Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

PENGERINGAN KAYU KARET (Hevea brasiliensis) DENGAN METODE RADIASI MATAHARI (GREEN HOUSE) Wiwin Tyas Istikowati; Nur Afik Bagustiana; Budi Sutiya
Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 3 edisi November 2020
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.311 KB) | DOI: 10.20527/jht.v8i3.9634

Abstract

The aim of this study is to analyze the optimal drying time of rubber wood (Hevea brasiliensis) in direct drying in the sun and by a solar kiln (green house). This research is expected to provide information on optimal drying time on natural drying directly under sunlight (solar radiation) and with kiln (Green House) to prolong the utilization of wood and reduce the costs. The parameters tested in this study are water content, density, drying rate, shrinkage, and color change. The results on optimal drying of rubber wood at 6 weeks drying time either in drying under direct sunlight or solar kiln in the green house.
PEMANFAATAN KULIT GALAM SEBAGAI BAHAN BAKU TAMBAHAN PADA PEMBUATAN RAK TELUR PADA PT. PRIMA REZEKI Saiful Ruchiyat Cosahan; Wiwin Tyas Istikowati; Daniel Itta
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15989

Abstract

Kayu galam memiliki karakteristik kulit kayu yang berlapis-lapis dan dapat mudah terkelupas. Kulit kayu galam menghasilkan lembaran dengan lebar yang berbeda-beda tergantung dari diameter kayu. Kulit kayu galam yang memiliki karakteristik tersebut tidak memiliki fungsi dan nilai jual, dikarenakan masyarakat sekitar hanya memanfaatkan batang kayu galam saja. Kulit kayu galam memiliki potensi untuk dapat dimanfaatkan menjadi sebuah produk yang memiliki fungsi dan nilai jual. Pemanfaatan kulit kayu galam akan dilakukan dengan pendekatan eksperimen dimana kulit kayu galam akan dijadikan sebagai produk rak telur dengan kajian pendahuluan analisis komponen kimia. Tujuan penelitian ini yaitu membuat rancangan eksperimen pemanfaatan kulit galam sebagai campuran pembuatan rak telur dan penghematan biaya pembuatan rak telur dengan campuran kulit galam. Metode yang digunakan yaitu kulit kayu galam dibedakan menjadi dua bagian, bagian dalam dan bagian luar selanjutnya dianalisis kandungan kimia dan dilakukan pengujian dengan Fourier Tranform Infra Red (FTIR). Hasil yang diperoleh yaitu secara berurutan komponen kimia tertinggi dari bagian kulit galam yaitu, ekstraktif alcohol benzen 24,67% (bagian luar), lignin 48,18% (bagian luar), dan selulosa 36,21% (bagian dalam). Berdasarkan analisis kimia maka kulit galam bagian dalam dapat dimanfaatkan menjadi bahan pulp dan kertas yang tidak mengutamakan kecerahan seperti kertas bungkus ataupun sebagai bahan campuran pembuatan rak telur. Spektrum puncak bilangan gelombang FTIR menunjukkan kulit galam mengandung lignin dan selulosa.
KUALITAS ARANG KAYU AKASIA DAUN KECIL (Acacia auriculiformis) Dewi Alimah; Wiwin Tyas Istikowati; Yusanto Nugroho
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 2 Edisi Juni 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i2.16769

