Claim Missing Document
Check
Articles

BIOAVAILABILITAS DAN BIOAKUMULASI LOGAM Pb DAN Cu PADA CABAI RAWIT (Capsicum annuum L.) DI SUBAK SEMBUNG DENPASAR I G. A. G. Bawa; N. P. D. Pebriani; I W. Sudiarta
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 16, No.2, Juli 2022
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2022.v16.i02.p03

Abstract

Penggunaan pupuk dan pestisida anorganik dapat memicu adanya logam berat yang dapat mengkontaminasi lahan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bioavailabilitas logam Pb dan Cu pada tanah pertanian cabai rawit di perkebunan Subak Sembung Denpasar serta bioakumulasi logam Pb dan Cu pada setiap bagian tumbuhan cabai rawit. Metode yang digunakan untuk menentukan fraksi-fraksi dan bioavailabilitas logam Pb dan Cu adalah metode ekstraksi bertahap sedangkan bioakumulasinya ditentukan dengan metode destruksi yang dikuantifikasi dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Hasilnya menunjukkan bahwa tanah pertanian di Subak Sembung Denpasar baik sebelum penanaman maupun saat panen mengandung logam Pb dan Cu berturut-turut sebesar 103,2493-188,4113 mg/kg dan 38,3137-59,3514 mg/kg. Bioavailabilitas logam Pb dan Cu dalam tanah didominasi oleh logam yang bersifat berpotensi bioavailable (49,67-88,56% untuk Pb dan 51,49-64,18% untuk Cu), kemudian yang bersifat non bioavailable (8,40-18,67% untuk Pb dan 33,65-46,94% untuk Cu) serta yang terkecil adalah bersifat bioavailable (1,95-12,40% untuk Pb dan 0,41-3,31% untuk Cu). Kandungan logam yang terdistribusi ke setiap bagian tumbuhan berturut-turut pada akar, batang dan buah berturut-turut berkisar 3,05-12,61%; 15,41-16,49% ; 41,73-47,91% dan 30,26-35,25% beruturut-turut untuk Pb dan berkisar 42,87-47,91%; 19,13-33,76%; 17,98-26,12%; 4,54-6,84% berturut-turut pada Cu. Edible part cabai rawit melebihi ambang batas logam Pb berdasarkan nilai yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawaas Obat dan Makanan yaitu 0,2 mg/kg. Kata kunci: Bioavailabilitas, Cu, Pb, cabai rawit. ABSTRACT The use of inorganic fertilizers and pesticides can trigger the presence of heavy metals that can pollute agricultural land. The purpose of this study was to determine the bioavailability of Pb and Cu metals in cayenne pepper farms in the Subak Sembung plantation in Denpasar as well as the bioaccumulation of Pb and Cu metals in each part of the cayenne pepper plant. The method used to determine the fractions and bioavailability of Pb and Cu was a squential extraction method, while the bioaccumulation was by the destruction method quantified using the Atomic Absorption Spectrometry (AAS). The results showed that the agricultural land in Subak Sembung Denpasar both before planting and at harvesting contained Pb and Cu metals of 103.2-188.4 mg/kg and 38.3-59.3 mg/kg, respectively. The bioavailability of Pb and Cu in soil was dominated by potentially bioavailable metals (49.67-88.56% for Pb and 51.49-64.18% for Cu), then non-bioavailable (8.40-18.67% for Pb and 33.65-46.94% for Cu) and the smallest was bioavailable (1.95-12.40% for Pb and 0.41-3.31% for Cu). Metal content distributed to each part of the plants, such as Pb in the roots, stems and fruits ranged from 3.05-12.61%, 15.41-16.49%, 41.73-47.91% and 30.26-35.25%, respectively, and for Cu ranged from 42.87-47.91%, 19.13-33.76%, 17.98-26.12%, 4.54-6.84%, respectively. The edible part of cayenne pepper is classified as contaminated with Pb because it exceeds the value set by the Food and Drug Supervisory Agency, which is 0.2 mg/kg. Keywords: Bioavailability, Cu, Pb, cayenne pepper.
BIOAVAILABILITAS DAN BIOAKUMULASI LOGAM Pb DAN Cu PADA CABAI RAWIT (Capsicum annuum L.) DI SUBAK SEMBUNG DENPASAR I G. A. G. Bawa; N. P. D. Pebriani; I W. Sudiarta
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry) Vol. 16, No.2, Juli 2022
Publisher : Program Studi Kimia, FMIPA, Universitas Udayana (Program of Study in Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University), Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JCHEM.2022.v16.i02.p03

