Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor risiko diabetes melitus pada lansia di wilayah pedesaan: Analisis Epidemiologi Cross-Sectional: Risk factors for diabetes mellitus in elderly in rural areas: A cross-sectional epidemiological analysis Yuwono, Podo; Ernawati; Utoyo, Bambang
Journal of Intan Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v5i1.387

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada kelompok lansia. Kondisi ini semakin kompleks pada masyarakat pedesaan akibat keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya tingkat pendidikan, dan rendahnya pemahaman mengenai pencegahan penyakit. Faktor risiko seperti pola makan tidak sehat, aktivitas fisik rendah, obesitas, dan riwayat keluarga turut memperbesar beban DM pada lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM pada lansia di wilayah pedesaan Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan epidemiologi analitik. Sebanyak 80 responden lansia berusia ≥60 tahun direkrut dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan pemeriksaan klinis meliputi indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, dan kadar gula darah sewaktu. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji chi-square dan independent t-test. Hasil: Sebanyak 35% responden teridentifikasi menderita DM. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pendidikan (p=0,045), aktivitas fisik (p=0,027), dan riwayat keluarga DM (p=0,002) berhubungan signifikan dengan kejadian DM. Variabel numerik menunjukkan perbedaan signifikan pada umur (p=0,021), IMT (p=0,032), dan tekanan darah (p=0,009) antara kelompok dengan dan tanpa DM. Jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan status DM (p=0,360). Kesimpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM pada lansia di pedesaan meliputi pendidikan, aktivitas fisik, riwayat keluarga, umur, IMT, dan tekanan darah. Temuan ini menegaskan bahwa DM pada lansia pedesaan dipengaruhi oleh faktor biologis dan sosiodemografi.
Kriteria Permukiman berdasarkan Aspek Keberlanjutan di Kawasan Kumuh Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu Fitriani, Marita Infia; Utoyo, Bambang; Persada, Citra
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.84615.%p

Abstract

Kecamatan Pringsewu merupakan kecamatan dengan luasan kumuh paling tinggi di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pringsewu Nomor B/361/KPTS/D.03/2022 tentang Penetapan Lokasi Permukiman Kumuh di Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria permukiman di kawasan kumuh Kecamatan Pringsewu berdasarkan aspek keberlanjutan, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil pada kriteria sosial menyatakan bahwa indikator kepadatan bangunan, status kepemilikan bangunan, dan fasilitas pendidikan sudah baik, sedangkan indikator tingkat pendidikan dan partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan agar penanganan kumuh lebih mudah dilaksanakan untuk menuju permukiman dan perumahan yang berkelanjutan. Kriteria ekonomi yang perlu diperbaiki adalah indikator tingkat pendapatan penduduk dan pemanfaatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar penduduk dapat lebih produktif dalam usahanya. Indikator pada kriteria lingkungan yang perlu diperbaiki lebih lanjut adalah kondisi persampahan, air minum, jalan lingkungan, dan drainase sehingga permukiman dapat terhindar dari kekumuhan dan mendorong permukiman menjadi permukiman layak huni dan berkelanjutan. Kriteria kelembagaan di Kecamatan Pringsewu sudah cukup baik, hanya indikator penerapan sanksi dan peran kelompok masyarakat perlu ditingkatkan. Perlu adanya penerapan sanksi tertulis dalam pemeliharaan lingkungan agar masyarakat tidak lagi sewenang-wenang dalam menggunakan fasilitas sosial dan fasilitas umum karena sejauh ini sanksi yang berlaku hanya verbal reprimand untuk masyarakat.
Efektivitas Asam Humat dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao pada Media Tanam Subsoil Sari, Resti Puspa Kartika; Utoyo, Bambang; Permatasari, Nindy; Airlangga, Tandaditya Ariefandra; Nurmayanti, Sri; Lesmana, Adit Indra
Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.68757

Abstract

Media tanam topsoil untuk pembibitan kakao semakin terbatas dan sebagai alternatif dapat digunakan tanah subsoil, tetapi kesuburannya ditingkatkan dengan penambahan asam humat. Selain itu, untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik pada tahap pembibitan dapat digunakan pupuk hayati Plant Growth Promoting Rizhobacteria (PGPR). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi asam humat dan PGPR terbaik, serta interaksi keduanya dalam mengoptimalkan pertumbuhan bibit kakao di media tanam subsoil. Penelitian dilaksanakan di lahan kebun bibit tanaman perkebunan, Laboratorium Pengelolaan Tanaman Perkebunan, Politeknik Negeri Lampung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial  dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi asam humat (tiga taraf: 0; 5; dan 7,5 g/L). Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR (empat taraf: 0; 25; 50; dan 75 mL/L). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam, dan dilanjutkan dengan uji lanjut jarak berganda Duncan (DMRT) pada taraf nyata 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara asam humat dengan PGPR pada tingkat kehijauan daun dan bobot kering tajuk, dengan konsentrasi paling optimum pada perlakuan 0 g/L asam humat + 25 mL/L PGPR dan 5 g/L asam humat + 50 mL/L PGPR.  Pemberian asam humat secara mandiri berpengaruh pada bobot kering akar dengan perlakuan terbaik pada konsentrasi 0 g/L dan  5 g/L asam humat, dan pada luas daun untuk konsentrasi 0 g/L asam humat. Pemberian PGPR secara mandiri berpengaruh pada bobot kering akar, luas daun, dan jumlah daun 30 HSA. Konsentrasi aplikasi PGPR terbaik untuk bobot kering akar dan luas daun adalah 75 mL/L, sedangkan untuk jumlah daun 30 HSA adalah 50 mL/L.
The Effectiveness Test of Basil Leaf Extract and Bilimbi Fruit in Control of Cocoa Sucting Pests (Helopeltis spp.) Pasaribu, Apriyeni; Sudirman, Albertus; Utoyo, Bambang
Agrosains : Jurnal Penelitian Agronomi Vol 25, No 1 (2023): Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agsjpa.v25i1.60333

