awig sebagai konsensus yang dipahami, diyakini, dan ditaati membentuk pola bagaimana menjaga, memelihara dan melanjutkan peradaban yang harmonis pada tiap generasi Krama Desa Adat Tenganan Pegringsingan. Semua bentuk pola aktivitas Krama Desa adat Tenganan Pegringsingan bermuara pada eksistensi awig-awig dalam menjaga keseimbangan sehingga tercipta harmonisasi hubungan masyarakat baik secara vertikal dan horizontal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif agar dapat mempelajari, menerangkan, atau menginterpretasikan suatu fenomena sosial dengan pendekatan etnografiKata Kunci: Awig-awig, harmonisasi, Krama Desa, Tengangan Pegringsingan.
KINERJA SEKTOR UNGGULAN DI KECAMATAN RENDANG, KABUPATEN KARANGASEM I Wayan Landrawan; Wayan Damar Windu Kurniawan
Jurnal ENMAP (Environtment And Mapping) Vol. 1 No. 2 (2020): September, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v1i2.29022

Abstract

Erupsi Gunung Api Agung yang terjadi pada tahun 2017 secara tidak langsung dapat berdampak pada pembangunan dan pengembangan kawasan di sekitarnya, terutama pada wilayah Kecamatan Rendang, yang berlokasi di lereng atas. Erupsi Gunung Api Agung ini menyebabkan terganggunya sumber daya alam di sekitarnya yang dapat menurunkan kinerja sektor unggulan wilayah. Hal ini menyebabkan pemerintah daerah perlu memiliki perencanaan pengembangan dan pembangunan wilayah berbasis skenario kebencanaan jika terjadi dampak yang signifikan pada sebuah kejadian bencana. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja sektor unggulan daerah yang ada di wilayah kajian, sehingga dapat memberikan gambaran bagi pemerintah daerah tentang potensi sektor unggulan yang akan terganggu jika terjadi erupsi di kemudian hari. Metode yang digunakan dalam menganalisis kinerja sektor unggulan daerah adalah analisis shift & share. Dalam penelitian ini analisis shift-share yang digunakan adalah perbandingan selisih laju pertumbuhan sektor di wilayah studi (Kecamatan) dengan wilayah yang lebih luas yaitu Kabupaten. Ada 7 sektor pembangunan yang dianalisis, yaitu pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan, pariwisata, pertambangan, dan jasa. Hasil penelitian menunjukkan, dari 7 sektor pembangunan, perkebunan dan peternakan merupakan sektor dengan kinerja unggulan di Kabupaten Rendang. Sektor pertanian merupakan sektor dengan kinerja yang sedikit lebih unggul, sedangkan sektor lainnya merupakan sektor yang agak mundur. Kata Kunci: Kinerja Sektor Unggulan, shift & share, Erupsi gunung api.
PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA MELALUI PENERAPAN TATA TERTIB SEKOLAH DAN PEMBELAJARAN PPKn DI SMA NEGERI 1 WAINGAPU Arcella J.M.U Djoh; I Nengah Suastika; I Wayan Landrawan
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4 No 1 (2022): April, Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to describe the formation of student discipline characters through the application of school discipline and Civics learning at SMA Negeri 1 Waingapu. This research is a descriptive qualitative research. This research was conducted at SMA Negeri 1 Waingapu. Data collection is done through interviews, observation, and documentation. The research data were analyzed by data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study are the formation of students' disciplined character through discipline starting from a). rules in school are made and formulated by students themselves, namely through the Student Council, the goal is to create disciplinary behavior in students without feeling burdened because disciplinary rules are the ideas of the students so that it arises awareness in students to obey the rules. b) the implementation of discipline in schools is carried out by all existing components, especially teachers and student councilors who routinely conduct raids on school attributes and other items that are prohibited at school. The formation of student discipline character through PPKn subjects, namely the teacher always emphasizes discipline in students, it starts from the teacher giving an example of discipline, creating a conducive learning atmosphere, and the teaching learning process is always orderly.
TINJAUAN KRIMINOLOGI TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI KABUPATEN BULELENG Kadek Hendra Wirawan; I Wayan Landrawan; Si Ngurah Ardhya
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4 No 1 (2022): April, Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to examine and analyze the factors that cause the occurrence of criminal acts of sexual violence against children and the prevention efforts made by law enforcement officers. The type of research used is an empirical legal research type with a descriptive research nature. The location of this research was conducted in Buleleng Regency. Data collection techniques used are document studies, observations and interviews. The sampling technique used is the Non Probability Sampling technique and the subject determination using the Purposive Sampling technique. Qualitative data processing and analysis techniques. The results of the study indicate that the factors causing the crime of sexual violence against children in Buleleng Regency are caused by internal factors and external factors. The internal factors consist of weak self-control and the perpetrator's morale. While the external factors are family factors, environmental factors and technological development factors. The efforts to overcome the crime of sexual violence against children are carried out with pre-emptive (non-penal), preventive (non-penal) and repressive (penal) efforts, namely by providing legal understanding to the community and establishing a good cooperative relationship with the community and conducting various kinds of supervision. As well as efforts made by conducting investigations and investigations in accordance with applicable legal provisions, using forensic assistance, carrying out all kinds of actions according to procedures.
