p-Index From 2021 - 2026
6.896
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Bahasa, Sastra, Pembelajaran Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bahasa dan Sastra Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Gramatika JURNAL KONFIKS IJLECR (International Journal of Language Education and Cultural Review) Al Ishlah Jurnal Pendidikan BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Al-Ta'lim Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran Jurnal Sastra Indonesia Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Dialektika Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Jurnal Basicedu YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Educaniora: Journal of Education and Humanities Persona: Kajian Bahasa dan Sastra Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris Journal of Education Language and Innovation Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan Abdi Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora PAEDAGOGIE
Claim Missing Document
Check
Articles

Tindak Tutur Direktif Guru dalam Proses Pembelajaran di SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping Miona, Aprilia Ariesti; Tressyalina, Tressyalina
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v11i1.21424

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tindak tutur guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Data yang digunakan adalah tuturan guru pada saat pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping. Sumber datanya adalah Gusnita Roza Putri, S.Pd, Gr. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik SLBC, teknik catat dan teknik rekam. Hasil penelitian ini mengungkapkan lima bentuk tindak tutur direktif, yaitu perintah, permintaan, saran, tuntutan dan larangan. Dalam penelitian ini tuturan yang paling dominan adalah tuturan menyuruh yang ditandai dengan penggunaan kata “Tolong” dan “Coba”. Selain itu, ditemukan pula tindak tutur meemohon yang ditandai dengan kata “tolong”, tuturan menyarankan yang ditandai dengan kata “seharusnya”, tuturan permintaan yang ditandai dengan kata “jangan lakukan”, dan tuturan. melarang yang ditandai dengan kalimat “Tidak ada cerita”, artinya penutur mengingkari lawan bicaranya.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (MPBM) terhadap Keterampilan Menulis Teks Berita ”Bencana Alam” Siswa Madrasah Perta, Jaya Nasa; Tressyalina, Tressyalina; Thahar, Harris Effendi; Abdurrahman, Abdurrahman
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i4.5952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (MPBM) dan minat baca terhadap keterampilan menulis teks berita “bencana alam” siswa kelas VIII MTsN 1 Pasaman. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN 1 Pasaman yang berjumlah 235 orang siswa.  Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, kelas VIII.5 sebagai kelas eksperimen berjumlah 34 siswa dan kelas VIII.7 sebagai kelas kontrol berjumlah 32 orang siswa. Pengumpulan data minat baca dilakukan dengan angket dan pengumpulan data menulis teks berita “bencana alam” digunakan tes unjuk kerja. Analisis dan pembahasan data dilakukan secara deskriptif-analisis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan empat hal sebagai berikut. Keterampilan menulis teks berita “bencana alam” siswa yang diajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (MPBM) lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan menggunakan model konvensional, dengan perbandingan rata-rata kedua kelas, yaitu 82,85 dan 75,59
Comparative of Face to Face Learning vs Online Learning: Analysis of Students' Scientific Article Writing Skills Through Project-Based Learning Tressyalina, Tressyalina; Indriyani, Vivi; Triana, Herlin
AT-TA'LIM Vol 30, No 3 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v30i3.869

Abstract

Online and face-to-face learning represent distinct educational contexts. Online learning refers to education or instruction conducted over the internet, whereas face-to-face learning occurs in a shared physical space and time. Nowadays, teachers have various options for conducting these learning processes. Each mode of learning possesses its own strengths and limitations. Consequently, this research aims to compare face-to-face and online learning in terms of students' skills in reproducing scientific article using Project-Based Learning (PjBL). This research method is a quantitative research with a quasi-experimental design. Two classes were selected as samples of this study using purposive sampling techniques. With the provision that one class is experimental class 1 by treating students in face-to-face learning mode using the PjBL model, while experimental class 2 learning is carried out online using the PjBL model. The research instrument used was a performance test, namely students making scientific papers. Analysis of research data using SPSS with the stages of normality test, homogeneity test, and t-test. The results of the study showed that there was a difference in the average learning outcomes of students, namely scientific writing skills using Project Based Learning between face-to-face learning and online learning. The results of this study can be concluded that learning with face-to-face classes obtains better learning outcomes compared to the Project Based Learning model which is better than online classes
Tindak Tutur Ekspresif Dalam Kolom Komentar Instagram @Prabowo Nurmadiah, Ira; R, Syahrul; Tressyalina, Tressyalina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26735

