Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran II Geiby Octrine Fonnelia Pananggung; Roos M. S. Tuerah; Jeane Kalengkongan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) di Kelas V SD Inpres Tataaran II. Peneliti ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Yang mengacu pada desain penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Taggart, model berupa siklus yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi dan tes. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu siklus I mencapai 52,94%, hasil ini belum mencapai standar ketuntasan 75% sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang menyebabkan siklus I belum berhasil. Terjadi peningkatan pada siklus II dengan hasil yang diperoleh 94,11%. Disimpulkan bahwa: menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPAS Pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran II.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V di SD Negeri Tempok Wayan Ade Arta Yasa; Roos M. S. Tuerah; Yulmi H. Mottoh
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.204

Abstract

Tujuan utama dari riset ini adalah untuk mengoptimalkan pencapaian akademik siswa kelas V di SD Negeri Tempok pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan memanfaatkan skema pembelajaran berbasis masalah atau yang dikenal sebagai model Problem Based Learning (PBL). Peneliti memilih metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada kerangka Kemmis dan McTaggart yang dilakukan dalam rentang dua siklus, di mana tiap putarannya mencakup langkah-langkah sistematis mulai dari perencanaan awal, pelaksanaan strategi, pengamatan di lapangan, hingga tahap evaluasi atau refleksi. "Melibatkan 11 orang peserta didik yang terdiri atas 5 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan sebagai subjek, pengumpulan informasi dilakukan melalui teknik observasi langsung, pemberian ujian kompetensi, serta pengumpulan dokumen pendukung. Keberhasilan belajar diukur berdasarkan persentase ketuntasan siswa terhadap Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang dipatok pada angka 75%. Temuan di lapangan membuktikan bahwa penggunaan model Problem Based Learning sangat efektif dalam mendongkrak prestasi siswa; hal ini terlihat dari data siklus I yang rata-rata nilai ketuntasannya baru menyentuh 69,54% dengan hanya 5 anak (45,45%) yang lulus, namun setelah dilakukan pembenahan pada siklus II, angka tersebut melonjak drastis hingga mencapai 83,63% di mana seluruh siswa (100%) berhasil melampaui ambang batas KKTP. Kenaikan yang signifikan ini menjadi bukti bahwa model Problem Based Learning sangat manjur untuk mempertajam fokus siswa, mengasah daya pikir kritis, serta memperkuat pemahaman pada materi "Bunyi dan Sifatnya." Oleh sebab itu, kesimpulan akhir menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah ini berhasil membangun suasana kelas yang lebih dinamis, berbobot, dan memprioritaskan peran aktif siswa, sehingga memberikan pengaruh yang sangat baik terhadap kualitas hasil belajar IPAS di jenjang pendidikan dasar.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran I Dhea Damayanti Irawan; Roos M. S. Tuerah; Yulmi H. Mottoh
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning di kelas V SD Inpres Tataaran 1 Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan/tindakan, observasi dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data melalui lembar observasi dan tes kemudian dianalisis dengan teknik presentase. Hasil penelitian menunjukan ketuntasan belajar pada siklus I hanya mencapai 60.89% dan siklus II mencapai 91.35%. Kesimpulan penelitian ini bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila di kelas V SD Inpres Tataaran 1 khususnya pada materi Praktik Gotong Royong.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Pada Siswa Kelas IV Di SD GMIM V Tomohon Jesika B. Wongkar; Roos M. S. Tuerah; Margaretha O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.223

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS dengan materi tentang kenampakan alam dan lingkungan pada kelas IV di SD GMIM V TOMOHON melalui model Problem Based Learning (PBL). Metode penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menurut Kemmis dan Mc. Taggrat dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu : Perencanaan, Pelaksanaan/Tindakan, Observasi, dan Refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi dan tes. Teknis analasis data menggunakan rumus ketuntasan belajar. Pada siklus I memperoleh 46,67% dan presentase ketuntasan belajar siswa yaitu 68% dengan kriteria belum tuntas dan meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata siswa menjadi 87,33% dan presentase ketuntasan belajar mencapai 100% dengan kriteria tuntas.
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry pada Mata Pelajaran Ipas untuk Meningkatkan Critical Thinking dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Kelas V di SD Inpres Kakaskasen Tiga Nurul Hasnia Kawulusan; Roos M.S Tuerah; Richard D.H Pangkey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Critical thinking dan hasil belajar peserta didik kelas V di SD INPRES Kakaskasen Tiga dengan mengunakan model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran IPAS. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), adapun yang menjadi objek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V di SD INPRES Kaskasen Tiga yang berjumlah 12 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan kelas (PTK) yang di laksanakan dalam 2 siklus, yang berlangsung selama 5 February sampai dengan 18 February 2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam aktivitas guru, aktivitas siswa, serta ketuntasan hasil belajar. Aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan, dengan nilai rata-rata observasi pada siklus I sebesar 67,30 (cukup) dan meningkat pada siklus II menjadi 96,15 (baik sekali). Aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran juga mengalami peningkatan, dengan rata-rata observasi pada siklus I sebesar 60,57 (cukup) dan meningkat pada siklus II menjadi 91,34 (baik sekali). Ketuntasan hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 71,33% (cukup), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 94,75% (baik sekali). Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan critical thingking/berpikir kritis serta hasil belajar siswa dalam Perpindahan kalor.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Ipas Kelas V SD Inpres 482 Walian Ririn Tifani Br Tarigan; Roos M. S. Tuerah; Steven Mandey
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.340

