Ni Putu Sriwidyani
Departemen Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 61 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan antara Tumor Infiltrating Lymphocytes (TIL), ekspresi Programmed Death-Ligan 1 (PD-L1) pada sel tumor dan TIL dengan kedalaman invasi pada karsinoma urotelial kandung kemih tipe tidak spesifik di RSUP Sanglah, Bali, Indonesia Luh Ayu Widayanti; I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi; Herman Saputra; Anak Agung Ayu Ngurah Susraini; Ni Putu Sriwidyani; I Made Muliarta
Intisari Sains Medis Vol. 11 No. 3 (2020): (Available online: 1 December 2020)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.003 KB) | DOI: 10.15562/ism.v11i3.806

Abstract

Background: Urotelial carcinoma is one of carcinoma with increasing morbidity and mortality. The depth of invasion is one of risk factors that influence recurrence and survival rate in urotelial carcinoma. Patient with deeper invasion has poorer prognosis in recurrence and survival rate. Generally, carcinoma have microenvironment such as tumor infiltrating lymphocytes (TIL) to eliminate the tumor cells, in proliferative area. Cancer cells can avoid host immunity through PD-1/PD-L1 pathway. This study aimed to determine the association between TIL and PD-L1 expression with the depth of invasion of urotelial carcinoma.Methods: This study was a cross sectional analytic study with 37 samples size. The samples were taken from paraffin block of patients with urotelial bladder carcinoma non-specific type, that has performed resection and histopathological examination at Anatomical Pathology Laboratory Sanglah Hospital Denpasar, from January 1st, 2015 to December 31th, 2019. Rediagnosis was carried out to assess the histopathological diagnosis, TIL and depth of invasion. Then PD-L1 immunohistochemistry was performed. Data were analyzed by Chi-Square test with p<0.05. Data were analyzed using SPSS version 20 for Windows.Results: In this study on bladder urothelial carcinoma non-specific type at Sanglah Hospital Denpasar, we found there is no association between TIL and the depth of invasion (p=0.471). There is association between PD-L1 expression in tumor cells with the depth of invasion (p=0.006), OR 7.04 (CI 95% =1.64-30.20). There is association between PD-L1 expression in TIL with the depth of invasion (p=0.001), OR 13.2 (CI 95% = 2.62-66.43).Conclusion: There is association between PD-L1 expression in tumor cells an PD-L1 expresion in TIL with the depth of invasion. Positive expression of PD-L1 in tumor cells and TIL are more likely to become advance invasion. Tumor Infiltrating Lymphocytes (TIL) and PD-L1 expression on TIL can be used as predictive factors for the depth of invasion in urotelial carcinoma.  Latar Belakang: Karsinoma urotelial merupakan salah satu karsinoma dengan morbiditas dan mortalitas yang terus meningkat. Salah satu faktor risiko yang mempengaruhi rekurensi dan survival rate pada karsinoma urotelial adalah kedalaman invasi. Invasi yang lebih dalam memiliki prognosis yang lebih buruk. Karsinoma umumnya disertai lingkungan mikro antara lain tumor infiltrating lymphocytes (TIL) yang berfungsi untuk mengeliminasi tumor. Sel kanker memiliki kemampuan untuk menghindari imun host antara lain melalui ikatan PD-1 dengan PD-L1. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara TIL dan ekspresi PD-L1 dengan kedalaman invasi pada karsinoma urotelial.Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik potong lintang dengan besar sampel adalah 37, yang berasal dari blok parafin penderita karsinoma urotelial kandung kemih tipe tidak spesifik yang diperiksa histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar dari 1 Januari 2015 sampai 31 Desember 2019. Rediagnosis preparat dilakukan untuk menilai diagnosis histopatologi,  TIL serta kedalaman invasi. Kemudian dilakukan pulasan imunohistokimia PD-L1. Data dianalisis dengan uji Chi-Square dengan nilai p<0,05. Data dianalisis dengan SPSS versi 20 untuk Windows.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada karsinoma urotelial kandung kemih tipe tidak spesifik di RSUP Sanglah Denpasar, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara TIL dengan kedalaman invasi (p=0,471). Terdapat hubungan yang signifikan antara ekspresi PD-L1 pada sel tumor dengan kedalaman invasi (p=0,006) dengan OR 7,04 (IK 95% =1,64-30,20), antara ekspresi PD-L1 pada TIL dengan kedalaman invasi (p=0,001) dengan OR 13,20 (IK 95% = 2,62-66,43).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara ekspresi  PD-L1 pada sel tumor dan pada TIL dengan kedalaman invasi pada karsinoma urotelial kandung kemih tipe tidak spesifik di RSUP Sanglah Denpasar. Ekspresi positif PD-L1 pada sel tumor dan pada TIL memiliki kemungkinan lebih besar untuk menjadi invasi lanjut.
Hubungan antara Stromal Tumor Infiltrating Lymphocytes (TIL) dengan ekspresi Programmed Death-Ligand 1 (PD-L1) pada karsinoma payudara invasif tipe tidak spesifik subtipe Human Epidermal Growth Factor Receptor-2 (HER-2) enriched di RSUP Sanglah, Bali, Ind Popi Imelda Margareth Sitompul; Herman Saputra; Luh Putu Iin Indrayani Maker; I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi; Ni Putu Sriwidyani; I Made Muliarta
Intisari Sains Medis Vol. 12 No. 2 (2021): (Available Online: 1 August 2021)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.737 KB) | DOI: 10.15562/ism.v12i2.1021

