Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Silase dengan Aditif Stimulan Bakteri as. Laktat di Kelompok Ternak Sapi Tunas Karya Desa Teruwai Pujut Lombok Tengah Harjono; Yusuf A. Sutaryono; Mastur; Dahlanuddin; Sukarne
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 4 (2022): Oktober-Desember 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.384 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i4.2369

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan pada kelompok ternak Tunas Karya di Desa Teruwai Pujut Lombok Tengah ini bertujuan untuk menambah pengetahuan, keterampilan serta kemampuan peternak dalam hal mengawetkan hijauan makanan ternak dalam bentuk silase (hijauan pakan ternak yang difermentasi) dengan menggunakan aditif stimulan bakteri asam laktat. Selama ini teknologi pembuatan silase yang dilakukan oleh peternak hanya menggunakan bahan-bahan aditif stimulan dari sumber-sumber karbohidrat yang tersedia disekitar mereka seperti dedak, molasses dan jenis-jenis karbohidrat mudah larut lainnya, dengan tujuan untuk meningkatkan populasi bakteri asam laktat sehingga akan menjamin keberhasilan pembuatan silase. Pelatihan pembuatan silase dengan menggunakan aditif stimulan bakteri asam laktat ini selain menjamin keberhasilan peternak dalam membuat silase, juga diharapkan akan dapat menekan biaya yang dikeluarkan dalam proses pembuatan silase karena bahan/serum inokulan bakteri asam laktat yang digunakan dapat dibuat dengan biaya yang murah dan dapat diaplikasikan dengan cara yang mudah. Peningkatan pengetahuan, ketrampilan serta kemampuan peternak dalam mengelola pakan hijauan untuk ternaknya diharapkan peternak akan dapat mengatasi masalah kekurangan pakan yang selalu mereka hadapi setiap tahunnya. Untuk itu dalam kegiatan pengabdian ini peternak diberikan pelatihan pembuatan silase dengan menggunakan aditif stimulant bakteri asam laktat untuk menjamin keberhasilan pembuatan silase, sehingga peternak dapat menjamin ketersediaan pakan berkualitas sepanjang tahun. Menurut pengamatan, pelaksanaan pelatihan ini dapat disimpulkan cukup berhasil karena sampai dengan kegiatan ini berakhir peternak masih terus mempraktikkan teknologi yang telah disampaikan. Setelah kegiatan ini di laksanakan, tim berharap peternak akan dapat meningkatkan produktivitas ternak sapi yang dipelihara serta mampu mengatasi permasalahan ketersediaan pakan ternaknya.
Supply Chain Analysis of Beef from Slaughterhouse to End Consumers (Case Study: Bangkong Slaughterhouse) Irwansyah Irwansyah; Samuyus Nealma; Sudirman Sudirman; Sukarne Sukarne
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 3 (2022): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i3.3961

Abstract

Livestock is a sector that has a huge opportunity to be developed as a business in the future. According to BPS data in 2014 there were 4.104 heads of cattle and in 2016 decreased with a total of slaughtering as many as 3,461 heads of cattle. From this data it can be seen that the number of cattle slaughtering in Sumbawa Regency can be said to be quite low for the needs of beef in Sumbawa Regency. In Sumbawa especially, the problem of beef lies in relatively expensive price. This study aims to determine the supply chain of beef from slaughterhouse to end consumers by using data collection methods, and determining respondents (snowball sampling technique and purposive sampling technique). The result of this study is the marketing efficiency of beef shows that the efficiency of marketing of 0 (zero) level of beef seller-consumer is 0% smaller compared to the level marketing efficiency of level 1 (one) of meat retailers-consumers of 0.87 %. Value added at the level of beef seller (butcher) shows that the conversion factor value is 1.30 where the conversion factor is obtained by dividing the output value with the input value for every 1 medium-sized cattle.
Effect of Soaking Lactobacillus Plantarum and Acetic Acid (CH3COOH 0.5 M) on Moisture Content, Ash, and Thermal Stability of Goat Feet Gelatin at Different Ages Hasma Hasma; Ratmawati Malaka; Muhammad Irfan Said; Fahrullah Fahrullah; Sukarne Sukarne
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 4 (2022): October - December
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i4.4371

