Claim Missing Document
Check
Articles

Budaya Populer Jepang di Indonesia : Catatan Studi Fenomenologis Tentang Konsep Diri Anggota Cosplay Party Bandung Antar Venus
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2010): Juli 2010
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.989 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v1i1.9

Abstract

The research is about self concept in the relations with popular culture, that in the youth cultures has been done since 30 years ago. The term of self concept which becomes focus on this paper was defined by Rogers as how someone see and feel himself. This paper is based on limited introduction research ofphenomenology about self concept of Cosplay Party members in Bandung City. The amount of informants is four and the frequency of interview just twice. The result of the research shows that informants have different background and have positive self concept. They involve in costume player started with their hobby in watching anime and join in Cosplay because of the same of value between them
HUBUNGAN ANTARA MOTIF KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KEPUASAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI GENERASI MILENIAL sri wahyuning astuti; Atwar Bajari; Atie Rachmiatie; Anter Venus
PRoMEDIA Vol 5, No 2 (2019): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v5i2.2358

Abstract

A stable person is described as a person who is able to establish positive interpersonal relationships. Interpersonal relationships are built through interpersonal communication. The way a person chooses motives in interpersonal communication is believed to be able to influence their satisfaction in communicating. Interpersonal communication motives are a reason for someone to be involved in communication and how someone communicates. 6 motives are the reasons for a person to communicate, namely pleasure, affection, inclusion, escape, relaxation and control (A. M. Rubin, Martin, & Rubin, 1998). Millennial as a generation that stands out in terms of numbers has several uniqueness and weaknesses. One of the salient weaknesses of this generation, which is almost half of Indonesia's population, is the inability to establish interpersonal communication. This inability, of course, affects the satisfaction of their communication and interpersonal relationships.This research will try to find a relationship between interpersonal communication motives with relationship satisfaction and millennial interpersonal communication in Indonesia. The subjects in this study are the millennial generation in high school in the south Jakarta area, aged 15-19 years. (Howe, 2014). Data was collected using a Motive Interpersonal Communication Scale consisting of 27 items (R. B. Rubin, Perse, & Barbato, 1988) and Communication Satisfaction Scale consisting of 18 items. (Hecht, 1978)  To calculate data from this study using SEM analysis. In addition to seeing the relationship between the two variables, also to find out the dimensions of each research relationship. The results revealed a positive relationship between the selection of interpersonal communication motives with interpersonal communication satisfaction with a CR value of 8.942 and an etimate value of 0.401Keywords: interpersonal communication satisfaction, millennial generation, communication motives. Relationship satisfactionAbstrak            Pribadi yang stabil digambarkan sebagai pribadi yang mampu menjalin hubungan interpersonal secara positif. Hubungan interpersonal diantaranya dibangun melalui komunikasi interpersonal. Cara seseorang memilih motif dalam melakukan komunikasi interpersonal, dipercaya mampu mempengaruhi kepuasaan mereka dalam berkomunikasi. Motif komunikasi interpersonal adalah alasan seseorang untuk terlibat dalam komunikasi dan bagaimana seseorang melakukan komunikasi. 6 motif menjadi alasan seseorang melakukan komunikasi, yakni kesenangan, kasih sayang, inklusi, pelarian, relaksasi dan kontrol.(A. M. Rubin, Martin, & Rubin, 1998). Milenial sebagai generasi yang menonjol dari segi jumlah memiliki beberapa keunikan maupun kelemahan. Salah satu kelemahan yang menonjol yang dimiliki oleh generasi yang jumlahnya hanpir separuh dari jumlah penduduk Indonesai ini adalah ketidakmampuan menjalin komunikasi interpersonal. Ketidakmampuan ini,tentu saja mempengaruhi kepuasaan komunikasi dan hubungan interpersonal mereka.            Riset ini akan mencoba mencari hubungan antara motif komunikasi interpersonal dengan kepuasan hubungan dan komunikasi interpersonal milenial di Indonesia. Subyek dalam penelitian ini adalah generasi milenial yang ada Sekolah Menengah Atas di wilayah jakarta selatan yang berumur 15-19 tahun. (Howe, 2014).             Data diambil dengan menggunakan Skala Motif komunikasi antar pribadi yang terdiri dari 27 item(R. B. Rubin, Perse, & Barbato, 1988)  dan Skala Kepuasan Komunikasi yang terdiri dari 18 item. (Hecht, 1978)  Untuk menghitung data dari penelitian ini menggunakan analisis SEM. Selain untuk melihat hubungan antara kedua variabel, juga untuk mengetahui hubungan perdimensi dari masing-masing skala penelitian.  Hasil penelitian mengungkap ada hubungan positif antara pemilihan motif komunikasi antarpribadi dengan kepuasaan komunikasi interpersonal dengan nilai CR= 8,942 dan nilai etimate 0,401 Kata Kunci: kepuasan komunikasi antar pribadi, generasi milenial, motif komunikasi. Kepuasaan hubungan
Komunikasi Konflik Jawara Banten Antar Venus; Lukman Saleh Waluyo
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.747 KB) | DOI: 10.33822/jep.v3i1.1520

