Claim Missing Document
Check
Articles

Menggali Potensi Lokal Mewujudkan Kemandirian Desa Fajar Sidik
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 19, No 2 (2015): November
Publisher : Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.45 KB) | DOI: 10.22146/jkap.7962

Abstract

Artikel ini menganalisis pelaksanaan desa wisata di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Sebelum ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Desa Bleberan dikenal sebagai desa pelosok, terisolir, dan kekurangan air. Tingginya angka kemiskinan menjadi masalah utama yang dihadapi masyarakat setempat. Namun, setelah Pemerintah Desa bersama warga setempat berhasil membentuk BUMDes, kini Desa Bleberan berkembang dan menjadi desa wisata terbaik di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara, analisis data dilakukan melalui tahapan sebagai berikut; (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) kesimpulan/verifikasi. Agar hasil kajian dapat kredibel, maka teknik triangulasi data digunakan saat validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan Desa Wisata di Bleberan (2010-2014), pendapatan asli desa secara signifikan meningkat. Hal tersebut tidak lepas dari peran modal sosial yang dimiliki warga yang telah berkembang dengan baik seperti Organisasi Desa, Kepercayaan, Norma, dan Jaringan. Namun, pengelolaan BUMDes dinilai kurang efektif karena belum dikelola secara transparan dan akuntabel. Kemudian, upaya mewujudkan desa mandiri juga menghadapi tantangan sosial yaitu adanya kecemburuan antar dukuh terkait dengan dana bantuan yang diberikan serta munculnya pelaku ekonomi di sekitar area wisata yang berasal dari keluarga berekonomi mapan.
Kemiskinan dan pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Ngawi: merumuskan isu strategis Fajar Sidik
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 7, No 2 (2019): December
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppfa.v7i2.32210

Abstract

Tulisan ini bertujuan menjelaskan problem kemiskinan dan kinerja pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Ngawi. Penelitian ini difokuskan untuk mencermati kaitan antara kinerja pemerintah daerah Kabupaten Ngawi, kesejahteraan penduduk dicermati dari dimensi pendidikan, dan dampak pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil kinerja pembangunan sektor pendidikan tahun 2016-2018 belum mampu optimal dalam mencapai target yang direncanakan dan menyebabkan rendahnya kualitas kesejahteraan (pendidikan) yang diterima penduduk miskin. Kualitas kesejahteraan (pendidikan) yang masih rendah telah berkontribusi terhadap persoalan pengangguran yang terjadi saat ini. Isu strategis yang perlu segera direspon dan ditindaklanjuti, antara lain; (1) meningkatkan akses pendidikan, (2) meningkatkan pemberantasan buta huruf, dan (3) menjalin kerjasama dengan Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan.AbstractThis paper aims to explain the problem of poverty and the performance of development in the education sector in Ngawi Regency. This research is focused on examining the link between the performance of the local government of Ngawi Regency, the welfare of the population being examined from the educational dimension, and the impact of education. This research uses the library method. The results showed that the results of the education sector development performance in 2016-2018 were not able to be optimal in achieving the planned targets and caused the low quality of welfare (education) received by the poor. The low quality of welfare (education) has contributed to the current unemployment problem. Strategic issues that need to be immediately responded and acted upon include; (1) increasing access to education, (2) increasing illiteracy eradication, and (3) establishing cooperation with the Province of East Java to improve the quality of vocational high school graduates. 
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDESA) : UNIT USAHA, PENDAPATAN, DAN INEFISIENSI Fajar Sidik
JURNAL EKOLOGI BIROKRASI Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Program Doktor Ilmu Sosial Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.101 KB) | DOI: 10.31957/jeb.v5i3.498