Abstract

Studi ini dipicu oleh banyaknya pengguna Instagram yang mengunggah berita menarik yang memicu komentar orang lain. Bahasa adalah alat komunikasi untuk menyampaikan maksud tertentu, itulah alasan peneliti tertarik untuk menyelidiki masalah ini. Penelitian ini menggunakan teori tindak tutur ekspresif Searle dan metode deskriptif kualitatif. Semua perilaku bahasa yang memenuhi syarat sebagai tuturan ekspresif dapat diakses melalui komentar Instagram @prabowo sebagai sumber data utama penelitian. Setiap ucapan yang dianggap sebagai tindak tutur ekspresif termasuk dalam data penelitian. Penelitian ini menemukan lima fungsi tuturan ekspresif: (1) mengejek, (2) mengucapkan terima kasih, (3) memuji, (4) mengkritik, dan (5) mengejek.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 6 Padang Nabila Amalia Azkia; Tressyalina, Tressyalina
Journal of Education Language and Innovation Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Indonesian and Regional Language and Literature Department, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jeli.v3i1.59

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 6 Padang dengan fokus pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan pimpinan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menyusun perangkat ajar utama seperti Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan modul ajar. Namun, masih terdapat kendala dalam menganalisis CP dan menyusun ATP secara sistematis. Dalam praktiknya, pembelajaran berbasis proyek telah diterapkan, khususnya pada materi teks berita, meskipun metode konvensional seperti ceramah dan diskusi masih mendominasi. Pembelajaran berdiferensiasi mulai diperkenalkan, tetapi penerapannya masih terbatas akibat keterbatasan sarana dan pemahaman guru. Pada aspek penilaian, asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif telah dilaksanakan. Namun, hasil asesmen formatif belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan proses pembelajaran. Secara keseluruhan, implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah ini berada pada tahap berkembang. Kemajuan sudah terlihat, tetapi masih terdapat tantangan, terutama dalam penerapan strategi pembelajaran yang bervariasi dan penguatan kapasitas guru. Upaya lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran dan memastikan tercapainya tujuan kurikulum secara efektif.
Tindak Tutur Direktif dalam Ceramah Ustadz Abdul Somad: “Menciptakan Generasi Emas” di Aplikasi Youtube Etri, Gia Juli; Ramadhan, Syahrul; Tressyalina, Tressyalina; Afnita, Afnita; Simanjuntak, Nensy Megawati
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5332

Abstract

This article is to discribe the types of directive speech acts in Ustadz Abdul Somad's lecture with the theme "Menciptakan Generasi Emas" uploaded on YouTube. This study uses a descriptive qualitative approach, with data in the form of lecture transcripts containing directive speech acts, such as commands, advice, prohibitions, requests, questions, and agreements. The results of the study show that this lecture contains all six forms of directive speech acts, with commands (8 sentences), advice (5 sentences), prohibitions (2 sentences), requests (4 sentences), questions (5 sentences), and agreements (1 sentence). The speaker uses a persuasive and polite language style to convey moral and religious messages, creating effective interactions with the audience. This study highlights the importance of directive speech acts in building collective awareness and encouraging actions that are in accordance with religious values, especially in the context of digital preaching through the YouTube platform. Keywords: directive speech acts; lectures; YouTube ABSTRAK Artikel ini akan mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur direktif dalam ceramah Ustadz Abdul Somad bertema "Menciptakan Generasi Emas" yang diunggah di YouTube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data berupa transkrip ceramah yang mengandung tindak tutur direktif, seperti perintah, nasihat, larangan, permintaan, pertanyaan, dan persetujuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ceramah ini mengandung keenam bentuk tindak tutur direktif, dengan perintah (8 kalimat), nasihat (5 kalimat), larangan (2 kalimat), permintaan (4 kalimat), pertanyaan (5 kalimat), dan menyetujui (1 kalimat). Penutur menggunakan gaya bahasa persuasif dan santun untuk menyampaikan pesan moral dan religius, menciptakan interaksi yang efektif dengan audiens. Penelitian ini menyoroti pentingnya tindak tutur direktif dalam membangun kesadaran kolektif dan mendorong tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai agama, khususnya dalam konteks dakwah digital melalui platform ini YouTube. Kata Kunci: tindak tutur direktif; ceramah; Youtube
Tindak Tutur Direktif dalam Pidato Perdana Presiden Prabowo Subianto di Kanal Youtube Gusti, Nila; Ramadhan, Syahrul; Tressyalina, Tressyalina; Afnita, Afnita; Simanjuntak, Nensy Megawati
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5321

