Claim Missing Document
Check
Articles

Formulation And Evaluation of Preparations Edible Film Combination Gingerol And Curcumin As An Antibacterial Streptococcus pyogenes Causes Of Inflammation Of The Throat Nurdianti, Lusi; Lestari, Tresna; Nurmalasari, Anisa; Wulandari, Winda Trisna; Cahyati, Keni Ida; Setiawan, Fajar; Firmansya, Ardianes
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 21 No. 1: March 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v21i1.27616

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) dan kunyit (Curcuma longa L) merupakan tanaman herbal yang terkenal karena manfaat terapeutiknya. Tumbuhan ini mengandung unsur bioaktif yang masing-masing disebut sebagai gingerol dan kurkumin, yang menunjukkan kualitas potensi antibakteri. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menguji atribut dan sifat antibakteri dari zat-zat tersebut. potensi Edible Film yang terdiri dari 5% ekstrak jahe gingerol dan kombinasi kurkumin terhadap bakteri Streptococcus pyogenes. Penelitian ini menggunakan metode pengecoran pelarut, evaluasi film yang dapat dimakan melalui analisis sensori, pengukuran ketebalan, penilaian keseragaman berat, penentuan pH, pengujian kerapuhan, pengukuran ketahanan lipat, analisis waktu hancur dan disolusi, penentuan kadar air, penilaian elongasi dan kekuatan tarik, stabilitas pemeriksaan, uji hedonik, evaluasi aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus pyogenes, dan analisis gugus fungsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Edible Film mempunyai karakteristik berbentuk persegi panjang berukuran 2x3 cm dengan warna berbeda tiap formula, bau yang khas, rasa manis dan pedas, ketebalan 0,11 mm - 0,12 mm, keseragaman berat 60,3 mg-68,87 mg, kerapuhan. 1,14%-2,95%, ketahanan lipat >500x, waktu hancur <30 detik, waktu larut <60 detik, kadar udara 8,58%-12,05%, kuat tarik 2,42 MPa – 16,18 MPa yang sesuai dengan Standar Industri Jepang (JIS) dan teori yang ada, tetapi penambahan persen memberikan hasil yang buruk. Sediaan Edible film baik formula tunggal maupun kombinasi mampu menghambat bakteri dengan diameter zona hambat F2, F3, dan F4 masing-masing 6,56 mm, 6,36 mm, dan 6,92 mm terhadap bakteri Streptococcus pyogenes dengan masing-masing kategori sedang.
Membangun Kesadaran Masyarakat Mengenai Hipertensi melalui Gaya Hidup Sehat di Dusun Nyalindung Kabupaten Tasikmalaya Nurdianti, Lusi; Parha, Syipa Zalia; Rosmawati, Eli; Laksana, Tiara Putri; Yuliansyah, Ivan; Nurbaitin, Azkia Ma’rifah; Fauziyah, Fitriya; Latifah, Nanda Nurul; Nurhalimah, Riyan Siti; Putri, Seulistia
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v5i1.581

Abstract

Hipertensi termasuk salah satu penyakit tidak menular yang paling umum dan merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan paru-paru, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia.  Banyak kasus hipertensi tidak terdeteksi hingga muncul komplikasi serius seperti stroke atau serangan jantung karena hipertensi seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Akibatnya, hipertensi dikenal sebagai "silent killer".  Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberi tahu warga Dusun Nyalindung tentang bahaya hipertensi melalui edukasi kesehatan.  Penyuluhan langsung dengan bantuan leaflet dan evaluasi pengetahuan peserta menggunakan instrumen pretest dan posttest adalah bagian dari metode yang digunakan.  Kegiatan ini berlangsung pada 25 Juli 2025 dan dihadiri oleh 27 orang. Menurut analisis data, pengetahuan telah meningkat secara signifikan; nilai rata-rata sebelum penyuluhan sebesar 70,74 naik menjadi 84,44 setelah penyuluhan, dan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05).  Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan benar-benar meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi. Edukasi yang berkesinambungan diharapkan mampu mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat pedesaan.    
UJI EVALUASI FISIK DAN AKTIVITAS ANTI JAMUR SEDIAAN OVULA EKSTRAK BAWANG PUTIH TERHADAP CANDIDA ALBICANS Nurdianti, Lusi; Adhani, Ai Gita Aisah; Hidayat, Taufik; Setiawan, Fajar; Aprillia, Ade Yeni; Tuslinah, Lilis; Firmansya, Ardianes
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i1.2671

