Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Self-Awareness and Self-Management of Kindergarten Teachers on the Readiness to Implement the Merdeka Curriculum Faradilla, Chita; Syamsudin, Amir
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v14i2.1486

Abstract

This research highlights the urgency of enhancing Kindergarten teachers' readiness in facing educational transformation through the Merdeka Curriculum. The study focuses on analysing the effect of: (1) teachers' self-awareness, (2) teachers' self-management, and (3) the simultaneous influence of both variables on readiness to implement the curriculum. Employing a quantitative ex post facto approach, the research involved 205 Kindergarten teachers across 17 sub-districts in Sleman Regency, Yogyakarta. Sampling was determined based on the Krejcie & Morgan Table using probability and cluster random techniques. Data were collected through questionnaires and analysed with multiple linear regression. The results indicate that self-awareness and self-management, both individually and jointly, significantly influence teachers' readiness for curriculum implementation. These findings confirm that the development of personal capacities is a crucial foundation for effective educational change. The contribution of this study lies in providing empirical evidence that strengthening self-awareness and self-management is not only beneficial for individual teacher growth but also serves as a strategic key in supporting the broader success of early childhood learning transformation under the Merdeka Curriculum.
An Analysis of Children’s Visual Artworks Through Free Drawing in Children Aged 5–7 Years Prayitno, Prayitno; Harun, Harun; Syamsudin, Amir; Zubaedah, Siti
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2025.103-09

Abstract

Children aged 5–7 years are in the preoperational stage of cognitive development. The problem that occurs in children of this age is that their ability to express their imagination through drawings is still limited. Previous research has not examined how visual expression emerges in early childhood drawings, particularly regarding drawing stages, object shapes, drawing duration, and sources of inspiration. This study aims to analyze the visual expression of drawings by children aged 5–7 years, focusing on drawing stages, object shapes, drawing duration, and sources of inspiration. This study used a descriptive qualitative method. The subjects were 70 kindergarten children in the Special Region of Yogyakarta. Data was collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed using reduction, presentation, and conclusion-drawing techniques. The results showed that children's drawing process involves imagination, creativity, and storytelling. The most frequently drawn object was a butterfly, with the longest drawing duration being between 10–15 minutes. Most of the drawings were inspired by children's visual experiences. This study found that 61 children drew based on objects they imagined, while 9 children experienced difficulty expressing ideas visually. This research contributes to early childhood education by stimulating visual expression as a foundation for creativity in kindergarten learning. However, this study was limited to one region and a limited number of subjects, so it does not fully represent the cultural diversity of children. Future research can be conducted on a broader and more diverse range of subjects and children's drawings. Further research may also help children who have difficulty with visual expression.
Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Keagamaan dan Budaya Lokal Alim, Melvi Lesmmana; Syamsudin, Amir; Rizka, Nelti; Joni, Joni
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1628

Abstract

Rekonstruksi kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis keagamaan dan budaya lokal merupakan upaya untuk menjawab tantangan globalisasi yang dapat mengikis nilai-nilai lokal dan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep rekonstruksi kurikulum dengan fokus pada landasan filosofis, keterampilan abad 21, dan implementasi Kurikulum Merdeka serta muatan lokal. Kajian ini menggunakan pendekatan teori dan penelitian yang relevan untuk memberikan wawasan baru dalam pengembangan kurikulum PAUD. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis nilai keagamaan dan budaya lokal mampu memperkuat karakter anak, meningkatkan keterampilan abad 21, dan menciptakan generasi muda yang berakar pada tradisi tetapi siap menghadapi tantangan global. Namun, implementasi kurikulum ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk sumber daya manusia yang terbatas dan beragamnya interpretasi nilai-nilai lokal. Artikel ini merekomendasikan kolaborasi antara pendidik, pemerintah, dan masyarakat untuk mendukung keberhasilan implementasi kurikulum.
ZAKAT HARTA DAN SPORTIVITAS DALAM BERKOMPETISI MENCARI REJEKI Syamsudin, Amir
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 12 No. 1 (2012): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v12i1.3655

