Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Model Pembelajaran Sentra Kelas Bahan Alam untuk Pengembangan Motorik Halus Anak 10030220029, Syafina Ramadhani Putri; Rahminawati, Nan; Sobarna, Ayi
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v4i1.14822

Abstract

Abstract. Children's physical and motor growth is related to their physical growth and development. The stimulation provided by the child's environment greatly affects the child's academic achievement related to smooth muscle involvement. The center learning model, especially the natural material center at At-Taqwa Integrated Islamic Kindergarten Gegerkalong Bandung City, has activities that aim to develop children's fine motor skills. In this study, researchers used a descriptive qualitative approach with a case study method. The data collection techniques are through observation, interviews, and documentation studies. This qualitative research aims to gain detailed data and is obtained based on observations of individuals and related institutions. This research was conducted descriptively, so the researcher will explain in detail about the implementation of the center learning model in the natural material class for the development of children's fine motor skills at the At-Taqwa Integrated Islamic Kindergarten Gegerkalong Bandung City, the activities in the natural material center are very useful as training children's sensory. At-Taqwa Integrated Islamic Kindergarten which applies the center learning model in optimizing children's fine motor development is very effective because of the availability of learning media which has a major influence on aspects of child development, especially fine motor. Children will be motivated, have an interest in learning new things, because the center media used is real and interesting for children. Abstrak. Perkembangan fisik dan motorik anak berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan jasmani mereka. Rangsangan yang diberikan oleh lingkungan anak sangat berpengaruh pada prestasi akademik anak terkait keterlibatan otot polos. Model pembelajaran sentra khususnya sentra bahan alam di TK Islam Terpadu At-Taqwa Gegerkalong Kota Bandung memiliki kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan motorik halus anak. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendapatkan data yang detail dan diperoleh berdasarkan pengamatan individu maupun Lembaga terkait. Penelitian ini di lakukan secara deskriptif, maka peneliti akan menjelaskan secara mendetail mengenai implementasi model pembelajaran sentra pada kelas bahan alam untuk pengembangan motorik halus anak di TK Islam Terpadu At-Taqwa Gegerkalong Kota Bandung, Kegiatan-kegiatan di sentra bahan alam tersebut sangat bermanfaat sebagai melatih sensori anak. TK Islam Terpadu At taqwa yang menerapkan model pembelajaran sentra dalam mengoptimalkan perkembangan motorik halus anak sangat efektif karena tersedianya media pembelajaran yang mana memiliki pengaruh besar terhadap aspek perkembangan anak terkhusus motorik halus. Anak akan termotivasi, memiliki minat untuk mempelajari hal baru, karena media sentra yang digunakan nyata dan menarik bagi anak.
Strategi Madrasah Aliyah Al-Hidayah Ibun dalam Membangun Etika Komunikasi Murid kepada Guru Rohmah, Rizki Zakiyah Nur; Asikin, Ikin; Sobarna, Ayi
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 13, No 1 (2024): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v13i1.13587

