Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas 8 Aulia Hafsah Amanah; Ayi Sobarna; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15472

Abstract

Abstract. This research is motivated by the varying learning needs of students. Differentiated instruction is one way for teachers to meet the needs of each student because the teaching process can be adapted to students' interests and talent. Based on this phenomenon, the research questions are formulated as follows: (1) How is the planning of differentiated instruction in the Merdeka Curriculum for Islamic Education for 8th-grade at SMPN 26 Bandung? (2) How is the implementation of differentiated instruction in the Merdeka Curriculum for Islamic Education for 8th-grade at SMPN 26 Bandung? (3) How is the evaluation of differentiated instruction in the Merdeka Curriculum for Islamic Education for 8th-grade at SMPN 26 Bandung? (4) What are the supporting and inhibiting factors of differentiated for Islamic Education for 8th-grade at SMPN 26 Bandung? This study uses a qualitative approach with a descriptive method, and the data collection techniques include interviews, observations, and documentation. Based on the research findings and discussion the conclusions are: 1. The planning of differentiated instruction includes ATP, CP, RPP, modules, teaching methods, and supporting learning tools. 2. The implementation of differentiated instruction is done by providing support through various learning resources. 3. The evaluation of PAI learning not only assesses the learning outcomes but also evaluates students' knowledge and attitudes on a daily basis. 4. Supporting factors include support from the school and parents. Inhibiting factors include the teacher's limited ability to engage all students in the learning process. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan kebutuhan belajar siswa. Pembelajaran diferensiasi merupakan salah satu cara guru untuk memenuhi kebutuhan setiap siswa karena proses pengajaran dapat disesuaikan dengan minat siswa. Berdasarkan fenomena tersebut, rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana perencanaan pembelajaran diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka untuk Pendidikan Agama Islam kelas VIII di SMPN 26 Bandung? (2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka untuk Pendidikan Agama Islam kelas VIII di SMPN 26 Bandung? (3) Bagaimana evaluasi pembelajaran diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka untuk Pendidikan Agama Islam kelas VIII di SMPN 26 Bandung? (4) Apa saja faktor pendukung dan penghambat pembelajaran diferensiasi untuk Pendidikan Agama Islam kelas VIII di SMPN 26 Bandung? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Perencanaan pembelajaran diferensiasi meliputi ATP, CP, RPP, modul, metode pembelajaran, dan alat peraga pendukung. 2. Pelaksanaan pembelajaran diferensiasi dilakukan dengan memberikan dukungan melalui berbagai sumber belajar. 3. Evaluasi pembelajaran PAI tidak hanya menilai hasil belajar, tetapi juga menilai pengetahuan dan sikap siswa secara harian. 4. Faktor pendukung meliputi dukungan dari sekolah dan orang tua. Faktor penghambat meliputi keterbatasan kemampuan guru dalam melibatkan semua siswa dalam proses pembelajaran.
Efektivitas Program Bina Pribadi Insani (BPI) dalam Penanaman Karakter Religius Siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu Fithrah Insani 3 Lisda Syabaniah; Ayi Sobarna; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15549