Abstract

Artikel ini mendiskusikan tentang implementasi Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Sejahtera di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul sebagai wadah kolektif usaha warga desanya. Penelitian kualitatif dengan metode pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data primer dan sekunder dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menseleksi data, display data, dan verifikasi/kesimpulan. Teknik triangulasi digunakan dalam uji keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran dan fungsi BUM Desa Sejehtera belum mampu optimal dalam mencapai tujuan normatifnya karena 85% realisasi pendapatan unit usaha desa wisata habis digunakan untuk beban gaji pegawai dan biaya operasional. Inefesiensi yang terjadi menyebabkan kegagalan sejumlah program pembangunan desa dan pemberdayaan warga desa.
THE CORAL REEF CONDITION IN BERALAS PASIR ISLAND WATERS OF GUNUNG KIJANG REGENCY BINTAN KEPULAUAN RIAU PROVINCE Fajar Sidik; Afrizal Tanjung; Elizal '
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (2014): Wisuda Februari Tahun 2014
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study has been done on the reefs in the coastal waters of Beralas PasirIsland. It was carried out on May 2013 by deploying LIT method. The aim of thisstudy is to find out the condition of the reefs based on the percentage of HardLiving Coral Cover (HLCC) in the area. For that instance, three stations asrepresentatives were chosen purposively. As a result, the type of reefs in the areaunder study was fringing reef with different condition on each station. The station1 and 2 showed good condition with more than 50 % of HLCC coverage. Yet, itwas in moderate condition for the third station; it was about 29.10 %. There wasno dominant life’s form that found in term of both dominancy index and diversity.Keywords : Beralas Pasir Island, Coral Reef, Condition
Evaluasi kinerja pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Ngawi Tahun 2016-2018, Provinsi Jawa Timur Fajar Sidik; Firmansyah Firmansyah
FOUNDASIA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Filsafat dan Sosiologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v11i1.32097

Abstract

Problem kemiskinan dihadapi daerah-daerah telah menyebabkan perekonomian daerah kurang berkembang, termasuk daerah Ngawi, provinsi Jawa Timur. Tiga tahun terakhir (Tahun 2016-2018), pemerintah daerah kabupaten Ngawi berhasil menurunkan angka kemiskinan. Meski berhasil menurunkan angka kemiskinan, Ngawi masih dikategorikan sebagai daerah miskin dibanding dengan daerah-daerah yang ada di Provinsi Jawa Timur. Kondisi ini menunjukkan bahwa kinerja pemerintah daerah Kabupaten Ngawi dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan perlu dievaluasi. Melalui dimensi pendidikan, kinerja pemerintah daerah Kabupaten Ngawi dicermati untuk menemukan akar persoalan yang dialami penduduk miskin. Penelitian kepustakaan digunakan untuk menilai kinerja pemerintah daerah di bidang pendidikan dari tahun 2016 hingga tahun 2018. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pemerintah daerah kabupaten Ngawi dari tahun 2016-2018 belum mampu mencapai target yang direncanakan.
CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS TO KNOW THE INFLUENCING FACTORS OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS’ SELF-CONCEPT IN JETIS SUB DISTRICT, BANTUL REGENCY Firmansyah Firmansyah; Rozanah Katrina Herda; Angga Damayanto; Fajar Sidik
JISAE: Journal of Indonesian Student Assessment and Evaluation Vol 6 No 2 (2020): JISAE (Journal of Indonesian Student Assessment and Evaluation)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.078 KB) | DOI: 10.21009/jisae.v6i2.16458

Abstract

This research aimed to know the factors that influenced elementary students’ self-concept in Jetis Sub District, Bantul Regency, Yogyakarta. The subject of this research consisted of 200 fourth grade students from four different elementary schools in Jetis Sub District. The result showed the fit model with one dimension. The value of each fit parameter of GFI, RMSEA, NFI, IFI, CFI, TLI, and AGFI was 0.958, 0.066, 0.953, 0.976, 0.976, 0.967, and 0.958. All factors or dimensions in self-concept instrument had good reliability by looking at the value of CR ≥ 0,7 categorizing as good reliability, while the value between 0,6 and 0,7 considered to acceptable reliability by underlining that the indicator has load factor that matched the criteria. The internal consistency could be measured by using Average Variance Extracted (AVE). The AVE value that was recommended was ≥ 0,5. This clearly showed that self-concept has validity evidence of internal structure. Moreover, self-concept has convergent and discriminant validity. The self-concept reliability was considered good, so it will give a relatively consistent result when there is re-measurement.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Menggunakan Badan Usaha Milik Desa: Desa Ponggok dan Kritik Terhadap Prestasi “Terbaik Nasional” Fajar Sidik; Fatih Gama Abisono Nasution; Herawati Herawati
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 5, No 2 (2018): Dimensi Kesejahteraan dalam Perspektif Sosiologi Kritis: Praktik Ekonomi Baru, P
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4864.119 KB) | DOI: 10.22146/jps.v5i2.44636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pada salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa)“terbaik nasional” kategori pemberdayaan masyarakat menurut pemerintah pusat, yaitu BUM Desadi Desa Ponggok, Kabupaten Klaten. Penelitian ini dilatarbelakangi masalah meningkatnya jumlahBUM Desa secara signifikan setelah kebijakan UU Nomor 6/2014 tentang Desa ditetapkan, namunbanyak BUM Desa yang belum mampu mereduksi kemiskinan desa. Pemasalahan ini dipahamimenggunakan konseptual teori hybrid institutions. Penelitian kualitatif dengan pendekatan metodestudi kasus digunakan untuk mengeksplorasi BUM Desa di Desa Ponggok. Teknik wawancara,observasi dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data primer dan sekunder. Datasekunder dan primer dianalisis menggunakan tahapan analisis data kualitatif menurut Miles danHuberman. Berdasarkan hasil ekplorasi, tim peneliti menemukan bahwa Pemerintah Desa Ponggokberhasil mentransformasikan pemberdayaan masyarakat dari berbasis komunitas menjadi BUMDesa dalam mengelola dan memanfaatkan hasil sumber daya milik bersama (desa wisata alam).Meskipun berhasil bertransformasi, fakta di akar rumput menunjukkan bahwa pemberdayaanmasyarakat yang dilakukan oleh BUM Desa sebagai hybrid institutions gagal menyentuh danmemberdayakan warga miskin.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL KULIT BUAH SUKUN (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Fajar Sidik; D. Elysa Putri Mambang
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 1 No. 1 (2021): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.936 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v1i1.815