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai kebijakan, implementasi dan evaluasi strategi yang diterapkan sekolah untuk membangun komunikasi etis antara siswa dan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kebijakan Madrasah Aliyah Al-Hidayah Ibun mengenai strategi membangun komunikasi etis antara siswa dan guru dilaksanakan melalui tiga strategi, antara lain pembentukan program pelatihan keterampilan komunikasi, pengembangan sekolah positif budaya, dan penerapan sistem penghargaan dan hukuman. . (2) Program pelatihan keterampilan komunikasi siswa dilaksanakan melalui empat program yaitu Matsama, LDKS, Sanlat, dan Duta Etika Komunikasi dan Bahasa yang dilakukan dengan memberikan pemahaman kepada siswa seperti memberikan materi mengenai tata krama dan moral kepada guru. , prinsip etika komunikasi dalam Al-Qur'an. melalui latihan keterampilan berbicara seperti diskusi, public speaking, dan juga latihan khotbah dan ceramah singkat. Madrasah menciptakan budaya positif di lingkungan sekolah melalui program pembiasaan, membuat kampanye promosi, menciptakan interaksi edukatif antara siswa dan guru, serta membina lingkungan madrasah yang disiplin. . Sistem penghargaan diberikan kepada mahasiswa yang mempunyai etika komunikasi yang baik berupa pemberian sertifikat dan hadiah lainnya. Hukuman yang diberikan kepada siswa yang melanggar berupa poin pelanggaran. (3) Evaluasi penanaman etika komunikasi dilakukan melalui tes tertulis untuk mengukur pemahaman mahasiswa terhadap etika komunikasi, serta praktiknya melalui presentasi, khotbah, dan kuliah singkat. Selanjutnya duta etika komunikasi dinilai melalui integrasi etika komunikasi dalam kehidupan sehari-hari dan menyebarkan pesan-pesan positif kepada mahasiswa lainnya. Terdapat aturan yang mengatur etika komunikasi siswa, sehingga apabila terjadi pelanggaran akan diberikan sanksi berupa poin pelanggaran dan sanksi pendidikan lainnya. Evaluasi terhadap sistem reward dan punishment dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitasnya.
The Role of Early Childhood Education Teachers in Communicating and Managing Schools Safe Afrianti, Nurul; Arif Hakim; Erhamwilda; Masnipal; Ayi Sobarna; Via Eka Lestari
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 39, No. 2, (December 2023) [Accredited Sinta 3, No 79/E/KPT/2023]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v39i2.2970

Abstract

When a disaster occurs, students are the most vulnerable to the effects, especially if the disaster occurs while the children are at school. With the large number of potential disasters that occur, disaster education is very important to do early on, and this is done by equipping early childhood teachers about disaster education and managing disaster-safe schools. In the end, education and management of disaster-safe schools can be conveyed to children through play activities according to the principles of learning for early childhood. Efforts to provide disaster education from an early age is an important and fundamental action that is not only an act of curriculum development or enrichment alone, but is also a preventive action for the life of every child in dealing with this phenomenon in the future, so that when faced with real events every child has optimal readiness to deal with it.
Peningkatan Literasi Digital dan Keuangan Siswa SMP Negeri 01 Tanjungsiang Menuju Generasi Melek Teknologi dan Finansial Giantomi Muhammad; Ayi Sobarna; Safitri A, Nabila; Faujiah, Chicha Siti; Putri, Rachma Vidia
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v2i3.207

Abstract

At SMP Negeri 1 Tanjungsiang, a digital and financial literacy program has been created to prepare students to face these challenges by understanding the use of technology and managing personal finances. This is because digital and financial literacy are important skills for students in the modern era which is characterized by rapid technological developments and global economic complexity. The goal of the program is to teach students how to properly use digital tools, know about cybersecurity, and properly control personal finances. Preliminary results show that students understand both areas better. However, limited technological infrastructure, differences in students' and teachers' prior knowledge, and lack of community support are some of the problems that hinder these programs. The success of this program and its long-term impact on preparing students for the digital era and future economy is critical.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Talking Stick terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Alvia Sabrina; Ayi Sobarna; Haditsa Qurani Nurhakim
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v4i2.5323

