Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Terpaan Iklan Layanan Masyarakat “Don’t Know? Kasih No!” oleh BCA Terhadap Sikap Pengguna Twitter/X Joel Gerald Halomoan Hutauruk; Anter Venus; Putri Trulline
Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2025): Februari : KONSENSUS : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/konsensus.v2i1.590

Abstract

With the existence of social media, the distribution of public service advertisement videos has become easier. However, the rampant cases of phishing in society lately have the potential to harm users of online banking services. The purpose of this study is to determine the effect of exposure to public service advertisements on the attitudes of Twitter / X users. This study uses a quantitative approach. The choice of research method that will be used is the quantitative causality method. This study will use X / Twitter users who have watched the public service advertisement video "Don't Know? Kasih No!" by Bank Central Indonesia. The results of this study are that the variables product / message thoughts, source oriented thoughts, and ad execution thoughts simultaneously have a positive and significant influence on the formation of attitudes of Twitter / X users. It can be concluded that these three variables help in the process of receiving messages and forming audience attitudes when watching the public service advertisement video "Don't Know? Kasih No!"
Enhancing Generation Z's Political Efficacy Through Social Media Political Influencers Venus, Anter; Intyaswati, Drina; Ayuningtyas, Fitria; Lestari, Puji
Nyimak: Journal of Communication Vol 9, No 2 (2025): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v9i2.13761

Abstract

Previous research has shown that political influencers affect internal political efficacy. The widespread exposure of Generation Z to political influencers on social media raises the question of whether this exposure enhances political knowledge, comprehension, and skills. The study examines the linear impact of political influencers on internal political efficacy by categorizing exposure as low, medium, or high. A survey was distributed through social media platforms. The study population consisted of Generation Z social media users, selected through purposive sampling (N = 488). Eligibility criteria included being between the ages of 17 and 26, holding Indonesian citizenship, and following at least one political influencer on social media. Data were analyzed using linear regression with SPSS version 25. The findings indicate that the influence of political influencers varies according to the level of their following. Influencers significantly affected internal political efficacy only among participants who followed them moderately. This effect was seen only among individuals with low or average political interest. For those with a high interest in politics, the influence of political influencers was minimal, likely because these individuals seek information from other sources. These results contribute to understanding the non-linear relationship between political influencer exposure and internal political efficacy.Keywords: Generation Z, internal political efficacy, political influencers, political interest ABSTRAKStudi terdahulu telah menunjukkan adanya pengaruh dari political influencer terhadap internal political efficacy. Dengan begitu banyak terpaan political influencer yang dapat diterima Generasi Z melalui media sosial, memunculkan pertanyan apakah semua terpaan tersebut berfungsi optimal  dapat menambah pengetahuan, pemahaman, dan skill  di bidang politik dari Gen Z. Studi ini  bertujuan untuk mengevaluasi dampak linier dari political influencer terhadap internal political efficacy, dengan membaginya pada tiga kelompok tingkatan following (rendah, sedang, tinggi). Penelitian menggunakan metode survei yang dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner melalui jejaring media sosial.  Populasi merupakan  Generasi Z pengguna media sosial, dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling (N=488). Kriteria sampel adalah mereka dengan usia 17-26 tahun (Gen Z), warga negara Indonesia, dan mem follow minimum satu political influencer di media sosial. Analisis data menggunakan analisis regresi linier dengan  aplikasi SPSS 25. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh influencer politik memiliki perbedaan pada tingkat following yang berbeda. Hanya pada kelompok following moderat, influencer memberikan dampak pada internal political efficacy Gen Z. Selain itu, pengaruh influencer hanya berlaku jika individu memiliki ketertarikan politik yang rendah atau rata-rata. Ketika individu memiliki ketertarikan politik yang tinggi maka pengaruh influencer cenderung berkurang, hal ini dimungkinkan karena mereka dengan ketertarikan politik yang tinggi cenderung akan mencari informasi dari sumber alternatif lainnya. Temuan ini memberikan sumbangan konseptual terkait adanya hubungan non linier dari pengaruh political influencer terhadap internal political efficacy. Kata Kunci: Generasi Z, efikasi politik internal, influencer politik, minat politik
Motif Komunikasi Bermedia Sosial Kaum Tunanetra di Kota Bandung (Studi Fenomenologi Terapis Pijat Tunanetra Shiatsu di Kota Bandung) Adiyanto, Deffri Ihza; Venus, Antar; Koswara, Iwan
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 7, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v7i3.2023.868-876