Implikasi Pembangunan Pltu Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Dan Karakter Kebangsaan Masyarakat Celukan Bawang, Kab.Buleleng Sinta Ainayah Putri1; I Wayan Landrawan; Dewa Bagus Sanjaya
Ganesha Civic Education Journal Vol 4 No 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui implikasi pembangunan PLTU terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat, (2) Untuk mengetahui nilai-nilai karakter masyarakat Celukan Bawang setelah dibangunnya PLTU. Penelitian ini merupakan Penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek penelitian ditentukan dengan tehnik purposive sampling. Yang menjadi subjek penelitian yaitu: kepala desa, ketua nelayan, tokoh masyarakat, dan masyarakat di desa Celukan Bawang. Hasil penelitian ini adalah: (1) Adanya pembangunan PLTU di desa Celukan Bawang membawa implikasi yang positif terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga masyarakat desa Celukan Bawang, dan menjadikan kehidupan warga masyarakat menjadi sejahtera karena tersedianya lapangan pekerjaan dan terpenuhinya kebutuhan hidup masyarakat; (2) Adanya pembangunan PLTU di desa Celukan Bawang tidak membuat karakter kebangsaan masyarakatnya berubah, karakter itu diantaranya: toleransi, disiplin, demokratis/demokrasi, cinta damai, peduli Lingkungan, menghargai keberagaman, menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila, dan peduli sosial.
Strategi Guru Dalam Pembentukan Karakter Religus Dan Toleransi Pada Siswa Kelas X Ips Sma Negeri 2 Cibal (Studi Kasus Di Sma Negeri 2 Cibal Kec. Cibal Barat Kab. Manggarai) Saverinus Darmin; Dewa Bagus Sanjaya; I Wayan Landrawan
Ganesha Civic Education Journal Vol 4 No 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam pembentukan karakter religius dan toleransi pada siswa SMA Negeri 2 Cibal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian adalah kepala sekolah, kesiswaan, guru agama, guru PPKn dan siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Cibal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang di dapatkan selanjutnya analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan: (1) Strategi guru dalan membentuk karakter religis dan toleransi siswa di SMA Negeri 2 Cibal melalui Kegiatan pembuka pembelajaran, Kegiatan inti oleh guru, dan kegiatan penutup. (2). Upaya guru dalam membentuk karakter religius dan toleransi pada siswa di SMA Negeri 2 Cibal. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, pembiasaan, adanya kerja sama antara orang tua murid. (3). Faktor penghambat dan pendudkung guru dalam mempengaruhi religius dan toleransi. faktor penghambat, yaitu pergaulan siswa, kurangnya pengawasan dari orang tua, Faktor pendukung adanya fasilitas ibadah, fasilitas dalam kegiatan ekstrakurikuler, adanya kekompakan guru dalam membimbing, memotovasi, dan mengarahkan.
Pelaksanaan Adat Belis Dalam Sistem Perkawinan Masyarakat Di Kelurahan Pa’u Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai Salsha U M Ogos; I Wayan Landrawan; Sukadi
Ganesha Civic Education Journal Vol 4 No 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan0Penelitian0iniOadalah;(1)untukOmengetahuiOdanOmemahamiOpelaksanaan adat Belis dalam sistem perkawinan masyarakat di Kelurahan Pa’u, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai (2) untuk mengetahui dan memahami makna pelaksanaan adat Belis bagi kehidupan wanita di Kelurahan Pa’u, Kecamatan Langke Rembong, PenelitianOiniOmerupakanOpenelitiandeskriptifOkualitatif,OteknikOpengumpulanOdataOyangOdigunakanOyaitu; wawancara, observasi,OdanOpencatatan dokumen. Subjek penelitian ditentukan dengan tehnik purposive sampling, dan yang menjadi0subjekOpenelitianOadalah ; tetua adat, masyarakatOdan wanita di kelurahan Pau. HasilOpenelitianOini adalah; (1) setelahOproses penyerahan belis melalui 6 tahapan dan disahkan oleh Gereja maka perkawinan menjadi sah ); (2) makna Belis bagi kehidupan wanita yang ada di Kelurahan Pa‟u , Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai adalah merupakan ikatan yang menjalin kekerabatan, bentuk penghargaan terhadap berbagai pihak baik pihak pemberi belis maupun pihak penerima, perwujudan sikap saling tolong menolong dan upaya untuk melindungi kaum perempuan.)