Abstract

Abstract. The aim of this research is to determine the level of student learning motivation in Islamic Religious Education lessons on historical material, namely the Khulafaurrasyidin Struggle, by applying the Cooperative Talking Stick learning model, as well as to determine the differences between the learning motivation of the two classes, namely the experimental class and the control class. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental method with a nonequivalet control group design. The results of the research show 1) The learning motivation of students in the control class did not experience a high increase in learning motivation but was only stuck at a moderate level. 2) Students' learning motivation in the experimental class experienced a very significant increase and reached a high level after being treated with the Talking Stick cooperative learning model. 3) The effectiveness of student learning motivation results between the experimental class and the control class can be proven by t-test analysis, obtained t value > t table (15.492 > 2.002), so it can be concluded that H_o is rejected and H_i is accepted, meaning there is an average difference between the post-test experimental class and post-test control class. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Islam materi sejarah yaitu Perjuangan Khulafaurrasyidin dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif Talking Stick, serta mengetahui perbedaan dari antara motivasi belajar dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dengan bentuk desain Nonequivalet kontrol Group Design. Hasil penelitian menunjukan 1) Motivasi belajar siswa di kelas kontrol tidak mengalami peningkatan motivasi belajar yang tinggi namun hanya stuck pada taraf yang sedang. 2) Motivasi belajar siswa di kelas eksperimen mengalami peningkatan yang sangat signifikan dan mencapai taraf tinggi setelah diberikan perlakuan model pembelajaran kooperatif talking Stick. 3) Efektivitas hasil motivasi belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dibuktikan dengan analisis t-test, diperoleh nilai t hitung > t tabel (15,492 > 2,002), maka dapat disimpulkan  ditolak dan  diterima berati terdapat perbedaan rata rata antara post-test kelas eksperimen dan post-test kelas kontrol.
Pendidikan Mitigasi Gempa Bumi Sesar Lembang Bagi Anak Usia Dini Hukita Ismaura; Ayi Sobarna; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v4i2.5059

Abstract

Abstrak. Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempabumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. seperti gempa bumi yang diakibatkan oleh gesekan sesar Lembang, seolah menjadi bom waktu yang tidak dapat dikontrol oleh manusia yang dapat meledak kapan saja. Dalam studi ini, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Dimana penelitian kualitatif sebagai metode ilmiah sering digunakan dan dilaksanakan oleh sekelompok peneliti dalam bidang ilmu sosial, termasuk juga ilmu pendidikan. Penelitian dengan pendekatan kualitatif diartikan sebagai penelitian yang temuannya tidak dapat diperoleh melalui penggunaan prosedur statistik, dan sebagainya. Pendidikan mitigasi bencana di TK membawa hasil yang signifikan dalam meningkatkan kesadaran, kesiapsiagaan, dan keterampilan praktis anak-anak dalam menghadapi bencana. Program ini tidak hanya melindungi anak-anak tetapi juga memperkuat peran guru, meningkatkan partisipasi orang tua, dan berkontribusi pada keselamatan dan kesiapsiagaan komunitas secara keseluruhan. Dengan dukungan yang tepat, pendidikan mitigasi bencana dapat membentuk generasi yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan bencana di masa depan.Pendidikan mitigasi bencana di Taman Kanak-Kanak (TK) adalah langkah penting untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini terhadap bencana alam seperti gempa bumi. Melalui pendekatan yang tepat, program ini dapat membantu anak-anak memahami risiko dan langkah-langkah yang harus diambil untuk melindungi diri mereka sendiri. Abstract. An earthquake is the shaking of the earth due to the sudden release of energy in the earth, which is characterized by the fracture of rock layers in the earth's crust. The accumulation of energy that causes earthquakes is produced by the movement of tectonic plates, such as earthquakes caused by the friction of the Lembang fault, as if it is a time bomb that cannot be controlled by humans that can explode at any time. In this study, this research uses a qualitative method with a descriptive approach. Qualitative research as a scientific method is often used and implemented by a group of researchers in the field of social sciences, including education. Research with a qualitative approach is defined as research whose findings cannot be obtained through the use of statistical procedures, and so on. Disaster mitigation education in kindergarten brings significant results in increasing children's awareness, preparedness and practical skills in dealing with disasters. The program not only protects children but also strengthens the role of teachers, increases parental participation, and contributes to overall community safety and preparedness. With the right support, disaster mitigation education can shape a generation that is more resilient and ready to face future disaster challenges. Disaster mitigation education in kindergarten is an important step to build awareness and preparedness from an early age.
Pengelolaan Kurikulum Merdeka Pembelajaran STEAM di Pos PAUD Anggrek Kota Bandung Meilani Dwi Cahya; Ayi Sobarna; Arif Hakim
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v4i2.5074

