Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembelajaran dan Penilaian Berbasis HOTS Bagi Guru SD Se-Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta Muhammad Nur Wangid; Ali Mustadi; Amir Syamsudin; Woro Sri Hastuti; Ningrum Perwitasari; Ady Ferdian Noor; Eni Kusrini; Yogi Prihandoko
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 4 (2020): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v5i4.1197

Abstract

Higher Order Thinking Skills (HOTS) is a way that puts forward critical and creative values ​​so that it is seen as being able to provide solutions in facing the times. The method used is descriptive to describe HOTS-based learning and assessment. The purpose of this activity is to improve the ability of elementary school (SD) teachers in designing HOTS-based learning tools consisting of lesson plans and HOTS-based assessments. This activity is motivated by the skills faced by elementary school teachers in the implementation of the 2013 curriculum, especially in designing and implementing HOTS-based learning, as well as developing HOTS-based assessments. Therefore, this activity aims to make teachers become professionals in educating elementary students in developing children's thinking skills at a higher level.
PENGUATAN NILAI KEHIDUPAN KADER DI LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MELALUI KARAWITAN BERBASIS LAGU DOLANAN TRADISIONAL MASYARAKAT JAWA Joko Pamungkas; Amir Syamsudin; Sofia Hartati
Jurnal Ilmiah Visi Vol 14 No 2 (2019): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.323 KB) | DOI: 10.21009/JIV.1402.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberdayakan kader PAUD/PKK dalam membangun kebersamaan kelompok melalui tindakan pelatihan karawitan berbasis lagu dolanan tradisional Jawa agar terjadi penguatan nilai-nilai kehidupan pada kader PAUD di Kelurahan Caturtunggal Kecamatan Depok Sleman. Subjek penelitian adalah kader PAUD/PKK sebanyak 35 orang, dengan pilihan metode penelitian tindakan kelompok kader PAUD/PKK (participation action research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pelatihan karawitan dapat menanamkan nilai-nilai kehidupan seperti kerjasama, disiplin, tanggungjawab, percaya diri, toleransi, saling berbagi pengalaman, saling menolong, dan saling menghargai satu sama lain.
A Survey Of Art Learning In Kindergarten During The Covid 19 Pandemic Joko Pamungkas; Amir Syamsudin; Harun Ar Rosid
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2472.54 KB) | DOI: 10.59188/eduvest.v2i1.339

Abstract

The purpose of this study was to describe the practice of art learning in Kindergarten during the COVID-19 pandemic. The research method used was a survey. The research target is that a detailed description of art learning practices in Kindergarten during the COVID-19 pandemic can be drawn up as a basis for formulating the basic needs for improving the quality of learning. The results of the research can be used to improve educational praxis, formulate hypotheses, create initial development plans, evaluate programs, and evaluate policies, especially art learning in Kindergarten units. The results showed that PAUD teachers developed an art lesson plan and implemented it. However, the type of art that was taught was visual art, while dance and music were never performed. Likewise, the use of WhatsApp media is more widely used in online art learning than other social media. Also using audio media and taking examples of art learning from social media. Parents actively participate in taking learning media to school and sending photos and videos of the learning process at home. With online learning, teachers have difficulty using technology for early childhood art learning, and prefer to use face-to-face learning. Likewise with parents, parents prefer their children to learn face to face so they can meet the teacher directly.
Pola Asuh Kakek dan Nenek terhadap Anak dengan Orang Tua Broken Home Theresia Retno Hermayanti; Amir Syamsudin
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i1.2444

