p-Index From 2021 - 2026
5.891
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Bahasa, Sastra, Pembelajaran Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bahasa dan Sastra Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Gramatika JURNAL KONFIKS IJLECR (International Journal of Language Education and Cultural Review) Al Ishlah Jurnal Pendidikan BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Al-Ta'lim Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran Jurnal Sastra Indonesia Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Dialektika Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Jurnal Basicedu YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Educaniora: Journal of Education and Humanities Persona: Kajian Bahasa dan Sastra Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris Journal of Education Language and Innovation Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan Abdi Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora PAEDAGOGIE
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kebutuhan E-LKPD Interaktif Berbasis Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Teks Eksposisi Tressyalina, Tressyalina; Noveria, Ena; Arief, Ermawati; Wulandari, Ella; Ramadani, Novia Tri
Educaniora: Journal of Education and Humanities Vol. 1 No. 1 (2023): March
Publisher : Institute of Humanities and Education Studies (IHES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59687/educaniora.v1i1.1

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penggunaan E-LKPD dalam pembelajaran teks eksposisi pada tingkat SMA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis permintaan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) yang berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru SMA di Kota Padang. Alat pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis Miles & Huberman, langkah-langkah analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan validasi data. Temuan penelitian ini mencakup tiga hal, yang meliputi: (1) analisis permasalahan yang mencakup permasalahan kurikulum, dan penerapan E-LKPD di SMA, (2) analisis konteks, dan (3) analisis solusi permasalahan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa E-LKPD di sekolah belum memenuhi syarat untuk membuat E-LKPD yang benar. Oleh karena itu, sekolah memang membutuhkan E-LKPD yang sesuai untuk pembelajarannya, yang disesuaikan dengan kurikulum yang ada, dalam hal ini adalah Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk membuat atau mengembangkan E-LKPD berbasis HOTS dan berkearifan lokal sebagai media pembelajaran teks eksposisi pada tingkat SMA.
Pla Bu Thong, Bawang Merah Bawang Putih: Perbandingan Cerita Rakyat Thailand dan Indonesia Musfiroh Wajeeismai; Syahrul Ramadhan; Tressyalina Tressyalina; Afnita Afnita
Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2024): Juli : Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/edukasi.v1i3.317

Abstract

This article analyzes the folk tales of Pla Bu Thong and Bawang Putih Bawang Merah. These two stories have two countries, namely Thailand and Indonesia, which are located in the Southeast Asia region. These two folk tales were taken from the online library. The two folktales as data sources are compared to see the differences and similarities in these parts. By making a comparison, it was found that there were differences between the three stories in the elements of characters and characterization as well as the way in which the problems they faced were resolved. The existence of parts that show these differences at a further stage shows similarities. Differences in character and characterization are equalized by characters who both have the same temperament and family background. The difference is the location chosen to solve the problem. The differences in several elements that make up literary works lead to the same aims and objectives.
Tindak Tutur Direktif Guru dalam Proses Pembelajaran di SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping Miona, Aprilia Ariesti; Tressyalina, Tressyalina
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v11i1.21424

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tindak tutur guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Data yang digunakan adalah tuturan guru pada saat pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping. Sumber datanya adalah Gusnita Roza Putri, S.Pd, Gr. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik SLBC, teknik catat dan teknik rekam. Hasil penelitian ini mengungkapkan lima bentuk tindak tutur direktif, yaitu perintah, permintaan, saran, tuntutan dan larangan. Dalam penelitian ini tuturan yang paling dominan adalah tuturan menyuruh yang ditandai dengan penggunaan kata “Tolong” dan “Coba”. Selain itu, ditemukan pula tindak tutur meemohon yang ditandai dengan kata “tolong”, tuturan menyarankan yang ditandai dengan kata “seharusnya”, tuturan permintaan yang ditandai dengan kata “jangan lakukan”, dan tuturan. melarang yang ditandai dengan kalimat “Tidak ada cerita”, artinya penutur mengingkari lawan bicaranya.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (MPBM) terhadap Keterampilan Menulis Teks Berita ”Bencana Alam” Siswa Madrasah Perta, Jaya Nasa; Tressyalina, Tressyalina; Thahar, Harris Effendi; Abdurrahman, Abdurrahman
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i4.5952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (MPBM) dan minat baca terhadap keterampilan menulis teks berita “bencana alam” siswa kelas VIII MTsN 1 Pasaman. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN 1 Pasaman yang berjumlah 235 orang siswa.  Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, kelas VIII.5 sebagai kelas eksperimen berjumlah 34 siswa dan kelas VIII.7 sebagai kelas kontrol berjumlah 32 orang siswa. Pengumpulan data minat baca dilakukan dengan angket dan pengumpulan data menulis teks berita “bencana alam” digunakan tes unjuk kerja. Analisis dan pembahasan data dilakukan secara deskriptif-analisis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan empat hal sebagai berikut. Keterampilan menulis teks berita “bencana alam” siswa yang diajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (MPBM) lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan menggunakan model konvensional, dengan perbandingan rata-rata kedua kelas, yaitu 82,85 dan 75,59
Comparative of Face to Face Learning vs Online Learning: Analysis of Students' Scientific Article Writing Skills Through Project-Based Learning Tressyalina, Tressyalina; Indriyani, Vivi; Triana, Herlin
AT-TA'LIM Vol 30, No 3 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v30i3.869