Abstract

Kandidiasis vulvovagina merupakan penyakit umum di kalangan wanita yang membutuhkan penanganan cepat. Kandidiasis vagina dapat diakibatkan oleh infeksi jamur, terutama Candida albicans menyebabkan gejala seperti gatal-gatal, keputihan, kemerahan vagina, dan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual serta buang air kecil. Bawang putih (Allium sativum L.), khususnya senyawa allicin memiliki potensi sebagai antibakteri dan antijamur. Selain itu, bawang putih juga mengandung saponin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak etanol Allium sativum L sebagai antijamur terhadap Candida albicans dan untuk mengembangkan sediaan ovula berbasis gelatin dengan konsentrasi ekstrak 20%, 25%, dan 30%. Pengujian daya hambat ovula ekstrak Allium sativum L dilakukan dengan metode sumuran menggunakan Cylinder cup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ovula ekstrak Allium sativum L dengan konsentrasi 20%, 25%, dan 30% memiliki daya hambat rata-rata masing-masing 6,1±0,290 mm, 8,06±0,750 mm dan 11,33±0,460 mm. Analisis ANOVA dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) menunjukkan perbedaan signifikan dalam kemampuan ovula menghambat pertumbuhan Candida albicans. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa ovula ekstrak Allium sativum L memiliki potensi sebagai antijamur yang efektif.
Antibacterial activity of guava leaf ethanolic extract (Psidium guajava L.) nanosuspension against Escherichia coli bacteria Nurdianti, Lusi; Yuliana, Anna; Raras, Euis; Setiawan, Fajar; Wulandari, Winda Trisna; Firmansya, Ardianes
Pharmaciana Vol. 14 No. 2 (2024): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v14i2.26359

Abstract

Diarrhea is a condition where a person has bowel movements three or more times a day, with consistent stools. One of the common bacteria that causes diarrhea is Escherichia coli. Empirical and preclinical studies have demonstrated the effectiveness of guava leaves (Psidium guajava L.) in treating diarrhea due to their tannin content. Nanosuspension formulations can be created to simplify the use of guava leaves for medicinal purposes. This study aims to investigate the efficacy of guava leaf extract, both in its natural form and as a nanosuspension preparation, against Escherichia coli. Additionally, the study aims to characterize the guava leaf extract nanosuspension used in the experiment. The technique used to make nanosuspension involves ionic gelation methods by using chitosan as a polymer, and subsequent characterization of the resulting product includes organoleptic testing, specific weight, pH, sedimentation volume, and viscosity. After the characterization of the guava leaf nanosuspension, it was found that the optimal formula had a particle size of 245.7 nm at a concentration of 0.01%, a polydispersion index of 0.406, and a zeta potential of +26.9 mV. Guava leaf ethanol extract 1% has a diameter of the inhibitory zone of 4.05±0.45 mm. However, the nanosuspension form of P. guajava L at a concentration of 0.01% has an inhibitory zone diameter of 11.45±0.64 mm. The nanosuspension formulation using P. guajava L has met the evaluation requirements and has antibacterial activity against E. coli bacteria.
PENGEMBANGAN SEDIAAN SERUM WAJAH EKSTRAK ETANOL DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L) Merr) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Lusi Nurdianti; Fathurohman, Mochamad; Prolina, Riska; Setiawan, Fajar; Yeni Aprilia, Ade; Firmansya, Ardianes
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1411

