p-Index From 2021 - 2026
8.038
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan SOSIOLOGI NUSANTARA Jurnal Empirika Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Simulacra Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Jurnal Abdi Insani Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Media Sosiologi Jurnal Masyarakat Maritim Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan International Journal of Social Science GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia INDONESIAN JOURNAL OF MEDICAL ANTHROPOLOGY Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Formosa Journal of Science and Technology (FJST) Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Jurnal Manajemen Kuliner Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial (JHPIS) Jurnal Mata Pariwisata Jurnal Sosio-komunika Jurnal Menata Journal of Management and Social Sciences Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Social Issues Quarterly Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis Jurnal Multidisiplin West Science Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Buletin Antropologi Indonesia MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jurnal Archipelago Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora PESHUM
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Nilai Tanda dan Nilai Simbol Perilaku Hedonisme Dikalangan Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji Endang Simanjuntak; Siti Arieta; Sri Wahyuni
Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/eksekusi.v1i3.537

Abstract

Students who live with modernization have shifted the value of attitude mentality as students who should read, write, research, discuss and become individuals who are rich in knowledge on the college board, but it cannot be said that all students are involved in hedonism. The purpose of this study was to measure the level of hedonism and lifestyle among Umrah students. This study uses a quantitative approach where the X1 indicator is the sign value, the X2 indicator is the symbol value and the Y indicator is Hedonism with a population-based test option and a sample of 7,658 Umrah students divided into 366 students based on research need indicators. The way to get the data is through a research questionnaire, namely using the Google form, then this study uses Jeand Baudriliad's theory about consumption and lifestyle so that the results of this study are a validity test of 366 samples with a grand mean of 60% agree with variable X1 and as many as 233 people or 63% agree with variables X2 and 234 or as much as 63.9% agree with the indicator variable Y, it can be analyzed that data analysis is carried out by grouping into categories and describing the data obtained according to the categories. This study found that the five subjects carried out activities that lead to subject pleasure such as hanging out, shopping, vacations, clubbing besides that the subject has an interest in something that is considered important and wants to be different from the surrounding environment and has hopes that lead to pleasure itself. Factors that can affect the hedonic lifestyle of students is the desire to be different so they do various ways to follow the influence of modernization. Keywords: Lifestyle, Student, Hedonism.
TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DI BIDANG LINGKUNGAN HIDUP: KONSERVASI PENYU DI KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS INDONESIA Siti Arieta; Meilanny Budiarti; Teguh Setiandika Igiasi
Journal of Management and Social Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): Februari : Journal of Management and Social Sciences
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar Jl. Sumba no 46, Kota Makassar, Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimas.v2i1.178

Abstract

Ancaman kepunahan spesies penyu diakibatkan oleh berlangsungnya tragedy of the commons serta kondisi anomie yang menyebabkan penyu dan telurnya menjadi objek ekonomi. Saat ini, perlindungan terhadap penyu mengamanatkan seluruh masyarakat berintegrasi untuk melakukan konservasi. Penelitian ini mengkaji tentang keterlibatan para aktor yang terlibat dalam upaya konservasi penyu di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan keterlibatan dan strategi para pemangku kepentingan dalam konservasi penyu di Kabupaten Kepulauan Anambas, dan berdasarkan temuan penelitian akan merekomendasikan arah kebijakan dalam membangun model pengelolaan konservasi penyu yang berkelanjutan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode campuran, yakni kualitatif melalui wawancara mendalam dan kuantitatif dengan penghitungan Social Return of Investment (SROI). Temuan penelitian menyatakan bahwa konservasi penyu di Kabupaten Kepulauan Anambas sudah dilakukan sevara kolaboratif dan mengalami perubahan positif yang signifikan. Pengetahuan akan keberlanjutan dan modal ekonomi serta modal sosial menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh pihak yang berpartisipasi dalam konservasi penyu. Premier Oil Indonesia merupakan satu-satunya stakeholder yang sukses menjalankan kegiatan konservasi penyu sebagai bagian dari tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) sejak tahun 2014. Premior Oil Indonesia memiliki habitus kelas yang diakui oleh pemangku kepentingan lain, dan perusahaan ini menduduki posisi yang terligitimasi dalam struktur masyarakat Kepulauan Anambas. Meskipun kegiatan yang dilakukan oleh Premier Oil memperoleh kesuksesan, tantangan utama yang dihadapi adalah masih terdapat pihak-pihak yang tidak mendukung konservasi. Untuk mengantisipasi hal ini, peranan Pemerintah dan penegak hukum sudah cukup maksimal dalam menjalankan patroli, sosialisasi dan penegakan hukum kepada masyarakat.
LEGAL CONSTRUCTION OF NAMING AND CHARACTERISTICS OF SIMBEK AND TAMBAN SALAI FISH AS INTANGIBLE CULTURAL HERITAGE IN THE RIAU ISLANDS FROM A SOCIAL, ECONOMIC, AND CULTURAL PERSPECTIVE Amalia, Eva; Arieta, Siti
JURNAL MANAJEMEN KULINER Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : PUSLITABMAS - BATAM TOURISM POLYTECNIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jmn.v5i1.487

