Claim Missing Document
Check
Articles

Design of Metallic Catalytic Converter using Pareto Optimization to Improve Engine Performance and Exhaust Emissions Sudirman Rizki Ariyanto; Suprayitno Suprayitno; Retno Wulandari
Automotive Experiences Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ae.7977

Abstract

In this paper, Metallic Catalytic Converter (MCC) is installed in motorcycle exhausts to produce the minimum CO as well as to produce the optimum engine power. The results from previous research were collected and then used to predict the best MCC design using the Artificial Neural Network Multi-Objective Genetic Algorithm (ANN-MOGA). In addition, the ANN parameter tuning process was also carried out using the Taguchi method to find the initial weighting and bias that is able to provide the best and the most stable performance to predict the best MCC design. The best two sets of design solutions out of 70 sets of Pareto solutions were obtained by ANN-MOGA. Those two MCC designs are the optimum emission design and the optimum multi-objective design. The verification results show that the optimum multi-objective design tends to be superior in terms of CO emissions and engine power. In terms of CO emissions, the optimum multi-objective design gets a larger S/N ratio of -10.98, while the optimum emission design only gets an S/N ratio of -11.21. Meanwhile, in terms of engine power, the optimum multi-objective design gets a larger S/N ratio of 16.13, while the optimum emission design only gets an S/N ratio of 15.86 S/N. It is in line with the ANOVA test results which show that the optimum multi-objective design is proven to be better than the optimum emission design.
AUTOMATIC COFFEE BEAN ROASTER MACHINE TO IMPROVE PRODUCTION QUALITY AND EFFICIENCY FOR COFFEE BUSINESS Pramono Pramono; Muhammad Afnan Habibi; Fuad Indra Kusuma; Sujito Sujito; Suprayitno Suprayitno; Shavira Azzahra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17530

Abstract

Bisnis kuliner kini semakin berkembang dengan persaingan pasar yang begitu luas dan minat pembeli semakin bervariasi dalam bidang minuman. Saat ini para pengusaha mulai berinovasi terkait kuliner salah satu nya didalam bidang minuman kopi dengan berbagai cita rasa dari racikan kopi dan salah satu produsen kopi di Desa Toyomarto di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang ikut meramaikan bisnis kuliner ini dengan mengkobinasikan kopi dengan aneka rempah-rempah dan buah-buahan yang telah berdiri sejak tahun 2020 dengan usaha KOPI WALI dan setiap hari nya memproduksi 30-50 Kg dan UMKM Kopi Wali ini mendapatkan banyak pesanan dikarenakan mengingkatnya peminat minuman kopi sehingga UMKM Kopi Wali ini harus meningkatkan produksi nya namun mengalami permalasahan Ketika pada proses roasting green bean yang dikarenakan masih menggunakan alat yang sederhana sehingga hasil dari biji kopi yang sudah melalui roasting memiliki kualitas yang berbeda beda, tidak adanya pengaturaan suhu didalam tungku roasting dan lamanya proses sekali produksi karena alat yang di gunakan mempunyai kapasitas yang kecil sehingga UMKM Kopi Wali ini harus membatalkan pesanan mereka dari kondisi ini kami dari tim pengabdian masyarakat ingin memberikan transfer teknologi berupa Automatic Coffee Bean Roaster Machine dirancang untuk meningkatkan kualitas produksi,kapasitas yang di hasilkan bertambah dan efisiensi waktu serta memberikan pelatihan penggunaan alat dan cara perawatan dari alat tersebut.
