Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT TERAPI PENCEGAHAN TUBERKULOSIS (TPT) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBULU Henny Murgianita; Sri Wahyuni A; Asmuji, Asmuji
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i5.6427

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan yang menjadi tantangan secara global, khususnya Indonesia. Data tahun 2020 juga menunjukkan terdapat kabupaten/kota tersebut menunjukkan jumlah kasus yang tinggi, yaitu Kota Surabaya dengan 4.151 kasus, Kabupaten Jember 3.047 kasus dan Kabupaten Sidoarjo 2.520 kasus. Dalam penanggulangan kasus tersebut, program Terapi Pencegahan Tuberkulosis merupakan salah satu program untuk mengendalikan tuberkulosis. Dalam pelaksanaannya sasaran Terapi Pencegahan Tuberkulosis untuk semua kontak serumah yang berusia 5 tahun keatas dengan target capaian TPT sebanyak 68% untuk penurunan insiden tuberkulosis. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) di Wilayah Kerja Puskesmas Ambulu Jember. Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripsi correlation serta menggunakan pendekatan Cross Sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner tingkat pengetahuan dan lembar observasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Slovin sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden. Analisa data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Hasil uji bivariat membuktikan ada hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) di Wilayah Kerja Puskesmas Ambulu Jember, dengan hasil Spearman Rho dengan probabilitas (p) sebesar 0,001. Nilai p < 0,50 menunjukkan bahwa korelasi signifikan. Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan kepatuhan minum obat terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) di Wilayah Kerja Puskesmas Ambulu Jember. Diskusi: Diharapkan petugas kesehatan untuk lebih memberikan penyuluhan dan konseling tentang terapi pencegahan tuberkulosis, agar proses pencegahan tuberkulosis ini bisa berhasil secara maksimal.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN TINGKAT STRES KERJA DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RSD dr. SOEBANDI JEMBER Pandu Wibowo; Sasmiyanto; Asmuji, Asmuji
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i5.11624

Abstract

Pendahuluan: Di RSD dr. Soebandi Jember, khususnya di ruang rawat inap kelas III, perawat umumnya menghadapi beban kerja secara tinggi, yang mana jumlah pasien yang harus ditangani tidak sejalan terhadap kuantitas perawat yang tersedia. Kondisi ini dapat mempengaruhi kesejahteraan fisik dan mental perawat, serta menurunkan kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara beban kerja perawat dengan tingkat stres kerja di Ruang Rawat Inap Kelas III RSD dr. Soebandi Jember. Metode: Penelitian ini memanfaatkan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini merupakan perawat di ruang rawat inap kelas III di RSD dr. Soebandi sebanyak 90 perawat pada 9 ruang rawat inap kelas III di RSD dr. Soebandi semenjak bulan Juli sampai September. Teknik sampling menggunakan non-probability sampling dengan jumlah sampel 90 responden. Variabel independen penelitian adalah Beban Kerja Perawat, sedangkan variabel dependennya Stress Kerja. Mengunakan kuesioner sebanyak 15 butir pertanyaan dengan skala likert. Pengumpulan data yang dilaksanakan adalah prosedur administrasi dan prosedur teknis. Pengolahan data dilaksanakan beberapa tahapan seperti editing, skoring, coding, processing, tabulating dan cleaning. Analisis data terdiri dari analisa univariat dan analisis bivariat. Hasil: Dari penelitian ini, diketahui Beban kerja perawat terdapat pada kategori beban kerja sedang, Stres Kerja perawat pada kategori Stres kerja sedang dan terdapat hubungan antara Beban Kerja Perawat Dengan Tingkat Stres Kerja Di Ruang Rawat Inap Kelas III RSD Dr. Soebandi Jember.
Informasi Kesehatan sebagai Upaya Peningkatan Kompentensi Tim Pelaksana Tugas dan Masyarakat Desa Sehat Berbasis IFHE Indriyani, Diyan; Asmuji, Asmuji; Cahyanto, Triawan Adi; Maharani, Astrid; Andriani, Sri Wahyuni
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i4.6010