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi motif komunikasi bermedia sosial kaum tunanetra di Kota Bandung, khususnya terapis pijat tunanetra Shiatsu. Perkembangan teknologi dan komunikasi telah membuat hampir seluruh warga dunia menggunakan smartphone. Penggunaan smartphone telah mencapai angka yang signifikan, bahkan di kalangan penyandang disabilitas, termasuk tunanetra. Saat ini, terapis tunanetra Shiatsu juga aktif dalam berbagai media sosial, seperti Instagram dan Whatsapp, untuk mencari pelanggan dan berkomunikasi dengan mereka.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan wawancara mendalam dengan tujuh terapis tunanetra Shiatsu di Kota Bandung. Tema-tema utama yang muncul dari penelitian ini adalah: (1) Penasaran, (2) Permintaan dari sanak saudara dan sesama tunanetra, dan (3) Improvisasi diri. Motif penasaran mendorong para terapis untuk mempelajari dan menggali lebih dalam tentang penggunaan gadget dan media sosial. Mereka juga terlibat dalam media sosial karena diminta oleh keluarga atau sesama tunanetra yang sudah terbiasa menggunakan teknologi. Selain itu, mereka menggunakan gadget dan media sosial sebagai bagian dari improvisasi diri untuk mengatasi keterbatasan ekonomi, meningkatkan pengetahuan, dan mengembangkan kemampuan diri.
Different Levels of Social Media Use on Online Political Participation Intyaswati, Drina; Venus, Anter; Kusumajanti; Saputra, Windhi Tia; Qasim Mahmood
Jurnal Komunikasi Vol. 19 No. 1 (2024): VOLUME 19 NO 1 OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol19.iss1.art7

Abstract

In many studies, social media use related to political information impacts political participation. However, only some have seen how different levels of social media use affect online political participation. This study aims to see how different levels of social media use affect online political participation by using the theory of source credibility. This study was conducted using a survey method by distributing questionnaires through social media networks. The population is Jakarta residents. Using purposive sampling, we obtained a sample of 500 respondents. Results showed that in the low category, apart from gender and education, the use of social media also impacts online political participation. In the medium category, besides the use of social media, gender, education, age, and political trust affect online political participation. In the high category, what influences online political participation are the use of social media, political trust, and social media credibility. The source credibility theory is confirmed only among high users.
The Implementation of Crowdsourcing & Crowdfunding to Realize the Need for Breakwater at Pabean Udik Village: Implementasi Crowdsourcing & Crowdfunding Untuk Mewujudkan Kebutuhan Pemecah Ombak di Desa Pabean Udik Sukmawan, Denny Indra; Nashir, Asep Kamaluddin; Venus, Anter; Eka, Ni Putu; Valerie, Arantska Dimitrie
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1396

Abstract

One of the findings of the Community Empowerment Team of UPN Veteran Jakarta in Pabean Udik Village, Indramayu Regency is the impact of climate change in the form of abrasion which has disrupted the sustainability of community group businesses. For long, the community has tried to build a breakwater from used tires as raw materials. But the result looks less effective because the construction is damaged. Practically, the attention is needed in the form of a breakwater which is better in terms of raw materials and structures to resist the rate of abrasion. In recent years, the community has submitted proposals for breakwater funding to the regional government of Indramayu, local government of Pabean Udik and private sectors, but there has been no serious response. Therefore, we propose alternative funding to support breakwater construction through crowdsourcing and crowdfunding methods on popular platforms such as kitabisa.com, benihbaik.com, dan berbuatbaik.id. Hopefully, in the middle of 2023, breakwater construction can be built on the coast of Pabean Udik. Abstrak Salah satu temuan masalah Tim Pemberdayaan Masyarakat UPN Veteran Jakarta di Desa Pabean Udik, Kabupaten Indramayu adalah dampak perubahan iklim berupa abrasi yang telah mengganggu keberlangsungan usaha kelompok masyarakat. Sejauh ini, masyarakat telah berupaya membangun pemecah ombak dari bahan baku ban bekas. Namun hasilnya terlihat kurang efektif karena konstruksi tersebut rusak. Praktis, dibutuhkan perhatian berupa pemecah ombak yang secara bahan baku dan struktur lebih baik untuk menahan laju abrasi. Dalam dua tahun kebelakang, masyarakat telah mengajukan proposal pendanaan pemecah ombak kepada pemerintah daerah Kabupaten Indramayu, pemerintah Desa Pabean Udik dan para pengusaha, namun tidak ada respon yang serius. Tim Pemberdayaan Masyarakat UPN Veteran Jakarta mengusulkan pendanaan alternatif untuk mendukung pembangunan pemecah ombak berupa penggalangan bahan baku ban bekas melalui metode crowdsourcing dan penggalangan dana melalui metode crowdfunding di platform-platform penggalangan dana populer seperti kitabisa.com, benihbaik.com, dan berbuatbaik.id. Harapannya, di pertengahan tahun 2023, satu unit pemecah ombak bisa dibangun di pesisir pantai Desa Pabean Udik.
MOTIF ANGGOTA KOMUNITAS HIP HOP BANDUNG Adi, Achwan Noorlistyo; Erlandia, Dedi Rumawan; Venus, Antar
Manajemen Komunikasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Manajemen Komunikasi Vol. 1 No.1 Otober 2016
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.579 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v1i1.9584