Abstract

ABSTRACT This study analyzes the juridical construction of naming and characteristics of Salai Simbek and Tamban Salai as Intangible Cultural Heritage in the Kepulauan Riau Province, particularly in Natuna and Lingga Regencies. These traditional smoked fish products embody not only culinary heritage but also the collective identity of maritime communities. The research aims to examine the legal framework governing their protection and to formulate an appropriate legal protection model integrating cultural and economic dimensions. This research employs a normative juridical method with descriptive-analytical specifications and a qualitative approach. The study is based on statutory analysis, literature review, and secondary legal materials related to cultural advancement and intellectual property law. The findings reveal that registration under the Intangible Cultural Heritage (WBTb) regime provides cultural legitimacy; however, it does not fully ensure economic protection against unauthorized commercialization. The study concludes that a multi-layered protection model is necessary, combining WBTb recognition with geographical indications and/or collective trademarks. Comprehensive legal protection is essential to ensure legal certainty, communal justice, and sustainable economic development while preserving socio-cultural values within local communities. Keywords: Salai Simbek, Tamban Salai, Intangible Cultural Heritage, Normative Juridical ,Social Cultural and Economic Abstrak Penelitian ini menganalisis konstruksi yuridis penamaan dan karakteristik Salai Simbek dan Tamban Salai sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Lingga. Kedua produk ikan asap tradisional tersebut tidak hanya merepresentasikan kekayaan kuliner daerah, tetapi juga identitas kolektif masyarakat pesisir berbasis maritim. Penelitian ini bertujuan mengkaji kerangka hukum perlindungan terhadap penamaan dan karakteristiknya serta merumuskan model perlindungan hukum yang tepat secara kultural dan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis dan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan melalui analisis peraturan perundang-undangan, kajian literatur, serta bahan hukum sekunder yang berkaitan dengan pemajuan kebudayaan dan hukum kekayaan intelektual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan sebagai WBTb memberikan legitimasi kultural, namun belum sepenuhnya menjamin perlindungan ekonomi terhadap potensi komersialisasi oleh pihak luar. Kesimpulannya, diperlukan model perlindungan berlapis yang mengintegrasikan pengakuan WBTb dengan instrumen indikasi geografis dan/atau merek kolektif guna menjamin kepastian hukum, keadilan komunal, serta keberlanjutan ekonomi tanpa menghilangkan nilai sosial dan budaya masyarakat setempat. Kata Kunci: Salai Simbek, Tamban Salai, Warisan Budaya Takbenda, Yuridis Normatif, Sosial Budaya
GAP ANALYSIS PENGEMBANGAN REMPANG ECO-CITY: ANTARA POTENSI PARIWISATA BERKELANJUTAN DAN DINAMIKA KONFLIK SOSIAL Eva Amalia; Wahjoe Pangestoeti; Siti Arieta
JURNAL MATA PARIWISATA Vol. 5 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : PUSLITABMAS - BATAM TOURISM POLYTECNIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jmp.v5i1.505

