Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK KEPALA RUANG DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA JEMBER: Conflict Management Strategy of the Head Room with Nurse Work Productivity in the Inpatient Room of Level III Baladhika Husada Jember Hospital Kadek Fadila Oktaviana; Asmuji; Dwi Yunita Haryanti
ASSYIFA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/ajk.v2i2.62

Abstract

Conflict is one of the things that can affect work productivity, conflict can have a positive or negative impact depending on how it is handled. In the scope of nurses in the hospital, the head of the room becomes one of the important roles in resolving conflicts in nurses. The purpose of this study was to determine the relationship between conflict management of the head of the room with the work productivity of nurses in the inpatient room of Level III Baladika Husada Jember Hospital. This research design is a correlation with a cross sectional approach. The population of this study were 78 nurses in the inpatient room. The sample of this study amounted to 63 nurses. The sampling technique used was probability sampling by means of proportionate stratified sampling. The instrument in this study was a questionnaire.  From the research it was found that conflict management was good (90.5%), conflict management was sufficient (9.5%), good work productivity (73%), sufficient productivity (27%). The results of the Spearman's Rho statistical test with (ɑ = 0.05) showed a p value of 0.021 so that H1 was accepted, which means that there is a relationship between the conflict management of the head of the room with the work productivity of nurses in the inpatient room of Level III Baladhika Husada Jember Hospital with a weak relationship strength (r = 0.290). Good conflict management from the head of the room plays an important role in creating a comfortable environment so that it can increase the work productivity of nurses.
Intervensi Keperawatan Coaching Support pada keluarga terhadap upaya pemenuhan nutrisi Balita Stunting di desa Klungkung Sukorambi Jember Susi Wahyuning Asih; Asmuji; Supriyadi; Devita Norma Yulianda
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.441

Abstract

Background and Aim: The state of malnutrition or chronic malnutrition that occurs in toddlers aged between 0-60 months, characterized by short stature and delays in growth and development is called stunting. The reported stunting rate is generally global, not differentiated by age range, so the exact number for each of these age ranges cannot be known. However, the average cases discussed were cases in groups of children or toddlers that received less attention. This condition causes toddlers to be very vulnerable to stunting. Toddlers who have experienced stunting are of particular concern, especially in fulfilling their nutrition. The family Coaching Support nursing intervention program is very important to increase the nutritional adequacy of these toddlers Methods: The research design uses a correlational design through a cross sectional model. The population used by the researchers was 64 children with a sample of 52 children using a proportional stratified random sampling technique. Bivariate analysis using the Spearman Rank correlation test. Results: The results of the study obtained a p value of 0.0005 <α 0.05 with a correlation of 0.3244 which means that the study has a moderate relationship between the coaching support nursing intervention model and the fulfillment of nutritional needs in children. Conclusion: The role of nurses, especially in community and family nursing, can be as a counselor assistant and as an educator related to understanding the form of family coaching support to preventing stunting or malnutrition in children according to family expectations in achieving the appropriate stages of child and family development Keywords ; nursing intervention, Coaching support, family, toddlers
HUBUNGAN SIKAP CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KENYAMANAN PASIEN PERIOPERATIF SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT CITRA HUSADA JEMBER Ririn Setyowati; Asmuji, Asmuji; Mohammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2374

Abstract

Sectio caesarea dapat memengaruhi penyesuaian wanita selama periode pascapersalinan dan berkontribusi pada peningkatan risiko gangguan psikologis maupun fisik. Pemberian kenyamanan pada ibu selama periode perioperatif memudahkan adaptasi ibu terhadap masa ini dan mempercepat proses adaptasi setelah melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan sikap caring perawat dengan tingkat kenyamanan pasien perioperatif Sectio caesarea. Penelitian ini menggunakan design cross sectional dengan melibatkan pasien perioperatif Sectio caesarea di Rumah Sakit Citra Husada Jember sebanyak 56 partisipan. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diambil menggunakan kuesioner The Caring Behaviors Inventory dan Comfort scale. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien perioperatif Sectio caesarea sebagian besar melaporkan sikap perawat adalah caring (87,5%) dan menyatakan nyaman (87,5%). Analisis bivariate menunjukkan ada hubungan sikap caring perawat dengan tingkat kenyamanan pasien perioperatif Sectio caesarea (p value = 0,000; α = 0,05; r = 0,554). Temuan ini memberikan wawasan baru mengenai arti kenyamanan bagi pasien Sectio caesarea bahwa sikap caring diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan. Oleh karenanya perawat harus menampilkan sikap caring dengan penampilan yang bermartabat dan bahasa yang sopan untuk meredakan ketakutan sehingga pasien akan nyaman.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE FOCUS GROUP DISCUSSION TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN SKABIES SANTRI DI PONDOK PESANTREN IBNU KATSIR JEMBER Novannisa Imanda; Asmuji, Asmuji; Dwi Yunita Haryanti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2389