Abstract

Abstrak. Kurikulum adalah komponen penting dalam pendidikan, yang diartikan sebagai program pembelajaran untuk siswa. Tanpa kurikulum, sekolah akan kesulitan menentukan arah pembelajaran, menjadikannya elemen esensial dalam pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. Kurikulum Merdeka, juga disebut Kurikulum Prototipe, merupakan kurikulum yang fleksibel. Penelitian ini membahas implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran STEAM di Pos PAUD Anggrek (nonformal) untuk anak usia 5-6 tahun. Tujuan penelitian adalah memahami perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran STEAM. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus, melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai narasumber. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Dalam perencanaan, pendidik masih mengenal Kurikulum Merdeka dan belum sepenuhnya lepas dari Kurikulum 2013, sehingga terjadi kebingungan. (2) Pelaksanaan pembelajaran belum sesuai minat anak karena PAUD Anggrek masih beradaptasi dengan Kurikulum Merdeka. (3) Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan pencatatan oleh guru. Penelitian ini menyoroti tantangan implementasi Kurikulum Merdeka di lembaga nonformal. Abstract. Curriculum is an important component of education, defined as a learning program for students. Without a curriculum, schools will have difficulty determining the direction of learning, making it an essential element in education, from early childhood education to higher education. The Merdeka Curriculum, also called the Prototype Curriculum, is a flexible curriculum. This research discusses the implementation of Merdeka Curriculum in STEAM learning at Pos PAUD Anggrek (non-formal) for children aged 5-6 years. The research objective is to understand the planning, implementation, and evaluation of Merdeka Curriculum in STEAM learning. The research used a qualitative method with a case study, involving the principal and teachers as resource persons. Data were collected through observation, documentation, and interviews. The results showed: (1) In planning, educators still recognize the Merdeka Curriculum and have not completely separated from the 2013 Curriculum, resulting in confusion. (2) The implementation of learning has not matched children's interests because Anggrek PAUD is still adapting to the Merdeka Curriculum. (3) Learning evaluation is carried out through observation, documentation, and recording by the teacher. This research highlights the challenges of implementing the Merdeka Curriculum in non-formal institutions.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TALKING STICK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI SEJARAH KHULAFAURRASYIDIN DI KELAS V SDN CINUNUK 01 BANDUNG Haditsa Qur'ani Nurhakim; Alvia Sabrina; Ayi Sobarna; Aep Saepudin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 No. 01 Maret 2025 In Press.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.22048

Abstract

This research was motivated by low student learning motivation and less than optimal teacher skills in implementing the learning model at SDN Cinunuk 01 Bandung. This research aims to measure the level of student learning motivation in Islamic Religious Education subjects, especially the historical material Getting to Know Khulafaurrasyidin, by applying the Talking Stick cooperative learning model. Apart from that, this research also aims to determine the differences in learning motivation between the experimental class and the control class. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental method and a Nonequivalent Control Group Design. The research sample involved class V-B as the experimental class and one other class as the control class. The results showed that students' learning motivation in the control class did not experience a significant increase and remained at a moderate level. Before the treatment, the average score for learning motivation was 120.77, while after the treatment it increased to 141.63. The learning motivation of students in the experimental class increased significantly to reach a high level. Before treatment, the average score for learning motivation was 121.20, and after being given the Talking Stick cooperative learning model, it increased to 157.80 and the effectiveness of increasing learning motivation between the experimental class and the control class was proven through t test analysis. The analysis results show that the calculated t value is greater than the t table (15.492 > 2.002), so that H₀ is rejected and H₁ is accepted. This indicates that there is a difference in the average post-test learning motivation between the experimental class and the control class. From the research results, it can be concluded that the Talking Stick cooperative learning model is effective in increasing students' learning motivation in Islamic Religious Education subjects, especially in the Getting to Know Khulafaurrasyidin material.
Manajemen Program Pembiasaan Bai'at Sebagai Upaya Pengembangan Keberagamaan Santri Di Ma Persis 84 Ciganitri 10030121038, Dinda Amelia Hajrin Wahyu Putri; Ayi Sobarna; Haditsa Qur'ani Nurhakim
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v5i1.18336

