Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemberdayaan masyarakat Desa Jenggawah dalam meningkatkan kualitas pakan ternak kambing melalui fermentasi Pradana, Ankardiansyah Pandu; Tanzil, Ahmad Ilham; Setyawati, Intan Kartika; Masnilah, Rachmi; Astuti, Deviana Fitria; Putri, Thia Mahardikha Ra; Santi, Ollyvia Eswinda; Kuncoro, Efrian; Ayunita, Bela Indri; Arijaya, Shavanna Ardhelia; Yulianto, Roni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29963

Abstract

Abstrak Peternak kambing di Desa Jenggawah, Kabupaten Jember masih mengandalkan pakan konvensional tanpa pengolahan khusus, sehingga rendahnya kecernaan dan nilai gizi pakan menjadi masalah yang berdampak pada produktivitas ternak. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi peternak melalui penerapan teknologi fermentasi pakan ternak kambing untuk menghasilkan pakan yang lebih bernutrisi dan efisien. Program pengabdian dilaksanakan pada September–Oktober 2025 dengan pendekatan pelatihan di lapangan. Metode ini dilakukan melalui sosialisasi teori dan demonstrasi langsung teknik fermentasi, yang terdiri atas penyiapan bahan, pencacahan, pencampuran dengan inokulan bakteri asam laktat, dan penyimpanan produk dalam ruang kedap udara. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan, kemudian dianalisis dengan uji T untuk mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi. Analisis SWOT juga dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam penerapan teknologi ini. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pada skor pengetahuan (2,0 menjadi 8,0, t = –17,75; p = 5,39×10⁻¹¹), keterampilan (2,0 menjadi 8,0, t = –16,02; p = 3,99×10⁻¹⁰), dan motivasi (4,0 menjadi 7,93, t = –14,63; p = 1,72×10⁻⁹). Program ini berhasil diimplementasikan dan membawa dampak perubahan positif bagi masyarakat mitra. Kata kunci: bakteri asam laktat; gizi; hijauan; kecernaan; silase. AbstractGoat farmers in Jenggawah Village, Jember Regency, continue to rely on conventional feed without specialized processing, resulting in low digestibility and nutritional value, which negatively affects livestock productivity. This community service program aimed to enhance farmers' knowledge, skills, and motivation by introducing fermented feed technology for goat farming, thereby producing more nutritious and efficient feed. The program was implemented from September to October 2025 using a field-based training approach. The methodology included theoretical dissemination and hands-on demonstrations of feed fermentation techniques, covering material preparation, chopping, mixing with lactic acid bacteria inoculants, and storing the product in an airtight environment. Data were collected through pre- and post-training questionnaires and analyzed using a t-test to assess improvements in knowledge, skills, and motivation. Additionally, a SWOT analysis was conducted to identify the strengths, weaknesses, opportunities, and threats associated with the adoption of this technology. The results demonstrated a significant increase in knowledge scores (from 2.0 to 8.0, t = –17.75; p = 5.39×10⁻¹¹), skills (from 2.0 to 8.0, t = –16.02; p = 3.99×10⁻¹⁰), and motivation (from 4.0 to 7.93, t = –14.63; p = 1.72×10⁻⁹). The program was successfully implemented and had a positive impact on the partner community, contributing to the improved efficiency and sustainability of goat farming practices. Keywords: digestibility; forage; lactic acid bacteria; nutrition; silage.
Analisa Pendugaan Interaksi dan Dominasi Antara Jamur Saprofit dari Seresah Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Tanzil, Ahmad Ilham; Kurnianto, Agung Sih; Dewi, Nilasari; Efendi, Soleudin
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v10i2.6860