Abstract

Latar Belakang: Skabies atau dikenal juga dengan kudis, gudig, dan budug, adalah suatu kondisi kulit yang disebabkan oleh infeksi kutu Sarcoptes scabiei varietas hominis. Penyakit skabies seringkali dialami oleh penghuni asrama, penjara tempat yang lembab sempit dan banyak orang. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para santri dan diharapkan akan mempengaruhi sikap seseorang dalam mencegah terjadinya scabies. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen design berupa rancangan pretest-posttest with one group design dengan 50 orang responden yang diambil dengan teknik non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Pendidikan Kesehatan yang diberikan dilakukan dengan metode FGD kepada responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan sikap yang di buat sendiri oleh peneliti dengan terlebih dahulu dilakukan uji validitas. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa dimana p value pengetahuan = 0,00 dan p value sikap = 0,00 lebih kecil dari pada nilai alpha (p<0,05) didapatkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang scabies dengan metode FGD terhadap pengetahuan dan sikap santri di Pondok Pesantren Ibnu Katsir Jember. Saran untuk klinik dan pondok pesantren diharapkan dapat bekerjasama untuk aktif dalam pemberian pendidikan kesehatan kepada santri tentang scabies. Agar pengetahuan dan sikap santri meningkat menjadi lebih baik, supaya tidak terjadi penularan penyakit scabies
HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD dr. SOEBANDI JEMBER Dwi Prastiyo Susanto; Asmuji, Asmuji; Ginanjar Sasmito Adi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i4.4587

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan dapat berdampak terhadap kualitas hidup. Masalah klinis dan komplikasi yang ditimbulkan oleh gagal ginjal kronik berdampak negatif terhadap fisik dan aspek biopsikososial yang dapat mempengaruhi tingkat kualitas hidup pasien sehingga perlu adanya penyesuaian diri dan adaptasi yang lebih (resiliensi). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di RSD dr. Soebandi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan gagal ginjal kronik di Ruang Instalasi Dialisis RSD dr. Soebandi Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling dengan jumlah sampel 69 responden. Analisis data yang digunakan yaitu uji korelasi spearman rho untuk mengetahui adanya hubungan antara resiliensi dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Hasil penelitian menunjukkan p 0,004<0,05 yang artinya H1 diterima sehingga terdapat hubungan resiliensi dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di RSD dr. Soebandi, Jember.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KADER TB DENGAN PENEMUAN SUSPEK TB DI UPTD PUSKESMAS KENCONG Rischa Amalia Salsabilla; Asmuji, Asmuji; Ginanjar Sasmito Adi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i4.4628

Abstract

Latar Belakang: TB (Tuberculosis) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB (Tuberculosis) sampai saat merupakan masalah kesehatan yang perlu ditanggulangi. Penemuan suspek TB dengan melakukan investigasi kontak terhadap seseorang yang berada disekitar rumah penderita positif TB perlu dilakukan. Kader memiliki peranan penting dalam pelaksanaan kegiatan pelacakan dan investigasi kontak penemuan suspek TB. Kegiatan ini memberikan manfaat untuk meningkatkan penemuan kasus dan mencegah penularan TB dimasyarakat. Peran kader ini akan dapat dipenuhi dengan membekali kader dengan pengetahuan yang memadai untuk melaksanakan tugasnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan kader TB di wilayah kerja Puskesmas Kencong Kecamatan Kencong Kabupaten Jember. Metode : Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan sampel penelitian ini seluruh kader TB di wilayah kerja Puskesmas Kencong Kecamatan Kencong Kabupaten Jember sebanyak 30 kader. Analisis data penelitian menggunakan uji Spearman Rho Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader dengan ( p value < 0,005) dinyatakan memiliki hubungan yang signifikan dengan penemuan suspek TB. Diskusi: Diharapkan kader TB lebih aktif dalam mengikuti pengarahan atau pertemuan yang diselenggarakan oleh puskesmas serta kesediaan dari kader yang lama untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman dengan rekan kader yang baru.
HUBUNGAN KONSUMSI MIE INSTAN TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KALIWATES Mulyaningsih, Ellya; Asmuji, Asmuji; Adi, Ginanjar Sasmito
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i1.4802