Abstract

Abstract. The formation of morals and the instillation of religious character are essential during a child's developmental period, as they represent a planned and systematic effort to help children recognize and practice Islamic values. This study uses a mixed methods approach, combining qualitative and quantitative research methods with data collection tools including interviews, observations, and questionnaires. Data sources in this research include fifth-grade students as quantitative data, and the principal and fifth-grade teachers of SDIT Fithrah Insani 3 as qualitative data. The research findings indicate that the planning of the Bina Pribadi Insani (BPI) program at SDIT Fithrah Insani 3 involves three main components: ideal timing, competent human resources, and a curriculum aligned with the Integrated Islamic School Network (JSIT) guidelines. The implementation of the BPI program at SDIT Fithrah Insani 3 is conducted sustainably, routinely every Friday, with the goal of cultivating noble character in students, starting with good habits like prayer and Quran recitation before the core material is delivered. The BPI program is effective as it has been running as expected, resulting in a change in students' behavior within the school environment. This outcome shows that the BPI program has successfully instilled religious character in students, achieving its established goals. With high average scores, the program proves to be suitable for elementary school levels, demonstrating that early instillation of religious character is crucial. The systematic and structured religious character education, as implemented in the BPI program, proves its effectiveness in developing religious values among students. Abstrak. Pembentukan akhlak dan penanaman karakter religius sangat diperlukan dalam masa perkembangan anak karena merupakan salah satu upaya yang terencana dan sistematis untuk menjadikan anak bisa mengenal dan mengamalkan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan mix methods dengan menggabungkan dua bentuk pendekatan penelitian antara penelitian kualitatif dengan kuantitatif, dengan alat pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan angket. Sumber data dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas V sebagai data kuantitatif, kepala sekolah dan wali kelas V SDIT Fithrah Insani 3 sebagai data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa perencanaan program Bina Pribadi Insani (BPI) di SDIT Fithrah Insani 3 melibatkan tiga komponen utama, yaitu waktu yang ideal, sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, dan kurikulum yang sesuai dengan panduan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Pelaksanaan program Bina Pribadi Insani (BPI) di SDIT Fithrah Insani 3 telah dilaksanakan secara berkelanjutan, rutin setiap hari jum’at. Dengan bertujuan untuk membentuk peserta didik agar memiliki akhlak mulia, dimulai dari kebiasaan yang baik seperti doa dan tilawah al-Qur'an sebelum materi inti disampaikan. Program Bina Pribadi Insani (BPI) efektif karena sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan, adanya perubahan sikap pada siswa di lingkungan sekolah. Hasil ini menunjukkan bahwa program BPI telah berhasil menanamkan karakter religius dengan baik pada peserta didik, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dengan nilai rata-rata yang tinggi, program ini terbukti tepat untuk dilaksanakan di tingkat Sekolah Dasar, penanaman karakter religius sangat penting dilakukan sejak dini. Pendidikan karakter religius yang sistematis dan terstruktur, seperti yang ditanamkan dalam program BPI, membuktikan kemampuannya dalam mengembangkan nilai-nilai religius di kalangan siswa.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Novel Bumi Karya Tere Liye Muhammad Aqmal Ramadhan Nugraha; Ayi Sobarna; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15616

Abstract

Abstract. This thesis examines the Islamic educational values contained in the novel Bumi by Tere Liye and the relevance of these values to Islamic Education (PAI) learning. This research uses a qualitative approach with content analysis method to explore and analyze the implicit values in the novel. The analysis results show that the novel Bumi contains Islamic educational values such as simplicity, honesty, independence, gratitude, and patience. The value of simplicity is reflected through the character Raib, who is not obsessed with popularity and enjoys simple things in life. Honesty is evident when Raib admits his forgetfulness of bringing his homework book, even though he has to face the consequences. Independence is embodied through Mama Raib, who is able to solve technical problems without the help of others. Raib also shows gratitude for every moment, even when rain pours down on the school. The virtue of patience is demonstrated by Raib as he is able to restrain himself and avoid conflicts with his friends.The relevance of these values to PAI learning lies in their potential to shape students' characters with noble morals. This thesis highlights the importance of literature, particularly novels, as a medium for Islamic Education learning that can provide concrete and inspirational examples for students. By exemplifying characters and stories in novels, PAI learning can become more engaging and relevant to daily life. This thesis contributes to the development of Islamic education in Indonesia by showing that novels can be an effective educational medium in shaping students with noble morals who are beneficial to society. Abstrak. Skripsi ini mengkaji nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam novel Bumi karya Tere Liye dan relevansi nilai-nilai tersebut terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi untuk menggali dan menganalisis nilai-nilai yang tersirat dalam novel. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel Bumi mengandung nilai-nilai pendidikan Islam seperti kesederhanaan, kejujuran, kemandirian, syukur, dan sabar. Nilai kesederhanaan tercermin melalui karakter Raib yang tidak terobsesi dengan popularitas dan menikmati hal-hal sederhana dalam hidup. Kejujuran terlihat ketika Raib mengakui kelupaannya membawa buku PR, meskipun harus menghadapi konsekuensi. Kemandirian diwujudkan melalui Mama Raib yang mampu mengatasi masalah teknis tanpa bantuan orang lain. Raib juga menunjukkan rasa syukur atas setiap momen, bahkan saat hujan mengguyur sekolah. Sikap sabar ditunjukkan oleh Raib saat dia mampu menahan diri dan menghindari konflik dengan teman-temannya. Relevansi nilai-nilai ini terhadap pembelajaran PAI terletak pada potensi mereka untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Skripsi ini menyoroti pentingnya sastra, khususnya novel, sebagai media pembelajaran PAI yang dapat memberikan contoh konkret dan inspiratif bagi siswa. Dengan mencontoh karakter dan kisah dalam novel, pembelajaran PAI dapat menjadi lebih menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Skripsi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan Islam di Indonesia dengan menunjukkan bahwa novel dapat menjadi media edukatif yang efektif dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan berdaya guna bagi masyarakat.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Al-Muwatha Imam Malik Nury Nurjanah; Asep Dudi Suhardini; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15627