Abstract

Saat ini kendala utama dalam budidaya kakao yaitu terkait penyakit busuk buah kakao yang disebabkan oleh jamur patogen Phytophthora palmivora masih belum terselesaikan. Hal ini disebabkan kondisi perkebunan kakao yang lembab menyebabkan patogen lebih cepat berkembang dan meluas dalam waktu singkat. Hal tersebut ditambah dengan seresah kulit buah kakao yang menjadi sumber inoculum penyebaran patogen. Sejauh ini petani melakukan pengendalian dengan bantuan fungisida kimia sintetik yang mahal dan tidak ramah lingkungan. Alternatif pengendalian yang murah dan ramah lingkungan yaitu dengan memanfaatkan jamur saprofit isolat lokal dari kulit buah kakao yang dapat berperan sebagai agens hayati. Penelitian dilakukan pengujian interaksi dan dominasi sesama jamur saprofit. Tujuannya adalah untuk mengetahui kemampuan berkompetisi dan hubungan antara jamur saprofit satu dengan jamur saprofit lainnya. Berdasarkan hasil penelitian bahwa jamur saprofit diduga memiliki hubungan interaksi kompetisi, mikoparasit dan antibiosis. Sedangkan hasil dominasi terendah hingga tertinggi yaitu Trichoderma sp. 3, Aspergillus sp., Trichoderma sp. 2, Trichoderma sp. 1, Rhizopus sp., Fusidium sp., Penicillium sp., dan Candida sp. Jamur saprofit dari seresah kulit buah kakao memiliki potensi dalam mengendalikan Phytophthora palmivora.
Pengaruh Penambahan Berbagai Jenis Pupuk Kandang Terhadap Kemunculan Gulma Tanzil, Ahmad Ilham; Pramiranti, Betania Tabita; Hasjim, Saifuddin; Sucipto, Irwanto
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 9 No 1 (2025): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v9i1.542

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik memiliki berbagai dampak negatif bagi lingkungan dan petani. Pupuk kandang menjadi alternatif dalam pemupukan. Namun, pupuk kandang diduga menjadi sumber kontaminasi benih gulma di lahan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan pupuk kandang terhadap munculnya gulma. Penelitian telah dilakukan di Rembangan Jember dengan menggunakan empat plot percobaan yaitu tanpa pupuk, penambahan pupuk kotoran ayam, penambahan pupuk kotoran sapi, penambahan pupuk kotoran domba. Peta dibuat bedengan dengan ukuran 1×1 meter dan memungkinkan gulma tumbuh selama 1 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kotoran sapi memiliki lebih banyak jenis gulma dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Penambahan pupuk kotoran domba dan sapi memiliki kandungan hara yang lebih tinggi dibandingkan pupuk kotoran ayam dan tanpa pupuk. Hasil penelitian menunjukkan penambahan nutrisi yang lebih tinggi dari pupuk kotoran sapi dan domba memiliki lebih banyak kemunculan jenis gulma.
Morpho-Physiological Responses of Purbalingga and Purowkerto Local Black Rices to Drought Stress Sholikhah, Ummi; Khamidah, Khusna; Handoyo, Tri; Tanzil, Ahmad Ilham; Fanata, Wahyu Indra Duwi; Ratnasari, Tri; Saputra, Tri Wahyu
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 4 (2025): August 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i4.1148-1155

Abstract

Black rice (Oryza sativa L. indica) is a pigmented rice plant that has high antioxidant content. Drought is an abiotic stress that can inhibit the growth and productivity of rice plants. Planting of local black rice with several drought treatments using PEG 6000 was observed in this study. The aim of this research is to determine the morphological and physiological response of local black rice plants in Purbalingga and Purwokerto at various levels of drought stress. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors. The first factor is 2 local black rice plants, namely Purbalingga and Purwokerto. The second factor was drought stress treatment via PEG 6000 with 4 treatments, namely 0% PEG (control), 5%, 10%, and 15%. The results showed that when applying 15% PEG, local black rice in Purbalingga and Purwokerto experienced a decrease in plant height and number of leaves but increased root length. Based on the physiological response, when addition 15% PEG there was a decrease in the amount of chlorophyll and an increase in the content of H2O2 and anthocyanins in both Purbalingga and Purwokerto local black rice.   Keywords: Black Rice, Drought Stress, Morphological Response, Physiological Response.
Komparasi Metode Estimasi Evapotranspirasi Berbasis Cropwat dan Python (Studi Kasus: Chiang Mai, Thailand) Syahputra, Wahyu Nurkholis Hadi; Lazuardi, Adam Dika; Wijayanto, Yagus; Tanzil, Ahmad Ilham
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 13 No. 2: Juli 2025 (In Press)
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v13i2.250

