Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Beban Kerja dengan Kinerja Perawat dalam Melakukan Asuhan Keperawatan di Instalasi Rawat Inap RSD Balung Berbasis Theory Kopelman Dita Apriliya Putri; Asmuji Asmuji; Yeni Suryaningsih
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i3.51

Abstract

Beban kerja dapat digambarkan sebagai keseluruhan susunan pekerjaan yang dialami dihari itu termasuk organisasi, lingkungan, pribadi (fisik, psikologis dan psikologi) dan faktor situasional. Beban kerja harus diperhatikan untuk mendapatkan keserasian dan produktifitas kerja yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan di Instalasi Rawat Inap RSD Balung. Desain penelitian model kolerasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang diambil menggunakan teknik Proportionate Random Sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah Spearman rho dengan α = 0,05. Hasil yang didapatkan perawat yang memiliki beban kerja ringan dengan kinerja baik sebanyak 19 orang (47,5%), beban kerja ringan dengan kinerja cukup sebanyak 12 Orang (30%), beban kerja sedang dengan kinerja baik 1 orang (2,5%), beban kerja sedang dengan kinerja cukup 7 orang (17,5%), dan beban kerja berat dengan kinerja kurang 1 orang (2,5%). %). Hasil statistik menunjukkan perawat memiliki beban kerja ringan dan kinerja baik dengan tingkat signifikasi ρ = 0,003 dan nilai koefisien korelasi negatif 0,463 dengan kekuatan hubungan sedang yang artinya terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dengan kinerja perawat. Diharapkan adanya evaluasi beban kerja, situasi lingkungan yang kondusif, serta upaya perawat meningkatkan kinerja sehingga kepuasan pasien mendapatkan mutu pelayanan yang baik dapat tercapai
Hubungan Fungsi Afektif Keluarga dengan Perilaku Bullying pada Remaja di SMAN Arjasa Kabupaten Jember Dhimas Fatahillah Ariyanto; Asmuji Asmuji; Susi Wahyuning Asih; Siti Kholifah
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.57

Abstract

Fungsi afektif merupakan sebuah persepsi atau cara pandang keluarga terhadap pemenuhan kebutuhan psikososial anggota keluarga. Fungsi afektif adalah salah satu fungsi keluarga yang merupakan penciptaan rasa aman, pengdaan interaksi, pemberian perlindungan pada remaja. Kurangnya interaksi di dalam keluarga akan berpeluang remaja melakukan tindakan bullying. Bullying merupakan istilah yang menggambarkan beberapa tindakan atau sebuah perilaku agresif seseorang atau sekelompok orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fungsi afektif keluarga dengan perilaku bullying pada remaja di SMAN Arjasa Kabupaten Jember. Desain penelitian menggunakan model kolerasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 83 responden yang diambil menggunakan teknik Proportionate Random Sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah spearman rho dengan α = 0,05. Hasil yang didapatkan responden sebanyak 50 orang (60,2%) memiliki fungsi afektif keluarga dalam kategori sedang dan responden sebanyak 42 orang (50,6%) memiliki perilaku bullying dalam kategori ringan. Hasil uji statistik menunjukkan diperoleh p value 0,005 dimana p value < α (0,05); r = - 0,308 yang berarti termasuk hubungan moderat yang artinya terdapat fungsi afektif keluarga dengan perilaku bullying pada remaja di SMAN Arjasa Kabupaten Jember. Diharapkan Dengan berjalannya fungsi afektif keluarga yang baik akan membentuk perilaku yang baik pada remaja yang dapat menekan angka terjadinya bullying.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Usia Produktif di Puskesmas Gladak Pakem Yolanda Intan Aulia; Asmuji Asmuji
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.69

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan adalah kecakapan atau keahlian dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien sesuai standar profesi untuk menarik pasien agar berkunjung kembali. Indikator utama untuk mengetahui kualitas pelayanan kesehatan yaitu kepuasan pasien. Kepuasan pasien merupakan jawaban dari pandangan pasien tentang unjuk kerja yang disediakan pelayanan dan fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien usia produktif di Puskesmas Gladak Pakem di tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kolerasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 86 pasien yang berobat ke Puskesmas Gladak Pakem pada bulan Desember 2022. Teknik pengambilan sampling menggunakan nonprobability sampling. Teknik penentuan sampelnya adalah quota sampling dengan jumlah 49 pasien usia produktif. Analisis data yang digunakan yaitu uji korelasi Spearman rho untuk mengetahui adanya hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien usia produktif di Puskesmas Gladak Pakem. Hasil penelitian menunjukkan nilai p 0,000<0,05 yang artinya H1 diterima sehingga kuliatas pelayanan kesehatan yang baik berhubungan dengan kepuasan yang tinggi pada pasien usia produktif di Puskesmas Gladak Pakem. Peneliti menyarankan Puskesmas Gladak Pakem dapat mempertahankan dan mengembangkan kualitas pelayanan kesehatan serta melakukan suvei secara berkala untuk mengetahui kepuasan pasien.
Hubungan Mutu Pelayanan dengan Minat Kunjungan Ulang pada Pasien Tuberculosis Rawat Jalan di Puskesmas Mayang Mochammad Wafi Rizqulloh; Asmuji Asmuji; Dwi Yunita Haryanti
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.71

Abstract

Puskesmas adalah salah satu bentuk upaya pemerintah dalam menyelenggarakan kesehatan kepada masyarakat. Pemerintah bertujuan mensejahterahkan kehidupan masyarakat dengan memperhatikan kesehatannya. Terutama pada pasien tuberculosis yang dimana pasien tuberculosis tersebut membutuhkan waktu pengobatan kurang lebih selama 6 bulan secara rutin. Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien tuberculosis rawat jalan di Puskesmas Mayang sebanyak 92 orang, Sampel yang digunakan sebanyak 75 responden yang dihitung menggunakan rumus slovin. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan metode quota sampling. In-strument yang digunakan adalah kuesioner mutu pelayanan dan minat kunjungan ulang. Analisis data menggunakan uji Spearman rho. Hasil: Tingkat signifikan 5% (0,05) hasil uji statistik rank spearman rho, yakni sig (0,003) < 0,05 dengan nilai r 0,340 dengan kekuatan hubungan cukup kuat, maka H1 diterima. Artinya terdapat hubungan mutu pelayanan dengan minat kunjungan ulang pada pasien tuberculosis rawat jalan di Puskesmas Mayang. Analisis: Tingkat mutu pelayanan pada pasien tuberculosis rawat jalan di Puskesmas Mayang berada pada tingkat cukup bermutu sebanyak 45 responden (60%) dan minat kunjungan ulang berada pada kategori berminat sebanyak 38 responden (50,7%). Diskusi: Penelitian ini diharapkan sebagai cara altenatif tenaga kesehatan disuatu layanan kesehatan untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif pada permasalahan yang berhubungan dengan mutu pe-layanan dan akan berpengaruh pada minat kunjungan ulang pasien.