Abstract

Abstract. One of the problems in the world of education today is the emergence of the phenomenon of moral decline that occurs in the younger generation. Therefore, it is important to know how moral education should be instilled in children from an early age in everyday life. This study aims to determine the moral values contained in the book of Al-Muwatha by Imam Malik. This research approach uses a qualitative approach by using library research and the data analysis technique used is content analysis. The results of this study show several conclusions, namely: (1) This hadith contains an order to do useful things and leave what is not useful, and to have a sense of shame in himself when doing something that is not in accordance with Islamic law. (2) The essence of the hadith discussed contains an order to do useful things and leave what is not useful, and have a sense of shame in himself. In this case, it includes all actions and words. (3) According to education experts, the purpose of moral education is to instill noble habits and behaviors to form a person with morals based on the Qur'an and hadith, to achieve salvation in the world and the hereafter. (4) The values of moral education in the book of Al-Muwatha are: First, a Muslim should always occupy himself with useful things. Second, a Muslim should minimize speech except for useful things. Third, a Muslim should make shyness an adornment of himself. Abstrak. Salah satu permasalahan dalam dunia pendidikan saat ini ialah munculnya fenomena kemerosotan moral yang terjadi pada generasi muda. Maka dari itu, penting kiranya untuk mengetahui bagaimana pendidikan akhlak yang harus ditanamkan kepada anak sejak dini dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam kitab Al-Muwatha karya Imam Malik. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan library research dan teknik analisis data yang digunakan adalah content analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa simpulan, yaitu: (1) Hadits ini berisi tentang perintah untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat dan meninggalkan apa yang tidak bermanfaat, serta memiliki rasa malu dalam dirinya bila melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan syariat Islam. (2) Esensi hadits yang dibahas berisi tentang perintah untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat dan meninggalkan yang tidak bermanfaat, serta memiliki rasa malu dalam dirinya. Dalam hal ini mencakup segala perbuatan maupun perkataan. (3) Menurut para pakar pendidikan bahwa tujuan dari pendidikan akhlak adalah untuk menanamkan kebiasaan dan perilaku mulia untuk membentuk pribadi yang ber-akhlakul karimah berlandaskan kepada Al-Qur’an dan hadits, untuk mencapai keselamatan dunia dan akhirat. (4) Nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Al-Muwatha yaitu: pertama, hendaknya seorang muslim selalu menyibukkan diri untuk hal-hal yang bermanfaat. Kedua, hendaknya seorang muslim menyedikitkan bicara kecuali hal-hal yang bermanfaat. Ketiga, hendaknya seorang muslim menjadikan rasa malu sebagai perhiasan dirinya.
Implementasi Kegiatan Dzikir Pagi Al-Ma’surat dalam Membentuk Karakter Islami Siswa di SMP PGII 2 Bandung Nur Sabila Sa'diah; Mujahid, Mujahid Rasyid; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15670