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motif anggota komunitas memilih musik Hip Hop sebagai musik kesukaannya dan untuk mengetahui motif anggota komunitas untuk bergabung ke dalam komunitas Hip Hop Bandung.Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi dari pemikiran Alferd Schutz. Teknik pengumpulan data penelitian yang paling utama digunakan adalah wawancara mendalam kepada 7 (tujuh) orang informan yang merupakan anggota komunitas musik Hip Hop Bandung. Lokasi dalam penelitian adalah basecamp RUN BDG, Black Boi studio, dan Area Car Free Day Cikapayang, Dago Bandung. Adapun pelaksanaan wawancara dilakukan dalam kurun waktu dua bulan, terhitung mulai tanggal 17 Maret 2016 – 28 Mei 2016.Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa motif anggota dalam memilih musik Hip Hop adalah terbiasa mendengarkan musik Hip Hop pada masa lalu, adanya keinginan untuk berbeda dengan orang lain, dan memilih musik Hip Hop karena pengaruh dari orang lain. Motif untuk bergabung anggota komunitas Hip Hop terutama RUN BDG dibagi 2, because of motives dan in order to motives. Because of motives berupa ajakan dari pendiri dan in order to motives berupa keinginan untuk meningkatkan kualitas diri, mencari penghasilan, serta menjaga eksistensi komunitas Hip Hop di Bandung.Selain motif, penelitian ini juga menghasilkan makna musik Hip Hop bagi anggota komunitas musik Hip Hop di Bandung. Setiap anggota memaknai musik Hip Hop berbeda-beda sesuatu dengan apa yang dirasakan dan apa yang dilakukan. Makna musik Hip Hop yaitu sebagai simbol protes dan perjuangan, simbol universal, ketegasan dan kelugasan, simbol keasyikan serta simbol kehidupan dan kebebasan berekspresi.Keyword : Motif, Makna, Because of motives, In order to motives, Hip Hop, Komunitas, Musik
REKONSTRUKSI STEREOTIP NEGATIF ETNIK MELAYU Alfarabi, Alfarabi; Venus, Anter; Syafirah, Nuryah Asri; Salam, Noor Efni
Manajemen Komunikasi Vol 3, No 2 (2019): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.831 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v3i2.20505

Abstract

Stereotip negatif yang dilekatkan pada etnik Melayu dijadikan ukuran untuk menilai anggota etnik tersebut. Datangnya era reformasi yang memberi ruang pada etnik lokal untuk menduduki jabatan-jabatan strategis membuat etnik Melayu berkesempatan untuk merekonstruksi stereotip yang melekat pada diri mereka. Penelitian mengkaji bagaimana tokoh Melayu mengcounter stereotip negatif sekaligus merekonstruksi stereotip tersebut menjadi sesuatu yang positif bagi etnik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi. Pengumpulan data lapangan menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini memberitahukan bahwa stereotip negatif pada etnik Melayu merupakan bentuk ketidaktahuan pendatang terhadap Orang Melayu. Upaya meng-counter stereotip negatif yang dilekatkan pada etnik Melayu dilakukan untuk meningkatkan status etnik yang lebih positif. Kondisi tersebut menjadi penting karena pascareformasi etnik Melayu memiliki kesempatan yang besar untuk menduduki jabatan- jabatan strategis di Pekanbaru Riau.
Komunikasi krisis Forum Ekonomi Kreatif Kabupaten Bandung Barat menghadapi pandemi Covid-19 Venus, Antar; Octavianti, Meria; Karimah, Kismiyati El; Arifin, Hadi Suprapto
Manajemen Komunikasi Vol 5, No 1 (2020): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v5i1.29799