ARSIP DAN RETENSI ANALISIS ISI JADWAL RETENSI ARSIP KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN: Array Suprayitno Suprayitno; Sumarno Sumarno
Jurnal Kearsipan Vol 13 No 2 (2018): -
Publisher : Arsip Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46836/jk.v13i2.48

Abstract

This paper aims to find out how many records in the Ministry of Manpower's Records Retention Schedule (JRA) that are to be appraised as archival records or in regular cases having permanent value. By using content analysis method, the results of this study state that there are 177 records series (26.62%) of Ministry of Manpower's Retention Schedule which are stated as permanent. The theoretical implications are against archival theory in general which states that the number of archival records in an organization are roughly 1% to 10%. This high percentage can be attributed to Derrida's ‘archive fever’ concept that both records managers and archivists are afraid of losing memory from the Ministry of Manpower's archival records. This effort to give meaning is temporary because it departs from latest findings and is a limitation of quantitative content analysis methods. It is a must to develop further research among others by using phenomenological method.
PEMETAAN JURNAL KEARSIPAN TERBITAN ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA (ANRI) TAHUN 2006-2014: KAJIAN BIBLIOMETRIKA: Array Suprayitno Suprayitno
Jurnal Kearsipan Vol 10 No 1 (2015): -
Publisher : Arsip Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil Jurnal Kearsipan terbitan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) periode tahun 2006-2014 dengan menggunakan kajian bibliometrika. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara memetakan isi jurnal menjadi pola-pola bibliometrika seperti pola kepengarangan, jumlah artikel, produktivitas pengarang, subjek, dan jenis literatur. Data yang sudah dipetakan tersebut lalu dianalisis dengan menggunakan aplikasi pengolah data Microsoft Excel. Hasil penelitian yang paling signifikan antara lain: kontribusi penulis masih didominasi oleh praktisi (arsiparis) internalANRI (81,67%); profil penulis didominasi oleh arsiparis (90%), sementara akademisi hanya 6,67%; dari 60 judul artikel, ada 28 subjek yang digunakan, dan subjek yang paling banyak adalah preservasi dan konservasi arsip (6 artikel atau 10%); dari 301 literatur kearsipan yang digunakan, urutan jenis literatur yang paling banyak adalah buku (257 atau 46,22%), peraturan perundang-undangan (219 atau 39,39%), dan jurnal ilmiah (34 atau 6,12%); dari 257 buku kearsipan yang dipakai, nama pengarang buku kearsipan berbahasa Inggris yang paling banyak disitir adalah Judith Ellis (14,49%), sementara yang Bahasa Indonesia adalahSulistyo-Basuki (17,07%).
Pemanfaatan Potensi Biogas Peternak Sapi Perah Pujon Kabupaten Malang Sebagai Sumber Energi Listrik Terbarukan Suprayitno Suprayitno; Imam Sudjono; Suwarno Suwarno
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang dikenal sebagai penghasil susu sapi. Mereka rata rata memiliki sapi perah dari 2 sampai 25 ekor sapi setiap kepala keluarga. Sudah lama mereka memanfaatkan kotoran sapinya untuk menghasilkan biogas. Hampir sebagian besar masyarakat pujon memiliki digester biogas terutama mereka yang memiliki sapi di atas 10 ekor. Bahkan beberapa desa di kecamatan pujon di canangkan sebagai desa mandiri energi. Namun sampai sejauh ini, biogas yang mereka hasilkan hanya sebatas digunakan untuk memenuhi kebutuhan memasak. Untuk keluarga dengan 4-6 anggota keluarga, kebutuhan