Abstract

Zakat adalah ibadah sosial yang selalu digandengkan dengan shalat sebagai ibadah personal. Jiwa yang menyatakan tunduk patuh pada kehendak Allah pada saat shalat, akan dibuktikan perbuatan kebajikan kepada sebanyak mungkin manusia lain, salah satunya berzakat. Harta yang wajib dizakati ada dua jenis, yaitu semua jenis keuntungan yang diperoleh dari jerih payah bekerja dan semua jenis benda yang ditemukan dari dalam perut bumi. Zakat harta hanya diwajibkan kepada individu muslim yang sudah cukup untuk kebutuhan diri dan keluarganya. Secara teknis, Nisab adalah ukuran minimum seorang muslim dianggap kaya dan memiliki kewajiban berbagi harta dengan saudaranya yang miskin. Ukuran pengambilan harta zakat ditentukan oleh seberapa banyak kadar alamiah sebagai penopang proses memperoleh keuntungan tersebut digunakan. Ukuran pengambilan minimum adalah seperempatpuluh (2.5%), seperduapuluh (5%), sepersepuluh (10%), dan seperlima (20%). Semakin sedikit kadar alamiah yang digunakan maka semakin sedikit pula ukuran pengeluaran zakanya.   Kata kunci: zakat, nisab, mustahiq, penghitungan. ganegarQ� ss�_�Q telah berfungsi sebagai alat penguasa untuk melanggengkan kekuasaan. Sosok Pendidikan Kewarganegaraan (Civic atau Citizenship) yang demikian memang sering muncul di sejumlah negara, khususnya negara-negara berkembang termasuk Indonesia.  
CARA KERJA ILMU PENGETAHUAN DAN SIKAP KRITIS TERHADAP INFORMASI DALAM AJARAN ISLAM Syamsudin, Amir
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 10 No. 1 (2010): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v10i1.21001

Abstract

Islam menganjurkan kepada para pemeluknya untuk bertindak adil. Salah satu indikasi keadilan dalam tindakan ialah membuat keputusan berdasarkan informasi yang benar dan akurat. Untuk mendapatkan akurasi informasi diperlukan tindak penelitian. Penelitian merupakan poros sekaligus proses menyusun ilmu pengetahuan yang muatan informasinya benar dan akurat. Sepanjang ilmu pengetahuan itu diartikan sebagai cara yang rasional dan empiris untuk mempelajari gejala alamiah yang terdapat pada diri manusia dan di luar diri manusia, maka tidak ada satu pernyataan ayat maupun hadis pun yang menentang apalagi mengharamkan aktivitas keilmuan. Realitas adalah segala sesuatu yang diciptakan Tuhan, baik realitas kongkrit maupun realitas ghaib. Realitas kongkrit terdiri dari benda-benda mati, tumbuhan, hewan, manusia, dan benda-benda angkasa. Realitas ghaib meliputi setiap bentuk pewahyuan dari Tuhan kepada orang-orang yang terpilih (Nabi/ Rasul), baik Nabi yang tercantum dalam kitab suci maupun tidak. Realitas kongkrit dapat dibaca oleh pengalaman inderawi maupun akal budi, sedangkan realitas ghaib hanya dapat dikenali oleh manusia setelah pengalaman inderawi dan imajinasi akal budinya mencapai titik batas kemampuannya.
TUHAN DAN ALAM PIKIRAN ANAK Syamsudin, Amir
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 8 No. 1 (2008): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v8i1.21004

Abstract

Konsep ketuhanan pada anak sangat terkait erat dengan perkembangan moralitas anak. Perkembangan moralitas anak juga terkait erat dengan perkembangan kognitif anak. Semakin matang perkembangan kognitif anak, maka semakin matang pula perkembangan moralitas anak. Demikian pula semakin matang perkembangan moralitas anak, maka semakin jelas pula konsep ketuhanan dalam alam pikiran anak.Tahap perkembangan kognitif anak usia 0-7 tahun adalah sensorimotor dan pra-operasional. Tahap perkembangan moral anak usia 0-7 tahun adalah pra-moral, tidak dapat membedakan baik dan buruk. Tahap perkembangan konsep ketuhanan pada anak usia 0-6 tahun bersifat kongkrit. Tahap perkembangan konsep ketuhanan pada anak usia 6-10 tahun bersifat personifikatif, yaitu orang dewasa dianggap sebagai tuhan karena ialah yang memberikan hukuman kepada anak yang nakal dan memberikan pujian kepada anak yang patuh.
Tolerance Developing in Early Childhood Education Based Child-Friendly School Jumiatmoko, Jumiatmoko; Dwiningrum, Siti Irene Astuti; Harun, Harun; Syamsudin, Amir
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v13i1.283