Abstract

Abstract. This study examines the implementation of the bai'at habituation program as an effort to develop the religious character of students at MA Persis 84 Ciganitri, Bandung Regency. The program aims to shape students' character to exhibit Islamic morals (akhlaqul karimah) through the internalization of Islamic values conducted routinely. This study utilizes a qualitative descriptive approach, employing interviews, observations, and documentation as data collection methods. The findings reveal that the management of the bai'at habituation program involves four key stages: planning, organizing, implementation, and supervision. Factors influencing the program's effectiveness include active involvement of program managers, facility support, and student participation. The program's impact includes increased religious awareness and discipline among students in their daily lives. This study makes a significant contribution to the field of moral and Faith-based education by proposing a structured habituation strategy as an effective step to enhance students' character quality. The bai'at habituation program is designed to serve as an exemplary framework for other educational institutions to follow in fostering a generation that is faithful, devout, and morally upright. Keywords: Bai'at habituation, students religiosity, Islamic character, moral education, and program management. Abstrak. Penelitian ini mengkaji implementasi program pembiasaan bai’at sebagai upaya pengembangan keberagamaan santri di MA Persis 84 Ciganitri, Kabupaten Bandung. Program ini bertujuan membentuk karakter santri yang berakhlakul karimah melalui internalisasi nilai-nilai Islami yang dilakukan secara rutin. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkap bahwa manajemen program pembiasaan bai’at melibatkan empat tahapan utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas program meliputi keterlibatan aktif pengelola, dukungan fasilitas, serta partisipasi santri. Dampak yang dihasilkan mencakup peningkatan kesadaran religius dan kedisiplinan santri dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini berperan signifikan dalam memperkaya wawasan dan pengembangan di bidang Pendidikan baik moral dan agama dengan mengusulkan strategi pembiasaan yang terstruktur sebagai langkah efektif untuk meningkatkan kualitas karakter peserta didik. Program pembiasaan bai’at diharapkan dapat berfungsi sebagai contoh atau pedoman bagi institusi pendidikan lainnya dalam upaya pembentukan generasi muda yang taat beragama, bertakwa, dan memiliki akhlak yang baik. Kata Kunci: Pembiasaan bai’at, keberagamaan santri, karakter Islami, pendidikan moral, dan manajemen program.
Implementasi Pengembangan Kecerdasan Naturalis melalui Kegiatan Outbound TK Sekolah Alam Bandung Nisa Nurzakiyah; Ayi Sobarna; Dinar Nur Inten
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i1.6513