Abstract

Infeksi merupakan keadaan dimana masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh, yang dapat berkembang biak dan menyebabkan penyakit, salah satunya adalah bakteri. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri adalah diare. Diare disebabkan oleh bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, yang masih menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat. Pengobatan yang umum digunakan untuk penyakit infeksi adalah antibiotik, sehingga hanya dalam 4 tahun kemudian telah timbul problem resistensi dengan segala akibat yang sangat merugikan. Salah satu tanaman yang dipercaya dapat dijadikan obat adalah sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg) yaitu tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai antibakteri. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri dari ekstrak kulit buah sukun terhadap S. aureus dan E. coli dengan konsentrasi 50 mg/mL, 75 mg/mL, dan 100 mg/mL dengan kontrol positif kloramfenikol dan kontrol negatif DMSO. Pengujian daya hambat antibakteri dengan metode difusi agar (Kirby Bauer). Metodenelitian ini adalah eksperimental. Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Data yang diperoleh dari pengukuran diameter daya hambat dianalisis secara statistik menggunakan metode uji Anova, kemudian dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol kulit buah sukun mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid dan tanin. Hasil pengukuran daya hambat terhadap S. aureus dan E. coli dilihat dari daerah bening menunjukkan konsentrasi 100 mg/mL dengan daya hambat kuat, konsentrasi 75 mg/mL dengan daya hambat kategori sedang, dan konsentrasi 50 mg/mL dengan daya hambat kategori lemah. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol kulit buah sukun (Artocarpus alitilis (Parkinson) Fosberg) mengandung metabolit sekunder yaitu flavonoid, yang bertindak sebagai antibakteri. Aktivitas antibakteri ekstrak metanol kulit buah sukun tertinggi diperoleh pada konsentrasi 100 mg/mL yaitu dengan zona hambata sebesar 11,95 mm pada S. aureus dan 10,23 mm pada E. coli, yang keduanya dapat dikategorikan memiliki daya hambat yang kuat.
Menggali Potensi Lokal Mewujudkan Kemandirian Desa Fajar Sidik
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) Vol 19, No 2 (2015): November
Publisher : Magister Ilmu Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkap.7962

Abstract

Artikel ini menganalisis pelaksanaan desa wisata di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Sebelum ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Desa Bleberan dikenal sebagai desa pelosok, terisolir, dan kekurangan air. Tingginya angka kemiskinan menjadi masalah utama yang dihadapi masyarakat setempat. Namun, setelah Pemerintah Desa bersama warga setempat berhasil membentuk BUMDes, kini Desa Bleberan berkembang dan menjadi desa wisata terbaik di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara, analisis data dilakukan melalui tahapan sebagai berikut; (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) kesimpulan/verifikasi. Agar hasil kajian dapat kredibel, maka teknik triangulasi data digunakan saat validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan Desa Wisata di Bleberan (2010-2014), pendapatan asli desa secara signifikan meningkat. Hal tersebut tidak lepas dari peran modal sosial yang dimiliki warga yang telah berkembang dengan baik seperti Organisasi Desa, Kepercayaan, Norma, dan Jaringan. Namun, pengelolaan BUMDes dinilai kurang efektif karena belum dikelola secara transparan dan akuntabel. Kemudian, upaya mewujudkan desa mandiri juga menghadapi tantangan sosial yaitu adanya kecemburuan antar dukuh terkait dengan dana bantuan yang diberikan serta munculnya pelaku ekonomi di sekitar area wisata yang berasal dari keluarga berekonomi mapan.
Analisis Pelaksanaan Kegiatan Pramuka di SD Negeri 050712 Hinai Kiri Anisa Padilla; Herawati Herawati; Winda Mey Lestari Munthe; Wulanda Aditiya; Fajar Sidik
Jurnal Sadewa : Publikasi Ilmu Pendidikan, pembelajaran dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : Publikasi Ilmu Pendidikan, pembelajaran dan Ilmu Sosial
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/sadewa.v2i3.971