Abstract

Akasia daun kecil (Acacia auriculiformis) merupakan jenis kayu yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan arang di Kalimantan Selatan. Kayu ini memiliki potensi kalor dan arang yang sangat menjanjikan karena termasuk biomass dari kayu cepat tumbuh, mudah didapat, dan harganya relatif murah. Di sisi lain pembuatan arang di Kalsel umumnya dilakukan secara konvensional dengan metode timbun. Metode ini cenderung memakan waktu pengarangan lebih lama (1,5-2 bulan), proses tidak terkontrol, dan kualitas arang relatif rendah. Metode karbonisasi dengan memperhitungkan suhu dan durasi pengarangan dapat memperbaiki kualitas arang. Penelitian ini bertujuan menentukan suhu dan durasi pengarangan yang tepat sehingga menghasilkan kualitas arang yang baik. Potongan kayu diarangkan dengan suhu 400, 500, dan 600°C selama 2, 3, dan 4 jam. Kualitas arang dianalisis mengikuti prosedur SNI 01-1683-1989 meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat, dan rendemen serta nilai kalor mengikuti ASTM (1998). Senyawa kimia arang kualitas tertinggi dan terendah diidentifikasi menggunakan Py-GCMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang dengan kualitas terbaik dihasilkan dari pengarangan kayu pada suhu 600°C selama 2 jam. Pada setelan ini diperoleh rendemen arang 17,29%; kadar air 1,73%; kadar zat terbang 30,09%; kadar abu 0,87%; kadar karbon terikat 67,32%; dan nilai kalor sebesar 7.944,24%.
ANALISIS KEBIJAKAN PENGELOLAAN HUTAN FRAGMENTASI DI KAWASAN PASCA TAMBANG BATUBARA DI KABUPATEN KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Agustan Saining; Udiansyah Udiansyah; Wiwin Tyas Istikowati; Raden Mas Sukarna
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 3 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi September 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i3.17623

Abstract

Kegiatan pertambangan batubara diduga memberikan dampak positif dan negatif terhadap ekonomi, lingkungan dan sosial bagi masyarakat lokal. Selain itu usaha pertambangan juga dapat menyebabkan terjadinya fragmentasi hutan yang dapat menganggu kehidupan satwa liar. Tujuan penelitian adalah merumuskan strategi kebijakan pengelolaan pada kawasan pasca tambang batubara di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk menggambarkan suatu keadaan, kejadian atau fenomena dalam situasi tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pertambangan ditinjau dari segi ekonomi dapat memberikan dampak positif bagi daerah dan masyarakat lokal sekitar usaha pertambangan. Namun disisi lain dampak negative juga dapat ditimbulkan akibat dari aktivitas tersebut yang dapat menganggu fungsi kawasan hutan yang dapat mengakibatkan hutan terfragmentasi sehingga menganggu satwa-satwa liar. Upaya pengelolaan usaha pertambangan yang memperhatikan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan mutlak diperlukan dalam mewujudkan pengelolaan usaha pertambangan yang berkelanjutan.
HUBUNGAN UKURAN BANGUNAN TERHADAP HASIL PRODUKSI SARANG BURUNG WALET (Collocalia Fuciphaga) DI DESA BATAMPANG KABUPATEN BARITO SELATAN KALIMANTAN TENGAH Liya Regita; Zainal Abidin; Wiwin Tyas Istikowati
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18201