Abstract

Abstrak. Kecerdasan naturalis pada anak usia dini sangatlah penting dalam membangun kesadaran terhadap lingkungan dan mendukung pengembangan aspek lainnya. Namun, saat ini, aktivitas pembelajaran anak lebih banyak dilakukan di dalam ruangan dengan metode yang kurang melibatkan interaksi langsung dengan alam. Hal ini menyebabkan anak kurang memiliki kesempatan untuk mengenal lingkungan sekitar secara mendalam, seperti mengenal tumbuhan, hewan, dan fenomena alam. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kegiatan Outbound dapat menjadi metode yang efektif dalam mengembangkan kecerdasan naturalis anak usia dini, khususnya melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan di Sekolah Alam Bandung. Metode penelitian menggunakan Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Deskriptif. penelitian ini menggunkan tehnik analisisi wawancara, dokumentasi, dan observasi. Sumber data penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas dan guru outbound. Hasil penelitian dalam implementasi pengembangan kecerdasan naturalis melalui kegiatan Outbound kelompok B di sekolah alam bandung menunjukan bahwa pengembangan kecerdasan naturalis melalui kegiatan Outbound yaitu: 1) perencanaan kegiatan yang meliputi penyusunan rencana pembelajaran tahunan, semester, mingguan 2) pelaksanaan sesuai capaian umur serta jenis kegiatan yang variatif sehingga pengembangan kecerdasan naturalis anak berkembang dengan optimal. 3) evaluasi penilaian sebagai alat ukur perkembangan dilakukan secara berskala untuk mengukur perkembangan kemampuan kecerdasan naturalis anak. 4) faktor pendukung seperti sarana dan prasana sekolah yang tersedia lalu hambatan yang di alami ketika kegiatan adanya perubahan cuaca. Abstract. Naturalist intelligence in early childhood is very important in building awareness of the environment and supporting the development of other aspects. However, currently, children's learning activities are mostly done indoors with methods that do not involve direct interaction with nature. This causes children to have less opportunity to get to know the surrounding environment in depth, such as recognizing plants, animals, and natural phenomena. Therefore, the purpose of this study is to analyze how Outbound activities can be an effective method in developing early childhood naturalist intelligence, especially through the stages of planning, implementation, and evaluation of activities at Sekolah Alam Bandung. The research method uses Qualitative Research with a Descriptive Approach. this research uses interview, documentation, and observation analysis techniques. Sources of research data include principals, classroom teachers and Outbound teachers. The results of the research in the implementation of naturalist intelligence development through group B Outbound activities at Bandung natural school show that the development of naturalist intelligence through Outbound activities includes 4 stages, namely: 1) planning activities which include the preparation of annual, semester, weekly learning plans 2) implementation according to age achievements and varied types of activities so that the development of children's naturalistic intelligence develops optimally. 3) Assessment evaluation as a developmental measurement tool is carried out on a scale to measure the development of children's naturalistic intelligence abilities. 4) Supporting factors such as available school facilities and infrastructure and obstacles experienced during activities when the weather changes.
Co-Authors 10030121038, Dinda Amelia Hajrin Wahyu Putri 10030217018, Anita Nur Wahid Martiani 10030220001, Indah Alia Nurlatifah 10030220029, Syafina Ramadhani Putri AA Sudharmawan, AA Aep Saepudin Aghnia Rahmadhanti Ahmad Faisal Ahmad Yusuf Afandi Aida Nur Khairunnisa Alia Mirajurrahmah Alvia Sabrina Amar Anisa Indah Sabila Anisa Indah Sabila Arif Hakim Arif Hakim Asep Dudi Suhardini Aulia Hafsah Amanah Azzahra Khoirunnisa Bambang Saiful Ma’arif Dedih Surana Dewi Mulyani Dinar Nur Inten Enoh Enoh Erhamwilda Fadhil Febrian Ependi fadilah mutmainah, teni Farhan Fauzi Fatimah Azzahra Hanifah Heriady Faujiah, Chicha Siti Fitri Fitriyani Fitriyani Fitroh Hayati Funny Lichandra Haditsa Qur'ani Nurhakim Haditsa Qurani Nurhakim Hakim, Arif Hakim, Arif Helmi Aziz Heru Pratikno Heru Pratikno Hukita Ismaura Huriah Rachmah Ikin Asikin Ikin Asikin, Ikin Ilham Alamsyah Iqbal Arfah Gunawan Lia Yulianti Lisda Syabaniah Luthfi Nuzul Syahri Marhun, Masnipal masnipal Maya Rosmayanti Meilani Dwi Cahya Meranti Sylvitiani Miftakhul Anam Moh. Irsyad Junaidi Muhammad Aqmal Ramadhan Nugraha Muhammad Arkan Ikhtisyanuddin Muhammad, Giantomi Mujahid, Mujahid Rasyid Nadri Taja Nan Rahminawati Nastiti Lutfiah Ramadhani Neng Susilawati Nenti Annisa Putri Nisa Nurzakiyah Nur Aulia Mursalin Nur Aulia Mursalin Nur Sabila Sa'diah Nurihi Kamisykatin Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul nurul latifah Nury Nurjanah Pardomuan, Naufalsyah Puspito Riyanto, Lindawati Putri, Rachma Vidia Rahmat Zaki Alauddin Rasyid, A. Mujahid Reggy Tania Rifa Tri Rizqillah Rohmah, Rizki Zakiyah Nur Safitri A, Nabila Safitri Hutami Sinta Rahmawati Siska Indriyani Sobar Sobar Al Ghazal Sri Wulandari Mazith Syifa Fauziningtyas Iskandar Tata Fathurrohman Utami, Rani Via Eka Lestari