Abstract

Education in elementary schools (SD) seeks to build students' social and moral character in addition to their academic skills. The Scout movement is one of the extracurricular activities that have a significant impact on character development. This research aims to examine how Scout activities are carried out at SDN 050712 Hinai Kiri, including elements of activity planning, implementation, and assessment. This research uses descriptive qualitative methods with data obtained through interviews, observation, and literature review. The results of the research show that overall the implementation of Scout activities at SDN 050712 Hinai Kiri went well. Scout extracurricular activities at SDN ‎‎050712 Hinai Kiri are packaged in an interesting way and make a positive contribution to the world of education. However, there are several obstacles in implementing Scout activities at SDN 050712 Hinai Kiri, namely the difficulty of scout leaders in leading classes, the program not running, and the low level of student discipline in participating in Scout activities. It is believed that the findings of this research will help schools and other related parties in improving program standards and effectiveness
Co-Authors Aan Triwijayanto Abdul Rahman Afikah, Prista Afrizal Tanjung Agus Rofi’i Ahmad, Nurwadjah Amrih Setyo Raharjo Andewi Suhartini, Andewi ANDIKA SAPUTRA Angga Damayanto Angriyani, Silma ANI OKTARINI SARI, ANI OKTARINI Anisa Padilla Annisaa' Siti Shalihah Ariza, Afifa Nur Arman Maiwa Asri, Rahma Risa Azhar Haikal Anwar Azim, Muhamad Bau Toknok Bibit Sudarsono Charolina Charolina D. Elysa Putri Mambang Deni Nugraha Dhiaul, Asyraf Diana Diana Diansyah, Nur Dzilla Khoerunnisa Ebni Sholikhah Eka Raysha, Najwa Meidinar Eka Raysha, Njawa Meidinar Elizal, Elizal Erga Yuhandra Evi Rovikoh Indah Saputri Fachry Abda El Rahman Fadilah, Rahmi Fatih Gama Abisono Nasution Fatimah Az Zahra Fatoni, Tamrin Ferdian, Feri Fikri, M Khoirul Fikri, M. khairul Firman Noor Hasan Firmansyah, Firmansyah Gina Nuzul Ulwan Grance Cristin Tektonik Zai Hamka Hamka, Hamka Haqibul Mujib Harmawan, Violintikha Hartini, Dewi Sri Hendra Pribadi Herawati Herawati Herawati Herawati Herawati Herawati Hidayatullah, Ma’ruf Hulu, Amati Eltriman Ibnu Suhada Ilham Faishal Mahdy Imas Masyitoh Istiqamah, Nurul Kartika Megawati Kayla Salsabilla L. Hendrowibowo Ladiva, Ladiva Lajai Madam, Sri Yulandasari Lareke, Amir A Marlina Marlina Meidinar Eka, Najwa Misrah Misrah Mubarrok, Dede Husni Muhamad Yaqutatul Hadro Mustabsyiroh Mustabsyiroh Mustaghfirin, Ahmad Nasution, Fatih Gama Abisono Nur Aziza, Syalma Alisa Nurul Malikah Pardomuan Tanjung Perwito, Perwito Putri Marshanda Rina Mediaswati, Rina Rini Rini Riski Gusri Utami Rozanah Katrina Herda Safha, Libbya Safitri Endah Winarti Sandi Lesmana Serly, Vanica Setia Budi, Firmansah Siti Mauliya Kusumah Sofyan Sofyan Suyuthie, Hijriyantomi Syifa Utami Asrianty Teguh Mulya Sandi Teja Endra Eng Tju Tengku Riza Zarzani N Thalia, Dinda Whydiantoro Widad Ristia Zulkha Winda Mey Lestari Munthe Wirdawati, Ayu Wulanda Aditiya Wulansari, Nidia Yeni Elviza Febrianti Youmil Abrian Yudi Daryadi