Abstract

Jawara Banten adalah pertemuan budaya lokal yang luar biasa dari bagian budaya orang Indonesia. Mereka membangun standar budaya sendiri yang tidak sama dengan masyarakat Sunda, Betawi, dan Jawa yang memisahkan wilayah tempat tinggal mereka di tepi utara wilayah Banten. Terlepas dari kenyataan bahwa individu-individu ini berasal dari wilayah Cirebon dan Demak yang datang untuk pada abad keenam belas, namun mereka tampaknya mempunyai hubungan sosial dan obudaya yang otentik dengan asal mereka. Penelitian ini dilaksanakan untuk menggali lebih dalam bagaimana cara berkomunikasi Jawara Banten khususnya dalam komunikasi. Metode yang digunakan adalah campuran dari metode paremiologi dan metode wawancara mendalam. Penelitian dilaksanakan selama sembilan bulan (April-Desember 2019) termasuk 12 responden wawancara dan tiga buah buku tentang bahasa Jawa untuk melakukan studi paremiologi. Dari hasil tersebut, peneliti mendapat temuan penelitian sebagai berikut: (1) Komunikasi Jawara Banten konsep besarnya adalah “Deduluran” (2) Selain “Sedulur” ada juga konsep “Sebatur” yang masih turunan dari konsep deduluran. Konsep “Sebatur” ini lebih memperecepat untuk menyelesaikan masalah secara musyawarah dan akhirnya damai. (3) Ada perubahan kultur dalam berkonflik di Banten, kalau dulu berkelahi biasanya ada istilah “wes ijen bae, ijen siji-siji ning alon-alon”. Jadi seperti duel dan tidak berkelahi ramai-ramai. Sekarang sudah berkurang karena diselesaikan dulu dengan cara musyawarah. (4) Dalam lingkungan masyarakat Jawara Banten ada larangan yang tidak boleh dilakukan dalam pergaulan antar manusia, ada istilahya “Aje  Julid, Aje ngelunjak, Aje Mencangak, Aje Syirika, Aje Ilok Ngebohong, Aje Ilok Ngulungani, Aje Ilok Makan Uong”  karena kurang baik untuk dipakai dalam pergaulan.
Pola Komunikasi Insan Berkemampuan Khusus: Studi Etnografi Komunikasi pada Interaksi Sosial Insan Berkemampuan Khusus di Rumah Autis Cabang Depok Fitria Ayuningtyas; Anter Venus; Asep Suryana; Yustikasari Yustikasari
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 3, No 2 (2020): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v3i2.1785

Abstract

Komunikasi merupakan sesuatu hal yang fundamental dalam kehidupan sehari-hari. Peran dasar komunikasi adalah jembatan untuk membangun interaksi sosial. Komunikasi digunakan setiap manusia sebagai sarana dalam berinteraksi sosial, namun beberapa orang terkadang mengalami gangguan dalam berkomunikasi dengan faktor gangguan yang tentunya berbeda-beda. Salah satu orang yang mengalami gangguan komunikasi dalam berinteraksi yaitu anak berkemampuan khusus. Insan Berkemampuan Khusus (atau biasa dikenal oleh masyarakat umum sebagai manusia berkebutuhan khusus) telah resmi dicanangkan pada tanggal 3 Desember 2019, momentum hari Disabilitas Internasional yang jatuh setiap tanggal 3 Desember juga oleh Rumah Autis dianggap tepat untuk dijadikan hari Insan Berkemampuan Khusus atau IBK’s day. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian etnografi komunikasi.Hasil pengamatan dan wawancara yang didapat kemudian dianalisis menggunakan elemen yang terdapat pada etnografi komunikasi yang lebih dikenal dengan kata SPEAKING yang terdiri dari setting/scene, participants, ends, act sequence, keys, instrumentalities, norms of interaction, genre. Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan bahwa masalah utama dari insan berkemampuan khusus terutama anak autis adalah masalah komunikasi, interaksi sosial dan perilaku. Komunikasi yang digunakan oleh anak autis sangat unik dan menarik serta karakteristik dari autisme ini sangatlah beragam.
JARINGAN KOMUNIKASI PENDUDUK LOKAL DI DESA WISATA PETINGSARI, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA Retno Dyah Kusumastuti; Antar Venus
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 15 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.037 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2019.15.1.1576

