Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KETEPATAN WAKTU PELAYANAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN PENGGUNA BPJS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KALISAT Nasilia Afkarina Putri; Asmuji, Asmuji; Sofia Rhosma Dewi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i2.5211

Abstract

Puskesmas sebagai layanan kesehatan, kemampuan puskesmas dalam memenuhi kebutuhan pasien dapat diukurtingkat kepuasan pasien. Kepuasan dimulai dari penerimaan terhadap pasien dari pertama kali datang dan pasien pulang. Tingkat kepuasan pasien dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ketepatan waktu pelayanan. Ketepatan waktu pelayanan kesehatan sebuah keharusan dalam penyelesaian pelayanan kesehatan yang ditetapkan mulai dari pendaftaran hingga selesainya pelayanan kesehatan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan ketepatan waktu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien pengguna BPJS rawat jalan di Puskesmas kalisat. Desain penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan crosssectional, jumlah sampel 42 pasien rawat jalan di puskesmas kalisat yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah spearman rho dengan α = 0,05. Hasil penelitian ini 30 responden ketepatan waktu pelayanan baik dengan tingkat kepuasan dalamkategori puas dan cukup puas 4 respondan. Dari 80% responden yang menyatakan pelayanan di puskesmas kalisatdalam kategori tidak tepat waktu 37,5% merasa kurang puas, 62,5% merasa cukup puas. Hasil uji statistik didapatkan hasil p value (0,001) sehingga H1 diterima, yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara ketepatan waktu dan kepuasan pasien di puskesmas kalisat. Nilai koefisien kolerasi diperoleh angka koefisien korelasi sebesar (0,797) yang berarti termasuk hubungan sangat kuat, dengan hubungan kedua variabel bersifat positif.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN DENGAN METODE CERAMAH DAN DEMONSTRASI TERHADAP KEMAMPUAN CUCI TANGAN 6 LANGKAH KELUARGA PASIEN RAWAT INAP PUSKESMAS RAMBIPUJI Yuninda Salva Shaffani; Asmuji, Asmuji; Cahya Tri Bagus Hidayat
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i5.5295

Abstract

Pendahuluan: Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit yaitu melakukan cuci tangan 6 langkah dengan benar. Nyatanya masih banyak masyarakat yang tidak mencuci tangan dengan benar meskipun sudah diberikan edukasi melalui media leaflet. Maka dari itu perlu diberikan edukasi cuci tangan 6 langkah menggunakan metode ceramah dan demonstrasi dengan harapan masyarakat lebih mudah memahami cara melakukan cuci tangan dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi dengan metode ceramah dan peningkatan terhadap kemampuan cuci tangan 6 langkah keluarga pasien di ruang rawat inap Puskesmas Rambipuji. Metode: Penelitian kuantitatif jenis eksperimental menggunakan desain penelitian studi pre-eksperimental dengan one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah salah satu anggota keluarga dari setiap pasien rawat inap sebanyak 85 responden di Puskesmas Rambipuji. Jumlah sampel dihitung dengan perhitungan Isaac dan Michael dengan jumlah 70 responden. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah non-probabilitas dengan metode quota sampling menggunakan analisis Sign Test. Hasil: Uji statistik Sign Test didapatkan p=(0,000) dam alpha < 0,05 yang artinya edukasi kesehatan dengan metode ceramah dan demonstrasi efektif terhadap kemampuan cuci tangan 6 langkah keluarga pasien rawat inap di Puskesmas Rambipuji. Kesimpulan: Penelitian ini didapatkan edukasi kesehatan dengan metode ceramah dan pemaparan efektif terhadap kemampuan cuci tangan 6 langkah pada keluarga pasien rawat inap di Puskesmas Rambipuji.
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN NYERI ABDOMEN DI PUSKESMAS NANGKAAN BONDOWOSO Onky Yusuf Syahputra Wahid; Wahyudi Widada; Asmuji, Asmuji
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i1.5309

