Articles
FORMULASI DAN EVALUASI GEL IBUPROFEN DENGAN MENGGUNAKAN VISCOLAM SEBAGAI GELLING AGENT
Nurdianti, Lusi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.327 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.111
Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi dan uji evaluasi dengan menggunakan viscolam sebagai gelling agent. Dalam penelitian ini dibuat 3 formula dengan variasi konsentrasi propilen glikol 10 %, 15% dan 20%. Evaluasi sediaan gel yang dilakukan meliputi organoleptik, pH, viskositas dan sifat alir selama 30 hari penyimpanan pada suhu kamar (28°C ± 0,5) dan uji hedonik. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa formula sediaan gel ibuprofen baik secara fisik selama 30 hari penyimpanan, namun sediaan gel dari masing-masing formula menunjukkan bahwa terjadi peningkatan viskositas setiap harinya. Data diolah secara statistik menggunakan Uji friedman test untuk uji hedonik menunjukkan adanya perbedaan kesukaan dari tiap formula dari parameter warna, kelembutan dan kemudahan dibersihkan (p<0,05). Kata Kunci : ibuprofen, propilen glikol, viscolam. Uji hedonic
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KRIM EKSTRAK DAUN MANGGA (Mangifera indica L) Terhadap DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil)
Nurdianti, Lusi;
Rahmiyani, Ira
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.124 KB)
|
DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.165
Daun mangga ((Mangifera indica L)adalah salah satu tumbuhan yang biasanya ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman obat. Salah satu senyawa yang terkandung di dalamnya adalah flavonoid, isoflavonoid, fenolik, vitamin C dan beta karoten sehingga berpotensi sebagai antioksidan yang dapat berpotensi menghambat radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula yang paling baik dari sediaan krim daun mangga dengan variasi konsentrasi basis setil alkohol. Hasil dari pengujian krim ekstrak daun mangga yang dilakukan selama 28 hari bahwa pengamatan organoleptik, pH dan viskositas pada ketiga formula di dapat hasil yang paling baik adalah formula 3 dengan konsentrasi basis setil alkohol sebesar 12%. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dari ekstrak etil asetat daun mangga diperoleh IC50 adalah 21,79 ppm sedangkan hasil pengujian aktivitas antioksidan pada sediaan krim ekstrak etil asetat daun mangga pada formula 3 didapat nilai IC50 sebesar 50,54 ppm.
OPTIMASI HYDROXYPROPYL METHYL CELLULOSE K15M DAN NATRIUM CARBOXYMETHYL CELLULOSE SEDIAAN BUCCAL FILM
Ardianes Firmansya;
Lusi Nurdianti;
Erin Yustira;
Dwi Lista Ligarsari;
Reiza Alvita Rafanida
Pharmacoscript Vol. 5 No. 1 (2022): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36423/pharmacoscript.v5i1.786
ABSTRACT In 2020 the number of cases of Dengue Hemorrhagic Fever in Indonesia until the 49th week reached 95,893 cases and caused the death of around 661 people. This study aims to obtain the bestformula buccal film by optimizing the concentration of HPMC K15M and Na. CMC and evaluation of the characterization ofpreparations buccal film with 3 variations of concentration ratios against 3 formulas on HPMC K15M and Na polymer excipients. CMC include F1 0.67% : 0.33% ; F2 0.65% : 0.5% ; F3 0.33% : 0.67%. Research methods carried out bylaboratory experiments in vitro include optimization and manufacture ofpreparations buccal film and evaluation of the characterization ofpreparations buccal film. The results obtained by the three formulas met the standard with formula 3 being the best formula based on the results of viscosity 578.667±35.85, pH of wet mixture 6.24±0.08, folding resistance >300, surface pH 6.85±0.026, uniformityweight film 6 mg±0.22,thickness uniformity film 0.03±0.009 which resulted infilm a clear white, smooth and dry surface. Thus, it was concluded that from the 3 formulas with variations in the concentration of HPMC K15M and Na.CMC, the best formula was found in formula 3 and the results of the characterization evaluation met the requirements with the smallest standard deviation value. Keywords : Dengue Hemorrhagic Fever, HPMC K15M, Na.CMC, Buccal Film
Penyuluhan dan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram secara Terpadu
Khusnul;
Lusi Nurdianti;
Aris Priyanto
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2021): June