Abstract

Slaughter of animals from year to year is increasing because the number of slaughtering animals will have an effect on the waste of goat leg bones. Goat legs in slaughtering animals have not been used optimally by the general public. The purpose of this study was to determine the effect of soaking L. plantarum and acetic acid on water content, ash content and thermal stability of gelatin obtained from goat leg bones at different ages of 1, 2 and 3 years. This research method uses a completely randomized design (CRD) with a 2x3 factorial pattern. Factor a soaking in a solution of Lactobacillus plantarum and acetic acid (CH3COOH 0.5 M), factor b goat age 1, 2 and 3 years. It was repeated 5 times, with data processing using SPSS version 21. The results showed that water and ash content had a very significant effect (P<0.01) on goat age and acid immersion (L. plantarum and acetic acid). For the thermal stability of goat leg bone gelatin using DSC, the highest value was obtained in goat leg bone gelatin aged 3 years with acetic acid immersion which was 176.37 mW, while the lowest value was obtained in 2 year old goat bone gelatin with L. plantarum immersion was 159.57 mW.
Bali Cattle Business Competitiveness According to the Moyo Watershed (DAS) in Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara Ahmad Yani; Cecep Budiman; Amrullah; Sukarne
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 1 (2023): January - March
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i1.4497

Abstract

The research objectives were: (1) to analyze the cost of domestic resources for Bali cattle according to the business typology and (2) to analyze the efficiency of the Bali cattle business according to the business typology. The research location was the central area of the Moyo Watershed, Sumbawa Regency, with 50 random respondents and key figures: village heads, heads of livestock groups, intermediary traders, inter-island wholesalers, traders of agricultural tools, materials and medicines as well as the livestock and animal health services of Sumbawa Regency. Methods of taking respondents randomly based on business typology with survey methods and analyzed by (1) domestic resource cost analysis (BSD) and (2) Policy Analysis Matrix (PAM) analysis. From the results of the study, information was obtained that bali cattle breeders in the central area of the Moyo Watershed, Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara used 3 (three) business typologies, namely: (1) breeding business typology, (2) savings business typology and (3) combination business typology (1+2). Comparative competitiveness of Bali cattle according to business typology as shown by the respective DRCR values, namely breeding typology 0.54; savings typology 0.49 and combination typology 0.32. The competitive competitiveness shown by the PCR value is the breeding typology of 0.49; savings typology 0.59 and combination typology 0.35.
Pembuatan Pupuk Organik Padat Berbahan Feses Kambing di Pondok Pesantren Mannilingi Bulo-Bulo Hasma Hasma; Wayan Wariata; Fahrullah Fahrullah; Sukarne Sukarne; Mery Hariratuljannah
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v6i2.1720

Abstract

Pondok Pesantren Mannilingi Bulo-Bulo merupakan salah satu ponpes di Jeneponto yang selalu mengukir prestasi dalam pengembangan pendidikan, potensi anak didiknya  memiliki semangat kewirausaan yang tinggi sehingga pengembangan salah satu olahan feses yang menjadi sumber limbah diharapkan dapat diolah menjadi pupuk organik yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan bermanfaat bagi kesuburan tanah pertanian disekitarnya. Tujuan program pengabdian pada masyarakat ini adalah memberikan informasi dan keterampilan bagi siswa, guru dan masyarakat sekitar dalam pemanfaatan limbah feses kambing menjadi pupuk organik padat yang dapat meningkatkan produksi tanaman, kesuburan tanah dengan kandungan humusnya yang dimiliki serta bernilai ekonomi. Metode yang digunakan adalah Difusi Ipteks, dimana kegiatan pelatihan pengolahan feses kambing menghasilkan pupuk organik padat yang dapat dimanfaatkan untuk penyuburkan tanaman pertanian. Berdasarkan hasil kegiatan terhadap pelatihan pembuatan pupuk organik padat pada ponpes Manniligi Bulo-Bulo Kabupaten Jeneponto bahwa penelitian ini sangatlah dibuthkan oleh petani untuk perbaikan tanah dan tamanan pertanian. Kesimpulan bahwa pupuk organik padat sangat dibutuhkan oleh para petani dalam memperbaiki struktur tanah. Demikian pula pembuatan pupuk organik ini salangatlah mudah dibuat oleh siswa ponpes Mannilingi Bulo-Bulo sehingga dapat memenuhi kebutuhan pupuk organik  padat bagi perani, meningkatkan keterampilan siswa dan memiliki nilai ekonomi. 
PRODUKTIVITAS PERTUMBUHAN KEMBALI LAMTORO TARRAMBA YANG DITANAM PADA LAHAN KERING DESA TERUWAI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Sukarne Sukarne; Yusuf Akhyar Sutaryono; Harjono Harjono; Mastur Mastur; Rifki Wahyu Pratama
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i1.846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan produksi tanaman lamtoro cv tarramba yang ditanam pada lahan kering dengan kemiringan lereng tertentu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Teruwai Lombok Tengah selama 4 bulan dari tanggal 31 Maret – 31 Juli 2022. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pohon lamtoro tarramba berumur 1 tahun yang dipotong seragam dengan ketinggian 1,5 meter. Perlakuannya adalah pohon ditanam pada 3 tipe topografi lahan yang berbeda yaitu datar, miring dan curam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah produksi total panen lamtoro, produksi bagian yang dapat dimakan, persentase daun dan batang, jumlah cabang yang tumbuh, panjang cabang, tinggi pohon dan diameter batang. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui perbedaan 3 topografi lahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi tanaman lamtoro tarramba pada topografi lahan datar memiliki produksi yang lebih baik jika dibandingkan dengan topografi miring dan curam, dimana tanaman pada topografi miring memiliki hasil rata-rata paling sedikit yaitu 1 kg dan tanaman pada topografi curam memiliki hasil produksi sebesar 1,41. kg, sedangkan tanaman pada topografi datar memiliki jumlah produksi tertinggi yaitu 1,47 kg. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanaman lamtoro cv tarramba memiliki hasil rata-rata yang baik jika ditanam pada topografi lahan datar dan akan mengalami penurunan hasil produksi jika ditanam pada topografi miring dan curam.
Pemanfaatan Lamtoro Sebagai Pakan Ternak Dalam Mendukung Program Desa 1000 Sapi di Desa Pengengat, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah Sutaryono, Yusuf Akhyar; Sukarne; Muhammad Edi Nasution; Yogi Prayudi; Namira Risqi Putri Muquita; I Gusti Bagus Indra Permana; Nasmi Herlina Sari; Baiq Tasya Carrisa; Ludia Margrith Suseray; Muhammad Subbanul Mujahiddin; Evelyn Carolina Sentosa; Baiq Elmaliana; Kiki Dewanti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9825

