Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD dr. SOEBANDI JEMBER Dwi Prastiyo Susanto; Asmuji, Asmuji; Ginanjar Sasmito Adi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i4.4587

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan dapat berdampak terhadap kualitas hidup. Masalah klinis dan komplikasi yang ditimbulkan oleh gagal ginjal kronik berdampak negatif terhadap fisik dan aspek biopsikososial yang dapat mempengaruhi tingkat kualitas hidup pasien sehingga perlu adanya penyesuaian diri dan adaptasi yang lebih (resiliensi). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di RSD dr. Soebandi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan gagal ginjal kronik di Ruang Instalasi Dialisis RSD dr. Soebandi Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling dengan jumlah sampel 69 responden. Analisis data yang digunakan yaitu uji korelasi spearman rho untuk mengetahui adanya hubungan antara resiliensi dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Hasil penelitian menunjukkan p 0,004<0,05 yang artinya H1 diterima sehingga terdapat hubungan resiliensi dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di RSD dr. Soebandi, Jember.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KADER TB DENGAN PENEMUAN SUSPEK TB DI UPTD PUSKESMAS KENCONG Rischa Amalia Salsabilla; Asmuji, Asmuji; Ginanjar Sasmito Adi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i4.4628

Abstract

Latar Belakang: TB (Tuberculosis) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB (Tuberculosis) sampai saat merupakan masalah kesehatan yang perlu ditanggulangi. Penemuan suspek TB dengan melakukan investigasi kontak terhadap seseorang yang berada disekitar rumah penderita positif TB perlu dilakukan. Kader memiliki peranan penting dalam pelaksanaan kegiatan pelacakan dan investigasi kontak penemuan suspek TB. Kegiatan ini memberikan manfaat untuk meningkatkan penemuan kasus dan mencegah penularan TB dimasyarakat. Peran kader ini akan dapat dipenuhi dengan membekali kader dengan pengetahuan yang memadai untuk melaksanakan tugasnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan kader TB di wilayah kerja Puskesmas Kencong Kecamatan Kencong Kabupaten Jember. Metode : Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan sampel penelitian ini seluruh kader TB di wilayah kerja Puskesmas Kencong Kecamatan Kencong Kabupaten Jember sebanyak 30 kader. Analisis data penelitian menggunakan uji Spearman Rho Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader dengan ( p value < 0,005) dinyatakan memiliki hubungan yang signifikan dengan penemuan suspek TB. Diskusi: Diharapkan kader TB lebih aktif dalam mengikuti pengarahan atau pertemuan yang diselenggarakan oleh puskesmas serta kesediaan dari kader yang lama untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman dengan rekan kader yang baru.
HUBUNGAN KONSUMSI MIE INSTAN TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KALIWATES Mulyaningsih, Ellya; Asmuji, Asmuji; Adi, Ginanjar Sasmito
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i1.4802

