Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Distribusi Persentase Pareto Kualitas Stok pada Jaringan Apotek Kimia Farma di Sulawesi Tenggara Tahun 2024 : Optimalisasi Manajemen Persediaan Berbasis ABC Analysis Faisal Faisal; Irman Idrus
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v4i1.4330

Abstract

This study aims to analyze the Pareto distribution of stock quality in 16 Apotek Kimia Farma outlets in Southeast Sulawesi during the period of January to October 2024, with a focus on inventory management based on ABC analysis. The research employed a descriptive quantitative design with a longitudinal (time series) approach, involving descriptive, trend, comparative, and correlation analyses to evaluate stock distribution and its stability. The findings show that, overall, the stock distribution in Kimia Farma outlets follows the Pareto principle, with category A accounting for an average of 73-86% of total sales value. However, significant variations were found across outlets, with outlets such as KF 004 and KF Hasanuddin Kendari showing high stability in category A distribution, while outlets like KF BULOG and KF Kolaka exhibited greater fluctuations. Seasonal patterns were also identified, with a decrease in category A percentages in April-May and October. Based on these findings, optimizing inventory management strategies based on Pareto distribution can enhance stock management efficiency, with recommendations to focus on category A, conduct regular evaluations of categories B and C, and adjust for seasonal patterns. This study suggests the implementation of more flexible inventory management strategies for each outlet to improve operational efficiency and customer service.
ISOLASI SENYAWA ALKALOID EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH POPAR (Ficus septica BURM. F) MENGGUNAKAN SPETROFOTOMETER INFRA MERAH Tawakkal, Tawakkal; Idrus, Irman; Kurniawan, Fajar
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui senyawa kimia alkaloid dari ekstrak etanol daun Sirih Popar (Ficus septica Burm. F) melalui uji pendahuluan, ekstraksi, penguapan, fraksinasi, dan analisis secara Spektrofotometri Infra Merah. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di laboratorium, dengan desain penelitian yaitu sampel daun Sirih Popar (Ficus septica Burm. F) dibuat ekstrak kemudian dilakukan pemisahan senyawa kimia dengan tekhnik isolasi menggunakan metode kromatiografi lapis tipis preparative dan di lanjutkan dengan identifikasi dengan metode spektrofotometri Infra Merah. Penelitian menujukkan bahwa ekstrak daun Sirih Popar (Ficus septica Burm. F) diduga mengandung senyawa kimia alkaloid berdasarkan hasil uji kualitatif yaitu menggunakan perekasi Mayer, menghasilkan endapan kuning, ditetesi HCl 0,5 N dan pereaksi Bauchardat, menghasilkan endapan coklat, HCl 0,5 N dan pereaksi Dragendrof, menghasilkan endapan jingga yang merupakan hasil positif mengandung senyawa alkaloid. Hasil analisis Spektrofotometri Infra Merah menunjukkan adanya gugus N-H, C-H, dan C=O yang diduga merupakan golongan senyawa alkaloid.
Kajian Potensi kandungan Senyawa Ferrum dan Plumbum Air Permandian Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Idrus, Irman; Wahab, Sabda; Bachri, Syaiful; Nugraha, Andi Fitra
Journal Safety and Healthty Vol 1 No 2 (2024): Journal Of Safety and Health
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.801 KB)

Abstract

Air merupakan salah satu media penularan berbagai agen penyakit, terutama penyakit yang ditularkan melalui air, seperti diare, kolera, disentri, dan tipus. Air juga sering tercemar oleh komponen anorganik, termasuk berbagai logam berat berbahaya. Beberapa logam berat, besi, dan timbal ini banyak digunakan untuk berbagai keperluan, oleh karena itu diproduksi secara rutin dalam skala industri. Kelebihan Ferrum jarang disebabkan oleh konsumsi makanan yang berasal darinya tetapi oleh konsumsi suplemen. Plumbum dan senyawanya banyak digunakan di berbagai bidang. Efek racun timbal terutama mempengaruhi saluran pencernaan, darah, dan sistem saraf. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan Ferrum dan Plumbum pada air mandi Moramo menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom. Metode destruksi basah merupakan pilihan yang digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan kadar Ferrum dan Plumbed menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil analisis serapan diperoleh = 248,42 senyawa Ferrum dan = 283,27 nm pada Plumbum. Identifikasi sampel X1 = 0,0167 mg/l, sampel X2 = 0,0111 mg/l dan sampel X3 = 0,0167 mg/l, serta kandungan Plumbum (Pb) pada sampel X1 = 0,008 mg/l, sampel X2 = 0,0125 mg/l dan sampel X3 = 0,0042 mg/l. Berdasarkan potensi kandungan Ferrum (Fe) dan Plumbum (Pb) pada air mandi Moramo Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara tidak berpotensi membahayakan karena tidak melebihi batas maksimal yang ditetapkan pemerintah. dimana tingkat koreksi maksimum untuk Ferrum (Fe) adalah 0,3 mg/l dan Plumbum (Pb) adalah 0,05 mg/l.
LITERASI BERBAGAI OBAT HERBAL DAN CARA TEPAT PENGGUNAANNYA UNTUK KESEHATAN A Tenriugi Daeng Pine; Tahirah; Yasnidar; Sitti Fauziah Noer; Mora; Karim, Harningsih; Idrus, Irman; Dwi Sasongko Mardiono; Junaidin
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT YAMASI Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Yamasi
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/jpmy.v2i2.310