Abstract

Abstract.This thesis research discusses the implementation of al-ma'surat morning dhikr which is always routinely carried out at SMP PGII 2 Bandung. The purpose of the al-ma'surat dhikr activity is so that students have Islamic character. The type of research used in this study is a type of field research using a qualitative descriptive approach where the author wants to describe and explain the facts in the field. The objectives of this study are to: (1) To describe the application of dhikr al-ma'surat activities in shaping the Islamic character of students at SMP PGII 2 Bandung. (2) To describe the supporting and inhibiting factors of al-ma'surat dhikr activities in shaping the Islamic character of students at SMP PGII 2 Bandung. (3) To describe the positive impact of dhikr al-ma'surat activities in shaping the Islamic character of students at SMP PGII 2 Bandung. The results of the study show that the implementation of dhikr al-ma'surat has 4 stages, namely: Preparation stage, implementation stage, closing stage, and evaluation. Then the supporting factors in the implementation of al-ma'surat morning dhikr are the existence of al-ma'surat dhikr books, facilities in the form of mosques and the existence of a GDS (Prayer Discipline Movement) Team to discipline students, as well as a religious team to guide the implementation of al-ma'surat dhikr. In addition to supporting factors, there are also inhibiting factors in its implementation, such as students lacking focus during the implementation of dhikr al-ma'surat. Abstrak. Penelitian skripsi ini membahas mengenai implementasi dzikir pagi al-ma’surat yang selalu rutin dilakukan di SMP PGII 2 Bandung. Tujuan kegiatan dzikir al-ma’surat agar peserta didik memiliki karakter Islami. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang mana penulis ingin menggambarkan dan menjelaskan fakta-fakta yang ada di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Untuk mendiskripsikan penerapan kegiatan dzikir al-ma’surat dalam membentuk karakter Islami siswa di SMP PGII 2 Bandung. (2) Untuk mendiskripsikan faktor pendukung dan penghambat kegiatan dzikir Al-ma’surat dalam membentuk karakter Islami siswa di SMP PGII 2 Bandung. (3) Untuk mendiskripsikan dampak positif kegiatan dzikir al-ma’surat dalam membentuk karakter Islami siswa di SMP PGII 2 Bandung. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa implementasi dzikir al-ma’surat ada 4 yaitu: Tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap penutup, dan evaluasi. Kemudian faktor pendukung dalam pelaksanaan dzikir pagi al-ma’surat yaitu adanya buku dzikir al-ma’surat, fasilitas berupa Masjid dan adanya Tim GDS ( Gerakan disiplin Shalat) untuk menertibkan siswa, serta tim keagamaan untuk memandu pelaksanaan dzikir al-ma’surat. Selain faktor pendukung,terdapat juga faktor penghambat dalam pelaksanaannya, diantaranya seperti siswa kurang fokus saat pelaksanaan dzikir al-ma’surat.
Pengelolaan Kegiatan Ekstrakulikuler Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa di SD Plus Marhas Kabupaten Bandung Rahmat Zaki Alauddin; Aep Saepudin; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15757