Abstract

Riset ini diarahkan untuk mengoptimalkan capaian akademik peserta didik pada pembelajaran IPAS kelas V di SD Inpres 482 Walian, khususnya pada topik krisis lingkungan yang berdampak terhadap keberlangsungan kehidupan, melalui implementasi model Problem Based Learning (PBL). Pendekatan investigatif yang diterapkan berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan skema spiral yang mencakup tahapan perancangan, implementasi tindakan, monitoring, serta refleksi evaluatif, dan dilaksanakan dalam dua putaran siklus pembelajaran. Partisipan penelitian terdiri atas 22 peserta didik kelas V SD Inpres 482 Walian yang meliputi 15 siswa laki-laki serta 7 siswa perempuan. Akuisisi data dilaksanakan melalui teknik observasional dan evaluasi tertulis. Sementara itu, pengolahan data mengacu pada formulasi KB = T/Tt × 100%, dengan KB merepresentasikan persentase ketuntasan belajar, T menunjukkan total skor yang berhasil dicapai peserta didik, dan Tt menggambarkan skor maksimum keseluruhan. Indikator keberhasilan penelitian ditetapkan berdasarkan pencapaian standar KKTP sebesar 75. Temuan empiris pada siklus pertama memperlihatkan tingkat ketuntasan sebesar 65%, sehingga hasil tersebut dinilai belum memenuhi target optimal. Oleh sebab itu, tindakan pembelajaran dilanjutkan pada siklus kedua dan menghasilkan eskalasi performa belajar hingga mencapai 80,54%. Data tersebut mengindikasikan bahwa penerapan model Problem Based Learning mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Inpres 482 Walian. Berdasarkan capaian penelitian, direkomendasikan kepada guru kelas V agar mengintegrasikan model Problem Based Learning secara lebih intensif dalam aktivitas pembelajaran karena pendekatan ini terbukti mendorong keterlibatan aktif peserta didik, memperkuat kapasitas berpikir kritis, serta meningkatkan antusiasme belajar di dalam kelas.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Peserta Didik Kelas V SD Negeri 1 Tataaran Mirecle S. Kalangi; Norma Monigir; Roos M.S Tuerah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas V SD Negeri 1 Tataaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, peneliti menyusun perangkat pembelajaran, materi, serta instrumen observasi dan tes. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan menerapkan model PBL dalam proses pembelajaran IPAS. Selanjutnya, tahap observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung, sedangkan tahap refleksi digunakan untuk mengevaluasi kekurangan pada setiap siklus sebagai dasar perbaikan pada siklus berikutnya. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa kelas V SD Negeri 1 Tataaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk menilai aktivitas guru dan siswa serta tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata dan persentase ketuntasan belajar berdasarkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa mencapai 69,58% dengan persentase ketuntasan sebesar 41,66%, sehingga belum memenuhi KKTP. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 82,70% dengan persentase ketuntasan melampaui 75%. Data observasi aktivitas siswa pada siklus I mencapai 63,75% dan aktivitas guru 67,5%, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 88,75% untuk aktivitas siswa dan 91,25% untuk aktivitas guru. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas V SD Negeri 1 Tataaran.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran II Geiby Octrine Fonnelia Pananggung; Roos M. S. Tuerah; Jeane Kalengkongan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) di Kelas V SD Inpres Tataaran II. Peneliti ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Yang mengacu pada desain penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Taggart, model berupa siklus yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi dan tes. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu siklus I mencapai 52,94%, hasil ini belum mencapai standar ketuntasan 75% sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang menyebabkan siklus I belum berhasil. Terjadi peningkatan pada siklus II dengan hasil yang diperoleh 94,11%. Disimpulkan bahwa: menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPAS Pada Siswa Kelas V SD Inpres Tataaran II.
The Influence of Principals’ Adaptive Leadership And The School Psychological Environment On Teacher Creativity In Instructional Implementation At Muhammadiyah Junior High School Manado Kartin Jhony; Joulanda Rawis; Roos Maria Stela Tuerah
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 6 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v6i2.472

