p-Index From 2021 - 2026
7.862
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Bahasa, Sastra, Pembelajaran Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bahasa dan Sastra Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Gramatika JURNAL KONFIKS IJLECR (International Journal of Language Education and Cultural Review) Al Ishlah Jurnal Pendidikan BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Global Conference Index Al-Ta'lim Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran Jurnal Sastra Indonesia Perspektif Pendidikan dan Keguruan Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Journal Of World Science Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Dialektika Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Jurnal Basicedu YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Indonesian Journal of Advanced Research (IJAR) Educaniora: Journal of Education and Humanities Persona: Kajian Bahasa dan Sastra Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris Journal of Education Language and Innovation JPAP (Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan) Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan Abdi Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora PAEDAGOGIE SUJANA: Education and Learning Review
Claim Missing Document
Check
Articles

Need Analysis of Interactive E-Worksheet as a Source of Digital Learning based on Local Wisdom in Learning Folklore Texts Tressyalina Tressyalina; Ena Noveria; Ermawati Arief; Ella Wulandari; Novia Tri Ramadani
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 2 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i2.2884

Abstract

Worksheet refers to a document or a digital file that contains exercises, questions, or tasks for students to complete as part of their learning activities. This study aims to analyze the need for an appropriate interactive E-Worksheets in learning folklore texts. This research is a qualitative descriptive research. In this qualitative research, the research instrument is the researcher himself. The subjects in this study were students of senior high school in Padang. Data collection techniques in this study used a questionnaire. This data collection technique is in the form of a questionnaire filled out by students. Based on the results and discussion, it can be concluded that E-Worksheets   can increase students' interest in learning, especially in learning folklore texts. The implications of this research highlight the importance of incorporating interactive E-Worksheets in teaching folklore texts. Educators and curriculum developers can utilize these findings to design and implement digital learning materials that effectively engage students and promote a deeper understanding of cultural heritage.
Tindak Tutur Direktif Indy Rahmawati Dalam Talk Show Satu Jam Lebih Dekat Di TVOne Sabiqah Sri Anani; Tressyalina Tressyalina
Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2023): Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v6i1.1664