Abstract

Abstract. Abstract. The purpose of this research is to (1) Find out how to plan religious extracurriculars to foster student discipline at SD Plus Marhas, Bandung Regency. (2) Knowing the implementation of religious extracurriculars to foster student discipline at SD Plus Marhas, Bandung Regency. (3) Knowing the evaluation of religious extracurriculars to foster student discipline at SD Plus Marhas, Bandung Regency. (4) Knowing the supporting and inhibiting factors for religious extracurricular activities to foster student discipline at SD Plus Marhas, Bandung Regency.The results of the research show that: (1) Religious extracurricular planning to foster student discipline at SD Plus Marhas Bandung Regency was carried out in a structured manner according to the plan that had been set at the beginning of the semester. (2) The process of implementing religious extracurriculars to foster student discipline at SD Plus Marhas, Bandung Regency is going quite well according to planning. (3) Evaluation of religious extracurriculars to foster student discipline at Plus Marhas Elementary School, Bandung Regency, has had a significant effect on students at Plus Marhas Elementary School, Bandung Regency. (4) The supporting and inhibiting factors that arise regarding this problem can be resolved quite well by extracurricular coaches/educators. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui bagaimana perencanaan program Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur. (2) Mengetahui pelaksanaan program Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur (3) Mengetahui penilaian hasil program Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur (4) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dari program Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: : (1) Perencanaan program tahfidz al- Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur ini dilakukan dengan rapat internal (2) Proses pelaksanaan program Tahfidz Al-Qura’an di pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur ini masih menggunakan metode turun menurun (3) Penilaian dari hasil program tahfidz al- Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur berjalan sesuai dengan perencanaan, meski ada beberapa target yang belum tercapai (4) Faktor pendukung program ini adalah murabbi atau pembimbing yang kompeten dalam bidang tahfidz Sedangkan faktor penghambat program ini adalah kurangnya jumlah murabbi atau pembimbing tahfidz, bukan karena niat untuk Allah, santri yang malas.
PERBEDAAN KREATIVITAS MELALUI PERMAINAN BALOK MODEL PERMAINAN KONSTRUKTIF (PKPK) ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN KELOMPOK B DI TK AN-NASYA fadilah mutmainah, teni; Marhun, Masnipal; Sobarna, Ayi
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.8224

Abstract

Kreativitas merupakan aspek penting yang harus dimiliki anak sebab dapat menentukan suksesnya hidup seseorang. Salah satu kemampuan yang turut menentukan suksesnya hidup seseorang adalah kemampuan kreativitas. Pada dasarnya setiap anak memiliki dasar potensi kreativitas walaupun dalam tingkatan berbeda-beda. Salah satu yang tampak oleh peneliti adalah perbedaan perlakuan yang diberikan terhadap anak laki-laki dan perempuan, ternyata pandangan guru terhadap kreativitas seorang anak masih dipengaruhi oleh jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tentang kreativitas antara anak laki-laki dan perempuan dalam permainan balok menggunakan model PKPK dari Masnipal (PKPK-Masnipal). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Alat pengumpulan data menggunakan Tes Kreativitas Figural (TKF) yang di standarisasi oleh Prof. Utami Munandar dari circle test dari Torrance yang sudah diadaptasi oleh Masnipal tahun 2008. Analisis data menggunakan teknik analisi Independent Sample T-test diperoleh t = -0,206 dengan signifikasi 0,842 (p>0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kreativitas yang signifikan antara kreativitas anak laki-laki dan perempuan dlam total aspek kreativitas (kelancaran, kelenturan, keaslian, dan elaborasi).
Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Menggunakan Loose Parts Usia 5 - 6 Tahun di PAUD Melati Kelurahan Kebon Pisang Kecamatan Sumur Bandung Kota Bandung Puspito Riyanto, Lindawati; Ayi Sobarna; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.8563

Abstract

Abstract. Loose part is one of the media that can be used in learning activities. This study aims to determine the extent to which the use of loose parts increases the creativity of children aged 5-6 years in Early Childhood Education, Kebon Pisang Village, Sumur Bandung District, so that learning activities are not monotonous using LKA and children do not just follow what the teacher exemplifies. The research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques carried out during the research are observation, interview and documentation techniques. The results of this study indicate that the use of loose parts in Early Childhood Education Melati, Kebon Pisang Village, Sumur Bandung District, in increasing children's creativity has been carried out quite well through the preparation and steps of using loose parts media carried out by the teacher through 3 stages, namely exploration, experimentation and creativity. The results obtained were an increase from Pra-cycle, Cycle I, Cycle II and then Cycle III which started in the pre-cycle where there was one child in the exploratory stage while in cycle III there were four children in the creative stage as seen from the calculation of the percentage results. Abstrak. Loose part merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan loose part dalam meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di Paud Melati Kelurahan Kebon Pisang Kecamatan Sumur Bandung sehingga kegiatan pembelajaran tidak monoton menggunakan LKA dan anak tidak mengikuti apa yang dicontohkan guru saja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tehnik pengumpulan data yang dilakukan saat penelitian adalah tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan loose parts di Paud Melati Kelurahan Kebon Pisang Kecamatan Sumur Bandung dalam meningkatkan kreativitas anak sudah dilaksanakan dengan cukup baik melalui persiapan dan langkah penggunaan media loose parts yang dilakukan oleh guru melalui 3 tahapanyaitu eksplorasi, eksperimen dan kreatif. Hasil yang di dapatkan terjadi peningkatan dari Prasiklus, Siklus I, Siklus II lalu Siklus III yang berawal pada prasiklus ada satu orang anak dalam tahap eksplorasi ketika di siklus III ada empat anak dalam tahap kreatif terlihat dari perhitungan hasil persentase.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Dimensi Kebhinekaan Global di TK Amalia Kabupaten Bandung 10030220001, Indah Alia Nurlatifah; Ayi Sobarna; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v4i1.14499