Abstract

Pendahuluan: Nyeri merupakan campuran reaksi fisik, emosi, dan perilaku. Stimulus penghasil nyeri mengirimkan impuls melalui serabut syaraf perifer. nyeri abdomen dikatakan sebagai salah satu insiden rasa sakit tertinggi. Nyeri abdomen adalah gejala non-spesifik yang tiba-tiba. Peran perawat pada penatalaksaan nyeri abdomen yaitu mencakup pengkajian nyeri, memberikan tindakan mandiri atau manajemen keperawatan, kolaborasi dengan tenaga medis lainnya dan melakukan evaluasi nyeri. Metode: Desain penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah korelasionaldengan pendekatan cross sectional, sampel adalah pasien dengan keluhan nyeri perut di puskesmas Nangkaan Bondowosoyang sudah di tetapkan oleh peneliti sejumah 44 responden. Diambil dengan menggunakan probability sampling dengan metode quota sampling. Analisis data mengunakan uji statistik Spearman rank. Hasil: penelitian diperoleh p value = 0,000 dengan nilai α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara intensitas nyeri dengan tingkat kecemasan pada pasien nyeri abdomen di Puskesmas Nangkaan Bondowoso Diskusi: Diharapkan penelitian ini mampu menambah pengetahuan masyarakat pasien terkait tingkat nyeri dan tingkat kecemasan sehingga bisa mengurangi tingkat nyeri dan tingkat kecemasan bagi pasien yang sedang mengalami nyeri abdomen.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA KLIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER Wandani, Actricia Meisy; Adriani, Sri Wahyuni; Asmuji, Asmuji
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i4.2634

Abstract

Latar Belakang: Masalah yang dialami pasien penderita penyakit hipertensi yaitu kurangnya keyakinan terhadap perilaku pengobatan yang dilakukan. Kurangnya keyakinan terhadap pengobatan dapat menyebabkan manajemen diri yang kurang optimal. Tujuan: untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan manajemen diri pada pasien hipertensi yang melakukan pengobatan rawat jalan di Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember. Metode: Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian ini 190 pasien rata rata yang melakukan kunjungan pada bulan Agustus-Oktober dengan sampel 129 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan quota sampling. Instrumen pada penelitian ini berupa kuesioner efikasi diri dan manajemen diri. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistic Spearman Rho dapat diketahui bahwa p 0,000 < 0,05 Dengan angka koefisien korelasi sebesar (r=0,551). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak sebanyak 102 orang (79,1%) memiliki efikasi diri yang baik, sementara klien yang memiliki manajemen diri baik sebanyak 88 orang (68,2%), nilai p yang diperoleh adalah 0,000 sehingga H0 ditolak, yang artinya terdapat hubungan antara efikasi diri dengan manajemen diri pada klien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember. Diskusi: Hasil pada penelitian ini dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk memberikan motivasi kepada pasien yang memiliki riwayat hipertensi agar senantiasa memiliki keyakinan untuk melakukan perubahan pola hidup, aktivitas fisik, pengobatan rutin terkait kesehatan yang dialaminya.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT TERAPI PENCEGAHAN TUBERKULOSIS (TPT) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBULU Henny Murgianita; Sri Wahyuni A; Asmuji, Asmuji
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i5.6427

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan yang menjadi tantangan secara global, khususnya Indonesia. Data tahun 2020 juga menunjukkan terdapat kabupaten/kota tersebut menunjukkan jumlah kasus yang tinggi, yaitu Kota Surabaya dengan 4.151 kasus, Kabupaten Jember 3.047 kasus dan Kabupaten Sidoarjo 2.520 kasus. Dalam penanggulangan kasus tersebut, program Terapi Pencegahan Tuberkulosis merupakan salah satu program untuk mengendalikan tuberkulosis. Dalam pelaksanaannya sasaran Terapi Pencegahan Tuberkulosis untuk semua kontak serumah yang berusia 5 tahun keatas dengan target capaian TPT sebanyak 68% untuk penurunan insiden tuberkulosis. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) di Wilayah Kerja Puskesmas Ambulu Jember. Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripsi correlation serta menggunakan pendekatan Cross Sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner tingkat pengetahuan dan lembar observasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Slovin sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden. Analisa data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Hasil uji bivariat membuktikan ada hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) di Wilayah Kerja Puskesmas Ambulu Jember, dengan hasil Spearman Rho dengan probabilitas (p) sebesar 0,001. Nilai p < 0,50 menunjukkan bahwa korelasi signifikan. Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) di Wilayah Kerja Puskesmas Ambulu Jember. Diskusi: Diharapkan petugas kesehatan untuk lebih memberikan penyuluhan dan konseling tentang terapi pencegahan tuberkulosis, agar proses pencegahan tuberkulosis ini bisa berhasil secara maksimal.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN TINGKAT STRES KERJA DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RSD dr. SOEBANDI JEMBER Pandu Wibowo; Sasmiyanto; Asmuji, Asmuji
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i5.11624