Abstract

Sistem pelayanan kesehatan tradisional merupakan bagian dari sistem kesehatan nasional. Saat ini kesehatan tradisional diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 103 tahun 2014 Tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional. Penggunaan tanaman sebagai obat telah dikenal sejak lama oleh masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi warisan turun-temurun yang masih dapat ditemui dan masih dilestarikan di wilayah Indonesia. Salah satu wilayah Indonesia yang memiliki keragaman hayati adalah Pangkep (Pangkajene Kepulauan). Kekayaan alam ini dapat diinformasikan dan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah Pangkep dan sekitarnya salah satunya sebagai bahan pengobatan. Adanya penggunaan tanaman obat (herbal) yang masih kurang tepat dapat memberikan efek samping terhadap kesehatan di masa depan. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan beberapa tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisional dan penggunaannya yang aman dan tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah dalam bentuk penyuluhan yang disertai dengan diskusi. Kegiatan ini memberikan dampak positif yakni adanya peningkatan pengetahuan masyarakat Kelurahan Bonto Perak Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep terhadap berbagai herbal dan penggunaannya yang aman dan tepat.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Taipa melalui Edukasi Pemanfaatan Pandan Laut (Pandanus tectorius) sebagai Herbal Pendukung Kesehatan Mental dan Fisik Poyizar; Irman Idrus
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i3.102

Abstract

Desa Taipa, terletak di wilayah Kecamatan Lembo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, memiliki potensi sumber daya alam berupa pandan laut (Pandanus tectorius) yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, tanaman ini mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berkhasiat sebagai antioksidan, antidepresan, dan relaksan alami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan warga Desa Taipa melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan pandan laut sebagai herbal pendukung kesehatan mental dan fisik. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi pembuatan produk herbal (teh, aromaterapi, dan serbuk herbal), serta pendampingan pascapelatihan selama dua bulan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, observasi, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 41%, peningkatan keterampilan pengolahan pandan laut menjadi produk herbal, serta terbentuknya kelompok usaha “Taipa Herbal Community” sebagai inisiatif keberlanjutan program. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental dan fisik sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini menjadi model pemberdayaan yang mengintegrasikan kearifan lokal dan pendekatan ilmiah menuju kesejahteraan masyarakat pesisir yang berkelanjutan.
Model Edukasi Peer Educator sebagai Upaya Preventif Penyalahgunaan Obat pada Remaja Muhamad Ramadhan Salam; Irman Idrus; Fajar Kurniawan; Poyizar Poyizar; Wa Ode Siti Sa’diyyah; Nurniati Nurniati; Aisha Kartini; Anggun Anggun; Agistiawan Agistiawan; Al-Hamid Al-Hamid
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.37522

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan obat, termasuk penggunaan obat bebas, obat resep, dan narkotika yang tidak tepat, akibat perkembangan psikososial, tekanan teman sebaya, dan rendahnya literasi kesehatan. Kurangnya pemahaman tentang penggunaan obat yang aman serta paparan luas terhadap informasi yang keliru meningkatkan risiko swamedikasi yang tidak aman dan penyalahgunaan zat pada remaja. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model edukasi peer educator sebagai pendekatan preventif dalam meningkatkan literasi obat dan menurunkan risiko penyalahgunaan obat pada siswa sekolah menengah atas. Program dilaksanakan di sebuah sekolah menengah atas negeri dengan menggunakan pendekatan partisipatif yang menempatkan remaja sebagai pembelajar aktif dan agen perubahan. Intervensi terdiri atas penilaian pengetahuan awal, sesi edukasi interaktif mengenai penggunaan obat yang aman dan pencegahan penyalahgunaan obat, evaluasi pasca intervensi, rekrutmen peer educator, serta diskusi kasus berbasis kelompok yang dipimpin oleh peer educator terpilih. Pengetahuan siswa meningkat signifikan setelah intervensi, dari pretest 71,67 menjadi posttest 90,37 (p=0,000), dengan effect size besar (0,849), menunjukkan intervensi efektif meningkatkan pengetahuan dan literasi obat siswa, yang menegaskan dampak kuat dari model edukasi peer educator. Selain peningkatan pengetahuan, program ini juga menumbuhkan keterampilan kepemimpinan, kepercayaan diri, dan keterlibatan aktif pada peer educator terpilih. Sebagai simpulan, model edukasi peer educator merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan literasi obat remaja serta memperkuat upaya preventif terhadap penyalahgunaan obat di lingkungan sekolah, dan berpotensi direplikasi serta diintegrasikan dalam program promosi kesehatan berbasis sekolah dan komunitas.
Pembuatan Stik Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Upaya Peningkatan Gizi Jajanan Lokal Irman Idrus; Syaiful Katadi; Nurfitriyana Rahmat; Muh. Ramadhan Salam; Rahayu Aprianti; Lilis Suriyani; Ummi Kalsum; Wiwin Trisilia; Afifah Fausiyah; Sri Yulia Ningsih; Elsa ti Damayan
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moringa oleifera leaves are known for their high nutritional content, yet their utilization remains limited. This study aimed to develop Moringa leaf-based sticks and evaluate their acceptance. An experimental method was employed, creating three stick formulations: control, 10% Moringa leaf powder (A), and 20% Moringa leaf powder (B). Proximate analysis, organoleptic tests, and community acceptance surveys were conducted. Results showed significant protein, vitamin A, and iron increases in Moringa-fortified sticks. Formulation A had the best acceptance with an average score of 4.2 out of 5 for all organoleptic parameters. Despite higher nutritional value, Formulation B was less preferred due to stronger color intensity and aroma. The survey revealed that 85% of respondents were interested in consuming Moringa sticks regularly. Education and demonstration of stick-making to the community increased interest, with 78% of respondents willing to try making them at home. In conclusion, Moringa leaf sticks have the potential to become a healthy snack alternative that can improve community nutritional intake. Further research on nutrient stability during storage and formulation optimization is needed for better acceptance..  
Pemberdayaan Masyarakat Desa Taipa melalui Edukasi Pemanfaatan Pandan Laut (Pandanus tectorius) sebagai Herbal Pendukung Kesehatan Mental dan Fisik Poyizar; Irman Idrus
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i3.102