Abstract

Abstract. This research aims to (1) Find out the teacher's planning for the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students in the Global Diversity Dimension at Kindergarten Amalia, Bandung Regency, (2) Find out the implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students in the Dimension of Global Diversity at Kindergarten Amalia, Bandung Regency, (3) Find out evaluation in the implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students at Amalia Kindergarten, Bandung Regency, (4) Knowing the supporting factors and inhibiting factors in the implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students at Kindergarten Amalia, Bandung Regency. The method used is a qualitative descriptive approach. Data was collected through interviews and observations. The method used is Project Based Learning, students carry out exploration, assessment, interpretation and collection of information to produce various forms of learning outcomes. Evaluation of the Project for Strengthening Pancasila Student Profiles is carried out by opening a forum for teachers to identify problems that arise during or before the project, as well as child assessments carried out during the project. The main supporting factors at Kindergarten Amalia are the role of parents, school residents and the community. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perencanaan guru pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam dimensi Kebhinekaan Global di Tk Amalia Kabupaten Bandung, (2) Mengetahui pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam dimensi Kebhinekaan Global di Tk Amalia Kabupaten Bandung, (3) Mengetahui evaluasi dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Tk Amalia Kabupaten Bandung, (4) Mendengetahui Faktor pendukung dan Faktor Penghambat pada pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Tk Amalia Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Metode yang digunakan adalah Pembelajaran Berbasis Proyek, peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan pengumpulan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Evaluasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilakukan dengan membuka forum bagi guru untuk mengidentifikasi masalah yang muncul selama atau sebelum proyek, serta penilaian anak dilakukan selama proyek berlangsung. Faktor pendukung utama di Tk Amalia adalah peran orangtua, warga sekolah, dan Masyarakat.
Peran Orang Tua terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di TK Aulia Bunda Kota Bandung 10030217018, Anita Nur Wahid Martiani; Enoh; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v4i1.14706