Abstract

Penggunaan pupuk dan pestisida anorganik dapat memicu adanya logam berat yang dapat mengkontaminasi lahan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bioavailabilitas logam Pb dan Cu pada tanah pertanian cabai rawit di perkebunan Subak Sembung Denpasar serta bioakumulasi logam Pb dan Cu pada setiap bagian tumbuhan cabai rawit. Metode yang digunakan untuk menentukan fraksi-fraksi dan bioavailabilitas logam Pb dan Cu adalah metode ekstraksi bertahap sedangkan bioakumulasinya ditentukan dengan metode destruksi yang dikuantifikasi dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Hasilnya menunjukkan bahwa tanah pertanian di Subak Sembung Denpasar baik sebelum penanaman maupun saat panen mengandung logam Pb dan Cu berturut-turut sebesar 103,2493-188,4113 mg/kg dan 38,3137-59,3514 mg/kg. Bioavailabilitas logam Pb dan Cu dalam tanah didominasi oleh logam yang bersifat berpotensi bioavailable (49,67-88,56% untuk Pb dan 51,49-64,18% untuk Cu), kemudian yang bersifat non bioavailable (8,40-18,67% untuk Pb dan 33,65-46,94% untuk Cu) serta yang terkecil adalah bersifat bioavailable (1,95-12,40% untuk Pb dan 0,41-3,31% untuk Cu). Kandungan logam yang terdistribusi ke setiap bagian tumbuhan berturut-turut pada akar, batang dan buah berturut-turut berkisar 3,05-12,61%; 15,41-16,49% ; 41,73-47,91% dan 30,26-35,25% beruturut-turut untuk Pb dan berkisar 42,87-47,91%; 19,13-33,76%; 17,98-26,12%; 4,54-6,84% berturut-turut pada Cu. Edible part cabai rawit melebihi ambang batas logam Pb berdasarkan nilai yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawaas Obat dan Makanan yaitu 0,2 mg/kg. Kata kunci: Bioavailabilitas, Cu, Pb, cabai rawit. ABSTRACT The use of inorganic fertilizers and pesticides can trigger the presence of heavy metals that can pollute agricultural land. The purpose of this study was to determine the bioavailability of Pb and Cu metals in cayenne pepper farms in the Subak Sembung plantation in Denpasar as well as the bioaccumulation of Pb and Cu metals in each part of the cayenne pepper plant. The method used to determine the fractions and bioavailability of Pb and Cu was a squential extraction method, while the bioaccumulation was by the destruction method quantified using the Atomic Absorption Spectrometry (AAS). The results showed that the agricultural land in Subak Sembung Denpasar both before planting and at harvesting contained Pb and Cu metals of 103.2-188.4 mg/kg and 38.3-59.3 mg/kg, respectively. The bioavailability of Pb and Cu in soil was dominated by potentially bioavailable metals (49.67-88.56% for Pb and 51.49-64.18% for Cu), then non-bioavailable (8.40-18.67% for Pb and 33.65-46.94% for Cu) and the smallest was bioavailable (1.95-12.40% for Pb and 0.41-3.31% for Cu). Metal content distributed to each part of the plants, such as Pb in the roots, stems and fruits ranged from 3.05-12.61%, 15.41-16.49%, 41.73-47.91% and 30.26-35.25%, respectively, and for Cu ranged from 42.87-47.91%, 19.13-33.76%, 17.98-26.12%, 4.54-6.84%, respectively. The edible part of cayenne pepper is classified as contaminated with Pb because it exceeds the value set by the Food and Drug Supervisory Agency, which is 0.2 mg/kg. Keywords: Bioavailability, Cu, Pb, cayenne pepper.
PATTERN OF POTASSIUM RELEASE FROM SLOW RELEASE FERTILIZER POTASSIUM SULFATE-BENTONITE FERTILIZER Suarya P; Sudiarta I W; Krisjayanto H
Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia Vol 11, No 1 (2023): JURNAL ILMU PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPA, Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jipi.v11i1.2750