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah melewati batas normal sistolik 140 mmHg atau lebih dan diastolik 90 mmHg atau lebih pada dua kali pengukuran. Prevalensi hipertensi di Indonesia diperkirakan meningkat dari waktu ke waktu. Salah satu faktor resiko yang dapat menyebabkan hipertensi yaitu perilaku gaya hidup dalam mengkonsumsi makanan seperti konsumsi garam yang berlebih. Salah satu makanan yang mengandung garam adalah mie instan. Menurut Kementrian Kesehatan batas konsumsi garam per hari tidak boleh melebihi 2000 mg natrium atau setara 1 sendok teh, sedangkan kandungan natrium dalam mie rata – rata keseluruhan 1256 mg natrium. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi mie instan terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Kaliwates Kabupaten Jember. Desain Penelitian ini deskriptif korelasi dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah 217 pasien rawat jalan usia 40 – 60 di Puskesmas Kaliwates. Sampel dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu kelompok kasus 27 responden dan kelompok kontrol 27 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner . Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Ada hubungan konsumsi mie instan terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Kaliwates p value 0,004 <(0,05), dengan Nilai OR didapatkan yakni 6,192 dengan CI lower upper masing-masing 1,683 dan 22,785 dimana jika mengkonsumsi mie instan berisiko mengalami hipertensi sebesar 6.192 kali dibanding yang tidak mengkonsumsi mie instan, dengan sekurang-kurangnya lebih berisiko sebesar 1,683 kali dan paling besar lebih berisiko sebesar 22,785 kali lipat dapat menderita hipertensi. Saran: Diharapkan responden dapat mengurangi konsumsi makanan instan, tinggi kalori, berlemak, berpengawet dan kurangi asupan garam yang dapat menyebabkan hipertensi. Kata Kunci : Hipertensi, Mie Instan ABSTRACT Background: Hypertension or high blood pressure is a condition in which blood pressure exceeds the systolic normal limit of 140 mmHg or more and diastolic 90 mmHg or more at two measurements. The prevalence of hypertension in Indonesia is estimated to increase over time. One of the risk factors that can cause hypertension is lifestyle behavior in eating foods such as excess salt consumption. According to the Ministry of Health, the salt intake limit should not exceed 2000 mg of sodium per day or the equivalent of 1 teaspoon, while the sodium content in peanuts averages a total of 1256 mg. The purpose of this research is to find out the relationship between the consumption of instantaneous noodles and the occurrence of hypertension in Kaliwates Health Center district of Jember. Design is a descriptive correlation with a case control approach. The study population was 217 street care patients aged 40 – 60 in Puskesmas Health Center. The sample in the study was divided into two cases of 27 respondents and a control group of 27. The instinct used is a questionnaire. bivariant analysis using the Chi-square test. Results: There is a relationship between instantaneous meat consumption and hypertension incidence in Kaliwates Health Center p value 0,004 <(0,05), with OR value obtained is 6,192 with lower upper CI respectively 1,683 and 22,785 where if consuming instantaneu meat has a risk of developing high blood pressure of 6.192 times compared to those who do not consume instantaneus meat, with at least a higher risk of 1, 683 times and the greatest a greater risk of suffering from hypertensive 22.785 times. Advice: Expect respondents to reduce the consumption of instant foods, high-calorie, fatty, preserved and reduced salt intake that can lead to hypertension. Keywords: Hypertension, instantaneous noodles
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF AWARENESS LANSIA PENDERIRA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAMBESARI BONDOWOSO Samuji, Samuji; Sri Wahyuni A; Asmuji, Asmuji
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4838

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit progresif yang di tandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk memetabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Hal tersebut dapat di mulai dari diri sendiri atau kesadaran diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self awarenesslansia penderita diabetes melitus. Metode: Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripsi correlational serta menggunakan pendekatan penelitian cross sectional. Dengan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan self awareness. Teknik pengambilan sampel purposive sampling sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 responden. Analisa data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden meliputi usia mayoritas pada lansia usia 60-69 64,6%, perempuan 60%, pendidikan SD 58,5%, Petani/pedagang 66,2%. Uji statistik menghasilkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan self awareness lansia penderita diabetes melitus (p value 0,000<0,05). Diskusi: Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat melibatkan keluarga dalam peningkatan kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan dan pengobatannya seperti memasukkan dukungan keluarga sebagai suatu upaya promosi kesehatan pada lansia penderita diabetes mellitus. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Self Awareness, Diabetes Melitus ABSTRACT Background: Diabetes mellitus is a progressive disease characterized by the body's inability to metabolize carbohydrates, fats and proteins. This can start from yourself or self-awareness. The aim of this research is to determine the relationship between family support and self-awareness of elderly people with diabetes mellitus. Method: This research method uses a correlational descriptive research design and uses a cross-sectional research approach. By using a family support and self-awareness questionnaire. The sampling technique was purposive sampling so that the sample in this study consisted of 65 respondents. Data analysis was carried out using the Spearman Rho test. Results: The results of the research showed that the characteristics of the respondents included the majority, elderly aged 60-69 64.6%, women 60%, elementary school education 58.5%, farmers/traders 66.2%. Statistical tests showed that there was a relationship between family support and self-awareness of elderly people with diabetes melitus (p value 0.000<0.05). Discussion: It is hoped that health workers can involve families in increasing patient compliance in undergoing care and treatment, such as including family support as a health promotion effort for elderly people with diabetes mellitus.. Keywords :Family Support, Self Awareness, Diabetes Mellitus
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Simulasi Terhadap Pengetahuan Personal Hygiene Kewanitaan Pada Siswi Kelas X SMA Negeri Jenggawah Agustin, Aniesah Dwi; Asmuji, Asmuji; Dwi Yunita Haryanti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i5.4932

