Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Tebu dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Serapan Hara N, P, dan K Serta Hasil Terung Ungu (Solanum Melongena L.) di Tanah Ultisol Rahmi, Nelsa Putri Aulia; Sulakhudin, Sulakhudin; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.72881

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) mengandung banyak khasiat bagi kesehatan, sehingga terung menjadi potensi untuk dikembangkan sebagai penyumbang terhadap keanekaragaman bahan sayuran bergizi bagi penduduk. Sebaran Tanah Ultisol banyak dijumpai di Indonesia yang sebagian besarnya banyak dijumpai terutama di Kalimantan Barat dengan luas sekitar 21.938.000 hektar (BPS Kalbar, 2020). Tanah Ultisol sering disebut tanah yang bermasalah karena relatif kurang subur, untuk mengatasi permasalahan kualitas tanah dapat melalui penggunaan bahan pembenah tanah seperti pemberian bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi pemberian kompos ampas tebu dan pupuk kandang kambing terhadap serapan hara dan hasil terung ungu pada Tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu kompos ampas tebu sebanyak 3 taraf perlakuan A0 (0 g/polibag), A1 (300 g/polibag), A2 ( 600 g/polibag) dan faktor kedua pupuk kandang kambing sebanyak 3 taraf perlakuan K0 (0 g/polibag), K1 (204 g/polibag), K2 (408 g/polibag) sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis kompos ampas tebu dan pupuk kandang kambing menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap serapan hara tanaman dan hasil produksi terung ungu. Interaksi perlakuan A2K2 (600 g/polibag kompos ampas tebu dan 408 g/polibag pupuk kandang kambing) dapat meningkatkan serapan fosfor bagian atas tanaman, panjang buah terung ungu, berat buah terung ungu, dan diameter buah terung ungu.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TANKOS DAN BIOCHAR KOTORAN AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA NPK DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata Sturt) DI TANAH ALUVIAL Pramesti, Febi Regita Ardia; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Sulakhudin, Sulakhudin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70234

Abstract

Pemanfatan tanah Aluvial yang digunakan sebagai lahan pertanian memerlukan sejumlah perbaikan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi biochar tankos dan biochar kotoran ayam terhadap ketersedian unsur hara N, P, K dan pertumbuhan tinggi tanaman jagung manis di tanah Aluvial. Penelitian ini di lakukan dari bulan Desember hingga Maret, dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dosis biochar tankos 25% dan biochar kotoran ayam 75% : B0 0 ton/ha, B1 20 ton/ha, B2 40 ton/ha, B3 60 ton/ha, B4 80 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar tankos dan biochar kotoran ayam pada perlakuan B4 (80 ton/ha) berpengaruh nyata terhadap parameter pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, tinggi tanaman dan diameter batang. Perlakuan biochar tankos dan biochar kotoran ayam pada dosis 628,8 g/polybag dapat meningkatkan pH, C-organik, N-total, dan P-tersedia, K-tersedia, Tinggi tanaman dan diameter batang dibandingkan dengan kontrol (tanpa biochar tankos dan biochar kotoran ayam).Kata Kunci : Tanah Aluvial, Jagung Manis, Biochar Tankos, Biochar Kotoran Ayam
PENGARUH PEMBERIAN PUKAN AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP KETERSEDIAAN NPK DAN HASIL TANAMAN JAGUNG DI TANAH ULTISOL Ernawati, Ernawati; Sulakhudin, Sulakhudin; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.75396

Abstract

Tanah berperan terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman, sifat tanah yang berkaitan dengan tanaman yaitu sifat fisik dan sifat kimia tanah. Kesuburan tanah ultisol sangat rendah, kemasaman tanah tinggi, kejuhan Al tinggi, bahan organik rendah dan kandungan hara makro dalam tanah sangat miskin terutama unsur hara makro. Cara mengatasi permasalahan ini perlu pemberian ameliorant yaitu pukan ayam dan NPK. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pukan ayam dan NPK terhadap ketersediaan NPK dan hasil tanaman jagung manis dan mengetahui dosis terbaiknya. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan Penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, faktor pertama dosis pukan ayam terdiri dari 4 taraf dan faktor kedua dosis NPK yang terdiri dari 4 taraf diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi pukan ayam dan NPK berpengaruh nyata terhadap N-total, Fosfor-tersedia dan diameter batang. Nilai N-total tertinggi (0,25 %) pada kombinasi perlakuan pukan ayam 30 ton/ha dan NPK 400 kg/ha, nilai Fosfor-tersedia tertinggi (416,02 ppm) pada kombinasi perlakuan pukan ayam 20 ton/ha dan NPK 400 kg/ha, serta diameter batang tertinggi (31,07 g)pada kombinasi perlakuan pukan ayam 10 ton/ha dan NPK 400 kg/ha.Kata Kunci: Ultisol, Pukan Ayam, Pupuk NPK, Ketersediaan NPK, Hasil Tanaman Jagung
Pengelolaan Lahan Kelapa Sawit Spesifik Lokasi di Desa Pengadang Kabupaten Sanggau Arief, Fiera Budiarsyah; Fadilla, Ulfia; Sulakhudin, Sulakhudin; Widiarso, Bambang
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38517