Abstract

Forum Ekonomi Kreatif (Fekraf) sebagai sebuah organisasi resmi yang dibentuk pemerintah Kabupaten Bandung Barat, memilliki peran yang sentral dalam menghadapi krisis yang dialami oleh hampir sebagian besar pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Bandung Barat. Banyak pekerja di berbagai subsektor ekonomi kreatif terpaksa dirumahkan karena sudah tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan dan banyak pelaku ekonomi kreatif yang akhirnya gulung tikar karena tidak bisa menjalankan roda perekonomiannya selama pandemic berlangsung. Penelitian ini berupaya untuk mencari tahu mengenai bagaimana komunikasi krisis yang dilakukan oleh Fekraf KBB dalam menghadapi pandemic Covid-19. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, focus group discussion, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menjalankan komunikasi krisisnya, Fekraf KBB sudah menjalankan seluruh prinsip dan tahapan dari komunikasi krisis dengan menggunakan berbagai saluran komunikasi yang relevan dengan kondisi krisis yang dihadapi. Crisis preparedness, initial respons, corrective & reaction, serta evaluation merupakan tahap komunikasi krisis yang dilakukan oleh Fekraf KBB. Media komunikasi yang digunakan dalam komunikasi krisis ini terbatas pada media online dan media sosial. Hampir seluruh prinsip komunikasi krisis diaplikasikan oleh Fekraf KBB dalam menghadapi pandemik Covid-19 ini, yaitu adanya tim komunikasi, melakukan kontak dengan media, mengumpulkan fakta-fakta, tidak menutup informasi, hati-hati dalam menyampaikan informasi, satu suara, dan menggunakan banyak saluruan komunikasi.
Strategi Komunikasi Extinction Rebellion Indonesia dalam Mendorong Kesadaran Krisis Iklim melalui Instagram Debtian, Muhammad Rizky; Venus, Anter; Rahmawan, Detta
Jurnal Media dan Komunikasi Indonesia Vol 7, No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmki.103211

Abstract

This study aims to analyze how Extinction Rebellion Indonesia (XR Indonesia) designs and implements its communication strategy on Instagram to promote public awareness of the climate crisis. The object of this research is XR Indonesia’s Instagram-based activism, with data collected through in-depth interviews with internal members and followers, as well as content observation and document analysis conducted between June and November 2024. Using a qualitative case study approach, the data were analyzed through an interactive model of data reduction, display, and conclusion drawing. The findings indicate that XR Indonesia’s communication practices align structurally with Oepen’s environmental communication strategy framework (assessment, planning, production, and action-reflection) yet are adapted to the decentralized and volunteer-based nature of digital activism. Assessment and evaluation processes are largely informal and reflective rather than systematically documented. Integrating Fisher’s narrative paradigm and Moody-Adams’ concept of narrative activism, XR’s communication operates as a counter-narrative strategy that constructs moral claims, collective identity, and systemic critiques in the digital arena. In conclusion, XR Indonesia demonstrates that adaptive narrative-based communication can function as a strategic tool in digital environmental activism, despite limitations in formal evaluation and audience measurement.
The importance of family communication in mitigating parent-child verbal violence in Jakarta Ayuningtyas, Fitria; Ali, Anuar; Hayati, Kumala; Venus, Anter; Zahwa, Aulia Putri; Didavieny, Keysha
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v9i1.9144

Abstract

Children in homes are particularly susceptible to experiencing violence, especially verbal violence. Violence against children in Jakarta is a common occurrence and a significant concern in Jakarta's urban society. Specifically, verbal violence affects children by impairing their psychological development and obstructing their self-growth. This research examined the significance of family communication in mitigating verbal violence between parents and children in Jakarta through a qualitative methodology with a phenomenology approach. Data was gathered by observation and comprehensive interviews with five informants residing near Jakarta, subsequently transcribed and analysed utilising NVIVO 12. Additionally, the researcher performed a literature analysis by examining prior studies concerning the impact of family communication on reducing parent-child verbal violence. The research results indicate that the function of family communication is contingent upon the awareness of adults, particularly parents, who play a significant role in implementing family communication patterns. This includes providing appropriate examples of emotional expression and actively inquiring about their children's daily experiences. Verbal violence in children can be mitigated by effective family communication.