biogas untuk memasak bisa dipenuhi hanya dengan memanfaatkan kotoran ternak sapi 2-3 ekor saja. Sehingga bagi mereka yang memiliki lebih dari 10 ekor sapi perah, tidak memanfaatkan semua kotoran sapinya untuk memproduksi biogas, atau membiarkan biogas yang berlebih tersebut terbuang percuma ke atmosfer. Tentu ini sangat disayangkan, sumber energi ekonomis yang melimpah terbuang begitu saja. Padahal disisi lain mereka masih membutuhkan sumber energi, misalnya untuk penerangan ataupun penggerak mesin mesin pertanian mereka. Sehingga dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah memanfaatkan kelebihan produksi biogas untuk dikonversi menjadi energi listrik. Untuk mengkonversi energi kimia biogas menjadi energi listrik yakni dengan memanfaatkan mesin konversi yang ada yakni genset berbahan bakar bensin dimodifikasi untuk digunakan berbahan bakar biogas. Ini bukanlah teknologi yang rumit, namun masyarakat peternak sapi di kecamatan pujon belum berdaya untuk memanfaatkan teknologi ini. Untuk penerapan teknologi ini, dipilih lokasi di daerah ujung barat kecamatan pujon yakni desa bendosari. Strategi ini dipilih, agar teknologi yang diterapkan dapat menstimulasi masyarakat sekitarnya sehingga akhirnya memberikan inspirasi dan merambat ke seluruh kawasan kecamatan pujon dan daerah daerah peternak sapi perah lainnya. Sebuah genset listrik 3000 Watt berbahan bakar bensin telah dimodifikasi dengan menambahkan konverter biogas pada bagian karburatornya. Beberapa modifikasi dan serangkaian ujicoba dilakukan di Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang sebelum dilakukan instalasi dan penggunaan di wilayah mitra. Dengan asumsi penggunaan bensin sebanyak 3 liter untuk operasional genset selama 8 jam sehari, maka dengan memanfaatkan potensi biogas ini ada penghematan sebesar Rp. 810.000 sebulan.Kata kunci— Biogas, Kotoran Ternak, Pembangkit Listrik
Pengembangan Potensi Ekonomi Masyarakat Desa Mojojajar Dadang Purwo Ariwidodo; Rizki Nugianto; Moh. Ansori; Dines Olivia Margareta; Virlia Nanda Ristia; Achmad Rhodianto; Agit Bagus Dermawan; Mohammad Adifa Betha Nanda; Desinta Dwiki Nurfauziah; Kurnia Halimatus Solikhah; Roza Febrianti; Ineke Kusuma Indriani; Anggun Septiani Widorini; Devangga Dio Putra Arifin; Rizki Praham Sutarno; Nindy Pramudita; Suprayitno Suprayitno; Via Fitri Permatasari; Falaq Ikhzal Suganda; Retno Indah Pangestuti; Nova Kurnia Rahmadani; Naufal Anis Mubarok
Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/karunia.v4i1.3039

Abstract

This study presents the results of a survey conducted to analyze the impact of packaging training on the home industry of Samiler crackers in Mojojajar Village. A questionnaire was distributed to 25 respondents, including both consumers and producers of Samiler crackers. The findings reveal that 100% of respondents have purchased Samiler crackers, with 50% indicating that packaging is very important in their purchasing decisions. Additionally, 83.3% of respondents are willing to pay more for better packaging, highlighting the awareness of the importance of packaging quality. While many respondents find the current packaging design attractive, there is a need for improved information provided on the packaging. Recommendations for further development include enhancing packaging design, increasing awareness of government support for SMEs, and providing ongoing training on packaging techniques. This initiative is expected to contribute to local economic development and improve the welfare of the Mojojajar community.