Abstract

Background: Breast cancer is the most common malignancy cancer in women. This malignancy is molecularly heterogeneous, where overexpression of the HER-2 growth factor receptor generally has a more aggressive nature. The role of immune system interaction, namely Tumor Infiltrating Lymphocytes (TIL) and Programmed Death-Ligand 1 (PD-L1) expression, is associated with prognostic and predictive factors. Therefore, this study aims to investigate the association between stromal TIL with PD-L1 expression in invasive breast carcinoma non-specific type HER-2 enriched subtype.Methods: This study was an observational analytical study with cross-sectional design from January 1st 2015 to December 31st 2019. The samples were taken from a paraffin block of patients with invasive breast carcinoma non-specific type, that has performed histopathological examination, ER, PR, HER-2 and FISH/CISH immunohistochemistry examination at the Anatomical Pathology Laboratory of Sanglah Hospital Denpasar. The samples obtained were stained with PD-L1 immunohistochemistry. The preparation was evaluated to assess TIL. Data were analyzed using SPSS version 20 for Windows.Results: The study found a statistically significant association between stromal TIL with PD-L1 expression in tumor cells (p = 0.018).  There is statistically significant association between stromal TIL with PD-L1 expression in TIL (p = 0.001). There is statistically significant association between stromal TIL with PD-L1 expression in total tumor cells and TIL (p = 0.007) in invasive breast carcinoma non-specific type HER-2 enriched subtype at Sanglah Hospital, Denpasar.Conclusion: In conclusion, there is an association between stromal TIL with the expression of PD-L1 in tumor cells and TIL in invasive breast carcinoma non-specific type HER-2 enriched subtype.  Latar Belakang: Kanker payudara merupakan keganasan tersering pada wanita. Keganasan ini bersifat  heterogen ditinjau dari aspek molekuler, dimana overekspresi HER-2 umumnya memiliki sifat yang lebih agresif. Peranan sistem imun, yakni ekspresi Tumor Infiltrating Lymphocytes (TIL) dan Programmed Death-Ligand 1 (PDL-1) dihubungkan dengan faktor prognostik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara stromal TIL dengan ekspresi PD-L1 pada karsinoma payudara invasif tipe tidak spesifik subtipe HER-2 enriched.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan studi potong lintang mulai dari 1 Januari 2015 sampai 31 Desember 2019. Sampel adalah blok parafin penderita karsinoma payudara invasif tipe tidak spesifik yang telah dilakukan pemeriksaan histopatologi, imunohistokimia ER, PR, HER-2 dan FISH/CISH  di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar. Sampel yang diperoleh dilakukan pulasan imunohistokimia PD-L1 Preparat sampel digunakan untuk menilai TIL. Data dianalisis dengan SPSS versi 20 untuk Windows.Hasil: Pada penelitian ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara stromal TIL dengan ekspresi PD-L1 pada sel tumor (p=0,018). Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik  antara stromal TIL dengan ekspresi PD-L1 pada TIL (p=0,001). Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara stromal TIL dengan ekspresi PD-L1 pada total sel tumor dan TIL (p=0,007) pada karsinoma payudara invasif tipe tidak spesifik subtipe HER-2 enriched di RSUP Sanglah Denpasar.Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara stromal TIL dengan ekspresi PD-L1 sel tumor dan TIL pada karsinoma payudara invasif tipe tidak spesifik subtipe HER-2 enriched. 
Perbedaan ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) pada meningioma risiko rendah dan risiko tinggi di RSUP Sanglah, Bali, Indonesia Ivana Juliarty Sitanggang; Ni Putu Sriwidyani; I Wayan Juli Sumadi; I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi; Luh Putu Iin Indrayani Maker; I Made Muliarta
Intisari Sains Medis Vol. 12 No. 2 (2021): (Available Online: 1 August 2021)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.348 KB) | DOI: 10.15562/ism.v12i2.1027

