Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Regulasi Emosi Anak Usia 5-6 Tahun di Surakarta Maghfirota Auriza; Muthmainah; Amir Syamsudin
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 13 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v13i1.87003

Abstract

Emotional regulation is one of the essential aspects of early childhood social-emotional development that plays a significant role in preparing children to face social and academic challenges. However, understanding of children’s ability to recognize, manage, and express their emotions remains limited, thus further research is needed to provide a more in-depth picture of emotional regulation levels in early childhood. The aim of this study is to explore the emotional regulation level of children aged 5–6 years. This study employed a quantitative approach with a descriptive survey method. Data were collected using a questionnaire with a Likert scale. The questionnaire consisted of 11 items and had undergone expert testing using Lawshe’s content validity as well as empirical testing using SPSS 25 for Windows. The reliability test in this study used the Cronbach’s Alpha technique, which yielded a result of 0.947, indicating high reliability. The data were analyzed using descriptive statistical analysis techniques. The results showed that most children aged 5–6 years were in the excellent category (50.54%), although some children were in the quite capable category (1.88%) and required more attention to further develop their emotional regulation. Thus, it can be concluded that, in general, early childhood children are capable of managing their emotions well in various situations. The implication of this study is the importance of the roles of parents, teachers, and policymakers in creating environments that support the development of emotional regulation in children from an early age.
Inovasi Permainan Tradisional ‘’Manthung’’ : Media untuk Menstimulasi Kemampuan Membilang Anak Usia Dini Cahya Rahmawati, Septika; Syamsudin, Amir; Jamungkas, Joko
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1046

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis permainan tradisional manthung untuk menstimulasi kemampuan membilang anak usia dini. media ini merupakan inovasi dari permainan jutikan khas Yogyakarta yang dimodifikasi menjadi alat bantu hitung yang konkret, menarik, dan bermakna. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model penemabngan ADDIE, yang terdiri dari tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Tahapan pengembangan disusun berdasarkan kebutuhan lapangan yang telah dianalisis sebelumnya. Subjek penelitian ini adalah anak-anak taman kanak-kanak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis  untuk mengukur validasi efektivitas media dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media manthung tergolong valid sebagai alat bantu pembelajaran membilang,  Uji keefektifan menunjukkan hasil sebesar 87, 21,yang termasuk dalam kategori  kategori sangat efektif untuk mesntimulasi kemampuan membilang anak usia dini. kedepannya, media ini di harapkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mestimulasi aspek kognitif lainnya, sekaligus contoh media pembelajaran yang mengangkat nilai budaya local dalam proses belajar yang menyenangkan.
The Effect of Self-Awareness and Self-Management of Kindergarten Teachers on the Readiness to Implement the Merdeka Curriculum Faradilla, Chita; Syamsudin, Amir
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v14i2.1486

Abstract

This research highlights the urgency of enhancing Kindergarten teachers' readiness in facing educational transformation through the Merdeka Curriculum. The study focuses on analysing the effect of: (1) teachers' self-awareness, (2) teachers' self-management, and (3) the simultaneous influence of both variables on readiness to implement the curriculum. Employing a quantitative ex post facto approach, the research involved 205 Kindergarten teachers across 17 sub-districts in Sleman Regency, Yogyakarta. Sampling was determined based on the Krejcie & Morgan Table using probability and cluster random techniques. Data were collected through questionnaires and analysed with multiple linear regression. The results indicate that self-awareness and self-management, both individually and jointly, significantly influence teachers' readiness for curriculum implementation. These findings confirm that the development of personal capacities is a crucial foundation for effective educational change. The contribution of this study lies in providing empirical evidence that strengthening self-awareness and self-management is not only beneficial for individual teacher growth but also serves as a strategic key in supporting the broader success of early childhood learning transformation under the Merdeka Curriculum.
Persepsi Guru PAUD terhadap Pelaksanaaan Pembelajaran Al-Qur’an dengan Metode Talaqqi dan Iqra’ Fitriyanti, Dini; Syamsudin, Amir; Prayitno, Prayitno
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): December 2025 in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1163