Abstract

Abstract. The family is the smallest unit in society consisting of father, mother and children. The role of a parent includes being an educator, guide and providing love to children. During the period of adapting to new habits, there was a change in the learning system which resulted in learning via distance or (PJJ). Aulia Bunda Kindergarten in Bandung City has a distance learning system that is different from kindergartens in general, the system that has been created makes collaboration between teachers and parents more synchronous. However, in this case, the role of parents will be more dominant in the learning system due to limited time to leave the house during the period of adapting to new habits. Therefore, this research was conducted with the aim of finding out the role of parents in the social emotional development of children during the period of adaptation to new habits at Aulia Bunda Kindergarten, Bandung City, which includes observations and interviews. The results of the research that have been obtained are in the form of descriptions of the results of interviews obtained from students' parents. Then it is linked to theories from experts to determine the role of parents in children's social emotional development. Abstrak. Keluarga merupakan unit terkecil dalam kumpulan masyarakat yang beranggotakan ayah, ibu dan anak. Peran sebagai orang tua antara lain sebagai pendidik, pembimbing dan memberikan kasih sayang kepada anak. Pada masa adaptasi kebiasaan baru, terdapat perubahan sistem pembelajaran yang mengakibatkan belajar melalui jarak jauh atau (PJJ). TK Aulia Bunda Kota Bandung memiliki sistem pembelajaran jarak jauh yang lain dari TK pada umumnya, dari sistem yang telah dibuat, membuat kerjasama antara guru dan orang tua lebih sinkron. Namun pada hal ini, peran orang tua akan lebih mendominasi dalam sistem pembelajaran dikarenakan terbatasnya waktu untuk keluar rumah pada masa adaptasi kebiasaan baru. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dengan maksud mencari tahu peran orang tua dalam perkembangan sosial emosional anak selama masa adapatasi kebiasaan baru di TK Aulia Bunda Kota Bandung yang meliputi observasi dan wawancara. Hasil dalam penelitian yang telah didapatkan berupa deskripsi mengenai hasil wawancara yang didapatkan dari orang tua murid. Kemudian di kaitkan dengan teori dari para ahli untuk mengetahui peran dari orang tua terhadap perkembangan sosial emosional anak. digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial. Hasil dari penelitian ini adalah: Terdapat hubungan positif antara attention (perhatian) terhadap iklan Le Minerale dengan kesadaran merek yang termasuk kategori kuat/tinggi and antara interest (minat) terhadap iklan Le Minerale dengan kesadaran merek yang termasuk kategori sedang.
Co-Authors 10030121038, Dinda Amelia Hajrin Wahyu Putri 10030217018, Anita Nur Wahid Martiani 10030220001, Indah Alia Nurlatifah 10030220029, Syafina Ramadhani Putri AA Sudharmawan, AA Aep Saepudin Aghnia Rahmadhanti Ahmad Faisal Ahmad Yusuf Afandi Aida Nur Khairunnisa Alia Mirajurrahmah Alvia Sabrina Amar Anisa Indah Sabila Anisa Indah Sabila Arif Hakim Arif Hakim Asep Dudi Suhardini Aulia Hafsah Amanah Azzahra Khoirunnisa Bambang Saiful Ma’arif Dedih Surana Dewi Mulyani Dinar Nur Inten Enoh Enoh Erhamwilda Fadhil Febrian Ependi fadilah mutmainah, teni Farhan Fauzi Fatimah Azzahra Hanifah Heriady Faujiah, Chicha Siti Fitri Fitriyani Fitriyani Fitroh Hayati Funny Lichandra Haditsa Qur'ani Nurhakim Haditsa Qurani Nurhakim Hakim, Arif Hakim, Arif Helmi Aziz Heru Pratikno Heru Pratikno Hukita Ismaura Huriah Rachmah Ikin Asikin Ikin Asikin, Ikin Ilham Alamsyah Iqbal Arfah Gunawan Lia Yulianti Lisda Syabaniah Luthfi Nuzul Syahri Marhun, Masnipal masnipal Maya Rosmayanti Meilani Dwi Cahya Meranti Sylvitiani Miftakhul Anam Moh. Irsyad Junaidi Muhammad Aqmal Ramadhan Nugraha Muhammad Arkan Ikhtisyanuddin Muhammad, Giantomi Mujahid, Mujahid Rasyid Nadri Taja Nan Rahminawati Nastiti Lutfiah Ramadhani Neng Susilawati Nenti Annisa Putri Nisa Nurzakiyah Nur Aulia Mursalin Nur Aulia Mursalin Nur Sabila Sa'diah Nurihi Kamisykatin Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul nurul latifah Nury Nurjanah Pardomuan, Naufalsyah Puspito Riyanto, Lindawati Putri, Rachma Vidia Rahmat Zaki Alauddin Rasyid, A. Mujahid Reggy Tania Rifa Tri Rizqillah Rohmah, Rizki Zakiyah Nur Safitri A, Nabila Safitri Hutami Sinta Rahmawati Siska Indriyani Sobar Sobar Al Ghazal Sri Wulandari Mazith Syifa Fauziningtyas Iskandar Tata Fathurrohman Utami, Rani Via Eka Lestari