Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sirok Bastra

SIKAP RASA INGIN TAHU PADA AKTIVITAS MEMBACA MAHASISWA SELAMA PEMBELAJARAN DARING (Measurement of Curiosity in Student Reading Activity During Online Learning) Nindya Annisa Salzabila; Siska Dwi Oktia; Laisia Sigit Rahmahati; Memet Sudaryanto
Sirok Bastra Vol 9, No 2 (2021): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v9i2.305

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kemajuan dan kualitas suatu bangsa. Oleh karena itu, pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 harus tetap dilak-sanakan meskipun secara daring. Keberhasilan pembelajaran daring tak terlepas dari keterlibatan mahasiswa.  Salah satunya ialah sikap rasa ingin tahu mahasiswa pada aktivitas membaca. Semakin tinggi rasa ingin tahu mahasiswa, semakin sering mahasiswa melakukan aktivitas membaca, begitu pula sebaliknya. Penelitian ini membahas rasa ingin tahu mahasiswa selama pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sikap rasa ingin tahu pada aktivitas membaca mahasiswa selama pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 60 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Jenderal Soedirman. Adapun proses pengumpulan data melalui survei kuesioner yang diperkuat dengan hasil wawancara. Kuesioner pengumpulan data dianalisis melalui expert judgement. Untuk analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif berdasarkan skor pengisian angket survei kuesioner dan hasil wawancara. Hasil penelitian ini adalah sikap rasa ingin tahu mahasiswa pada aktivitas membaca selama pembelajaran daring memperoleh skor 69 dari sekor maksimal sebesar 90 dengan kategori tinggi yang ditandai melalui keaktifan, berpikir kritis, dan inisiatif. Education is one of the essential factors to improve the progress and quality of a nation so that during this COVID-19 pandemic, learning must be carried out even if it is brave. The success of bold education cannot be separated from the involvement of students, one of which is the curiosity of reading activities. The higher the student's curiosity, the more often they will do reading activities, and vice versa. This study aims to measure the attitude of curiosity in students' reading activities during bold learning. The approach used is quantitative research with a research subject of 60 students of the Indonesian Language Education Study Program, Jenderal Sudirman University. The process of collecting data through a survey was conducted with the results of interviews. Data collection questionnaires were analyzed through expert judgment. The data analysis used is quantitative and qualitative based on the scores of filling in the questionnaire survey questionnaires and interviews. The result of this study is that students' curiosity in reading activities during bold learning gets a score of 69 of maximum skor 90, with a high category which is characterized by activeness, critical thinking, and initiative.
INTERJEKSI TUTURAN JOKO WIDODO DALAM KOMUNIKASI PUBLIK PADA MASA PANDEMIK COVID-19: SEBUAH KAJIAN SOSIOPRAGMATIK Memet Sudaryanto; Habib Safillah Akbariski
Sirok Bastra Vol 10, No 2 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i2.416

Abstract

Tuturan dalam gelar wicara tokoh publik merupakan data bahasa yang merepresentasikan keadaan sebenarnya dan teknik komunikasi paling ideal. Kajian ini membahas interjeksi dari perspektif sosiopragmatik yang dituturkan oleh Joko Widodo selaku tokoh politik tertinggi di Indonesia. Kajian ini diharapkan mampu mendeskripsikan penggunaan, pemanfaatan, dan dampak tuturan Joko Widodo berdasar pada perspektif sosiopragmatik. Guna menghimpun data penelitian yang sahih, pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi tuturan Jokowi dalam gelar wicara mengenai Covid-19. Data dianalisis secara interaktif yang terdiri atas pengumpulan data, kondensasi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Joko Widodo menggunakan beberapa interjeksi sebagai strategi tuturnya yang paling dominan pada interjeksi partikel, sedangkan interjeksi lain yang sering digunakan antara lain adverbial, verba, frasa, kalimat dan, istilah; (2) beberapa fungsi yang kerap digunakan Joko Widodo selaku tokoh publik tentu memiliki tujuan yang beragam, tetapi fungsi interjeksi paling dominan yang sering digunakan adalah konatif mengenai wacana Covid-19 yang tengah dirasakan oleh masyarakat; dan (3) secara umum, dampak paling terlihat dari analisis sosiopragmatik yang dilakukan adalah munculnya kepatuhan, kesiapan, kesepakatan, serta reaksi lain yang ditunjukkan oleh mitra tutur terkait wacana Covid-19 yang sempat menaikkan level kesiagaan dan kebijakan pemerintah Indonesia.