Abstract

Metode talaqqi dan metode iqra’ merupakan metode yang umum digunakan dalam pembelajaran Al-Qur’an di lembaga PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an dengan metode talaqqi dan iqra’ di lembaga PAUD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data berupa wawancara. Subjek penelitian yang digunakan ialah empat orang guru dari empat lembaga PAUD yang ada di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memaknai metode talaqqi sebagai cara yang efektif dalam membentuk pelafalan dan hafalan bacaan Al-Qur’an anak secara lisan, sedangkan metode iqra’ dipersepsikan sebagai cara sistematis dalam menstimulasi kemampuan teknis membaca secara bertahap. Persepsi tersebut tercermin dalam praktik pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing metode. Respon anak terhadap pelaksanaan metode umumnya positif, meskipun masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh guru. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap metode yang digunakan berkontribusi pada efektivitas pembelajaran Al-Qur'an di PAUD serta memberikan dasar dalam membentuk kemampuan baca Al-Qur’an sejak usia dini.  
An Analysis of Children’s Visual Artworks Through Free Drawing in Children Aged 5–7 Years Prayitno, Prayitno; Harun, Harun; Syamsudin, Amir; Zubaedah, Siti
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2025.103-09

Abstract

Children aged 5–7 years are in the preoperational stage of cognitive development. The problem that occurs in children of this age is that their ability to express their imagination through drawings is still limited. Previous research has not examined how visual expression emerges in early childhood drawings, particularly regarding drawing stages, object shapes, drawing duration, and sources of inspiration. This study aims to analyze the visual expression of drawings by children aged 5–7 years, focusing on drawing stages, object shapes, drawing duration, and sources of inspiration. This study used a descriptive qualitative method. The subjects were 70 kindergarten children in the Special Region of Yogyakarta. Data was collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed using reduction, presentation, and conclusion-drawing techniques. The results showed that children's drawing process involves imagination, creativity, and storytelling. The most frequently drawn object was a butterfly, with the longest drawing duration being between 10–15 minutes. Most of the drawings were inspired by children's visual experiences. This study found that 61 children drew based on objects they imagined, while 9 children experienced difficulty expressing ideas visually. This research contributes to early childhood education by stimulating visual expression as a foundation for creativity in kindergarten learning. However, this study was limited to one region and a limited number of subjects, so it does not fully represent the cultural diversity of children. Future research can be conducted on a broader and more diverse range of subjects and children's drawings. Further research may also help children who have difficulty with visual expression.
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kompetensi Pedagogik Guru TK: Survei Kuantitatif Purnama, Herlinda; Syamsudin, Amir
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025): In Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kompetensi pedagogik guru Taman Kanak-kanak di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Instrumen kuesioner dikembangkan melalui validasi pakar dan uji reliabilitas Cronbach’s Alpha (> 0,70). Dari 298 guru, diperoleh 181 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis dengan regresi linear berganda setelah uji asumsi klasik. Hasil menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kompetensi pedagogik (? = 0,310; p < 0,001) dan motivasi kerja juga berpengaruh positif signifikan (? = 0,505; p < 0,001). Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 60,2% variasi kompetensi pedagogik (R² = 0,602), sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi pedagogik guru tidak cukup hanya melalui pelatihan teknis, melainkan perlu strategi terpadu berupa penciptaan lingkungan kerja yang kondusif dan penguatan motivasi intrinsik maupun ekstrinsik.
Analisis Pengembangan Instrumen Kecanduan Gadget pada Anak Usia 5-6 Tahun Khoirani, Alfina Nur; Syamsudin, Amir
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025): In Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7159

Abstract

Kecanduan gadget pada anak usia dini menjadi isu penting karena berdampak pada aspek sosial, emosional, fisik, dan psikologis anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis instrumen kecanduan gadget pada anak usia 5–6 tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan/research and development dengan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis teori. Penyusunan instrumen dilakukan berdasarkan teori kecanduan gadget yang telah ada. Validasi isi menggunakan analisis Aiken dengan 3 expert judges sedangkan uji empiris dilakukan pada 30 responden menggunakan analisis korelasi item-total dan reliabilitas Cronbach’s Alpha. Maka, sebanyak 5 butir dinyatakan valid secara isi dimana nilai Aiken’s V ? 0,92. Hasil uji empiris menunjukkan semua item valid dengan nilai r > 0,374 dan reliabel dengan nilai ? = 0,869. Sebanyak 49 orang tua yang memiliki anak berusia 5–6 tahun menjadi responden dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen ini valid, reliabel, dan layak digunakan sebagai alat ukur untuk mendeteksi kecanduan gadget pada anak usia 5-6 tahun.
Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Keagamaan dan Budaya Lokal Alim, Melvi Lesmmana; Syamsudin, Amir; Rizka, Nelti; Joni, Joni
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1628