Abstract

Proses penuaan pada setiap orang akan terjadi secara alamiah dan tidak dapat dihindari. Banyak faktor yang menjadi penyebab proses penuaan lebih cepat dari waktu yang seharusnya, salah satunya adalah faktor eksternal seperti radikal bebas dan dari paparan sinar UV. Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan sediaan serum wajah ekstrak etanol daun katuk (Sauropus androgynus L.Merr) sebagai antioksidan. Metode penelitian meliputi pengolahan daun katuk menjadi simplisia kering hingga diperoleh berupa serbuk halus, pembuatan ekstrak daun katuk dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, skrining fitokimia, karakteristik ekstrak, pengujian antioksidan dengan metode DPPH menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 516 nm, pembuatan formula sediaan serum wajah dengan penambahan ekstrak etanol daun katuk dengan masing-masing konsentrasi 3% (F1), 5% (F2) dan 7% (F3) ke dalam serum. Evaluasi sediaan serum meliputi pengujian organoleptik, homogenitas, pH, viskositas dan daya sebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun katuk bisa dikembangkan dalam serum wajah dengan hasil evaluasi semua formula sediaan yang baik memenuhi syarat diperoleh F3 sebagai formula terbaik dengan nilai IC50 sebesar 34,93 ppm termasuk kedalam kategori antioksidan sangat kuat. Dengan demikian sediaan serum ekstrak daun katuk bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam mengurangi proses penuaan dini yang baik.
Pelatihan Pembuatan “Smart Clean” sebagai Upaya Peninggatan Produktivitas Ibu PKK Desa Karangbenda Kabupaten Pangandaran Nurdianti, Lusi; Indra, Indra; Wulandari, Winda Trisna; Idacahyati, Keni; Setiawan, Fajar; Wardani, Gatut Ari; Aprillia, Ade Yeni; Gustaman, Firman
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12397

Abstract

ABSTRAK Pada saat ini, kesadaran tentang pentingnya penggunaan deterjen cair pakaian semakin meningkat. Kandungan surfaktan yang terkandung dalam detergen dapat menimbulkan dampak negatif bagi makhluk hidup dan lingkungan karena limbah yang tidak terurai dengan baik oleh mikroorganisme akan menjadi suatu permasalahan bagi lingkungan. Workshop ini bertujuan memberikan edukasi dan keterampilan kepada warga dalam memproduksi deterjen cair yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Materi penyuluhan disampaikan dalam bentuk ceramah dan tanya jawab, dengan diharapkan peserta dapat memahami manfaat deterjen untuk kebersihan pakaian keluarga, mengenai deterjen pakaian yang ramah lingkungan, dan mampu melakukan sosialisasi serta mempraktekkan pembuatan deterjen pakaian sendiri. Berdasarkan hasil pengolahan statistik, terdapat peningkatan rata-rata nilai skor kuesioner peserta setelah mengikuti pelatihan dalam pembuatan deterjen cair pakaian. Hasil uji statistik menggunakan uji T berpasangan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai rata-rata skor kuesioner peserta sebelum dan sesudah pelatihan. kegiatan workshop ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat dan lingkungan sekitar desa, seperti mengurangi biaya pengeluaran keluarga dan memberikan peluang berwirausaha penjualan deterjen cair pakaian. Kata Kunci: Deterjen, Ekonomis, Workshop, Ramah Lingkungan, Parigi  ABSTRACT At this time, awareness about the importance of using liquid laundry detergent is increasing. Because waste that does not properly decompose by microorganisms will become a problem for the environment, the surfactant content in detergents may have a negative effect on living things and the environment. This workshop aims to provide education and skills to residents in producing environmentally friendly and cost-effective liquid detergent. The education material is delivered in the form of lectures and questions and answers, with the hope that participants will be able to understand the benefits of detergent for cleaning family clothes, learn about environmentally friendly laundry detergent, and be able to socialize and practice making their own laundry detergent. Based on the results of statistical processing, there was an increase in the average score of participants' questionnaires after taking part in training in making liquid laundry detergent. The results of statistical tests using the paired T test showed that there was a significant average difference between the average scores of participant questionnaires before and after training. This workshop activity can provide good benefits for the community and environment around the village, such as reducing family expenses and providing entrepreneurial opportunities for selling liquid laundry detergent. Keywords: Detergent, Economical, Workshop, Environmentally Friendly, Parigi
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Pemanfaatan dan Pemilihan Bahan Baku Obat Tradisional di Daerah Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya Nurdianti, Lusi; Rahayuningsih, Nur; Wulandari, Winda Trisna; Aprillia, Ade Yeni; Idacahyati, Keni; Indra, Indra; Wardani, Gatut Ari; Setiawan, Fajar; Gustaman, Firman; Annissya, Widia Primi; Julyanti, Ai Rian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.16066

