Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Usia Ibu Dengan Kejadian Hipertensi Dalam Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Andai Kota Banjarmasin Dina Elsa Puspitasari; Siti Fatimah; Darmayanti Wulandatika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1176

Abstract

Hipertensi yang timbul selama masa kehamilan merupakan salah satu komplikasi obstetri yang turut menyumbang tingginya angka kesakitan dan kematian pada ibu. Usia ibu merupakan salah satu faktor penentu yang cukup berpengaruh, di mana kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun ataupun lebih dari 35 tahun berpotensi memicu risiko hipertensi yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan yang terjadi pada usia reproduksi optimal (20–35 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara usia ibu dan timbulnya hipertensi dalam kehamilan pada wilayah kerja Puskesmas Sungai Andai, Kota Banjarmasin. Desain yang dimanfaatkan berupa penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik secara retrospektif, memanfaatkan data rekam medis ibu hamil pada rentang Oktober 2025 hingga Juni 2026. Sejumlah 105 responden dilibatkan melalui teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya. Analisis data terdiri atas uji univariat dan uji korelasi Spearman rho dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil memperlihatkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori usia reproduksi sehat (83,8%), sementara sebagian besar dari keseluruhan responden mengalami hipertensi selama kehamilan (59,0%). Angka kejadian hipertensi tercatat lebih tinggi pada kelompok usia berisiko (94,1%) dibandingkan kelompok usia sehat (52,3%). Uji Spearman rho menunjukkan adanya keterkaitan yang bermakna antara usia ibu dan kejadian hipertensi dalam kehamilan (r = 0,313; p = 0,001), dengan arah hubungan positif serta kekuatan hubungan yang tergolong lemah sampai sedang. Dengan demikian, usia ibu terbukti berkaitan dengan timbulnya hipertensi dalam kehamilan, sehingga program skrining dan deteksi dini penting digalakkan, terutama bagi kelompok usia berisiko.
Hubungan Preeklamsia dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Helda Maya Sari; Darmayanti Wulandatika; Shelly Rodliah Rosyad; Windarti Windarti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1265

Abstract

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara menempati urutan kedua tertinggi di ASEAN sekitar 260.000 pada tahun 2023 dalam hal kematian ibu dan angka kematian bayi tercatat mencapai 16,85 per 1.000 kelahiran hidup di Indonesia. Penyebab kematian ibu hamil umumnya adalah pendarahan dan eklamsia. Sementara, kematian bayi banyak disebabkan oleh Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) atau prematuritas. Preeklamsia itu sendiri dapat mengakibatkan insufisiensi placenta, sedangkan BBLR terjadi ketika bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Berdasarkan data dari RSUD H. Boejasin Pelaihari tahun 2022 kasus preeklamsia mencapai 141 orang (13,51%) dari 1043 persalinan sedangkan pada tahun 2023 kasus preeklamsia mencapai 150 orang (16,3%) dari 920 persalinan. Terjadi peningkatan kejadian preeklamsia sebesar 2,79% dari tahun 2022 ke tahun 2023 dan adanya kematian ibu akibat preklamsia pada tahun 2022 sebanyak 2 orang dan pada tahun 2023 sebanyak 1 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan preeklamsia dengan kejadian BBLR RSUD H. Boejasin Pelaihari tahun 2025. Desain penelitian berwujud desain potong lintang yakni (cross sectional study) pendekatan analitik observasional. Cakupan populasi di dalam studi ini sebanyak 940 ibu bersalin sepanjang tahun 2025 yang terekam dalam register dan rekam medis. Sampel sebanyak 281 ibu bersalin diseleksi sebagai sampel menggunakan teknik pemilihan sampel bertujuan (purposive) bagi subjek memenuhi syarat inklusi maupun eksklusi. Hasil uji statistik Spearman’s Rho diperoleh nilai P-Value < 0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,631 artinya terdapat hubungan kuat ke arah positif antara preeklamsia dan kejadian BBLR di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.
Co-Authors Afifah, Ramadhana Alya Nuur Afkarina, Ashfa Alit Suwandewi Angga Irawan Anjani, Amellia Dewi Assyfa, Mutia Aura Nazwa Astuti, Elsi Aulia Safitri Azhari, Fahrin Azidin, Yustan Azizah Azizah Azkiya, Nadila Bardiati Ulfah Bardiati Ulfah Bening Prawita Sari Bening Prawita Sari Cahaya Indah Lestari Devy Purnama Diah Retno Wulan Dina Elsa Puspitasari Dyta Setiawati Hariyono efendi, Aprilianti mayang Evy Noorhasanah Gisna Saufita Helda Maya Sari Hijrawati, Nani Hj Ruslinawati Hj. Fahridha Mahfuzhah Deswita Puteri Mahfuzhah Deswita Putri Mahfuzhah Deswita Putri Mariani, Hj. Mathuridy, Roly Marwan Mirawati Mirawati Nadila Azkiya Nadila Azkiya Nelly Mariati Nelly Mariati Nelly Mariati Nelly Mariati Nisrina Nadya Wahda Noor Anisa Noor Anisa Nurkhalifatul Zanah Olfah, Ria Pratiwi Puji Lestari Puteri, Mahfuzhah Deswita Ramadhana Alya Nur Hafifah Ramadhana Alya Nuur Afifah Ramadhana Alya Nuur Afifah Ramadhana Alya Nuur Afifah Ramadhana Alya Nuur Afifah Ra’uf, Muhammad Ria Olfah Rizki Amalia Rr Sri Nuriaty Masdiputri Rr. Sri Nuriaty Masdi Putri Rr. Sri Nuriaty Masdiputri Rr. Sri Nuriaty Masdiputri Ruslinawati Ruslinawati Sari , Yenny Okvita Sari, Delima Indah Permata Sari, Dwi Kartika Sari, Gita Wulanda sari, yenny okvita Shelly Rodliah Rosyad Shelly Rodliah Rosyad Siti Fatimah SITI FATIMAH Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Maria Ulfa Siti Maria Ulfa Siti Maria Ulfa Siti Maria Ulfa Siti Maria Ulfa Sundari, Sri Suryati Suryati Suryati Suryati Syahrida Agustina Ulfah, Bardiyati Vitria Windarti Windarti Yaolanda Rizqi Agustina Yenny Okvitasari Yenny Okvitasari, Yenny