Abstract

Rekonstruksi kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis keagamaan dan budaya lokal merupakan upaya untuk menjawab tantangan globalisasi yang dapat mengikis nilai-nilai lokal dan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep rekonstruksi kurikulum dengan fokus pada landasan filosofis, keterampilan abad 21, dan implementasi Kurikulum Merdeka serta muatan lokal. Kajian ini menggunakan pendekatan teori dan penelitian yang relevan untuk memberikan wawasan baru dalam pengembangan kurikulum PAUD. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis nilai keagamaan dan budaya lokal mampu memperkuat karakter anak, meningkatkan keterampilan abad 21, dan menciptakan generasi muda yang berakar pada tradisi tetapi siap menghadapi tantangan global. Namun, implementasi kurikulum ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk sumber daya manusia yang terbatas dan beragamnya interpretasi nilai-nilai lokal. Artikel ini merekomendasikan kolaborasi antara pendidik, pemerintah, dan masyarakat untuk mendukung keberhasilan implementasi kurikulum.
ZAKAT HARTA DAN SPORTIVITAS DALAM BERKOMPETISI MENCARI REJEKI Syamsudin, Amir
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 12 No. 1 (2012): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v12i1.3655

Abstract

Zakat adalah ibadah sosial yang selalu digandengkan dengan shalat sebagai ibadah personal. Jiwa yang menyatakan tunduk patuh pada kehendak Allah pada saat shalat, akan dibuktikan perbuatan kebajikan kepada sebanyak mungkin manusia lain, salah satunya berzakat. Harta yang wajib dizakati ada dua jenis, yaitu semua jenis keuntungan yang diperoleh dari jerih payah bekerja dan semua jenis benda yang ditemukan dari dalam perut bumi. Zakat harta hanya diwajibkan kepada individu muslim yang sudah cukup untuk kebutuhan diri dan keluarganya. Secara teknis, Nisab adalah ukuran minimum seorang muslim dianggap kaya dan memiliki kewajiban berbagi harta dengan saudaranya yang miskin. Ukuran pengambilan harta zakat ditentukan oleh seberapa banyak kadar alamiah sebagai penopang proses memperoleh keuntungan tersebut digunakan. Ukuran pengambilan minimum adalah seperempatpuluh (2.5%), seperduapuluh (5%), sepersepuluh (10%), dan seperlima (20%). Semakin sedikit kadar alamiah yang digunakan maka semakin sedikit pula ukuran pengeluaran zakanya.   Kata kunci: zakat, nisab, mustahiq, penghitungan. ganegarQ� ss�_�Q telah berfungsi sebagai alat penguasa untuk melanggengkan kekuasaan. Sosok Pendidikan Kewarganegaraan (Civic atau Citizenship) yang demikian memang sering muncul di sejumlah negara, khususnya negara-negara berkembang termasuk Indonesia.  
CARA KERJA ILMU PENGETAHUAN DAN SIKAP KRITIS TERHADAP INFORMASI DALAM AJARAN ISLAM Syamsudin, Amir
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 10 No. 1 (2010): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v10i1.21001

Abstract

Islam menganjurkan kepada para pemeluknya untuk bertindak adil. Salah satu indikasi keadilan dalam tindakan ialah membuat keputusan berdasarkan informasi yang benar dan akurat. Untuk mendapatkan akurasi informasi diperlukan tindak penelitian. Penelitian merupakan poros sekaligus proses menyusun ilmu pengetahuan yang muatan informasinya benar dan akurat. Sepanjang ilmu pengetahuan itu diartikan sebagai cara yang rasional dan empiris untuk mempelajari gejala alamiah yang terdapat pada diri manusia dan di luar diri manusia, maka tidak ada satu pernyataan ayat maupun hadis pun yang menentang apalagi mengharamkan aktivitas keilmuan. Realitas adalah segala sesuatu yang diciptakan Tuhan, baik realitas kongkrit maupun realitas ghaib. Realitas kongkrit terdiri dari benda-benda mati, tumbuhan, hewan, manusia, dan benda-benda angkasa. Realitas ghaib meliputi setiap bentuk pewahyuan dari Tuhan kepada orang-orang yang terpilih (Nabi/ Rasul), baik Nabi yang tercantum dalam kitab suci maupun tidak. Realitas kongkrit dapat dibaca oleh pengalaman inderawi maupun akal budi, sedangkan realitas ghaib hanya dapat dikenali oleh manusia setelah pengalaman inderawi dan imajinasi akal budinya mencapai titik batas kemampuannya.