Abstract

Program 1000 Desa Sapi berupaya meningkatkan populasi dan produktivitas ternak sapi guna mewujudkan swasembada daging dengan tujuan ketahanan pangan nasional. Salah satu desa yang masuk dalam program ini adalah Desa Pengengat, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Desa Pengengat terdapat kandang kelompok Tandur Desi yang dibangun di Dusun Tempit. Desa Pengengat juga memiliki Kelompok Tani Ternak Tandur Desi yang mengelola kandang tersebut. Kelompok tani ternak tersebut memelihara sapi ternak dengan memberinya makan dengan pakan yang berupa campuran hijauan pakan dari lamtoro dan rumput odot. Akan tetapi, ketersediaan pakan masih menjadi permasalahan, sebab para peternak harus menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan pakan ternak terutama di musim kemarau. Hal ini dapat berpengaruh terhadap produktivitas sapi ternak. Di samping itu, ketersediaan pakan ternak yang belum terjamin dapat mengganggu upaya peningkatan populasi sapi ternak yang dapat menghambat agenda Program 1000 Desa Sapi. Dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukanlah penanaman lamtoro di lahan dekat Kandang Tandur Desi di wilayah Dusun Tempit untuk menciptakan sumber pakan ternak mandiri. Dari upaya tersebut, peternak mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya menjaga kualitas dan ketersediaan pakan bagi sapi ternak, pembudidayaan dan perawatan lamtoro sebagai pakan ternak, serta pemanfaatan lamtoro sebagai pakan ternak. Dengan demikian, kelompok tani ternak dapat mandiri dalam hal ketersediaan pakan ternak sehingga dapat mendukung lancarnya Program 1000 Desa Sapi.
Transfer Teknologi Pakan Pellet Komplit untuk Menunjang Agribisnis Susu Kambing Lokal di Korporasi Ridho Ilahi Sukarne; Yusuf Akhyar Sutaryono; Muhammad Nursan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.10028

