p-Index From 2021 - 2026
6.896
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Bahasa, Sastra, Pembelajaran Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bahasa dan Sastra Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Gramatika JURNAL KONFIKS IJLECR (International Journal of Language Education and Cultural Review) Al Ishlah Jurnal Pendidikan BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Al-Ta'lim Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran Jurnal Sastra Indonesia Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Dialektika Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Jurnal Basicedu YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Educaniora: Journal of Education and Humanities Persona: Kajian Bahasa dan Sastra Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris Journal of Education Language and Innovation Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan Abdi Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora PAEDAGOGIE
Claim Missing Document
Check
Articles

Tindak Tutur Asertif Sujiwo Tejo dan Habib Husein Ja’far Dalam Kanal Youtube Sujiwo Tejo dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Teks Diskusi Diana Kusuma, Anita; Tressyalina, Tressyalina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Tindak Tutur Asertif Sujiwo Tejo dan Habib Husein Ja’far dalam Kanal Youtube Sujiwo Tejo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa data kalimat tuturan dalam video yang diunggah pada kanal Youtube Sujiwo Tejo bersama Habib Husein Ja’far dengan topik nilai-nilai relijius di mata budayawan. Berdasarkan hasil analisis data penelitian kualitatif yang dilakukan, tindak tutur asertif dalam video Sujiwo Tejo dan Habib Husein Ja’far edisi Juli 2021, Desember 2022, dan Januari 2023 dengan topik nilai relijius di mata budayawan Sujiwo Tejo ditemukan 699 data tindak tutur yang diperoleh dari lima video yang menjadi sumber data.
Tindak Tutur Ekspresif Guru Bahasa Indonesia dalam Pembelajaran di SMP Negeri 11 Padang Citra Putri Amanda; Tressyalina, Tressyalina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12894