Abstract

Pada tahun 1990-an Desa Pentingsari mendapat predikat Desa Wisata dengan pendapatan yang relative rendah. Padahal potensi desa cukup besar dengan luas 105 hektar dengan komposisi lahan pekarangan, perkebunan, sawah, lading dan daerah aliran sungai, kendalanya kondisi desa cukup terpencil karena belum baiknya akses. Masyarakat bertekad keluar dari kondisi kemiskinan itu, alam dan lingkungan dirawat, sehingga hasil bumi dari kekayaan alam meningkat. Pendekatan Desa Wisata dipilih oleh penduduk karena merasa pariwisata bisa menjadi cara untuk melibatkan seluruh komponen masyarakat. Penelitian ini ingin mengetahui jaringan komunikasi penduduk local di Desa Wisata Pentingsari yang telah berhasil keluar dari kondisi kemiskinan dengan mengubah desanya menjadi desa wisata yang berhasil.
Digital branding and entrepreneurship skills for millennials in Pabean Udik Village, Indramayu Ridwan Ridwan; Ana Kuswanti; Munadhil Abdul Muqsith; Anter Venus
Community Empowerment Vol 7 No 12 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.8224

Abstract

Training in entrepreneurship, social media usage, and information technology is required to boost youth creativity and innovation in the digital age. The aim of this community service is to raise awareness of the importance of increasing product value and developing digital marketing strategies for products. The method is socialization, training in the production of innovative products, and digital marketing skills. The results of the program can be seen in the raise in youth entrepreneurship, the value of products, and digital marketing. The participants can use processed milkfish and seaweed to create creative products that will raise its value. Additionally, youth in Pabean Udik Village have use of online marketing tools to promote their creative products.
KOMUNIKASI PEMASARAN OBJEK WISATA SITU BOLANG, INDRAMAYU Irpan Ripa'i Sutowo; Lukman Saleh Waluyo; Antar Venus; Zayyin Abdul Qudus; Gustiana Sabarina
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 6 No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v6i1.5361

Abstract

Desa Jatisura yang berada di Kabupaten Indramayu mempunyai potensi wisata yang besar namun belum berjalan dengan maksimal. Karena itu, perlu kontribusi untuk menguatkan dan mengembangkan inisiatif inisiatif yang sudah ada. Sudah banyak yang mengupas strategi komunikasi pemasaran di Indonesia namun belum ada yang berfokus di objek wisata Situ Bolang, Desa Jatisura Kabupaten Indramayu. Metode yang akan dipakai adalah metode penelitian campuran kualitatif dan kuantitatif deskriptif dengan cara wawancara mendalam serta observasi lapangan yang dicampur dengan survey kepada wisatawan domestik yang sudah mengunjungi dan belum mengunjungi objek wisata Situ Bolang. Pengambilan narasumber penelitian dilakukan dengan cara purposive sampling dengan pendekatan snowball. Hasil penelitian ini mengungkap produk destinasi wisata Situ bolang sudah cukup baik dan masyarakat berminat untuk datang, harga di Objek Wisata Situ Bolang juga sudah termasuk terjangkau, hanya saja untuk lokasi memang masih dianggap perlu peningkatan, karena masih cukup jauh dari jalan tol. Sedangkan untuk promosi yang diperlukan adalah iklan tradisional seperti spanduk, iklan radio, dan juga sales promotion. Selain itu dibutuhkan juga kegiatan digital marketing untuk pemasaran Situ Bolang diantaranya pembuatan website, media sosial, dan Search Engine Optimization (SEO) dari sisi Owned Media, serta iklan digital dan endorsement dari publik figur. Publik figur yang dianggap tepat untuk mempromosikan Situ Bolang adalah dari kalangan artis ternama, pejabat publik daerah, serta dari kalangan traveler.
A Phenomenological Study on Sexuality Education for Children and Adolescents with Autism Spectrum Disorder in Jakarta Fitria Ayuningtyas; Jude William R Genilo; Drina Intyaswati; Irpan Ripai Sutowo; Anter Venus
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 1 (2023): June 2023 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v8i1.746

Abstract

This research is motivated by the researchers' concern about children,  especially adolescents with autism. Autism is not a mental illness but it is a disorder that affects  the brain, causing it to not function properly. This can be seen in the behavior of children with autism. The purpose of this research is  to find out the experiences of parents of  children and adolescents with autism spectrum disorder. This research uses a qualitative research design with a research approach to phenomenology. The result of this research showed that sex knowledge of children with autism spectrum disorder is still limited to  knowledge of differences between male and female sexes. They obtained sexual knowledge education from schools, while some received it from teachers, therapists, and parents. The level of independence is high. Sexual prohibition is important to give children the knowhow to maintain behavior towards the opposite sex. To improve the sexual health education of parents who have children with autism spectrum disorder, they can attend sexual education seminars.
Motif Komunikasi Bermedia Sosial Kaum Tunanetra di Kota Bandung (Studi Fenomenologi Terapis Pijat Tunanetra Shiatsu di Kota Bandung) Deffri Ihza Adiyanto; Antar Venus; Iwan Koswara
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 7, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v7i3.2023.868-876