Publisher : Politeknik Negeri Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25047/j-dinamika.v6i1.1586
Pengembangan budidaya jamur akan terus memberikan sumbangan bagi pembangunan nasional, baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa alasan yang mendasari pentingnya budidaya jamur di Indonesia antara lain adalah potensi sumber daya alamnya yang besar dan beragam, besarnya penduduk yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini dan budidaya jamur menjadi basis pertumbuhan di pedesaan. Tasikmalaya memiliki iklim tropis, dengan curah hujan yang signifikan dan suhu rata-rata 25.2 °C. Hal ini sangat mendukung untuk budidaya jamur tiram. Masyarakat Tasikmalaya belum banyak yang melakukan budidaya jamur, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam melalukan budidaya tersebut, petani yang sudah menjalankannyapun masih diperlukan pengetahuan tambahan untuk meningkatkan produksi jamurnya.Tujuan dari penyuluhan dan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan budidaya jamur tiram secara terpadu baik untuk petani maupun selain petani. Metode yang digunakan yaitu dengan ceramah dan praktik langsung membuat bibit dan media tanam jamur di laboratorium parasitologi STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 120 peserta yang berasal dari beberapa daerah di Tasikmalaya maupun di luar Kota Tasikmalaya. Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Formulasi dan Karakterisasi SNE (Self Nanoemulsion) Astaxanthin dari Haematococcus pluvialis sebagai Super Antioksidan Alami
Lusi Nurdianti;
Ratih Aryani;
Indra Indra
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 4, No 1 (2017): J Sains Farm Klin 4(1), November 2017
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (31.101 KB)
|
DOI: 10.29208/jsfk.2017.4.1.168
Astaxanthin merupakan kelompok karotenoid xantofil larut lemak yang banyak ditemukan pada berbagai mikroorganisme dan hewan laut. Permasalahan yang terdapat di dalam pengunaannya sebagai bahan aktif sumber antioksidan adalah karena lipofilisitasnya dan stabilitas astaxanthin yang rendah di dalam saluran cerna sehingga membuat ketersediaan hayati yang rendah. Di dalam penelitian ini menawarkan teknologi nano untuk mengembangkan nanoemulsi astaxanthin yang ditujukan untuk meningkatkan stabilitas astaxanthin di dalam sediaan dan juga kedepannya untuk mengembangkan jalur penghantaran baru dalam pemakaian antioksidan yakni melalui rute transdermal sehingga ditujukan agar penggunaan astaxanthin dapat optimal. Di dalam penelitian ini akan dibuat formulasi nanoemulsi astaxanthin untuk menghasilkan karakteristik fisik dan kimia yang baik. Nanoemulsi dibuat dengan menggunakan metode Nanoemulsi spontan (SNE). Dilakukan optimasi formula mulai dari skrining fase minyak, skrining jenis surfaktan, dan optimasi rasio fase minyak:surfaktan:kosurfaktan. Karakterisasi nanoemulsi berupa karakterisasi secara fisik meliputi ukuran globul dan indeks polidispersitas, potensial zeta, tampilan visual, dan morfologi globul. Karakterisasi secara kimia meliputi uji efisiensi penjeratan. Hasil penelitian menunjukkan nanoemulsi Astaxanthin yang dikembangkan memiliki ukuran globul 10-20 nm (dengan kurva distribusi ukuran globul normal), nilai indeks polidispersitas kurang dari 0.5, potensial zeta lebih besar dari (-20) mV, dan efisiensi penjeratan berkisar antara 80-87% serta morfologi globul yang berbentuk sferis.
Penyuluhan New Normal Lifestyle With Herbs dan Pembagian Sediaan Herbal Untuk Kesehatan
Ruswanto Ruswanto;
Vera Nurviana;
Lusi Nurdianti;
Anindita Tri Kusuma Pratita;
Annisa Pebiansyah;
Taufik Hidayat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4728
ABSTRAK Adanya peningkatan kasus covid-19 yang terjadi di seluruh belahan dunia maka perlu adanya langkah-langkah yang harus dilakukan sehingga dapat mengurangi tingkat penyebaran covid-19 yang makin tinggi. Tujuan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan adalah untuk meningkatkan pemahaman kesehatan pemuda/pemudi dimasa new normal dengan pemanfaatan obat tradisional dan mengenalkan sediaan herbal untuk kesehatan. Metode yang dipakai adalah ceramah dah diskusi (penyuluhan) dan pembagian sediaan herbal yang bermanfaat untuk kesehatan di wilayah Tasikmalaya. Peserta kegiatan ini adalah muda/mudi yang tergabung dalam organisasi SIRAM