Abstract

The development of Rempang Eco-City (REC) in Batam represents a strategic effort to promote sustainable tourism and regional economic growth. This study examines the gap between the planned concept and its actual implementation, particularly in tourism potential and social conflicts. Using a descriptive qualitative approach with gap analysis, data were collected through observation, interviews, documentation, and literature review, focusing on four aspects: policy and planning, social conditions, economic and tourism potential, and infrastructure and environmental readiness. The findings indicate significant gaps across all aspects. Development remains largely top-down with limited community participation, while social resistance highlights unresolved issues of rights and inclusivity. Despite strong tourism potential, progress is hindered by uncertainty and conflict, and infrastructure readiness is still inadequate. The research concludes that Rempang Eco City’s success depends on integrating social inclusion, environmental sustainability, and participatory governance, supported by community-based tourism, improved infrastructure, and inclusive policies
MEMPERKUAT TATA KELOLA SUMBER DAYA LAUT YANG ADAPTIF MELALUI PEMBELAJARAN SOSIAL KOMUNITAS PRAKTIK MULTI-STAKEHOLDER DI PULAU BINTAN UTARA Tri Samnuzulsari; Siti Arieta; Athika Thahira; Imam Yudhi Prastya; Edison Edison
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 5 (2026): 2026 Mei
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The management of marine resources in small island regions is often hampered by fragmented knowledge systems, overlapping institutional mandates and a lack of coordination among stakeholders, which hinders the development of effective and adaptive governance. This article highlights how social learning within a Community of Practice (CoP) involving various stakeholders contributes to strengthening marine resource governance in this context. This study adopts a qualitative case study approach focusing on the Jaringan Peduli Laut (JALA) in North Bintan Island, Indonesia. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), and field observations, enabling a deep understanding of the processes of interaction and collaborative practices amongst the actors. Findings indicate that social learning emerges through sustained interaction, reflective dialogue, and repeated collective practices involving civil society organisations, local communities, government agencies, and academic actors. These processes facilitate the integration of local ecological knowledge with scientific perspectives, whilst fostering trust, shared understanding, and distributed leadership across the network. CoPs evolve beyond knowledge-sharing platforms into mechanisms that strengthen collective capacity to support joint adaptive management. This is evident in the emergence of community-based conservation initiatives, improved coordination in addressing coastal environmental challenges, and the gradual strengthening of institutional legitimacy at the local level. Although there have been positive developments, several challenges remain, including disparities in organisational capacity, communication barriers, and the differing interests of stakeholders that continue to shape the direction of collaboration.
Co-Authors Abdul Roni Aditya Surya Dinata Agastia Dianfortuna Ayudya Ali Azid Aneta Annisa Valentina Annissa Valentina Apriyanto Athika Thahira Atika Rokhim Audina, Dea Bambang Suhito Bonita Silalahi Casiavera Christina Rotua Silitonga Delsy Arya Putri Delsy Arya Putri Desi Kristiani manurung Dimas Akmarul Putera Dini Indriani Aulia Putri Diof Hafiz Edison Edison Eka Putri Lestari Emmy Solina Endang Simanjuntak Eva Amalia Eva Amalia Eva Amalia Evan Augustin Fera Mardiani Ferik Juanda Fitri, Nurisa Grace Natasya, Grace Gulo, Damai Vistiani Gustika, Winda Habib Syahputra Haria, Novi Gabriella Herdany, Venny Heri Syahputra Lingga Humairah, Jasri Fanny Imam Yudhi Prastya, Imam Yudhi Irma Dela Larasita Iswahyudi Kaloko, Ilhamda Fattah Kurmalasari, Tety Lawi, Ansarullah Lela Nur Shahida, Lela Nur Shahida Manurung Maria Stefany Glorya Marisa Elsera Maulani, Santi Maya Rifqi Nasution Meilanny Budiarti Metha Warissa Muhammad Apriansyah Daulay Muhammad Fadli Muhammad Rizky Febriansyah Lubis Nabila Zhikri Ramadanti Nanik Rahmawati niko, Nikodemos Nikodemus Niko, Nikodemus Nur Asri Nurapitasari Nurapitasari Pangestoeti, Wahyu Pransisca, Shelvia Putri Agustina Rafles Simanjuntak Rahma Syafitri Rahma Syafitri Rahmawati, Nanik Rambe, Rukiyah Yunita Ranti Miranda Uliarta Manalu Riana Septiani Hairi Rupita, Rupita Sachi Emelin Carissa Sadam, Sadam Said Muhammad Khairul Nizam Sapitri, Asti Agus Shania Desvianty Silviani, Try Sofiyan Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suryana, Agi Suryaninggsih suryaningsih Suryaningsih Suryaningsih Syafitri, Rahma Syafruddin Rais, Syafruddin Syahdila, Darama Syarifah Ema Rahmaniah Tambunan, Friska Flisilia Taruna Prakarsa Taufik Hidayat Taufiqqurrachman Taufiqqurrachman Taufiqurrachman Taufiqurrachman Teguh Setiandika Igiasi Tri Samnuzulsari Vistin Gulo Yusnidar Agusti