Abstract

Artikel ini ditulis untuk mendeskripsikan tindak tutur ekspresif guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran di SMP Negeri 11 Padang. Tindak tutur ekspresif merupakan salah satu bagian penting yang digunakan selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, tindak tutur yang disampaikan guru kepada siswa perlu dicermati. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat yang dikomunikasikan oleh guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran di SMPN 11 Padang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan 2 teknik yaitu teknik catat dan teknik catat. Dari uraian hasil analisis penelitian tindak tutur ekspresif guru dalam pembelajaran di SMP Negeri 11 Padang ditemukan data sebagai berikut. (1) Tindak tutur ekspresif terima kasih terdapat pada 20 tuturan. (2) Terdapat 45 tindak tutur ekspresif memuji. (3) Tindak tutur ekspresif kritis terdapat pada 44 ujaran. (4) Tindak tutur ekspresif ucapan selamat ditemukan pada 8 tuturan. (5) Tindak tutur ekspresif permintaan maaf terdapat pada 5 tuturan. (6) Tindak tutur menyalahkan ditemukan pada 6 tuturan. Maka dari enam bentuk tindak tutur ekspresif yang ditemukan, tindak tutur yang paling sering digunakan adalah tindak tutur ekspresif pujian dan tindak tutur yang paling sedikit digunakan adalah tindak tutur ekspresif permintaan maaf.
Strategi Bertutur Dalam Tindak Tutur Direktif Guru Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Padang Ganting Nainggolan, Lolyta; Tressyalina, Tressyalina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif, strategi bertutur dan perbedaan bertutur yang digunakan guru laki-laki dan perempuan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Padang Ganting. Jenis penelitian ini kualitatif dengan metode deskriptif Hasil penelitian ini, yaitu bentuk tindak tutur direktif dan strategi bertutur yang digunakan oleh guru laki-laki dan perempuan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Padang Ganting, yaitu menyuruh, memohon, menyarankan, menuntut, dan menantang. Tindak tutur direktif yang paling dominan pada guru laki-laki adalah tindak tutur direktif menuntut dan yang paling sedikit tindak tutur memohon. Tindak tutur yang paling dominan pada guru perempuan adalah tindak tutur menyuruh dan yang paling sedikit adalah tindak tutur memohon. Strategi bertutur yang paling dominan digunakan guru laki-laki adalah strategi BTTB dan yang paling sedikit adalah strategi BTDKN. Strategi bertutur yang paling dominan digunakan guru perempuan adalah strategi BTTB dan strategi yang paling sedikit adalah strategi BSS.
Tindak Tutur Ekspresif Guru Dalam Pembelajaran Teks Laporan Hasil Observasi Pada Kurikulum Merdeka Kelas X SMK Negeri 1 Painan Julia Putri, Vioni; Tressyalina, Tressyalina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur ekspresif guru dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi pada kurikulum merdeka kelas X SMK Negeri 1 Painan dan mendeskripsikan strategi bertutur dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi pada kurikulum merdeka kelas X SMK Negeri 1 Painan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif karena digunakan untuk mendeskripsikan tuturan ekspresif dan strategi bertutur guru dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi pada kurikulum merdeka kelas X SMK Negeri 1 Painan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif guru dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi pada kurikulum merdeka kelas X SMK Negeri 1 Painan ada enam bentuk tindak tutur ekspresif. Strategi bertutur yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi pada kurikulum merdeka kelas X SMK Negeri 1 Painan ada empat yaitu strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif, strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif, dan strategi bertutur samar-samar.
Tindak Tutur Ekspresif Guru Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas VII SMP Negeri 12 Padang Tressyalina, Tressyalina; Mega Sari, Putri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ada dua. Pertama, mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 12 Padang. Kedua, strategi bertutur yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 12 Padang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa tindak tutur ekspresif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 12 Padang. Subjek penelitian ini adalah salah seorang guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 12 Padang. Instrumen dalam penelitian ialah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap (SBLC), rekam, dan catat. Teknik pengabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik triagulasi. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa terdapat tujuh bentuk tindak tutur ekspresif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 12 Padang. Tindak tutur yang paling dominan digunakan guru adalah tindak tutur ekspresif mengkritik. Terdapat empat strategi bertutur guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 12 Padang. Strategi bertutur yang paling dominan digunakan guru adalah strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi.
Gender Representation in Directive Speech Acts of Teachers: A Study on Indonesian Language Learning in Automotive Vocational High Schools in Pasaman District Putra, Ade Darma; Tressyalina, Tressyalina
Journal of Languages and Language Teaching Vol. 12 No. 2 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v12i2.9762

Abstract

This study aims to examine gender representation in directive speech acts of Indonesian language teachers in Pasaman Regency Automotive Department Vocational Schools. Included in the type of qualitative research, this research applies descriptive analysis method. The research data is in the form of directive speech of male teachers and female teachers in Indonesian language learning at SMK Department of Automotive Pasaman Regency. It can be concluded that Indonesian teachers use various forms of directive speech acts, such as directions, orders, and instructions to students. Variants of the use of directive speech acts also show variations between male and female teachers, with three dominant variants commonly used by male teachers and five variants commonly used by female teachers. The results also reveal that female teachers tend to use the speech act of ordering or commanding as the dominant form, although they also show a sense of solidarity by using the speech acts of suggesting and advising. On the other hand, male teachers are more inclined to the direct approach and commanding without preamble. This difference reflects the complexity of the relationship between men's and women's language and thinking in the learning context.
KOHESI GRAMATIKAL REFERENSI DALAM CERPEN KOMPAS BERBASIS KORTARA Novela Otri; Syahrul Ramadhan; Tressyalina Tressyalina; Afnita Afnita
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/aksara.v9i2.1286