Abstract

ABSTRAK Masyarakat daerah Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya mata pencaharian utamanya adalah sebagai petani, sehingga tanaman tumbuh baik disana, pemanfaatan tanaman ini dapat dibuat untuk bahan baku jamu sehingga dapat memberdayakan dan mendorong masyarakat dalam upaya pengembangan kesehatan tradisional. Memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah tanaman obat menjadi produk jamu yang bermanfaat bagi Kesehatan selain itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih jamu yang aman dan memiliki izin edar dari BPOM serta mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui usaha home industry berbasis produk jamu. Total peserta yang termasuk dalam kriteria inkulusi dalam kegiatan ini adalah 110 orang, penyuluhan yang dilakukan menggunakan metode presentasi dengan media spanduk, stiker, dan power point, selain itu dilakukan pretest dan post-test. Rata-rata pretest sebesar 58,41 dan post-test sebesar 92,95, berdasarkan hasil pengujian statistik nilai pretest dengan post-test memiliki perbedaan yang signifikan (p<0,05). Program penyuluhan pemanfaatan Bahan Baku Obat Tradisional dalam pembuatan sediaan jamu dan cerdas memilih obat tradisional di Kampung Parunggolong desa Lengkong Barang kecamatan Cikatomas Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan respon yang positif dari masyarakat setempat. Kata Kunci: Obat Tradisional, Jamu, Cikatomas  ABSTRACT The people of the Cikatomas area in Tasikmalaya Regency primarily earn their livelihood as farmers. The plants grown there are well-suited for use as raw materials in herbal medicines. Utilizing these plants can empower and encourage the community in their efforts to develop traditional health practices. Empowering the community with knowledge and skills to process medicinal plants into beneficial herbal products not only increases public awareness about the importance of selecting herbal medicines that are safe and approved by BPOM but also helps develop local economic potential through home-based businesses centered around herbal medicine products. A total of 110 participants met the inclusion criteria for this activity. The counseling was conducted using presentations with banners, stickers, and PowerPoint. Additionally, a pretest and post-test were administered. The pretest average score was 58.41, while the post-test average was 92.95. Based on statistical testing, there is a significant difference between the pretest and post-test scores (p < 0.05). The outreach program focused on the use of traditional medicinal raw materials for making herbal medicine preparations and smart selection of traditional medicines in Parunggolong Village, Lengkong Barang Village, Cikatomas District, Tasikmalaya Regency, was well-received by the local community. Keywords: Traditional Medicine, Jammu, Cikatomas
Program Penyuluhan Registrasi Produk Kosmetik untuk Meningkatkan Kesadaran Remaja di SMK Farmasi Bina Putera Nusantar Tasikmalaya Nurdianti, Lusi; Rahayuningsih, Nur; Indra, Indra; Setiawan, Fajar; Gustaman, Firman; Wulandari, Winda Trisna; Wardani, Gatut Ari; Aprillia, Ade Yeni; Annissya, Widia Primi; Julyanti, Ai Rian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19960