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Menjaga kesehatan reproduksi menjadi penting karena berkaitan dengan bagaimana kita menjamin kelangsungan hidup manusia dari satu generasi ke generasi berikutnya, agar generasi berikutnya memiliki kualitas yang lebih baik dari generasi saat ini. Kebersihan sistem reproduksi yang tidak terjaga dapat menimbulkan terjadinya infeksi yang mengakibatkan penyakit. Selain itu, dapat mengganggu aktivitas seksual hingga berisiko terjadinya penyakit menular seksual. Kurangnya pengetahuan tentang cara merawat diri khususnya di daerah reproduksi wanita juga dialami oleh siswi SMA Negeri Jenggawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah pendidikan kesehatan kepada siswi SMA Negeri Jenggawah khususnya tentang personal hygiene kewanitaan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan bentuk pre and post test without control. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas X SMA Negeri Jenggawah dengan jumlah 166 siswi. Sampel penelitian sebanyak 36 siswi dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuisioner dan analisis data menggunakan uji t-test. Hasil penelitian: Hasil uji paired sample t-test pengetahuan siswi tentang personal hygiene kewanitaan sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan kesehatan didapatkan p value 0.000 < 0.005. Kesimpulan: terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode simulasi terhadap pengetahuan personal hygiene kewanitaan pada siswi kelas X SMA Negeri Jenggawah. Kata Kunci: Pendidikan kesehatan, Metode simulasi, Pengetahuan, Personal hygiene kewanitaan. Abstrac Background: Maintaining reproductive health is crucial as it relates to ensuring human survival from one generation to the next, with the aim of improving the quality of future generations. Poor hygiene of the reproductive system can lead to infections resulting in diseases. Additionally, it can interfere with sexual activity and increase the risk of sexually transmitted diseases. Lack of knowledge about self-care, particularly in the female reproductive area, is also experienced by students at Jenggawah State High School. This study aims to analyze the issue of health education for female students at Jenggawah State High School, specifically regarding female personal hygiene. Method: This study is a pre-experimental research with a pre and post-test without control design. The population consists of 166 10th grade female students at Jenggawah State High School. The sample includes 36 students selected through cluster sampling. Data collection was conducted using questionnaires, and data analysis employed the t-test. Results: The paired sample t-test results for students' knowledge of female personal hygiene before and after receiving health education showed a p-value of 0.000 < 0.005. Conclusion: There is a significant effect of health education using the simulation method on the knowledge of female personal hygiene among 10th grade students at Jenggawah State High School. Keywords: health education, simulation method, knowledge, female personal hygiene.
PENGARUH PENERAPAN KARTU KONTROL TERHADAP NILAI TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS JOMBANG Siti Mashuda; Asmuji, Asmuji; Ginanjar Sasmito Adi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i2.5028