Abstract

Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan merupakan salah satu bentuk mewujudkan masyarakat sehat dengan mengoptimalkan potensi masyarakat untuk terlibat secara aktif. Prakarsa masyarakat  mencapai tujuan pembangunan kesehatan perlu didorong guna mewujudkan tatanan hidup masyarakat melalui paradigma “Desa Sehat” dengan harapan berimplikasi langsung bagi peningkatan kesehatan masyarakat. Guna mewujudkan cita-cita tersebut di Desa Tutul Kecamatan Balung telah dibangun pola Desa Sehat yang didasari kemandirian keluarga dalam mengevaluasi kesehatan keluarga secara mandiri. Hal ini dioptimalkan dengan peran Tim Pelaksana Tugas (SATGAS) sebagai koordinator manajemen Desa Sehat berbasis Independent Family Health Evaluation (IFHE). Pemberian informasi kesehatan merupakan salah satu upaya meningkatkan kompetensi Tim SATGAS Desa Sehat berbasis IFHE serta masyarakatnya. Menggunakan sampel 47 responden yang terdiri dari Tim Satgas, perwakilan RW dan perwakilan Posyandu, dengan Pra Experiment Pre-Post Test Design dan analisa data Paired T-Test (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan informasi kesehatan meliputi kesehatan komunitas pendukung desa sehat (p value 0,01), optimalisasi gizi dalam pencegahan stunting (p value 0,02), mengenal penyakit gangguan kardiovaskuler (p value   0,01 ), kehamilan risiko tinggi dan pencegahan kematian periode perinatal (p value   0,04 ). Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa pemberian informasi kesehatan efektif dalam meningkatkan kompetensi pengetahuan Tim SATGAS Desa Sehat Berbasis IFHE serta masyarakat Desa Tutul.
Faktor Penghambat (Barrier) Dan Pendukung (Facilitators) Terhadap Pemeriksaan Dini Sebagai Upaya Pencegahan Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur: Kajian Systematic Review Indriyani, Diyan; Khoironi Firdaus , Agil; Asmuji, Asmuji; Tarihoran, Hendrawaty; Andriani, Andriani; Maulina, Linda
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 15 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v15i1.510

Abstract

Kanker serviks telah menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di kalangan wanita yang merupakan jenis kanker dengan prevalensi terbanyak kedua di seluruh dunia. Oleh karena itu penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan secara dini guna mencegah perkembangan kanker serviks. systematic review ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penghambat (barrier) dan pendukung (facilitators) terhadap pemeriksaan dini sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada wanita usia subur. Sepuluh artikel teridentifikasi memenuhi syarat inklusi yakni seluruhnya berjenis kuantitatif melalui PEOS framework. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa faktor penghambat (barrier) terhadap pemeriksaan dini sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada wanita usia subur yaitu pendapatan yang rendah, tingkat pendidikan yang rendah, self efficacy yang rendah, tingkat kenyamanan yang rendah, persepsi yang buruk, sikap negative pada pemeriksaan. Faktor pendukung (facilitators) terhadap pemeriksaan dini sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada wanita usia subur yakni pendidikan yang lebih tinggi, pendapatan bulanan yang lebih besar, tingkat pengetahuan yang baik tentang penyakit kanker serviks, informasi yang adekuat utamanya bersumber dari profesional kesehatan, adanya riwayat pernah menderita penyakit menular seksual, adanya keluarga yang pernah menderita kanker, serta adanya riwayat penyakit reproduksi seperti schistosomiasis Diperlukan edukasi, sosialisasi, pelibatan, dan advokasi tentang kanker serviks di tingkat masyarakat dan fasilitas kesehatan. Serta upaya promosi kesehatan yang ditujukan untuk menarik anggota masyarakat untuk melakukan skrining
Model Gaya Kepemimpinan dan Job Design yang Dapat Mempengaruhi Motivasi dan Kinerja Perawat Pelaksana dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Tipe C di Kabupaten Jember Asmuji, Asmuji
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 15 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v15i2.1205

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan keperawatan menjadi elemen terpenting dalam menentukan kualitas pelayanan Kesehatan di rumah sakit. Dominasi jumlah, waktu pelayanan, dan unsur caring menjadi pembeda dengan profesi lain. Kondisi riil, peran penting perawat masih dijumpai tidak diimbangi dengan kinerja yang baik. Beberapa factor yang mungkin dapat mempengaruhinya, yaitu: kepemimpinan, desian kerja, dan motivasi. Metode: Desain penelitian ini adalah korelasional dengan populasi seluruh perawat ruang rawat inap di rumah sakit tipe c di Kabupaten aJember yang sudah bekerja minimal dua tahun, dan jumlah sampel sebesar 100 responden yang diambil secara random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan skala likert. Analisis data menggunakan bantuan Smart PLS dengan = 0,05. Hasil: Gaya kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap kinerja perawat (pvalue > yaitu 0,188 > 0,05. Gaya kepemiminan berpengaruh signifikan terhadap job design (pvalue < yaitu 0,000 > 0,05). Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap motivasi perawat (pvalue < yaitu 0,004 > 0,05). Job design tidak berpengaruh terhadap kinerja perawat (pvalue < yaitu 0,168 > 0,05). Job design tidak berpengaruh terhadap motivasi perawat (pvalue > yaitu 0,382). Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja (pvalue < yaitu 0,001 > 0,05). Motivasi memoderasi secara signifikan pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja perawat (pvalue < yaitu 0,017 > 0,05). Motivasi memoderasi secara tidak signifikan pengaruh job design terhadap kinerja perawat (pvalue < yaitu 0,253 > 0,05). Kesimpulan: Kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan dipengaruhi oleh job design dan motivasi perawat.
Hubungan Karakteristik SDM dan Lingkungan Kerja dengan Komitmen Kerja Perawat Pelaksana dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Asmuji, Asmuji
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i1.3201