Abstract

Potassium is a macro nutrient element that is needed by plants. Potassium plays a role in plant metabolism, maintains turgor, and forms stronger stems. Sadly. Potassium is easily lost through washing because it is easily soluble in water. This is what triggers plants to often experience a lack of potassium. Efficiency in the use of potassium fertilizers can be increased through the formulation of fertilizers made in the form of slow release (Slow Release Fertilizer), namely by controlling the solubility of the substance in water through fertilizer coating. The purpose of this study was to determine the potassium content obtained, the largest mass of SRF fertilizer, and the pattern of potassium release in the soil after being bound by acid-activated bentonite in the manufacture of potassium sulfate SRF. Coating of potassium sulfate with bentonite was carried out with a mass of 10 bentonite; 20; 30; 40; and 50 grams with a mass of 10 grams of potassium sulfate. Total potassium levels were analyzed by atomic absorption spectrophotometer. The results of the analysis of potassium levels obtained the levels of each SRF fertilizer with the code SRF 10: SRF 20: SRF 30: SRF 0; and SRF so respectively 4.41: 5.49: 6.06: 6.54; and 7.01 mg/g with the maximum concentration obtained from SRF sa fertilizer. Furthermore, the potassium release test was carried out using the percolation method with distilled water for potassium sulfate-bentonite SRF fertilizer with a ratio of 10:50. release test using time variation every 1 week period for 1 month. As a result, the average potassium level was obtained, namely 11.51; 38.33; 51.37; and 72.24% w/b. Based on the results of this release test it is known that potassium. experience a slow release pattern in the soil.
Penerapan Algoritma Kuantum Variational Quantum Eigensolver (VQE) untuk Menentukan Energi Keadaan Dasar Dimer Helium Andelita, Nanik; Sudiarta, I Wayan; Kurniawidi, Dian Wijaya
Jurnal Fisika Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v11i2.30192

Abstract

Perkembangan teknologi informasi, komputasi dan ilmu fisika, khususnya fisika kuantum, diharapkan dapat melahirkan teknologi baru yang berguna untuk mewujudkan komputer kuantum sebagai komputer masa depan. Pada penelitian ini, algoritma kuantum telah diterapkan Variational Quantum Eigensolver (VQE) untuk menghitung energi keadaan dasar molekul dimer helium (He2). Komputasi menggunakan algoritma kuantum VQE dikerjakan dalam bahasa pemrograman Python dengan modul Qiskit. Untuk memastikan program algoritma kuantum VQE telah bekerja dengan baik pada sistem molekul, validasi program  dilakukan terlebih dahulu untuk kasus molekul hidrogen ( ). Hasil validasi program pada molekul  menunjukkan hasil yang sesuai dengan metode diagonalisasi dan literatur. Energi keadaan dasar molekul He2 yang diperoleh dengan metode algoritma VQE yaitu sebesar −5,74032590  pada jarak equilibrium 2,3 Å
PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS SUMBER DI DESA ADAT SANGEH KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG BALI Trisna Dewi, Putu Eka; Karyoto, Karyoto; Gede Swetasoma, Cokorda; Toya, I Nyoman; Susanto, Joko; Pariawan, I Wayan; Sudiarta, I Wayan; Susanto, Roni Eko; Suarka, I Made
Akses: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ngurah Rai Vol 15 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/jurnalakses.v15i1.1081