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PENGEMUDI ANGKUTAN UMUM YANG MELAMPAUI BATAS KECEPATAN YANG MENYEBABKAN ADANYA KORBAN JIWA (Studi Kasus Satlantas Polrestabes Medan) Ribka Layasina Br Sembiring; Made Sugi Hartono; I Wayan Landrawan
Jurnal Komunitas Yustisia Vol. 5 No. 2 (2022): Agustus, Jurnal Komunitas Yustisia
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jatayu.v5i2.51835

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna (1) mengkaji proses penegakan hukum terhadap pengemudi angkutan umum yang melampaui batas kecepatan yang menimbulkan adanya korban jiwa dan (2) mengakaji kendala penyidik kepolisian dalam penegakan hukum terhadap pengemudi angkutan umum yang melebihi batas kecepatan yang menimbulkan korban jiwa. Jenis penelitian yang digunakan penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif, data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan studi kepustakaan, dan teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non-random/probality sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses penegakan hukum terhadap pengemudi angkutan umum yang melampaui batas kecepatan yang menimbulkan adanya korban jiwa sudah ditindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu sesuai dengan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 15 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Penanganan Kecelakan lalu Lintas yang dimulai dari proses olah TKP, penyidikan dan sampai penyelesaian berkas perkara. Dan ancaman sanksi pidana yang didakwakan adalah Pasal 311 Subsider Pasal 310 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. (2) kendala penyidik kepolisian dalam penegakan hukum terhadap pengemudi angkutan umum yang melebihi batas kecepatan yang menimbulkan korban jiwa adalah tidak ada saksi di tempat kejadian, adanya perbedaan keterangan saksi pada saat olah TKP dengan pada saat pemeriksaan oleh penyidik, tidak ada yangn mau bersaksi, kurangnya sarana dan prasarana, faktor masyarakat.
Co-Authors ., I Nengah Sudanayasa ., I Wayan Doni ., Ni Luh Budiani Adiningsih, Ni Komang Ayu Trianita Agung Handy Safrizal . Agustini, Dewa Ayu Eka Ayu Anjelika, Gst. Ayu Kade Widya Arcella J.M.U Djoh Arcella J.M.U Djoh Ardhya, Si Ngurah Arta Windari, Ratna Ayu Eka, Dewa Budiani, Ni Luh Corie Agung Patricia Damayanti, Ni Wayan Siska Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Bagus Sanjaya Dewa Gede Sudika Mangku Dhea Ananda Dita Yulianti Drs. I Nyoman Pursika,M.Hum . Enik puji lestari Febriyandy, Moh. Gede Ian Narayana Yadnya Gede Satria Pratama . Gede Yudiarta Wiguna I Dewa Putu Surya Wardana I G A Lokita Purnamika Utami I Gusti Ayu Pramita Agastyari I Gusti Ketut Arya Sunu I Kadek Maheni I Kadek Parwata I Komang Agus Paranata I Made Mardika I Made Suariana I Made Yudana I Nengah Juliawan I Nengah Suastika I Nengah Suastika I Nengah Sudanayasa . I Nyoman Natajaya I Nyoman Pasek Hadisaputra I Putu Agus Suda Pratama I Putu Kelvin-Ryan Cahya Adhi Winatha I Putu Soviawan I Putu Windu Mertha Sujana I Wayan Doni . I Wayan Kertih I Wayan Lasmawan Irene Olivia Siregar Kadek Arya Putra Gunawan Kadek Ayu Rima Ratnasari Kadek Diah Karuni Kadek Hendra Wirawan Kadek Hendra Wirawan Kadek Setiawan Kadek Setiawan Kadek Surya Alit Dharma Putra Ketut Ardika ketut putrini Ketut Sari Adnyani Ketut Tia Yuliani Kiha, Prisella Santji Anatji Km Ferry Lesmana Udayana Komang Meru Awatara Putra Dinata Kusuma, Putu Riski Ananda Lesmana Udayana, Km Ferry Lestari, Vidyah Erika Lusevia, Easy Born M.Si Drs. Ketut Sudiatmaka . Made Riyan Cahyadi Made Sugi Hartono Maria Widiastuti Moh. Febriyandy Muhamad Jodi Setianto Ni Kadek Nindi Yuliasari Ni Ketut Restini Ni Ketut Sari Adnyani Ni Luh Budiani Ni Luh Budiani . Ni Luh Utari Puspita Devi Ni Made Dewi Riyani . Ni Made Widya Sari Ni Nyoman Asri Sidaryanti Ni Putu Aris Purnama Dewi Nyoman Tri Antika Dewi Paranata, I Komang Agus Parwata, I Kadek Pradistha, Kadek Nandha Pratiwi, Dewa Ayu Putri Sukma Putu Hadi Hendra Tanu Sudibya Putu Hadi Hendra Tanu Sudibya Putu Ocha Dana Parwata Ratna Arta Windari Ratna Artha Windari Restini, Ni Ketut Ribka Layasina Br Sembiring Salsha U M Ogos Salsha U M Ogos Sari Adnyani, Ni Ketut Ni Sari, Ketut Siti Amerta Saverinus Darmin Saverinus Darmin Sinta Ainayah Putri1 Sinta Ainayah Putri1 Soviawan, I Putu Suariana, I Made Sukadi Sukadi Sukadi Sukadi Sukadi Sukadi Sumerta, Gusti Putu Tegar Bagus Satria Vivi Sandra Wayan Damar Windu Kurniawan Yuliasari, Ni Kadek Nindi