Abstract

This study aims to analyze grammatical cohesion in the form of references in three short stories from the October 2017 edition of Kompas: Sepucuk Amplop di Taman (Envelope in the Garden), Tanah Warisan Asal (Ancestral Heritage Land), and Toko Wong (Wong's Shop). The study focused on the types of grammatical references, such as personal and demonstrative references, used to establish coherence and coherence in the text. A qualitative descriptive approach was used based on the KORTARA corpus (Nusantara Referential Language Corpus) to identify and classify reference forms and their frequency. The analysis showed that the most dominant type of reference was the first-person singular "aku," which strengthens the narrator's position in the story. Meanwhile, demonstrative references such as "ini," "itu," "sini," and "kini" also support the spatial and temporal context of the narrative. This study demonstrates that the use of references not only serves to maintain clarity of reference in the text but also plays a crucial role in forming a cohesive narrative structure. By examining grammatical cohesion through a corpus approach, this research contributes to linguistic studies and Indonesian language teaching, particularly in understanding the interrelationships between sentences in literary discourse. This research also opens up opportunities for further studies examining grammatical cohesion in various other text genres, such as news, essays, or academic texts.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM BINCANG PAGI DI PRO 1 RRI BUKITINGGI Rifa Indriani; Tressyalina; Marzni Mohamed
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i2.464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa dalam pembicaraan pagi di PRO 1 Radio Republik Indonesia Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Objek penelitian ini adalah kalimat-kalimat mengandung kesantunan berbahasa yang terdapat pada talkshow pagi di PRO 1 Radio Republik Indonesia Bukittinggi. Data yang terkumpul dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mentranskripsikan data yang ada dari berbagai sumber ke dalam bahasa tertulis, (2) mengklasifikasikan data berdasarkan tujuan penelitian (3) menganalisis data sesuai tujuan penelitian, dan (4) merumuskan temuan penelitian. Ada dua temuan dalam penelitian ini. Pertama, berdasarkan analisis kesantunan berbahasa ditemukan tiga pemenuhan maksim kesantunan, yaitu maksim pujian, maksim persetujuan, dan maksim kebijaksanaan. Namun dari tiga maksim yang ditemukan pada ceramah pagi di PRO 1 RRI Bukittinggi, maksim yang paling dominan atau paling sering ditemukan adalah maksim kesepakatan. Hal ini dikarenakan dalam wawancara banyak terdapat pernyataan-pernyataan yang disepakati oleh kedua belah pihak, baik pembicara maupun lawan bicaranya.
Enhancing Observation Report Writing through Differentiated Project-Based Learning with Real Objects and Motivation Ogi Maya Sari; Tressyalina Tressyalina
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.7740

Abstract

Writing observational reports poses challenges for vocational high school students, particularly in organizing factual information systematically. To address this issue, this study explores the effectiveness of a differentiated Project-Based Learning (PjBL) model assisted by real objects and moderated by students’ learning motivation. A quantitative experimental design with a 2×2 factorial structure was used. The population included all Grade X students at SMK Negeri 1 Padang Panjang (2024/2025), from which two comparable classes were purposively selected: X AKL1 (experimental group) and X AKL2 (control group). The experimental group was taught using a differentiated PjBL model with real objects, while the control group received conventional instruction. Instruments included a performance-based writing test and a Likert-scale motivation questionnaire. Data were analyzed using normality, homogeneity, t-tests, and two-way ANOVA in SPSS 25. The experimental group significantly outperformed the control group in writing observational reports (mean = 75.23 vs. 57.40; p 0.001). Among high-motivation students, the experimental group scored higher (84.11 vs. 81.00; p = 0.041), as did low-motivation students (67.44 vs. 56.56; p = 0.002). A significant interaction was found between the instructional model and learning motivation (Fₕ = 4.3238 Fₜ = 4.149). The findings indicate that integrating differentiated instruction, PjBL, and real objects can enhance students’ writing performance and motivation. This approach is especially effective in vocational education contexts, aligning with the Merdeka Curriculum’s emphasis on contextual, student-centered learning.
Politeness in Classroom Directives: A Pragmatic Analysis of Indonesian Language Teachers’ Speech Acts in Kikim Selatan Junior High Schools Noprilia Noprilia; Tressyalina Tressyalina
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.7053