Abstract

Mitra kegiatan ini adalah Tarmizi, S.Pt, manajer Korporasi Tunaas Ridho Ilahi di Kecamatan Wanasaba. Korporasi ini fokus pada pembibitan dan penggemukan sapi, serta mulai merambah usaha ternak kambing. Namun, masih ada tantangan dalam pengelolaan pakan berkualitas dan manajemen agribisnis yang perlu diatasi untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternak. Tujuan dari program ini adalah memberikan pelatihan mengenai pakan pellet komplit berbasis sumber daya lokal, manajemen pemeliharaan kambing perah, dan peningkatan keterampilan agribisnis. Mitra menghadapi kendala dalam pengolahan pakan yang berkualitas dan manajemen agribisnis yang kurang efektif, yang berdampak negatif pada produktivitas dan pendapatan mereka. Solusi yang diberikan melalui program ini mencakup pelatihan tentang pembuatan pakan pellet komplit dan manajemen agribisnis, dengan fokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan melibatkan para peserta secara aktif. Pelaksanaannya meliputi koordinasi, konsolidasi dengan mitra, pelatihan teori dan praktik, serta evaluasi untuk memastikan efektivitas program. Peserta yang terlibat pada acara pelatihan ini adalah 20 orang dengan proporsi 16 laki-laki dan 4 orang perempuan. Para peserta berasal dari semua kabupaten yang ada di pulau Lombok. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan peningkatan wawasan agribisnis peserta, dihasilkannya inovasi pakan pellet, dan adanya peningkatan produksi susu kambing sebesar 120 ml/ekor/hari. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelatihan pembuatan pellet komplit untuk menunjang agribisnis susu kambing ini memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan produksi susu kambing lokal maupun penguasaan agribisnis susu kambing bagi para peserta
Penerapan Teknologi Fermentasi dalam Pengolahan Pakan Ternak Kambing Lokal Berbasis Daun Lamtoro di Kabupaten Lombok Utara: The Application of Fermentation Technology in Lamtoro-based Animal Feed Processing for Native Goats in North Lombok Regency Anwar, Khairil; Aminurrahman; septian, I Gede Nano; amalyadi, Rezki; karni, Ine; Unsunnidhal, Lalu; Suryadi, Muh. Aodil Fitriyan Fadjar; Rosyidi, Muhammad Subhan Bahruddin; Andriati, Rina; Sriasih, Made; Ali, Muhamad; Sukarne; Putra, Ryan Aryadin; Zaid Al Gifari
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 5: Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7582

Abstract

Pengembangan ternak kambing lokal menghadapi tantangan dalam penyediaan pakan hijauan berkualitas secara berkelanjutan, terutama pada musim kemarau. Salah satu potensi lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah daun lamtoro (Leucaena leucocephala), yang diketahui memiliki kandungan protein dan TDN (Total Digestible Nutrients) yang tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada peternak kambing lokal di Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat mengenai teknologi fermentasi hijauan pakan ternak berbasis lamtoro sebagai alternatif pakan ternak yang bernutrisi dan ekonomis. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa peternak dapat memahami dan mempraktikkan proses fermentasi hijauan pakan ternak, yang mencakup persiapan bahan, penambahan dedak dan starter, pencampuran, dan penyimpanan secara anaerob. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pengolahan hijauan pakan ternak dengan teknologi fermentasi. Diharapkan kegiatan ini dapat berkontribusi pada keberlanjutan usaha peternakan kambing dan peningkatan perekonomian masyarakat peternak di daerah pedesaan.
Pengenalan Lamtoro (Leucaena leucocephala) sebagai Sumber Pakan Alternatif pada Ternak Sapi di Desa Kinn Ma, Kecamatan Pauk, Wilayah Magway, Myanmar Sutaryono, Yusuf Akhyar; Kay Zin Thu; Sukarne; Syalsa Bella Fitriana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12953

Abstract

Keterbatasan ketersedian pakan berkualitas merupakan salah satu kendala utama dalam usaha peternakan sapi di Myanmar. Sistem pemeliharaan sapi ditingkat peternak umumnya masih mengandalkan limbah pertanian seperti jerami dan batang kacang yang bernilai nutrisi rendah. Hal tersebut disebabkan karena keterbatasan ketersediaan hijauan pakan dan tidak adanya penyediaan hijauan pakan secara khusus, pada musim kemarau terjadi kesulitan memperoleh bahan pakan terutama hijauan pakan yang berkualitas. Lamtoro (Leucaena leucocephala) merupakan tanaman legum yang memiliki potensi signifikan sebagai sumber pakan alternatif untuk ternak, khususnya ternak sapi. Tanaman legume lamtoro (Leucaena leucocephala) memiliki kemampuan untuk tumbuh dengan cepat, dapat beradaptasi pada daerah tropis dan dapat bertahan di berbagai kondisi tanah. Lamtoro memiliki kandungan nutrisi diantaranya, karbohidrat 40 %, protein 25,9 %, tannin 4 %, mimosin 7,17 %, kalsium 2,36%, fosfor 0,23%, dan nitrogen 4,2 %. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan Lamtoro sebagai sumber pakan alternatif berprotein tinggi melalui program penyuluhan berbasis masyarakat di Desa Kinn Ma, Kecamatan Pauk, Wilayah Magway, Myanmar. Metode pelaksanaan pengabdian ini dengan melalui zoom, meliputi survei dan identifikasi potensi, penyuluhan dan diskusi, praktik lapangan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak, ditandai dengan adopsi pemberian Lamtoro kepada 15 peternak. Pemberian Lamtoro terbukti meningkatkan palatabilitas, produktivitas ternak, serta menekan biaya pakan untuk menjamin ketersediaan pakan ternak berkelanjutan