Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Pupuk STMJ Plus (Susu Telur Molase Jamur Trichoderma sp. dan Limbah Buah-Buahan) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Selada (Lactuca sativa L.): Pengaruh Konsentrasi Pupuk STMJ Plus (Susu Telur Molase Jamur Trichoderma sp. dan Limbah Buah-Buahan) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Selada (Lactuca sativa L.) Ummah, Anisatul; Setiyono, Setiyono; Fanata, Wahyu Indra Duwi; Tanzil, Ahmad Ilham; Arum, Ayu Puspita
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 8 No 2 (2024): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v8i2.465

Abstract

Increasing lettuce production will be done by improving cultivation inputs, such as increased nutritional needs. An alternative organic fertilizer that can be used is made from spoiled milk, eggs, Trichoderma sp. molasses, and fruit waste, or STMJ Plus for short. STMJ Plus Fertilizer acts as an organic nutrient to encourage plant growth. This study aimed to determine the effect of the interaction between STMJ Plus fertilizer concentrations and lettuce varieties on the growth and yield of lettuce plants. The experiment was carried out in a factorial manner using a completely randomized design (CRD) consisting of 2 factors with 4 replications. The first factor is the concentration of STMJ Plus fertilizer consisting of 4 levels: P0: without fertilizer; P1: 5 ml L-1; P2: 10 ml L-1; and P3: 15 ml L-1. The second factor was the variety, which consisted of 2 levels: V1: Grand Rapids and V2: Red Rapid. The results of this study that the interaction of STMJ Plus fertilizer concentrations and lettuce varieties showed highly significant differences in plant height and plant fresh weight variables. The combination that gave the best effect was the concentration of 15 ml L-1 on the Red Rapid (P3V2).
Analisa Pendugaan Interaksi dan Dominasi Antara Jamur Saprofit dari Seresah Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Tanzil, Ahmad Ilham; Kurnianto, Agung Sih; Dewi, Nilasari; Efendi, Soleudin
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v10i2.6860

Abstract

Saat ini kendala utama dalam budidaya kakao yaitu terkait penyakit busuk buah kakao yang disebabkan oleh jamur patogen Phytophthora palmivora masih belum terselesaikan. Hal ini disebabkan kondisi perkebunan kakao yang lembab menyebabkan patogen lebih cepat berkembang dan meluas dalam waktu singkat. Hal tersebut ditambah dengan seresah kulit buah kakao yang menjadi sumber inoculum penyebaran patogen. Sejauh ini petani melakukan pengendalian dengan bantuan fungisida kimia sintetik yang mahal dan tidak ramah lingkungan. Alternatif pengendalian yang murah dan ramah lingkungan yaitu dengan memanfaatkan jamur saprofit isolat lokal dari kulit buah kakao yang dapat berperan sebagai agens hayati. Penelitian dilakukan pengujian interaksi dan dominasi sesama jamur saprofit. Tujuannya adalah untuk mengetahui kemampuan berkompetisi dan hubungan antara jamur saprofit satu dengan jamur saprofit lainnya. Berdasarkan hasil penelitian bahwa jamur saprofit diduga memiliki hubungan interaksi kompetisi, mikoparasit dan antibiosis. Sedangkan hasil dominasi terendah hingga tertinggi yaitu Trichoderma sp. 3, Aspergillus sp., Trichoderma sp. 2, Trichoderma sp. 1, Rhizopus sp., Fusidium sp., Penicillium sp., dan Candida sp. Jamur saprofit dari seresah kulit buah kakao memiliki potensi dalam mengendalikan Phytophthora palmivora.
Compatibility of Neem (Azadirachta indica) and Beauveria bassiana for Control of Spodoptera exigua and the Theoretical Impact to the Agroecosystem Kurnianto, Agung Sih; Prastiwi, Santi; Dewi, Nilasari; Tanzil, Ahmad Ilham; Muhlison, Wildan; Wagiyana, Wagiyana
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2022.010.02.01