Abstract

Online and face-to-face learning represent distinct educational contexts. Online learning refers to education or instruction conducted over the internet, whereas face-to-face learning occurs in a shared physical space and time. Nowadays, teachers have various options for conducting these learning processes. Each mode of learning possesses its own strengths and limitations. Consequently, this research aims to compare face-to-face and online learning in terms of students' skills in reproducing scientific article using Project-Based Learning (PjBL). This research method is a quantitative research with a quasi-experimental design. Two classes were selected as samples of this study using purposive sampling techniques. With the provision that one class is experimental class 1 by treating students in face-to-face learning mode using the PjBL model, while experimental class 2 learning is carried out online using the PjBL model. The research instrument used was a performance test, namely students making scientific papers. Analysis of research data using SPSS with the stages of normality test, homogeneity test, and t-test. The results of the study showed that there was a difference in the average learning outcomes of students, namely scientific writing skills using Project Based Learning between face-to-face learning and online learning. The results of this study can be concluded that learning with face-to-face classes obtains better learning outcomes compared to the Project Based Learning model which is better than online classes
Tindak Tutur Ekspresif Dalam Kolom Komentar Instagram @Prabowo Nurmadiah, Ira; R, Syahrul; Tressyalina, Tressyalina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26735

Abstract

Studi ini dipicu oleh banyaknya pengguna Instagram yang mengunggah berita menarik yang memicu komentar orang lain. Bahasa adalah alat komunikasi untuk menyampaikan maksud tertentu, itulah alasan peneliti tertarik untuk menyelidiki masalah ini. Penelitian ini menggunakan teori tindak tutur ekspresif Searle dan metode deskriptif kualitatif. Semua perilaku bahasa yang memenuhi syarat sebagai tuturan ekspresif dapat diakses melalui komentar Instagram @prabowo sebagai sumber data utama penelitian. Setiap ucapan yang dianggap sebagai tindak tutur ekspresif termasuk dalam data penelitian. Penelitian ini menemukan lima fungsi tuturan ekspresif: (1) mengejek, (2) mengucapkan terima kasih, (3) memuji, (4) mengkritik, dan (5) mengejek.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 6 Padang Nabila Amalia Azkia; Tressyalina, Tressyalina
Journal of Education Language and Innovation Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v3i1.59

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 6 Padang dengan fokus pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan pimpinan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menyusun perangkat ajar utama seperti Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan modul ajar. Namun, masih terdapat kendala dalam menganalisis CP dan menyusun ATP secara sistematis. Dalam praktiknya, pembelajaran berbasis proyek telah diterapkan, khususnya pada materi teks berita, meskipun metode konvensional seperti ceramah dan diskusi masih mendominasi. Pembelajaran berdiferensiasi mulai diperkenalkan, tetapi penerapannya masih terbatas akibat keterbatasan sarana dan pemahaman guru. Pada aspek penilaian, asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif telah dilaksanakan. Namun, hasil asesmen formatif belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan proses pembelajaran. Secara keseluruhan, implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah ini berada pada tahap berkembang. Kemajuan sudah terlihat, tetapi masih terdapat tantangan, terutama dalam penerapan strategi pembelajaran yang bervariasi dan penguatan kapasitas guru. Upaya lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran dan memastikan tercapainya tujuan kurikulum secara efektif.
Tindak Tutur Direktif dalam Ceramah Ustadz Abdul Somad: “Menciptakan Generasi Emas” di Aplikasi Youtube Etri, Gia Juli; Ramadhan, Syahrul; Tressyalina, Tressyalina; Afnita, Afnita; Simanjuntak, Nensy Megawati
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5332