Abstract

The development of tolerance is the main component of Early Childhood Education in Child-Friendly Schools (ECE-CFS). This study aimed to examine the types and quantity distribution of best practices implemented by ECE-CFS to develop tolerance in early childhood. This research used a qualitative approach involving 102 (one hundred and two) ECE-CFS teachers as respondents. Respondents answered 5 questions via Google Forms. Data were analyzed using the open coding and axial coding approach of the Corbin & Strauss model. The results show 19 (nineteen) types of best practices in developing tolerance in ECE-CFS. The dominant types include habituation activities, providing examples, and organizing special activities. The perspective of progressivism philosophy, the characteristics of an emancipatory curriculum, and the optimization of social capital are discussed to provide recommendations to develop tolerance in ECE-CFS.
Pembelajaran Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini melalui Metode Montessori selama Pandemi Covid-19 Permataputri, Dhiah Intan; Syamsudin, Amir
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i2.1042

Abstract

Nilai Agama dan Moral (NAM) perlu ditanamkan sejak usia dini untuk bekal anak di usia tumbuh kembang selanjutnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran NAM melalui metode montessori selama pandemi covid-19. Penelitian ini dianalisis dengan metode kualitiatif deskriptif. Subjek dipilih menggunakan teknik sampel nonprobability sampling yaitu purposive sample. Terdapat 5 subjek penelitian yang terdiri dari 2 orang guru kelas, 2 orang tim kurikulum, dan 1 orang kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi untuk mengumpukan data dengan proses analisis melalui empat tahapan yaitu reduksi data, display data, kesimpulan serta verifikasi data. Berdasarkan hasil wawancara dengan subjek penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran NAM selama pandemi covid-19 dilakukan dengan media sosial (zoom dan whatsapp). Pembelajaran NAM dikolaborasikan dengan metode montessori yang berpusat pada anak dan mengajarkan mengenai life skill, sehingga anak mudah memahami dan memiliki keterampilan hidup.
Pengaruh Kecepatan Jaringan terhadap Kinerja Aplikasi Cloud Google Drive Berbasis Web Widiyanto, Widiyanto; Amir Syamsudin
Journal of Engineering and Applied Technology Vol 1 No 1 (2025): June: Scripta Technica: Journal of Engineering and Applied Technology
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/7dxysn66

Abstract

The development of digitalization has led to the massive use of cloud services such as Google Drive, but its performance is greatly influenced by network speed. In Indonesia, the average internet speed still lags behind other countries in ASEAN, so a quantitative analysis of its impact on application performance is needed. This study aims to measure the relationship between network speed variations and the performance of web-based Google Drive through four indicators: upload time, download time, latency, and throughput. The method used is a quantitative experiment with a between-subjects design, testing five speed levels (5, 10, 25, 50, 100 Mbps) on three file sizes (10 MB, 100 MB, 500 MB), each repeated 30 times in a controlled environment using a network emulator. Data were analyzed using descriptive statistics, one-way ANOVA, post-hoc Tukey tests, and linear regression. Results showed that network speed significantly influenced all indicators (p < 0.001), with R² values ranging from 0.87 to 0.96. Increasing speed up to 25 Mbps resulted in significant performance improvements, but beyond this point, a diminishing return phenomenon occurred. Practically, each 1 Mbps increase reduced upload time by 0.075 seconds, download time by 0.068 seconds, latency by 0.215 ms, and increased throughput by 0.019 MB/s.
Pengembangan Aplikasi SI-PAUD sebagai Media Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini Willy Mufliana; Harun Harun; Amir Syamsudin; Siti Ratnawati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.5911

Abstract

Teknologi merupakan solusi penting untuk mengatasi permasalahan pembelajaran anak usia dini di sekolah dengan meningkatkan efektivitasnya. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan aplikasi SI-PAUD bagi guru serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan guru dalam melakukan asesmen anak usia dini, dengan menggunakan pendekatan pengembangan yang merujuk pada model sepuluh tahapan Borg & Gall dan melibatkan pengumpulan data melalui berbagai metode seperti wawancara, observasi, kuesioner, dan skala penilaian. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan data kualitatif diperoleh dari wawancara dan observasi pada tahap studi pendahuluan, serta data kuantitatif dari analisis kebutuhan, penilaian ahli, respon pengguna, dan penilaian diri melalui angket. Analisis efektivitas aplikasi SI-PAUD terhadap peningkatan kemampuan guru dalam melakukan asesmen dilakukan menggunakan metode n-gain dan uji-t dependen dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SI-PAUD yang telah dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pendidik dan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan penilaian nilai-nilai keagamaan dan pendidikan kepribadian anak usia dini.