Kota Tasikmalaya serta warga masyarakat di Tasikmalaya. Dari kegiatan yang dilaksanakan dapat dirasakan adanya peningkatan pengetahuan tentang new normal dan sediaan herbal oleh peserta sekitar 75%. Keyword: covid-19, herbal, new normal, penyuluhan ABSTRACT With an increase in COVID-19 cases occurring in all parts of the world, it is necessary to take steps to reduce the spread of Covid-19 which is getting higher. The community service purpose was (1) to increase the understanding of the health of young people in the new normal era by using traditional medicines and (2) introducing herbal preparations for health. The method used is lectures and discussions (counseling) and distribution of herbal preparations that are beneficial for health in the Tasikmalaya area. The participants of this activity are young people who are members of the SIRAM organization in the City of Tasikmalaya and residents of the community in Tasikmalaya. From the activities carried out, it can be felt that an increase in knowledge about the new normal and herbal preparations by the participants about 75%. Keywords: covid-19, herbs, new normal, socialization
PENINGKATAN PENGETAHUAN MEMBUAT SABUN CUCI TANGAN SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERHADAP PANDEMI COVID-19 GELOMBANG KETIGA
Meri Meri;
Lilis Tuslinah;
Diana Sri Zustika;
Lusi Nurdianti;
Wawan Rismawan;
Hanna Nurul Husna;
Winda Trisna Wulandari;
Indra Indra;
Keni Ida Cahyani;
Gatut Ari Wardani;
Firman Gustaman;
Ade Yeni Aprilia;
Fajar Setiawan;
Dichy Nuryadin Zain;
Taufik Hidayat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (580.368 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6538
Abstrak: Angka kejadian Covid-19 di Indonesia sudah mulai menurun, Namun, kita tidak boleh lengah terhadap protokol kesehatan yang sudah diterapkan dengan baik. Upaya preventif harus tetap dijalankan, bahkan harus lebih maksimal. Upaya preventif yang diusung adalah selalu menjaga kebersihan tangan menggunakan sabun cuci tangan dan meningkatkan keterampilan kader dan warga dalam membuat sabun cuci tangan. Tujuan kegiatan yaitu agar warga memahami pentingnya mencuci tangan pakai sabun dan membuat sabun cuci tangan secara mandiri di rumah masing-masing. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara workshop dan penyuluhan. Evaluasi kegiatan dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan. Sasaran kegiatan adalah 18 kader PKK dan warga Cikalanggirang Tasikmalaya. Hasil kegiatan yang telah dicapai adalah menunjukkan peningkatan nilai rata-rata (mean) pengetahuan dari hasil pengisian Quosioner sebelum kegiatan yaitu 75,46 dan setelah kegiatan menjadi 94,44. Berdasarkan hasil uji statistik T berpasangan diperoleh nilai p-value (0.000) < α (0.05). Hal ini menunjukan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai skor kuesioner peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hal ini membuktikan bahwa pemberian pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta dalam membuat sabun cuci tangan.Abstract: Although the number of Covid-19 cases in Indonesia has begun to decline, we must not lose sight of the health protocols that have been properly implemented. Preventive efforts must continue to be made, but at a higher level. Hand hygiene should always be maintained with the use of hand soap, and cadres and residents' skills in making hand soap should be improved. The goal of the activity is for residents to understand the importance of washing their hands with soap and making their own hand soap at home. Workshops and counseling are used to carry out the implementation method. Activities are evaluated both before and after they are completed. The activity's target was 18 PKK cadres and Cikalanggirang Tasikmalaya residents. The results of the completed activities show an increase in the average value (mean) of knowledge from the results of filling out the questionnaire prior to the activity, which was 75.46, to 94.44 after the activity. Based on the results of the paired T statistical test, the p-value (0.000) < (0.05). This shows that there is a significant average difference between the participants' questionnaire scores before and after the activity. This proves that the provision of training can increase the knowledge and understanding of participants in making hand soap.