Abstract

ABSTRAK Sumberdaya manusia keperawatan merupakan unsur penting dalam pelayanan kesehatan, utamanya di rumah sakit. Kontribusi pelayanan keperawatan yang sangat besar dalam menciptakan mutu pelayanan kesehatan diperlukan komitmen kerja. Terwujudnya komitmen kerja juga dapat dipengaruhi oleh faktor individu dan lingkungan kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pengalaman kerja) dan lingkungan kerja dengan komitmen perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang rawat inap. Desain penelitian ini adalah korelasional dengan populasi seluruh perawat ruang rawat inap di rumah sakit daerah di Jember. Sampel sebanyak 125 orang diambil secara purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner dengan skala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji regresi linier ganda. Hasil penelitian: jenis kelamin dan pendidikan terakhir tidak berhubungan dengan komitmen kerja dengan masing-masing nilai p= 0,843 dan 0,258, nilai tersebut lebih besar dari nilai a= 0,05. Sedangkan usia dan masa kerja perawat berhubungan dengan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan dengan masing-masing nilai p= 0,001 dan 0,000 yang lebih kecil dari nilai a= 0,05. Variabel lingkungan kerja menunjukkan berhubungn dengan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan, dengan nilai p= 0,000 yang lebih kecil dari nilai a= 0,05. Model regresi linier ganda yang diperoleh adalah komitmen kerja= 40,347 - 0,404 Usia + 0,629 Masker + 0,426 Lingker. Kesimpulannya usia, masa kerja, dan lingkungan kerja mempunyai peran penting dalam menciptakan komitmen kerja perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit.  
Mother Class sebagai Media Pembelajaran Pencegahan Stunting pada Kelompok Pengajian di Dusun Kepel Desa Lojejer Wuluhan Jember Asmuji, Asmuji; Handayani, Luh Titi
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.219

Abstract

Stunting merupakan fenomena yang sampai detik ini menjadi perbincangan yang perlu segera diselesaikan. Salah satu penyebab timbulnya stunting adalah rendahnya pengetahuan Mitra. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Mitra dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada mother class tentang stunting. Metode: pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan (perijinan, koordinasi, dan menyiapkan bahan dan alat), pelaksanaan (pendidikan kesehatan), dan evaluasi (struktur, proses, dan output). Pengabdian masyarakat dilakukan pada kelompok pengajian ibu-ibu yang beranggotakan sejumlah 20 orang. Kegiatan yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan Mitra dengan hasil pretest rata-rata nilainya 45, sedangkan post kegiatan meningkat menjadi 78.  Pendidikan kesehatan yang diberikan kepada Mitra mother class memberikan luaran dalam meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang stunting.
Penyuluhan Kesehatan pada Perempuan Masa Menopause di Mother School Sumbersari (MOSS) Asmuji, Asmuji; Widada, Wahyudi
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i1.380

Abstract

Menopause merupakan masa yang pasti dihadapi dalam perjalanan hidup seorang perempuan dan merupakan proses alamiah seiring bertambahnya usia. Meskipun hal tersebut menjadi tahapan yang umum dialami oleh setiap perempuan, banyak yang tetap merasakan kecemasan saat menghadapinya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang menopause dan permasalahan kesehatannya. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan (perizinan, koordinasi, serta penyiapan bahan dan alat), tahap pelaksanaan (pemberian pendidikan kesehatan), dan tahap evaluasi (meliputi aspek struktur, proses, dan output). Mitra kegiatan adalah kelompok pengajian ibu-ibu yang tergabung dalam Mother School Sumbersari (MOSS), yang beranggotakan sekitar 35 orang perempuan, dengan 29 orang hadir dalam kegiatan. Sebagian besar atau hampir seluruh peserta (95%) merupakan ibu-ibu yang telah mengalami menopause. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai pengetahuan sebelum kegiatan hanya mencapai rata-rata 54,6, namun meningkat menjadi 79,3 setelah kegiatan pendidikan kesehatan.Pendidikan kesehatan yang dilakukan di MOSS menghasilkan meningkatnya pengetahuan mitra tentang menopause dan masalah kesehatannya, baik dari segi pengertian, tanda, penyebab, cara pencegahan, maupun penatalaksanaannya.
Kinerja Tim Bedah Kamar Operasi Rumah Sakit di Kabupaten Jember Asmuji, Asmuji; Widodo, Priyo; Sumarini, Ninik; Indahwati, Iin
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 5 No. 1 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i1.259

