Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PUKAN AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP KETERSEDIAAN NPK DAN HASIL TANAMAN JAGUNG DI TANAH ULTISOL Ernawati, Ernawati; Sulakhudin, Sulakhudin; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.75396

Abstract

Tanah berperan terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman, sifat tanah yang berkaitan dengan tanaman yaitu sifat fisik dan sifat kimia tanah. Kesuburan tanah ultisol sangat rendah, kemasaman tanah tinggi, kejuhan Al tinggi, bahan organik rendah dan kandungan hara makro dalam tanah sangat miskin terutama unsur hara makro. Cara mengatasi permasalahan ini perlu pemberian ameliorant yaitu pukan ayam dan NPK. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pukan ayam dan NPK terhadap ketersediaan NPK dan hasil tanaman jagung manis dan mengetahui dosis terbaiknya. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan Penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, faktor pertama dosis pukan ayam terdiri dari 4 taraf dan faktor kedua dosis NPK yang terdiri dari 4 taraf diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi pukan ayam dan NPK berpengaruh nyata terhadap N-total, Fosfor-tersedia dan diameter batang. Nilai N-total tertinggi (0,25 %) pada kombinasi perlakuan pukan ayam 30 ton/ha dan NPK 400 kg/ha, nilai Fosfor-tersedia tertinggi (416,02 ppm) pada kombinasi perlakuan pukan ayam 20 ton/ha dan NPK 400 kg/ha, serta diameter batang tertinggi (31,07 g)pada kombinasi perlakuan pukan ayam 10 ton/ha dan NPK 400 kg/ha.Kata Kunci: Ultisol, Pukan Ayam, Pupuk NPK, Ketersediaan NPK, Hasil Tanaman Jagung
Pengelolaan Lahan Kelapa Sawit Spesifik Lokasi di Desa Pengadang Kabupaten Sanggau Arief, Fiera Budiarsyah; Fadilla, Ulfia; Sulakhudin, Sulakhudin; Widiarso, Bambang
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38517

Abstract

Abstract:  Waterlogging in the Tunas Benih farmer group area has led to a significant decline in productivity, particularly in oil palm plantations older than 10 years. A site-specific land management approach has been implemented as a solution, involving improvements in drainage and irrigation systems through the construction of field drainage channels (worm trench drainage systems). The purpose of this program was to conduct outreach and provide assistance to smallholder oil palm farmers who experience waterlogging, particularly those in the Tunas Benih farmer group. The intervention employed an alternative participatory method using the Participatory Rural Appraisal (PRA/RRA) approach, which actively involved farmers from problem identification to solution implementation. The activities were conducted in three main stages: (1) initial outreach with the farmer group leader to establish communication and identify key issues, (2) technical dissemination discussing management alternatives for waterlogged land, including micro-drainage construction and adaptive fertilization strategies, and (3) monitoring and evaluation through interviews to assess changes in farmers’ knowledge and skills. The results of the program demonstrated a significant improvement in farmers’ understanding of the importance of drainage management and appropriate fertilization strategies to increase oil palm productivity. The program also created opportunities for income diversification through intercropping, thereby supporting household income and food security. Program sustainability requires continued technical assistance, improved access to production inputs, and the establishment of a farmer-led monitoring system.Abstrak: Genangan pada lahan kelompok tanai tunas benih menyebabkan penurunan produktivitas drastis terutama pada tanaman berusia lebih dari 10 tahun. Solusi yang diterapkan dengan pendekatan pengelolaan lahan spesifik lokasi melalui perbaikan sistem drainase dan irigasi dengan pembuatan saluran drainase paritan cacing. Tujuan kegiatan ini melakukan sosialisasikan  dan pendampingan kepada petani sawit dengan lahan tergenang pada kelompok tani Tunas Benih. Alternatif penanganan Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA/RRA) yang melibatkan petani secara aktif dalam identifikasi masalah hingga implementasi solusi. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap utama: sosialisasi awal dengan ketua kelompok tani untuk membangun komunikasi dan identifikasi permasalahan, sosialisasi teknis yang membahas alternatif penanganan lahan tergenang dengan materi pembuatan saluran drainase dan strategi pemupukan adaptif, serta monitoring dan evaluasi melalui wawancara untuk mengukur dampak program terhadap pengetahuan dan keterampilan petani. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman petani tentang pentingnya pengelolaan drainase dan strategi pemupukan tepat untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Program juga membuka peluang diversifikasi usaha melalui tanaman sela untuk meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan petani. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan intensif, fasilitasi akses sarana produksi, dan pembentukan sistem monitoring mandiri oleh kelompok tani.
KAJIAN KESUBURAN TANAH DI LAHAN PASCA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) PADA BEBERAPA PERIODE PENAMBANGAN DI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK YONAL, PETRUS; Sulakhudin, Sulakhudin; Hayati, Rita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23603

