Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Pharmacon

PENETAPAN KADAR LOGAM Pb DAN Cd DALAM SEDIMEN DAN TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea aquatica) DI SEKITAR SUNGAI BENGAWAN SOLO DI KAWASAN INDUSTRI-KARANGANYAR Suhendi, Andi
Pharmacon Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.439 KB)

Abstract

Air sungai Bengawan Solo digunakan untuk berbagai keperluan, khususnya pertanian dan perikanan. Keberadaan industri-industri di sekitar aliran sungai diduga telah mencemari kandungan airnya. Penggunaan air tercemar ini untuk kebutuhan pertanian dan perikanan dapat menimbulkan masalah kesehatan karena bisa terjadi bioakumulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan cemaran logam Pb dan Cd pada tanaman kangkung dan tanah yang diairi sungai Bengawan Solo. Sampel tanah dan tanaman kangkung diambil secara acak dari satu lahan yang menggunakan pengairan sungai Bengawan Solo. Destruksi sampel dilakukan prosedur Standar Nasional Indonesia. Analisis logam Pb dan Cd larutan sampel dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Kadar logam terukur dibandingkan dengan batas aman kandungan logam dalam pangan menurut Standar Nasional Indonesia dan dihitung nilai bioaccumulation factor (BAF). Hasil analisis menunjukkan konsentrasi Pb dan Cd dalam sedimen dan tanaman kangkung berturut-turut adalah 6,94±0,60 ppm; 0,23±0,04 ppm; dan 1,19±0,18 ppm; 0,32±0,01 ppm. Berdasarkan nilai ambang batas keamanan untuk Pb 0,5 ppm dan Cd maka disimpulkan tanaman kangkung tidak aman untuk dikonsumsi. Nilai bioaccumulation factor Cd>Pb, maka disimpulkan bahwa kemampuan tanaman kangkung menyerap logam Cd lebih besar dari pada Pb.  Kata kunci : Tanah, Tanaman kangkung (Ipomoea aquatica), kadar Pb, kadar Cd, Bioaccumulation Factor (BAF).
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FLAVONOID DARI DAUN DEWANDARU (Eugenia uniflora L.) Suhendi, Andi
Pharmacon Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.213 KB)

Abstract

Dewandaru (Eugenia uniflora L.) secara tradisional digunakan sebagai penurun panas dan sakit perut. Penelitian membuktikan aktivitas biologis dewandaru sebagai antibakteri, antidiabetes, dan antioksidan. Senyawa yang diduga bertanggungjawab adalah flavonoid. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis senyawa flavonoid yang terdapat dalam daun dewandaru (Eugenia uniflora L.). Ekstraksi dilakukan dua tahap yaitu tahap penghilangan lemak dengan metode sokletasi menggunakan pelarut kloroform dan tahap kedua maserasi dengan etanol 70%. Ekstrak difraksinasi dengan etil asetat dan air, kemudian fraksinya diperiksa dengan KLT menggunakan fase gerak asam asetat 15% dan BAW. Fraksi etil asetat diisolasi dengan KLT preparatif. Bercak pita yang memiliki harga Rf dan warna yang sama dengan deteksi awal diambil dan disari. Kemudian dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis, pereaksi diagnostic NaOH, NaOAc, H3BO3, AlCl3, HCl, KLT dua dimensi, hidrolisis isolat fraksi etil asetat. Berdasarkan pergeseran panjang gelombang spektra UV-Vis dengan dan tanpa pereaksi   diagnostik serta uji KLT didapatkan struktur parsial yang diduga kuat 5,7,3’,4’-tetra hidroksi flavonol atau kuersetin. Kata Kunci : dewandaru (Eugenia uniflora L.), flavonoid, KLT, spektrofotometer UV-Vis.kombinasi ekstrak; tikus jantan dan betina galur SD. 
Reduksi Kadar Besi Dalam Air Sumur di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan Filter Pawarti, Hesti; Citradewi, Lia Intan; Fadhilla, Aulia Tassya; Suhendi, Andi
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v15i2.6527