Abstract

Evapotranspirasi (ET) merupakan komponen penting dalam siklus hidrologi yang menggambarkan jumlah air yang menguap dari permukaan tanah, air, dan vegetasi akibat faktor iklim dan fisiologis tanaman. Estimasi laju ET sangat penting dalam pengelolaan kebutuhan air tanaman, terutama padi yang memerlukan air dua hingga tiga kali lebih banyak dibandingkan tanaman pangan lainnya. Berbagai perangkat lunak telah dikembangkan untuk mengestimasi ET, namun sebagian memiliki keterbatasan fitur dan akses, terutama karena bersifat berbayar. Saat ini, Python sebagai bahasa pemrograman yang banyak digunakan di berbagai sektor, termasuk pertanian, telah menghadirkan modul Pyet untuk estimasi ET. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan hasil estimasi ET antara perangkat lunak Cropwat 8.0 dan modul Pyet Python dengan menggunakan data iklim harian tahun 2021 di Provinsi Chiang Mai, Thailand, dengan komoditas padi sebagai objek studi. Hasil menunjukkan bahwa modul Pyet memiliki potensi sebagai algoritma estimasi ET dengan korelasi tinggi terhadap hasil Cropwat (R² = 0,981), sehingga dapat diandalkan dalam analisis kebutuhan irigasi dan manajemen air pertanian.
Pemberdayaan Petani melalui Produksi Mikroorganisme Lokal (MOL) dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) untuk Meningkatkan Produktivitas Padi dan Silase di Desa Kemiri, Kabupaten Jember Tanzil, Ahmad Ilham; Muhlison, Wildan; Saputra, Tri Wahyu; Rahayu, Puji; Yulianto, Roni; Anantoro, Tri; Hadi, Yusnan; Alfarisy, Fariz Kustiawan; Pusparani, Syafina; Rachmandhika, Yusuf; Syahputra, Wahyu Nurkholis Hadi
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 9 No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v9i3.23940

Abstract

Kemiri Village, Panti District, Jember Regency is one of the rice-producing villages but faces the problem of scarcity of subsidized fertilizers and ineffective management of agricultural waste. This needs to be overcome with simple but effective handling. This community service activity aims to empower farmers through the production of Local Microorganisms (MOL) and Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) to increase rice productivity while supporting the potential of livestock in the village. The target partner in this activity is the Sidodadi farmer group consisting of 30 farmers. The implementation method includes training in making MOL and PGPR, applying PGPR to rice plants, and making silage as animal feed. The results of the activity show that the activities carried out related to the use of PGPR can help increase rice growth, improve yields, and reduce dependence on chemical fertilizers. In addition, making silage successfully processes green fodder into quality feed that supports food security for livestock in the village. In the future, this activity is expected to strengthen the sustainability of agricultural and livestock practices in Kemiri Village and improve the economy of farmers.
Pelatihan Penggunaan Paclobutrazol (PBZ) Sebagai Zat Pengatur Tumbuh untuk Mengatasi Kerebahan Tanaman Padi di Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember Tanzil, Ahmad Ilham; Fanata, Wahyu Indra Duwi; Sholikhah, Ummi; Ratnasari, Tri; Utami, Sri Rejeki; Muhtadi, Much. Misbah; Novitasari , Adin; Nisa, Aminatun
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12073

Abstract

Padi merupakan komoditas pertanian utama di Kecamatan Ledokombo. Namun, dalam praktik budidayanya, petani sering menghadapi tantangan cekaman abiotik, terutama angin kencang saat musim hujan. Kondisi ini menyebabkan varietas padi lokal yang memiliki postur tinggi menjadi rentan mengalami kerebahan, yang berdampak pada penurunan hasil. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan pelatihan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) sebagai upaya pengendalian pertumbuhan tanaman. Salah satu ZPT yang efektif adalah Paclobutrazol (PBZ), yang berfungsi menekan pertumbuhan tinggi tanaman. Pelatihan dilaksanakan langsung di lahan pertanian dengan menggunakan lima varietas padi berbeda. Hasil aplikasi menunjukkan bahwa tanaman yang diberi PBZ tumbuh lebih pendek dibandingkan tanaman yang tidak mendapatkan perlakuan, menunjukkan potensi PBZ dalam mengurangi risiko kerebahan.
Screening and Identification of Lactic Acid Bacteria from Livestock Rumen as Probiotic Candidates Widianingrum, Desy Cahya; Tanzil, Ahmad Ilham; Masnilah, Rachmi; Nurcahyanti3, Suhartiningsih Dwi; Fitriani, Vivi; Khasanah, Himmatul
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.104307