Abstract

ABSTRAK Kosmetik telah menjadi kebutuhan sehari-hari, namun masih banyak produk yang tidak memenuhi standar keamanan dan regulasi. Banyak produk kosmetik illegal dan tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga beresiko mengandung bahan berbahaya. Selain itu, kesadaran Masyarakat, terutama siswa/I sekolah kejuruan farmasi, tentang pentingnya kosmetik yang aman dan halal masih terbatas. Program pengabdian masyarakt ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa/I SMK Farmasi Bina Putera Nusantara Tasikmalaya mengenai pentingnya penandaan dan regristrasi sediaan kosmetik yang baik dan halal, sehingga mereka dapat menjadi konsumen yang lebih cerdas dan kritis dalam memilih produk kosmetik. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan dengan metode presentasi, diskusi interaktif, serta pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Media yang digunakan meliputi brosur, spanduk, dan presentasi menggunakan PowerPoint. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa/I terhadap aspek legalitas dan keamanan kosmetik, ditunjukkan dengan peningkatan skor post-test dibandingkan pre-test. Siswa/I menjadi lebih memahami pentingnya regristrasi BPOM, penandaan kosmetik, seta konsep halal dalam produk kosmetik. Program penyuluhan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa/I mengenai kosmetik yang aman dan halal. Dengan edukasi yang tepat, generasi muda dapat menjadi konsumen yang lebih bijak dalam memilih dan menggunakan produk kosmetik yang terjamin kualitas serta keamanannya Kata Kunci: Penyuluhan, Kosmetik Halal, Regristrasi BPOM, Edukasi Konsumen, Keamanan Kosmetik  ABSTRACT Cosmetics have become an essential part of daily life. However, many products on the market do not meet safety and regulatory standards. The presence of illegal and unregistered cosmetics, which may contain harmful substances, remains a significant concern. Public awareness- particularly among vocational pharmacy students- is still lacking regarding the importance of safe and halal-certified cosmetics. This community engagement program aims to enhance students’ understanding of SMK Farmasi Bina Putera Nusantara Tasikmalaya regarding the importance of proper cosmetic labeling and registration, enabling them to become more informed and critical consumers. The program was conducted as an educational seminar using a presentation-based approach, interactive discussion, and pre-test and post-test assessment to evaluate participants’ comprehension. The materials were delivered through brochures, banners, and PowerPoint presentations. The evaluation results indicated a significant improvement in students’ knowledge of cosmetic legality and safety. Post-test scores demonstrated an increased understanding of BPOM registration, cosmetic labelling regulations, and halal certification requirements compared to pre-test results. The outreach program effectively raised students’ awareness and knowledge of safe and halal cosmetics. Proper education can empower younger generations to make informed choices when selecting and using cosmetics that comply with safety and regulatory standards. Keywords: Awareness Program, Halal Cosmetics, BPOM Registration, Consumer Education, Cosmetic Safety
Penyuluhan tentang Toksisitas Ethylene Glycol dan Diethylene Glycol di Sediaan Sirup di Desa Adimulya Ruswanto, Ruswanto; Nurdianti, Lusi; Aprillia, Ade Yeni; Pebiansyah, Anisa; Billah, Tazkia Hasna; Mulyani, Sri; Rachman, Dineu Septy Ulfiatur; Ramadan, Fajar; Albie, Fadhlan Adtya; Anjuni, Dhea Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14260