Abstract

Helopeltis spp. is a major pest of plantation crops, especially on cocoa plants. This pest attacks the fruit and shoots of cocoa plants by sucking the liquid from plant parts which cause fruit rot and reduces production. Control that is often done by farmers is by using synthetic insecticides. The use of synthetic insecticides in controlling pest attacks turns out to have a negative impact on the surrounding environment and even on its users, so we need an alternative that does not have a negative impact such as environmentally friendly vegetable insecticides. There are many plants that have the potential as vegetable insecticides such as basil and starfruit. The purpose of this study was to obtain the best extract from basil leaf extract, star fruit wuluh, and the combination of the two extracts against the mortality of Helopeltis spp. The research was carried out at the Plant Laboratory II, Department of Plantation Cultivation, Lampung State Polytechnic, from November 2020 to February 2021. This research was conducted using a Randomized Block Design with 4 treatments and 6 replications so that there were 24 experimental units. Each experimental unit contained one treatment and 11 Helopeltis spp. This research was finding that the highest mortality at 4 DAA was found in the combination treatment of basil leaf extract and starfruit with a mortality percentage of 33.33%. The highest mortality in this study was 45.45% at 6 DAA treatment with a combination of basil leaf extract and star fruit, meaning that the treatment in this study was considered less effective. This research conclude that the combination of basil leaf extract and star fruit is able to control cocoa fruit-sucking pests (Helopeltis spp.) with a mortality of 45.45%.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adnan, Indah Safitri Adryade Reshi Gusta Airlangga, Tandaditya Ariefandra Albertus Sudirman, Albertus Andri, Irmawan Anggeraini, Rinanda Ani Agus Puspawati Any Kusumastuti Aprilianti, Ni Wayan Sri Assalam, Muhammad Shafwan Ayu Saputri, Ayu Budi Joko Santoso Budi Joko Santoso, Budi Dedy Hermawan Department, administratio Department, administratio Desi Mayasari, Desi Dewanda, Muhammad Taufiek Dewi Riniarti Dian Kagungan Dodi Faedlulloh, Dodi Edi Sucipto Eko Budi Sulistio Ernawati Ery purwanti Fauziah, Lu'lu' Kholidah Fauziah, Lu’lu’ Kholidah Fitriani, Marita Infia Fitriani, Rd Erni Guna, M. Mulya Adi Handani, Anggi Maulana Puji Handayani, Elvita Harnani, Nur Maulita Hartono, Joko S S Hendri Tamara Yuda Herlin Widaswara Iin Pinandita Indrawan, Iyan Intan Fitri Meutia irmawan andri nugroho Jiwandono, Zaqi Ilman Kresna Shifa Usodri Lesmana, Adit Indra Made Same Marsito, Marsito Mujahidin, Yusuf Noverman Duadji Novi Safitri Novita Tresiana Nur Effendi, Nur Nurmayanti, Sri Nurohman, Aldi Pasaribu, Apriyeni Permatasari, Nindy Persada, Citra Podo Yuwono Putri, Agustina Jesica Rahayu Sulistyorini Ramlani Lina Sinaulan Rifai, Akbar Rizani, Agnessa Shalsabila Romdhani, Rohmat S, Umi Fatimah Saputri, Maysa Yoga Sari, Resti Puspa Kartika Selviani, Delfita Septiawan, Bambang Setiani, Stefani Asti Shifa Usodri, Kresna Simarmata, Theresia Helen Simon Sumanjoyo Simon Sumanjoyo Hutagalung Situmorang, Elfani Rachel Subiantoro, Rijadi Sutopo, Rahmat Suwaryo, Putra Agina Widyaswara Usodri, Kresna Shifa Waladani, Barkah Wening Tri Kusumawati, Wening Widiyani, Dimas Prakoswo Wijaksono, Rino Anggi Wiwik Indrawati, Wiwik Yan Sukmawan, Yan Yuhelson Yuhelson Yuliyanto, Indra Yuyun Fitriani