Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Puisi Religius, Pengalaman, dan Literasi Spiritual di Pesantren: Studi Kualitatif Berbasis Experiential Learning Mubarock, Wildan Fauzi; Talitha, Stella; Mukodas, Mukodas; Ganeswara, Muhamad Ginanjar; Hudono, Ngakan Nyoman Yasa
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.8608

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana santri mengalami proses menulis puisi religius ketika difasilitasi melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman, serta bagaimana proses tersebut berkontribusi terhadap penguatan literasi spiritual dan transformasi nilai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi lapangan di Pesantren Al Ashr Rumpin, Bogor, melibatkan 60 santri kelas XII yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif selama pembelajaran, dan dokumentasi puisi religius karya santri. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik Braun dan Clarke, serta keabsahan dijaga melalui triangulasi teknik dan sumber, member checking, dan pencatatan proses analisis secara sistematis. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama: (1) puisi sebagai refleksi spiritual, ditunjukkan oleh dominasi ungkapan syukur, doa, pengakuan dosa, dan pengalaman batin yang muncul setelah ibadah atau muhasabah; (2) pengalaman hidup sebagai sumber inspirasi religius, meliputi kehilangan, keteladanan orang tua, pengalaman pengajian, dan rasa bersalah yang mendorong pemaknaan religius; dan (3) menulis puisi sebagai proses transformasi nilai, terlihat dari dorongan memperbaiki perilaku, seperti peningkatan disiplin ibadah, komitmen kejujuran, sikap memaafkan, dan perbaikan relasi sosial. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pembelajaran menulis puisi religius berbasis pengalaman memfasilitasi literasi spiritual santri melalui alur pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi puitis, penerapan nilai sehingga puisi berfungsi bukan hanya sebagai produk estetis, tetapi sebagai praktik pemaknaan yang berdampak pada orientasi nilai dan tindakan sehari-hari.
Strengthening the Role of Teachers as Agents of Regional Language Preservation through Family Literacy Learning Strategies Talitha, Stella; Mulyati, Yeti; Kurniawan, Khaerudin; Anshori, Dadang S.; Damaianti, Vismaia S.
Jurnal Mamangan Vol 14, No 2 (2025): Special Issue
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v14i2.10320

Abstract

This study investigates how multimodal learning practices can cultivate critical and ethical information and digital literacy among university students in teacher education. Responding to growing concerns about superficial digital skills and limited attention to ethics, the research explores how a multimodal writing and digital literacy course supported students’ development beyond technical proficiency. A qualitative interpretive case study was conducted in an Indonesian university, involving one lecturer and twelve undergraduate students over a twelve-week semester. Data were generated through non-participant classroom observations, semi-structured individual and group interviews, students’ reflective journals, and multimodal artefacts such as infographics, digital essays, and video projects, and were analyzed using thematic analysis. Findings reveal three interconnected processes. First, students developed critical awareness as they interrogated source credibility, questioned visual and verbal representations, and recognized how semiotic choices shape meaning. Second, ethical reflection emerged when students engaged with issues of attribution, authorship, representation, and audience impact, gradually internalizing fairness, respect, and responsibility as part of their digital identities. Third, collaborative multimodal projects transformed learning into a shared ethical practice, fostering dialogic negotiation, empathy, and intercultural awareness. The study concludes that intentionally scaffolded multimodal pedagogy can reframe digital literacy as a social, cultural, and moral practice, offering concrete design and assessment principles for preparing reflective, responsible digital citizens in higher education.