TANGGUNG JAWAB NOTARIS SEBAGAI PEMEGANG PROTOKOL ATAS KETIDAKLENGKAPAN MINUTA AKTA YANG DITERIMANYA Ayu Zahara; Suprayitno Suprayitno; Ferry Susanto Limbong; T. Keizerina Devi Azwar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 8 (2024): Oktober 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minuta akta disimpan oleh Notaris sebagai bagian dari protokol Notaris yang harus disimpan dan dipelihara oleh Notaris karena merupakan arsip negara, penyimpanan tersebut merupakan suatu upaya untuk menjaga umur yuridis akta Notaris, yaitu tetap berlaku dan mengikat para pihak yang namanya tercantum dalam akta tersebut, meskipun Notaris yang bersangkutan sudah berhenti menjalankan tugas jabatannya sebagai Notaris.Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana akibat hukum terhadap ketidaklengkapan minuta akta yang diterima Notaris Pemegang Protokol, Bagaimana tanggung jawab hukum Notaris Pemegang Protokol atas ketidaklengkapan minuta akta yang diterimanya, Bagaimana perlindungan hukum Notaris Pemegang Protokol atas ketidaklengkapan minuta akta yang diterimanya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelititian yuridis empir yaitu penelitian dengan meneliti data sekunder terlebih dahulu untuk kemudian dilanjutkan dengan mengadakan penelitian terhadap data primer di lapangan. Sifat penelitian adalah deskriptif analitis, Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode penelitian kepustakaan (library research), Analisis data dilakukan secara deskritif dan kualitatif, data yang disajikan bersifat deskriptif analitis..Penarikan kesimpulan dilakukan dengan menggunakan metode deduktif, yaitu cara berfikir yang dimulai dari hal-hal yang umum untuk selanjutnya menarik hal-hal yang khusus. Berdasarkan hasil penelitian ini, Akibat hukum dari minuta akta Notaris yang tidak memenuhi salah satu syarat yang diatur Pasal 16 Ayat (1) Huruf m dan Ayat (7) hanya memiliki kekuatan pembuktian sebagai akta di bawah tangan. Walaupun seorang Notaris sudah berhenti dengan hormat menurut ketentuan tersebut masih harus bertanggung jawab sampai hembusan nafas terakhir. Perlindungan hukum yang dapat diberikan kepada Notaris Pemegang Protokol berkaitan dengan ketidaklengkapan minuta akta yang diterimanya dan terjadi teguran atau gugatan adalah bahwa Notaris memiliki hak ingkar di pengadilan untuk tidak menjawab pertanyaan seputar masalah protokol yang diterimanya.
GUGATAN TERHADAP AKTA PEMISAHAN DAN PEMBAGIAN HARTA WARISAN YANG DI TANDA TANGANI TIDAK DENGAN KESELURUHAN AHLI WARIS (Studi Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 47/ PDT / 2024 /PT Mdn) Dinarta Gundari; Hasim Purba; Suprayitno Suprayitno
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 9 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 47/ PDT / 2024 /PT Mdn, ada salah satu akta pemisahan dan pembagian harta warisan dikeluarkan Notaris yang tidak ditanda tangani oleh semua ahli waris. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana kekuatan mengikat akta notaris tentang pewarisan dan pembagian harta waris yang dilakukan tanpa persetujuan seluruh ahli waris, bagaimana tanggung jawab hukum notaris akibat dibatalkannya akta notaris tentang pewarisan dan pembagian harta waris yang dilakukan tanpa persetujuan seluruh ahli waris yang dibuatnya, bagaimana analisa pertimbangan dan keputusan hakim terkait akta notaris tentang pewarisan dan pembagian harta waris yang dilakukan tanpa persetujuan seluruh ahli waris berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 47/ Pdt / 2024 /PT Mdn. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian hukum yuridis normatif, bersifat deskriptif analitis. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelitian pustaka. Alat pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen, dan analisis data dilakukan secara kualitatif dengan metode berfikir secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, akta melanggar Pasal 1320 KUH Perdata yang mengatur tentang syarat sahnya perjanjian yang apabila dilanggar unsur objektif, maka akta notaris tersebut dianggap batal demi hukum, dalam hal pembatalan akta Notaris oleh pengadilan tidak merugikan para pihak yang berkepentingan maka Notaris tidak dapat dituntut untuk memberikan ganti rugi walaupun kehilangan nama baik, sudah sejalan dengan KUHPerdata, Pasal 852, 854, Pasal 850 dan Pasal 853 ayat (1), Pasal 858. Akta Pemisahan dan Pembagian Harta Warisan Nomor 41 Tahun 2000 tanggal 22 Agustus 2000, berdasarkan pasal diatas dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum, karena tidak melibatkan semua ahli waris, karena bertentangan dengan Syarat Objektif suatu perjanjian, Pasal 1320 KUHPerdata. Pada Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 47/ Pdt / 2024 /PT Mdn notaris tidak dimintai pertanggungjawaban atas kerugian yang ditimbulkan dari akta yang dibuatnya tersebut karena kesalahan adalah dari unsur objektif suatu perjanjian serta tidak adanya kerugian secara materi dari pihak penggugat.