Promosi Kesehatan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Winda Trisna Wulandari;
Firman Gustaman;
Lusi Nurdianti;
Arya Purba Wasana;
Eka Yuniarti;
Fabillah Kurniadi;
Laras Rizkia Widyastuti;
Zakia Nurul Izzah;
Febby Pratama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7251
ABSTRAK Pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga yang dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. penyuluhan yang dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan dan kepedulian siswa/i SD untuk tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar sehingga terhindar dari berbagai penyakit. Pelaksanaann kegiatan penyuluhan yang dilakukan berupa pemaparan materi dan tes pemahaman tentang perilaku hidup bersih dan sehat mengenai cara mencuci tangan yang benar dan membuang sampah yang benar di lingkungan sekolah. Peserta kegiatan ini adalah siswa/i SDN Cidugaleun. Hasil tes sebelum pemaparan materi memiliki nilai rata-rata 2,03, sedangkan setelah pemaparan materi menjadi 3,61. Kemudian dianalisis menggunakan software SPSS dengan uji Wilcoxon dan diperoleh nilai p-value (0,000) <∝ (0,05).Terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan siswa/i antara sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan. Kata Kunci: PHBS, Kesehatan, Kebersihan, Penyuluhan ABSTRACT Clean and Healthy Lifestyle Behavior (PHBS) is a set of behaviors that are practiced on the basis of awareness as a result of learning that makes a person or family able to help themselves in the health sector and play an active role in realizing public health. The counseling carried out is to increase the knowledge and awareness of elementary school students to maintain personal hygiene and the surrounding environment so as to avoid various diseases. Implementing the extension activities carried out in the form of material exposure and understanding tests on clean and healthy living behavior regarding how to wash hands properly and dispose of garbage properly in the school environment. The participants of this activity are students of SDN Cidugaleun. The test results before the material presentation had an average value of 2.03, while after the material exposure it became 3.61. Then analyzed using SPSS software with Wilcoxon test and obtained p-value (0.000) < (0.05). this indicates a significant difference between before and after extension activities. Keywords: PHBS, Health, Hygiene, Counseling
Formulation And Characterization Of Buccal Film Nanoemulsion Apigenin As Antidiabetic
Ardianes Firmansya;
Fajar Setiawan;
Lusi Nurdianti;
Anna Yuliana
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl. 4, No. 1 (2022)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/ijpst.v1i1.42829
Apigenin (4`,5,7-trihydroxyflavone) is a flavonoid of subclass flavones that have antidiabetictherapeutic activity but limitations BCS Class II low solubility of 2.16 μg/L. To overcome theselimitations, the development of nanoemulsion formulation technology, increasing solubility increasesdissolution, absorption and bioavailability. It is incorporated into the buccal film for easy applicationand direct access to the systemic circulation. This study aims to obtain apigenin nanoemulsion withthe best characterization and buccal film that meets the characterization. The method was carried outexperimentally in the manufacture of nanoemulsions by spontaneous emulsification, a buccal filmby solvent casting, and the characterization. 10 nanoemulsion formulas met the characterizationwith globule size <20.34nm, polydispersity index <0.131, zeta potential close to 0mV, pH 6.23-6.59, %transmittance close to 100% and best F10 incorporated into buccal film has 29x the solubilitycompared to apigenin with p≤0.05. All buccal films met the characterization with F3 having a 2x fasteronset of release than F1&F2 with 86.07% diffusion and 97.9333 mg/sheet. Thus, it was concludedthat the formulation and characterization of buccal film fulfilled the characterization and F10 apigeninnanoemulsion increased the solubility 29-fold with the buccal film F3 having a faster onset of release.
PENGGUNAAN VIDEO SEBAGAI MEDIA EDUKASI KESEHATAN MATA DI MEDIA SOSIAL
Hanna Nurul Husna;
Ade Yeni Aprillia;
Winda Trisna Wulandari;
Keni Idacahyati;
Gatut Ari Wardhani;
Firman Gustaman;
Lusi Nurdianti;
Indra Indra;
Diana Sri Zustika;
Fajar Setiawan;
Dichy Nuryadin Zain;
Lilis Tuslinah;
Meri Meri
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v5i3.37644
Pandemi Covid-19 yang terjadi telah membatasi berbagai kegiatan masyarakat termasuk salah satunya penyuluhan kesehatan pada masyarakat. Intensitas dan frekuensi penggunaan gawai yang tinggi akan berdampak pada kesehatan mata. Meskipun demikian, penggunaan gawai pada masyarakat sangat tidak mungkin untuk dikurangi. Oleh karena itu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai kesehatan mata dalam bentuk video. Video tersebut disebarkan melalui media sosial Instagram, Youtube, dan Whatsapp Group. Subjek sasaran kegiatan adalah pengikut akun Instagram @optometry.bth, akun Youtube Analuna Talk, dan masyarakat yang mendapat informasi melalui Whatsapp. Materi yang disampaikan melalui video edukasi tersebut adalah keluhan yang akan muncul saat melihat layar gawai terlalu lama serta cara mencegah keluhan tersebut. Video dibuat menggunakan aplikasi VideoScribe Sparkol dan disebarkan melalui media sosial. Analisis data dilakukan berdasarkan jumlah analisis pengunjung dua akun media sosial serta kuesioner respon video. Dari hasil kegiatan yang dilakukan telah dihasilkan video edukasi kesehatan mata. Penayangan video di media sosial Instagram dan Youtube mendapat respon yang cukup bagus dari masyarakat dan semua responden sepakat bahwa informasi kesehatan mata yang disampaikan sangat bermanfaat dan sangat dibutuhkan konten serupa di masyarakat. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa video edukasi kesehatan mata yang dibuat dan disebarkan dengan menggunakan media sosial memiliki jangkauan yang lebih luas. Responden pun merasakan kebermanfaatan informasi yang disampaikan melalui video ini.