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang mematikan didunia yang dikenal juga sebagai silent killer. Dengan tingginya angka hipertensi untuk mengendalikan hipertensi tersebut masih kurang sehingga dapat menekan angka hipertensi. Keberhasilan penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi obat antihipentensi secara rutin, namun kebanyakan penderita hipertensi lupa untuk meminum obat secara rutin sehingga tensi darah tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh pemberian kartu kontrol terhadap nilai tekanan darah penderita hipertensi di UPTD Puskesmas Jombang Kabupaten Jember. Metode: Desain penelitian ini menggunakan Pra-experimental dengan rancangan One Group pre-test post-test. Populasi pada penelitian ini adalah penderita hipertensi yang berkunjung ke UPTD Puskesmas Jombang Kabupaten Jember dengan jumlah sampel 30 orang.teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji paired t-test. Hasil: Hasil penelitian ini tekanan sistolik dan diastolik didapatkan p-value 0,00<0,05 menunjukkan ada pengaruh yang signifikan rata-rata nilai hipertensi sebelum dan sesudah diberikan kartu kontrol. Diskusi : Faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien hipertensi untuk melakukan kontrol hipertensi seara rutin dapat meningkatkan kestabilan kondisi tekanan darah pada pasien hipertensi.
HUBUNGAN KETEPATAN WAKTU PELAYANAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN PENGGUNA BPJS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KALISAT Nasilia Afkarina Putri; Asmuji, Asmuji; Sofia Rhosma Dewi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i2.5211

Abstract

Puskesmas sebagai layanan kesehatan, kemampuan puskesmas dalam memenuhi kebutuhan pasien dapat diukurtingkat kepuasan pasien. Kepuasan dimulai dari penerimaan terhadap pasien dari pertama kali datang dan pasien pulang. Tingkat kepuasan pasien dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ketepatan waktu pelayanan. Ketepatan waktu pelayanan kesehatan sebuah keharusan dalam penyelesaian pelayanan kesehatan yang ditetapkan mulai dari pendaftaran hingga selesainya pelayanan kesehatan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan ketepatan waktu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien pengguna BPJS rawat jalan di Puskesmas kalisat. Desain penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan crosssectional, jumlah sampel 42 pasien rawat jalan di puskesmas kalisat yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah spearman rho dengan α = 0,05. Hasil penelitian ini 30 responden ketepatan waktu pelayanan baik dengan tingkat kepuasan dalamkategori puas dan cukup puas 4 respondan. Dari 80% responden yang menyatakan pelayanan di puskesmas kalisatdalam kategori tidak tepat waktu 37,5% merasa kurang puas, 62,5% merasa cukup puas. Hasil uji statistik didapatkan hasil p value (0,001) sehingga H1 diterima, yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara ketepatan waktu dan kepuasan pasien di puskesmas kalisat. Nilai koefisien kolerasi diperoleh angka koefisien korelasi sebesar (0,797) yang berarti termasuk hubungan sangat kuat, dengan hubungan kedua variabel bersifat positif.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN DENGAN METODE CERAMAH DAN DEMONSTRASI TERHADAP KEMAMPUAN CUCI TANGAN 6 LANGKAH KELUARGA PASIEN RAWAT INAP PUSKESMAS RAMBIPUJI Yuninda Salva Shaffani; Asmuji, Asmuji; Cahya Tri Bagus Hidayat
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i5.5295

Abstract

Pendahuluan: Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit yaitu melakukan cuci tangan 6 langkah dengan benar. Nyatanya masih banyak masyarakat yang tidak mencuci tangan dengan benar meskipun sudah diberikan edukasi melalui media leaflet. Maka dari itu perlu diberikan edukasi cuci tangan 6 langkah menggunakan metode ceramah dan demonstrasi dengan harapan masyarakat lebih mudah memahami cara melakukan cuci tangan dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi dengan metode ceramah dan peningkatan terhadap kemampuan cuci tangan 6 langkah keluarga pasien di ruang rawat inap Puskesmas Rambipuji. Metode: Penelitian kuantitatif jenis eksperimental menggunakan desain penelitian studi pre-eksperimental dengan one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah salah satu anggota keluarga dari setiap pasien rawat inap sebanyak 85 responden di Puskesmas Rambipuji. Jumlah sampel dihitung dengan perhitungan Isaac dan Michael dengan jumlah 70 responden. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah non-probabilitas dengan metode quota sampling menggunakan analisis Sign Test. Hasil: Uji statistik Sign Test didapatkan p=(0,000) dam alpha < 0,05 yang artinya edukasi kesehatan dengan metode ceramah dan demonstrasi efektif terhadap kemampuan cuci tangan 6 langkah keluarga pasien rawat inap di Puskesmas Rambipuji. Kesimpulan: Penelitian ini didapatkan edukasi kesehatan dengan metode ceramah dan pemaparan efektif terhadap kemampuan cuci tangan 6 langkah pada keluarga pasien rawat inap di Puskesmas Rambipuji.
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN NYERI ABDOMEN DI PUSKESMAS NANGKAAN BONDOWOSO Onky Yusuf Syahputra Wahid; Wahyudi Widada; Asmuji, Asmuji
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i1.5309