Abstract

Spodoptera exigua (Hubner) (Lepidoptera: Noctuidae) is the biggest threat to onion farming, especially in the vegetative phase. In severe attacks, this pest can cause yield losses of up to 100%. Compatibility is one way to increase the efficiency and effectiveness of pest control by using plant-based pesticides or biological agents. Neem Leaf Extract (Azadirachta indica, acronym=NLE) has an azadirachtin compound that can inhibit insect growth, reduce appetite, reproduction, and hatch eggs. The fungus Beauveria bassiana (acronym=Bb) can secrete chitinase, lipase, proteinase enzymes that are able to decompose insect cuticles. NLE was obtained through the extraction method of plant-based pesticides and stored at 4oC until the experiment time. The Bb used was a commercial B. bassiana inoculum in the flour form with a density of 4.5 x 1010 spores/gram (trade name = Natural BVR). To determine the advantages of compatibility, this study is held by a single toxicity test of Bb and NLE, and the combined toxicity test of both. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 6 treatments with 4 replications, each replication used 12 larvae (a total of 48 larvae). Combination toxicity has a higher toxicity than the single use of NLE and Bb. At the LC 95 level, the combination treatment of Bb and NLE was 1.06-1.15 times more toxic than the single treatment of Bb, and 6.87-7.79 times more toxic than the single treatment of NLE. NLE and Bb are considered to have high compatibility (strong synergistic with GI value <0.5). Theoretically, the compatibility of NLE plant-based pesticides and Bb is very promising to replace chemical pesticides that have long-term adverse effects on agroecosystems.
PELATIHAN PRODUKSI TEKNOLOGI BIOINTENSIF VERMIKOMPOS BAGI PETANI KOPI ROBUSTA DI DESA BADEAN KABUPATEN JEMBER Pradana, Ankardiansyah Pandu; Setyawati, Intan Kartika; Tanzil, Ahmad Ilham
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.17621

Abstract

ABSTRAKProgram ini bertujuan untuk memberikan pendampingan sekaligus mengevaluasi dampak program pelatihan vermikompos terhadap pemahaman, motivasi, dan keterampilan para petani kopi Robusta di Desa Badean. Pendekatan sosial digunakan untuk menganalisis interaksi kompleks antara faktor individu, lingkungan, dan pendidikan dalam mempengaruhi perubahan perilaku. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan penyampaian materi dan pelatihan langsung. Analisis dampak dilakukan dengan survei pra-dan-pasca program dengan menggunakan skala skor 1 hingga 10 untuk mengukur pemahaman, motivasi, dan keterampilan. Data dianalisis menggunakan uji-t berpasangan, dengan nilai p yang rendah menunjukkan signifikansi perubahan. Hasil program mengungkapkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang vermikompos, dengan nilai statistik t sebesar -9.49 dan nilai p sebesar 5.54 × 10-6. Selain itu, motivasi peserta juga meningkat, ditunjukkan oleh statistik t sebesar -5.26 dan nilai p sebesar 5.19 × 10-4. Keterampilan peserta dalam pengelolaan cacing dan pengomposan juga meningkat dengan nilai statistik t sebesar -7.36 dan nilai p sebesar 4.26 × 10-5. Program pelatihan vermikompos berhasil meningkatkan pemahaman, motivasi, dan keterampilan petani melalui pendekatan komprehensif yang mencakup penyampaian materi, praktik langsung, dan interaksi sosial. Saran untuk peningkatan program di masa depan meliputi pendampingan yang lebih intensif dan dukungan berkelanjutan guna memastikan efek positif yang berkelanjutan. Kata kunci: cacing; organic; penyuluhan; social; vermikompos ABSTRACTThis program aims to provide mentoring while evaluating the impact of the vermicomposting training program on the understanding, motivation, and skills of Robusta coffee farmers in the village of Badean. A social approach is used to analyze the complex interactions among individual factors, the environment, and education in influencing behavioral changes. Community engagement methods are carried out through material delivery and direct training. Impact analysis is conducted through pre- and post-program surveys using a scale of scores from 1 to 10 to measure understanding, motivation, and skills. Data is analyzed using paired t-tests, with low p-values indicating significant changes. The program's results reveal that the training successfully improved participants' understanding of vermicomposting, with a statistical t-value of -9.49 and a p-value of 5.54 × 10-6. Additionally, participants' motivation also increased, as indicated by a statistical t-value of -5.26 and a p-value of 5.19 × 10-4. Participants' skills in worm management and composting also improved, with a statistical t-value of -7.36 and a p-value of 4.26 × 10-5. The vermicomposting training program successfully enhanced the understanding, motivation, and skills of farmers through a comprehensive approach that includes material delivery, hands-on practice, and social interaction. Suggestions for future program improvement include more intensive mentoring and ongoing support to ensure sustained positive effects. Keywords: worms; organic; counseling; social; vermicompost
EVALUASI BERBAGAI MEDIA FERMENTASI SUBSTRAT PADAT UNTUK KUANTITAS DAN KUALITAS Trichoderma asperellum SECARA IN VITRO: EVALUATION OF VARIOUS SOLID-STATE FERMENTATION MEDIA FOR THE QUANTITY AND QUALITY OF Trichoderma asperellum IN VITRO Wafa, Ali; Pramudita, Aulia Putri; Tanzil, Ahmad Ilham; Sucipto, Irwanto; Pusparani, Syafina; Muhtadi, Much. Misbah
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2026.014.2.4