Abstract

Background: Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) is an angiogenic factor that plays an important role in tumor angiogenesis. VEGF in meningioma is up-regulated and indicates its role as a proangiogenic factor. It has an association with tumor recurrence and progression. This study aims to determine the differences in VEGF expression in low-risk and high-risk meningiomas at Sanglah General Hospital, Bali, Indonesia.Methods: This study was a cross-sectional analytical study with a sample size of 52, which came from meningioma patients examined histopathologically at the Anatomical Pathology Laboratory of Sanglah General Hospital from January to December 2019. The VEGF immunohistochemical staining was performed and interpreted using Histo score (H-score). VEGF expression was categorized into high and low expression, with the cut-off value determined based on the median value. Data were analyzed using SPSS version 20 for Windows.Methods: The results showed that out of 52 meningioma samples, 37 (71.1%) cases of low-risk meningiomas with low VEGF expression, 6 cases (11.5%) of low-risk meningiomas with high VEGF expression, and 9 cases (17.3%) of high-risk meningiomas with high VEGF expression. There was no high-risk meningioma with low VEGF expression. There was a significant difference in VEGF expression between the low-risk and high-risk meningioma groups (p = 0.00), and high VEGF expression had a prevalence risk for the incidence of high-risk meningioma by 2.5 times (95% CI=1.3-4.6).Conclusion: Based on the results of this study, it was concluded that there was a VEGF expression difference between low-risk and high-risk meningiomas in Sanglah General Hospital Denpasar and high VEGF had a prevalence risk for the occurrence of high-risk meningiomas by 2.5 times. Latar Belakang: Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) merupakan faktor angiogenik yang berperan penting dalam angiogenesis tumor. VEGF pada meningioma mengalami up-regulation yang menunjukkan perannya sebagai faktor proangiogenik yang berkaitan dengan rekurensi dan perkembangan tumor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan ekspresi VEGF pada meningioma risiko rendah dan risiko tinggi di RSUP Sanglah, Bali, Indonesia.Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik potong lintang dengan besar sampel adalah 52, yang berasal dari blok parafin penderita meningioma yang diperiksa histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar dari Januari - Desember 2019. Dilakukan pulasan imunohistokimia VEGF dan penilaiannya menggunakan Histo score (H-score). Ekspresi VEGF dikategorikan menjadi tinggi dan rendah dengan nilai cut-off yang ditentukan berdasarkan nilai median. Data dianalisis dengan SPSS versi 20 untuk Windows.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 52 sampel meningioma, terdapat 37 kasus (71,1%) meningioma risiko rendah dengan ekspresi VEGF rendah, 6 kasus (11,5%) meningioma risiko rendah dengan ekspresi VEGF yang tinggi, dan 9 kasus (17,3%) meningioma risiko tinggi dengan ekspresi VEGF tinggi. Tidak didapatkan meningioma risiko rendah dengan ekspresi VEGF rendah. Didapatkan perbedaan ekspresi VEGF yang bermakna antara kelompok meningioma risiko rendah dan risiko tinggi (p=0,00) dan ekspresi VEGF tinggi mempunyai risiko prevalensi untuk terjadinya meningioma risiko tinggi sebesar 2,5 kali (95% IK=1,3-4,6).Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan perbedaan ekspresi VEGF antara meningioma risiko rendah dan risiko tinggi di RSUP Sanglah Denpasar dan pada VEGF tinggi mempunyai risiko prevalensi untuk terjadinya meningioma risiko tinggi sebesar 2,5 kali.
Hubungan Lymph Vessel Density (LVD) dengan invasi limfatik dan metastasis kelenjar getah bening regional pada karsinoma payudara invasif tipe tidak spesifik di RSUP Sanglah, Bali, Indonesia Katrin Rotua Simbolon; I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi; Ni Putu Sriwidyani; Luh Putu Iin Indrayani Maker; Herman Saputra; I Made Muliarta
Intisari Sains Medis Vol. 12 No. 2 (2021): (Available Online: 1 August 2021)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.217 KB) | DOI: 10.15562/ism.v12i2.1037