PEMBATALAN AKTA JUAL BELI PPAT YANG MENGAKIBATKAN PERALIHAN HAK ATAS OBJEK SENGKETA TANAH (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1572 K/Pdt/2023) Lovita Apriliana Sari Pinem; Hasim Purba; Suprayitno Suprayitno
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 9 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akta Jual-Beli (AJB) yang dibuat oleh PPAT termasuk sebagai akta otentik. Akta Jual-Beli PPAT dapat disangkal kebenarannya apabila pihak yang menyangkalnya dapat membuktikan kesalahan pada isi Akta Jual-Beli PPAT tersebut. Rumusan masalah dalam tesis ini adalah bagaimana keabsahan akta jual beli yang dibuat dengan dasar perikatan jual beli cacat hukum, Bagaimana akibat hukum pembatalan oleh hakim terhadap akta jual beli yang dibuat PPAT cacat hukum, Bagaimana analisis dasar pertimbangan hukum majelis hakim dalam Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1572 K/Pdt/2023 terkait pembatalan akta jual beli PPAT. Penelitian dilakukan menggunakan penelitian hukum, yaitu yuridis normatif yang bersifat deskriptif analisis merupakan penelitian yang bertujuan menggambarkan suatu keadaan atau gejala atau untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara suatu gejala dengan gejala lain. Teknik pengumpulan data digunakan adalah studi kepustakaan.Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Keabsahan akta jual beli yang dibuat dengan dasar perikatan jual beli cacat hukum dalam Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1572 K/Pdt/2023 adalah tidak terpenuhinya syarat subjektif dari syarat sah perjanjian sesuai dengan Pasal 1320 KUHPerdata. Akibat hukum pembatalan oleh hakim terhadap akta jual beli yang dibuat PPAT adalah semua keadaan harus dikembalikan pada keadaan semula ketika belum terjadi perbuatan hukum dalam akta yang bersangkutan sehinga pihak lain dalam perjanjian yang telah menerima prestasi dari pihak lain wajib mengembalikannya dan PPAT yang membuat akta tersebut dapat diminta pertanggung jawaban. Dasar pertimbangan hukum majelis hakim dalam Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1572 K/Pdt/2023 terkait pembatalan akta jual beli PPAT adalah perbuatan Tergugat II (SH. Wesly Pangaribuan) sebagai pembeli beritikad tidak baik sebab membeli objek sengketa milik para penggugat tanpa bertemu dan menyerahkan sejumlah uang kepada para penggugat, dan PPAT Nurcahaya Batubara,SH.MKn (Tergugat IV) telah membuat akta pengikatan jual beli tidak dihadapan para penggugat dan tergugat II dan tidak membacakan isi akta
Perbandingan Penerapan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa Kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah (Ppat) Dengan Notaris Dalam Perspektif Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang Dan Pendanaan Terorisme M. Rizki Harahap; Hasim Purba; Suprayitno Suprayitno
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 9 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profesi seorang Notaris dan PPAT rentan dimanfaatkan oleh pelaku tindak pidana pencucian uang dan pelaku tindak pidana pendanaan terorisme, dimanfaatkan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaannya yang merupakan hasil dari tindak pidana. Meminimalisir kegiatan tersebut, Notaris dan PPAT ditunjuk menjadi salah satu pihak pelapor yang diwajibkan untuk menerapkan prinsip mengenali pengguna jasa. Permasalahan yang muncul adalah mengapa prinsip mengenali pengguna jasa Notaris dan PPAT penting diterapkan di Indonesia? Bagaimana ruang lingkup kewajiban PPAT dan Notaris dalam melaksanakan prinsip mengenali pengguna jasa dalam rangka pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme? Bagaimana perbandingan penerapan prinsip mengenali pengguna jasa kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah dengan Notaris dalam perspektif pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian hukum normatif, dengan sifat penelitian berupa deskriptif analitis. Sumber data penelitian menggunakan sumber data sekunder, yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik kepustakaan dan teknik wawancara, dengan alat pengumpulan data berupa studi dokumen dan kuesioner. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis data metode kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa prinsip mengenali pengguna jasa penting diterapkan di Indonesia, karena didasarkan atas rekomendasi FATF yang bertujuan untuk memberantas tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme, yang akan bermanfaat untuk Indonesia dalam hal peningkatan kepercayaan pelaku usaha dan investor dalam meningkatkan aktivitas bisnisnya, sehingga dana investasi akan mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia. Ruang lingkup dalam melaksanakan PMPJ sekurang-kurangnya harus memuat identifikasi pengguna jasa, verifikasi pengguna jasa, dan melakukan pemantauan transaksi pengguna jasa. Pada praktiknya, penerapan PMPJ yang dilakukan oleh PPAT tidak sedetail yang dterapkan oleh Notaris.