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif Indy Rahmawati dalam acara talk show Satu Jam Lebih Dekat di TVOne dan strategi tuturan yang digunakan Indy Rahmawati dalam acara talk show Satu Jam Lebih Dekat di TVOne. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini adalah tuturan direktif penutur pada acara talk show Satu Jam Lebih Dekat di TVOne yang terdiri dari tiga video. Sumber data dalam penelitian ini adalah rekaman audio visual talk show Satu Jam Lebih Dekat di TVOne yang tayang pada Maret 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Peneliti memperoleh sumber data dengan mengunduh rekaman audio visual talk show Satu Jam Lebih Dekat di laman youtube online (www.youtube.com). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik sadap. Hasil penelitian ini menemukan lima jenis tindak tutur direktif, yaitu memerintah, memohon, menyarankan, menuntut, dan menantang. Tindak tutur direktif yang dominan digunakan adalah tindak tutur direktif menuntut. Selanjutnya dalam talk show Satu Jam Lebih Dekat di TVOne ditemukan empat strategi tutur yaitu strategi berbicara terus terang tanpa basa-basi, strategi berbicara terus terang dengan kesantunan positif, dan strategi berbicara terus terang dengan kesantunan. negatif, dan strategi bicara yang tidak jelas.
Tindak Tutur Direktif Guru Berbasis Gender dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI SMA Negeri 1 Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan Sri Julma Yulita; Tressyalina Tressyalina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif yang digunakan oleh guru laki-laki dan guru perempuan dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI SMA Negeri 1 Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan. Hasil penelitian ini, yaitu bentuk tindak tutur direktif yang digunakan adalah guru laki-laki dan perempuan di dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI SMA Negeri 1 Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan, yaitu tidak tutur direktif menyuruh, tidak tutur direktif memohon, tidak tutur direktif menyarankan, tidak tutur direktif menuntut, dan tidak tutur direktif menantang. Tindak tutur direktif yang paling dominan ditemukan pada guru laki-laki adalah tindak tutur direktif menyuruh dan yang paling sedikit adalah tindak tutur direktif tindak tutur direktif menyarankan. Tindak tutur yang paling dominan ditemukan pada guru perempuan adalah tindak tutur direktif menyuruh dan yang paling sedikit adalah tindak tutur memohon. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwasanya tindak tutur direktif yang banyak digunakan oleh guru pada saat proses pembelajaran berlangsung adalah guru laki-laki, hal tersebut dibuktikan bahwasanya guru laki-laki menggunakan sebanyak 298 tuturan sedangkan tindak tutur direktif yang digunakan oleh guru perempuan sebanyak 148 tuturan.
Tindak Tutur Direktif Guru Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Agam Amatul Rahmah; Tressyalina Tressyalina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif guru pada pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Agam, dan strategi yang digunakan oleh guru pada pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Agam. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Intrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik simak lebih fokusnya peneliti menggunakan teknik sadap proses pengumpulan data. Hasil penelitian ini adalah Pertama, bentuk tindak tutur direktif yang dominan digunakan adalah tindak tutur direktif menyuruh ditemukan sebanyak 74 data tuturan. Kedua, startegi bertutur yang dominan digunakan oleh guru adalah strategi Bertutur Terus Terang Tanpa Basa-Basi (BTTB) yang ditemukan sebanyak 74 data tuturan.
Pengaruh Penggunaan Model Project Based Learning Berbantuan Lingkungan terhadap Keterampilan Menulis Teks Puisi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kerinci Miftahul Putri Deya; Tressyalina
Educaniora: Journal of Education and Humanities Vol. 1 No. 1 (2023): March
Publisher : Institute of Humanities and Education Studies (IHES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59687/educaniora.v1i1.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan model Project Based Learning Berbantuan Lingkungan terhadap Keterampilan Menulis Teks Puisi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kerinci. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen the one group pretest-postest design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas VIII B dengan jumlah siswa sebanyak 24 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data pada penelitian ini adalah skor hasil tes keterampilan menulis teks puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kerinci sebelum dan sesudah menggunakan model Project Bassed Learning berbantuan lingkungan. Instrumen dalam penelitian ini, yaitu tes unjuk kerja, yaitu tes keterampilan menulis teks puisi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan tiga hal berikut. Pertama, keterampilan menulis teks puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kerinci sebelum menggunakan model Project Based Learning berbantuan lingkungan berada pada kualifikasi Lebih dari Cukup (LdC). Kedua, keterampilan menulis teks puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kerinci sesudah menggunakan model Project Based Learning berbantuan lingkungan berada pada kualifikasi Baik (B). Ketiga, berdasarkan uji-t, hipotesis alternatif (H1) diterima pada taraf signifikan 95% dan derajat kebebasan (dk) = n – 1 karena ttabel < thitung, yaitu 4,80 > 1,73. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning berbantuan lingkungan dapat digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran alternatif dalam pembelajaran keterampilan menulis teks puisi. Hal ini disebabkan metode ini bisa membuat siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran.
Analisis Tindak Tutur Direktif Guru Bahasa Indonesia dalam Proses Pembelajaran Teks Proposal di Kelas XI SMAN 1 Gunung Talang Iqbal Jefiza; Tressyalina Tressyalina
Educaniora: Journal of Education and Humanities Vol. 1 No. 1 (2023): March
Publisher : Institute of Humanities and Education Studies (IHES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59687/educaniora.v1i1.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif guru Bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran teks proposal di SMAN 1 Gunung Talang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan guru dalam proses pembelajaran teks proposal di kelas XI SMAN 1 Gunung Talang. Sumber data pada penelitian ini yaitu Ibu Marlis selaku guru Bahasa Indonesia di SMAN 1 Gunung Talang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat catat. Teknik analisis data berupa menyimak, memahami, mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini didapatkan jumlah tindak tutur direktif yang digunakan oleh guru sebanyak 201 tuturan dengan rincian tuturan menyuruh sebanyak 88 tuturan, memohon 7 tuturan, menyarankan 58 tuturan, menuntut 37 tuturan, dan menantang 11 tuturan.
Penerapan Gim Edukasi dalam Pembelajaran Teks Eksposisi Berbasis Discovery Learning dan HOTS Ella Wulandari; Tressyalina Tressyalina; Bima Mhd Ghaluh
Persona: Kajian Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 4 (2022)
Publisher : Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpers.v1i4.112

