Claim Missing Document
Check
Articles

REKONSTRUKSI STEREOTIP NEGATIF ETNIK MELAYU Alfarabi Alfarabi; Anter Venus; Nuryah Asri Syafirah; Noor Efni Salam
Manajemen Komunikasi Vol 3, No 2 (2019): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.831 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v3i2.20505

Abstract

Stereotip negatif yang dilekatkan pada etnik Melayu dijadikan ukuran untuk menilai anggota etnik tersebut. Datangnya era reformasi yang memberi ruang pada etnik lokal untuk menduduki jabatan-jabatan strategis membuat etnik Melayu berkesempatan untuk merekonstruksi stereotip yang melekat pada diri mereka. Penelitian mengkaji bagaimana tokoh Melayu mengcounter stereotip negatif sekaligus merekonstruksi stereotip tersebut menjadi sesuatu yang positif bagi etnik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi. Pengumpulan data lapangan menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini memberitahukan bahwa stereotip negatif pada etnik Melayu merupakan bentuk ketidaktahuan pendatang terhadap Orang Melayu. Upaya meng-counter stereotip negatif yang dilekatkan pada etnik Melayu dilakukan untuk meningkatkan status etnik yang lebih positif. Kondisi tersebut menjadi penting karena pascareformasi etnik Melayu memiliki kesempatan yang besar untuk menduduki jabatan- jabatan strategis di Pekanbaru Riau.
Komunikasi krisis Forum Ekonomi Kreatif Kabupaten Bandung Barat menghadapi pandemi Covid-19 Antar Venus; Meria Octavianti; Kismiyati El Karimah; Hadi Suprapto Arifin
Manajemen Komunikasi Vol 5, No 1 (2020): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v5i1.29799

Abstract

Forum Ekonomi Kreatif (Fekraf) sebagai sebuah organisasi resmi yang dibentuk pemerintah Kabupaten Bandung Barat, memilliki peran yang sentral dalam menghadapi krisis yang dialami oleh hampir sebagian besar pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Bandung Barat. Banyak pekerja di berbagai subsektor ekonomi kreatif terpaksa dirumahkan karena sudah tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan dan banyak pelaku ekonomi kreatif yang akhirnya gulung tikar karena tidak bisa menjalankan roda perekonomiannya selama pandemic berlangsung. Penelitian ini berupaya untuk mencari tahu mengenai bagaimana komunikasi krisis yang dilakukan oleh Fekraf KBB dalam menghadapi pandemic Covid-19. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, focus group discussion, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menjalankan komunikasi krisisnya, Fekraf KBB sudah menjalankan seluruh prinsip dan tahapan dari komunikasi krisis dengan menggunakan berbagai saluran komunikasi yang relevan dengan kondisi krisis yang dihadapi. Crisis preparedness, initial respons, corrective & reaction, serta evaluation merupakan tahap komunikasi krisis yang dilakukan oleh Fekraf KBB. Media komunikasi yang digunakan dalam komunikasi krisis ini terbatas pada media online dan media sosial. Hampir seluruh prinsip komunikasi krisis diaplikasikan oleh Fekraf KBB dalam menghadapi pandemik Covid-19 ini, yaitu adanya tim komunikasi, melakukan kontak dengan media, mengumpulkan fakta-fakta, tidak menutup informasi, hati-hati dalam menyampaikan informasi, satu suara, dan menggunakan banyak saluruan komunikasi.
MENELUSURI PERKEMBANGAN TEORI KEKAYAAN MEDIA Antar Venus; Nantia Rena Munggaran
Dialektika Vol 4 No 1 (2017): Vol.4 No.1 (2017) Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The medium in this theory is defined as any form of communication channels is one of the very important elements of communication. Our ability to choose the appropriate media in conveying the message would determine the performance or effectiveness we divide the message to others. Media richness theory (TKM) said that not every media match with any kind of task or message would we send. Each media has its advantages and disadvantages of each. Rich media is suitable for its high equivocality task types, whereas a poor media (Lean media) matches tugs or message that has a low equivocality. The more a potential message multiple interpretations (equivocal), is uncertain, then the strategic nature required an increasingly rich media. Daft and Lengel According to media, wealth can be measured by four criteria: (1) the ability to convey variety of instructions; (2) The immediacy of feedback; (3) the ability to present a variety of study; and finally the ability to 'personalize' the message to the recipient.
INDONESIAN CHILDREN WATCHING AUSTRALIAN TELEVISIONS: AN ETHNOGRAPHIC STUDY Antar Venus
Sosiohumaniora Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i1.5197

Abstract

This study is concerned with 'the way children watching television' while focusing on the context of viewing activities, not on the program content. The study was conducted in Sydney Australia for six weeks from September to November 1998. For the purpose of the research, two Indonesian children had been chosen as the informants. The ethnographic method employed in this study due to the reasons that the context of children interacting with television cannot be quantified. In addition, data for the research have to be obtained in a natural environment where children do their usual viewing activities. The research findings shows that the observed children watched TV in an active and critical way. They are used to giving reasonable responses to any programs shown on television. Keywords : Ethnography, natural setting, Viewing activities
PENGARUH IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR KELUARGA BERENCANA JAKARTA BARAT Dede Irawan; Antar Venus
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.272 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v4i2.7367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh iklim komunikasi organisasi yang terdiri dari kepercayaan, partisipasi dalam pembuatan keputusan, kejujuran, keterbukaan komunikasi kepada pegawai, mendengarkan dalam komunikasi dari pegawai dan memperhatikan tujuan kinerja pegawai yang tinggi terhadap kinerja pegawai di Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat Penelitian ini menggunakan metode survei eksplanatori yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat di antara variabel-variabel penelitian dengan pengujian statistik inferensial analisis jalur. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat dengan mengambil seluruh populasi yang ada sebanyak 95 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kepercayaan diantara para pegawai, kejujuran di antara para pegawai dan memikirkan tujuan kinerja pegawai yang tinggi mempunyai pengaruh yangsignifikan terhadap kinerja pegawai. Sedangkan faktor partisipasi pegawai dalam pembuatan keputusan, keterbukaan komunikasi kepada pegawai dan mendengarkan dalam komunikasi dari pegawai tidak berpengaruh secara signifikan, namun memberikan komstribusi positif terhadap kinerja pegawai di lingkungan Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 82,1%, sedangkan sisanya sebesar 17,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh iklim komunikasi organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja pegawai di lingkungan Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat DOI: 10.24198/jkk.vol4n2.1
The Role of Media Education in Developing Children's Critical Thinking Toward TV Programs Antar Venus
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 1, No 1 (2000): Salam (Pembuka)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v1i1.681

Abstract

Pengaruh televisi terhadap anak masih menjadi isu hangat yang diperdebatkan hingga saat ini. Sebagian pakar komunikasi berpendapat bahwa televisi memiliki pengaruh negatif yang bersifat langsung terhadap pembentukkan kepribadian anak. ahli lainnya meyakini bahwa pengaruh tersebut bersifat tidak langsung dan cenderung positif. Sementara, pakar komunikasi lainnya lagi berdiri di tengah-tengah kedua kubu ekstrem tersebut. Namun apapun bentuk pengaruh yang ditimbulkan televisi terhadap anak, sebagian besar pakar komunikasi sependapat bahwa sebaiknya anak di bekali kemampuan berpikir kritis ketika menonton televisi. Salah satu cara terbaik untuk menumbuhkan daya berpikir kritis tersebut adalah dengan melibatkan anak pada propgram edukasi media. Tulisan ini bermaksud menganalisis benarkah program edukasi media tersebut mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak ketika menonton televisi. Hasil-hasil studi tentang program edukasi media di beberapa negara yang dipaparkan di sini memberikan kesimpulan yang berbeda. Hal ini mengindikasikan perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut.
SDM Komunikasi di Era Kompetisi Global Antar Venus
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 3, No 2 (2002): Memilih Pendekatan dalam Penelitian: Kuantitatif atau Kualitatif?
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v3i2.772

Abstract

Era kompetisi global menghadirkan beragam tantangan bagi para praktisi dan teoretisi komunikasi, Tantangan tidak hanya datang dari percepatan-percepatan teknologi informasi/komunikasi, melainkan juga muncul dari kesepakatan-kesepakatan kerjasama internasional yang berimplikasi pada masuknya Indonesia dalam kancah persaingan global. SDM Komunikasi perlu mengembangkan diri guna mengantisipasi persaingan di era global ini. Pengembangan tersebut dapat ditunjang melalui pembenahan paradigma belajar yang bersifat general, pembenahan institusional, dan pembenahan dalam tataran individual.
Cultivation Theory Asep Saefudin; Antar Venus
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 8, No 1 (2007): Berkomunikasi dengan Anak
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v8i1.1243

Abstract

The idea of Cultivation Theory was first addressed by George Gerbner with his colleagues of Annenberg School of Communication, Pennsylvania (1969). Based on previous research about cultural indicators conducted by the same researcher, cultivation analysis focused on mass media impact on everyday life. Another important findings from cultivation analysis was the categorization of television audience to two different classes: heavy viewers and light viewers. Among those two, heavy viewer became the main concern of communication scholars. It was believed that heavy viewing of television behavior permanently would lead to deep and exaggerated belief toward symbolic realities as presented on the screen.
Nonverbal Expectancy Violation Theory: Esensi dan Perkembangannya Antar Venus
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 4, No 2 (2003): Dari Politik, Media, sampai Lain-Lain
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v4i2.1027

Abstract

Setiap orang memiliki harapan tertentu pada perilaku nonverbal orang lain Jikaharapan tersebut dilanggar, maka orang akan bereaksi dengan memberikan penilaianpositif atau negatif sesuai karakteristik pelaku pelanggaran tersebut. Blla klta menyukai orang tersebut maka besar kemungkinan kita akan menerima pelanggarantersebut sebagai sesuatu yang wajar dan menilainya secara positif. Seballknya bilasumber pelanggaran dipersepsi tidak menarik atau kita tidak menyukainya maka kltaakan menilai pelanggaran tersebut sebagai sesuatu yang negatif.
Participatory Approach to Indonesian Rural Development in the Era of Reformation Antar Venus
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 2, No 1 (2001): “Publish or Perish!”
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v2i1.713

Abstract

The approach used by the government for developing society both rural and urban for the last 30 years has been the mobilization approach with top-down communication patterns. This approach does not give a space to the people to participate in the development process. When people become critical and aware of their own rights, a democratic participation approach to the development is needed. Such an approach, called the participatory development approach, is assumed to be able to give a space to the people to participate and to decide what are the best for themselves. The implementation of this approach in Indonesia is appropriate due to the reason that such an approach is in accordance with the principle of social justice.