Abstract

This study aims to analyze the influence of principals’ adaptive leadership and the school psychological environment on teacher creativity in instructional implementation at Muhammadiyah Junior High School Manado. The research employed a quantitative approach using a survey method involving the entire teacher population of 35 individuals through a saturated sampling technique. Data were collected using structured questionnaires and analyzed through multiple linear regression. The results indicate a strong relationship among the variables, with a correlation coefficient (R) of 0.768 and a coefficient of determination (R Square) of 0.590, meaning that 59% of the variation in teacher creativity can be explained by adaptive leadership and the psychological environment. Partially, adaptive leadership has a significant effect (t = 3.219), as does the school psychological environment (t = 3.607), which demonstrates a relatively greater contribution. Simultaneously, both variables significantly influence teacher creativity, with an F-value of 23.187. In conclusion, flexible school leadership and a supportive work atmosphere are crucial factors in fostering teacher innovation in designing and implementing the learning process.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas V SD GP BEREA Tondano Ida Rolianta Br Sigiro; Roos Maria Stella Tuerah; Jeane M. Mangangantung
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.548

Abstract

Penelitian ini berjudul Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Kelas V SD GP Berea Tondano. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Manado. Dibimbing oleh Dr. Roos M. S. Tuerah, S.Pd., M.Pd. sebagai pembimbing I dan Dr. Jeanne M. Mangangantung, S.Si., M.Pd. sebagai pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SD GP Berea Tondano Tahun Ajaran 2026. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 peserta didik kelas V SD GP Berea Tondano. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan adalah 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Persentase ketuntasan hasil belajar pada siklus I mencapai 48,16%, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 80,68%. Selain itu, penerapan model PBL juga meningkatkan aktivitas guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Peserta didik menjadi lebih aktif dalam berdiskusi, bekerja sama dalam kelompok, serta lebih terlibat dalam pemecahan masalah yang diberikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPAS serta keaktifan peserta didik kelas V SD GP Berea Tondano.
Co-Authors Afriani Putri Timbowo Anita Sarah Meiske Femmy Mingkid Apada, Magfira Satya Astrid Maria Tuerah Ayu Lestari Bobii, Elisabeth Brando Revor Linelejan Cecilia Lelly Kewo Chien Maulana Deddy F. Kumolontang Dhea Damayanti Irawan Edward Pusungula Elisa A. Mamahit Fifiana Debora Pengambu Friska F. Liando Geiby Octrine Fonnelia Pananggung Gloria Ester Verelin Walewangko Haryadi Ruslan Hendrik Sumarrauw Hendro Maxwell Sumual Hetty J Tumurang Ida Rolianta Br Sigiro Imanuel W. E. Taroreh Inggrid Fransiska Kaunang Inriani Toding jeane kalengkongan Jeane M. Mangangantung Jeanne M. Mangangantung Jeanne M. Tuerah Jeanne Mangantung Jeffry Sony Junus Lengkong Jesika B. Wongkar Jesita E. Pinu Jolanda Altje Meiske Rawis Josly Jacob Tintingon Joulanda A. M. Rawis Joulanda A. M. Rawis Joulanda Altje Meiske Rawis Juliana Margareta Sumilat Kartin Jhony Karundeng, Ferry F. Kili Suci Kirana Mangimbulude Korompot, Sudarmin Ladjamba, Sepliwan Lembong, Jelly Maria Luwunaung, Novenia Sintikhe Mangantes , Meisie L Mantiri, Rosiana Elisabeth Margaretha O. Sumilat Maria Fransisca Sukadi Maria Fransisca Sukadi Marien Pinontoan Mayske Rinny Liando Meiske Lasut Mirecle S. Kalangi Mokoginta, Minda Mokoginta, Widya Adelia Mombilia, Natalia T. Mozes Markus Wullur Muhammad Haeruddin Syam Ngumarno, Jayus Non Norma Monigir Norje Gara Nova Diane Jacob Nurul Hasnia Kawulusan Olivia Lalamentik Pangkey, Richad D. H. Paulus Robert Tuerah Pricilia A.F. Lumenta Pricilia Putri Emia Noventa Br Ginting Queen Kuron Queen Kuron Rafly Muhammad Nur Richard Daniel Herdy Pangkey Ririn Tifani Br Tarigan Rodaya, Nanda D Roeth A.O Najoan Romi Mesra Rotty, Viktory Nicodemus Joufree Saerang, Hetwi Marselina seidi manopo Shelty D. M. Sumual Silvana Novanda Bulu, Linneke Sitti Rachma Abu Solagratia A. Rumimper steven mandey Stien A. Dien Sufitriyono, Sufitriyono Tellma Monna Tiwa Telma M. Tiwa Wayan Ade Arta Yasa Worang, Tessalonika Jesy Yislia S. Tahiru Yulmi H. Mottoh