Abstract

Text exposition learning is one way to improve students' ability to present ideas and opinions in a structured and clear manner. In text exposition learning, Discovery Learning and HOTS (Higher Order Thinking Skills) are expected to enhance students' ability to present ideas and opinions independently and creatively. Additionally, educational games are also expected to increase students' interest and motivation in learning. Therefore, this research aims to evaluate the implementation of educational games in text exposition learning based on Discovery Learning and HOTS. This research uses qualitative method with case study approach. Data is collected through observation, interview, and document analysis. The results show that the implementation of educational games in text exposition learning based on Discovery Learning and HOTS can increase students' interest and motivation in learning. Students also become more active in learning and are more able to present ideas and opinions independently and creatively. From the results, it can be concluded that the implementation of educational games in text exposition learning based on Discovery Learning and HOTS can enhance the effectiveness of learning.
Tindak Tutur Direktif Guru dalam Proses Pembelajaran di SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping Aprilia Ariesti Miona; Tressyalina Tressyalina
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v11i1.21424

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tindak tutur guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Data yang digunakan adalah tuturan guru pada saat pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Lubuk Sikaping. Sumber datanya adalah Gusnita Roza Putri, S.Pd, Gr. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik SLBC, teknik catat dan teknik rekam. Hasil penelitian ini mengungkapkan lima bentuk tindak tutur direktif, yaitu perintah, permintaan, saran, tuntutan dan larangan. Dalam penelitian ini tuturan yang paling dominan adalah tuturan menyuruh yang ditandai dengan penggunaan kata “Tolong” dan “Coba”. Selain itu, ditemukan pula tindak tutur meemohon yang ditandai dengan kata “tolong”, tuturan menyarankan yang ditandai dengan kata “seharusnya”, tuturan permintaan yang ditandai dengan kata “jangan lakukan”, dan tuturan. melarang yang ditandai dengan kalimat “Tidak ada cerita”, artinya penutur mengingkari lawan bicaranya.
Gender Representation in Directive Speech Acts of Teachers: A Study on Indonesian Language Learning in Automotive Vocational High Schools in Pasaman District Ade Darma Putra; Tressyalina Tressyalina
Journal of Languages and Language Teaching Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v12i2.9762

Abstract

This study aims to examine gender representation in directive speech acts of Indonesian language teachers in Pasaman Regency Automotive Department Vocational Schools. Included in the type of qualitative research, this research applies descriptive analysis method. The research data is in the form of directive speech of male teachers and female teachers in Indonesian language learning at SMK Department of Automotive Pasaman Regency. It can be concluded that Indonesian teachers use various forms of directive speech acts, such as directions, orders, and instructions to students. Variants of the use of directive speech acts also show variations between male and female teachers, with three dominant variants commonly used by male teachers and five variants commonly used by female teachers. The results also reveal that female teachers tend to use the speech act of ordering or commanding as the dominant form, although they also show a sense of solidarity by using the speech acts of suggesting and advising. On the other hand, male teachers are more inclined to the direct approach and commanding without preamble. This difference reflects the complexity of the relationship between men's and women's language and thinking in the learning context.
Kesantunan Berbahasa dalam Tindak Tutur Menyuruh Guru Bahasa Indonesia Berdasarkan Perspektif Gender dalam Proses Pembelajaran di SMP Negeri 3 Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar Andriana, Mella; Tressyalina, Tressyalina
Jurnal Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2022): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v11i2.55941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prinsip kesantunan berbahasa dalam tindak tutur menyuruh oleh guru laki-laki dan guru perempuan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik simak bebas libat cakap. Berdasarkan penelitian kesantunan berbahasa dalam tindak tutur menyuruh oleh guru laki-laki dan guru perempuan disimpulkan bahwa terdapat pelanggaran maksim dan pematuhan maksim yang digunakan oleh guru laki-laki dan guru perempuan dalam proses pembelajaran. Prinsip kesantunan berbahasa dalam tindak tutur menyuruh yang digunakan oleh guru laki-laki ditemukan tiga pematuhan maksim, yaitu maksim kearifan 3 data, maksim kesepakatan 3 data, dan maksim pujian 1 data. Pelanggaran maksim yang dilakukan oleh guru laki-laki sebanyak empat maksim, yaitu maksim kearifan 3 data, maksim kesepakatan 3 data, maksim pujian 3 data, dan maksim kedermawanan 3 data. Prinsip kesantunan berbahasa dalam tindak tutur menyuruh yang digunakan oleh guru perempuan ditemukan empat pematuhan maksim, yaitu maksim kearifan 3 data, maksim kesepakatan 3 data, maksim kerendahan hati 3 data, dan maksim pujian 2 data. Pelanggaran maksim yang dilakukan oleh guru perempuan sebanyak tiga maksim, yaitu maksim kearifan 1 data, maksim pujian 3 data, dan maksim kedermawanan 1 data. Tuturan laki-laki dan perempuan sebanyak 34 data.
Co-Authors Abdurahman . Abdurahman Abdurrahman Ade Darma Putra Ade Darma Putra Adliza Adliza Afnita Afnita Afrino, Afrino Afriyanti, Atika Ali Djamhuri Amatul Rahmah Amir, Novira Amril Amir Andriana, Mella Anita Anggraini Aprilia Ariesti Miona Aprilia, Lara Apriyenti, Lisa Atika Zikri Atmazaki Atmazaki Bima Mhd Ghaluh Citra Putri Amanda Dewi, Triwina Santi Diana Kusuma, Anita Dirce Soares Babo Ella Wulandari Ella Wulandari Elsya Rahmi Ena Noveria Erizal Gani Ermawati Arief Etri, Gia Juli Fadila Amanda Meriska Falia, Kaka Yuni Rizky Fauzi, Rian Azmul Febrianti, Mega Fitrawati Fitrawati Fitria, Ardina Gia Juli Etri Gusti, Nila Hafrison, Mohammad Haniya annisa Haris Effendi Thahar Harris Effendi Thahar Herlin Triana Ikhwatul khairiyah Ingvi Asri Vilayati Iqbal Jefiza Julia Putri, Vioni Khairiah, Citra Yaumil Kurniati, Wahyu Kurniati, Wahyu Lailatul Mutia Alda Latifa Zahra Leona, Nindy Lestari, Devi Eva Riana Puji Mahmudah, Salsabilla Manaf , Ngusman Abdul Marta Zohana, Rini Maryunis Maryunis Marzni Mohamed Mega Sari, Putri Mertiza Fitri Mulyani Miftahul Putri Deya Miona, Aprilia Ariesti Mohamed Mokhtar, Marzni Muliani, Mertiza Fitri Musfiroh Wajeeismai Nabila Amalia Azkia Nainggolan, Lolyta Nensy Megawati Simanjuntak Nguman Abdul Manaf Ngusman Manaf Ngusman Ngusman Ngusman Ngusman Nila Gusti Nila Malda Rintina Nofrahadi, Nofrahadi Noprilia Noprilia Novela Otri Novia Juita Novia Tri Ramadani Novira Amir Nurhamida, Nurhamida Nurifa, Nurifa Nurizzati Nurizzati Nurmadiah, Ira Nurrahmah, Faiza Nursaid Ogi Maya Sari Perta, Jaya Nasa Pramita, Candra Pratiwi, Ririn Purwitasari, Tiara Putri, Adinda Muthiara Putri, Sri Yola Qurrata Ayuni, Qurrata Radi Sukma Rahmi, Ulva Ramadan, Syahrul Ramadani, Novia Tri Ratmanida, Ratmanida Ria Wati Rian Azmul Fauzi ridho sandra putra Ridwan, Sakura Rifa Indriani Sabiqah Sri Anani Sadilla, Fenny Gina Sakti, Tahta Lawna Sari, Anggun Permata Sarmis, Miftahul Jannati Sayhrul R. Setiawan, Muhammad Ichsan Sevri Ivo Simanjuntak, Nensy Megawati Siti Ainim Liusti Sri Julma Yulita Sukma, Lidia Suryani, Tifa Syafani, Shania Ramadhani Syafruddin Syafruddin Syahrul R, Syahrul Syahrul Ramadhan Tiara Tri Dewi Titi Istighfara Tri Wahyuni Putri Utami, Resti Riyanda Vera Yudi Aditama Vivi Indriyani Wida Anggina Yosi Jannatul Firdaus Yulia Iska Yulia Marizal Yulianti Rasyid Yulianti Yulianti Yuridha, Merli Zainil, Yetti Zaura, Tarisa