Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA TANI SORGUM DI KABUPATEN SITUBONDO Fitriyaningsih, Fitriyaningsih; Soetriono, Soetriono; Mulyo Aji, Joni Murti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pendapatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani sorgum di Kabupaten Situbondo. Sampel petani sorgum sebanyak 19 responden yang ditentukan dengan teknik sampling kuota. Data dikumpulkan melalui data primer dan data sekunder yang dianalisis menggunakan analisa pendapatan dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa per hektar lahan petani dalam satu tahun usaha tani sorgum menguntungkan dengan nilai pendapatan Rp.55.184.836,-/ha. Faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani sorgum secara parsial dipengaruhi oleh produksi, harga jual, dan biaya pestisida. Sementara secara simultan pendapatan dipengaruhi oleh luas lahan, produksi, biaya benih, biaya pupuk, biaya pestisida, harga jual, pengalaman, dan biaya tenaga kerja.
ANALISIS DAYA SAING JERUK SIAM DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN KOMODITAS BUAH UNGGULAN DI BANYUWANGI Azizah, Laily Nur; Soetriono, Soetriono
Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal of Agribusiness Science Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jiia.v13i1.8220

Abstract

Siamese oranges are a fruit commodity that is quite popular with a consumption growth rate of 2.5%  from 2018 to 2022. This condition must be balanced with the availability of local oranges in Indonesia, without increasing orange imports. Orange production in Banyuwangi is quite high in Tegaldlimo District, reaching 201,821.5 tons in 2018, eventhough in 2019 it decreased to 91,991.9 tons. The objectives of this research are to determine the competitiveness of Siamese oranges in Banyuwangi, to determine the sensitivity of the competitiveness of Siamese oranges in Banyuwangi, and to formulate a commodity development model for Siamese oranges in Banyuwangi. The methods used in this research were analysis of private benefits (PP), private cost ratio (PCR), social benefits (SP), and domestic resource ratio (DRCR). Based on the results of the analysis, it is known that the private profit obtained is IDR111,183,814 while the social benefits obtained is  IDR362,759,134. The PCR value is 0.67 and the DRCR value is 0.37. It is also noticed that A 25% and 50%  reduction in the price of Siamese oranges from the normal price has caused a loss in private profits and caused a PCR value more than 1, whereas in the scenario of a 30% increase in the price of inorganic fertilizer, it has caused a negative value in private profits and a PCR value more than 1. Development of Siamese orange farming in the Regency Banyuwangi is encouraging with combination of strategy intensive agricultural extension and increase production output in terms of quantity, quality and continuity of production. Keywords:  competitiveness, siamese oranges, superior commodities
MODEL PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF DI WILAYAH PESISIR PANTAI KABUPATEN SUMENEP Soetriono, Soetriono; Soejono, Djoko; Zahrosa, Dimas B.; Maharani, Ariq Dewi
Cakrawala Vol. 13 No. 1: Juni 2019
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v13i1.293

Abstract

Wilayah pesisir dan lautan merupakan salah satu sumberdaya alam yang mempunyai sifat kompleks, dinamis, dan unik karena pengaruh dari dua ekosistem, yaitu ekosistem lautan dan daratan. Di lain pihak wilayah pesisir merupakan wilayah tempat berbagai kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, perlu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan industri kreatif yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan memberdayakan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui model pengembangan dan strategi pengembangan industri kreatif di wilayah pesisir pantai di Kabupaten Sumenep. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sumenep. Metode yang dipergunakan adalah metode deskriptif dan analitik. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan melakukan wawancara langsung dan FGD dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan, Force Field Analysis (FFA) dan Analisis Hierarki Process (AHP). Hasil yang diperoleh adalah karakteristik sosial ekonomi, pendapatan dan model pengembangan industri kreatif di wilayah pesisir pantai di Kabupaten Sumenep. Produk yang perlu dikembangkan yaitu petis, abon ikan tuna, baso ikan dan kerajinan kerang Hasil FFA diperoleh Faktor Kunci Keberhasilan (FKK) pendorong dengan nilai urgensi sebesar 1,15 yaitu pesisir bagian utara di dominasi produk olahan basah dan bagian selatan produk kering dan FKK penghambat dengan nilai urgensi sebesar 2,77 yaitu para pelaku industri kreatif cenderung individual dalam mengembangkan usahanya.Kata Kunci : Industri, Kreatif, Pesisir, Model