Abstract

Lahan pasca penambangan emas tanpa izin merupakan lahan yang telah terdegradasisehingga sulit bagi lahan tersebut untuk kembali seperti kondisi semula. Tekstur tanahberpasir dan miskin unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapasifat kimia tanah dan mengkaji status kesuburan tanah. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah Fertility Capability Classification (FCC) dan StatusKesuburan Tanah menurut Pusat Penelitian Tanah (PPT). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kelas kesuburan tanah menurut metode FCC pascapenambangan emas tanpa izin 7 dan 20 tahun adalah SSeh(8%) dan hutan sekunderadalah OLeh(8%). Tanah pada pasca PETI 7 dan 20 tahun bertekstur pasir padalapisan atas dan bawah (SS), KTK sangat rendah (e), bereaksi masam (h) danbesarnya kemiringan lahan 8%. Tanah pada hutan sekunder lapisan atas berupa bahanorganik (O), lapisan bawah berlempung (L), KTK rendah/sangat rendah (e), reaksitanah masam sampai agak masam (h) dan besarnya kemiringan lahan 8%. Statuskesuburan tanah dengan metode PPT yaitu, lahan pasca PETI 7 dan 20 tahun statuskesuburan sangat rendah sedangkan hutan sekunder status kesuburan rendah. Kata kunci : Hutan sekunder, Kesuburan tanah, Mandor, Pasca PETI, Pasir
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL KEBUN KELAPA SAWIT DESA PANGKALAN SUKA KECAMATAN NANGA TAYAP KABUPATEN KETAPANG Wicaksono, Bambang; Sulakhudin, Sulakhudin; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64124

Abstract

Kelapa sawit selama 20 tahun terakhir menjadi andalan ekspor dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit khususnya di lokasi penelitian di Desa Pangkalan Suka. Petani kelapa sawit di desa ini memiliki perkebunan kelapa sawit mandiri namun produksinya rendah dikarenakan pengetahuan masyarakat tentang sifat tanah dan pemberian pupuk yang sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman kelapa sawit. Penelitian status kesuburan pada beberapa kelerengan di tanah ultisol perkebunan kelapa sawit bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah pada perkebunan kelapa sawit dan menghitung dosis pupuk untuk memberikan saran pemupukan tanaman kelapa sawit. Lokasi penelitian berada di Desa Pangkalan Suka Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang. Penelitian berlangsung selama 4 bulan. Penelitian ini melihat perbedaan karakteristik sifat kimia tanah pada lereng yang berbeda di perkebunan kelapa sawit. Bahan penelitian yang digunakan adalah sampel tanah, peta administrasi desa, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan, peta kelas lereng, peta topografi, peta lokasi titik pengamatan, data curah hujan Kabupaten Ketapang periode 2015-2019 dan bahan bahan kimia lainya untuk keperluan analisis sifat kimia tanah di laboratorium. Lokasi penelitian memiliki status kesuburan yang rendah hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor pembatas yaitu kandungan C-Organik tanah dan rendahnya N-total tanah. Ketersediaan bahan organik dalam tanah sangat mempengaruhi ketersediaan unsur hara dalam tanah. Rendahnya Unsur hara dalam tanah perlu dilakukan penambahan saran pemupukan tanaman kelapa sawit pada setiap lokasi. Saran pemupukan di kelerengan 0-3% yaitu Urea 0,87 Kg/pohon, SP-36 0,76 Kg/pohon dan MOP 2,96 Kg/pohon. Saran pemupukan di kelerengan 3-8% yaitu Urea 0,84 kg/pohon, SP-36 0,68 Kg/pohon dan MOP 4,3 kg/pohon kemudian di kelerengan 8-15% Urea 0,84 kg/pohon, SP-36 0,49 kg/pohon dan MOP 4,8 kg/pohon.
PENGARUH PEMBERIAN LUMPUR MERAH DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PMK Fadilla, Zulifa; Surachman, Surachman; Sulakhudin, Sulakhudin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.69459

Abstract

Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan satu di antara komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi karena digunakan sebagai rempah dan penyedap rasa makanan. Permasalahan yang dihadapi pada lahan PMK adalah pH termasuk masam, Al-dd yang tinggi, kandungan P yang rendah, kapasitas tukar kation yang rendah (KTK) dan tanah yang miskin unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lumpur merah dan dosis pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang terbaik pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah lumpur merah (M) yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua adalah pupuk NPK (F) yang terdiri dari 3 taraf. Perlakuan seluruhnya 9 kombinasi terdiri dari 3 ulangan dan setiap kombinasi perlakuan terdapat 4 tanaman sampel, dengan demikian terdapat 108 tanaman. Faktor pertama: Lumpur Merah (M) terdiri dari 3 taraf: m1 = 1: 500 (0,016 kg/polybag) setara dengan 16 gram/polybag , m2 = 1: 750 (0,01067 kg/ polybag) setara dengan 10,67 gram/polybag, m3 = 1: 1000 (0,008 kg/polybag) setara dengan 8 gram/polybag. Faktor kedua: Pupuk NPK (F) terdiri dari 3 taraf: f1 = 0,0008 kg/tanaman setara denga 0,8 gram/tanaman, f2 = 0,0012 kg/tanaman setara dengan 1,2 gram/tanaman, f3 = 0,0016 kg/tanaman setara dengan 1,6 gram/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur merah dan NPK terjadi interaksi pada variabel jumlah anakan minggu ke 4 dan minggu ke 6 sedangkan pada variabel jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah umbi, berat basah dan berat kering angin berpengaruh tidak nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada pemberian lumpur merah 8 g/tanaman dan NPK 1,6 g/tanaman.