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi motif komunikasi bermedia sosial kaum tunanetra di Kota Bandung, khususnya terapis pijat tunanetra Shiatsu. Perkembangan teknologi dan komunikasi telah membuat hampir seluruh warga dunia menggunakan smartphone. Penggunaan smartphone telah mencapai angka yang signifikan, bahkan di kalangan penyandang disabilitas, termasuk tunanetra. Saat ini, terapis tunanetra Shiatsu juga aktif dalam berbagai media sosial, seperti Instagram dan Whatsapp, untuk mencari pelanggan dan berkomunikasi dengan mereka.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan wawancara mendalam dengan tujuh terapis tunanetra Shiatsu di Kota Bandung. Tema-tema utama yang muncul dari penelitian ini adalah: (1) Penasaran, (2) Permintaan dari sanak saudara dan sesama tunanetra, dan (3) Improvisasi diri. Motif penasaran mendorong para terapis untuk mempelajari dan menggali lebih dalam tentang penggunaan gadget dan media sosial. Mereka juga terlibat dalam media sosial karena diminta oleh keluarga atau sesama tunanetra yang sudah terbiasa menggunakan teknologi. Selain itu, mereka menggunakan gadget dan media sosial sebagai bagian dari improvisasi diri untuk mengatasi keterbatasan ekonomi, meningkatkan pengetahuan, dan mengembangkan kemampuan diri.
PELATIHAN PEMBUATAN PAPAN LEMBARAN DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK BAGI MASYARAKAT PEDULI LINGKUNGAN KELURAHAN LIMO KOTA DEPOK Martana, Budhi; Hernawati, Erna; Venus, Anter; Pradana, Sigit; Hadi, Prasetyo; Fahrudin, Fahrudin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i2.27571

Abstract

The population that continues to increase every year has a great influence on the increasing amount of garbage piles. The problem of garbage has always been a topic of conversation that has not been resolved until now, because people's behavior in the process of sorting waste from waste sources has not been carried out optimally, plastic waste processing has not been optimally carried out by the community to produce products that have useful value, in addition, there is no appropriate technology for processing plastic waste, and the creativity and creativity of the community in making products based on plastic waste is still lacking. This community service activity aims to provide training in making recycled plastic waste sheet boards that can be used by the community for a long time, and become a solution to efforts to reduce plastic waste. The target community trained is the environmentally conscious community in Limo Village, Limo District, Depok City who are currently not productive or do not have a fixed income, and are prioritized for empowering environmentally conscious communities. The stages of this training begin with socialization, training, practice, and evaluation activities. The results of the training activities, namely partners have the ability to sort waste independently, there is an increase in participant skills in using plastic waste processing equipment to produce sheet board products based on recycled plastic waste and have a positive impact on tackling household plastic waste, and the creation of business opportunities for recycled plastic waste sheet boards. ABSTRAK Jumlah penduduk yang terus mengalami peningkatan pada setiap tahunnya, sangat berpengaruh terhadap jumlah tumpukan sampah yang semakin meningkat. Permasalahan sampah selalu menjadi topik pembicaraan yang sampai saat ini belum dapat terselesaikan, disebabkan perilaku masyarakat dalam proses pemilahan sampah dari sumber sampah belum dilakukan secara maksimal,  pengolahan sampah plastik belum secara optimal dilakukan masyarakat untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai manfaat, selain itu belum tersedianya alat teknologi tepat guna untuk pengolahan sampah plastik, serta kreativitas dan daya cipta masyarakat dalam membuat produk berbasis sampah plastik masih kurang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan untuk menghasilkan papan lembaran daur ulang sampah plastik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk jangka waktu yang lama, dan menjadi solusi upaya pengurangan sampah plastik. Masyarakat sasaran yang dilatih adalah masyarakat peduli lingkungan Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok yang saat ini belum produktif maupun belum memiliki penghasilan tetap, serta diutamakan bagi pemberdayaan Masyarakat peduli lingkungan. Tahapan pelatihan ini diawali dari kegiatan sosialisasi, pelatihan, praktek, dan evaluasi. Hasil kegiatan pelatihan, yaitu mitra memiliki kemampuan dalam memilah sampah secara mandiri, terjadinya peningkatan keterampilan peserta dalam menggunakan peralatan pengolahan sampah plastik untuk menghasilkan produk papan lembaran berbasis daur ulang sampah plastik serta berdampak positif bagi penanggulangan sampah plastik rumah tangga, dan  penciptaan peluang usaha papan lembaran daur ulang sampah plastik.