Abstract

Trichoderma asperellum merupakan jamur yang bersifat antagonis terhadap jamur patogen tanaman dan telah banyak dimanfaatkan dalam industri biopestisida dan biofertilizer. Pada skala industri, pengembangan T. asperellum umumnya dilakukan melalui fermentasi substrat padat menggunakan media yang sesuai. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk menentukan jenis media padat yang tepat dalam mendukung produksi konidia T. asperellum, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kuantitas dan kualitas T. asperellum pada berbagai media substrat padat. Media fermentasi yang digunakan terdiri atas beras jagung, gandum, millet, serta kombinasi beras jagung–millet, gandum–millet, dan gandum–beras jagung. T. asperellum diinkubasi selama 7 hari dalam labu Erlenmeyer dan kantong plastik tahan panas. Parameter yang diamati meliputi biomassa, kerapatan konidia, dan persentase perkecambahan konidia setelah 24 jam inkubasi. Biomassa tertinggi diperoleh pada media  beras jagung dalam labu Erlenmeyer dengan rerata 8,06 g. Kerapatan konidia tertinggi diperoleh pada media millet, dengan rerata 17,64 spora/mL, sedangkan persentase perkecambahan konidia tertinggi diperoleh pada media beras jagung, dengan rerata 91,58%. Berdasarkan keseluruhan hasil tersebut, beras jagung merupakan media yang paling sesuai untuk produksi T. asperellum.
Co-Authors . Usmadi Agung Sih Kurnianto Ali Wafa Anggarini, Cindy Dwi Ankardiansyah Pandu Pradana Anton Muhibuddin Ariyono, Alief Rizky Arum, Ayu Puspita Asshidiqie, Wahyu Pratama Avrillia Susanto, Devani Azhar Destiawan, Hisyam Bambang Sugiharto Basuki Basuki , Bety Etikasari, Bety Dewi, Lara Putri Kartika Dewi, Nilasari Dyah Ayu Savitri Fachry Abda El Rahman Fanata, Wahyu Indra Duwi Fandri, Ferdi Zul HARI PURNOMO Hari Purnomo Hasjim, Saifuddin Himmatul Khasanah Intan Kartika Setyawati Irwanto Sucipto, Irwanto Jafri Nur Fahmy Idlain Akbar Putra, Mokhammad Kartika Sari, Vega Latif, Arifin Liliek Sulistyowati Luh Putu Suciati Magfiroh, Illia Seldon Meliala, Susan Barbara Patricia Sembiring Muhammad, Adibillah Muhtadi, Much. Misbah Nanang Tri Haryadi Neliana, Intan Ria Nikmah, Nasilatun Nisa, Aminatun Nisak, Fauziatun Novitasari , Adin Nur Widodo Nurcahyanti3, Suhartiningsih Dwi Nurdiana Widjayanti, Fefi Pramiranti, Betania Tabita Pramudita, Aulia Putri Prastiwi, Santi Puji Rahayu Pusparani, Syafina Rachmi Masnilah Rafid Afkar, Muhammad Raharja, Ajung Gilang Putra RAMADHANI MAHENDRA KUSUMA Ramadhani, Rifki Fahrisal Ratnasari, Tri Ristiyana, Suci Ristiyani, Suci Safitri, Eva Setiyono Setiyono Soleudin Efendi Sulistina, . Syafina Pusparani Syamsuddin Djauhari TRI HANDOYO Tri Wahyu Saputra Ummah, Anisatul Ummi Sholikhah Utami, Sri Rejeki Wagiyana Wagiyana, Wagiyana Wahyu Nurkholis Hadi Syahputra Widianingrum, Desy Cahya Widjayanti, Fwfi Nurdiana Wildan Muhlison, Wildan Yusuf Rachmandika