Abstract

Abstract:  Waterlogging in the Tunas Benih farmer group area has led to a significant decline in productivity, particularly in oil palm plantations older than 10 years. A site-specific land management approach has been implemented as a solution, involving improvements in drainage and irrigation systems through the construction of field drainage channels (worm trench drainage systems). The purpose of this program was to conduct outreach and provide assistance to smallholder oil palm farmers who experience waterlogging, particularly those in the Tunas Benih farmer group. The intervention employed an alternative participatory method using the Participatory Rural Appraisal (PRA/RRA) approach, which actively involved farmers from problem identification to solution implementation. The activities were conducted in three main stages: (1) initial outreach with the farmer group leader to establish communication and identify key issues, (2) technical dissemination discussing management alternatives for waterlogged land, including micro-drainage construction and adaptive fertilization strategies, and (3) monitoring and evaluation through interviews to assess changes in farmers’ knowledge and skills. The results of the program demonstrated a significant improvement in farmers’ understanding of the importance of drainage management and appropriate fertilization strategies to increase oil palm productivity. The program also created opportunities for income diversification through intercropping, thereby supporting household income and food security. Program sustainability requires continued technical assistance, improved access to production inputs, and the establishment of a farmer-led monitoring system.Abstrak: Genangan pada lahan kelompok tanai tunas benih menyebabkan penurunan produktivitas drastis terutama pada tanaman berusia lebih dari 10 tahun. Solusi yang diterapkan dengan pendekatan pengelolaan lahan spesifik lokasi melalui perbaikan sistem drainase dan irigasi dengan pembuatan saluran drainase paritan cacing. Tujuan kegiatan ini melakukan sosialisasikan  dan pendampingan kepada petani sawit dengan lahan tergenang pada kelompok tani Tunas Benih. Alternatif penanganan Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan teknik Participatory Rural Appraisal (PRA/RRA) yang melibatkan petani secara aktif dalam identifikasi masalah hingga implementasi solusi. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap utama: sosialisasi awal dengan ketua kelompok tani untuk membangun komunikasi dan identifikasi permasalahan, sosialisasi teknis yang membahas alternatif penanganan lahan tergenang dengan materi pembuatan saluran drainase dan strategi pemupukan adaptif, serta monitoring dan evaluasi melalui wawancara untuk mengukur dampak program terhadap pengetahuan dan keterampilan petani. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman petani tentang pentingnya pengelolaan drainase dan strategi pemupukan tepat untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Program juga membuka peluang diversifikasi usaha melalui tanaman sela untuk meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan petani. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan intensif, fasilitasi akses sarana produksi, dan pembentukan sistem monitoring mandiri oleh kelompok tani.
Effects of Red Mud and KCl Fertilizer Combination on Nutrient Availability and Growth of Maize (Zea mays L.) in Peatland Soils Sulakhudin, Sulakhudin; Surachman, Surachman
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 6, No 1 (2025): April
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v6i1.104807

Abstract

Tropical peatlands in West Kalimantan are severely constrained by extreme acidity (pH < 4.5), limiting maize productivity to 15 to 35% of genetic potential. Traditional peat burning exacerbates environmental degradation through CO₂ emissions and particulate matter release. This study evaluated red mud-KCl fertilizer combinations on soil nutrient availability and maize growth. A randomized complete block design examined five treatments with five replications (n = 25). Four treatment levels (R1 to R4) were applied with red mud doses (0.75 to 3.0 kg plot-1) with KCl fertilizer (42.6 g) versus controls. Red mud, an alkaline bauxite waste (pH 10 to 12), maintained heavy metal concentrations below regulatory thresholds. Statistical analyses employed ANOVA (α = 0.05) and Duncan’s Multiple Range Test. Treatments significantly elevated soil pH from 4.41 (control) to 5.45 to 5.67, transforming strongly acidic to moderately acidic conditions. Exchangeable K increased from 2.02 to 4.40 cmol(+) kg-¹, representing a 118% improvement in K availability. Available P improved by 13.4%, enhancing nutrient uptake capacity. The optimal treatment (R4: 3.0 kg red mud + KCl) demonstrated superior maize performance with significantly greater plant height, stem diameter, and maize ear weight than controls. Treatment R4 achieved the most favorable soil chemical properties, including optimal cation exchange capacity and nutrient retention, creating ideal growing conditions that maximized maize genetic potential expression in previously unproductive acidic peatland soils. Results indicate substantial potential for sustainable peatland agriculture through red mud-KCl soil amendments. Future investigations should assess long-term environmental sustainability, socio-economic viability, and farmer adoption mechanisms for implementing this amelioration strategy in tropical peatland systems.