Abstract

Pendahuluan: Di RSD dr. Soebandi Jember, khususnya di ruang rawat inap kelas III, perawat umumnya menghadapi beban kerja secara tinggi, yang mana jumlah pasien yang harus ditangani tidak sejalan terhadap kuantitas perawat yang tersedia. Kondisi ini dapat mempengaruhi kesejahteraan fisik dan mental perawat, serta menurunkan kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara beban kerja perawat dengan tingkat stres kerja di Ruang Rawat Inap Kelas III RSD dr. Soebandi Jember. Metode: Penelitian ini memanfaatkan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini merupakan perawat di ruang rawat inap kelas III di RSD dr. Soebandi sebanyak 90 perawat pada 9 ruang rawat inap kelas III di RSD dr. Soebandi semenjak bulan Juli sampai September. Teknik sampling menggunakan non-probability sampling dengan jumlah sampel 90 responden. Variabel independen penelitian adalah Beban Kerja Perawat, sedangkan variabel dependennya Stress Kerja. Mengunakan kuesioner sebanyak 15 butir pertanyaan dengan skala likert. Pengumpulan data yang dilaksanakan adalah prosedur administrasi dan prosedur teknis. Pengolahan data dilaksanakan beberapa tahapan seperti editing, skoring, coding, processing, tabulating dan cleaning. Analisis data terdiri dari analisa univariat dan analisis bivariat. Hasil: Dari penelitian ini, diketahui Beban kerja perawat terdapat pada kategori beban kerja sedang, Stres Kerja perawat pada kategori Stres kerja sedang dan terdapat hubungan antara Beban Kerja Perawat Dengan Tingkat Stres Kerja Di Ruang Rawat Inap Kelas III RSD Dr. Soebandi Jember.
Informasi Kesehatan sebagai Upaya Peningkatan Kompentensi Tim Pelaksana Tugas dan Masyarakat Desa Sehat Berbasis IFHE Indriyani, Diyan; Asmuji, Asmuji; Cahyanto, Triawan Adi; Maharani, Astrid; Andriani, Sri Wahyuni
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i4.6010

Abstract

Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan merupakan salah satu bentuk mewujudkan masyarakat sehat dengan mengoptimalkan potensi masyarakat untuk terlibat secara aktif. Prakarsa masyarakat  mencapai tujuan pembangunan kesehatan perlu didorong guna mewujudkan tatanan hidup masyarakat melalui paradigma “Desa Sehat” dengan harapan berimplikasi langsung bagi peningkatan kesehatan masyarakat. Guna mewujudkan cita-cita tersebut di Desa Tutul Kecamatan Balung telah dibangun pola Desa Sehat yang didasari kemandirian keluarga dalam mengevaluasi kesehatan keluarga secara mandiri. Hal ini dioptimalkan dengan peran Tim Pelaksana Tugas (SATGAS) sebagai koordinator manajemen Desa Sehat berbasis Independent Family Health Evaluation (IFHE). Pemberian informasi kesehatan merupakan salah satu upaya meningkatkan kompetensi Tim SATGAS Desa Sehat berbasis IFHE serta masyarakatnya. Menggunakan sampel 47 responden yang terdiri dari Tim Satgas, perwakilan RW dan perwakilan Posyandu, dengan Pra Experiment Pre-Post Test Design dan analisa data Paired T-Test (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan informasi kesehatan meliputi kesehatan komunitas pendukung desa sehat (p value 0,01), optimalisasi gizi dalam pencegahan stunting (p value 0,02), mengenal penyakit gangguan kardiovaskuler (p value   0,01 ), kehamilan risiko tinggi dan pencegahan kematian periode perinatal (p value   0,04 ). Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa pemberian informasi kesehatan efektif dalam meningkatkan kompetensi pengetahuan Tim SATGAS Desa Sehat Berbasis IFHE serta masyarakat Desa Tutul.
Faktor Penghambat (Barrier) Dan Pendukung (Facilitators) Terhadap Pemeriksaan Dini Sebagai Upaya Pencegahan Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur: Kajian Systematic Review Indriyani, Diyan; Khoironi Firdaus , Agil; Asmuji, Asmuji; Tarihoran, Hendrawaty; Andriani, Andriani; Maulina, Linda
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 15 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v15i1.510