Abstract

Effective teacher-student communication is essential in educational settings, particularly through directive speech acts guided by politeness principles. This study investigates how Indonesian language teachers in junior high schools in Kikim Selatan District utilize directive speech acts and politeness strategies during classroom instruction. A qualitative descriptive approach was employed, involving five teachers from four different schools. Data were collected through non-participant classroom observations and audio recordings. The analysis followed the Miles and Huberman interactive model, focusing on categorizing types of directive speech acts and identifying politeness principles. The analysis revealed a predominance of commands (70 instances) and challenges (49), with advising (23), suggesting (15), and requesting (5) used less frequently. The most commonly applied politeness principles were generosity (41 instances) and appreciation (38), which served to reduce the potential for face-threatening acts and foster a more respectful classroom environment. The choice of speech acts was context-dependent: calm classroom settings facilitated clear instructions and challenges, while noisy environments prompted more assertive and persuasive strategies. These findings highlight the nuanced application of speech acts influenced by classroom dynamics and underscore the importance of integrating politeness strategies into instructional communication. Teachers adapted their language based on environmental cues to maintain engagement and authority while preserving student rapport. The study contributes to the broader understanding of educational discourse by demonstrating the role of politeness in directive communication. It suggests practical applications for teacher training programs to enhance communication flexibility and empathy in classroom management.
Co-Authors Abdurahman Abdurrahman Ade Darma Putra Ade Darma Putra Afnita Afnita Afrino, Afrino Afriyanti, Atika Ali Djamhuri Amatul Rahmah Amir, Novira Amril Amir Andriana, Mella Anita Anggraini Aprilia Ariesti Miona Aprilia, Lara Apriyenti, Lisa Ardina Fitria Atmazaki Atmazaki Bima Mhd Ghaluh Citra Putri Amanda Dewi, Triwina Santi Diana Kusuma, Anita Ella Wulandari Ella Wulandari Elsya Rahmi Ena Noveria Erizal Gani Ermawati Arief Etri, Gia Juli Falia, Kaka Yuni Rizky Fauzi, Rian Azmul Febrianti, Mega Fitrawati Fitrawati Gusti, Nila Hafrison, Mohammad Haniya annisa Haris Effendi Thahar Harris Effendi Thahar Herlin Triana Ikhwatul khairiyah Ingvi Asri Vilayati Iqbal Jefiza Julia Putri, Vioni Khairiah, Citra Yaumil Kurniati, Wahyu Kurniati, Wahyu Lailatul Mutia Alda Latifa Zahra Leona, Nindy Lestari, Devi Eva Riana Puji Mahmudah, Salsabilla Marta Zohana, Rini Maryunis Maryunis Marzni Mohamed Mega Sari, Putri Miftahul Putri Deya Miona, Aprilia Ariesti Mohamed Mokhtar, Marzni Musfiroh Wajeeismai Nabila Amalia Azkia Nainggolan, Lolyta Ngusman Manaf Ngusman Ngusman Nila Malda Rintina Nofrahadi, Nofrahadi Noprilia Noprilia Novela Otri Novia Juita Novia Tri Ramadani Novira Amir Nurhamida, Nurhamida Nurifa, Nurifa Nurizzati Nurizzati Nurmadiah, Ira Nurrahmah, Faiza Nursaid Ogi Maya Sari Perta, Jaya Nasa Pramita, Candra Pratiwi, Ririn Purwitasari, Tiara Putri, Adinda Muthiara Putri, Sri Yola Qurrata Ayuni, Qurrata Rahmi, Ulva Ramadan, Syahrul Ramadani, Novia Tri Ratmanida, Ratmanida Rian Azmul Fauzi ridho sandra putra Ridwan, Sakura Rifa Indriani Sabiqah Sri Anani Sadilla, Fenny Gina Sakti, Tahta Lawna Sari, Anggun Permata Sarmis, Miftahul Jannati Sayhrul R. Setiawan, Muhammad Ichsan Simanjuntak, Nensy Megawati Sri Julma Yulita Sukma, Lidia Suryani, Tifa Syafruddin Syafruddin Syahrul R, Syahrul Syahrul Ramadhan Tiara Tri Dewi Titi Istighfara Tri Wahyuni Putri Utami, Resti Riyanda Vera Yudi Aditama Vivi Indriyani Wida Anggina Yosi Jannatul Firdaus Yulia Iska Yulia Marizal Yulianti Rasyid Yulianti Yulianti Yuridha, Merli Zainil, Yetti Zaura, Tarisa