Claim Missing Document
Check
Articles

INDONESIAN CHILDREN WATCHING AUSTRALIAN TELEVISIONS: AN ETHNOGRAPHIC STUDY Antar Venus
Sosiohumaniora Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i1.5197

Abstract

This study is concerned with 'the way children watching television' while focusing on the context of viewing activities, not on the program content. The study was conducted in Sydney Australia for six weeks from September to November 1998. For the purpose of the research, two Indonesian children had been chosen as the informants. The ethnographic method employed in this study due to the reasons that the context of children interacting with television cannot be quantified. In addition, data for the research have to be obtained in a natural environment where children do their usual viewing activities. The research findings shows that the observed children watched TV in an active and critical way. They are used to giving reasonable responses to any programs shown on television. Keywords : Ethnography, natural setting, Viewing activities
PENGARUH IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR KELUARGA BERENCANA JAKARTA BARAT Dede Irawan; Antar Venus
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.272 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v4i2.7367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh iklim komunikasi organisasi yang terdiri dari kepercayaan, partisipasi dalam pembuatan keputusan, kejujuran, keterbukaan komunikasi kepada pegawai, mendengarkan dalam komunikasi dari pegawai dan memperhatikan tujuan kinerja pegawai yang tinggi terhadap kinerja pegawai di Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat Penelitian ini menggunakan metode survei eksplanatori yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat di antara variabel-variabel penelitian dengan pengujian statistik inferensial analisis jalur. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat dengan mengambil seluruh populasi yang ada sebanyak 95 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kepercayaan diantara para pegawai, kejujuran di antara para pegawai dan memikirkan tujuan kinerja pegawai yang tinggi mempunyai pengaruh yangsignifikan terhadap kinerja pegawai. Sedangkan faktor partisipasi pegawai dalam pembuatan keputusan, keterbukaan komunikasi kepada pegawai dan mendengarkan dalam komunikasi dari pegawai tidak berpengaruh secara signifikan, namun memberikan komstribusi positif terhadap kinerja pegawai di lingkungan Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 82,1%, sedangkan sisanya sebesar 17,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh iklim komunikasi organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja pegawai di lingkungan Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat DOI: 10.24198/jkk.vol4n2.1
The Role of Media Education in Developing Children's Critical Thinking Toward TV Programs Antar Venus
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 1, No 1 (2000): Salam (Pembuka)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v1i1.681

Abstract

Pengaruh televisi terhadap anak masih menjadi isu hangat yang diperdebatkan hingga saat ini. Sebagian pakar komunikasi berpendapat bahwa televisi memiliki pengaruh negatif yang bersifat langsung terhadap pembentukkan kepribadian anak. ahli lainnya meyakini bahwa pengaruh tersebut bersifat tidak langsung dan cenderung positif. Sementara, pakar komunikasi lainnya lagi berdiri di tengah-tengah kedua kubu ekstrem tersebut. Namun apapun bentuk pengaruh yang ditimbulkan televisi terhadap anak, sebagian besar pakar komunikasi sependapat bahwa sebaiknya anak di bekali kemampuan berpikir kritis ketika menonton televisi. Salah satu cara terbaik untuk menumbuhkan daya berpikir kritis tersebut adalah dengan melibatkan anak pada propgram edukasi media. Tulisan ini bermaksud menganalisis benarkah program edukasi media tersebut mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak ketika menonton televisi. Hasil-hasil studi tentang program edukasi media di beberapa negara yang dipaparkan di sini memberikan kesimpulan yang berbeda. Hal ini mengindikasikan perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut.
SDM Komunikasi di Era Kompetisi Global Antar Venus
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 3, No 2 (2002): Memilih Pendekatan dalam Penelitian: Kuantitatif atau Kualitatif?
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v3i2.772

Abstract

Era kompetisi global menghadirkan beragam tantangan bagi para praktisi dan teoretisi komunikasi, Tantangan tidak hanya datang dari percepatan-percepatan teknologi informasi/komunikasi, melainkan juga muncul dari kesepakatan-kesepakatan kerjasama internasional yang berimplikasi pada masuknya Indonesia dalam kancah persaingan global. SDM Komunikasi perlu mengembangkan diri guna mengantisipasi persaingan di era global ini. Pengembangan tersebut dapat ditunjang melalui pembenahan paradigma belajar yang bersifat general, pembenahan institusional, dan pembenahan dalam tataran individual.
Cultivation Theory Asep Saefudin; Antar Venus
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 8, No 1 (2007): Berkomunikasi dengan Anak
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v8i1.1243

Abstract

The idea of Cultivation Theory was first addressed by George Gerbner with his colleagues of Annenberg School of Communication, Pennsylvania (1969). Based on previous research about cultural indicators conducted by the same researcher, cultivation analysis focused on mass media impact on everyday life. Another important findings from cultivation analysis was the categorization of television audience to two different classes: heavy viewers and light viewers. Among those two, heavy viewer became the main concern of communication scholars. It was believed that heavy viewing of television behavior permanently would lead to deep and exaggerated belief toward symbolic realities as presented on the screen.
Nonverbal Expectancy Violation Theory: Esensi dan Perkembangannya Antar Venus
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 4, No 2 (2003): Dari Politik, Media, sampai Lain-Lain
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v4i2.1027