Abstract

This article aims to describe the types of directive speech acts delivered by President Prabowo Subianto in his first speech via the Youtube channel. This study uses a descriptive qualitative method. The data analysis technique uses the Miles and Huberman data model technique, namely, data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study found the types of directive speech acts, First, request speech acts with a total of 12 utterances with a percentage of 40%. Second, question speech acts with a total of 4 utterances with a percentage of 13.33%. Third, requirement speech acts with a total of 2 utterances with a percentage of 6.66%. Fourth, prohibition speech acts with a total of 4 utterances with a percentage of 13.33%. Fifth, permission speech acts with a total of 0 utterances with a percentage of 0%. Sixth, advice speech acts with a total of 8 utterances with a percentage of 26.66%. Keywords: directive speech acts, speech, youtube ABSTRAK Artikel ini akan mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perdananya melalui kanal Youtube. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Teknik analisis data menggunakan teknik data model Miles dan Huberman yakni, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan jenis tindak tutur direktif, Pertama, tindak tutur permintaan dengan jumlah tuturan 12 tuturan dengan persentase 40%. Kedua, tindak tutur pertanyaan dengan jumlah 4 tuturan dengan persentase 13,33%. Ketiga, tindak tutur persyaratan dengan jumlah 2 tuturan dengan persentase 6,66%. Keempat, tindak tutur larangan dengan jumlah 4 tuturan dengan persentase 13,33%. Kelima, tindak tutur pengizinan dengan jumlah 0 tuturan dengan persentase 0%. Keenam, tindak tutur nasihat dengan jumlah 8 tuturan dengan persentase 26,66%. Kata kunci: tindak tutur direktif, pidato, youtube
EXPRESSIVE SPEECH ACTS OF INSTAGRAM INFLUENCERS IN PROMOTING GOODS AND SERVICES AND THEIR IMPLICATIONS FOR ADVERTISEMENT TEXT MATERIALS Nurmadiah, Ira; Tressyalina, Tressyalina
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 2 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/1hyp9h43

Abstract

This research is motivated by the use of language by influencers (selebgram) in promoting products and services, which is considered to help students in writing advertisement texts. This study aims to explain the expressive speech acts of influencers in promoting products and services and their implications in advertisement text materials, focusing on: (1) the forms of expressive speech acts, (2) the strategies of speech, and (3) the implications of their use in advertisement text materials. This research uses a qualitative descriptive method, with data derived from the speech acts of influencers on the personal Instagram accounts of DA, MI, and RV from July to November 2024. Data collection was done through media review techniques by downloading promotional post recordings, which were then identified and classified according to the research objectives. Data validation used triangulation techniques, while data analysis was carried out in three stages: analysis, discussion, and conclusion. The results of the study revealed three main findings. First, four types of expressive speech acts were found: praising, thanking, apologizing, and congratulating. Second, two speech strategies were used: positive politeness and negative politeness strategies. These findings indicate that expressive speech acts of praising and the direct speech strategy with positive politeness were more dominant, creating polite and effective utterances for advertisement texts. Third, these forms and strategies of expressive speech acts can be used as teaching materials for writing advertisement texts.
Model Pembelajaran PECARA (Peta Cerita Rakyat) Berbasis Literasi Digital dan Budaya untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa SMA Nurrahmah, Faiza; R, Syahrul; Tressyalina, Tressyalina; Afnita, Afnita
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3142

Abstract

Rendahnya keterampilan literasi membaca dan pengetahuan budaya di kalangan siswa SMA Indonesia menjadi masalah serius yang berimplikasi pada prestasi akademik sekaligus pemahaman terhadap identitas nasional, ditambah dengan penggunaan gawai yang lebih dominan untuk hiburan daripada edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain model pembelajaran Pecara (Peta Cerita Rakyat) serta manfaatnya sebagai model literasi digital dan budaya dalam meningkatkan minat baca siswa SMA. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan narrative review terhadap 30 artikel ilmiah terbitan 2020–2025 yang relevan dengan literasi digital, literasi budaya, dan gerakan literasi sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Pecara terdiri atas tiga tahap (pendahuluan, inti, dan penutup) yang melibatkan kegiatan membaca cerita rakyat, menceritakan kembali, mendiskusikan nilai budaya, serta menempelkan hasil pembelajaran pada mosaik peta Indonesia. Temuan penelitian mengindikasikan potensi manfaat model ini dalam meningkatkan kemampuan literasi digital siswa, memperkuat pemahaman budaya dan identitas nasional, membangun kedekatan antara guru dan siswa, serta menghadirkan representasi visual cinta tanah air melalui mosaik peta. Meskipun bersifat konseptual dan belum diuji empiris, model ini memberikan kontribusi teoritis berupa kerangka pembelajaran integratif antara literasi digital dan budaya yang relevan untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah. Penelitian selanjutnya disarankan menguji efektivitas implementasi model Pecara secara langsung di sekolah guna mengevaluasi dampaknya terhadap literasi, berpikir kritis, dan penguatan identitas budaya siswa.
Pelatihan Peningkatan Literasi Membaca Kritis untuk Penguatan Kompetensi Profesional Guru Sekolah Menengah Atas Fitrawati, Fitrawati; Zainil, Yetti; Ratmanida, Ratmanida; Tressyalina, Tressyalina
ABDI HUMANIORA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdihumaniora.v6i2.133538