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah melewati batas normal sistolik 140 mmHg atau lebih dan diastolik 90 mmHg atau lebih pada dua kali pengukuran. Prevalensi hipertensi di Indonesia diperkirakan meningkat dari waktu ke waktu. Salah satu faktor resiko yang dapat menyebabkan hipertensi yaitu perilaku gaya hidup dalam mengkonsumsi makanan seperti konsumsi garam yang berlebih. Salah satu makanan yang mengandung garam adalah mie instan. Menurut Kementrian Kesehatan batas konsumsi garam per hari tidak boleh melebihi 2000 mg natrium atau setara 1 sendok teh, sedangkan kandungan natrium dalam mie rata – rata keseluruhan 1256 mg natrium. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi mie instan terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Kaliwates Kabupaten Jember. Desain Penelitian ini deskriptif korelasi dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah 217 pasien rawat jalan usia 40 – 60 di Puskesmas Kaliwates. Sampel dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu kelompok kasus 27 responden dan kelompok kontrol 27 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner . Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Ada hubungan konsumsi mie instan terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Kaliwates p value 0,004 <(0,05), dengan Nilai OR didapatkan yakni 6,192 dengan CI lower upper masing-masing 1,683 dan 22,785 dimana jika mengkonsumsi mie instan berisiko mengalami hipertensi sebesar 6.192 kali dibanding yang tidak mengkonsumsi mie instan, dengan sekurang-kurangnya lebih berisiko sebesar 1,683 kali dan paling besar lebih berisiko sebesar 22,785 kali lipat dapat menderita hipertensi. Saran: Diharapkan responden dapat mengurangi konsumsi makanan instan, tinggi kalori, berlemak, berpengawet dan kurangi asupan garam yang dapat menyebabkan hipertensi. Kata Kunci : Hipertensi, Mie Instan ABSTRACT Background: Hypertension or high blood pressure is a condition in which blood pressure exceeds the systolic normal limit of 140 mmHg or more and diastolic 90 mmHg or more at two measurements. The prevalence of hypertension in Indonesia is estimated to increase over time. One of the risk factors that can cause hypertension is lifestyle behavior in eating foods such as excess salt consumption. According to the Ministry of Health, the salt intake limit should not exceed 2000 mg of sodium per day or the equivalent of 1 teaspoon, while the sodium content in peanuts averages a total of 1256 mg. The purpose of this research is to find out the relationship between the consumption of instantaneous noodles and the occurrence of hypertension in Kaliwates Health Center district of Jember. Design is a descriptive correlation with a case control approach. The study population was 217 street care patients aged 40 – 60 in Puskesmas Health Center. The sample in the study was divided into two cases of 27 respondents and a control group of 27. The instinct used is a questionnaire. bivariant analysis using the Chi-square test. Results: There is a relationship between instantaneous meat consumption and hypertension incidence in Kaliwates Health Center p value 0,004 <(0,05), with OR value obtained is 6,192 with lower upper CI respectively 1,683 and 22,785 where if consuming instantaneu meat has a risk of developing high blood pressure of 6.192 times compared to those who do not consume instantaneus meat, with at least a higher risk of 1, 683 times and the greatest a greater risk of suffering from hypertensive 22.785 times. Advice: Expect respondents to reduce the consumption of instant foods, high-calorie, fatty, preserved and reduced salt intake that can lead to hypertension. Keywords: Hypertension, instantaneous noodles
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF AWARENESS LANSIA PENDERIRA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAMBESARI BONDOWOSO Samuji, Samuji; Sri Wahyuni A; Asmuji, Asmuji
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4838

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit progresif yang di tandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk memetabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Hal tersebut dapat di mulai dari diri sendiri atau kesadaran diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self awarenesslansia penderita diabetes melitus. Metode: Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripsi correlational serta menggunakan pendekatan penelitian cross sectional. Dengan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan self awareness. Teknik pengambilan sampel purposive sampling sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 responden. Analisa data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden meliputi usia mayoritas pada lansia usia 60-69 64,6%, perempuan 60%, pendidikan SD 58,5%, Petani/pedagang 66,2%. Uji statistik menghasilkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan self awareness lansia penderita diabetes melitus (p value 0,000<0,05). Diskusi: Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat melibatkan keluarga dalam peningkatan kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan dan pengobatannya seperti memasukkan dukungan keluarga sebagai suatu upaya promosi kesehatan pada lansia penderita diabetes mellitus. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Self Awareness, Diabetes Melitus ABSTRACT Background: Diabetes mellitus is a progressive disease characterized by the body's inability to metabolize carbohydrates, fats and proteins. This can start from yourself or self-awareness. The aim of this research is to determine the relationship between family support and self-awareness of elderly people with diabetes mellitus. Method: This research method uses a correlational descriptive research design and uses a cross-sectional research approach. By using a family support and self-awareness questionnaire. The sampling technique was purposive sampling so that the sample in this study consisted of 65 respondents. Data analysis was carried out using the Spearman Rho test. Results: The results of the research showed that the characteristics of the respondents included the majority, elderly aged 60-69 64.6%, women 60%, elementary school education 58.5%, farmers/traders 66.2%. Statistical tests showed that there was a relationship between family support and self-awareness of elderly people with diabetes melitus (p value 0.000<0.05). Discussion: It is hoped that health workers can involve families in increasing patient compliance in undergoing care and treatment, such as including family support as a health promotion effort for elderly people with diabetes mellitus.. Keywords :Family Support, Self Awareness, Diabetes Mellitus
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Simulasi Terhadap Pengetahuan Personal Hygiene Kewanitaan Pada Siswi Kelas X SMA Negeri Jenggawah Agustin, Aniesah Dwi; Asmuji, Asmuji; Dwi Yunita Haryanti
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i5.4932