Abstract

Iron was silvery white, clay, and can be formed.  it was usually obtained as hematite in nature. Iron was a chemical element that could be found in almost all places on the face of the earth, in all parts of the geological layer, and all bodies of water. In surface water, Fe was rarely found more than 1 mg / L, but in the water, Fe content could be much higher. When it accumulated in the body, iron could cause health problems, such as skin irritation, respiratory problems, and cause cancer in a long time. This study aims to determine the reduction of iron content in well water at the Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) using the Spectrophotometry method with phenanthroline reagents. The samples were taken as many as five points in three different regions, namely Tanuragan (near the river), Menco and Nilasari (dense settlements), and Gonilan (near the rice fields) showed positive results containing iron with the highest levels in the sample without filtering at 9,478 ppm. These levels decreased after filtration using four filters, namely filters made of carbon, cotton, foam, carbon three layers in each sample. The iron content reduction was best to use cotton filters with 100% reduction in percent.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FLAVONOID DARI DAUN DEWANDARU (Eugenia uniflora L.) Suhendi, Andi
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i2.36

Abstract

Dewandaru (Eugenia uniflora L.) secara tradisional digunakan sebagai penurun panas dan sakit perut. Penelitian membuktikan aktivitas biologis dewandaru sebagai antibakteri, antidiabetes, dan antioksidan. Senyawa yang diduga bertanggungjawab adalah flavonoid. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis senyawa flavonoid yang terdapat dalam daun dewandaru (Eugenia uniflora L.). Ekstraksi dilakukan dua tahap yaitu tahap penghilangan lemak dengan metode sokletasi menggunakan pelarut kloroform dan tahap kedua maserasi dengan etanol 70%. Ekstrak difraksinasi dengan etil asetat dan air, kemudian fraksinya diperiksa dengan KLT menggunakan fase gerak asam asetat 15% dan BAW. Fraksi etil asetat diisolasi dengan KLT preparatif. Bercak pita yang memiliki harga Rf dan warna yang sama dengan deteksi awal diambil dan disari. Kemudian dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis, pereaksi diagnostic NaOH, NaOAc, H3BO3, AlCl3, HCl, KLT dua dimensi, hidrolisis isolat fraksi etil asetat. Berdasarkan pergeseran panjang gelombang spektra UV-Vis dengan dan tanpa pereaksi   diagnostik serta uji KLT didapatkan struktur parsial yang diduga kuat 5,7,3?,4?-tetra hidroksi flavonol atau kuersetin. Kata Kunci : dewandaru (Eugenia uniflora L.), flavonoid, KLT, spektrofotometer UV-Vis.kombinasi ekstrak; tikus jantan dan betina galur SD. 
PENETAPAN KADAR LOGAM Pb DAN Cd DALAM SEDIMEN DAN TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea aquatica) DI SEKITAR SUNGAI BENGAWAN SOLO DI KAWASAN INDUSTRI-KARANGANYAR Suhendi, Andi
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v11i2.52

Abstract

Air sungai Bengawan Solo digunakan untuk berbagai keperluan, khususnya pertanian dan perikanan. Keberadaan industri-industri di sekitar aliran sungai diduga telah mencemari kandungan airnya. Penggunaan air tercemar ini untuk kebutuhan pertanian dan perikanan dapat menimbulkan masalah kesehatan karena bisa terjadi bioakumulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan cemaran logam Pb dan Cd pada tanaman kangkung dan tanah yang diairi sungai Bengawan Solo. Sampel tanah dan tanaman kangkung diambil secara acak dari satu lahan yang menggunakan pengairan sungai Bengawan Solo. Destruksi sampel dilakukan prosedur Standar Nasional Indonesia. Analisis logam Pb dan Cd larutan sampel dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Kadar logam terukur dibandingkan dengan batas aman kandungan logam dalam pangan menurut Standar Nasional Indonesia dan dihitung nilai bioaccumulation factor (BAF). Hasil analisis menunjukkan konsentrasi Pb dan Cd dalam sedimen dan tanaman kangkung berturut-turut adalah 6,94±0,60 ppm; 0,23±0,04 ppm; dan 1,19±0,18 ppm; 0,32±0,01 ppm. Berdasarkan nilai ambang batas keamanan untuk Pb 0,5 ppm dan Cd maka disimpulkan tanaman kangkung tidak aman untuk dikonsumsi. Nilai bioaccumulation factor Cd>Pb, maka disimpulkan bahwa kemampuan tanaman kangkung menyerap logam Cd lebih besar dari pada Pb.  Kata kunci : Tanah, Tanaman kangkung (Ipomoea aquatica), kadar Pb, kadar Cd, Bioaccumulation Factor (BAF).
Reduksi Kadar Besi Dalam Air Sumur di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan Filter Hesti Pawarti; Lia Intan Citradewi; Aulia Tassya Fadhilla; Andi Suhendi
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v15i2.6527