Abstract

The aim of this community service activity is to develop the professional competence of teachers from the critical reading literacy aspect of high school language teachers in Koto Tangah Padang sub-district (SMA Negeri 7, SMA Negeri 8, and SMA Negeri 13 Padang). The main problems that inspired this activity were 1) lack of teacher professional skills in teaching critical reading literacy, 2) lack of teacher understanding of strategies for teaching critical reading literacy, and 3) lack of media and critical literacy space in schools. To increase teacher literacy, the service team uses four stages of training, namely: a) planning stage, b) implementing stage, c) mentoring stage, and d) monitoring and evaluation stage. This activity involved 15 English and Indonesian teachers who took part in four face-to-face training sessions. The results obtained from this training were an increase in teachers' critical reading literacy skills based on a perception questionnaire distributed to teachers of 91.7% (very positive). It is hoped that later teachers will be able to design critical reading literacy teaching modules by applying good critical reading strategies and approaches to students.
Co-Authors Abdurahman Abdurrahman Ade Darma Putra Ade Darma Putra Afnita Afnita Afrino, Afrino Afriyanti, Atika Ali Djamhuri Amatul Rahmah Amir, Novira Amril Amir Andriana, Mella Anita Anggraini Aprilia Ariesti Miona Aprilia, Lara Apriyenti, Lisa Ardina Fitria Atmazaki Atmazaki Bima Mhd Ghaluh Citra Putri Amanda Dewi, Triwina Santi Diana Kusuma, Anita Ella Wulandari Ella Wulandari Elsya Rahmi Ena Noveria Erizal Gani Ermawati Arief Etri, Gia Juli Falia, Kaka Yuni Rizky Fauzi, Rian Azmul Febrianti, Mega Fitrawati Fitrawati Gusti, Nila Hafrison, Mohammad Haniya annisa Haris Effendi Thahar Harris Effendi Thahar Herlin Triana Ikhwatul khairiyah Ingvi Asri Vilayati Iqbal Jefiza Julia Putri, Vioni Khairiah, Citra Yaumil Kurniati, Wahyu Kurniati, Wahyu Lailatul Mutia Alda Latifa Zahra Leona, Nindy Lestari, Devi Eva Riana Puji Mahmudah, Salsabilla Marta Zohana, Rini Maryunis Maryunis Marzni Mohamed Mega Sari, Putri Miftahul Putri Deya Miona, Aprilia Ariesti Mohamed Mokhtar, Marzni Musfiroh Wajeeismai Nabila Amalia Azkia Nainggolan, Lolyta Ngusman Manaf Ngusman Ngusman Nila Malda Rintina Nofrahadi, Nofrahadi Noprilia Noprilia Novela Otri Novia Juita Novia Tri Ramadani Novira Amir Nurhamida, Nurhamida Nurifa, Nurifa Nurizzati Nurizzati Nurmadiah, Ira Nurrahmah, Faiza Nursaid Ogi Maya Sari Perta, Jaya Nasa Pramita, Candra Pratiwi, Ririn Purwitasari, Tiara Putri, Adinda Muthiara Putri, Sri Yola Qurrata Ayuni, Qurrata Rahmi, Ulva Ramadan, Syahrul Ramadani, Novia Tri Ratmanida, Ratmanida Rian Azmul Fauzi ridho sandra putra Ridwan, Sakura Rifa Indriani Sabiqah Sri Anani Sadilla, Fenny Gina Sakti, Tahta Lawna Sari, Anggun Permata Sarmis, Miftahul Jannati Sayhrul R. Setiawan, Muhammad Ichsan Simanjuntak, Nensy Megawati Sri Julma Yulita Sukma, Lidia Suryani, Tifa Syafruddin Syafruddin Syahrul R, Syahrul Syahrul Ramadhan Tiara Tri Dewi Titi Istighfara Tri Wahyuni Putri Utami, Resti Riyanda Vera Yudi Aditama Vivi Indriyani Wida Anggina Yosi Jannatul Firdaus Yulia Iska Yulia Marizal Yulianti Rasyid Yulianti Yulianti Yuridha, Merli Zainil, Yetti Zaura, Tarisa