Abstract

Background: Lymph Node Metastasis (LNM) is considered the most important prognostic factor in breast cancer. The progress of lymphatic metastasis is thought to involve the proliferation of lymphatic vessels (lymphangiogenesis), Lymph Vessel Invasion (LVI), and lymph node metastasis step by step. This study aims to evaluate the association between LVD with LVI and regional LNM in invasive breast carcinoma of no special type.Methods: This study used a cross-sectional analytical study, using a sample of 38 paraffin-embedded tissue from the patient with invasive breast carcinoma of no special type in Sanglah General Hospital, Bali, Indonesia, in 2018. The sample will be used to assess LVD and LVI by D2-40 immunohistochemistry. Expression of D2-40 with vigorous-intensity was evaluated on the membrane and cytoplasm of lymphatic endothelial cells to determine the definition of lymphatic vessels. Lymph vessel density was determined by counting the number of lumens of peritumoral lymphatic vessels in five fields of view with the densest lymphatic vessel lumen using a Leica microscope (DM750, 400x, area 0.225mm2). Data were analyzed using SPSS version 24 for Windows.Results: The LVD cut-off value is 16.5 lymphatic vessel lumens/0.225 mm2 (65.4% for sensitivity and area Under the Curve (AUC)=70.2%). Then cases were classified into the category of high LVD (?16,5 lymphatic vessel lumen/0,225 mm2) and low LVD (<16.5 lymphatic vessels lumen/0,225 mm2). The study found a statistically significant association between LVD and lymph vessel invasion (PR=3.6; p=0.043; 95%CI=0.88-14.78) and regional lymph node metastases (PR =1.7; p=0.02; 95%CI=1.03-2.79).Conclusion: This study proved an association between LVD with lymph vessel invasion and regional lymph node metastases.  Latar Belakang: Metastasis Kelenjar Getah Bening (KGB) dianggap sebagai faktor prognostik yang paling penting pada kanker payudara. Perkembangan metastasis limfatik diduga melibatkan proliferasi pembuluh limfatik (limfangiogenesis), Lymph Vessel Invasion (LVI) atau invasi limfatik, dan metastasis kelenjar getah bening secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara Lymph Vessel Density (LVD) dengan invasi limfatik dan metastasis kelenjar getah bening regional pada karsinoma payudara invasif tipe tidak spesifik.Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik potong lintang dengan sampel 38 blok parafin dari pasien karsinoma payudara invasif tipe tidak spesifik di RSUP Sanglah, Bali, Indonesia tahun 2018. Penilaian LVD dan LVI dengan pulasan imunohistokimia D2-40. Ekspresi D2-40 dengan intensitas yang kuat dievaluasi pada membran dan sitoplasma sel endotel limfatik untuk menetapkan definisi pembuluh limfatik. Lymph vessel density ditentukan dengan menghitung jumlah lumen pembuluh limfatik peritumoral pada lima lapangan pandang yang memiliki lumen pembuluh limfatik terpadat, menggunakan mikroskop Leica (DM750, 400x, luas area 0,225mm2). Data dianalisis dengan SPSS versi 24 untuk Windows.Hasil: Nilai cut-off LVD adalah 16,5 lumen pembuluh limfatik/0,225 mm2 (sensitivitas 65,4% dan Area Under the Curve (AUC)=70,2%). Kemudian kasus dikategorikan menjadi LVD tinggi (?16,5 lumen pembuluh limfatik / 0,225 mm2) dan LVD rendah (<16,5 lumen pembuluh limfatik / 0,225 mm2). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara LVD dengan invasi limfatik (PR=3,6; p=0,043; IK 95%=0,88-14,78) dan metastasis KGB regional (PR=1,7; p=0,02; IK 95%=1,03-2,79).Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara LVD dengan invasi limfatik dan metastasis KGB regional. 
Hubungan antara ekspresi BRAF V600E dengan metastasis dan derajat diferensiasi pada adenokarsinoma kolorektal Ni Kadek Ayu Maya Damayanti; Ni Wayan Winarti; Ni Putu Sriwidyani; Luh Putu Iin Indrayani Maker; Herman Saputra; I Made Muliarta
Intisari Sains Medis Vol. 12 No. 2 (2021): (Available Online: 1 August 2021)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.077 KB) | DOI: 10.15562/ism.v12i2.1045

Abstract

Background: Colorectal carcinoma is a malignant epithelial tumor of the large bowel that occurs due to extrinsic and intrinsic factors. BRAF V600E gene mutation was found in about 10-15% of colorectal carcinoma. This mutation was associated with aggressive biologic behaviors, metastasis and lesser responsiveness to EGFR inhibitors therapy. This study aims to determine the association between BRAF V600E expression with metastasis and the degree of differentiation of colorectal adenocarcinoma.Methods: This cross sectional study involved 43 samples of adenocarcinoma colorectal patients who had histopathological examinations in the period 2018-2019. Immunohistochemical were performed to assess the expression of BRAF V600E. This expression was concluded positively if 75% or more tumor cells showed intense cytoplasmic staining. Data were analyzed using SPSS version 20 for Windows.Results: Within 43 colorectal adenocarcinoma cases, it was found 7 cases (16.3%) had a positive expression of BRAF V600E. This expression was found in metastasis cases (7/25), not found in cases without metastasis (0/18). There was an association between BRAF V600E expression and metastasis (p=0.014). The positive expressions of BRAF V600E were only found in low-grade differentiation (7/35 cases), were not found in high-grade differentiation (0/8 cases), and no association between BRAF V600E mutation and the degree of differentiation (p=0.167).Conclusion: There was an association between BRAF V600E expression and metastasis of colorectal adenocarcinoma. There was no significant association between BRAF V600E expression and the degree of differentiation of colorectal adenocarcinoma. Latar Belakang: Karsinoma kolorektal merupakan suatu tumor ganas epitelial usus besar yang terjadi akibat pengaruh dari faktor ekstrinsik dan intrinsik. Mutasi gen BRAF V600E ditemukan pada sekitar 10-15% kasus karsinoma kolorektal. Mutasi ini berkaitan dengan perilaku biologik agresif, metastasis, serta kurangnya respon terhadap terapi dengan inhibitor EGFR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara ekspresi BRAF V600E dengan metastasis dan derajat diferensiasi adenokarsinoma kolorektal.Metode: Penelitian menggunakan rancangan analitik potong lintang dengan 43 sampel penderita adenokarsinoma kolorektal yang telah dilakukan pemeriksaan histopatologi pada periode tahun 2018-2019. Pulasan imunohistokimia dikerjakan untuk menilai ekspresi BRAF V600E. Ekspresi BRAF V600E dinyatakan positif jika 75% atau lebih sel tumor mununjukkan pulasan sitoplasma dengan intensitas kuat. Data dianalisis dengan SPSS versi 20 untuk Windows.Hasil: Dari 43 kasus, ditemukan 7 kasus (16,3%) dengan ekspresi BRAF V600E positif. Ekspresi ini hanya dijumpai pada kasus dengan metastasis (7 dari 25 kasus), tidak dijumpai pada kasus tanpa metastasis (0 dari 18 kasus). Didapatkan hubungan bermakna antara ekspresi BRAF V600E dengan metastasis (p=0,014). Ekspresi BRAF V600E positif hanya ditemukan pada kasus derajat diferensiasi rendah (7 dari 35 kasus), tidak ditemukan pada derajat tinggi (0 dari 8 kasus), dan hubungan tersebut tidak bermakna secara statistik (p=0,167).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara ekspresi BRAF V600E dengan metastasis pada adenokarsinoma kolorektal. Tidak terdapat hubungan antara ekspresi BRAF V600E dengan derajat diferensiasi pada adenokarsinoma kolorektal.
Hubungan antara status tumor budding dengan berbagai parameter klinikopatologi pada adenokarsinoma kolorektal di RSUP Sanglah, Bali, Indonesia Luh Putu Iin Indrayani Maker; Ni Putu Sriwidyani
Intisari Sains Medis Vol. 12 No. 3 (2021): (Available online: 1 December 2021)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.532 KB) | DOI: 10.15562/ism.v12i3.1123