Abstract

This article is to discribe the types of directive speech acts in Ustadz Abdul Somad's lecture with the theme "Menciptakan Generasi Emas" uploaded on YouTube. This study uses a descriptive qualitative approach, with data in the form of lecture transcripts containing directive speech acts, such as commands, advice, prohibitions, requests, questions, and agreements. The results of the study show that this lecture contains all six forms of directive speech acts, with commands (8 sentences), advice (5 sentences), prohibitions (2 sentences), requests (4 sentences), questions (5 sentences), and agreements (1 sentence). The speaker uses a persuasive and polite language style to convey moral and religious messages, creating effective interactions with the audience. This study highlights the importance of directive speech acts in building collective awareness and encouraging actions that are in accordance with religious values, especially in the context of digital preaching through the YouTube platform. Keywords: directive speech acts; lectures; YouTube ABSTRAK Artikel ini akan mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur direktif dalam ceramah Ustadz Abdul Somad bertema "Menciptakan Generasi Emas" yang diunggah di YouTube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data berupa transkrip ceramah yang mengandung tindak tutur direktif, seperti perintah, nasihat, larangan, permintaan, pertanyaan, dan persetujuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ceramah ini mengandung keenam bentuk tindak tutur direktif, dengan perintah (8 kalimat), nasihat (5 kalimat), larangan (2 kalimat), permintaan (4 kalimat), pertanyaan (5 kalimat), dan menyetujui (1 kalimat). Penutur menggunakan gaya bahasa persuasif dan santun untuk menyampaikan pesan moral dan religius, menciptakan interaksi yang efektif dengan audiens. Penelitian ini menyoroti pentingnya tindak tutur direktif dalam membangun kesadaran kolektif dan mendorong tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai agama, khususnya dalam konteks dakwah digital melalui platform ini YouTube. Kata Kunci: tindak tutur direktif; ceramah; Youtube
Tindak Tutur Direktif dalam Pidato Perdana Presiden Prabowo Subianto di Kanal Youtube Gusti, Nila; Ramadhan, Syahrul; Tressyalina, Tressyalina; Afnita, Afnita; Simanjuntak, Nensy Megawati
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5321

Abstract

This article aims to describe the types of directive speech acts delivered by President Prabowo Subianto in his first speech via the Youtube channel. This study uses a descriptive qualitative method. The data analysis technique uses the Miles and Huberman data model technique, namely, data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study found the types of directive speech acts, First, request speech acts with a total of 12 utterances with a percentage of 40%. Second, question speech acts with a total of 4 utterances with a percentage of 13.33%. Third, requirement speech acts with a total of 2 utterances with a percentage of 6.66%. Fourth, prohibition speech acts with a total of 4 utterances with a percentage of 13.33%. Fifth, permission speech acts with a total of 0 utterances with a percentage of 0%. Sixth, advice speech acts with a total of 8 utterances with a percentage of 26.66%. Keywords: directive speech acts, speech, youtube ABSTRAK Artikel ini akan mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perdananya melalui kanal Youtube. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Teknik analisis data menggunakan teknik data model Miles dan Huberman yakni, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan jenis tindak tutur direktif, Pertama, tindak tutur permintaan dengan jumlah tuturan 12 tuturan dengan persentase 40%. Kedua, tindak tutur pertanyaan dengan jumlah 4 tuturan dengan persentase 13,33%. Ketiga, tindak tutur persyaratan dengan jumlah 2 tuturan dengan persentase 6,66%. Keempat, tindak tutur larangan dengan jumlah 4 tuturan dengan persentase 13,33%. Kelima, tindak tutur pengizinan dengan jumlah 0 tuturan dengan persentase 0%. Keenam, tindak tutur nasihat dengan jumlah 8 tuturan dengan persentase 26,66%. Kata kunci: tindak tutur direktif, pidato, youtube
EXPRESSIVE SPEECH ACTS OF INSTAGRAM INFLUENCERS IN PROMOTING GOODS AND SERVICES AND THEIR IMPLICATIONS FOR ADVERTISEMENT TEXT MATERIALS Nurmadiah, Ira; Tressyalina, Tressyalina
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 2 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/1hyp9h43