Abstract

Sangeh Tourism Village is one of the tourist villages in Badung Regency which has various tourism potentials that can still be developed and optimized. One of the problems of the Tourism Village is related to waste management at tourist attractions. Of course, organic and inorganic waste must be separated so that it is easy to manage again and does not pollute the environment. The Ngurah Rai University Postgraduate conducted PkM in partnership with DTW Sangeh (Taman Mumbul and Alas Nutmeg) which invited the Head of the Sangeh Traditional Village and the Head of the Sangeh Traditional Village to discuss with Community Service participants regarding the problems that exist in the management of the Sangeh Tourism Village. So on this occasion, the Postgraduate Program at Ngurah Rai University, apart from cleaning the environment by sorting waste based on sources, also handed over 2 trash cans that could be used at the Sangeh tourist spot.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA SECARA DARING DI MASA PANDEMI COVID -19 TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA Sudiarta, I Wayan; Diputra, Gede Ngurah Oka; Nayun, I Wayan; Sutanaya, Ida Bagus Anom
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 19 No 1 (2021): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.389 KB) | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v19i1.243

Abstract

Berpikir kritis sangatlah penting bagi setiap orang. Oleh karena itu kemampuan berpikir kritis merupakan komponen penting yang harus dimiliki siswa terutama dalam proses pembelajaran matematika. Guru melakukan berbagai teknik dan metoda pembelajaran sesuai dengan karaktristik siswa. Sehingga berpikir kritis perlu ditumbuhkan dari tingkat dasar dan menengah sebagai dasar untuk menganalisis argumen dan dapat mengembangkan pola pikir secara logis. Selama pandemi covid-19 guru melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan media sosial seperti aplikasi Google Classrom, WhatsApp (WA), aplikasi Zoom, ataupun media lainnya, namun pada tingkat dasar dan menengah guru lebih banyak menggunakan aplikasi Google Classrom dan WhatsApp. Pembelajaran matematika secara daring masih cukup efektif dilaksanakan untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa di masa pandemi covid-19
PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI MEDIA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Sudiarta, I Wayan; Diputra, Gede Ngurah Oka; Yasna, I Made; Antara, Anak Agung Purwa; Wati, Ni Made Serma
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 21 No 2 (2023): SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v21i2.647