Abstract

Background: Colorectal malignancies are common, with adenocarcinoma as the most prevalent type. Recently, studies of specific morphology like tumor budding have already started and related with tumor’s aggressivity as well as several parameters. This study aims to evaluate the association between tumor budding grade with patient age, sex, tumor location, histological grade, depth of invasion, and nodal status in colorectal adenocarcinoma at Sanglah General Hospital.Methods: This cross-sectional descriptive study used samples of intestinal resection specimens accompanied by Regional Lymph Node (RLN) removal of colorectal adenocarcinoma patients at Sanglah Hospital in 2018-2020. The sampling technique was carried out consecutively, which met the inclusion and exclusion criteria. Data on age, sex, tumor location, histologic grade, depth of invasion, and nodal status were obtained from the archives of examination results. At the same time, tumor budding data were obtained from observations of histopathological preparations with Hematoxylin-Eosin (H&E) staining. The results of the observations were tested statistically and presented descriptively. Data were analyzed with Chi-Square using SPSS version 22 for Windows.Results: Most of the study samples were 50 years old (84.0%), followed by male gender (62.0%), tumor location in the left colon (67.0%), low-grade (90.0%), T3-T4 invasion depth (77.0%), negative nodal status (60.0%), and high-tumor budding grade (51.0%). The Chi-Square test showed a significant relationship between the depth of invasion (p=0.001) and nodal status (p=0.009) variables on tumor budding grade.Conclusion: There were significant correlations between tumor budding grade and depth on invasion and nodal status. Latar Belakang: Kanker kolorektal merupakan keganasan yang sering ditemukan dengan adenokarsinoma merupakan tipe histopatologi terbanyak. Dewasa ini telah mulai diteliti morfologi spesifik yaitu tumor budding yang dikaitkan dengan agresivitas tumor maupun parameter lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tumor budding grade dengan umur pasien, jenis kelamin, lokasi tumor, grade histopatologi, kedalaman invasi, dan status nodal pada adenokarsinoma kolorektal di RSUP Sanglah Denpasar.Metode: Penelitian deskriptif potong lintang ini menggunakan sampel spesimen reseksi usus disertai pengangkatan Kelenjar Getah Bening (KGB) regional pasien adenokarsinoma kolorektal di RSUP Sanglah tahun 2018-2020. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara konsekutif, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data umur, jenis kelamin, lokasi tumor, grade histopatologi, kedalaman invasi dan status nodal diperoleh dari arsip hasil pemeriksaan. Sedangkan data tumor budding diperoleh dari pengamatan sediaan histopatologi pewarnaan Hematoksilin-Eosin (H&E). Hasil pengamatan diuji secara statistik dan ditampilkan secara deskriptif. Data dianalisis dengan Chi-Square menggunakan SPSS versi 22 untuk Windows.Hasil: Sebagian besar sampel penelitian berusia ? 50 tahun (84,0%), diikuti dengan jenis kelamin laki-laki (62,0%), lokasi tumor pada kolon kiri (67,0%), low-grade (90,0%), kedalaman invasi T3-T4 (77,0%), status nodal negatif (60,0%), dan high-tumor budding grade (51,0%). Uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara variabel kedalaman invasi (p=0,001) dan status nodal (p=0,009) terhadap tumor budding grade.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tumor budding grade dengan kedalaman invasi dan status nodal adenokarsinoma kolorektal.
Hubungan antara ekspresi Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) dengan berbagai parameter klinik dan patologis Triple Negative Breast Cancer (TNBC) di RSUP Sanglah, Bali, Indonesia Volman Tampubolon; Ni Putu Sriwidyani; Luh Putu Iin Indrayani Maker; I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi; Ni Made Mahastuti; I Made Muliarta
Intisari Sains Medis Vol. 12 No. 3 (2021): (Available online: 1 December 2021)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.529 KB) | DOI: 10.15562/ism.v12i3.1189