Abstract

ABSTRAK Etlien Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) merupakan senyawa organik yang dengan rumus kimia C2H6O2 dan C4H10O3 yang bersifat asam lemah dan berbentuk cairan bening, praktis tidak berbau, serta memiliki viskositas yang rendah dan cairan bersifat higroskopis dengan rasa manis. Per 5 Desember 2022 terdapat 324 kasus gagal ginjal akut yang tidak diketahui penyebab terjadinya. Gagal Ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) yang diduga akibat intosikasi EG dan DEG. Tingkat pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai kasus cemaran EG dan DEG merupakan satu hal yang penting untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat mengenai toksisitas cemaran Etilen Glikol dan Dietilen Glikol pada sediaan sirup sebagai salah satu penyebab terjadinya Gagal Ginjal Akut pada Anak dan menyampaikan informasi beberapa sirup yang aman dan bahaya untuk dikonsumsi, serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terkait obat sirup yang sering diberikan kepada anak anak. Metode pengabdian ini masyarakat ini dapat diamati dalam penyampaian informasi dan penguatan masyarakat yang bijak dalam menggunakan obat sirup melalui tahapan Sosialisasi, Diskusi dan Evaluasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa 50% masyarakat belum mendapatkan informasi melalui media cetak. Namun pengetahuan masyarakat tentang cemaran EG dan DEG pada sediaan sirup tergolong kurang. Dapat disimpulkan dari kegiatan pengabdian ini memberikan dampak atau pengaruh terhadap pengetahuan masyarakat desa. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa adanya peningkatan pengetahuan diambil dari rata-rata soal yang dijawab oleh setiap responden dari 13,4 rata-rata soal yang dijawab, menjadi 20,6 rata-rata soal yang dijawab benar oleh responden yang hadir dalam penyuluhan, hal lain juga dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah sumber informasi yang diterima akibat dari adanya penyuluhan Kesehatan bagi responden dari 14 responden menjadi 19 responden. Kata Kunci: Etilen Glikol, Dietilen Glikol, Toksisitas, Gagal Ginjal Akut, Sediaan Sirup  ABSTRACT Etlien Glycol (EG) and Diethylene Glycol (DEG) are organic compounds with the chemical formula C2H6O2 and C4H10O3, respectively. which is weakly acidic and is a clear liquid, practically odorless, and has a low viscosity and hygroscopic liquid with a sweet taste. As of December 5, 2022, there were 324 cases of acute renal failure with no known cause. Atypical progressive acute renal failure (GGAPA) is thought to be due to EG and DEG intoxication. Public knowledge level Indonesia regarding EG and DEG contamination cases is important to prevent an increase in cases. This activity aims to measure the level of public understanding of the toxicity of Ethylene Glycol and Diethylene Glycol contamination in syrup preparations as one of the causes of Acute Kidney failure in Children and convey information on some syrups that are safe and dangerous for consumption and increase public awareness regarding syrup drugs that are often given to children. This community service method can be observed in the delivery of information and strengthening community who are wise in using syrup medicine through the stages of Socialization, Discussion and Evaluation. The results of this service show that 50% of the community has not received information through print media. However public knowledge about EG and DEG contamination in syrup preparations is classified as less. It can be concluded that this service activity has an impact or influence on the knowledge of the village community. on the knowledge of the village community. This can be proven that an increase in knowledge is taken from the average question answered by each respondent from 13.4 average questions answered, to 20.6 average questions answered by each respondent. each respondent from 13.4 average questions answered, to 20.6 average questions answered correctly by respondents who attended counseling. questions answered correctly by respondents who attended the counseling, another thing is also evidenced by the increase in the number of sources of information. also evidenced by an increase in the number of sources of information received as a result of health counseling for respondents from 14 respondents to 19 respondents. Keywords: Ethylene Glycol, Diethylene Glycol, Toxicity, Acute Kidney Injury, Syrup
Sublingual Film Formulation of Tempuyung Leaf Extract (Sonchus Arvensis L.) as Anthyperuricemic Agent Subagja, Seina Lathifa; Nurdianti, Lusi; Agustiani, Dika Tri; Jayanty, Rizka Sri; Khaelani, Eka; Dwi Lestari, Oktaviana
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia Vol. 18 No. 1 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jtoi.v18i1.1406