Abstract

Pemanfaatan Hasil Hutan bukan kayu (HHBK) yang memiliki nilai ekonomi tinggi salah satunya sarang     burung walet. Burung walet (Collocalia fuciphaga) merupakan spesies dari burung walet yang banyak di budidayakan di Indonesia. Nilai ekonomis yang dimiliki sarang walet ini adalah alasan utama mengapa usaha sarang walet banyak diminati oleh masyarakat. Usaha sarang burung walet berperan meningkatkan taraf ekonomi, bangunan sarang walet dengan ukuran yang beragam di Desa Batampang dan pengembangan usaha tersebut memiliki potensi yang sangat baik karena didukung oleh kondisi fisik lingkungan Desa Batampang yang terletak di pinggiran sungai sub DAS Barito. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis hubungan ukuran bangunan, pendapatan, dan BEP (break event pont) di Desa Batampang Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yang pertama metode observasi yaitu dengan mengamati langsung objek penelitian sehinggga dapat diperoleh dari gambaran yang nyata dari keadaan sarang burung walet. Kedua, wawancara atau interview langsung dengan pemilik sarang walet di Desa Batampang, Kecamatan Dusun Hilir Kabupaten Barito Slatan, Kalimantan Tengah. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu tinggi dan luas bangunan mempengaruhi hasil produksi sarang burung walet. Rata-rata pendapatan bersih petani sarang burung walet di Desa Batampang Kecamatan Dusun Hilir Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah berukuran kecil, sedang, dan besar secara berurutan sebesar Rp.3.362.236,-/bulan (Rp.40.346.832,-/tahun),Rp.5.428.202,-/bulan (Rp.65.138.424,-/tahun), dan Rp.6.885.752,-/bulan (Rp.82.629.024,/tahun).Bangunan sarang burung walet berukuran sedang memiliki massa waktu panen paling sedikit untuk memperoleh laba atau keuntungan sehingga berada pada BEP (break event point).
ANALISIS KARAKTERISTIK MASYARAKAT YANG TERLIBAT DALAM KEGIATAN REHABILITASI DAS DAN BIAYA PEMBUATAN TAHUN PERTAMA (P0), PEMELIHARAAN TAHUN PERTAMA (P1) DAN PEMELIHARAAN TAHUN KEDUA (P2) REHABILITASI DAS SWARANGAN Fadeliansyah, Fadeliansyah; Kadir, Syarifuddin; Istikowati, Wiwin Tyas
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 4 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 4 Edisi Desember 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i4.21445

Abstract

Implementation of watershed rehabilitation activities requires technical design, namely short-term detailed planning which becomes a reference for implementation in the field, both physical and non-physical activities carried out during the creation of the first year (P0), maintenance of the first year (P1) and maintenance of the second year ( P2). This research was carried out at PT. Pro Sarana Cipta Tambang Kandangan which was carried out in Swarangan Village Pelaihari Wildlife Reserve which is managed by the South Kalimantan Natural Resources Conservation Center, Jorong District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan Province for three months from October 2023 to January 2024. The method used in this research is purposive sampling, calculated from the results of the questionnaire, recommended from the results of interviews in the field. The results of the research are the total cost requirements carried out by PT. Pro Sarana Cipta during planting activities (P0) amounted to Rp. 1,411,753,200, during first year plant maintenance (P1) amounted to Rp. 691,792,200,- and second year plant maintenance costs (P2) amounted to Rp. 559,822,000,- so The total total costs reached IDR 2,663,367,400.-.
STRATEGI PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI TAMAN WISATA ALAM PULAU BURUNG DAN PULAU SUWANGI DI KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Suriansyah, Suriansyah; Kadir, Syarifuddin; Istikowati, Wiwin Tyas
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 1 Edisi Maret 2025
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v13i1.22177