Abstract

Proses dan cara bermain anak-anak dari hari ke hari mengalami perkembangan, pada masa kini anak-anak jarang mengenal permainan tradisional bahkan ada yang tidak mengenal permainan tradisional. Penelitian bertujuan untuk menyumbangkan buah pikiran dalam rangka pembinaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang media pembelajaran khususnya matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan survey, data dikumpulan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Permainan tradisional merupakan warisan budaya bangsa dan warisan dari nenek moyang yang keberadannya harus dilestarikan. Permainan tradisional seperti permainan engklek, bekel dan kartu domino dalam pembelajaran matematika, berperan menjadikan anak-anak lebih kreatif, sebagai terapi anak, mengembangkan kecerdasan intelektual anak, kecerdasan emosi dan antar personal anak, kecerdasan logika anak, kecerdasan kinestika anak, serta kecerdasan natural anak. Mengenai kelemahan dari permainan tradisional sebagai media pembelajaran matematika cendrung membuat anak-anak menjadi kotor, permainannya kurang praktis, serta monoton
EKSISTENSI BATIK DI SMK NEGERI 2 TEGALSARI BANYUWANGI Aprilianingsih, Rika; Sudiarta, I Wayan; Koriawan, Gede Eka Harsana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 13 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v13i3.73319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Untuk mendeskripsikan sejarah berdirinya SMK Negeri 2 Tegalsari sehingga terbentuk Jurusan Kriya Testil (2) Untuk mengetahui kebijakan, sarana pendukung dan sumber daya manusia serta sumber daya lingkungan dalam pembelajaran Kriya Tesktil sehingga terciptanya kenyaman dalam pelaksanaan pembelajaran membatik di SMK Negeri 2 Tegalsasri. (3) Untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan pelaksanaan pembelajaran membatik di SMK Negeri 2 Tegalsari. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kualitatif. Objek penelitian ini Adalah “Eksistensi Batik Di Smk Negeri 2 Tegalsari Banyuwangi”. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan keperpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan, (1) Sejarah berdirinya sekolah ini dimana pondok pesantren Mabadi’ul Ihksan menghibahkn tanah kepada pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi guna untuk didirikan lembaga SMK Negeri 2 Tegalsari, hal ini terjadi pada tahun 2014 pada tahun ini dibuka 4 jurusan yaitu jurusan Desain Poduk Kriya Tekstik (DPKT), Multimedia (MM), Teknik Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP), dan Teknik Gambar Bangunan (TGB). (2) Kebijakan kurikulum pembelajaran sesuai dengan dunia industri, yaitu Program Teaching Factory (TEFA), sarana pendukung lainya seperti ruang penunjang pembelajaran praktek serta sumber daya manusia yaitu guru yang terlatih sesuia bidang (3) Keunggulan yang dimiliki SMK Negeri 2 Tegalsari bias dilihat dari SDM guru yang sudah memiliki sertifikasi profesi pada bidang seni rupa khususnya Tekstil, selain itu krikulum berbasis Industri, kelemahan masih kurangnya fasilitas sarana dan prasarana yang belum seimbang antara siswa melaksanakan kegiatan praktek hal ini disebabkan sekolah SMK Negeri 2 Tegalsari masih dalam tahap kegiatan pembangunan sekolah. Kata-kata kunci: Batik, Testil, Eksistensi
WUJUD DAN FUNGSI FACE ART PADA SENI PERTUNJUKAN JARANAN BUTO DI DESA JAMBEWANGI KABUPATEN BANYUWANGI Faizin, Ahmad Nur; Ardana, I Gusti Nengah Sura; Sudiarta, I Wayan
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v14i1.78042

Abstract

Seni pertunjukan Jaranan Buto di desa Jambewangi, Kabupaten Banyuwangi, memperlihatkan keberagaman dalam tata rias wajah yang dikenal sebagai face art. Penelitian ini bertujuan untuk menggali wujud dan fungsi dari face art dalam konteks seni pertunjukan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi langsung terhadap pertunjukan Jaranan Buto dan wawancara dengan para seniman serta ahli budaya setempat, guna untuk mendeskripsikan 1) Bentuk face Art apa saja yang ada di kesenian jaranan buto di desa Jambewangi. 2) Makna apa saja yang terkandung dalam face Art kesenian jaranan buto di desa Jambewangi. 3) Apa fungsi face Art yang terdapat pada kesenian jaranan buto di desa Jambewangi. Data yang terkumpul dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi motif, warna, dan desain yang digunakan dalam face art, serta untuk mengungkap fungsi- fungsi khususnya dalam konteks budaya dan pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud face art pada Jaranan Buto mencakup berbagai motif geometris dan simbol-simbol mistis yang menggambarkan karakter tokoh dan suasana pertunjukan. Fungsi face art dalam seni pertunjukan ini melibatkan aspek identitas karakter, ekspresi emosi, dan penciptaan suasana mistis yang kental. Selain itu, face art juga berperan dalam melestarikan warisan budaya daerah dan meningkatkan daya tarik visual pertunjukan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai peran face art dalam seni pertunjukan Jaranan Buto, serta memberikan kontribusi pada pelestarian dan pengembangan seni tradisional di Indonesia. Kata Kunci: wujud, fungsi, face art, Jaranan Buto
SENI LUKIS KACA PUTU TRI JANU BUDI UTAMA DI DESA SANGSIT, BULELENG Kartamayasa, Gede; Sudiarta, I Wayan; Sudita, I Ketut
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v14i1.78047