Abstract

Desa Taipa, terletak di wilayah Kecamatan Lembo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, memiliki potensi sumber daya alam berupa pandan laut (Pandanus tectorius) yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, tanaman ini mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berkhasiat sebagai antioksidan, antidepresan, dan relaksan alami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan warga Desa Taipa melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan pandan laut sebagai herbal pendukung kesehatan mental dan fisik. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi pembuatan produk herbal (teh, aromaterapi, dan serbuk herbal), serta pendampingan pascapelatihan selama dua bulan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, observasi, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 41%, peningkatan keterampilan pengolahan pandan laut menjadi produk herbal, serta terbentuknya kelompok usaha “Taipa Herbal Community” sebagai inisiatif keberlanjutan program. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental dan fisik sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini menjadi model pemberdayaan yang mengintegrasikan kearifan lokal dan pendekatan ilmiah menuju kesejahteraan masyarakat pesisir yang berkelanjutan.
Pembuatan Stik Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Upaya Peningkatan Gizi Jajanan Lokal Irman Idrus; Syaiful Katadi; Nurfitriyana Rahmat; Muh. Ramadhan Salam; Rahayu Aprianti; Lilis Suriyani; Ummi Kalsum; Wiwin Trisilia; Afifah Fausiyah; Sri Yulia Ningsih; Elsa ti Damayan
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moringa oleifera leaves are known for their high nutritional content, yet their utilization remains limited. This study aimed to develop Moringa leaf-based sticks and evaluate their acceptance. An experimental method was employed, creating three stick formulations: control, 10% Moringa leaf powder (A), and 20% Moringa leaf powder (B). Proximate analysis, organoleptic tests, and community acceptance surveys were conducted. Results showed significant protein, vitamin A, and iron increases in Moringa-fortified sticks. Formulation A had the best acceptance with an average score of 4.2 out of 5 for all organoleptic parameters. Despite higher nutritional value, Formulation B was less preferred due to stronger color intensity and aroma. The survey revealed that 85% of respondents were interested in consuming Moringa sticks regularly. Education and demonstration of stick-making to the community increased interest, with 78% of respondents willing to try making them at home. In conclusion, Moringa leaf sticks have the potential to become a healthy snack alternative that can improve community nutritional intake. Further research on nutrient stability during storage and formulation optimization is needed for better acceptance..  
Analisis Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi Maag pada Pelajar SMA Non-Kesehatan Poyizar; Irman Idrus
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.134

Abstract

Gangguan lambung atau maag merupakan masalah kesehatan yang sering dialami remaja, khususnya pelajar SMA, dan kerap ditangani melalui swamedikasi tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Praktik ini berpotensi menimbulkan risiko apabila tidak didukung oleh pengetahuan yang memadai mengenai penggunaan obat yang rasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi maag pada pelajar SMA non-kesehatan serta mengkaji hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional bersifat deskriptif-analitik. Subjek penelitian adalah pelajar SMA Negeri non-kesehatan di Kota Kendari yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi maag. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji statistik yang sesuai untuk data ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup hingga baik dan perilaku swamedikasi yang cenderung positif, meskipun masih ditemukan proporsi perilaku yang kurang rasional. Analisis hubungan menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi maag, di mana peningkatan pengetahuan diikuti oleh perilaku penggunaan obat yang lebih tepat. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengetahuan merupakan faktor penting dalam membentuk perilaku swamedikasi yang aman dan rasional pada pelajar SMA non-kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif yang terstruktur di lingkungan sekolah untuk meningkatkan literasi obat dan mendorong praktik swamedikasi yang bertanggung jawab di kalangan remaja.