Abstract

Kanker serviks telah menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di kalangan wanita yang merupakan jenis kanker dengan prevalensi terbanyak kedua di seluruh dunia. Oleh karena itu penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan secara dini guna mencegah perkembangan kanker serviks. systematic review ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penghambat (barrier) dan pendukung (facilitators) terhadap pemeriksaan dini sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada wanita usia subur. Sepuluh artikel teridentifikasi memenuhi syarat inklusi yakni seluruhnya berjenis kuantitatif melalui PEOS framework. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa faktor penghambat (barrier) terhadap pemeriksaan dini sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada wanita usia subur yaitu pendapatan yang rendah, tingkat pendidikan yang rendah, self efficacy yang rendah, tingkat kenyamanan yang rendah, persepsi yang buruk, sikap negative pada pemeriksaan. Faktor pendukung (facilitators) terhadap pemeriksaan dini sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada wanita usia subur yakni pendidikan yang lebih tinggi, pendapatan bulanan yang lebih besar, tingkat pengetahuan yang baik tentang penyakit kanker serviks, informasi yang adekuat utamanya bersumber dari profesional kesehatan, adanya riwayat pernah menderita penyakit menular seksual, adanya keluarga yang pernah menderita kanker, serta adanya riwayat penyakit reproduksi seperti schistosomiasis Diperlukan edukasi, sosialisasi, pelibatan, dan advokasi tentang kanker serviks di tingkat masyarakat dan fasilitas kesehatan. Serta upaya promosi kesehatan yang ditujukan untuk menarik anggota masyarakat untuk melakukan skrining
Model Gaya Kepemimpinan dan Job Design yang Dapat Mempengaruhi Motivasi dan Kinerja Perawat Pelaksana dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Tipe C di Kabupaten Jember Asmuji, Asmuji
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 15 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v15i2.1205

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan keperawatan menjadi elemen terpenting dalam menentukan kualitas pelayanan Kesehatan di rumah sakit. Dominasi jumlah, waktu pelayanan, dan unsur caring menjadi pembeda dengan profesi lain. Kondisi riil, peran penting perawat masih dijumpai tidak diimbangi dengan kinerja yang baik. Beberapa factor yang mungkin dapat mempengaruhinya, yaitu: kepemimpinan, desian kerja, dan motivasi. Metode: Desain penelitian ini adalah korelasional dengan populasi seluruh perawat ruang rawat inap di rumah sakit tipe c di Kabupaten aJember yang sudah bekerja minimal dua tahun, dan jumlah sampel sebesar 100 responden yang diambil secara random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan skala likert. Analisis data menggunakan bantuan Smart PLS dengan = 0,05. Hasil: Gaya kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap kinerja perawat (pvalue > yaitu 0,188 > 0,05. Gaya kepemiminan berpengaruh signifikan terhadap job design (pvalue < yaitu 0,000 > 0,05). Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap motivasi perawat (pvalue < yaitu 0,004 > 0,05). Job design tidak berpengaruh terhadap kinerja perawat (pvalue < yaitu 0,168 > 0,05). Job design tidak berpengaruh terhadap motivasi perawat (pvalue > yaitu 0,382). Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja (pvalue < yaitu 0,001 > 0,05). Motivasi memoderasi secara signifikan pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja perawat (pvalue < yaitu 0,017 > 0,05). Motivasi memoderasi secara tidak signifikan pengaruh job design terhadap kinerja perawat (pvalue < yaitu 0,253 > 0,05). Kesimpulan: Kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan dipengaruhi oleh job design dan motivasi perawat.
Hubungan Karakteristik SDM dan Lingkungan Kerja dengan Komitmen Kerja Perawat Pelaksana dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Asmuji, Asmuji
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3201

Abstract

ABSTRAK Sumberdaya manusia keperawatan merupakan unsur penting dalam pelayanan kesehatan, utamanya di rumah sakit. Kontribusi pelayanan keperawatan yang sangat besar dalam menciptakan mutu pelayanan kesehatan diperlukan komitmen kerja. Terwujudnya komitmen kerja juga dapat dipengaruhi oleh faktor individu dan lingkungan kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pengalaman kerja) dan lingkungan kerja dengan komitmen perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang rawat inap. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan populasi seluruh perawat ruang rawat inap di rumah sakit daerah di Jember. Sampel sebanyak 125 orang diambil secara purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner dengan skala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji regresi linier ganda. Hasil penelitian: jenis kelamin dan pendidikan terakhir tidak berhubungan dengan komitmen kerja dengan masing-masing nilai p= 0,843 dan 0,258, nilai tersebut lebih besar dari nilai a= 0,05. Sedangkan usia dan masa kerja perawat berhubungan dengan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan dengan masing-masing nilai p= 0,001 dan 0,000 yang lebih kecil dari nilai a= 0,05. Variabel lingkungan kerja menunjukkan berhubungn dengan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan, dengan nilai p= 0,000 yang lebih kecil dari nilai a= 0,05. Model regresi linier ganda yang diperoleh adalah komitmen kerja= 40,347 - 0,404 Usia + 0,629 Masker + 0,426 Lingker. Kesimpulannya usia, masa kerja, dan lingkungan kerja mempunyai peran penting dalam menciptakan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit.