Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Instrumen Evaluasi Non Tes (Informal) untuk Menjaring Data Kualitatif Perkembangan Anak Usia Dini Amir Syamsudin
Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v3i1.2882

Abstract

Tindakan anak, ucapan/ekspresi tubuh anak, dan hasil karya anak merupakan sumber informasi tentang perkembangan mental anak. Informasi yang bersumber dari tindakan anak dapat diperoleh menggunakan metode observasi. Informasi yang bersumber dari ucapan ekspresi tubuh anak dapat digali melalui metode wawancara. Sedangkan informasi yang bersumber dari hasil karya anak dapat diperoleh melalui metode dokumentasi. Observasi adalah aktivitas mencatat suatu gejala/peristiwa dengan bantuan alat/instrumen untuk merekam/mencatatnya guna tujuan ilmiah atau tujuan lainnya. Rekaman wawancara/percakapan adalah kumpulan informasi yang digali melalui tanya jawab lisan dan percakapan sehari-hari dengan tujuan untuk mengukur kadar pengetahuan yang sudah dimiliki anak. Dokumen merupakan catatan yang bersifat pribadi seperti buku harian, surat-surat, atau catatan lapangan. Dokumen sangat penting untuk menutup celah perbedaaan informasi yang digali dari wawancara dengan informasi yang digali dari observasi.   Kata Kunci: instrumen evaluasi non tes, perkembangan anak
Implementasi Pembelajaran Seni Rupa PAUD di Masa Pandemi Covid-19 Prayitno Prayitno; Amir Syamsudin; Joko Pamungkas; Harun Harun; Sudaryanti Sudaryanti
Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v10i2.44103

Abstract

Masa pandemi Covid-19 membuat pembelajaran seni rupa di lembaga PAUD dilakukan secara daring atau jarak jauh. Fokus penelitian ini yaitu Implementasi pembelajaran seni rupa PAUD di masa pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran implementasi pembelajaran seni rupa di Lembaga PAUD di masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dengan cara self-assessment. Subjek penelitian ini sebanyak 66 orang guru di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, kemudian menyajikan data dalam bentuk grafik dan penjelasan naratifnya. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa pembelajaran seni rupa yang paling banyak diterapkan oleh guru TK selama pandemi ini adalah kegiatan menggambar dan mewarnai yaitu 64 responden atau sekitar 97% dari 66 responden, dibandingkan dengan melukis, membatik, menganyam, kolase, montase, dan mozaik. Alasan utama menerapkan kegiatan menggambar dan mewarnai adalah karena alat dan bahan mudah didapat, serta anak dapat mengerjakan secara mandiri tanpa bantuan orang tuanya.
KEPUASAN STAKEHOLDERS PAUD TERHADAP KINERJA LULUSAN PROGRAM STUDI S1 PGPAUD FIP UNY Amir Syamsudin; Joko Pamungkas; Nur Hayati
Jurnal Pendidikan Anak Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v7i1.24441

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan stakeholders PAUD atas kinerja lulusan program studi dan harapan stakeholders PAUD atas kinerja program studi S1 PGPAUD. Metode penelitian adalah survey terhadap stakeholders PAUD. Subjek penelitian sebanyak 48 orang lulusan program studi PGPAUD dan 48 orang kepala Taman Kanak-kanak yang tersebar di wilayah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan. Kriteria subjek penelitian adalah kepala TK dari lembaga PAUD yang mempekerjakan lulusan program studi S1 PGPAUD FIP UNY minimal sebanyak satu orang dengan masa kerja minimal satu tahun. Instrumen penelitian adalah angket terbuka. Teknik analisis data adalah deskriptif kuantitatif. Temuan hasil penelitian terbagi pada dua bagian. Bagian pertama tentang kepuasan stakeholders terhadap kinerja lulusan. Integritas kepribadian dan penguasaan teknologi informasi dari lulusan sangat memuaskan para stakeholders. Profesionalisme dalam bekerja dan kemampuan mengembangkan diri secara mandiri dari lulusan memuaskan para stakeholders. Kemampuan bekerjasama, berkomunikasi, dan penguasaan bahasa asing (Inggris) dari lulusan cukup memuaskan para stakeholders. Bagian kedua tentang kinerja program studi PGPAUD dalam menyelenggarakan pendidikan. Interaksi pembelajaran, lingkungan belajar, dan pengalaman belajar di program studi PGPAUD termasuk dalam kategori cukup memuaskan para lulusan. Ada hubungan positif antara pembelajaran selama kuliah di program studi PGPAUD dengan penguasaan kompetensi oleh lulusan. Bobot hubungan positif tersebut bersifat lemah karena lebih kecil dari kriteria (0,487 0,500). Kata Kunci: kepuasan stakeholders, lembaga PAUD, kinerja lulusan
KURIKULUM PAUD, GAMELAN, DAN WAYANG ORANG: REFLEKSI KEBERMAKNAAN JURUSAN PAUD BAGI MASYARAKAT BEJIHARJO, KARANGMOJO, GUNUNGKIDUL Joko Pamungkas; Amir Syamsudin; Ika Budi Maryatun
Jurnal Pendidikan Anak Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v8i2.28581

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) ini terdapat tiga seri workshop yang diselenggarakan, yaitu workshop bedah kurikulum PAUD dan pembelajaran saintifik; workshop seni gamelan dan karawitan; dan workshop pementasan seni wayang orang. Subjek sasaran PPM adalah guru-guru PAUD, dan remaja karang taruna di Sokoliman, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Keterampilan guru dalam bermain gamelan masih kurang karena  belum ada pelatihan karawitan dan gamelan. Setelah dilakukan workshop gamelan dan karawitan, dapat dilihat bahwa Guru-guru PAUD di Gugus VI Karangmojo memiliki potensi untuk melestarikan karawitan. Pementasan wayang uwong bertujuan untuk memberikan kegiatan kepada karang taruna berbasis budaya, serta menjalin kerjasama antara karang taruna Sokoliman dengan Universitas Negeri Yogyakarta. Kata Kunci: kurikulum PAUD, gamelan, karawitan, wayang uwong, guru PAUD.
EVALUASI KETERCAPAIAN STANDAR ISI PERKEMBANGAN NILAI-NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK USIA DINI PADA SEMESTER GASSAL 2016/2017 KB/TK PEDAGOGIA Amir Syamsudin
Jurnal Pendidikan Anak Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v5i2.12374

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi ketercapaian indikator-indikator teoretik nilai-nilai agama dan moral anak usia dini yang diekpresikan anak dalam perilaku selama proses pembelajaran. Langkah-langkah penelitian meliputi kajian literatur, menyusun kerangka konseptual hubungan antara substansi dan perkembangan nilai-nilai agama dan moral anak usia dini, menyusun definisi operasional, merumuskan indikator perkembangan nilai-nilai agama dan moral anak usia dini, menyusun draft model faktorial nilai-nilai agama dan moral beserta seluruh indikator teoretiknya, pengumpulan data penelitian, dan analisis data menggunakan confirmatory factor analyses. Subjek penelitian berjumlah 71 anak dari rentang usia 3-6 tahun. Hasil penelitian menemukan 27 indikator perkembangan NAM anak usia 5-6 tahun, 20 indikator untuk anak usia 4-5 tahun, dan 10 indikator untuk anak usia 3-4 tahun telah dikukuhkan oleh data empirik. Kata kunci: perkembangan, nilai agama dan moral, anak usia dini.
Pengembangan Nilai-Nilai Agama dan Moral pada Anak Usia Dini Amir Syamsudin
Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v1i2.3018

Abstract

Dunia rohani adalah kenyataan yang tidak dapat dipersepsi pancaindera, tidak dapat dibuktikan secara empirik, dan tidak dapat ditemukan hubungan sebab akibat dari gagasan yang dipercayai sebagai ajaran Tuhan yang disampaikan melalui lisan para Nabi. Ajaran Tuhan tersebut mengandung nilai-nilai moral. Nilai moral adalah apa yang hams dilakukan oleh seseorang, karena jika tidk dilakukan ia akan memperoleh kerugian secara permanen. Nilai moral tersebut diantaranya adalah hak hidup dan kebebasan, baik bebas dari ancaman orang lain, bebas dari perbudakan, bebas dari penganiayaan maupun bebas untukberkarya, setara di hadapan hukum dan prasangka tidak bersalah sebelum terbukti bersalah di pengadilan, bebas berkeyakinan dan beragama, bebas berekspresi (pribadi, keluarga, dan berkorespondensi), bebas berorganisasi, pendidikan, dan standar minimum kelayakan hidup dari aspek kesehatan dan kebutuhan pokok material hidupnya. Metode mengenalkan nilainilai keagamaan dan moral dalam kehidupan dapat melalui metode indoktrinasi. Tujuan dari metode ini adalah agar anak menjadi manusia yang berdisiplin diri dalam pergaulan sosialnya. Selain itu dapat juga melalui metode klarifikasi nilai. Tujuan dari metode ini adalah anak dilatih untuk membuat pendapat moral yang sederhana atas peristiwa yang dialaminya. Juga melalui Teladan. Tujuan dari metode ini ialah anak diberi contoh perilaku baik secara terns menerus oleh orang dewasa agar anak mau meniru. Terakhir melalui metode pembiasaan perilaku. Tujuan dari metode ini ialah anak dibiasakan melakukan perbuatan rutin dan ajeg dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: pengembangan, nilai-nilai agama, moral, anak
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, TINGKAT PENDAPATAN, DAN PENDAMPINGAN ORANG TUA, TERHADAP CAPAIAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN DI KECAMATAN METRO PUSAT Ismatul Izza Al Iftitah; Amir Syamsudin
Jurnal Kajian Anak (J-Sanak) Vol. 4 No. 02 (2023): Jurnal Kajian Anak (J-Sanak)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