Abstract

Setiap orang memiliki harapan tertentu pada perilaku nonverbal orang lain Jikaharapan tersebut dilanggar, maka orang akan bereaksi dengan memberikan penilaianpositif atau negatif sesuai karakteristik pelaku pelanggaran tersebut. Blla klta menyukai orang tersebut maka besar kemungkinan kita akan menerima pelanggarantersebut sebagai sesuatu yang wajar dan menilainya secara positif. Seballknya bilasumber pelanggaran dipersepsi tidak menarik atau kita tidak menyukainya maka kltaakan menilai pelanggaran tersebut sebagai sesuatu yang negatif.
Participatory Approach to Indonesian Rural Development in the Era of Reformation Antar Venus
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 2, No 1 (2001): “Publish or Perish!”
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v2i1.713

Abstract

The approach used by the government for developing society both rural and urban for the last 30 years has been the mobilization approach with top-down communication patterns. This approach does not give a space to the people to participate in the development process. When people become critical and aware of their own rights, a democratic participation approach to the development is needed. Such an approach, called the participatory development approach, is assumed to be able to give a space to the people to participate and to decide what are the best for themselves. The implementation of this approach in Indonesia is appropriate due to the reason that such an approach is in accordance with the principle of social justice.
Pengalaman Komunikasi Terapeutik Perawat Orang Lanjut Usia Antar Venus; Dina Nabilah
Jurnal Communicate Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Postgraduate of Jayabaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.134 KB) | DOI: 10.31479/jc.v1i2.39

Abstract

Although some research related to the influence of therapeutic communication to patients has been carried out in Indonesia, research trying to explore the experience of the elderly nurse communication has never been done. Though the geriatric is a practitioner who has interacted daily with elderly patients thus have therapeutic communication experience that deserves to be explored. By using phenomenology, the study describe the experience of five geriatric nurse in conducting therapeutic communication activities for elderly patients in Sasana Tresna Werdha Jakarta. Data was collected through interviews. The informants of this research are interviewed about 45-90 minutes. In the interview the informant’s provide their personal experience that contribute to the success of their therapeutic communication. Based on this study, we found ten important themes in therapeutic communicate with elderly patients, namely: the planned communication, to find out, observation, appreciation and humor, taboo communication, respect, caring, clarity, empathy and build rapport. The ten themes above we made to three (3) things that become the main learning and the essence in this study. 3 (three) it was planned, caring, and empathy are the answer to the research question.
JARINGAN KOMUNIKASI PENDUDUK LOKAL DI DESA WISATA PETINGSARI, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA Retno Dyah Kusumastuti; Antar Venus
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 15 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.037 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2019.15.1.1576

Abstract

Pada tahun 1990-an Desa Pentingsari mendapat predikat Desa Wisata dengan pendapatan yang relative rendah. Padahal potensi desa cukup besar dengan luas 105 hektar dengan komposisi lahan pekarangan, perkebunan, sawah, lading dan daerah aliran sungai, kendalanya kondisi desa cukup terpencil karena belum baiknya akses. Masyarakat bertekad keluar dari kondisi kemiskinan itu, alam dan lingkungan dirawat, sehingga hasil bumi dari kekayaan alam meningkat. Pendekatan Desa Wisata dipilih oleh penduduk karena merasa pariwisata bisa menjadi cara untuk melibatkan seluruh komponen masyarakat. Penelitian ini ingin mengetahui jaringan komunikasi penduduk local di Desa Wisata Pentingsari yang telah berhasil keluar dari kondisi kemiskinan dengan mengubah desanya menjadi desa wisata yang berhasil.
Pengelolaan Program Corporate Social Responsibility (CSR) “PLN Peduli” (Studi Kasus di Kantor Pusat PT. PLN (Persero)) Anjang Priliantini; Erna Herlina; Anter Venus
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 8, No 2 (2019): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31504/komunika.v8i2.1995

Abstract

Corporate Social Responsibility merupakan manifestasi tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan yang memberi manfaat secara internal (perusahaan itu sendiri) dan eksternal (masyarakat dan pemerintah). Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan program Corporate Social Responsibility yang dilakukan oleh Kantor Pusat PT. PLN (Persero) Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini berjumlah 9 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan program Corporate Social Responsibility PT. PLN (Persero) telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan Indonesia. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjadi sarana promosi perusahaan dan perwujudan tanggung jawab sosialnya, sehingga terjalin hubungan yang harmonis antara PT. PLN (Persero) dengan masyarakat dan pada akhirnya citra perusahaan akan meningkat. Program tersebut dilakukan melalui pendidikan gratis di SMK Informatika Utama dan program kemitraan dan bina lingkungan di Bank Sampah Anyelir. Pengelolaan program Corporate Social Responsibility PT. PLN (Persero) memiliki  4 tahap yaitu perencanaan, implementasi, evaluasi dan pelaporan.