Co-Authors . Pramono Achmad Rhodianto Achmad Taufiq Agit Bagus Dermawan Agnes Lorentina Br Sembiring Ahmad Dardiri Alwi Suddin Amalia Lusiana Aminnudin, Aminnudin Andoko Andoko, Andoko Anggun Septiani Widorini Annisa Rizkika Chairiza Nst Arie Marbandi Arif Dwi Putranto Arif Triyanto Aripriharta - Ariyanto, Sudirman Rizki Arlisah Amary Ata Syifa’ Nugraha Ayu Zahara Azridjal Aziz Baihaqie Danuputra Sudrajat Bili Darnanto Susilo Bismar Nasution Dadang Purwo Ariwidodo Deo Widika Alamsyah Desinta Dwiki Nurfauziah Devangga Dio Putra Arifin Dinarta Gundari Dines Olivia Margareta Endah Rahmawati2 Erdi Erdi ERNI WIDAJANTI Falaq Ikhzal Suganda Ferry Susanto Limbong Fuad Indra Kusuma Ganie Ganie Handoko Handoko HASIM PURBA Heri Kiswanto Heru Suryanto Ika Liestianingsih Imam Sudjono Indri Robiatul Adawiyah Ineke Kusuma Indriani Juita Osti Bulan Lumbantobing Juwita Permata Kurnia Halimatus Solikhah Lailatul Munawaroh Lovita Apriliana Sari Pinem M. Rizki Harahap Mahmul Siregar Marsono Marsono Melisa Surya Andini Mimyn Putri Muldash Moh. Ansori Mohammad Adifa Betha Nanda Mudinillah, Adam Muhamad Syaifuddin Muhammad Afnan Habibi Muhammad arief muhtadin Purba Muhammad Hersan Arifin Muhammad Yandi Pratama Nadya Syawitri Naufal Anis Mubarok Nindy Pramudita Nova Kurnia Rahmadani Nur Shasmitta Zaen Nurhanifam Nurhanifam Pingkan Sihassaleh Pramono Pramono Pramuko Ilmu Purboputro Rahmat Iman Mainil Ratna Ratna Retno Indah Pangestuti Retno Wulandari Ridho Riski Hadi Riduwan Prasetya Rizki Nugianto Rizki Praham Sutarno Rohani Ganie Rohani Rohani Rosnidar Sembiring Roza Febrianti Sakib Nurcholish Anshari Shavira Azzahra Sudirman Rizki Ariyanto Sujito Sujito Sukarni Sukarni Sumarno Sumarno Sunarmi Suprihatmi Sri Wardiningsih Suwarno Suwarno Syarifudin Dwi Prasetyo Sylvia Vietressia Sinuhaji T. Keizerina Devi Azwar Tabita Tyasyarani Tan Kamello Via Fitri Permatasari Virlia Nanda Ristia Wara Sinuhaji Yanuhar, Uun Yoga Yuniadi Zory Satrio Nugroho