Abstract

The Bird Island and Suwangi Island Nature Tourism Parks (TWA Busuwa) have great potential to be developed as ecotourism because they are supported by the natural resources of the two islands, the beauty of the natural scenery is very supportive of being used as a tourist attraction, besides that there are also local cultural customs that are still preserved. Carried out by the people who live on the two islands. The research was conducted at TWA Bird Island and Suwangi Island, which administratively are located in Pulau Panjang Village, Simpang Empat District and Batulicin Village, Batulicin District, Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan Province. The research was carried out for 3 months starting from the preparation stages, data collection and data analysis. The method used in this research is purposive sampling, calculated from the results of questionnaires, recommended from the results of interviews in the field, spatial analysis and SWOT analysis. The results of the research were that Bird Island had a dipterocarp forest ecosystem covering an area of ±28,169 ha, a mangrove forest ecosystem covering an area of ±452,962 ha and an artificial ecosystem covering an area of 64,075 ha. Suwangi Island has a dipterocarp ecosystem type covering an area of ±356,185 ha, a mangrove forest ecosystem covering an area of ±235,111 ha and an artificial ecosystem covering an area of ±103,148 ha. Analysis of animal distribution maps in TWA Bird Island and Suwangi Island, there are 6 types of protected animals found in these places, including the proboscis monkey (Nasalis larvatus), white-bellied kangkareng (Anthracoceros albirostris), black kangkareng (Anthracoceros malayanus), rhinoceros hornbill (Buceros rhinoceros), golden hornbill (Rhyticeros undulatus) and estuarine crocodile (Crocodylus porosus).
Co-Authors Abdullah Abdullah Adelia Wahyu Tri Utami Agung Nugroho Agustan Saining Agustinus Panjaitan Ahmad Arsyad Ahmad Arsyad Ahmad Budi Junaidi Akhmad Fauzan Aldi Bayu Pratama Amalia Khairunnisa Amalia Khairunnisa, Amalia Amelia Lestari Aminonatalina Aminonatalina Anak Agung Ayu Ratih Frismanti Asmianoor Latifah Ayu Noor Latifah Azidi Irwan Budi Sutiya Budi Sutiya Budi Sutiya Budi Sutiya Budi Sutiya Dahlia Nuraini Pasaribu Dahlia Nuraini Pasaribu Danang Sudarwoko Adi Danang Sudarwoko Adi Daniel Itta Dede Heri Yuli YANTO Dede Heri Yuli Yanto Dede Heri Yuli Yanto Dety Yuliana Rosa Dewi Alimah Dewi Umaningrum Dita Fadhila, Dita Fadhila Dyera Forestryana Enos Tangke Arung, Enos Tangke Eny Dwi Pujawati Fadeliansyah, Fadeliansyah Fatriani Fatriani Fatriani Fatriani Forestryana, Dyera Gusti Abdul Rahmat Thamrin Hafiz Ramadhan Hafizianor Hafizianor Herawati Herawati Herlina Herlina Herlina Herlina Hesty Heryani Hidayanti, Nurul Idris, Muddatstsir Indri Eka Fitriani Ishiguri Futoshi Jeng Mas Ayu Devanda Buhang Khoirun Nisa Kissinger Kissinger Kurdiansyah Liana Fitriani Hasymi Lisa Andriana Kristy Lisa Andriana Kristy Lismana Sari, Ratih Afrida Liya Regita Liya Regita Lusyani Lusyani Lusyiani Lusyiani Lusyiani Manullang, Julinda Romauli Muhammad Arief Soendjoto Muhammad Fadhil Muhammad Rais Arifin Munadi Munadi Muslih Anwar Nina Noviyanti Noor Wilanda Norhidayah, Anisa Nugroho, Dimas Fajar Nur Afik Bagustiana Nur Afik Bagustiana Purnama Lestari Purnama Lestari Raden Mas Sukarna Rahmat Eko Sanjaya Rahmat Yunus Ramadhan, Hafiz Rina Muhayah Noor Pitri Rio Ilhamsyah Risaldi Ridwan Riska Surya Ningrum Riska Surya Ningrum Risma Rahmawati Rizal Rifa’i Rizki Fitria Rizky, Akhmad Aufa Romadhon, Muhammad Rizky Rosidah - Saiful Ruchiyat Cosahan Saputra, Debi Imam Sari, Evita Selvi Carolina Sinta Amanah Siti Hadijah Siti Hamidah Siti Hamidah Sri Nugroho Marsoem Sri Nugroho Marsoem Sunardi sunardi sunardi Sunardi Sunardi Sunardi, Ph.D., Sunardi Suriansyah, Suriansyah Surya, Adhi Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo Swandari Paramita Syaifuddin Syaifuddin SYARIFUDDIN KADIR Tangalobo, Merystica Thamrin, Gusti Abdul Rahmat Trisnu Satriadi Udiansyah Udiansyah Uripto Trisno Santoso Vina Oktafianty Violet Burhanuddin Widya Fatiasari Widya FATRIASARI Widya Fatriasari Yalina Elsi Yokota Shinso Yuniarti Yuniarti Yusanto Nugroho Zainal Abidin Zainal Abidin Zainal Abidin