Abstract

Iron was silvery white, clay, and can be formed.  it was usually obtained as hematite in nature. Iron was a chemical element that could be found in almost all places on the face of the earth, in all parts of the geological layer, and all bodies of water. In surface water, Fe was rarely found more than 1 mg / L, but in the water, Fe content could be much higher. When it accumulated in the body, iron could cause health problems, such as skin irritation, respiratory problems, and cause cancer in a long time. This study aims to determine the reduction of iron content in well water at the Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) using the Spectrophotometry method with phenanthroline reagents. The samples were taken as many as five points in three different regions, namely Tanuragan (near the river), Menco and Nilasari (dense settlements), and Gonilan (near the rice fields) showed positive results containing iron with the highest levels in the sample without filtering at 9,478 ppm. These levels decreased after filtration using four filters, namely filters made of carbon, cotton, foam, carbon three layers in each sample. The iron content reduction was best to use cotton filters with 100% reduction in percent.
Reducing Activity of Interleukin-8 (IL-8) Extract of Sea Cucumber (Holothuroidea sp.) in Experimental Animals Induced by Carrageenan Aurum, Mursalina Nanda; Suhendi, Andi; Da'i, Muhammad; Fauzi, Ahmad
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 21, Special Issue 1, 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i0.23471

Abstract

Interleukin-8 is a pro-inflammatory cytokine that plays a role in the inflammatory response. Sea cucumbers (Holothuria sp.) are used as alternative medicines that have anti-inflammatory activity. The study aims to determination of Sea cucumber (Holothuria sp.) as anti inflammation activty based on capability of reducing interleukin-8 (IL-8) on Rats induced by Carrageenan. Experimental research used was a post-test-only control group design. A total of 25 rats were divided into 5 groups, namely negative control, positive control (Na. Diclofenac), and treatment groups given Sea cucumber extract (doses of 45, 90, and 180 mg/ g BW). Carrageenan-induced mouse paw edema model was used for induction of inflammation. IL-8 of Paw tissue were measured by an ELISA reader at 450 nm wavelength. The result showed that treatrment groups has anti-inflammation activity based on IL-8 levels compared to negative and positive controls. The lowest levels of IL-8 showed at a dose of 90 mg/g BW. Based on One-way ANOVA, there were no significant differences of between groups. Sea cucumber has anti-inflammation activity by reducing IL-8 at all dose tested
Validation of Analytical Method LC MS/MS for Determination Isoniazid in Rats Serum Suhendi, Andi; Rohman, Abdul; Wahyono, Djoko; Nurrochmad, Arief; Manggo, Tasya Faradillah
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v20i2.23293