Abstract

Population of lactic acid bacteria (LAB) in the rumen of fattening livestock is relatively high and has the potential to be utilized. This study aimed to screen and identify LAB from the rumen as probiotic candidates. The research used rumen liquid from cattle, goats, and sheep collected from slaughterhouses in Bondowoso. The screening and identification processes were conducted at the Livestock Agroindustry Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Jember. The screening included colony morphology, Gram staining, cell shape, catalase test, and Carbon dioxide (CO2) gas production ability. The final identification of potential probiotic bacterial candidates was based on their bile salt tolerance. The results showed that there were LAB candidates with 22 isolates (from sheep/OS), 19 isolates (from cattle/OC), and 18 isolates (from goats/OG). The bacterial colony shape included oval (2OS, 1OC), circular (11OS, 18OC, 12OG), irregular (7OS, 6OG), and spindle (2OS). Colony sizes ranged from small (0.5–1.2 mm: 7 OS, 9OC, 4OG), medium (1.2–3.0 mm: 7OS, 7OC, 7OG), to large (3.0–5.0 mm: 8OS, 3OC, 7OG), with the majority of colonies being white and cream-colored, and a minority being yellow. All bacteria were Gram-positive, with coccus (19OS, 14OC, 2OG) and bacillus (3OS, 5OC, 16OG) shaped cells. All samples were capable of producing CO2 gas, and 50% of the isolates possessed catalase enzymes. Based on bile salt tolerance tests, 15% of the isolates had a survival rate of over 50%. In conclusion, LAB from the rumen, particularly goats, were identified as potential probiotic candidates for further development.
Organic Animal Waste as a Growth Substrate for Metarhizium anisopliae: A Viability Analysis Sucipto, Irwanto; Muhlison, Wildan; Anggarini, Cindy Dwi; Safitri, Eva; Tanzil, Ahmad Ilham
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENELITIAN IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/penelitianipteks.v10i2.3920

Abstract

Entomopathogenic fungi are important biological control agents and also have a good impact on the environment. One of the many entomopathogenic fungi that is safe for use by humans is Metarhizium anisopliae. Besides being parasitic, this type of fungus is also saprophytic in that this fungus utilizes organic matter as food. The organic material used will later become the media or substrate for the propagation of Metarhizium anisopliae. The substrate used is usually PDA (Potatoe Dextrose Agar), but due to the high price, farmers usually try to use other organic materials which are more affordable, and what is often used is corn rice. However, until now it has not been confirmed which substrate is the best for Metarhizium anisopliae. Therefore this study aims to determine the viability of entomopathogenic fungi on organic fertilizer substrates. Analysis of the research parameters was carried out at the Agrotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Jember. The study design used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 5 repetitions, so there were 25 sample units, with observations for 8 weeks so that the total number of samples was 200 samples. The treatments used included P0: using corn-rice media, P1: using chicken manure media, P2: using cow manure media, P3: using goat manure media, P4: using bat manure media. The research variables used were incubation period, final sample weight, and conidia density. The aim of this study was to determine the most suitable substrate for the growth and effectiveness of Metarhizium anisopliae as a biological control agent. The best-performing media were found to be chicken manure and cow manure. The authors suggest further emphasis on the scientific contribution of this research and recommend these substrates for practical field application
PENGARUH PEMBERIAN VERMIKOMPOS DAN INTERVAL PEMBERIAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni) Dewi, Lara Putri Kartika; Setiyono, Setiyono; Ristiyana, Suci; Tanzil, Ahmad Ilham; Meliala, Susan Barbara Patricia Sembiring; Nisak, Fauziatun; Savitri, Dyah Ayu; Arum, Ayu Puspita
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5509