Abstract

Pola asuh keluarga amat penting guna proses pertumbuhan anak di masa depan, dimana kegunaan keluarga sebagai tempat membimbing serta membentukkan karakter anak. Penelitian ini dilakukan pada satu anak dan bermaksud guna tahu pola asuh yang diimplementasikan kakek dan nenek pada anak yang dari latar belakang keluarga broken home. Metode studi yang dipergunakan yakni pendekatan kualitatif bersama metode penganalisisan deskriptif yang bermaksud guna mendeskripsikan kejadian yang ada, yang berlangsung ketika itu, ataupun dimasa sebelumnya. Hasil studi menunjukkan ada 2 kecondongan pola asuh kakek serta nenek yang ditemukan yakni pola asuh permisif serta pola asuh antara permisif bersama otoriter sedang pola asuh ibu lebih ke pola asuh demokratis selaras bersama kutipan wawancara singkat yang menekankan bahwa semuanya memiliki batasan yang harus konsisten dilakukan supaya anak lebih mandiri. Kedua pola asuh itu condong berefek  negatif kepada sifat anak, yakni tidak mandiri serta manja. Disebuah keluarga, orang tua yang paling penting serta diharap saat melaksanakan fungsi pengasuhan pada anak meskipun dalam kondisi keluarga broken home agar semua aspek perkembangan anak bisa berkembang secara optimum.
Perbedaan Tingkat Konsentrasi dalam Penyelesaian Puzzle oleh Anak Usia 3-4 Tahun antara yang Merangkak dan Tidak Merangkak Nur Zahratin Nafisah R; Amir Syamsudin
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i2.4322

Abstract

Fase merangkak anak berpengaruh terhadap tingkat konsentrasi saat belajar, karena konsentrasi merupakan pemusatan pikiran terhadap suatu objek tertentu yang membutuhkan fungsi otak. Tujuan penelitian menganalisis perbedaan tingkat konsentrasi anak usia 3-4 tahun yang melewati fase merangkak dan tidak merangkak dalam menyelesaikan puzzle. Penelitian ini menggunakan metode komparatif dengan sampel penelitian sebanyak 47 responden yang diambil sesuai dengan kriteria sampel (Purposive Sampling). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa terdapat perbedaan tingkat konsentrasi dalam menyelesaikan puzzle pada anak usia 3-4 tahun yang melewati fase merangkak dan tidak melewati fase merangkak. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat konsentrasi anak usia 3-4 tahun dalam menyelesaikan puzzle antara anak yang melewati fase merangkak dan tidak merangkak. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah perlunya meningkatkan pengetahuan atau wawasan kepada orang tua dan guru mengenai tahapan perkembangan anak khususnya fase merangkak
Promoting freedom learning implementation through self-determined learning: A study of students perspectives Kartika Isna Sujati; Amir Syamsudin; Delyanti Azzumarito Pulungan; Ernita Apriani; Nimas Putri Dewi Puspitaningrum
Jurnal Kependidikan Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v7i1.37374

Abstract

This study is aimed to describe the students' perspective towards self-determined learning to promote freedom learning implementation. The survey research design with clustered sampling technique was used to collect 380 senior high school students' responses. The questionnaire that was used in the survey have validated using Pearson Product Moment and reliably known by the Alpha-Cronbach score. Descriptive statistics used as the data analytical technique to describe the senior high students' perspective towards self-determined learning to promote the freedom learning implementation. The results showed that freedom learning fundamental points have similar points with self-determined learning principles consisting of heutagogy and autonomous learning skills. The main conclusion concludes that the students' perspective toward self-determined learning could promote freedom learning implementation. The study's recommendations are be expanded the cluster sampling and be emerged the survey in the case during and after the Covid-19 pandemic the that is indirectly fostering the students' heutagogy and autonomous skill by emphasizing self-determined learning.
Analisis kemampuan menggambar sederhana guru paud mulyodadi, bantul Prayitno Prayitno; Sudaryanti Sudaryanti; Harun Harun; Amir Syamsudin; Joko Pamungkas
Jurnal Pendidikan Anak Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v12i2.67521

Abstract

Kegiatan menggambar di PAUD adalah kegiatan yang sering dilakukan sebagai media bermain sekaligus belajar anak-anak. Kemampuan menggambar sederhana bagi guru-guru PAUD merupakan salah satu keterampilan yang mendasar. Keterampilan tersebut untuk membekali guru saat proses pembelajaran, baik untuk memberikan tutorial menggambar ataupun hanya untuk menstimulasi anak didiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kemampuan menggambar sederhana guru PAUD. Metode dalam penelitian ini adalah qualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 37 guru PAUD di Kalurahan Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu observasi dan dokumentasi karya gambar. Teknis analisis data pada penelitian ini yaitu karya gambar dianalisis menggunakan instrumen atau penilaian karya gambar, kemudian disajikan dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil dari penelitian ini terdapat 17 guru memiliki kategori terampil atau sekitar 46%, 15 guru memiliki kategori cukup terampil atau sekitar 41%, dan 5 guru memiliki kategori kurang terampil atau sekitar 13% dari 37 guru PAUD.
PENGARUH IKLIM KEAGAMAAN LEMBAGA PAUD TERHADAP PERKEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK USIA DINI SE-KOTA YOGYAKARTA Amir Syamsudin
Jurnal Pendidikan Anak Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v6i2.17698