Abstract

Determination of isoniazid concentration for therapeutic drug monitoring must produce valid values, so validation of the analytical method of LC-MS/MS needs to be carried out. This research aims to obtain valid method of LCMS/MS in order to determination isoniazid in rats serum. Sample preparation was carried out using the liquid-liquid extraction method using acetonitrile and methanol (2:1). The chromatography system was developed with a C18 column (ACQUITY UPLC® HSS T3 1.8 µm, 2.1 × 100 mm), the mobile phase was 70% acetonitrile with 0.1% formic acid (A), water with 0.1% formic acid (B), as well as methanol (C) with a flow rate of 0.3 mL/min, with gradient elution, detection in ESI+ mode with multiple reaction monitoring (MRM) at the transition 138 m/z → 121 m/z. The research results showed that the method was accurate with a % recovery of 96 - 113% and an RSD of 2.4 ± 0.9%. The precision value was obtained with an average RSD of 3.7 ± 2.4% for intra-day and 4.1 ± 2.3% for inter-day. Linearity showed good results with a correlation coefficient of 0.9956 in tests with 5 different concentrations. The LOQ and LOD values obtained from the linear regression equation were 0.1987 µg/mL and 0.0656 µg/mL respectively. The results showed that the LC-M/MS method was valid for determining isoniazid levels in rat serum
Co-Authors 'Aina Fahrina Anwar . Haryoto . Haryoto, . . MUHTADI . Muhtadi A Anifatussaa'dah Abdillah, Safira Mafaza Abdul Rohman Abidi, Subhan R Aflit Nuryulia Praswati Agus Triyono Agus Ulinuha Ahmad, Farhand Ainur Tri Hapsari Aisy, Inandrohatul Alida Rahmalia Damayanti Alvita Marshanda Purnama Puteri Amalinda Ayu Faroska Anifatussaa'dah, A Annissa, Yanis Nur Anwar, 'Aina Fahrina Ardalia Rinanda Oktaviani Arief Nurrochmad Arifah Sri Wahyuni Asti, Dhinar Aulia Tassya Fadhilla Auliya, Dhiyahul Aurum, Mursalina Nanda Basusena, Rahardian Surya Broto Santoso Burhanudin Ichsan Cahyaningrum, Safira Citra, Tia Mella Citradewi, Lia Intan Da'i, Muhammad Dedi Hanwar Dewi, Triana Ariska Didik Setiawan Djoko Wahyono Dwi Lestari Dwi Sarbini Dzafira, Laila Eka Prasnaparamita W Eky Wahyu Novarista Em Sutrisna Erindyah Retno Wikantyasning Erlya Ayusari Ramly Erna Herawati Erna Herawati, Erna Fadhilla, Aulia Tassya Fahriza Mei Trihatmoko Farah Salsabila Farid Adi Prasetya Faridita khoirun Nisa' Faroska, Amalinda Ayu Fauzi Ahmad Muda Fidhia Nur Rifaini Fitriani, Rizki Ainun Fortuna, Tista Ayu Frida Rosenova Gunawan Setyadi Hadi, Ismanurrahman Haliza Arzeti Nurseptiria Hamimatusalma Alkautsar Hamzah, Hasyrul Handayani, Vivi Resty Hapsari, Atikah Haryoto - Haryoto Haryoto Haryoto, H Haya Nabilah Utama Heni Lutfiyati, Heni Hesti Pawarti HI, Marsilia Rosa Sinensis Hidajah Rachmawati Hidayah Karuniawati Hidayati, Ria Husna Amalia Halwa Ichsan, Burhanudin Ida Maesaroh Ida Maesaroh, Ida Ika Trisharyanti Dian Kusumowati Jessica Rosalinda Joko Priyanto Wibowo Kasful Asra Sakika Keisya, Aulita Khairunnisa Azani Meilinasary, Khairunnisa Azani Kharisma Aulia Husna Khusnul Khotimah khusnul khotimah Kumalla, Novea Kusumastuti, Lina Ayu Laila Dzafira Lia Intan Citradewi Lina Ayu Kusumastuti Listiana Masyita Dewi M Muhtad Manggo, Tasya Faradillah Mariska Sri Harlianti Marsilia Rosa Sinensis HI Marsya, Vitania MAULANA, RIZA Muhammad Da'i Muhtad, M Muhtadi Muhtadi - Muhtadi Muhtadi Muhtadi, M Muslihah, Sayyidah Nurul Nida’ Nur Jannah Nisa', Faridita khoirun Nur Muhammad Arrizky Nurcahyanti Wahyuningtyas Nurcahyanti Wahyuningtyas, Nurcahyanti Nurseptiria, Haliza Arzeti Nurul Tri Anggraini Oktaviani, Ardalia Rinanda Pawarti, Hesti Pawarti, Hesti Peni Indaryudha Peni Indaryudha, Peni Puspa, Fajrina Eka Putri, Ega Annisa Raafika Studiviani Rahardian Surya Basusena Ranatri Puruhita Ria Utami, Primanitha Rifaini, Fidhia Nur Rizki Ainun Fitriani Rizky Ainun Fitriani Rosa Sayentina Amin Sabtanti Harimurti, Sabtanti Sari Haryanti Sayyidah Nurul Muslihah Selviana, S Siti Aisyah Siti Aisyah Studiviani, Raafika Subekti, Istiara Subhan R Abidi Tanti Azizah Sujono Tasysaningtyas, Thalia Fiandra Tia Mella Citra Tista Ayu Fortuna Trihatmoko, Fahriza Mei Utama, Haya Nabilah Vitania Marsya Vivi Resty Handayani Wahyu Utami, Wahyu Widyastuti, Vera Yanis Nur Annissa