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Menjaga kesehatan reproduksi menjadi penting karena berkaitan dengan bagaimana kita menjamin kelangsungan hidup manusia dari satu generasi ke generasi berikutnya, agar generasi berikutnya memiliki kualitas yang lebih baik dari generasi saat ini. Kebersihan sistem reproduksi yang tidak terjaga dapat menimbulkan terjadinya infeksi yang mengakibatkan penyakit. Selain itu, dapat mengganggu aktivitas seksual hingga berisiko terjadinya penyakit menular seksual. Kurangnya pengetahuan tentang cara merawat diri khususnya di daerah reproduksi wanita juga dialami oleh siswi SMA Negeri Jenggawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah pendidikan kesehatan kepada siswi SMA Negeri Jenggawah khususnya tentang personal hygiene kewanitaan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan bentuk pre and post test without control. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas X SMA Negeri Jenggawah dengan jumlah 166 siswi. Sampel penelitian sebanyak 36 siswi dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuisioner dan analisis data menggunakan uji t-test. Hasil penelitian: Hasil uji paired sample t-test pengetahuan siswi tentang personal hygiene kewanitaan sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan kesehatan didapatkan p value 0.000 < 0.005. Kesimpulan: terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode simulasi terhadap pengetahuan personal hygiene kewanitaan pada siswi kelas X SMA Negeri Jenggawah. Kata Kunci: Pendidikan kesehatan, Metode simulasi, Pengetahuan, Personal hygiene kewanitaan. Abstrac Background: Maintaining reproductive health is crucial as it relates to ensuring human survival from one generation to the next, with the aim of improving the quality of future generations. Poor hygiene of the reproductive system can lead to infections resulting in diseases. Additionally, it can interfere with sexual activity and increase the risk of sexually transmitted diseases. Lack of knowledge about self-care, particularly in the female reproductive area, is also experienced by students at Jenggawah State High School. This study aims to analyze the issue of health education for female students at Jenggawah State High School, specifically regarding female personal hygiene. Method: This study is a pre-experimental research with a pre and post-test without control design. The population consists of 166 10th grade female students at Jenggawah State High School. The sample includes 36 students selected through cluster sampling. Data collection was conducted using questionnaires, and data analysis employed the t-test. Results: The paired sample t-test results for students' knowledge of female personal hygiene before and after receiving health education showed a p-value of 0.000 < 0.005. Conclusion: There is a significant effect of health education using the simulation method on the knowledge of female personal hygiene among 10th grade students at Jenggawah State High School. Keywords: health education, simulation method, knowledge, female personal hygiene.
PENGARUH PENERAPAN KARTU KONTROL TERHADAP NILAI TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS JOMBANG Siti Mashuda; Asmuji, Asmuji; Ginanjar Sasmito Adi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v5i2.5028

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang mematikan didunia yang dikenal juga sebagai silent killer. Dengan tingginya angka hipertensi untuk mengendalikan hipertensi tersebut masih kurang sehingga dapat menekan angka hipertensi. Keberhasilan penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi obat antihipentensi secara rutin, namun kebanyakan penderita hipertensi lupa untuk meminum obat secara rutin sehingga tensi darah tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh pemberian kartu kontrol terhadap nilai tekanan darah penderita hipertensi di UPTD Puskesmas Jombang Kabupaten Jember. Metode: Desain penelitian ini menggunakan Pra-experimental dengan rancangan One Group pre-test post-test. Populasi pada penelitian ini adalah penderita hipertensi yang berkunjung ke UPTD Puskesmas Jombang Kabupaten Jember dengan jumlah sampel 30 orang.teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji paired t-test. Hasil: Hasil penelitian ini tekanan sistolik dan diastolik didapatkan p-value 0,00<0,05 menunjukkan ada pengaruh yang signifikan rata-rata nilai hipertensi sebelum dan sesudah diberikan kartu kontrol. Diskusi : Faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien hipertensi untuk melakukan kontrol hipertensi seara rutin dapat meningkatkan kestabilan kondisi tekanan darah pada pasien hipertensi.