Abstract

Background: Triple Negative Breast Cancer (TNBC) is a heterogeneous group of breast cancer. Some cases show a good outcome; others show higher recurrence and metastasis. There are several molecular subtypes of TNBC. Basal-like 2 (BL-2) subtype involves Epidermal Growth Factor (EGF) signaling pathway, enriched with many growth factor receptors such as EGFR. This study aims to determine the association between EGFR expression and various clinicopathological parameters in TNBC patients in Sanglah Hospital Denpasar.Methods: This study was an analytical cross-sectional study involving 35 patients TNBC who were examined histopathologically at the Anatomical Pathology Laboratory in Sanglah Hospital Denpasar from January 1st 2016 to December 31st 2020. Re-evaluation of the specimen was conducted to assess histopathological diagnosis, grade, tumor size (T), Lymphovascular Invasion (LVI) and nodal status (N). EGFR expression was evaluated by immunohistochemistry staining and then interpreted based on the intensity and continuity of the stained cell membrane. The association between EGFR expression and clinicopathological parameters was analyzed with a Chi-Square test with a 0.05 significance level.Result: The result of this study showed the age range of TNBC patients was 29-70 years with mean age was 49.7±11.4 years. There were significant association between EGFR expression with T (p=0.008; PR = 2.7; 95%CI 1.4-5.1), LVI (p=0.018; PR = 3.0; CI95% 1.300-7.137) and N (p=0.033; PR=2.7; CI95% 1.121-6.543). There were no significant association between EGFR expression with age (p=1.000), grade (p=0.689) and Ki67 index (0.689).Conclusion: It can be concluded that there are associations between EGFR expression with T, LVI and N. There was no association between EGFR expression with age, grade and Ki67 index.  Latar Belakang: Triple negative breast cancer (TNBC) merupakan kelompok kanker payudara yang heterogen. Sebagian kasus menunjukkan survival yang baik, namun sebagian lainnya dengan rekurensi dan metastasis yang lebih tinggi. Terdapat beberapa subtipe molekuler dari TNBC, salah satunya subtipe Basal-like 2 (BL2) yang melibatkan jalur pensignalan Epidermal Growth Factor (EGF), melalui berbagai reseptor factor pertumbuhan, salah satunya EGFR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ekspresi EGFR dengan berbagai parameter klinikopatologi pada kasus TNBC di RSUP Sanglah Denpasar.Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik potong lintang dengan besar sampel 35 kasus TNBC yang diperiksa histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar dari 1 Januari 2016 hingga 31 Desember 2020. Evaluasi ulang preparat dilakukan untuk menilai diagnosis histopatologi, grade, ukuran tumor (T), Lymphvascular Invasion (LVI) dan status nodal (N). Ekspresi EGFR dinilai dengan pewarnaan imunohistokimia selanjutnya di interpretasi berdasarkan intensitas dan kuntinuitas membran  sel yang terpulas. Hubungan antara ekspresi EGFR dengan parameter klinikopatologi dianalisis dengan uji Chi-Square dengan nilai kemaknaan p<0,05.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan rentang usia pasien TNBC 29-70 tahun dan rerata 49,7±11,4 tahun. Terdapat hubungan bermakna antara ekspresi EGFR dengan T (p=0,008; RP=2,7; IK95% 1,4-5,1), LVI (p=0,018; RP = 3,0; IK 95% 1,300-7,137), dan N (p=0,033; RP=2,7; IK95% 1,121-6,543). Tidak terdapat hubungan bermakna antara umur (p=1,000), grade (p=0,689) dan indeks Ki67 (p=0,689).Simpulan: Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara ekspresi EGFR dengan ukuran tumor, LVI dan status nodal (N). Tidak terdapat hubungan antara ekspresi EGFR dengan umur, grade dan indeks Ki67.          
Metaplastic Breast Carcinoma (MBC), Primary Squamous Cell Carcinoma Subtype in A 49-Year-Old Woman: A Case Report Putu Erika Paskarani; Ni Gusti Ayu Agung Manik Yuniawaty Wetan; Ni Putu Sriwidyani; Sang Ayu Putu Yuliantini
Indonesian Journal of Cancer Vol 16, No 4 (2022): December
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v16i4.932