Abstract

This research is motivated by the use of language by influencers (selebgram) in promoting products and services, which is considered to help students in writing advertisement texts. This study aims to explain the expressive speech acts of influencers in promoting products and services and their implications in advertisement text materials, focusing on: (1) the forms of expressive speech acts, (2) the strategies of speech, and (3) the implications of their use in advertisement text materials. This research uses a qualitative descriptive method, with data derived from the speech acts of influencers on the personal Instagram accounts of DA, MI, and RV from July to November 2024. Data collection was done through media review techniques by downloading promotional post recordings, which were then identified and classified according to the research objectives. Data validation used triangulation techniques, while data analysis was carried out in three stages: analysis, discussion, and conclusion. The results of the study revealed three main findings. First, four types of expressive speech acts were found: praising, thanking, apologizing, and congratulating. Second, two speech strategies were used: positive politeness and negative politeness strategies. These findings indicate that expressive speech acts of praising and the direct speech strategy with positive politeness were more dominant, creating polite and effective utterances for advertisement texts. Third, these forms and strategies of expressive speech acts can be used as teaching materials for writing advertisement texts.
Co-Authors Abdurahman Abdurrahman Ade Darma Putra Ade Darma Putra Afnita Afnita Afrino, Afrino Afriyanti, Atika Ali Djamhuri Amatul Rahmah Amir, Novira Amril Amir Andriana, Mella Anita Anggraini Aprilia Ariesti Miona Aprilia, Lara Apriyenti, Lisa Ardina Fitria Atmazaki Atmazaki Bima Mhd Ghaluh Citra Putri Amanda Dewi, Triwina Santi Diana Kusuma, Anita Ella Wulandari Ella Wulandari Elsya Rahmi Ena Noveria Erizal Gani Ermawati Arief Etri, Gia Juli Falia, Kaka Yuni Rizky Fauzi, Rian Azmul Febrianti, Mega Fitrawati Fitrawati Gusti, Nila Hafrison, Mohammad Haniya annisa Haris Effendi Thahar Harris Effendi Thahar Herlin Triana Ingvi Asri Vilayati Iqbal Jefiza Julia Putri, Vioni Khairiah, Citra Yaumil Kurniati, Wahyu Kurniati, Wahyu Leona, Nindy Lestari, Devi Eva Riana Puji Mahmudah, Salsabilla Maryunis Maryunis Marzni Mohamed Mega Sari, Putri Miftahul Putri Deya Miona, Aprilia Ariesti Mohamed Mokhtar, Marzni Musfiroh Wajeeismai Nabila Amalia Azkia Nainggolan, Lolyta Ngusman Ngusman Nila Malda Rintina Noprilia Noprilia Novela Otri Novia Juita Novia Tri Ramadani Novira Amir Nurhamida, Nurhamida Nurifa, Nurifa Nurizzati Nurizzati Nurmadiah, Ira Nurrahmah, Faiza Ogi Maya Sari Perta, Jaya Nasa Pramita, Candra Pratiwi, Ririn Putri, Sri Yola Qurrata Ayuni, Qurrata Rahmi, Ulva Ramadan, Syahrul Ramadani, Novia Tri Ratmanida, Ratmanida Rian Azmul Fauzi ridho sandra putra Ridwan, Sakura Rifa Indriani Rini Marta Zohana Sabiqah Sri Anani Sadilla, Fenny Gina Sakti, Tahta Lawna Sari, Anggun Permata Sarmis, Miftahul Jannati Sayhrul R. Setiawan, Muhammad Ichsan Simanjuntak, Nensy Megawati Sri Julma Yulita Sukma, Lidia Suryani, Tifa Syafruddin Syafruddin Syahrul R, Syahrul Syahrul Ramadhan Tiara Tri Dewi Titi Istighfara Tri Wahyuni Putri Utami, Resti Riyanda Vera Yudi Aditama Vivi Indriyani Wida Anggina Yosi Jannatul Firdaus Yulia Iska Yulia Marizal Yulianti Rasyid Yulianti Yulianti Yuridha, Merli Zainil, Yetti Zaura, Tarisa