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan (1) Mengetahui bagaimana proses pembuatan seni lukis kaca Put Tri Janu Budi Utama. (2) Mengetahui nilai estetika seni lukis kaca Putu Tri Janu Budi Utama. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik interview (wawancara), teknik dokumentasi, teknik kepustakaan dan analisis data menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi. Berdasarkan hasil analisis tersebut, didapatkan hasil yaitu (1) menentukan ide/gagasan merupakan tahapan pertama dalam proses pembuatan lukisan kaca Putu Tri Janu Budi Utama, sleanjutnya proses pembuatan lukisan kaca Putu Tri Janu Budi Utama dilakukan melalui berbagai tahapan yaitu proses pembuatan yang diawali dengan tahapan sketsa, tahapan nyigar, tahapan nyawi, tahapan pewarnaan dan tahapan menggambar latar. (2) unsur estetika dalam seni lukis kaca Putu Tri Janu Budi Utama yaitu, kontur (cawi) sebagai visual utama, repetisi sebagai pengulangan unsur penghias sebagai ciri khas tema tradisi, irama penggunaan warna gelap dan terang untuk memperlihatkan suasana dalam lukisan dan dialek ke idiolek sebagai perkembangan dari pendahulunya. Kata Kunci : Lukisan Kaca, Estetika, Tradisi.
Co-Authors A. A. Bawa Putra A. A. Made Semariyani A. A. S. D. Prameswari A.A. Made Semariyani AA Made Semariyani Abror, Haekal Malik Acintya, N. M. T. C. Ade Ayu Wulan Suci Adinegoro, Cahyo Aditya, Ketut Tegar Afrida, Galuh Alistiqlal, B. Hilda Nida Anak Agung Gede Agung Satrya Dwipayana Anak Agung Istri Agung Mayun Laksmiwati Anak Agung Purwa Antara, Anak Agung Purwa Andelita, Nanik Aprilianingsih, Rika Ardana, I Gusti Nengah Sura Aryanu Fahmi Arwangga Astini, Dewa Ayu Agung Alit Suka Ayu Suardani Singapurwa, Ni Made Ayu Suardani Singapurwa, Ni Made Azmi, Aida Firdaus Muhamad Nurul Azzahra, Fatima Bira, Ela Tara Wini Budi Setiawan C. M. P. Widya Chindrawato, A.A. Sagung Manik Desak Putu Oki Lestari Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dewi, Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi, I G. A. K. S. P. Dewi, Ni Komang Putri Candra Dewi, Ni Made Putri Pradnya Paramita Dini Imanniar Diputra, Gede Ngurah Oka Dusak, Putu Gede Bayu Janardhana Dwi Ariani Yulihastuti Eko Pradjoko Emmy Sahara Fahrul Rozi Faizin, Ahmad Nur Fauzi, Ihsan Fransiscus Fiano Anthony Kerans Gede Eka Harsana Koriawan Hafiza, Nurul Hanani, Hulfiatun Handayana, I Gusti Ngurah Yudi Henny Puspa Dewi Giri Huda, Lalu Sahrul I G. D. V. Saputra I Gde Suranaya Pandit I Gede Pasek Mangku I Ketut Sudita I M. S. Negara I M. Siaka I Made Kardena I Made Oka Adi Parwata I Made Tegeh I Nengah Muliarta, I Nengah I Nengah Simpen I P. G. A. Suandi I Putu Candra, I Putu I W BUDIARSA SUYASA I W. B. Arimbawa I Wayan Agus Arimbawa, I