Abstract

AbstrakRuang bedah (kamar operas) menjadi suatu area yang memberikan pelayanan pembedahan dengan resiko kasus kecelakaan yang sangat tinggi. Penerapan 3 fase pembedahan (sign in, time out, dan sign out) menjadi kegiatan wajib yang harus dipatuhi tim bedah untuk mewujudkan program keselamatan pasien. Karena, keselamatan pasien dapat menjadi nilai kinerja tim bedah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kinerja tim bedah kamar operasi di rumah sakit di Kabupaten Jember. Desain yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif observasional. Sampel penelitian ini adalah klien yang mendapatkan tindakan bedah (operasi) dengan jumlah 32 orang diambil secara quota sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Surgical Safety Checklist (SSC) dari WHO. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif dengan tampilan data berupa tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan 32 (100%) klien yang akan menjalani operasi dilakukan sign in sesuai dengan item dalam SSC. Artinya kinerja tim bedah dalam tahapan sign in dalam katagori baik. Kinerja tim bedah pada fase time out dan sign out belum menunjukkan kinerja yang baik. Kinerja tim bedah yang tidak baik dalam kegiatan pembedahan sangat berisiko menimbulkan ancaman keselamatan klien selama menjalani pembedahan maupun setelahnya. Bagi pihak manajemen rumah sakit diharapkan melakukan monitoring dan evaluasi kinerja tim bedah secara berkala dan berkelanjutan.Kata kunci: kamar operasi, kinerja, tim bedah AbstractThe surgery room is an area that provides surgical services with a very high risk of accident cases. The implementation of 3 phases of surgery (sign in, time out, and sign out) is a mandatory activity that the surgical team must comply with to realize a patient safety program. Because patient safety shows the work value of the surgical team's performance in carrying out their duties and responsibilities. This study aims to describe the performance of the operating room surgery team at a hospital in Jember Regency. The design used in this research is descriptive observational. The sample of this study was 32 clients who received surgery/surgery which was taken by quota sampling. The collecting data used Surgical Safety Checklist (SSC) from WHO. The data analysis used description with the data display in the form of a frequency distribution table. The results showed that 32 (100%) clients who will have surgery were signed in based on the items in the SSC. It showed that the performance of the surgical team in the sign-in stage is in a good category. The performance of the surgical team in the time out and sign out phases has not shown good performance. The substandard performance of the surgical team is very risky to pose a threat to the client’s safety during surgery and after surgery. The hospital management is expected to monitor and evaluate the performance of the surgical team regularly and continuously.Keywords: surgery room, performance, surgical team
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Kanker di Instalasi Kemoterapi RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso Islamiyah, Yuniar Ayu; Asmuji, Asmuji; Haryanti, Dwi Yunita
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 4 (2025): SEMNAS-HEALTH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi terapeutik adalah salah satu komponen penting dalam pelayanan keperawatan berkualitas. Komunikasi terapeutik yang buruk sering kali menyebabkan pasien merasa tidak dihargai, tidak mendapatkan informasi yang cukup, atau tidak memperoleh perhatian yang layak sehingga mempengaruhi motivasi pasien dalam pengobatan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien kanker di Instalasi Kemoterapi RSUD dr. H Koesnadi Bondowoso. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kolerasional cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien kanker yang menjalani kemoterapi di instalasi kemoterapi RSUD dr. Koesnadi Bondowoso sebanyak 43 orang dan sampel pada penelitian ini ditetapkan 39 menggunakan rumus slovin dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk menilai komunikasi terapeutik perawat adalah Global International Therapeutic Communication Scale (GITCS), sedangkan tingkat kepuasan pasien diukur dengan membandingkan kenyataan dengan harapan pasien. Analisis data menggunakan uji statistik spearman rho menunjukkan hasil pahwa p value = 0.002 < 0.05. hasil ini menunjukkan bahwa H1 diterima dengan koefisien korelasi (r) = 0, 489 yang dapat diartikan hubungan cukup. Ada hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien kanker di Instalasi Kemoterapi RSUD dr. H Koesnadi Bondowoso.