Abstract

Introduction: Metaplastic Breast Carcinoma (MBC) is quite a challenging case because metaplastic breast cancer is one of the rarest subtypes of invasive breast cancer. It is reported that MBC occurs only 0.2 to 1% throughout the world. The metaplastic changes can be squamous cells or other mesenchymal cell types. Clinically, MBC presents as a large palpable mass and may be associated with rapid growth. The size of MBC tends to be larger compared with other types of invasive breast cancer ranging from 1 to more than 10 cm. Although there are several main categories of MBC, some carcinoma can be difficult to classify due to their unusual histologic patterns. This case report study is to provide a clinicopathological overview and approach to MBC.Case Presentation: We reported a 49-year-old woman who suffered from a breast mass that rapidly grew for less than one year. The microscopic findings showed squamous cell carcinoma. While molecular studies revealed triple negative results for hormone receptors although Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2) overexpression was unusual (< 5%). Then, we confirmed with chromogen in situ hybridization (CISH) and there was no gen amplification for HER2. Microscopically, we found ductal carcinoma in situ and this finding supported breast origin.Conclusions: Metaplastic carcinoma did not have any specific and distinctive signs clinically. Metaplastic carcinoma can be monophasic (with only a metaplastic component) or biphasic with two or more components. As treatment options, our patient received conventional chemotherapy. Metaplastic breast cancer is reported to have a lower response rate to conventional adjuvant chemotherapy and worse clinical outcome after chemotherapy than other forms of triple-negative breast cancer.
LOW CD8+ T LYMPHOCYTE/TUMOR BUDDING INDEX PREDICT POSITIVE NODAL STATUS IN BREAST CARCINOMA Ni Putu Sriwidyani; I Wayan Juli Sumadi
Journal of Global Pharma Technology Volume 10 Issue 09: (2018) September 2018
Publisher : Journal of Global Pharma Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Death in breast cancer patients are mostly caused by the presence of distant metastasis and nodal status is the strongest prognostic factor of metastasis. CD8+ T lymphocyte/tumor budding index is a representation of the anti/protumor properties interaction. The purpose of this study is to prove the interaction between tumor cells and tumor microenvironment and its relationship nodal status in breast carcinoma. Methods: A cross sectional analytic study using 45 cases of breast carcinoma which were underwent mastectomy and radical axillary lymph node dissection at Sanglah Hospital Denpasar during 1 January until 31 December 2017 was conducted. Tumor budding was a small group of cells at the edge of tumor invasion which was evaluated at H-E slide. CD8+ T lymphocyte was evaluated on immunohistochemical slide and was calculated on the peritumoral stroma. Results: Using ROC curve, cut-off value was 4.05. Of all cases, 23 cases with low and 22 cases with high CD8+ T lymphocyte/tumor budding index. CD8+ T lymphocyte/tumor budding index had a significant inverse correlation with nodal status (p=0.000), meanwhile LVI has linier correlation with nodal status in breast carcinoma (p=0.006). Conclusion: there was an inverse relationship between CD8+ T lymphocyte/tumor budding index with nodal status in patients with breast carcinoma
Hubungan Hubungan antara Ekspresi BRAF V600E dengan Metastasis dan Derajat Diferensiasi pada Adenokarsinoma Kolorektal Damayanti, Ni Kadek Ayu Maya; Winarti, Ni Wayan; Sriwidyani, Ni Putu; Maker, Luh Putu Iin Indrayani; Saputra, Herman; Muliarta, I Made
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i9.P13

Abstract

Karsinoma kolorektal (KKR) didefinisikan sebagai suatu tumor ganas epitelial usus besar yang terjadi akibat pengaruh dari faktor ekstrinsik dan intrinsik. BRAF adalah salah satu serine/theonine protein kinase yang berperan dalam kaskade sinyal yang mengatur proliferasi, diferensiasi, migrasi, keberlangsungan, dan angiogenesis sel. Disregulasi jalur ini menyebabkan terputusnya jalur sinyal normal RAF-MEK-ERK sehingga sinyal proiferasi terus diaktifkan tanpa perlu stimulus dari luar. Saat ini telah ditemukan lebih dari 70 jenis mutasi BRAF dan 90% di antaranya adalah mutasi V600E. Mutasi BRAF V600E ditemukan pada sekitar 10-15% kasus KKR. Mutasi ini berkaitan dengan perilaku biologik agresif, metastasis, serta kurangnya respon terhadap terapi dengan inhibitor EGFR. Oleh sebab itu pemeriksaan ekspresi BRAF V600E dapat digunakan sebagai salah satu faktor prediktif penatalaksanaan lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara ekspresi BRAF V600E dengan metastasis dan derajat diferensiasi adenokarsinoma kolorektal. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik potong lintang dan melibatkan 43 sampel penderita adenokarsinoma kolorektal yang telah dilakukan pemeriksaan histopatologi pada periode tahun 2018-2019 di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar. Data metastasis diperoleh dari data radiologi dan/atau sitologi yang diperoleh melalui penelusuran SIMARS RSUP Sanglah Denpasar atau formulir pemeriksaan histopatologi. Pulasan imunohistokimia dikerjakan untuk menilai ekspresi BRAF V600E. Ekspresi positif jika 75% atau lebih sel tumor mununjukkan pulasan sitoplasma dengan intensitas kuat. Uji chi-square digunakan untuk menilai hubungan antara ekspresi BRAF V600E dengan metastasis dan derajat diferensiasi adenokarsinoma kolorektal. Dari 43 kasus yang dilibatkan dalam penelitian ini, ditemukan 7 kasus (16,3%) dengan ekspresi BRAF V600E positif, yang seluruhnya merupakan kasus KKR dengan metastasis. Di antara grup metastasis sendiri, ekspresi BRAF V600E ditemukan sebesar 28% (7/25). Tidak ditemukan ekspresi BRAF V600E pada kasus tanpa metastasis. Analisis chi square menunjukkan hubungan antara ekspresi BRAF V600E dan metastasis bermakna secara statistik (p=0,014). Ekspresi BRAF V600E positif hanya ditemukan pada kasus dengan derajat diferensiasi rendah. Akan tetapi, pada studi ini hanya dilibatkan 8 kasus dengan derajat diferensiasi tinggi, dan analisis chi square menunjukkan hubungan antara ekspresi BRAF dan derajat diferensiasi tidak bermakna secara statistik (p=0,167). Sebagai simpulan, terdapat hubungan antara ekspresi BRAF V600E dengan metastasis pada adenokarsinoma kolorektal. Tidak terdapat hubungan antara ekspresi BRAF V600E dengan derajat diferensiasi pada adenokarsinoma kolorektal.
Co-Authors Anak Agung Ayu Ngurah Susraini Angelia Ongko Prabowo annie minerva datui Astuti, Ida Ayu Jelantik Bintang Dwi Oktaviani Cahyani, Kadek Cindy Dwi Citra, Dandy Damayanti, Ni Kadek Ayu Maya Desak Made Cittarasmi Saraswati Seputra Dewi, Ida Ayu Krisna Cantika Dewi, Ida Ayu Meilasari Dewi, Ni Putu Wulan Tantri Diahningrum, Sylvi Handoko, Jovi Carina Henky, . Herlina Eka Shinta Herman Saputra Herman Saputra Herman Saputra Herman Saputra Herman Saputra Herman Saputra Herman Saputra I Dewa Ayu Inten Primayanti I Gde Raka Widiana I Gede Indradika Pratama Putra I Gusti Ayu Dewi Ratnayanti I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi I Gusti Kamasan I Gusti Kamasan Arijana I Gusti Kamasan Nyoman Arijana I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Made Cesar Vajrashrava Sunantara I Gusti Ngurah Mayun I Gusti Ngurah Pratama Yuda Atmaja I Gusti Nyoman Sri Wiryawan I Kadek Yana Parastuta I Ketut Bawantika Adi Putra I Made Gotra I Made Jawi I Made Muliarta I MADE MULIARTA . I W. Sudarsa I Wayan Juli Sumadi I Wayan Niryana I Wayan Putu Sutirta Yasa I Wayan Sugiritama Ida Ayu Jasminarti Dwi Kusumawardani Ida Ayu, Priandini Iin Indrayani Maker, Luh Putu Ivana Juliarty Sitanggang Kadek Dwi Pradnyawati Kandy Rosa Ismalia Katrin Rotua Simbolon Ketut Mulyadi Komang Chandra Surya Dika Limantoro, Joshua Lisanthoni, Johnathan Luh Ayu Widayanti Luh Ayu Widayanti Luh Komang Ayu Widhiaty Karang Luh Putu Iin Indrayani Maker Luh Yeni Laksmini M. Arif Perdana Ariyansyah Made Agus Cahya Nugraha Koriawan Maker, Luh Putu Iin Indrayani Manuaba, Ida Bagus Tjakra Wibawa Moestikaningsih . Nariswari, Ida Ayu Ista Nathaniela, Jocelin Ni Gusti Ayu Agung Manik Yuniawaty Wetan Ni Kadek Ayu Maya Damayanti Ni Luh Gede Yoni Komalasari, Ni Luh Gede Yoni Ni Made Adi Tarini Ni Made Mahastuti Ni Putu Ekawati Ni Wayan Candrawati Ni Wayan Winarti Nornazirah Binti Azizan Popi Imelda Margareth Sitompul Pramitasuri, Tjokorda Istri Putra, Putu Krishna B. S. Putri, Kadek Sri Adi Putu Ayu Widya Pramesti Putu Erika Paskarani Putu Febry Krisna Pertiwi Putu Julia Chandra Devi Raka-Sudewi A. A. Sang Ayu Putu Yuliantini Setiawan, I Gede Budhi Silvia Nuhyil Indriani Sinaga, Naomi Juliana Sri Mahendra Dewi, I Gusti Ayu Suastini, Kadek Denik Sumadi, I Wayan J. Suryawisesa, Ida Bagus Made Susilawathi, Ni Made tanaka, Tanaka Tjandra Kristiana Volman Tampubolon Wetan, Ni Gusti Ayu Agung Manik Yuniawaty Wilananda, Ida Bagus Ardya Kurnia Wimpie I Pangkahila Winari, Ni Wayan Yasa, I Nyoman Wawan Tirtha