Wayan Agus I Wayan Pariawan I Wayan Parwata I Wayan Sudiarta I. A. R. Astiti Asih Ida Bagus Anom Sutanaya Ida Kurniawati, Ida Iltizam, Muhammad Indra, I Kadek ISLAMUL HADI Isnawan Hadi jamili, syahrul Janurianti, Ni Made Defy Janurianti, Ni Made Defy Jelita, Ni Putu Ayu Bunga JOKO SUSANTO Kant, Mariam Lupita Kant, Mariam Lupita Kartamayasa, Gede Kartika, Amalinda KARYOTO, KARYOTO Ketut Ratnayani Krisjayanto H Kurniawidi, Dian Wijaya Kusuma, David Ali Jaya Laksmi, A.A. Ayu Kanaka Mutiara Langen Bronto Sutrisno Lestarini, Asri Lestina Sari Luh Gde Evayanti Luh Suariani, Luh Luh Suriati M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Made Arsa Made Ratih Mettaswari Senet Made Sutha Yadnya Maktun, Kintan Haiatul Manikam, Raseetha Vani Siva Marzuki Marzuki Maulana, M.Aril Milasari, Sri Muhammad, Syafiq Muhayadi, Samsul Mulia, I Komang Oki Budi Mulia, Komang Oki Budi N. K. Elantiani N. P. D. Pebriani Nainggolan, L. Nallakrishna, I P. A. Nayun, I Wayan Ni Ketut Suminten Ni Luh Putu Putri, Setianingsih Ni Made Ayu Suardani Singapurwa Ni Made Darmadi Ni Made Rustini, Ni Made Ni Nyoman Sri Nopianingsih Ni Putu Ariantari Ni Putu Diah Witari, Ni Putu Ni Putu Diantariani Oka Diputra, Gede Ngurah Oka Ratnayani P. Suarya P. Suarya P. Suarya Padmarini, Ni Made Andira Patni, Gusti Ayu Yunda Darma Prabandewi, Ni Luh Putu Ratih Pradnyadari, Luh Made Ayu Pratiwi, , Ni Luh Putu Yumi Mega Pratiwi, Ni Luh Putu Yumi Mega Priawibawa, Ghozi Purnomo, Amelia Putri Purwani, S. T. D. Putra, A. A. B. Putra, I Ketut Suwarmadi Putri Go Putri, , Ni Kadek Sintya Pradnyani Putri, , Putu Nanda Icaka Putri, Putu Ananda Icaka Putu Eka Trisna Dewi, Putu Eka Putu Suarya Rahayu, Sefani Cahyo Auliya Rahmatin, Ina Ramadhani Ramadhoan, Ramadhoan Ramadian Ridho Illahi Rindiani, Saptia Rini Andriani Robbaniyyah, Nuzla Af’idatur Roendah, Baiq Hildha Aulia Rudianta, I Nyoman Sabriana, Ofhi Sahara, Nova Nabila Sari, Ini Luh Putu Eka Kartika Satrijo Saloko Semariyani , A. A. Made Setianingsih, Luh Putu Putri Setianingsih, Ni Luh Putu Putri Singapurwa , Ni Made Ayu Suardani Sinta Purnamasari, Sinta Sopiani, Rani Sri Ratna Dewi, Sri Ratna Sriminingsih, Orien Suarka, I Made Suarsa, I W. Suarya P Subhan Subhan Subin, Maria Reinaldis Jebaut Sugiatma, Iksan Sukmadewi, Desak Ketut Tristiana Sumadewi, Komang Trisna Susanti, Elifah Rika Susanto, Roni Eko Susi Rahayu Susilawati, Ni Wayan Swetasoma, Cokorda Gede Tatang Mulyana Tiba, Andika Umbu Toya, I Nyoman Veliyana, Ayu Kadek W. A. Fauzi Wahyu Dwijani Sulihingtyas Wardika, Ruzga Wati, Ni Made Serma Wedarama, I.G.P. Wedashwara Wedashwara, Wirarama Wibawa, Neorista Anggun wiwekananda, gusti surya Wulantari, N. M. P. Yasa, I Wayan Sweca Yasna, I Made Yunantariningsih, I Dewa Ayu Ketut