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh iklim keagamaan di lembaga PAUD terhadap perkembangan moral anak usia 5-6 tahun se-kota Yogyakarta. Populasi penelitian sebanyak 222 taman kanak-kanak se-Kota Yogyakarta. Sample penelitian berjumlah 143 taman kanak-kanak, dengan tingkat kesalahan penarikan sample sebesar 5%. Cara menarik sample menggunakan teknik clustered proportional random sampling. Satuan analisis penelitian meliputi iklim keagamaan di sekolah, pengalaman kerja guru PAUD, perkembangan NAM anak usia 5-6 tahun, dan persepsi kepala TK tentang kinerja guru. Responden penelitian terdiri atas kepala taman kanak-kanak, anak usia 5-6 tahun, dan guru PAUD se-kota Yogyakarta. Temuan penelitian ialah ada hubungan yang signifikan antara iklilm keagamaan di lembaga PAUD dengan perkembangan nilai-nilai agama dan moral anak usia 5-6 tahun se-Kota Yogyakarta.  Hubungan tersebut bersifat signifikan karena skor korelasi Pearson (0.772) mendekati skor 1 (korelasi sempurna) dan melampaui skor minimal korelasi ≥0.5. Hal ini mengonfirmasi sekaligus memperkuat teori bahwa iklim keagamaan berpengaruh terhadap perkembangan nilai-nilai agama dan moral anak usia dini. Kata Kunci: nilai-nilai agama dan moral, iklim keagamaan, pendidikan anak
Evaluasi pembelajaran tata nilai budaya Yogyakarta di taman kanak-kanak se-kabupaten bantul Yogyakarta Sudaryanti Sudaryanti; Joko Pamungkas; Harun Harun; Amir Syamsudin
Jurnal Pendidikan Anak Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v9i2.27041

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan mengelompokkan capaian perkembangan anak tentangtata nilai moral social-emosional anak usia dini di Taman Kanak-kanak wilayah Kabupaten Bantul. Rancangan evaluasi terdiri dari deskripsi proses pembelajaran tata nilai kemasyarakatan dan tata nilai moral di Taman Kanak-kanak, penilaian capaian perkembangan anak, dan pengelompokkan capaian perkembangan tata nilai moral social-emosional anak. Temuan penelitian adalah 53% guru TK sudah melakukan proses pembelajaran yang menyenangkan bagi anak, dan 43.2% capaian perkembangan anak sudah melampaui standar capaian perkembangan tata nilai moral social-emosional anak. Kata Kunci: nilai moral, social-emosional, pembelajaran, anak usia dini.
PELATIHAN PENGELOLAAN PAUD DI PADUKUHAN SEKITAR UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Nur Hayati; Joko Pamungkas; Amir Syamsudin
Jurnal Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v4i1.12343

Abstract

Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini yang sesuai dengan kurikulum dan prinsip pembelajaran bagi anak usia dini diupayakan dapat mengoptimalkan perkembangan anak. Pelaksanaan pendidikan tidak serta merta dijalankan tanpa menganut pandangan tertentu atau hanya mengandalkan kemauan dan semangat mengembangkan PAUD saja. Pendidikan akan memiliki arah, tujuan dan pelaksanaan yang baik jika dari awal telah direncanakan secara matang. Filosofi merupakan salah satu hal yang harus dijadikan pijakan ketika akan menyelenggarakan pendidikan agar arah pelaksanaannya sistematis dan sesuai dengan tuntutan lingkungan. Pelatihan pengelolaan PAUD yang dilaksanakan di padukuhan sekitar UNY dihadiri sekitar 37 peserta kader PAUD. Metode kegiatandilaksanakan dalam bentuk ceramah, diskusi, dan praktek pengemasan pembelajaran. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 2 hari, yaitu hari pertama pada tanggal 8 Juni 2013 dan hari kedua pada tanggal 22 Juni 2013.Kegiatan pelatihan ini terbagi ke dalam 3 (tiga) sesi. Kata Kunci: Pelatihan, Pengelolaan PAUD, Filosofi PAUD