Abstract

Stevia plant, as an alternative to sugarcane, is a plant that is susceptible to drought. The growth and yield of the stevia plant is highly dependent on the availability of sufficient water and nutrients. To get optimal crop yields is necessary to pay attention to the water needs of the stevia-growing media. The right intensity of watering and using organic fertilizers are efforts that can be done to prevent drought. This study aimed to determine the effect of vermicompost and water application intervals on the growth and yield of stevia plants. A divided plot design was used in this study with 12 treatment combinations with three replications. The basic pattern of completely randomized design (CRD) consists of 2 factors with three replications. The main plot is the interval of giving water (I), namely I1 = 1 day, once, I2 = once every 2 days, I3 = once every 3 days and Subplots, namely the dose of vermicompost, consist of 4 levels, namely V0 = 0 tons/ha, V1 = 5 tons /ha, V2 = 10 tons/ha, V3 = 15 tons/ha. The data were analyzed using analysis of variance. The significant difference between treatments is determined using Duncan's Multiple Distance Test at 5%. The best watering interval is the interval of giving once every three days and vermicompost 5 tons/ha.
Co-Authors . Usmadi Agung Sih Kurnianto Alfarisy, Fariz Kustiawan Anantoro, Tri Anggarini, Cindy Dwi Ankardiansyah Pandu Pradana Anton Muhibuddin Arijaya, Shavanna Ardhelia Ariyono, Alief Rizky Arum, Ayu Puspita Asshidiqie, Wahyu Pratama Astuti, Deviana Fitria Avrillia Susanto, Devani Ayunita, Bela Indri Azhar Destiawan, Hisyam Bambang Sugiharto Basuki Basuki , Bety Etikasari, Bety Dewi, Lara Putri Kartika Dewi, Nilasari Dyah Ayu Savitri Fachry Abda El Rahman Fanata, Wahyu Indra Duwi Fandri, Ferdi Zul Hadi, Yusnan Hari Purnomo HARI PURNOMO Hasjim, Saifuddin Himmatul Khasanah Intan Kartika Setyawati Irwanto Sucipto, Irwanto Jafri Nur Fahmy Idlain Akbar Putra, Mokhammad Kartika Sari, Vega Khamidah, Khusna Kuncoro, Efrian Latif, Arifin Lazuardi, Adam Dika Liliek Sulistyowati Luh Putu Suciati Magfiroh, Illia Seldon Magnon, Cassidy Maulida, Dinda Mala Meliala, Susan Barbara Patricia Sembiring Muhammad, Adibillah Muhtadi, Much. Misbah Nanang Tri Haryadi Neliana, Intan Ria Nikmah, Nasilatun Nisa, Aminatun Nisak, Fauziatun Novitasari , Adin Nur Widodo Nurcahyanti3, Suhartiningsih Dwi Nurdiana Widjayanti, Fefi Pramiranti, Betania Tabita Prastiwi, Santi Puji Rahayu Pusparani, Syafina Putri, Thia Mahardikha Ra Rachmandhika, Yusuf Rachmi Masnilah Rafid Afkar, Muhammad Raharja, Ajung Gilang Putra Ramadhani Mahendra Kusuma Ramadhani, Rifki Fahrisal Ratnasari, Tri Ristiyana, Suci Ristiyani, Suci Safitri, Eva Santi, Ollyvia Eswinda Setiyono Setiyono Soleudin Efendi Sulistina, . Syafina Pusparani Syahputra, Wahyu Nurkholis Hadi Syamsuddin Djauhari TRI HANDOYO Tri Wahyu Saputra Ummah, Anisatul Ummi Sholikhah Utami, Sri Rejeki Wagiyana Wagiyana, Wagiyana Wahyu Nurkholis Hadi Syahputra Widianingrum, Desy Cahya Widjayanti, Fwfi Nurdiana Wildan Muhlison, Wildan Yagus Wijayanto Yulianto, Roni Yusuf Rachmandika