Abstract

Pendahuluan: Nyeri merupakan campuran reaksi fisik, emosi, dan perilaku. Stimulus penghasil nyeri mengirimkan impuls melalui serabut syaraf perifer. nyeri abdomen dikatakan sebagai salah satu insiden rasa sakit tertinggi. Nyeri abdomen adalah gejala non-spesifik yang tiba-tiba. Peran perawat pada penatalaksaan nyeri abdomen yaitu mencakup pengkajian nyeri, memberikan tindakan mandiri atau manajemen keperawatan, kolaborasi dengan tenaga medis lainnya dan melakukan evaluasi nyeri. Metode: Desain penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah korelasionaldengan pendekatan cross sectional, sampel adalah pasien dengan keluhan nyeri perut di puskesmas Nangkaan Bondowosoyang sudah di tetapkan oleh peneliti sejumah 44 responden. Diambil dengan menggunakan probability sampling dengan metode quota sampling. Analisis data mengunakan uji statistik Spearman rank. Hasil: penelitian diperoleh p value = 0,000 dengan nilai α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara intensitas nyeri dengan tingkat kecemasan pada pasien nyeri abdomen di Puskesmas Nangkaan Bondowoso Diskusi: Diharapkan penelitian ini mampu menambah pengetahuan masyarakat pasien terkait tingkat nyeri dan tingkat kecemasan sehingga bisa mengurangi tingkat nyeri dan tingkat kecemasan bagi pasien yang sedang mengalami nyeri abdomen.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA KLIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER Wandani, Actricia Meisy; Adriani, Sri Wahyuni; Asmuji, Asmuji
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i4.2634

Abstract

Latar Belakang: Masalah yang dialami pasien penderita penyakit hipertensi yaitu kurangnya keyakinan terhadap perilaku pengobatan yang dilakukan. Kurangnya keyakinan terhadap pengobatan dapat menyebabkan manajemen diri yang kurang optimal. Tujuan: untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan manajemen diri pada pasien hipertensi yang melakukan pengobatan rawat jalan di Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember. Metode: Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian ini 190 pasien rata rata yang melakukan kunjungan pada bulan Agustus-Oktober dengan sampel 129 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan quota sampling. Instrumen pada penelitian ini berupa kuesioner efikasi diri dan manajemen diri. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistic Spearman Rho dapat diketahui bahwa p 0,000 < 0,05 Dengan angka koefisien korelasi sebesar (r=0,551). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak sebanyak 102 orang (79,1%) memiliki efikasi diri yang baik, sementara klien yang memiliki manajemen diri baik sebanyak 88 orang (68,2%), nilai p yang diperoleh adalah 0,000 sehingga H0 ditolak, yang artinya terdapat hubungan antara efikasi diri dengan manajemen diri pada klien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember. Diskusi: Hasil pada penelitian ini dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk memberikan motivasi kepada pasien yang memiliki riwayat hipertensi agar senantiasa memiliki keyakinan untuk melakukan perubahan pola hidup, aktivitas fisik, pengobatan rutin terkait kesehatan yang dialaminya.