Abstract

Tempuyung leaves (Sonchus arvensis L.) are known to contain flavonoid compounds with potential antihyperuricemic activity. This study aimed to prepare Sonchus arvensis leaf extract and formulate it into a sublingual thin film dosage form to develop a therapeutic formulation for the treatment of hyperuricemia. The study employed a Completely Randomized Design using 24 rats (Rattus norvegicus), divided into six groups: positive control (Allopurinol), negative control, blank, and three treatment groups receiving Sonchus arvensis extract at doses of 50 mg/70 kg BW, 100 mg/70 kg BW, and 200 mg/70 kg BW. The sublingual film formulation was prepared using the solvent casting method. Data were analyzed using ANOVA and LSD tests. The results indicated that Formula 3, with a dose of 200 mg, produced the most significant reduction in uric acid levels. Standardization parameters of the extract, including moisture content, ash content, water-soluble extract, ethanolsoluble extract, and loss on drying, complied with the applicable standards. Evaluation of the sublingual film demonstrated that the formulation met the required characteristics and quality standards for sublingual films. In conclusion, the sublingual film of Sonchus arvensis leaf extract shows potential as an effective antihyperuricemic agent. Keywords: Tempuyung Leaves, Antihyperuricemia, Thin Film
Co-Authors Ade Putri Suci Lestari Ade Yeni Ade Yeni Aprilia Ade Yeni Aprilia Ade Yeni Aprilia Ade Yeni Aprillia Adhani, Ai Gita Aisah Agustiani, Dika Tri Agustini, Tina Albie, Fadhlan Adtya Alhikam Nazabullah Aliifah, Maitsa Wafaa Alma Meidina Anindita Tri Kusuma Pratita Anjuni, Dhea Putri Anna Yuliana, Anna Annisa Pebiansyah Annissya, Widia Primi Aprillia, Ade Yeni Ardianes Firmansya Ardianes Firmansya Arif Maulana Yusuf, Fitra Aris Priyanto Arya Purba Wasana Ayu Geamul Maskur Bagas Pra Ramdani Billah, Tazkia Hasna Cahyati, Keni Ida Damas Anjar Nugraha, Damas Anjar Devita Septiani Diana Sri Zustika Diana Sri Zustika, Diana Sri Dika Tri Agustiani Dwi Lestari, Oktaviana Dwi Lista Ligarsari Eka Khaelani Eka Yuniarti Elia Novianti, Elia Elis Lisnawati Elva Kurniasari, Elva Erin Yustira Fabillah Kurniadi Fajar Setiawan Fajar Setiawan Fajar Setiawan Fajar Setiawan Fajar Setiawan FAJAR SETIAWAN Farid, Rifa Agnia Fathurohman, Mochamad Fauziyah, Fitriya Febby Pratama Firman Gustaman Firman Gustaman Firman Gustaman Firman Gustaman Firman Gustaman Firmansya, Ardianes Fujianti Putri Nuraisah Gatut Ari Wardani Gatut Ari Wardhani Gustaman, Firman Hanna Nurul Husna Hanna Nurul Husna Hanna Nurul Husna Idacahyati, Keni indra indra Indra Indra Indra Indra Indra, Indra Intan Gita Cahyani Ira Rahmiyani Ira Rahmiyani Ira Rahmiyani Iyan Sofyan, Iyan Jayanty, Rizka Sri Julyanti, Ai Rian Keni Ida Cahyani Keni Idacahyati Keni Idacahyati Khaelani, Eka Khusnul, Khusnul Kurniady, Fabillah Kusumah, Firdan Gusmara Laksana, Tiara Putri Laras Rizkia Widyastuti Latifah, Nanda Nurul Lilis Tuslinah Lilis Tuslinah Lilis Tuslinah Lilis tuslinah Lilis Tuslinah, Lilis Meri Meri Meri, Meri Mina Audina, Mina Mulya Tri Sugiharti Nur Fadilah, Yayang Nur Rahayuningsih, Nur Nurbaitin, Azkia Ma’rifah Nurfaiza Safitri Nurhalimah, Riyan Siti Nurmalasari, Anisa Octavia, Tasya Oktaviana Dwi Lestari Parha, Syipa Zalia Pebiansyah, Anisa Pratita, Anindita Pratita, Anindita Tri Kusuma Prolina, Riska Putri, Seulistia Rachman, Dineu Septy Ulfiatur Ramadan, Fajar Rani Rubiyanti, Rani Raras, Euis Ratih Aryani Reiza Alvita Rafanida Reza Ariza Wildan Rika Yulianti, Rika Rizka Sri Jayanty Rosmawati, Eli Rosydah, Meli Ruswanto, Ruswanto Saka Bekti Subagja Seina Lathifa Subagja Setiawan, Fajar Sri Mulyani Subagja, Seina Lathifa Taofik Hidayat Taofik Rusdiana Taufik Hidayat Taufik Hidayat Taufik Hidayat Tina Agustini Tita Nofianti, Tita Tresna Lestari, Tresna Vera Nurviana W F Annissya, W F Wawan Rismawan Wawan rismawan Widiyanti Widiyanti Wildan Muhtar, Mohammad Winda Trisna Wulandari Winda Trisna Wulandari Winda Trisna Wulandari Winda Trisna Wulandari Winda Trisna Wulandari Winda Trisna Wulandari, Winda Trisna Y M Pamela, Y M Yeni Aprilia, Ade Yuliansyah, Ivan Zahrotun Naqiah Zain, Dichy Nuryadin Zakia Nurul Izzah