research aimed to determine the effect of education, income, and parental assistance on the cognitive development of 5-6-year-olds children in Metro Pusat Sub-district. The research employed a quantitative method and a purposive sampling technique comprising 338 subjects as a sample. The study subjects were parents of 5-6-year-olds children attending 21 kindergartens in the Metro Pusat Sub-district. The subject criteria were children whose parents are employed. The study’s findings compared t-value, t-table, p-value, and sig value. The data processing results indicated that the t-statistical value of parental education level and parental income level was more significant than t table 1.960, and the sig value was less than 0.05. This indicated that parental education and income affected the cognitive development achievement of 5-6-year-olds children in Metro Pusat Sub-district. In addition, parental assistance possesses a statistical t-value less than 1.960 and a sig value greater than 0.05. This indicated that parental assistance did not affect the cognitive development of Metro Pusat Sub-district children aged 5 to 6 years. The combined effect of education, income, and familial support has a t-table value of greater than 1.960 and a sig value of less than 0.05. This revealed that education, income,
Determinants of Parental School Selection for Early Childhood Education: A Confirmatory Factor Analysis (CFA) Approach Riana, Neti; Syamsudin, Amir
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 9 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2024.93-06

Abstract

Choosing the most suitable education for their children is often challenging for parents due to the many factors that must be considered. The desire to find the ideal kindergarten is complicated by the need to meet various criteria, leading to confusion and difficulty in decision-making. This study addresses this complexity by employing Confirmatory Factor Analysis (CFA) to simplify selection. Focusing on TKIT Al Farabi, the research validates a hypothesised model comprising ten critical factors: location, accreditation, facilities, fees, curriculum, religious education, teacher competence, extracurricular activities, school order and cleanliness, and alumni achievements. Data were collected from 154 parents through a structured questionnaire and analysed using SPSS software. The CFA results confirmed five dominant factors: school excellence, teacher professionalism, education costs, social development, and language development, collectively explaining 60.9% of the total variance. The study demonstrates that the CFA method effectively aids parents in making quick and accurate decisions regarding early childhood education. The findings also emphasise the significance of academic and non-academic attributes in school selection, suggesting that educational institutions should adopt more holistic curricula. These results have substantial implications for policymakers and educational administrators, underscoring the need for integrated programs that align with the diverse expectations of parents. Despite the study's valuable insights, further research in diverse settings is recommended to enhance the generalizability of the findings.
Intoleransi Sebagai Dampak Inkonsistensi antara Konsep dan Praktik Bermain pada Anak Usia Dini Jumiatmoko, Jumiatmoko; Syamsudin, Amir
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 6 No 1 (2024): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jecej.v6i1.2783

Abstract

Intolerance often occurs in early childhood. This is in line with a shift in playing practices. The purposes of this study were to identify the construction of the concept of play related to the development of tolerance and the implementation of play which has the potential to influence intolerance in early childhood. A literature review with stages of scoping, selecting, searching, analyzing, synthesizing, and reporting was used to examine the formulation of playing concepts from 12 relevant expert. As a result, there is a mismatch between the concept and practice of play which has the potential to develop intolerance in early childhood.
Gamelan Bocah (GACAH): Penumbuhan Karakter Kebangsaan di TK Sari Asih Yogyakarta Pamungkas, Joko; Syamsudin, Amir; Harun, Harun
Al-Athfal: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Islamic Early Childhood Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Education, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.233 KB) | DOI: 10.14421/al-athfal.2018.42-07

Abstract

This study aims to describe the children gamelan media in fostering national character values such as tolerance, responsibility, independence, adaptation, courtesy and discipline, and finalize the achievements of gross motoric development, fine motor skills, cognitive, and the early childhood art. This research method uses quasi-experiment. The variables consisted of playing children gamelan, children development, and national character values. The subjects were 16 students aged 4-6 years of Sari Asih Kindergarten, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta. This research starts from learning using children gamelan media and observing children national character behavior as well as the achievements of the children development. Data collection techniques use observation sheets for national character behavior and unstructured interview guidelines. The data analysis technique uses descriptive-qualitative. The results showed that playing children gamelan can accelerate the stimulation of the values of tolerant, responsible, and children independent characters, and can finalize the achievement of gross and cognitive motor development.